Ability Test

  • View
    787

  • Download
    7

Embed Size (px)

Text of Ability Test

BAB I Pengenalan Tes Abilitas

A. DEFINISI TES ABILITAS Ability test atau tes kemampuan di disain untuk mengukur kemampuan penalaran logis atau kemampuan berpikir seseorang. Biasanya tes ini berbentuk pilihan ganda dengan hanya ada satu jawaban benar dan diadministrasikan dalam waktu terbatas, misalnya 30 menit untuk 30 soal. Berikut ini adalah definisi tes-tes abilitas antara lain : 1. Definisi Tes Inteligensi a. Alfred Binet dan Theodore Simon mendefinisikan intelegensi sebagai terdiri atas tida komponen, yaitu kemampuan untuk mengarahkan pikiran dan tindakan, kemampuan untuk mengubah arah tindakan bila tindakan tersebut pernah terlaksanakan, kemampuan utnuk

mengkritik diri sendiri atau melakukan autocriticsm b. Lewis madison terman mendefisnisikan intelegnsi sebagi kemampuan seseorang untuk berpikir abstark c. H.H. Goddard mendefinisikan intelegensi sebagai tingkat kemampuan pengalaman seseoarang untuk menyelesaikan masalah-masalah yang langsung dihadapi dan untuk mengantisipasi masalah-masalah yang akan datang

2. Definisi Tes Bakat a. Warren mendefiniskan tes bakat sebagi suatu kondisi atau disposisidisposisi tertentu yang menggejala pada kecakapan seseorang untuk memperoleh dengan melalui latihan satu atau beberapa pengetahuan keahlian atatu suatu respon sepeti kecakapan untuk berbahasa, musik, dan sebagainya b. Crow mendefinisikan bakat adalah suatu kualitas yang nampak pada tingkah laku manusia pada suatu lapangan keahlian tertentu seperti musik, seni mengarang, kecakapan dalam matematika, keahlihan dalam bidang mesin, atau keahlian-keahlian lainnya. c. Woodworth dan Marquis mendefinisikan bakat adalah prestasi yang dapat diramalkan dan dapat diukur melalui tes khusus. 3. Definisi Tes Prestasi Drs. H. Abu Ahmadi menjelaskan Pengertian prestasi sebagai berikut Secara teori bila sesuatu kegiatan dapat memuaskan suatu kebutuhan, maka ada kecenderungan besar untuk mengulanginya. Sumber penguat belajar dapat secara ekstrinsik (nilai, pengakuan, penghargaan) dan dapat secara ekstrinsik (kegairahan untuk menyelidiki, mengartikan situasi).

B. FUNGSI Tes ini memberikan informasi mengenai potensi yang ada dalam diri seseorang. . Seperti tes inteligensi berfungsi untuk mengukur inteligensi seseorang, tes bakat berfungsi untuk mengetahui bakat seseorang dan tes

Prestasi berfungsi untuk mengetahui kemampuan akademik seseorang, mengetahui kesuksesan seseorang terhadap apa yang sudah dipelajari. Potensi-potensi tersebut meliputi kemampuan berpikir nalar, berpikir abstrak, potensi untuk memecahkan masalah, beradaptasi terhadap perubahan keadaan, mengambil keuntungan dari pengalaman, memprediksi keahlian atau skill yang dimiliki, mengasah logika verbal, dan aspek-aspek lain yang terkait dengan kognitif serta mengetahui secara spesifik keunggulan dan kelemahan individu dalam bidang-bidang tertentu.

C. KARAKTERISTIK

Karakteristik tes Abilitas

:

1. Dibatasi waktu (peserta tes perlu menyadari ada berapa soal yang harus dijawab dan berapa waktu yang disediakan, berhati-hati dalam mengalokasikan waktu untuk menjawab setiap pertanyaan). 2. terdiri dari pilihan ganda dan jawaban pendek. 3. Lembar jawaban dan buku soal terpisah. 4. Hanya ada satu jawaban benar. 5. Terdiri dari pertanyaan yang memiliki kesukaran yang terus meningkat. 6. Membutuhkan kecepatan dan akurasi. Terkadang akurasi lebih penting dari kecepatan, namun jika Anda stuck pada sebuah pertanyaan, lewati saja dan balik lagi, jika masih ada waktu. Kadang-

kadang penilaian didasari juga oleh jawaban yang salah (misal, setiap jawaban salah nilai berkurang.

D. KETERBATASAN

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TES ABILITY

Kelebihan

Kelemahan

Ability Test

Dapat kinerja

memprediksi Dapat pada berbagai menyebabkan adverse

jenis pekerjaan dengan impact yang tinggi. cukup baik.

Khusus

pada Physical

Mudah dan murah dalam ability test berbiaya mahal peng-administrasian. dalam pengembangan dan pengadministrasian.

Tidak mampu mengukur karakteristik tipe kepribadian individu Seperti sifat keadaan psikologi situasi dan internal. Sehingga tidak bisa mengukur minat dan sikap dari individu itu sendiri.

Instabilitas dari kinerja tes abilitas intelegence

Hal ini di karenakan setiap individu di pengaruhi oleh lingkungan dan tes ini

tidak dapat mengukur besarnya pengaruh lingkungan terhadap kemampuan

individu.

