Click here to load reader

Web viewMekanisme kerjanya menghambat sintesis peptidoglikan yang diperlukan kuman sehingga sel mengalami lisis dan sel bakteri akan mati

  • View
    220

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of Web viewMekanisme kerjanya menghambat sintesis peptidoglikan yang diperlukan kuman sehingga sel...

ILUSTRASI KASUS

II.1 IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. S

Usia : 38 tahun

Jenis Kelamin :Laki-laki

Agama : Islam

Pekerjaan :Buruh

Alamat :Randurancang 20/6 Sukorejo Suruh Banyubiru Kab. Semarang

Masuk RS : 30 November 2015, 14:33 WIB

Bangsal Perawatan : Melati

Nomor RM : 091226

II.2 ANAMNESIS

Dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 1 Desember 2015 pukul 07.00 WIB

Keluhan Utama

Kejang saat 3 jam SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang ke IGD RSUD Ambarawa dengan keluhan kejang 3 jam yang lalu. Keluarga pasien mengatakan, kejang sudah yang ke enam kalinya. Lama kejang 30 menit dengan mata mendelik ke atas, posisi tangan ditekuk kaku, mulut tidak mengeluarkan busa. Menurut pengakuan pasien, sebelum kejadian pasien hanya merasa mual dan sakit kepala lalu pasien tidak mengetahui kejadian setelahnya. Keluarga pasien mengatakan saat kejang pasien tidak bisa diajak bicara dan setelah kejang pasien mengeluhkan pusing.

sejak 2 tahun terakhir, pasien sering merasakan sakit kepala namun tidak dihiraukan oleh pasien. Saat itu pasien mengaku hanya membeli obat sakit kepala di warung dan beristirahat sehingga keluhan sakit kepala berkurang. Saat itu pasien tidak pergi ke klinik atau rumah sakit.

7 bulan yang lalu pasien merasakan pendengaran pasien mulai terganggu. Pasien sering merasakan bunyi berdenging pada telinga kanan dan pendengaran mulai tidak jelas juga berkurang pada telinga kanan. 2 bulan kemudian pasien mengeluhkan penglihatannya buram, pasien mengaku saat mata kanan pasien ditutup penglihatan lebih jelas. Saat ini pasien mengatakan bila melihat dengan menggunakan kedua mata biasa pasien merasa penglihatannya buram dan ganda. Pasien mengaku gangguan pendengaran dan penglihatan pada pasien memperparah sakit kepala pasien.

5 bulan yang lalu pasien mulai merasakan pada leher bagian kanan pasien muncul benjolan kecil. Benjolan tidak nyeri, keras dan bisa digerakkan. Semakin lama pasien merasakan benjolan bertambah besar. Pasien juga mengeluhkan semakin lama mulutnya tersasa kaku, sehingga sulit untuk berbicara dengan jelas dan makan ataupun minum. Sehingga pasien memutuskan untuk memeriksakan ke dokter. Menurut pengakuan keluarga pasien setelah dilakukan pemeriksaan CT-Scan kepala, terdapat tumor pada kepala pasien. Pada saat itu, dokter yang menangani pasien menyarankan pasien untuk operasi, namun pasien dan keluarga pasien menolak dan pulang kerumah.

1 minggu yang lalu pasien merasakan mual setiap kali memakan makanan atau meminum sesuatu, sehingga pasien tidak nafsu makan. Pasien merasakan lemas dan sakit kepala. 3 hari yang lalu keluhan pasien semakin memberat. Pasien masih merasakan mual, muntah setiap kali pasien makan atau minum, sakit kepala dan lemas. 2 hari yang lalu menurut ibu pasien, pasien tiba-tiba kejang. Kejang pertama terjadi tiba-tiba saat pasien sedang duduk. Lama kejang 30 menit dengan mata mendelik ke atas, posisi tangan ditekuk kaku, mulut tidak mengeluarkan busa. Kurang lebih 3 jam setelah kejang pertama, kejang kedua terjadi. Lama kejang dan tipe kejang sama dengan kejang pertama. Sampai 1 hari sebelum masuk rumah sakit pada pagi hari pasien kembali kejang sampai akhirnya keluarga pasien memutuskan untuk membawa pasien ke IGD RSUD Ambarawa setelah terjadi kejang ke 6. Setiba di IGD, pasien sudah tidak kejang dengan keadaan lemas, sakit kepala sebelah kanan (+), pusing (+), mual (+), muntah (-), mulut kaku (+), gangguan pendengaran (+), gangguan penglihatan (+), benjolan pada leher kanan (+).

