7.Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 2010-2014.pdf

  • Published on
    10-Apr-2016

  • View
    23

  • Download
    14

Transcript

  • EVALUASI SATU TAHUN PELAKSANAAN RPJMN 20102014

    Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

    Tahun 2011

  • ii Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

  • iv Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

  • vi Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 vii

    MENTERIPERENCANAANPEMBANGUNANNASIONAL/KEPALABADANPERENCANAANPEMBANGUNANNASIONAL

    KATAPENGANTARAssalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh,Salamsejahterauntuksemua,Rencana Pembangunan JangkaMenengahNasional (RPJMN) 20102014 sebagaimana telah ditetapkanmelalui Peraturan Presiden RINomor 5 Tahun 2010 merupakan penjabaran dari Visi, Misi, danProgram Presiden dan Wakil Presiden terpilih yang berpedomanpadaRencanaPembangunanJangkaPanjangNasional(RPJPN)20052025. RPJMN 20102014 adalah RPJMN ke2 dari 4 RPJMN yangdiamanatkandalamRPJPN20052025.Tahun 2011 ini, pelaksanaan RPJMN 20102014 telah memasukitahunkedua,yangartinyapembangunantahunpertama(2010)telahdiselesaikan.Berbagai capaianpelaksanaanpembangunandi tahun2010merupakan capaian prioritas nasional dan prioritas bidang pembangunan lainnya sesuaiamanatRPJMN20102014.UndangUndangNomor25Tahun2004tentangSistemPerencanaanPembangunanNasionalyanglebih lanjutdijabarkandalamPeraturanPemerintahRepublik IndonesiaNomor39Tahun2006tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan,mengamanatkan bahwa Bappenasmengemban kewajiban untukmelakukan evaluasi terhadappelaksanaanRPJMN.Disampingitu,untukmenjagaketercapaianprioritaspembangunannasionaldi tahun 2014 maka evaluasi setiap tahun pelaksanaan RPJMN 20102014 perlu dilakukan,termasuk pelaksanaan tahun 2010. Hal ini selain bermanfaat sebagai laporan hasil kerjaPemerintahselamatahun2010,jugadapatdigunakansebagaibahanpertimbangandanmasukandalamperencanaandanpenyusunankebijakanpembangunanpadatahunberikutnya.Daripencermatanyangdilakukan selama satu tahun terhadappelaksanaanRPJMN20102014,secara umum dapat disimpulkan bahwa pelaksanaannya telah berjalan dengan baik danmenunjukkankemajuanyangcukupberartibagipembangunan Indonesia.Pelaksanaanprioritaspembangunannasionalcukupbaik,terlihatdaricapaiancapaianprioritaspembangunannasionalyangmendukungpercepatanpembangunan infrastruktur fisikyangantara lainditandaidenganterlaksananya pembangunan infrastruktur dan pembangunan pertanian sesuai dengan targetyangdirencanakan.Sementaraitu,capaianpelaksanaanprioritaspembangunannasionalyangmendukungperbaikaninfrastruktur lunak tercermin antara lain dari semakinmeningkatnya Angka Indeks Korupsi diIndonesiadansemakintertatanyaregulasiyangharusdiikutiolehpara investordanpengusaha.

  • viii Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    Untuk capaian prioritas pembangunan nasional yang mendukung penguatan infrastruktur sosial terlihat antara lain dari semakin meningkatnya taraf pendidikan dan taraf kesehatan masyarakat, serta semakin menurunnya angka kemiskinan di Indonesia. Sedangkan capaian prioritas pembangunan nasional yang merupakan upaya pembangunan kre vitas ditandai dengan semakin berkembangnya kebhinekaan budaya, karya seni, dan ilmu serta apresiasinya.

    Akhirnya, upaya dan kerja keras yang telah dilakukan pada awal palaksanaan RPJMN 20102014 dalam rangka mewujudkan prioritas pembangunan nasional telah memberikan hasil yang sepadan. Namun demikian, kerja keras tetap harus terus dilakukan agar hasil yang telah tercapai sesuai target dapat terus ditingkatkan hingga akhir tahun 2014. Sedangkan untuk pelaksanaan pembangunan yang capaiannya masih belum sesuai dengan rencana, memerlukan upaya lebih keras lagi sehingga pada tahun-tahun berikutnya dapat memberikan hasil yang lebih baik dan target prioritas pembangunan nasional dapat dicapai pada tahun 2014. Terima kasih.

    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Jakarta, September 2011 Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 ix

    DAFTAR ISI

    Halaman Judul ............................................................................................................................ i Kata Pengantar ........................................................................................................................... vii Da ar Isi .............................................................................................................................. ix Da ar Tabel .............................................................................................................................. xDa ar Gambar ............................................................................................................................ xi

    BAGIAN I PENDAHULUAN ................................................................................................. 1 Bab 1.1 Pengantar ........................................................................................... 3 Bab 1.2 RPJMN 20102014 .............................................................................. 4 BAGIAN II CAPAIAN PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ..................................... 11 Bab 2.1 Prioritas 1: Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola ............................. 13 Bab 2.2 Prioritas 2: Pendidikan ................................................................... 23 Bab 2.3 Prioritas 3: Kesehatan .................................................................... 31 Bab 2.4 Prioritas 4: Penanggulangan Kemiskinan ....................................... 39 Bab 2.5 Prioritas 5: Ketahanan Pangan ....................................................... 55 Bab 2.6 Prioritas 6: Infrastruktur ................................................................. 65 Bab 2.7 Prioritas 7: Iklim Investasi dan Usaha ............................................. 75 Bab 2.8 Prioritas 8: Energi ........................................................................... 85 Bab 2.9 Prioritas 9: Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana .............. 91 Bab 2.10 Prioritas 10: Daerah Ter nggal, Terdepan, Terluar, dan Pascakonfl ik ................................................................. 99 Bab 2.11 Prioritas 11: Kebudayaan Krea vitas, dan Inovasi Teknologi ........... 109 Bab 2.12 Prioritas Lainnya Bidang Poli k, Hukum, dan Keamanan ................... 115 Bab 2.13 Prioritas Lainnya Bidang Perekonomian ............................................. 133 Bab 2.14 Prioritas Lainnya Bidang Kesejahteraan Rakyat .................................. 139

    BAGIAN III PENUTUP ........................................................................................................... 153

  • x Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    DAFTAR TABEL

    Tabel 2.1.1 . Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 1: Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola, Tahun 2010 ................................................................................ 18

    Tabel 2.2.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 2: Pendidikan, Tahun 2010 ..................................................................................................................... 28

    Tabel 2.3.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 3: Kesehatan, Tahun 2010 .................................................................................................................... 36

    Tabel 2.4.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 4: Penanggulangan Kemiskinan, Tahun 2010 ..................................................................................... 48

    Tabel 2.5.1. Capaian Sasaran Prioritas Nasional 5: Ketahanan Pangan, Tahun 2010 .............. 56 Tabel 2.5.2. Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 5: Ketahanan Pangan,

    Tahun 2010 .......................................................................................................... 59Tabel 2.6.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 6: Infrastruktur, Tahun

    2010 .................................................................................................................... 70Tabel 2.7.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 7: Iklim Investasi dan

    Iklim Usaha, Tahun 2010 ..................................................................................... 79Tabel 2.8.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 8: Energi, Tahun 2010 ................. 89Tabel 2.9.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 9: Lingkungan Hidup .

    dan Pengelolaan Bencana, Tahun 2010 ............................................................... 95Tabel 2.10.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 10: Daerah Ter nggal,

    Terdepan, Terluar, Dan Pascakonfl ik, Tahun 2010 ............................................... 104Tabel 2.11.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 11: Kebudayaan,

    Krea vitas, Inovasi Teknologi, Tahun 2010 .......................................................... 111Tabel 2.12.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Lainnya Bidang Poli k, Hukum dan Keamanan, Tahun 2010 ........................................................................................ 125Tabel 2.13.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Lainnya Bidang Perekonomian,

    Tahun 2010 .......................................................................................................... 137Tabel 2.14.1. Perkembangan Pembangunan Kepariwisataan, Tahun 20092010 .................... 141Tabel 2.14.2. Pencapaian Pembangunan Prioritas Lainnya Kesejahteraan Rakyat,

    Tahun 2010 .......................................................................................................... 147

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 xi

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 2.4.1 . Perkembangan Angka Kemiskinan Indonesia, Tahun 20042010 ..................... 40Gambar 2.8.1 . Perkembangan Produksi Minyak Bumi, Tahun 20052010 ............................... 87Gambar 2.8.2. Perkembangan Rasio Elektrifi kasi, Tahun 20052010 ....................................... 87

  • xii Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

  • BAGIAN I

    PENDAHULUAN

    Bab 1.1 Pengantar Bab 1.2 RPJMN 20102014

  • 2 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 3

    187

    BagianI PENDAHULUAN

    Bab1.1.PengantarRencanaPembangunanJangkaMenengahNasional (RPJMN)20102014telahditetapkanmelaluiPeraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana PembangunanJangkaMenengah Nasional (RPJMN) Tahun 20102014. Sebagaimana diketahui Visi,Misi, danProgram PresidenWakil Presiden terpilih periode 20092014 kemudian dijabarkan menjadiRPJMN 20102014 dan diuraikan dalam format Visi, Misi, Program Aksi, dan PrioritasPembangunanNasional.Perlumenjadicatatanbahwa semuauraian tersebut tidak terlepasdarikoridor yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka PanjangNasional (RPJPN)20052025.

    Denganberlalunya tahun2010yangmerupakan tahunpertamapelaksanaanRPJMN20102014,maka evaluasi terhadap capaian prioritas pembangunan nasional yang tertuang dalam Buku IRPJMN20102014perludilakukan.Evaluasi ini akanberguna sebagaibahanpertimbangandanmasukan dalam penyusunan perencanaan pembangunan nasional tahuntahun berikutnya, baikyang merupakan prioritas pembangunan nasional (Buku I RPJMN 20102014), pembangunanbidang (Buku IIRPJMN20102014),maupunpembangunankewilayahan (Buku IIIRPJMN20102014).

  • 4 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    Laporan Evaluasi ini terdiri dari ga bagian, yaitu Pendahuluan, Capaian Prioritas Pembangunan Nasional, dan Penutup; dengan uraian sebagai berikut:

    Bagian I Pendahuluan. Pada bagian ini dijelaskan struktur penulisan Buku Laporan Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 dan gambaran singkat RPJMN 20102014, yang melipu : (1) Visi, (2) Misi, (3) Agenda Pembangunan, (4) Sasaran Pembangunan, dan (5) Prioritas Pembangunan Nasional.

    Bagian II Capaian Prioritas Pembangunan Nasional. Pada bagian ini diuraikan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai oleh 11 (sebelas) Prioritas Pembangunan Nasional dan 3

    ga) Prioritas Pembangunan Nasional Lainnya, selama satu tahun pelaksanaan RPJMN 20102014. Capaian pembangunuan diuraikan berdasarkan Substansi yang telah ditetapkan dalam dokumen RPJMN 20102014, berdasarkan indikator yang di dalam proses evaluasi. Uraian hasil pembangunan dikelompokkan dalam pencapaian pembangunan, permasalahan pencapaian, dan rencana ndak lanjut.

    Bagian III Penutup. Bagian ini merupakan rangkuman singkat capaian masing-masing prioritas pembangunan nasional.

    Bab 1.2. RPJMN 20102014

    1.2. 1. Visi Pembangunan

    Kerangka Visi Indonesia 2014 yang tertuang dalam RPJMN 20102014, adalah: TERWUJUDNYA INDONESIA YANG SEJAHTERA, DEMOKRATIS, DAN BERKEADILAN dengan penjelasan sebagai berikut:

    Kesejahteraan Rakyat. Terwujudnya peningkatan kesejahteraan rakyat, melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan daya saing, kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia dan budaya bangsa. Tujuan pe ng ini dikelola melalui kemajuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Demokrasi. Terwujudnya masyarakat, bangsa dan negara yang de berbudaya, bermartabat dan menjunjung nggi kebebasan yang bertanggung jawab serta hak asasi manusia.

    Keadilan. Terwujudnya pembangunan yang adil dan merata, yang dilakukan oleh seluruh masyarakat secara yang hasilnya dapat dinikma oleh seluruh bangsa Indonesia.

    1.2.2. Misi Pembangunan Misi pemerintah dalam periode 20102014 diarahkan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera, aman dan damai, serta meletakkan fondasi yang lebih kuat bagi Indonesia yang adil dan demo s. Untuk mewujudkan visi Indonesia 2014 dilakukan berbagai upaya dengan menjabarkannya dalam misi pemerintah tahun 20102014 sebagai berikut.

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 5

    Misi1:MelanjutkanPembangunanMenujuIndonesiayangSejahteraSesuaidenganPembukaanUUD1945, tujuanakhirdaripembentukannegara IndonesiaadalahIndonesia yang sejahtera secara moril dan material. Tujuan tersebut mengarahkan rakyatIndonesia untukmengejar citacita ideal,danberpartisipasi dalamproses pembangunan secarakreatif, inovatif, dan konstruktif. Secara lebih luas, pengertian membangun Indonesia yangsejahteramencakupjaminankeadaanyangmencukupidanmemilikikemampuanbertahandalammengatasigejolakyangterjadi,baikdari luarmaupundaridalam.Salahsatucontohpengalamanpentingadalahancamankrisisenergidanpanganyangterjadipadaperiode20052008,yangtelahmengakibatkan adanya ancaman kesejahteraan bagi rakyat meskipun pemerintah telahmenjalankankebijakansubsidipangandanenergi.Halinimencerminkanbahwamembangundanmempertahankanketahananpangan(foodsecurity)danketahananenergi(energysecurity)secaraberkelanjutanmerupakan salah satuelemenpentingdalammisimencapaikesejahteraan rakyatIndonesia.Selain itu krisis keuangan global yang juga berpengaruh terhadap perekonomian globalmengharuskan Indonesia untukmenetapkanmisi dan arah kebijakan pembangunan Indonesia,sekaligus memantapkan langkah dan peran strategis Indonesia di dunia Internasional. Hal inidilakukan untuk menjamin agar Indonesia dapat terus mencapai citacita kemandirian dalammemakmurkan rakyatnya. Salah satu upaya yang dilakukan untukmeningkatkan kesejahteraanrakyatadalahpenciptaanlapangankerjayangmampumemberikannilaitambahtinggi,baiksecaraekonomismaupunharkathidupmanusia(decent jobs).Hal iniperludidukungolehpertumbuhanekonomiyangcukuptinggidansehat,sertapengelolaanekonomiyangbaik,efisien,danadil.Lebihlanjut,kemajuanekonomiyangterjadidiIndonesiaselamainitelahmendorongperubahanstrukturaldalambanyakelemenbangsa Indonesia.Salahsatunyaadalahpembangunanekonomiyangterkonsentrasidiperkotaanyangmengakibatkantingginyaurbanisasidariwilayahperdesaanke wilayah perkotaan sekaligus menyebabkan kesenjangan kesejahteraan antara perdesaanperkotaan. Kondisi tersebut memerlukan perhatian baik terhadap wilayah perkotaan maupunperdesaan,diantaranyadenganmenciptakandayatarikpembangunandiwilayahperdesaansertamenciptakanketerkaitanpembangunanekonomiantaradesakota.