Tidak mampu mengukur perbedaan individual dan usia

Tes ini mengeneralisasikan dan tidak memandanng perbedaan individualitas

serta usia. Padahal riset terbaru mengungkapkan perbedaan individual yang

besar dalam semua level manusia

Perbedaan cultural versus hambatan cultural

Seperti hal nya pada lingkungan semua tahap perkembangan individu dan efek efeknya terjalin erat dalam perilaku yang dihasil kan di lingkungannya.

seperti: budaya yang merasuki hampir semua aspek lingkungan . perbedaan

budaya menjadi hambatan bila individu itu keluar dari budaya atau se budaya tempat dia tumbuh dan berkembang serta menjadi sia sia meskipun

individu berusaha keras untuk berfungsi bersaing atau berhasil dalam

budaya lain.

contoh : bahasa yang berbeda, stereotype masyarakat.

BAB II MACAM-MACAM TES ABILITASTes ini terbagi menjadi 3:

1. Achievement test : mengukur yang dipelajari sebelumnya tes ini mengukur tingkat kemampuan kita dalam berhitung, melakukan penalaran, logika verbal, dan aspek-aspek lain yang terkait dengan kognitif. Dalam rekrutmen tes ini berbentuk multiple choice, dengan pilihan hanya ada satu jawaban benar. Achievement Test dibagi menjadi 4, yaitu: Single Survey Test Single Survey Test ini membutuhkan waktu yang lebih singkat dibanding Battery Test dan mempunyai reliabilitas yang lebih rendah. Tes ini dapat digunakan sesuai kebutuhan tanpa harus menggunakan serangkaian alat tes secara utuh. Tester mempunyai pilihan untuk memilih tes yang dibutuhkan. Tester juga boleh memilih nomer berapa saja yang akan digunakan untuk diberikan kepada testee. Tes ini membutuhkan aktu lebih lama dan tesnya lebih detail daripada tes comparable. Keseluruhan hasil tes ini tidak dipengaruhi oleh kondisi dari subjek yang melakukan tes. Tes ini digunakan untuk mengetes anak-anak dimana instruksi tes pada tes membaca dan matematika, instruksi diberikan lebih jelas daripada tes sosial dan tes ilmu pasti.

Battery Test Tes battery ini merupakan tes yang paling baik di dalam achievement test. Tujuan utama dari diadakannya tes ini adalah untuk melihat kelebihan dan kelemahan yang spesifik yang terdapat dalam diri individu tersebut. Dalam setiap subtest baterai ini rata-rata memilki sample yang terbatas untuk setiap subjek. Karena bervariasinya sub tes di dalam tes battery maka tes battery ini mempunyai standard di dalam setiap pengetesan dan penilaiannya berupa skala angka, performansi diri di dalam setiap subjek yangakan dilihat bedanya antara subjek satu dengan subjek lainnya secara langsung.

Diagnostic Test Tes diagnostik ini mempunyai fungsi untuk mengidentifikasi kesulitan testee dalam penerimaan mata pelajaran di sekolah. Sub tes yang ada di dalam diagnostic tes antara lain membaca, aritmatika, berbicara, performansi diri subjek harus dianalisis menjadi

kemampuan khusus yang dia miliki dan juga item di dalam group harus diperlihatkan di dalam subskill tersebut. Tes diaknostik ini tidak sama dengan tes single survey, dimana biasanya single survey hanya mengadakan satu kali penilaian sedangkan diagnostic tes ini penilaian diukur per subskill yang dites. Perbedaan-perbedaan hasil dari subskill-subskill tersebut akan diinterpretasikan dan akan dibuat diagnostiknya. Item-item dalam subskill tersebut harus berjumlah sepuluh atau lebih. Hal ini dilakukan untuk melihat perbedaan antara

setiap skor yang dimunculkan. Skor akhir pada bagian perbandingan biasanya lebih kecil dan skor tersebut biasanya berkolerasi, hasilnya berbeda dan akan membentuk reliabilitas yang rendah. Kebanyakan dari tes diagnostic ini adalah membaca tetapi tes diagnostic pada bagian matematika dan berbicara sudah memiliki bagian yang jelas. Te sdiagnostik ini memiliki variasi item dan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan tes single survey. Sebelum menggunakan tes diagnostic ini basanya tester menggunakan single survey test terlebih dahulu untuk melihat ada atau tidaknya ketidakmampuan siswa misalnya dalam hal membaca atau berhitung baru kemudian diberikan diagnostik tes. Tes prognostic Tes ini didesain untuk memprediksi karakteristik siswa dalam sekolah khusus.tes ini memiliki fungsi yang sama seperti tes aptitude yang berfungsi untuk memprediksi prestasi, misalnya untuk mengetes kemampuan siswa TK atau siswa kelas pertama dalam membaca untuk memprediksi apakah anak tersebut sudah dapat membaca atau belum. Untuk anak-anak SMU tes prognostic ini dalam bentuk matematika (geometri) dan bahasa asing. Didesain untuk

memprediksi kesiapan subjek dalam menerima pelajaran. 2. Aptitude test : mengukur potensi untuk memperoleh spesifik skill, memprediksikan future behavior. ini merupakan tes yang mengukur potensi seseorang, termasuk dalam hal ini adalah kemampuan mengatasi masalah,

pengambilan keputusan, berpikir cepat, dan aspek-aspek lain yang terkait dengan potensi. Macam-macam aptitude test: Performance VS Paper and pencil test Bagian terbaru dari pengkuran kemampuan performance test dimana tes tersebut dibutuhkan untuk membangun sesuatu atau

memanipulasi objek fisik. Tes ini sering dilakukan dibandingkan paper and pencil test terutama untuk tes dalam hal membaca. Reabilitas dalam tes performansi biasanya lebih rendah dibandingkan paper

and pencil test dan tes tersebut memerlukan waktu yang lebih lama dan biaya yang lebih mahal. Hubungan antara tes performansi dan hasil