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat keluhan serupa : disangkal

Riwayat tekanan darah tinggi : disangkal

Riwayat penyakit gula : disangkal

Riwayat trauma/terjatuh : disangkal

Riwayat tumor : 4 bulan lalu ke dokter dan di diagnosa tumor otak

Riwayat operasi : disangkal

Riwayat kejang : disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat keluhan serupa : disangkal

Riwayat tekanan darah tinggi : disangkal

Riwayat penyakit gula : disangkal

Riwayat tumor : disangkal

Riwayat Sosial Ekonomi

Pasien bekerja sebagai buruh bangunan di jakarta. Jam kerja pasien tidak menentu, sehingga waktu untuk beristirahat tidak teratur. Pasien merokok 1 bungkus sehari namun 7 bulan terakhir sudah berhenti. Riwayat meminum minuman keras disangkal.

Anamnesis Sistem

Sistem serebrospinal : kejang (+), sakit kepala (+), pusing (+)

Sistem kardiovaskular : tidak ada keluhan

Sistem respirasi : tidak ada keluhan

Sistem gastrointestinal : mual (+), muntah (+)

Sistem muskuloskeletal : tidak ada keluhan

Sistem integumen : tidak ada keluhan

Sistem urogenital : tidak ada keluhan

Sistem lainnya : gangguan pendengaran (+) gangguan penglihatan (+)

II.3 RESUME ANAMNESIS

Seorang pasien laki-laki usia 38 tahun dengan keluhan kejang saat 3 jam SMRS yang terjadi secara tiba-tiba, sebelum kejadian pasien mengaku merasa mual dan sakit kepala setelah itu pasien tidak mengingat kejadian setelahnya. Pasien mengaku merasakan pusing setelah itu. Pasien dibawa ke IGD RSUD Ambarawa setelah kejang ke 6. Sejak 2 tahun yang lalu pasien mengeluhkan sering sakit kepala dan pusing namun tidak dihiraukan. 7 bulan yang lalu pasien merasakan telinganya sering berdenging dan adanya gangguan pendengaran, setelah itu pasien merasakan gangguan penglihatan. 4 bulan yang lalu pasien mengeluhkan adanya benjolan pada leher sebelah kanan dan mulut terasa kaku. 1 minggu terakhir pasien mengeluhkan adanya mual muntah saat makan dan minum dan 2 hari sebelum masuk rumah sakit pasien mengalami kejang. Setiba di IGD, pasien sudah tidak kejang dengan keadaan lemas, sakit kepala sebelah kanan (+), pusing (+), mual (+), muntah (-), mulut kaku (+), gangguan pendengaran (+), gangguan penglihatan (+), benjolan pada leher kanan (+).

II.4 DISKUSI 1

Dari anamnesis tersebut didapatkan seorang pasien laki-laki berusia 38 tahun dengan keluhan kejang.

Kejang merupakan masalah neurologis yang diakibatkan oleh lepas muatan paroksismal yang berlebihan dari suatu populasi neuron yang sangat mudah terpicu (fokus kejang) sehingga mengganggu fungsi otak normal. Faktor resiko kejang adalah trauma, infeksi, kelainan vaskular dan tumor. Pada pasien ini riwayat trauma, infeksi dan kelainan vaskular disangkal. Dari anamnesa didapatkan riwayat tumor pada pasien yang mengarah kejang pasien disebabkan oleh tumor. Dari pengakuan pasien dan keluarga pasien, telah dilakukan CT-scan namun karena tidak bisa menunjukkan hasil CT-scan pasien tersebut, maka belum bisa dipastikan diagnosis tumor pada pasien.

II.5 DIAGNOSA SEMENTARA

Diagnosis klinis : kejang, sakit kepala, pusing berputar, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, sesak, mual, muntah

Diagnosis topis :pons, mesensefalon

Diagnosis etiologis :suspek tumor intrakranial

II.6 PEMERIKSAAN FISIK

(Dilakukan pada tanggal 01 Desember 2015 pukul 06.30 WIB)

Status Generalis

Keadaan umum : tampak sakit sedang

Kesadaran : compos mentis / GCS E4V5M6

Tanda vital

Tekanan darah : 130/90 mmHg

Nadi : 78 x/menit

Pernapasan : 22 x/menit

Suhu : 36.5oC

Kepala : normocephal, konjungtiva anemis -/- injeksi siliar +/-, sklera ikterik -/-, pupil bulat isokor 3 mm/3 mm, RCL +/+, RCTL +/+, refleks kornea +/+

Leher : teraba benojalan pada leher kanan dengan ukuran 6 cm x 6 cm, konsistensi keras, imobile, nyeri tekan tidak ada.

Thoraks : normochest, simetris, pulmo VBS +/+ normal, rhonki -/-, wheezing -/-, cor S1-S2 normal, reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen : datar, BU (+) normal, supel, nyeri tekan 9 regio (-), hepatomegali (-)

Urogenital : tidak diperiksa

Ekstremitas : akral hangat, CRT

Search related