    Misi2:MemperkuatPilarPilarDemokrasiSebagai salah satunegarademokrasi terbesardidunia,pilarpilardemokrasiharusbenarbenarkuat.Sejalandenganitu,memperkuatpilarpilardemokrasimenjadisalahsatumisipembangunanIndonesia20102014.Penguatanpilarpilardemokrasidilakukandenganpenyempurnaanstrukturpolitik dengan titik berat kepada pelembagaan demokrasi dan peningkatan kinerja lembagalembaga penyelenggara negara. Selain itu, juga dilakukan penataan proses politik dengan titikberat pada representasi kekuasaan dan pengembangan budaya politik dengan titik berat padapenanamannilainilaidemokratis.Halinidilakukanuntukmencapaidemokrasiyanglebihmatangdandewasasekaligusmewujudkanmasyarakatyangdemokratisdengantetapberlandaskanpadaaturanhukum.

    Misi3:MemperkuatDimensiKeadilandiSemuaBidangMemperkuatdimensikeadilandisemuabidangditujukanuntukmewujudkanIndonesiayangmaju,mandiridanadil.Kondisiiniakanterwujudbilapembangunandilaksanakansecaraadildanmerata,sertadapatdinikmatiolehseluruhbangsaIndonesia.Pembangunan yang berkeadilandanmerata inidilaksanakanmelaluipercepatanpembangunandan pertumbuhan wilayahwilayah strategis dan cepat tumbuh, pemberdayaan masyarakat,pengembanganwilayahwilayahperbatasandanpulaupulaukecilterluardenganmengubaharah

  • 6 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    kebijakanpembangunanyangselamainicenderungberorientasi inwardlookingmenjadioutwardlooking.Pembangunanberkeadilan,jugadiwujudkandenganpembangunanyangmeratadisemuabidang, baik pembangunan antara kotakota metropolitan, besar, menengah, dan kecil yangdiseimbangkanpertumbuhannya,sertamendorongpembangunanwilayahperdesaan.Pembangunan kesejahteraan sosial juga berperan dalam pembangunan yang berkeadilan ini,denganmemberiperhatianyang lebihbesarpadakelompokmasyarakatyangkurangberuntungmelalui penguatan lembaga jaminan sosial. Sedangkan untuk mewujudkan keadilan dankesetaraan gender dilaksanakan melalui peningkatan akses dan partisipasi perempuan dalampembangunan,sertapeningkatankualitasperlindunganperempuandananak.

    1.2.3.AgendaPembangunan

    Dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan nasional 20102014, ditetapkan lima agendautamapembangunannasionaltahun20102014,yaitu:

    AgendaI :PembangunanEkonomidanPeningkatanKesejahteraanRakyatAgendaII :PerbaikanTataKelolaPemerintahanAgendaIII :PenegakanPilarDemokrasiAgendaIV :PenegakkanHukumdanPemberantasanKorupsiAgendaV :PembangunanYangInklusifDanBerkeadilan

    AgendaI.PembangunanEkonomidanPeningkatanKesejahteraanRakyatAgenda pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat tetapmenjadi prioritasdalamprogrampembangunanperiode20102014.Perbaikankesejahteraanakantercerminpadapeningkatanpendapatan,penurunan tingkatpenganggurandanperbaikankualitashidup rakyat.Perbaikan kesejahteraan rakyat diwujudkan melalui sejumlah program pembangunan untukpenanggulangan kemiskinan dan penciptaan kesempatan kerja, serta peningkatan program dibidangpendidikan,kesehatan,daninfrastrukturdasar.Program pembangunan 20102014 tetap konsisten untuk melanjutkan berbagai programperbaikankesejahteraanrakyatyangsudahberjalandenganmemberikanpenekanan lebih lanjutdalammembuatkebijakanyanglebihefektifdanterarahdalambentukpengarustamaananggarandan kebijakan. Pengarusutamaan ini tidak hanya terbatas antarsektor tetapi juga antarapemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pengarusutamaan harus juga mencakup berbagaikebijakanagartujuandapattercapaidengansumberdayayangminimal.Penyelenggaraan program peningkatan kesejahteraan rakyat akan dilaksanakan seiring denganupayapeningkatanpenguasaanilmupengetahuandanteknologi.Selainitu,jugadilakukandenganmendorong sektor riil dan pemihakan kepada usaha kecilmenengah dan koperasi, serta terusmenjagastabilitasekonomimakro.

    AgendaII.PerbaikanTataKelolaPemerintahanPerbaikantatakelolapemerintahanyangbaikmenjadi isuyangpenting dalamkonteksnasionaldaninternasional.Salahsatupenyebabterjadinyakrisisekonomidankrisiskeuanganglobaladalahburuknyatatakelolapemerintahan,baikdisektorpemerintahanmaupunswasta.Olehkarenaitu,tatakelola pemerintahanmanjadi salah satu agenda pembangunan Indonesia. Perbaikan tatakelola pemerintahan antara lain dapat dilihat dari penurunan tingkat korupsi yang ditunjukkan

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 7

    dengan semakin mambaiknya Indeks Persepsi Korupsi (IPK), perbaikan pelayanan publik, danpenguranganekonomibiayatinggi.Perbaikan tata kelola pemerintah dilakukan pula dengan reformasi birokrasi yang akandilaksanakan di seluruh kementerian/lembaga (K/L) untuk selanjutnya diteruskan pada tingkatpemerintahdaerah.Selain itu,untukmendukungreformasibirokrasidilakukanpulareformasidibidang hukum. Cakupan perbaikan dalam tata kelola pemerintahan tidak hanya terbatas padasektorpemerintahan,tetapijugameliputisektorswastatermasukpengelolaanBUMN.

    AgendaIII.PenegakanPilarDemokrasiIndonesiayangdemokratisdiwujudkanmelaluipenghargaanterhadaphakasasimanusia (HAM),terjaminnya kebebasan berpendapat, adanya checks and balances, jaminan akan keberagamanyangtercermindenganadanyaperlindunganterhadapsegenapwarganegaratanpamembedakanpaham, asalusul, golongan, dan gender. Untuk mewujudkan hal tersebut, penegakan pilardemokrasisangatpentingdalampembangunanIndonesia.Penegakanpilardemokrasiantara laindilakukanmelaluipenguatan lembagalembagademokrasidengancaramenegakkannilainilaidemokrasimisalnyadenganmenjagakebebasanberpendapat,kebebasan pers, dan mengutamakan supremasi hukum. Selanjutnya, arah pembangunandemokrasi adalah untukmencapai tingkat demokrasi yang substansial dengan terlebih dahulumemperbaikimasalahproseduralyangada.

    AgendaIV.PenegakanHukumUntuk mewujudkan Indonesia yang demokratis, penegakan hukum merupakan agenda yangpentingdalampembangunan.Wujuddaripenegakanhukumadalahadanyakepastianhukumbagiseluruh rakyat Indonesia yang akanmemberikan rasa aman, rasa adil dan kepastian berusaha.Salah satupersoalanyangdianggapkerapmengganggumasuknya investasike Indonesiaadalahlemahnyakepastianhukum.Penegakanhukumdiharapkanakanmembawadampakyangpositifbagi perbaikan iklim investasi yang pada gilirannya akan memberi dampak positif bagiperekonomianIndonesiaDalamupayakonsolidasidemokrasiagendabidanghukummencakupprosespembuatanundangundang, proses penjabarannya, proses pengawasan, dan juga penegakan aturan hukum, sertamenjamin proses peradilan yang bebas. Sementara itu, pembenahan pada substansi hukum,strukturhukum,danbudayahukumdilakukan antara laindenganmemperkecil tumpang tindihdan inkosistensi peraturan perundangundangan,menghilangkan hambatan pada implementasiperaturan perundangan, mengupayakan perjanjian ekstradisi dengan negaranegara yangberpotensi menjadi tempat pelarian pelaku tindak pidana korupsi dan tindak pidana lainnya.Sedangkan terkait dengan pemberantasan korupsi, penegakan hukummerupakan elemen yangsangatpenting.Olehkarenaitu,prosespenegakanhukumharusdilakukantanpatebangpilih.

    AgendaV.PembangunanyangInklusifdanBerkeadilanPeningkatankualitaspembangunanyanginklusifdanberkeadilanmenjadiagendaprioritasdalampembangunanperiode20102014,mengingatpelaksanaanagendakeadilansampaisaatinibelummampumewujudkanhasil yangdiinginkan.Hal inidisebabkanantara lainprosespembangunanyangpartisipatifbelumbanyakditerapkansehinggakeadilandankeikutsertaansecaraluasbelumterlaksana.Keadilan dan keikutsertaan dapat diwujudkan dalam berbagai dimensi.Dalam bidang ekonomi,keadilan dapat diwujudkan dalam bentuk perbaikan, atau terjadinya proses afirmasi terhadapkelompokyangtertinggal,orangcacat,danterpinggirkan.Dalambidangsosialpolitik,perwujudan

  • 8 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    keadilan dan keikutsertaan (inklusif) dapat berupa perbaikan akses semua kelompok terhadapkebebasan berpolitik, kesetaraan gender dalam politik dan penghapusan segalamacam bentukdiskriminasi.Penguatan dimensi keadilan keikutsertaan akan dilakukan untuk setiap kegiatan atau programpembangunan.MisalnyamelaluiProgramKeluargaHarapan(PKH),masyarakatsangatmiskinakandiberi bantuan tunai bersyarat dalam bentuk dukungan biaya pendidikan dan kesehatan. Disamping itu, pemerintah akanmempertajam pula kualitas program perlindungan dan bantuansosialdalamgugus/cluster1untukmenjadibantuansosialberbasiskeluarga.Program laindalamagendapembangunan yang inklusifdanberkeadilan yang akandilanjutkan adalahprogram aksiperkuatan usaha mikro, kecil, dan menengah yang diharapkan dapat memperbaiki distribusipendapatanmasyarakat.Selain itu,denganperluasancakupanProgramNasionalPemberdayaanMasyarakat (PNPM) diharapkan keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan dapatmeningkat.

    1.2.4. SasaranPembangunanSasaranPembangunan selama lima tahunyang tertuangdalamRPJMN20102014meliputi tigasasaran, yaitu: (1) Sasaran Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan; (2) Sasaran PerkuatanPembangunanDemokrasi;dan(3)SasaranPenegakanHukum

    (1) SasaranPembangunanEkonomidanKesejahteraanDenganpulihnyaperekonomianglobaldalam12tahunmendatang,capaiantertinggiyangpernahdicapai oleh laju pertumbuhan perekonomian Indonesia sebelum krisis sekitar 7 persen telahdapatdipenuhisebelumtahunterakhirperiode20102014.Percepatanlajupertumbuhanekonomiinidiharapkanmampumenurunkantingkatpengangguranterbuka hingga sekitar 56 persen pada akhir tahun 2014, dan kesempatan kerja yang terciptaantara 9,6 juta10,7 juta pekerja selama periode 20102014. Kombinasi antara percepatanpertumbuhan ekonomi dan berbagai kebijakan intervensi pemerintah yang terarah diharapkandapatmempercepatpenurunantingkatkemiskinanmenjadisekitar810persenpadaakhir2014.Untukmemenuhi sasaran percepatan pertumbuhan ekonomi tersebut, pemerintah akan terusmelanjutkan kebijakan makroekonomi yang terukur dan berhatihati, sehingga inflasi dapatdikendalikanpadatingkatrendahyangsebandingdengannegaranegarasetarafdenganIndonesiayaitu sekitar 46 persen per tahun. Inflasi yang terkendalimemungkinkan nilai tukar dan sukubungayangkompetitifsehinggamendorongsektorriilbergerakdanberkembangdengansehat.Dalambidangpendidikan,sasaranpembangunanditujukanuntukmeningkatkanaksesmasyarakatterhadap pendidikan dan meningkatnya mutu pendidikan, yang antara lain ditandai olehmenurunnya jumlah penduduk buta huruf, meningkatnya persentase penduduk yang dapatmenyelesaikan program wajib belajar 9 tahun dan pendidikan lanjutan, serta berkembangnyapendidikankejuruanyangditandaiolehmeningkatnyajumlahtenagaterampil.Sementara itu, di bidang kesehatan, sasaran pembangunan ditujukan untuk peningkatan aksesmasyarakatterhadappelayanankesehatan,yangantaralainditunjukkanolehmeningkatnyaangkaharapanhidup,menurunnyatingkatkematianbayi,danmenurunnyakematianibumelahirkan.Dalam bidang pangan, sasaran pembangunan ditujukan untuk terciptanya kemandirian dalambidangpangan padaakhirtahun2014ditandaidenganmeningkatnyaketahananpanganrakyat,berupa perbaikan status gizi ibu dan anak pada golongan masyarakat yang rawan pangan,

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 9

    membaiknya akses rumah tangga golongan miskin terhadap pangan, terpelihara dan terus meningkatnya kemampuan swasembada beras dan komoditas pangan utama lainnya, menjaga harga pangan yang terjangkau bagi masyarakat kelompok pendapatan menengah bawah, menjaga nilai tukar petani agar dapat meni kemakmuran, dan meningkatkan daya tawar komoditas Indonesia dan keunggulan kompf (com aantag dari sektor pertanian Indonesia di kawasan regional Asia dan Global.

    Di bidang energi, sasaran pembangunan ditujukan untuk membangun ketahanan energi dengan mencapai diverkasi energi yang menjamin keberlangsungan dan jumlah pasokan energi di seluruh Indonesia dan untuk seluruh penduduk Indonesia dengan pendapatan yang berbeda-beda, meningkatkan penggunaan energi terbarukan (ra ngy dan dan memanfaatkan berkembangnya perdagangan karbon secara global, meningkatkan eensi konsumsi dan penghematan energi baik di lingkungan rumah tangga maupun industri dan sektor transportasi, dan memproduksi energi yang bersih dan ekonomis.

    Dalam bidang lingkungan hidup, sasaran yang hendak dicapai adalah perbaikan mutu lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam di perkotaan dan pedesaan, penahanan laju kerusakan lingkungan dengan peningkatan daya dukung dan daya tampung lingkungan; peningkatan kapasitas adaptasi dan migasi perubahan iklim. Selain itu terus dilakukan program reboisasi, penghutanan kembali (reforestasi) dan program pengurangan emisi karbon.

    Dalam rangka mengatasi dampak pemanasan global untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, pada tahun 2009, dalam pertemuan G 20 di Psburgh dan Konvensi Internasional tentang Perubahan Iklim di Copenhagen, Indonesia telah berinisitaif memberikan komitmen migasi dampak perubahan iklim berupa penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) pada tahun 2020 sebesar 26 persen dari kondisi tanpa rencana aksi (busin as usual BAU) dengan usaha sendiri serta penurunan sebesar 41 persen dengan dukungan internasional. Upaya penurunan emisi GRK tersebut terutama difokuskan pada kegiatan-kegiatan kehutanan, lahan gambut, limbah dan energi yang didukung oleh langkah-langkah kebijakan di berbagai sektor dan kebijakan skal. Bidang infrastruktur meneruskan pembangunan dan pasokan infrastruktur yang ditunjukkan oleh meningkatnya kuan dan kualitas berbagai prasarana penunjang pembangunan sepe jalan raya, jalan kereta api, pelabuhan laut, pelabuhan udara, listrik, irigasi, air bersih dan sanitasi serta pos dan telekomunikasi.

    Dalam bidang Usaha Kecil dan Menengah, langkah-langkah yang dilakukan adalah, meningkatkan dan memajukan usaha kecil menengah dengan menambah akses terhadap modal termasuk perluasan Kredit Usaha Rakyat (KUR), meningkatkan bantuan teknis dalam aspek pengembangan produk dan pemasaran, melaksanakan kebijakan pemihakan untuk memberikan ruang usaha bagi pengusaha kecil dan menengah, serta menjaga fungsi, keberadaan serta eensi pasar tradisional.

    (2) Sasaran Perkuatan Pembangunan Demokrasi

    Sasaran penegakan pilar demokrasi adalah membangun dan semakin memantapkan sistem demokrasi di Indonesia yang dapat menghasilkan pemerintahan dan lembaga lef yang kredibel, bermutu, efe dan mampu menyelenggarakan amanah dan tugas serta tanggung jawabnya secara baik, seimbang dengan peningkatan kepatuhan terhadap pranata hukum. Dengan demikian, fungsi cks and balancs dapat dilakukan secara santun, dan sehingga penyelenggaraan negara terhambat oleh mekanisme dan sistem demokrasi, namun sebaliknya akan makin meningkat kualitas hasil dan akuntabilitasnya. Sasaran di bidang ini juga adalah untuk menjamin ap lima tahun terselenggaranya proses pemilu yang memenuhi azas-

  • 10 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    azas demokrasi yang baik, yaitu jujur, adil, dan menjamin seluruh warga negara pemilih dapat melaksanakan hak memilihnya secara bebas dan bertanggung jawab.

    (3) Sasaran Penegakan Hukum

    Penegakan Hukum merupakan elemen yang dapat dipisahkan dan sangat pen dalam menjaga sistem demokrasi yang berkualitas dan juga mendukung iklim berusaha yang baik agar kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan , aman dan sisen, dalam rangka mencapai kesejahteraan rakyat.

    Sasaran reformasi penegakan hukum adalah tercapainya suasana dan kepasan keadilan melalui penegakan hukum (rule of law) dan terjaganya ban umum. Sasaran tersebut tercermin dari persepsi masyarakat pencari keadilan untuk merasakan kenyamanan, keadilan dan keamanan dalam berinteraksi dan mendapat pelayanan dari para penegak hukum (kepolisian dan kejaksaaan). Dengan demikian, reformasi kepolisian dan kejaksaan, dan lembaga peradilan harus dilakukan untuk tumbuhnya kepercayaan dan penghormatan publik kepada aparat dan lembaga penegak hukum karena mereka dipercaya akan selalu melindungi masyarakat berdasarkan azas keadilan dan kepatuhan pada aturan dan hukum tanpa pembedaan dan diskriminasi.

    Selain berbagai bidang yang telah disebutkan di atas, pemerintah tetap mengembangkan sektor-sektor pembangunan lainnya secara konsisten, terkoordinasi dan terintegrasi. Dengan demikian, pada akhir RPJMN 20102014 Indonesia akan berhasil mencapai berbagai sasaran pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera, dems, dan berkeadilan.

    1.2.5. Prioritas Pembangunan Nasional

    Dalam mewujudkan visi dan misi Presiden terpilih, dalam RPJMN 20102014 telah ditetapkan 11 Prioritas Pembangunan Nasional dan 3 Prioritas Nasional Lainnya. Kebijakan pembangunan dalam periode ini akan diprioritaskan kapada pelaksanaan pembangunan ke 11 prioritas nasional dan 3 prioritas lainnya tersebut. Prioritas pembangunan nasional tersebut adalah:

    1. Prioritas 1: Reformasi Birokrasi dan Tatakelola 2. Prioritas 2: Pendidikan 3. Prioritas 3: Kesehatan 4. Prioritas 4: Penanggulangan Kemiskinan 5. Prioritas 5: Ketahanan Pangan 6. Prioritas 6: Infrastruktur 7. Prioritas 7: Iklim Investasi dan Iklim Usaha 8. Prioritas 8: Energi 9. Prioritas 9: Lingkungan Hidup dan Bencana 10. Prioritas 10: Daerah Ter, Terdepan, Terluar, dan Pascakk 11. Prioritas 11: Kebudayaan, Krvitas, dan Inovasi Teknologi 12.

    Prioritas Lainnya Bidang Perekonomian 13.Prioritas Lainnya Bidang Polik, Hukum, dan Keamanan

    14. Prioritas Lainnya Bidang Kesejahteraan Rakyat

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 11

    BAGIAN II

    CAPAIAN PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONALBab 2.1 Prioritas 1 : Reformasi Birokrasi dan Tata KelolaBab 2.2 Prioritas 2 : Pendidikan Bab 2.3 Prioritas 3 : Kesehatan Bab 2.4 Prioritas 4 : Penanggulangan Kemiskinan Bab 2.5 Prioritas 5 : Ketahanan Pangan Bab 2.6 Prioritas 6 : Infrastruktur Bab 2.7 Prioritas 7 : Iklim Investasi dan Iklim Usaha Bab 2.8 Prioritas 8 : EnergiBab 2.9 Prioritas 9 : Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana Bab 2.10 Prioritas 10 : Daerah Ter nggal, Terdepan, Terluar, dan Paskakonfl ikBab 2.11 Prioritas 11: Kebudayaan Krea vitas, dan Inovasi Teknologi Bab 2.12 Prioritas Lainnya Bidang Poli k, Hukum, dan KeamananBab 2.13 Prioritas Lainnya Bidang Perekonomian Bab 2.14 Prioritas Lainnya Bidang Kesejahteraan Rakyat

  • 12 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 13

    9BAB2.1. PRIORITASNASIONAL1:REFORMASIBIROKRASI

    DANTATAKELOLA2.1.1. PengantarSalah satu tantangan yangdihadapipemerintahuntukmewujudkanmasyarakat Indonesia yangsejahtera, adil, dan demokratis di tengah persaingan global yang semakin meningkat adalahperbaikankualitasbirokrasidantatakelola.Untukmenjawabtantangantersebutpemerintahtelahmenetapkan prioritas nasional Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola, yang dilakukan melaluiterobosan kinerja secara terpadu, penuh integritas, akuntabel, taat kepada hukum yangberwibawa,dan transparan. Selain itu, jugadilaksanakanpeningkatan kualitaspelayananpublikyang ditopang oleh efisiensi struktur pemerintahan di pusat dan di daerah, kapasitas pegawaipemerintahyangmemadai,dandatakependudukanyangbaik.Pelaksanaan Prioritas Nasional 1: Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola dilakukanmelalui tujuhsubstansiintiyaitu:1)penataanstrukturkelembagaaninstansipemerintah;2)penataanotonomidaerah;3)penyempurnaankebijakanpengelolaanSDMaparatur;4)peningkatansinkronisasidanharmonisasi peraturanperundangundangan; 5) sinergi antarapusatdandaerah; 6) penegakanhukum;dan7)pengembangandatakependudukan.

  • 14 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    2.1.2. PencapaianPrioritasNasional1:ReformasiBirokrasidanTata

    KelolaSelama tahun 2010 telah dilaksanakan berbagai kegiatan prioritas dalam rangka reformasibirokrasidantatakelola,yangditunjukkandenganberbagaicapaianpentingyangtelahdihasilkan.Untukmemberikan landasan yang kuat bagi pelaksanaan reformasi birokrasi, telah ditetapkanPeraturanPresidenNomor81Tahun2010tentangGrandDesignReformasiBirokrasi20102025danPeraturanMenteriPANdanRBNomor20tahun2010tentangRoadMapReformasiBirokrasi20102014. Disamping itu, untuk meningkatkan koordinasi, menajamkan dan mengawalpelaksanaanreformasibirokrasi,telahdibentukkelembagaanuntukmengelolareformasibirokrasinasionalyangditetapkandalamKeppres14Tahun2010tentangPembentukanKomitePengarahZEdZEKeppres Nomor 23 Tahun 2010; KeputusanMenpan dan RB Nomor 355 Tahun 2010 tentangPembentukanTim Independen,danKeputusanMenpandanRBNomor356Tahun2010 tentangPembentukanTimPenjaminKualitas(QualityAssurance).Padatahun2010,sebanyak9kementerian/lembaga(K/L)telahmelaksanakanreformasibirokrasiinstansi(RBI),sehinggasaat inisudahterdapat14K/LyangtelahmelaksanakanRBI.Pelaksanaanreformasibirokrasidan tatakeloladilakukanantara laindenganpenataanstrukturkelembagaaninstansipemerintah.Untuk itu, telahdilakukankonsolidasi strukturaldanpeningkatankapasitasK/Lyangmenanganiaparaturnegarasebagaipijakanuntukpenyempurnaanstrukturkementeriandanlembagadanpenyempurnaantupoksi,sertapenataanhubungankerjayangefektifdanefisiensesuai dengan prinsip structure follows function. Pelaksanaan konsolidasi struktural danpeningkatan kapasitas K/L yangmenangani aparatur negara inimasih dilanjutkan pada tahun2011.Demikianjugadenganpenataankelembagaaninstansipemerintahlainnya.Dalamkonteksotonomidaerah,padatahun2010telahdifokuskanpadapenghentian/pembatasanpemekaranwilayah,peningkatanefisiensidanefektivitaspenggunaandanaperimbangandaerah,danpenyempurnaanpelaksanaanpemilihankepaladaerah.Dalamupayamembatasipemekaranwilayah maka telah tersusun rancangan Desain Besar Penataan Daerah sebagai pedomanpengkajian usulan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB). Desain Besar ini mendukungPeraturanPemerintahNomor78Tahun2007tentangTataCaraPembentukan,Penghapusan,danPenggabungan Daerah. Selanjutnya, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaandana perimbangan daerahmaka halhal yang telah dicapai antara lain 70 persen daerah telahmemanfaatkanDanaAlokasiKhusus(DAK)sesuaipetunjukpelaksanaan(Juklak),80persendaerahtelahoptimal(100persen)menyerapDAK,tersusunnyakebijakan/regulasidanaperimbanganyangdapatditerapkandidaerahberupa1PermendagritentangjuknisDAKdan1SuratEdaranMenteriDalamNegeri,31persendaerahmemilikiproporsibelanjalangsungyanglebihbesardaribelanjatidak langsung,23persenrataratabelanjamodalyangdigunakanterhadaptotalbelanjadaerah,91 persen APBD disahkan secara tepatwaktu, 15 daerah berLKPD dengan statuswajar tanpapengecualian (WTP), serta 63 persen daerah yang melakukan penetapan serta penyampaianRaperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang disahkan secara tepat waktu. Terkaitdengan penyempurnaan pelaksanaan pemilihan kepala daerah, pada tahun 2010 dilakukanpenyusunannaskahakademisdanRancanganUndangUndang(RUU)PemilihanKepalaDaerah.PelaksanaanReformasiBirokrasidanTataKelolajugadilakukanmelaluipenyempurnaanberbagaikebijakan dalam pengelolaan SDM aparatur. Dalam hal ini, telah disusun beberapa RancanganPeraturanPemerintah(RPP)yaituRPPtentangSistemPengadaan/RekrutmendanSeleksiPNS,RPP

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 15

    tentangKebutuhanPegawai,RPPtentangRemunerasidanTunjanganKinerjaPegawaiNegeri,RPPtentangPenilaianKinerjaPegawai,danRPPtentangSistemPengelolaanDanaPensiunPNS.Dalamrangkamenyempurnakan kebijakandisiplin PNS sebagaimana amanatpasal 30UndangUndangNo.43Tahun1999tentangPerubahanatasUndangUndangNomor8Tahun1974tentangPokokPokok Kepegawaian, telah diterbitkan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, yangmemberikan landasan bagi peningkatan disiplin, integritas, dan kinerja pegawai. Selanjutnya,implementasiPPNomor53Tahun2010tersebutdiaturmelaluiPeraturanKepalaBKNNomor21Tahun2010tentangKetentuanPelaksanaanPPNomor53Tahun2010.Disamping itu, jugatelahdisusunRUUtentangSDMAparaturNegara.Selanjutnya, dalam upaya percepatan harmonisasi dan sinkronisasi peraturan perundangundangan di tingkat pusat dan daerah, pada tahun 2010 telah dilaksanakan inventarisasi danpengkajianperaturandaerahsebanyak3.000perda.Selain itu,dilakukan jugaupayapeningkatansinergiantarapusatdandaerahantara lainmelaluipeningkatan jumlahSPM (StandarPelayananMinimum)yangditetapkandanditerapkanolehdaerah.Selamatahun2010,terdapat8SPMbaruyangtelahditetapkan,sehinggasecarakeseluruhansudahterdapat13SPMyangsudahditetapkanmelalui peraturan menteri terkait, dan telah dilakukan fasilitasi penerapan untuk 5 SPM.Pelaksanaanpelayananterpadusatupintu (PTSP)atauonestopservice (OSS) jugatelahsemakinmembaikdenganmeningkatnyajumlahpemdayangmenerapkanPTSP/OSSdari360OSSmenjadi394OSS. Untukmemberikan jaminankepastianpenyediaanpelayananbagimasyarakat,saat initelahdisusun2(dua)RPPsebagaipelaksanaandariUUNomor25Tahun2009tentangPelayananPublik.Dalam penegakan hukum, peningkatan integritas dan sinergi antar lembaga penegak hukummenjadiprioritasyangmenentukankualitaspenegakanhukumdiIndonesia.Pemantapanintegrasidan integritaspenegakanhukum,dilakukanmelaluipeningkatan kualitas SDMKejaksaandalampenerimaanpegawai,pelaksanaandiklatpenjenjangansertapendidikanpascasarjana,disampingdenganmenerapkanrewardandpunishment.KesiapanKejaksaanAgungdanKementerianHukumdanHAMuntukmenerapkanreformasibirokrasidiharapkandapatterpenuhitahun2011.Dalamrangkapengawasan terhadapperilakuhakim,peranKomisi Yudisial semakinmeningkatdengan2.915 berkas pengaduan masyarakat yang masuk dan 214 berkas yang telah ditindak lanjuti.Peningkatan penegakan hukum juga dilakukanmelalui peningkatan kualitas pembinaan wargabinaan melalui perbaikan lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan untuk mencegahterjadinyaperilakukorupsidanpraktikmafiahukum.Pencegahankorupsi jugadiintensifkanmelaluipelaporanLaporanHasilKekayaanPejabatNegara(LHKPN).Dari144.557wajib LHKPN sebanyak118.340 telahmelaporkandan sebanyak114.570telah diumumkan. Di bidang penindakan, pada tahun 2010 Komisi Pemberantas Korupsi (KPK)telahmelakukanpenyelidikanterhadap54perkaratindakpidanakorupsi,penyidikanterhadap62perkara tindak pidana korupsi, penuntutan terhadap 55 perkara dan eksekusi terhadap 38keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Kegiatan koordinasi dan supervisidilakukanterhadapbeberapaperkara,dantelahberhasilmenyelamatkanpotensikerugiannegaramencapailebihdariRp500miliar.Terkait dengan dengan pencapaian dalam penyelenggaraanNomor Induk Kependudukan (NIK)hingga tahun 2010 telah diterbitkanNIK di 329 kabupaten/kota, sedangkan untuk pelaksanaanSistemInformasidanAdministrasiKependudukan(SIAK)masihdalamprosespersiapan.

  • 16 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    Terlepasdariberbagai capaianyang telahdihasilkanpada tahun2010,masih terdapatberbagaipermasalahanyangharusdiselesaikanterkaitdengansubstansiintidalamReformasiBirokrasidanTataKelola.Dariaspekstruktur/kelembagaan,masih terdapat instansipemerintahyangstrukturorganisasidantatalaksananyabelumsepenuhnyamendukungtupoksisehinggaberdampakpadarendahnyakinerja.Dalam penataan otonomi daerah, permasalahan yang dihadapi adalah masih terdapat usulanpembentukanDOB;belumditetapkannyaDesainBesarPenataanDaerah(Desertada);danbelumoptimalnyapenggunaandanaperimbangandalammendukung investasipemerintahdaerahdanpembangunan daerah. Secara keseluruhan, pelaksanaan bidangbidang yang didanai DAK 2010berjalan sesuai perundangan/petunjuk teknis (juknis) yang berlaku. Khusus DAK bidangpendidikan,tidakdapatterlaksanadenganbaik(terjadiketerlambatan)ditiapdaerah,dikarenakanadanyaperubahan juknis/juklakDAKpendidikanyangg semuladilaksanakandenganmekanismeswakelola hibah diubahmenjadimekanisme pengadaan barang dan jasa berdasarkan amanatpasal18ayat5BdalamUndangUndangNomor2Tahun2010tentangperubahaanatasUndangUndangNomor 47 Tahun 2010 tentangAPBN. Permasalahan yang dihadapi terkaitDAK adalahterjadi keterlambatanpenetapan alokasiDAKperbidanguntukdaerah, serta arahpenggunaanDAK dalam juknis terlalu spesifik, sehingga secara teknismengurangi fleksibilitas daerah dalampenggunaannya.Selainitu,K/LsulituntukmengendalikanpencapaiansasaranDAKdidaerah.Terkait dengan sumber daya manusia aparatur, masih memperlihatkan bahwa integritas,kompetensi, netralitas, kesejahteraan dan profesionalisme PNS perlu terus ditingkatkan.Di sisilain,masih terdapatadanyapolarekrutmen,mutasidanpromosi,sertapemberianpenghargaanyangtidakberdasarkankompetensidankinerja.

    Dalam hal regulasi, masih banyak ditemukan peraturan daerah yang bertentangan denganperaturanperundangundangandi atasnya,danbanyak yang tidak kondusifbagi investasi.Dariaspek sinergi pusat dan daerah, permasalahan yang dihadapi terkait SPM adalah belumtersusunnyaduaSPMolehinstansipusatyangmenanganiurusanwajibdanbelumditerapkannyaSPMdalampenyelenggaraanpemerintahandidaerah karenabelum terintegrasinya SPMdalamdokumen perencanaan dan anggaran, belum mencukupinya kapasitas keuangan daerah, danterbatasnyaketersediaandankapasitaspersonildaerah.Pada aspekpenegakanhukum, terjadipenurunanpenyelesaian tindakpidanapada tahun2010untuk seluruhwilayahyanghanyamencapai54,6persen, sedangkanpada tahun2009 rataratamencapai64,7persen.Permasalahanyangmasihdirasakanadalahupayapenuntasankejahatanbelum sepenuhnya menyentuh rasa keadilan seluruh lapisan masyarakat. Transparansi danakuntabilitas penegakan hukum perlu dilaksanakan dalam rangka pemberantasan korupsi,sehinggaopinibahwakeadilanhanyamemihakkepadayangmemilikiaksesekonomikuatdapatdihindarkan.Masihadanyakasuskorupsiyangmenarikperhatianmasyarakatdenganmelibatkanaparatur negara dan belum dapat diselesaikanmenjadi salah satu penyebab stagnansi IndeksPersepsiKorupsi(IPK)untuktahun2010samadengantahun2009yaitu2,8.Beberapaperbaikantelah dilaksanakan khususnya untuk peningkatan pelayanan public, namun harus diakuimasihbelumoptimal.Terkaitdengandatakependudukan,permasalahanutamaadalahmasihbanyaknyadaerahyangbelummenggunakanSIAK; masihadanyapendudukdenganKartuTandaPenduduk(KTP)ganda,KTPpalsu,NIKganda,sertaNIKyangtidakmencerminkandatayangfaktual.

    2.1.3. PermasalahanPencapaian

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 17

    2.1.4. Rencana Tindak Lanjut Berdasarkan capaian yang telah dihasilkan dan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi maka akan terus diupayakan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Penataan kelembagaan birokrasi pemerintah melalui konsolidasi struktural berdasarkan tugas

    pokok dan fungsi instansi pemerintah, perbaikan tata laksana (business process), pengembangan manajemen SDM aparatur berbasis merit, dan pencapaian kinerja secara opmal. Penataan yang dilakukan berpedoman pada Grand Design sistem kelembagaan pemerintah. Selain itu, juga akan dilakukan pengembangan sistem dan analisis eiensi dan vitas kinerja kelembagaan, pengembangan indikator utama pembangunan aparatur negara khususnya birokrasi pemerintah, serta diperkuat dengan database yang komprehensif;

    2. Dari sisi ketatalaksanaan, untuk menciptakan peningkatan siensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses kerja instansi pemerintahan, terus diupayakan penyelesaian RUU tentang Administrasi Pemerintahan dan RUU tentang ka Penyelenggara Negara, pada tahun 2011. UU tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi sistem ketatalaksanaan yang transparan dan akuntabel;

    3. Dalam hal SDM Aparatur, upaya pembenahan dilakukan melalui penyusunan landasan kebijakan berupa UU SDM Aparatur yang ditargetkan selesai pada tahun 2012. Di samping itu, upaya untuk meningkatkan kompetensi SDM Aparatur juga dilakukan melalui penerapan sistem diklat pola baru, pengembangan sistem magang, dan pengembangan sistem informasi dan database kepegawaian untuk mendukung pengelolaan manajemen kepegawaian secara nasional dan terpadu;

    4. Terkait dengan agenda Reformasi Birokrasi, perluasan implementasi Reformasi Birokrasi Instansi di ngkat pusat terus dilanjutkan. Pada at daerah, sedang dilakukan persiapan pelaksanaan pilot project Reformasi Birokrasi Instansi di beberapa provinsi/ kabupaten/kotamadya terpilih;

    5. Penataan otonomi daerah melalui peningkatan peran gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di wilayah provinsi, penghen/pembatasan pemekaran wilayah, peningkatan siensi dan evitas penggunaan dana perimbangan daerah, serta efekvitas dan siensi pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah tahun 2012;

    6. Percepatan harmonisasi dan sinkronisasi peraturan perundang-undangan di pusat dan daerah hingga tercapai keselarasan arah dalam implementasi pembangunan;

    7. Penetapan dan penerapan sistem indikator kinerja utama pelayanan publik yang selaras antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Di samping penerapan sistem Indikator Kinerja Utama (IKU), juga akan diupayakan langkah-langkah untuk mengembangkan sistem evaluasi kinerja pelayanan publik, penerapan standar pelayanan, dan pembenahan manajemen pelayanan pada instansi pemerintah melalui perluasan penerapan PTSP, penerapan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), dan pelaksanaan diklat bagi SDM pelayanan;

    8. Peningkatan integrasi dan integritas penerapan dan penegakan hukum melalui peningkatan kinerja penegakan hukum dan pemberantasan korupsi sehingga kepercayaan masyarakat makin meningkat. Dalam rangka peningkatan IPK perlu dilakukan langkah perbaikan yang mendukung pelayanan publik termasuk penegakan hukum. Fokus perbaikan yang akan dilakukan di K/L adalah pada upaya pencegahan penyuapan (bribery) di lingkup pelayanan pajak, bea cukai, dan perizinan serta penegakan hukum yaitu fokus pada korupsi poli dan pemberantasan ma hukum.

    9. Penetapan NIK dan pengembangan SIAK dengan aplikasi pertama pada KTP.

  • 18 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    Tabel2.1.1.PencapaianPembangunanPrioritasNasional1:ReformasiBirokrasidanTataKelola,Tahun2010

    No

    RPJMN20102014 CAPAIAN

    2009CAPAIAN

    2010SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET20101.

    STRUKTURKonsolidasistrukturaldanpeningkatankapasitaskementerian/lembagayangmenanganiaparaturnegarayaituKementerianNegaraPendayagunaanAparaturNegara(PAN),BadanKepegawaianNegara(BKN),danLembagaAdministrasiNegara(LAN)pada2010;Restrukturisasilembagapemerintahlainnya,terutamabidangpenguatankeberdayaanUMKM,pengelolaanenergi,pemanfaatansumberdayakelautan,restrukturisasiBUMN,hinggapemanfaatantanahdanpenataanruangbagikepentinganrakyatbanyakselambatlambatnya2014

    TerlaksananyakonsolidasistrukturaldanpeningkatankapasitasKemenegPANdanRB,BKN,danLAN

    PersentasepenyelesaiankonsolidasistrukturaldanpeningkatankapasitasKemenegPANdanRB,BKN,danLAN

    100%

    30%

    Terlaksananyapenataankelembagaaninstansipemerintahlainnya

    PersentaseKementerianNegaradanLPNKyangtelahtertatakelembagaannya

    20% 20%

    PersentaseLNSyangtelahtertataorganisasidantatakerjanya.

    20% 20%

    Pemantapanpelaksanaanreformasibirokrasi

    Jumlahkebijakanpelaksanaanreformasibirokrasiyangditerbitkan(granddesignRBNdankebijakanpelaksanaannya)

    1Perpresdan1

    PermenPAN&RB

    1Perpres,1Keppres,1PermenPAN&RB,2KepmenPAN&RB.

    Jumlahinstansipemerintahyangtelahmelaksanakanreformasibirokrasi

    11 5 9

    2. OTONOMIDAERAHPenataanOtonomiDaerahmelalui:1)Penghentian/pembatasanpemekaranwilayah;2)Peningkatanefisiensidanefektivitaspenggunaandanaperimbangandaerah;dan3)Penyempurnaanpelaksanaanpemilihankepaladaerah

    TerlaksananyaseluruhmekanismepengusulanpemekarandanpenggabungandaerahsesuaidenganPPNo78tahun2007,dalamrangkapenghentian/pembatasanpemekaranwilayah/pembentukandaerahotonombaru

    JumlahStrategiDasarPenataanDaerah

    1paket

    DesertadasudahdisusunnamunbelumdisepakatiolehDPRRI

    PeningkatanefektifitaspemanfaatanDAKsesuaiPetunjukPelaksanaan(juklak)

    PersentaseProvinsi,Kab/KotayangtelahmemanfaatkanDAKsesuaiJuklak

    70%

    70%

    OptimalisasipenyerapanDAKolehdaerah

    PersentasedaerahyangtelahOptimal(100%)menyerapDAK

    70%

    80%

    Terwujudnyatertibadministrasi

    JumlahrekomendasikebijakanuntukdukunganmaterisebagaimasukanterhadaprevisiUUNo.32Tahun2004tentangPemerintahanDaerahdanUUNo.33Tahun

    1Paket 1paket(100%)

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 19

    NoRPJMN20102014

    CAPAIAN2009

    CAPAIAN2010SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET2010

    2004tentangPerimbanganKeuanganantaraPemerintahdanPemerintahanDaerah.

    Tersusunnyakebijakan/regulasidibidangfasilitasidanaperimbanganyangdapatditerapkandidaerah

    JumlahPermendagri 6 1PermendagritentangJuknis

    DAKJumlahSuratEdaranMendagri

    2SE 1SE

    PeningkatankualitasbelanjadaerahdalamAPBD

    Persentasedaerahyangproporsibelanjalangsungnyalebihbesardaribelanjatidaklangsung

    30% 31%

    Persentaserataratabelanjamodalterhadaptotalbelanjadaerah

    26% 23%

    PenetapanAPBDsecaratepatwaktu

    PersentasejumlahAPBDyangdisahkansecaratepatwaktu.

    60% 91%

    Provinsidankabupaten/kotamemilikiLaporanKeuanganPemerintahDaerah(LKPD)berstatusWajarTanpaPengecualian(WTP).

    Persentasedaerahprovinsi,Kab/KotaberLKPDdenganstatusWTP.

    15% 15daerah

    PenetapandanpenyampaianRaperdapertanggungjawabanpelaksanaanAPBDsecaratepatwaktu

    PersentasepenetapandanpenyampaianRaperdapertanggungjawabanpelaksanaanAPBDyangdisahkansecaratepatwaktu.

    40% 63%

    PeningkatanEfektifitasdanEfisiensiPengelolaanDanaTransfer

    Persentaseketepatanjumlahpenyaluranjumlahdanatransferkedaerah

    100% 100%

    TerciptanyaTataKelolayangTertibSesuaiPeraturanPerundangundangan,Transparan,adil,proporsional,Kredibel,Akuntabel,danProfesionaldalamPelaksanaanTransferkeDaerah

    Ketepatanwaktupenyelesaiandokumenpelaksanaanpenyalurandanatransferkedaerah

    4hari 100%(4hari)

    TersusunnyaUUtentangPEMILUKepalaDaerahdanWakilKepalaDaerahdanterselenggaranyaPilkadayangefisien

    PersentaserevisiterbatasUUNo.32tahun2004terkaitdenganefisiensipelaksanaanPilkada

    100%

    DalamprosespenyusunanNaskahAkademik

    JumlahUUtentangPEMILUKepalaDaerahdanWakilKepalaDaerah

    1UU

  • 20 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    NoRPJMN20102014

    CAPAIAN2009

    CAPAIAN2010SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET2010

    3. SUMBERDAYAMANUSIAPenyempurnaanpengelolaanPNSyangmeliputisistemrekrutmen,pendidikan,penempatan,promosi,danmutasiPNSsecaraterpusatselambatlambatnya2011

    Tersusunnyakebijakantentangmanajemenkepegawaian(UUtentangSDMAparaturNegara)

    JumlahRUUdanperaturanpelaksanaannya

    1RUU 1RUU

    Tersusunnyakebijakan(PP)tentangsistempengadaan/rekruitmendanSeleksiPNS

    JumlahPP

    1PP

    1RPP

    Tersusunnyakebijakan(PP)tentangKebutuhanPegawai

    JumlahPP

    1PP

    1RPP

    Tersusunnyakebijakan(UU/PP)tentangremunerasidantunjangankinerjaPegawaiNegeri

    JumlahPP

    1PP

    1RPP

    Tersusunnyakebijakantentangpenilaiankinerjapegawai(SKP)

    JumlahPP 1PP 1RPP

    TersusunnyakebijakantentangsistempengelolaandanapensiunPNS

    JumlahPP 1PP 1RPP

    4. REGULASIPercepatanharmonisasidansinkronisasiperaturanperundanganditingkatpusatmaupundaerahhinggatercapaikeselarasanarahdalamimplementasipembangunan,diantaranyapenyelesaiankajian12.000peraturandaerahselambatlambatnya2011

    Percepatanharmonisasidansinkronisasiperaturanperundangundanganditingkatpusatdandaerahhinggatercapaikeselarasanarahdalamimplementasipembangunan

    Jumlahperdayangdikaji

    3.000perda 3.000perda

    5. SINERGIANTARAPUSATDANDAERAHPenetapandanpenerapansistemIndikatorKinerjaUtamaPelayananPublikyangselarasantarapemerintahpusatdanpemerintahdaerah

    MeningkatnyaImplementasiUrusanPemerintahanDaerahdanStandarPelayananMinimal(SPM)diDaerah

    JumlahSPMyangditetapkan

    13SPM 5SPM 13SPM

    JumlahStandarPelayananMinimal(SPM)yangtelahditerapkanolehDaerah

    5SPM 5SPM(fasilitasi

    penerapan)

    TerlaksananyaasistensiuntukmendorongpenerapanOSS/PTSP

    PersentasePemdayangmenerapkanOSS(pelayananterpadusatupintu)

    70% 68%(360)OSS

    70%(394)OSS

    TersusunnyaperaturanpelaksanaandariUUNo.25Tahun2009tentangPelayananPublik

    JumlahPPtentangperaturanpelaksanaanUUNo.25Tahun2009tentangPelayananPublik

    5PP 2RPP(Setelahdilakukanharmonisasi,peraturanpelaksanaannyacukupdengan2PPsaja)

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 21

    No RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR TARGET 2010

    Tersusunnya kebijakan percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik

    Jumlah Inpres 1 - 0 (menunggu diselesaikan nya PP pelaksanaan UU no. 25 tahun 2009).

    6. PENEGAKAN HUKUM Peningkatan integrasi dan integritas penerapan dan penegakan hukum oleh seluruh lembaga dan aparat hukum

    Penanganan LHKPN LHKPN yang diumumkan dalam TBN (Jumlah Penyelenggara Negara)

    21.000 93.570 114.570

    Penyelesaian laporan pengaduan hakim yang diduga melanggar kode dan pedoman perilaku hakim serta meningkatnya kemampuan profesionalisme hakim

    Jumlah laporan pengaduan masyarakat yang ditangani hingga tuntas

    70 43 112

    Jumlah sidang pelanggaran kode dan pedoman perilaku hakim yang diproses sampai gkat Majelis Kehormatan Hakim (MKH)

    15 3 9

    Jumlah pelahan kemampuan dan profesionalisme hakim yang dilaksanakan

    5 9 6

    7. DATA KEPENDUDUKAN Penetapan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan pengembangan Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan (SIAK) dengan aplikasi pertama pada Kartu Tanda Penduduk selambat-lambatnya pada 2011

    Terlaksananya administrasi kependudukan dengan tersedianya data dan informasi penduduk yang akurat dan terpadu.

    Jumlah kabupaten/kota yang memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) kepada penduduk

    497 kabupaten/

    kota

    -

    329 kabupaten/

    kota

    Jumlah penduduk yang menerima e-KTP berbasis NIK dengan perekaman sidik jari

    4,2 juta jiwa di 6 kabupaten/kota

    - masih dalam proses persiapan

    Sumber: 1. Laporan monitoring kegiatan pembangunan bidang aparatur negara tahun 2010 (Direktorat Aparatur Negara, Bappenas) 2. Laporan Pemantauan Rencana Kerja Pemerintah 2010 Bidang Desentralisasi dan Otonomi Daerah.

  • 22 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    EvaluasiSatuTahunPelaksanaanRPJMN20102014 36

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 23

    BAB 2.2. PRIORITAS NASIONAL 2: PENDIDIKAN 2.2.1. Pengantar Pembangunan bidang pendidikan menemp peran sangat strategis dalam keseluruhan upaya membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Pembukaan UUD 1945 menyebutkan bahwa tujuan bernegara adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan rakyat. Seiring dengan makin meningkatnya komitmen dari semua pihak, anggaran pendidikan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang . Mulai tahun 2009, anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN dan APBD dapat diwujudkan.

    Dalam rangka meningkatkan daya jangkau dan daya tampung sekolah, hingga saat ini telah dilakukan berbagai kebijakan sehingga kesenjangan parsipasi pendidikan antarkelompok status ekonomi bisa dipersempit. Selain kegiatan pembangunan sekolah baru dan penambahan ruang kelas baru, pemerintah juga menyediakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk seluruh sekolah, madrasah, pesantren yah, dan sekolah keagamaan nonIslam yang menyelenggarakan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun. Program tersebut bertujuan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa yang mampu dan meringankan beban biaya bagi siswa yang lain. Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat miskin menyekolahkan anaknya disediakan pula beasiswa bagi siswa miskin untuk semua jenjang pendidikan, termasuk menyediakan jalur pendidikan nonformal (pendidikan kesetaraan Paket A setara SD, Paket B

  • 24 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    setara SMP, dan Paket C setara SMA) untukmenampung anakanak yang putus sekolah danmerekayangtidakdapatmengikuti jenjangpendidikanformal.Untukmeningkatkankualitastatakelola pendidikan, penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS) dan upaya penyelerasanpelembagaanotonomiPerguruanTinggi(PT)dilakukansebagaimekanismeperbaikanmanajemenpendidikan.

    2.2.2. PencapaianPrioritasNasional2:PendidikanSampai tahun 2009/2010, upaya pembangunan pendidikan telah berhasil meningkatkan tarafpendidikan masyarakat Indonesia yang ditandai dengan meningkatnya ratarata lama sekolahpenduduk usia 15 tahun ke atas yangmencapai 7,7 tahun,menurunnya proporsi buta aksarapenduduk usia 15 tahun ke atas menjadi 5,30 persen, serta meningkatnya angka partisipasipendidikan pada semua jenjang pendidikan. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah,perbaikan akses terhadap pendidikan ditunjukkan oleh meningkatnya angka partisipasi murni(APM)SD/SDLB/MI/PaketAdanAPMSMP/SMPLB/MTs/PaketBpadatahun2010masingmasingmenjadi 95,41 persen dan 75,64 persen. Pada tahun yang sama, angka partisipasi kasar (APK)jenjang pendidikan menengah (SMA/SMK/SMLB/MA/Paket C) juga meningkat menjadi 70,53persenmeskipuntidakmencapaitarget.Sementara itu,APKPTpadatahun2010telahmencapai26,34persen.Dalam meningkatkan dan mempertahankan partisipasi masyarakat terhadap pendidikan,pemerintah telah berupaya menyediakan pendidikan yang semakin terjangkau. PemerintahmenyediakandanaBOSyangditujukanuntukmeringankanbebanorang tuadalammenanggungbiayaoperasionalpembelajaran.Padatahun2009,PemerintahmenyediakanBOSbagi27.130.968siswaSD,9.465.836 siswaSMP,dan5.946.329 siswadiMI/MTs/SalafiyahUla/SalafiyahWustha.TargetcakupanprogramBOSmeningkatpadatahun2010menjadi27.672.820siswaSD,9.660.639siswa SMP, dan 6.794.516 siswaMI/MTs/SalafiyahUla/SalafiyahWustha. Pada akhirDesember2010,BOSdapatdisalurkankepada26.630.889siswaSDdan9.387.670siswaSMPserta6.058.192siswa MI/MTs/Salafiyah Ula/Salafiyah Wustha. Perbedaan target dan capaian terjadi karenakoreksijumlahsiswayangseringkaliterjadipadaawaltahunajaranbaru(bulanJuli).Dalamrangkameningkatkan akuntabilitaspemanfaatandanaBOS, setiap satuanpendidikandiwajibkanuntukmenyampaikanlaporanpemanfaatandanaBOSsetiaptriwulan(empatkalidalamsatutahun).Dalamhalpenyediaansaranadanprasarana,pemerintahtelahberusahamenyediakanbahanajaryang bermutu danmurah sertamelengkapi sekolah dengan sambungan internet yangmemuattentang pendidikan agar siswa dapatmengakses ilmu pengetahuan seluasluasnya. Dalam halpenyediaanbahanajar,Pemerintahsecarabertahapmembelihakciptabukusehinggaharga jualbukumenjadilebihmurah.Upayatersebuttelahdilakukansejaktahun2009denganmembelihakcipta1.232 judulbukudari345 jilidbuku jenjangSD/MI,SMP/MTs,SMA/SMK/MA,danSLB,dandilanjutkan pada tahun 2010 denganmembeli 305 judul buku dari 57 jilid buku untuk semuajenjang pendidikan. Jumlah sekolah yang dilengkapi dengan internet juga semakin bertambah.Pada tahun2010,proporsisatuanpendidikan jenjangSMA/SMKyang telahmemilikisambunganinternetyangmemuattentangpendidikanmeningkatdaricapaianpadatahun2009.Dalam rangka meningkatkan metodologi pembelajaran, Pemerintah terus mendorongpengembangandanpenyempurnaankurikulumyangmemperhatikankemampuan sosial,watak,budipekerti,kecintaan terhadapbudayabahasa Indonesiamelaluipenyempurnaankurikulumdijenjangpendidikandasardanmenengah.Padatahun2010,kurikulumyangtelahdisempurnakaninidiujicobakandi125 satuanpendidikanuntukkemudiandiperluaspenerapannyapada tahuntahunberikutnya.Selainitu,Pemerintahjugatelahmengembangkansoalsoalujiannasional(UN)sertamelakukanevaluasipelaksanaannya.

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 25

    Kapasitas pengelolaan juga terus menerus ditingkatkan melalui peningkatan kapasitas kepalasekolah agar dapat berperan sebagaimanajer yang handal, serta pengembangan kemampuanpengawas agar dapat berperan dalam penjaminan kualitas (quality assurance)proses dan hasilpembelajaran. Peningkatan kapasitas dilaksanakan melalui pelatihan kepada kepala sekolahjenjangSD,SMP,SMA,danSMKsertapengawassekolah.Padatahun2010,36.662kepalasekolahdi semua jenjangdan 21.558pengawas sekolahdi seluruh Indonesia telahmengikutipelatihanpeningkatankapasitas.Pengetahuankewirausahaanlulusanmerupakansalahsatuhalyang jugadipandangpentingolehPemerintahdalammenjamin lulusanagar tidakmenganggurdanbahkanmenciptakan lapangankerjamandiri.Denganpengetahuandan kemampuan kewirausahaan yang cukup, carapandanglulusandapatdiubahdarijobseekermenjadijobcreatorsehinggalulusanyangtidakmelanjutkankejenjanglebihtinggiatausiswayangputussekolahmemilikialternatiflainselainbekerjasebagaipekerja upahan. Pendidikan kewirausahaan dilaksanakan di semua jenjang pendidikan denganmemasukkan muatan kewirausahaan dalam kurikulum yang ada. Berbagai model kurikulumpendidikankewirausahaantelahdikembangkandantelahdiujicobakandi125satuanpendidikan,dan akan dilanjutkan ke 125 satuan pendidikan lainnya pada tahun 2011 untuk kemudianditerapkansecaranasional.Seiring dengan peningkatan input (akses pendidikan) dan proses pembelajaran (metodologi),Pemerintahjugamemberikanperhatianterhadappeningkatankualitaspendidikanyangdilakukanmelaluipeningkatankapasitasgurudalammengajar,penerapansistemevaluasikinerjaprofesionaltenagapengajar,danperbaikandistribusiguru.Sampaidengantahun2010,20persengurutelahmengikutiprogrampeningkatankompetensidanprofesionalismemelaluicontinuousprofessionaldevelopment.Pemerintahjugatelahmengembangkanstandar,sistem,program,bahandanmodeldiklatbagiguruyangdigunakanuntukmenerapkansistemevaluasikinerjaguru.Padatingkatpendidikantinggi,peningkatankualitasdandayasaingpendidikanjenjangpendidikantinggiditandaidengan jumlahperguruantinggiyangmasukkedalamperingkat500terbaikversilembagapemeringkatindependeninternasional.Sampaitahun2010,terdapatdelapanuniversitasdiIndonesiayangberhasilmenembusperingkat200besardiwilayahAsia,yaituUI,UGM,UNAIR,ITB, IPB, UNDIP, UNS, dan UNIBRAW. Sebagai instrumen penjaminan mutu, PemerintahmenggunakanpemilikansertifikasiISO9001:2000olehPTN,PTS,danSMK.Selain pendidikan umum, kualitas pendidikan agama dan keagamaan jugamendapat perhatiandari Pemerintah ditandai dengan tersusunnya rancangan Standar Nasional Pendidikan untukpendidikanagamadankeagamaanpadatahun2010.StandarNasionalPendidikan inirencananyaakan disosialisasikan, diujicobakan, dan diterapkan ke seluruh satuan pendidikan agama dankeagamaan.

    2.2.3. PermasalahanPencapaianMerujuk pencapaian sampai dengan tahun 2010,masih terdapat beberapa permasalahan yangmenyebabkan beberapa target dalam substansi inti pembangunan pendidikan belum tercapaiserta tantanganbarubagi targetyang telah tercapai.MeskipunAPMdanAPKdi semua jenjangpendidikan terusmeningkat, peningkatan APK SMA/SMK/MA/Paket Cmasih berada di bawahtarget.KemungkinantargetRPJMNuntukAPKSMA/SMK/MA/PaketCpadatahun2014sebesar85persen tidak dapat tercapai apabila tidak dilakukan langkahlangkah perbaikan. Sementara itu,capaian penyaluran dana BOS yang sudah 100 persen masih menghadapi tantangan dalampenyaluran dana BOS yang tepatwaktu, terutama pada daerah terpencil atau dengan kondisigeografisyangsulitdijangkau.

  • 26 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    Berkaitandenganpengembangankurikulum,target jumlahsatuanpendidikanyangrepresentatifuntukpengembanganujicobakurikulumtidakdapatdicapaisesuairencana.Daritargetsebanyak250satuanpendidikanyangmenjadi targetpengembanganujicobakurikulum,baru125satuanpendidikanyangbisa tercapai.Kekurangan target satuanpendidikanharusdipenuhipada tahunberikutnyasebelumditerapkanuntukseluruhsatuanpendidikan.Sementara itu,penyediaanTIKyangmemuat tentangpendidikanharus terusdilanjutkankarenabelumsemuasatuanpendidikandapatmelakukanpembelajarandenganmemanfaatkan fasilitastersebut.Begitu jugadenganpenyediaanbukubahanajaryangberkualitasdanmurah,baru50persendaritargetjumlahjudulbukuyangtelahdibelidandialihkanhakciptanyaolehPemerintah.Terkait dengan penerapan kurikulum yang telah disempurnakan, uji coba penerapan kurikulumbarudapatdilaksanakandi125satuanpendidikan(50persendaritarget).Padatahunberikutnya,penerapanujicobake125satuanpendidikanlainnyaharusdijaminpelaksanaannya.Bilamerujuk kembali pada pencapaian sampai dengan tahun 2010, sebenarnyamasih tersisapermasalahandantantanganyangdihadapidalampembangunanbidangpendidikan,yaitubelumoptimalnya peningkatan akses, kualitas dan relevansi pendidikan, permasalahan ketenagaan,saranadanprasarana,sertapembangunanpendidikansecaraumum.Peningkatanakses,kualitas,dan relevansipendidikanyangbelum tercapaisecaraoptimalmasihmenjadi tantangandalambeberapa tahunkedepan.Pertama,belummeratanyaakses terhadappendidikan di semua jenjang, termasuk akses terhadap pendidikan agama dan pendidikankeagamaan. Kedua, belum optimalnya tingkat kesiapan anak bersekolah. Ketiga, kemampuankognitif, karakter, dan softskill lulusan yang harus ditingkatkan. Keempat, belum optimalnyakualitasdanrelevansipendidikanmenengah.Kelima,perlunyapeningkatankualitas,relevansidandayasaingpendidikantinggitermasukkualitaspenelitiannya.Keenam,kualitaspendidikanagamadanpendidikankeagamaanyangbelumoptimal.Tantanganyangdihadapidalamhalketenagaandansaranadanprasaranadiantaranyapertama,belummeratanyadistribusiguru.Kedua,kualifikasiakademikdanprofesionalismeguruyangperlupeningkatan. Ketiga, belum tuntasnya rehabilitasi gedung sekolah dan ruang kelas yang rusak.Keempat, belum optimalnya penyediaan bukumata pelajaran, laboratorium dan perpustakaanberkualitas.Kelima,belummaksimalnyapemanfaatanteknologi informasidankomunikasidalampendidikan.

    2.2.4. RencanaTindakLanjutUntukmenjawabpermasalahandiatas,pembangunanpendidikanjenjangpendidikandasarpadatahunberikutnya antara lain akandiarahkanpada:pemantapan/rasionalisasi implementasiBOStermasuk denganmengalokasikan dana BOSmelalui transfer daerah; peningkatanmutu prosespembelajaran; dan penguatan pelaksanaan proses belajarmengajar dengan iklim sekolah yangmendukungtumbuhnyasikapsalingmenghargai,sportif,kerjasama,kepemimpinan,kemandirian,partisipatif,kreatif,daninovatif(softskills).Padajenjangpendidikanmenengah,diambillangkahlangkah: peningkatan akses pendidikan menengah jalur formal dan nonformal untuk dapatmenampungmeningkatnyalulusanSMP/MTs/sederajatsebagaidampakpenuntasanWajibBelajarPendidikan Dasar Sembilan Tahun, rehabilitasi gedunggedung SMA/SMK/MA/sederajat, sertapeningkatanpendidikankewirausahaanuntukjenjangpendidikanmenengah.Pada jenjangpendidikantinggi,kebijakanyangdiambilantara lainadalahpeningkatanaksesdanpemerataanpendidikantinggidenganmemperhatikankeseimbanganantarajumlahprogramstudisejalan dengan tuntutan kebutuhan pembangunan; penguatan otonomi dan manajemen

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 27

    pendidikan tinggi dalam rangka membangun universitas riset (research university) menujuterwujudnyauniversitaskelasdunia(worldclassuniversity);peningkatanketersediaandankualitassarana dan prasarana pendidikan tinggi, seperti perpustakaan dan laboratorium; peningkatankualifikasi dosenmelalui pendidikan S2/S3 baik di dalammaupun di luar negeri; peningkatanpendidikankewirausahaan,termasuktechnopreneurbagidosendanmahasiswa;sertapemberianbeasiswaperguruantinggiuntuksiswaSMA/SMK/MAyangberprestasidankurangmampu.Dalam hal tenaga pendidik dan kependidikan, tindak lanjut antara lain akan difokuskan padapeningkatan kualifikasi akademik, sertifikasi, evaluasi, pelatihan, pendidikan, dan penyediaanberbagai tunjanganguru;penguatan kemampuanguru, termasuk kepala sekolahdanpengawassekolah,dalammenjalankanparadigmapembelajaranyangaktif,kreatif,efektif,entrepreneurial,dan menyenangkan; peningkatan kompetensi guru melalui pengembangan profesionalberkelanjutan (continuous professional development); pemberdayaan peran kepala sekolahsebagai manajer sistem pendidikan yang unggul; revitalisasi peran pengawas sekolah sebagaientitas quality assurance; peningkatan efisiensi, efektivitas, pengelolaan, dan pemerataandistribusiguru;sertapenyediaantenagapendidikdidaerahterpencil,perbatasan,dankepulauansesuaidenganstandarpelayananminimal.Peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan juga akan ditindaklanjuti melaluipeningkatanjumlahdankapasitasguru,kapasitaspenyelenggara,pemberianbantuandanfasilitasipenyelenggaraan pendidikan, serta pengembangan kurikulum dan metodologi pembelajaranpendidikanagamadankeagamaanyangefektifsesuaidenganStandarPendidikanNasional(SNP)palinglambatpadatahun2013.Upayadiatasakandidukungoleh:penguatansistemevaluasi,akreditasidansertifikasitermasuksistem pengujian dan penilaian pendidikan dalam rangka penilaian kualitas dan akuntabilitaspenyelenggaraanpendidikanditingkatsatuanpendidikan,kabupaten/kota,provinsi,dannasional;peningkatan ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan seperti laboratorium,perpustakaan, dan didukung oleh ketersediaan bukubukumata pelajaran yang berkualitas danmurah,untukmemenuhistandarpelayananminimal termasukdidaerahpemekaranbaru;sertapeningkatan penerapan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di bidangpendidikan termasuk penyediaan internet yang memuat pendidikan mulai jenjang pendidikandasarsampaipendidikan tinggi.Seluruhkebijakandiatas jugaakanditujukanuntukmengurangikesenjangantarafpendidikanantarwilayah,gender,danantartingkatsosialekonomi.

  • 28 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    Tabel 2.2.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 2: Pendidikan, Tahun 2010

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009*

    CAPAIAN 2010** SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR

    TARGET 2010

    1. AKSES PENDIDIKAN DASAR-MENENGAH: Peningkatan Angka Pasipasi Murni (APM) pendidikan dasar dari 95% di 2009 menjadi 96% di 2014 dan APM pendidikan sngkat SMP dari 73% menjadi 76% dan Angka Pasipasi Kasar (APK) pendidikan sngkat SMA dari 69% menjadi 85%; Pemantapan/ rasionalisasi implementasi BOS, penurunan harga buku standar di ngkat sekolah dasar dan menengah sebesar 30-50% selambat-lambatnya 2012 dan penyediaan sambungan internet ber-content pendidikan ke sekolah ngkat menengah selambat-lambatnya 2012 dan terus diperluas ke ngkat sekolah dasar.

    Meningkatnya Angka Pasipasi Murni (APM) pendidikan dasar dari 95% di 2009 menjadi 96% di 2014

    APM SD/SDLB/MI/ Paket A

    95,2%a

    95,23% b

    95,41% b

    Meningkatnya APM pendidikan sngkat SMP dari 73% di 2009 menjadi 76% di 2014.

    APM SMP/SMPLB/MTs/ Paket B

    74,0% a 74,52% b 75,64% b

    Meningkatnya APK pendidikan sngkat SMA dari 69% menjadi 85% di 2014.

    APK SMA/SMK/SMLB/ MA/ Paket C

    73,0% a 69,6% b 70,53% b

    Memantapkan implementasi BOS

    Jumlah siswa penerima dana BOS:

    SD/SDLB SMP/SMPLB D/^yah hDd^ah Wustha

    27.672.820 a

    9.660.639 a

    6.794.516 a

    27.130.968 b

    9.465.836 b

    5.946.329 d

    26.630.889 c

    9.387.670 c

    6.058.192 d

    Menurunkan harga buku standar di kat sekolah dasar melalui pembelian dan pengalihan hak cipta buku teks pelajaran

    Pengalihan Hak Cipta sejumlah judul buku teks pelajaran :

    SD / sederajat SMP/sederajat SMA/sederajat SMK/Sederajat

    95 c

    47 c

    41 c

    37 c

    507 b

    219 b

    284 b

    222 b

    179 c

    47 c

    49 c

    30 c

    Menyediakan sambungan internet ber-content pendidikan ke sekolah ngkat menengah selambat-lambatnya 2012 dan terus diperluas ke kat sekolah dasar.

    Jumlah satuan pendidikan jenjang SMP dan SMA yang menerapkan pembelajaran berbasis TIK

    9.352 c - 9.352 c

    2. AKSES PENDIDIKAN TINGGI: Peningkatan APK pendidikan nggi menjadi 25% di 2014

    Meningkatnya APK pendidikan nggi menjadi 25% di 2014

    APK pendidikan i

    24,8% a

    21,57 % b

    26,34% b

    3.

    METODOLOGI: Penerapan metodologi pendidikan yang dak lagi berupa pengajaran demi kelulusan ujian (teaching to the test), namun pendidikan menyeluruh yang

    Diterapkannya metodologi pendidikan pendidikan menyeluruh yang memperhakan kemampuan sosial,

    Kesesuaian Sistem Ujian Akhir Nasional dengan memperhakan kemampuan sosial, watak, budi p, kecintaan

    80%

    -

    80%

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 29

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009*

    CAPAIAN 2010** SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR

    TARGET 2010

    memperha kan kemampuan sosial, watak, budi peker , kecintaan terhadap budaya-bahasa Indonesia melalui: Penyesuaian sistem Ujian Akhir Nasional pada 2011; dan Penyempurnaan kurikulum sekolah dasar-menengah sebelum tahun 2011 yang diterapkan di 25% sekolah pada 2012 dan 100% pada 2014

    watak, budi peker , kecintaan terhadap budaya-bahasa Indonesia

    terhadap budaya-bahasa Indonesia Persentase sekolah yang menerapkan kurikulum yang telah disempurnakan

    10%

    - 10%

    4. PENGELOLAAN: Pemberdayaan peran Kepala Sekolah sebagai manajer sistem pendidikan yang unggul, revitalisasi peran Pengawas Sekolah sebagai en tas quality assurance, mendorong ak peran Komite Sekolah untuk menjamin keterlibatan pemangku kepe ngan dalam proses pembelajaran, dan Dewan Pendidikan di

    kat Kabupaten.

    Meningkatnya kapasitas kepala sekolah semua jenjang pendidikan sehingga mampu berperan sebagai manajer sistem pendidikan yang unggul

    Persentase kepala sekolah dan TK/SD, SMP, dan SMA/SMK yang sudah mengiku pe an kepala sekolah terakreditasi yang berkuakasi menurut kabupaten/kota

    15% c

    (36.102 orang)

    -

    15,23% c

    (36.662 orang)

    Meningkatnya kapasitas pengawas sekolah untuk memperkuat perannya sebagai en tas quality assurance

    Persentase kepala sekolah dan pengawas TK/SD, SMP, dan SMA/SMK yang sudah mengiku pe an kepala Sekolah terakreditasi yang berkuakasi menurut kabupaten kota

    15% c

    (21.913 orang)

    - 14,78% c

    (21.558 orang)

    5.

    KURIKULUM: Penataan ulang kurikulum sekolah yang dibagi menjadi kurikulum gkat nasional, daerah, dan sekolah dengan memasukkan pendidikan kewirausahaan.

    Tersusunnya kurikulum sekolah dengan memasukkan pendidikan kewirausahaan

    Jumlah PT yang mengembangkan pendidikan berbasis entrepreneurship

    95 c

    -

    110 c

    Jumlah model kurikulum yang disusun: - SD/MI - SMP/MTs - SMA/MA - SMK

    1b

    1 b

    1 b

    1 b

    - - - -

    1 1 1 1

    6.

    KUALITAS: Peningkatan kualitas

    Meningkatnya

    Persentase guru

    20% e

    110.494

    20%

  • 30 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009*

    CAPAIAN 2010** SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR

    TARGET 2010

    guru, pengelolaan dan layanan sekolah, melalui: 1) program remediasi kemampuan mengajar guru; 2) penerapan sistem evaluasi kinerja profesional tenaga pengajar; 3) kasi ISO 9001:2008 di 100% PTN, 50% PTS, 100% SMK sebelum 2014; 4) membuka luas kerjasama PTN dengan lembaga pendidikan internasional; 5) mendorong 11 PT masuk Top 500 THES pada 2014; 6) memas kan perbandingan guru:murid di se ap SD & MI sebesar 1:32 dan di se SMP & MTs 1:40; dan 7) memas kan tercapainya Standar Nasional Pendidikan (SNP) bagi Pendidikan Agama dan Keagamaan paling lambat tahun 2013.

    kualitas guru, pengelolaan dan layanan sekolah melalui: Program remediasi kemampuan mengajar guru;

    yang mengiku peningkatan kompetensi dan profesionalisme

    orang

    Penerapan sistem evaluasi kinerja profesional tenaga pengajar;

    Jumlah pengembangan standar, sistem, program, bahan dan model diklat bagi guru per tahun

    4 e - 4

    Se kasi ISO 9001:2008 di 100% PTN, 50% PTS, 100% SMK sebelum 2014;

    Persentase s kasi ISO 9001:2008 - PTN - PTS - SMK

    29% e

    18% e

    26% e

    - - -

    29% 18% 26%

    Membuka luas kerjasama PTN dengan lembaga pendidikan internasional;

    Jumlah PT mengembangkan Kerjasama Kelembagaan Dalam dan Luar Negeri

    40% e - 40% e

    Mendorong 11 PT masuk Top 500 THES pada 2014;

    Jumlah PT masuk 500 terbaik versi Lembaga Pemeringkatan Independen Internasional

    8 b 7 b 8 b

    Mem kan perbandingan guru:murid di se ap SD & MI sebesar 1:32 dan di se ap SMP & MTs 1:40;

    Persentase kab/kota yang memiliki perbandingan guru dan murid: - 1:32 untuk SD/MI - 1:40 untuk

    SMP/MTs

    48,0% e

    47,4% e

    -

    48,0 % 47,4%

    Mem kan tercapainya Standar Nasional Pendidikan (SNP) bagi Pendidikan Agama dan Keagamaan paling lambat tahun 2013.

    Penyusunan dan penerapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) untuk pendidikan agama dan keagamaan

    Tersusunnya SNP

    100% c

    - Tersusunnya 100%

    SNP

    d

    Keterangan: * Capaian masih kosong karena indikator belum dipantau pada tahun 2009 ** Capaian 2010 yang belum tersedia datanya dies masi 100% dari target

    Sumber: (a) : RKP 2010, (b) : Kemdiknas, (c) : Laporan Inpres 1/2010, Kemdiknas, (d) : Kemenag, ( e) : RPJMN 20102014

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 31

    BAB2.3. PRIORITASNASIONAL3:KESEHATAN2.3.1. PengantarPembangunan kesehatanmerupakan komponen penting dalam pembangunan kualitas sumberdayamanusiayangproduktifsecarasosialdanekonomi.Denganmewujudkanderajatkesehatanmasyarakatyangsetinggitingginya,pembangunankesehatanmenjadibagiandalammendukungpertumbuhan ekonomidanpenanggulangan kemiskinan. Status kesehatandan gizimasyarakatIndonesiayangdiukurantaralaindenganUmurHarapanHidup(UHH),AngkaKematianIbu(AKI),Angka Kematian Bayi (AKB), dan prevalensi kekurangan gizi pada balita terus menunjukkanperbaikan. Perbaikan status kesehatan dan gizi masyarakat terus dilakukan melalui berbagaiupaya, antara lain: peningkatan akses upaya kesehatan yang bermutu dan terjangkau olehmasyarakat;penyediaan sumberdaya kesehatan;pemberdayaanperanaktifmasyarakatdalamupayakesehatan;penyediaan jaminankesehatan;penyediaan,pemerataan,danketerjangkauanobatdanperbekalankesehatan;danpengembanganmanajemendaninformasikesehatan.Sementaraitu,jumlahpendudukyangbesarmerupakantantanganutamapembangunankualitassumber dayamanusia, terutama dalam hal penyediaan pelayanan dasar dan lapangan kerja.Sumberdayamanusia tanpadisertai kualitas yangbaik tentunyahanya akanmenambahberatbeban pembangunan.Untuk itu, dalam rangka pengendalian kuantitas penduduk, program KB

  • 32 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    menjadisalahsatuprioritasdalampembangunan.BerdasarkanhasilSensusPenduduk/SP,dalamperiode10tahun(20002010),rataratalajupertumbuhanpenduduk(LPP)Indonesiameningkatdari1,45persenmenjadi sebesar1,49persen,dan secaraabsolut jumlahpendudukmeningkatsebanyak32,5 juta jiwa,yaitudarisebanyak205,8 juta jiwapadatahun2000(SP2000)menjadisebanyak 237,6 juta jiwa pada tahun 2010 (SP 2010). Pertambahan jumlah penduduk yangdemikianbesarmerupakanwarningbahwaprogramdankelembagaanKBperlu terusdiperkuatbaik di tingkat pusat maupun di daerah. Melalui program keluarga berencana telah dapatdihindarkan pertambahan dan pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali sehingga setiapkeluarga dapatmerencanakan kehidupannyamenjadi lebih berkualitas dan sejahtera, denganmembentukkeluargakecilyangberkualitas.

    2.3.2. PencapaianPrioritasNasional3:KesehatanStatuskesehatandangizimasyarakatterusmenunjukkankemajuanantara lainditandaidengan:(1)meningkatnyaumurharapanhidup(UHH)menjadi70,9tahun(2010),(2)menurunnyaangkakematian ibu (AKI)menjadi sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup (2007), (3)menurunnyaangkakematianbayi(AKB)menjadisebesar34per1.000kelahiranhidup(2007),(4)menurunnyaprevalensikekurangangizimenjadi sebesar17,9persen (2010),dan (5)menurunnyaprevalensianakbalitayangpendek(stunting)menjadisebesar35,6persen(2010).Dalam rangka peningkatan upaya kesehatan preventif terpadu, pertolongan persalinan olehtenagakesehatanyangmenjadi indikatorantara (proksi)dalamupayapenurunankematian ibuterus meningkat menjadi 82,2 persen (Riskesdas, 2010). Kunjungan ibu hamil ke fasilitaspelayanankesehatanuntukmendapatkanpelayananantenatalpadatrimesterpertamakehamilan(K1)mencapai72,3persen, lebih tinggidarikunjungankeempat (K4)yaitu sebesar61,4persen(Riskesdas, 2010). Selanjutnya dalam rangka meningkatkan status kesehatan anak, upayaperbaikan akses dan kualitas pelayanan imunisasi terus membaik ditandai dengan cakupanimunisasi lengkap anak balita yang mencapai 53,8 persen (Riskesdas, 2010). Kunjungan kepelayanan kesehatan pada saat bayi berumur 648 jam (kunjungan neonatal pertama/KN1)mencapai 71,4 persen (Riskesdas, 2010). Cakupan pelayanan kesehatan bayimencapai 84,01persendancakupanpelayanankesehatanbalitamencapai78,1persen(Kemkes,2010).Penyediaan fasilitaspelayanankesehatan,sepertipuskesmas,puskesmaspembantu,poskesdes,serta rumah sakit sebagai salah satu komponen untuk perbaikan upaya kesehatan juga terusditingkatkan. Rasio puskesmas terhadap pendudukmeningkat dari 3,6 per 100.000 pendudukpadatahun2007menjadi3,78per100.000pendudukpadatahun2009(ProfilKesehatan,2009).Sementaraitu,padatahun2009,rasiotempattidur(TT)rumahsakitterhadappenduduksebesar70,74TTper100.000penduduk(ProfilKesehatan,2009).Dalam rangkameningkatkan keterjangkauanmasyarakat terhadapobat, ketersediaanobatdanvaksindisaranapelayanankesehatanterusditingkatkandanmencapai82persen(2010).Berbagaiupayayangtelahdilakukanmencakup:penyediaanjumlahdanjenisobatgenerik;pemberlakuandaftar obat esensial nasional (DOEN) sebagai sebagai dasar pengadaan obat; evaluasi danpenilaian terhadap harga obat, khususnya obat generik; labelisasi obat generik termasukpencantumanhargaecerantertinggi(HET);peningkatanakseskefarmasian;sertapenyuluhandanpenyebaraninformasi,agarobatdigunakansecaratepatdanrasional.Selanjutnya, dalam rangka perlindungan terhadap risiko finansial akibat masalah kesehatan,pelaksanaan Jamkesmas telah berhasil mendorong peningkatan cakupan jaminanpembiayaan/asuransi kesehatan. Seluruh penduduk miskin telah tercakup dalam skema

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 33

    pembiayaan Jamkesmas dan selanjutnya penerapan asuransi kesehatan akan diperluas secarabertahapuntukseluruhpenduduk.SampaidenganakhirDesembertahun2010,cakupanasuransikesehatantelahmencapaisekitar59,07persen.Cakupantersebutterdiridariasuransikesehatanpegawainegeri sipil (PNSdanTNI/POLRI) sebesar7,32persen; Jamsostek sebesar2,08persen;asuransiperusahan sebesar2,72persen;asuransi swasta lainnya sebesar1,21persen; jaminankesehatan masyarakat (Jamkesmas) sebesar 32,37 persen; dan 13,37 persen tercakup dalamJamkesdabagipendudukmiskin(Kemkes,2010).Sementara itu, dalam pelaksanaan program KB, angka pemakaian kontrasepsi/contraceptiveprevalence rate (CPR) terusmeningkat yangditandaidenganmeningkatnya jumlahpesertaKB,yaitu: (1) meningkatnya pencapaian jumlah peserta KB baru dari sasaran sebanyak 7,2 jutamenjadi sebanyak 8,6 juta yang terdiri dari jumlah peserta KB baru miskin (keluarga prasejahtera/KPSdankeluargasejahteraI/KS1)danrentanlainnyasebanyak3,8juta,jumlahpesertaKBbaruyangmenggunakanMetodeKontrasepsiJangkaPanjang(MKJP)sebanyak1,2 juta,sertajumlahpesertaKBbarupriasebanyak713,2ribu;(2)meningkatnyapencapaianjumlahpesertaKBaktifdarisasaransebanyak26,7jutamenjadisebanyak33,7jutayangterdiridaripesertaKBaktifmiskin (KPSdanKS1)dan rentan lainnyamenjadi sebanyak14,3 juta, jumlahpesertaKB aktifMKJPmenjadisebanyak7,9juta,sertajumlahpesertaKBaktifpriasebanyak1,1juta.Upaya pengendalian penyakit terus ditingkatkan baik dalam aspek yang bersifat preventif danpromotifmaupunaspekyangbersifatkuratifdanrehabilitatif.Hinggatahun2009,pengendalianprevalensiHIV terusdiupayakanmencapaikurangdari0,2persen (HasilEstimasiPrevalensiHIVKemkes,2009).Persentasekasusbaru tuberkulosis (TB)paru (BTApositif)yangditemukandanyangdisembuhkanmasingmasingmencapai74,7persendan86,4persen,sertaangkapenemuankasusmalaria (annual parasite index/API)mencapai 1,96 per 1.000 penduduk (Kemkes 2010).Selanjutnya,padaaspekkesehatanlingkungan,aksespendudukterhadapairminumdansanitasiyanglayakmasihrendahyaitusebesar45,7persendan55,5persen(Riskesdas,2010).

    2.3.3. PermasalahanPencapaianPermasalahan yang harus dipecahkan dan diatasi dalam meningkatkan status kesehatanmasyarakatantara lainadalah: (1)masih tingginyaangkakematian ibudananak,yangditandaidengan masih rendahnya persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, masih rendahnyacakupan pelayanan antenatal, masih rendahnya cakupan imunisasi lengkap pada bayi, masihrendahnya cakupan kunjungan neonatal, dan belum optimalnya upaya perbaikan status gizimasyarakat; (2)masih rendahnya kualitas kesehatan lingkungan, yang ditandai denganmasihrendahnya aksespenduduk terhadap airminumdan sanitasi layak; (3)masih rendahnya aksesmasyarakat terhadap fasilitaspelayanankesehatanyangberkualitas;dan (4)masih terbatasnyasumberdayamanusiakesehatan,yangditandaidenganmasih rendahnya jumlah,distribusidankualitastenagakesehatan,terutamadidaerahtertinggal,perbatasandankepulauan.Selanjutnya, ketersediaan obat serta pengawasan obat dan makanan masih terbatas, yangditandaidenganbelumoptimalnyapenyediaandanpemerataanobatesensialgenerikdanalatkesehatan dasar; belum optimalnya penyelenggaraan pelayanan kefarmasian yang berkualitas;danbelumoptimalnyacakupanpengawasan saranaproduksiobatdanmakanan.Dalam rangkameningkatkan cakupanasuransikesehatannasional,pembiayaankesehatanuntukmemberikanjaminan perlindungan kesehatan masyarakat masih terbatas yang ditandai dengan masihrendahnyacakupanjaminankesehatanbagimasyarakatterutamabagipekerjasektorinformal.

  • 34 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    Permasalahanyangdihadapidalamrangkarevitalisasiprogramkeluargaberencana,antara lain:(1) rendahnyaaksesibilitasdankualitaspelayananKBbagikeluargaPasanganUsiaSubur (PUS),terutamaPUSyangmiskin (KPSdanKSI); (2)masih rendahnyapengetahuanPUSmengenaiKBdankesehatan reproduksi; (3)adanyakekhawatiran terhadapefeksampingdankomplikasidaripemakaian alat dan obat kontrasepsi; (4)masih tingginya disparitas pemakaian alat dan obatkontrasepsidankebutuhanberKByang tidak terpenuhi,baikantarprovinsi,antarwilayahdesakota, dan antarstatus sosial ekonomi; serta (5)masih terbatasnya kapasitas kelembagaan dansumberdayamanusiapetugaslinilapanganKBdidaerah.Dalam rangka pengendalian penyakit, angka kesakitan dan kematian akibat penyakitmenular(terutama tuberkulosis, HIV dan AIDS, malaria, diare, dan DBD) masih cukup tinggi. Hal inidisebabkanolehmasihburuknyakondisikesehatan lingkungan,perilakumasyarakatyangbelummengikuti pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan belum optimalnya upayapenanggulanganpenyakit.

    2.3.4. RencanaTindakLanjutDenganmemperhatikanpermasalahan di atas,maka rencana tindak lanjut diprioritaskan padaupaya:1. Peningkatanupaya kesehatanpreventif terpadu,melalui: (a)penyediaan sarana kesehatan

    yangmampumelaksanakanPONEDdanPONEK;(b)pemenuhankebutuhantenagakesehatanstrategis untukmeningkatkan pertolongan persalinan oleh tenaga terlatih; (c) peningkatancakupan kunjungan ibu hamil (K1 dan K4); (d) peningkatan cakupan pasien komplikasikebidanan yang ditangani; (e) peningkatan cakupan peserta KB aktif yang dilayani sektorpemerintah;(f)peningkatancakupankunjunganneonatalpertama;(g)peningkatancakupanpelayanan kesehatan bayi; (h) peningkatan cakupan pelayanan kesehatan anak balita; (i)peningkatan cakupan persalinan di sarana pelayanan kesehatan dasar dan rumah sakitpemerintah;dan (j)perbaikan status gizimasyarakatdenganmeningkatkanpendidikan ibutentangpenimbanganbalita,ASIeksklusif,garamberyodium,suplementasigizimikro(vitaminA dan tablet Fe), tatalaksana gizi buruk, dan fortifikasi; dan (k) peningkatan kesehatanlingkungandenganmenekankanpadapeningkatanaksesdankualitasairminumdansanitasiyanglayaksertaperubahanperilakuhygienedansanitasi.

    2. Peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan, mutu dan penggunaan obat,terutamaobatesensialgenerik.

    3. Peningkatan efektivitas pelaksanaan program KB,melalui: (a) pembinaan dan peningkatankemandirianKBdengancara:(i)meningkatkanpembinaankesertaandankemandirianberKBmelalui23.500klinikKBpemerintahdanswastayaitudenganmemberikandukungansaranadan prasarana klinik sertamenyediakan alat/obat kontrasepsi (alokon) dan pelayanan KBgratisbagi PUSmiskin; (ii)mendekatkanpelayanan KB kepada sasaran PUSmiskindenganmenggunakan pelayanan mobile secara berkala; (iii) meningkatkan kualitas pelayanan KBmelalui pemberian informed choice; dan (iv) meningkatkan kapasitas sumber dayapenyelenggara program KBdi semua tingkatan; (b)peningkatanpromosi danpenggerakanmasyarakatdengancara:(i)meningkatkanKIE(komunikasi,informasi,danedukasi)mengenaikependudukandanKBsertakesehatanreproduksi,terutamapadaremajadanPUSmiskin;(ii)meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat terkait pengendalian jumlahpenduduk,KBdankesehatanreproduksi;(iii)meningkatkankomitmendanperansertarumahsakit,rumahbersalindanbidanterkaitpelaksanaanKBpascapersalinandanpascakeguguran;

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 35

    dan (iv) menggalang dan memperkuat kemitraan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM),swasta,danmasyarakatdalampenyelenggaraanprogramkependudukandanKB.

    4. Pengendalian penyakit menular serta penyakit tidak menular, antara lain melalui: (a)peningkatan kemampuan pencegahan dan penanggulangan faktor risiko; (b) penguatanpenemuanpenderitadan tata laksanakasus; (c)peningkatancakupan imunisasidansaranadistribusivaksindalamjumlahcukupdilapangan;dan(d)peningkatanKIEuntukmendoronggayahidupsehat.

    5. Peningkatan upaya kesehatan yangmenjamin terintegrasinyapelayanan kesehatan primer,sekunder,dan tersier, termasukpeningkatankualitas layanan fasilitaspelayanankesehatanrujukanyangmemenuhistandarbertarafinternasional.

    6. Pengembangan sistem pembiayaan jaminan kesehatan, melalui: (a) peningkatan cakupanjaminankesehatansecarabertahap; (b)peningkatanpembiayaanpelayanankesehatanbagipendudukmiskin;(c)penyediaanpembiayaanjaminanpersalinan(Jampersal)yangmencakuppelayananantenatal,persalinan,nifas,danKB;dan(d)perluasancakupanjaminankesehatanmelaluijaminankesehatankelasIIIdirumahsakit.

  • 36 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    Tabel 2.3.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 3: Kesehatan, Tahun 2010

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUB STANSI INTI SASARAN INDIKATOR

    TARGET 2010

    1. KESEHATAN MASYARAKAT Pelaksanaan upaya kesehatan prevef terpadu yang meli: penurunan gkat kemn ibu saat melahirkan dari 228 (2007) menjadi 118 per 100.000 kelahiran hidup (2014); penurunan gkat kemn bayi dari 34 (2007) menjadi 24 per 1.000 kelahiran hidup (2014); pemberian imunisasi dasar kepada 90% bayi pada tahun 2014 penyediaan akses sumber air bersih yang menjangkau 67% penduduk dan akses terhadap sanitasi dasar berkualitas yang menjangkau 75% penduduk sebelum tahun 2014

    Penurunan gkat kemn ibu saat melahirkan dari 228 (2007) menjadi 118 per 100.000 kelahiran hidup (2014)

    AKI

    226

    228a)

    228 a)

    Penurunan gkat kemn bayi dari 34 (2007) menjadi 24 per 1.000 kelahiran hidup (2014)

    AKB

    34 34 a) 34 a)

    Pemberian imunisasi dasar kepada 90% bayi pada tahun 2014

    Persentase bayi penerima imunisasi dasar

    80 46,2 b) 53,8 c)

    Penyediaan akses sumber air bersih yang menjangkau 67% penduduk dan akses terhadap sanitasi dasar berkualitas yang menjangkau 75% penduduk sebelum tahun 2014

    Persentase jangkauan akses sumber air bersih

    62

    47,7 d)

    45,7 c)

    Persentase jangkauan sanitasi dasar berkualitas

    64 51,19 d) 55,5 c)

    2. SARANA KESEHATAN Ketersediaan dan peningkatan kualitas layanan rumah sakit berakreditasi internasional di minimal 5 kota besar di Indonesia dengan target 3 kota pada tahun 2012 dan 5 kota pada tahun 2014

    Meningkatnya kualitas layanan rumah sakit berakreditasi internasional di minimal 5 kota besar di Indonesia dengan target 3 kota pada tahun 2012 dan 5 kota pada tahun 2014

    Jumlah kota yang memiliki rumah sakit berakreditasi internasional

    1 kota

    -

    (kegiatan dimulai tahun

    2010)

    2 kota *)

    3. OBAT Pemberlakuan Obat Esensial Nasional sebagai dasar pengadaan obat di seluruh Indonesia dan pembatasan harga obat generik bermerek pada 2010

    Diberlakukannya DOEN dan HET dalam pengadaan obat generik

    Persentase diberlakukannya DOEN dan HET dalam pengadaan obat di seluruh Indonesia

    100%

    -

    (kegiatan dimulai tahun

    2010)

    100% e)

    4. ASURANSI KESEHATAN

    NASIONAL Penerapan Asuransi Kesehatan Nasional untuk seluruh keluarga miskin dengan cakupan 100% pada tahun 2011 dan diperluas secara bertahap untuk keluarga Indonesia lainnya antara tahun 2012-2014

    Diterapkannya Asuransi Kesehatan Nasional untuk seluruh keluarga miskin dengan cakupan 100% pada tahun 2011 dan diperluas secara bertahap untuk keluarga Indonesia lainnya antara tahun

    Persentase cakupan keluarga miskin yang memiliki jaminan Kesehatan

    100%

    100% f)

    100% e)

    2012-2014

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 37

    5. KELUARGA BERENCANA Peningkatan kualitas dan jangkauan layanan KB melalui 23.500 klinik pemerintah dan swasta selama 20102014

    Meningkatnya pembinaan, kesertaan, dan kemandirian ber-KB melalui 23.500 klinik KB pemerintah dan swasta

    Peserta KB f

    26,7 juta

    32,5 juta

    33,7 juta g)

    Peserta KB baru 7,2 juta 6,7 juta 8,6 juta g)

    6. PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR Menurunnya angka kesakitan akibat penyakit menular pada 2014, yang ditandai dengan: Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 235 menjadi 224 per 100.000 penduduk; Menurunnya kasus malaria (Annual Parasite Index-API) dari 2 menjadi 1 per 1.000 penduduk; Terkendalinya prevalensi HIV pada populasi dewasa (persen) hingga menjadi < 0,5.

    Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 235 menjadi 224 per 100.000 penduduk

    Prevalensi Tuberculosis

    235

    244 h)

    244 h)

    Menurunnya kasus malaria (Annual Parasite Index-API) dari 2 menjadi 1 per 1.000 penduduk

    Annual Parasite Index (API)

    2 1,85 f) 1,96 e)

    Terkendalinya prevalensi HIV pada populasi dewasa (persen) hingga menjadi < 0,5

    Prevalensi HIV 0,2 0,2 i) 0,2 i)

    Keterangan : *) RSCM Jakarta dan RS Sanglah Denpasar dalam proses untuk mendapatkan akreditasi world class Sumber data : a) SDKI, 2007; b) Riskesdas, 2007; c) Riskesdas 2010; d) Susenas, 2009; e) Kemkes, 2010; f) Kemkes 2009; g) ^ Run

    BKKBNN, 2010; h) Laporan Global TB WHO, 2009; i) Hasil masi Prevalensi HIV Kemkes 2009

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR

    TARGET 2010

  • 38 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    EvaluasiSatuTahunPelaksanaanRPJMN20102014 36

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 39

    BAB2.4. PRIORITASNASIONAL4:PENANGGULANGAN

    KEMISKINAN2.4.1. PengantarPenanggulangan kemiskinan merupakan program lintas bidang yang dalam pelaksanaannyamelibatkan dukungan dari berbagai pihak, baik kementerian/lembaga (K/L) di tingkat pusat,maupun dinas teknis di tingkat daerah serta didukung oleh para pihak baik perguruan tinggi,lembaga swadaya masyarakat maupun masyarakat sendiri. Programprogram penanggulangankemiskinan dibagimenjadi 3 klaster sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2010tentang Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dimana Menteri PPN/KepalaBappenas sebagai salah satu anggotanya. Programprogram pada klaster I adalah programperlindungan sosialberbasiskeluarga,melaluiprogram inipemerintahmemberikanpemenuhanhakhakdasar,penguranganbiayahidup,danperbaikankualitashiduppadarumahtanggasasarandankelompok rentan lainnya.Programprogramklaster Iantara lain:ProgramKeluargaHarapan(PKH),ProgramBerasuntukMasyarakatMiskin(Raskin),ProgramJaminanKesehatanMasyarakat(Jamkesmas), dan ProgramBeasiswa untuk SiswaMiskin. Sementara itu, pada klaster II adalahprogramyangberbasispadapemberdayaanmasyarakat,yaituProgramNasionalPemberdayaan

  • 40 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    MasyarakatMandiri(PNPMMandiri),melaluiprograminipemerintahmendorongpemberdayaanmasyarakat terutama masyarakat miskin untuk mengembangkan potensi dan memperkuatkapasitasnya untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Program pada klaster III adalahprogramberbasispemberdayaanusahamikrodankecil,yaituProgramKreditUsahaRakyat(KUR),yangditujukanuntukmeningkatkanaksespembiayaandanpenguatanekonomibagipelakuusahamikro,kecil,danmenengah,dankoperasi.Pencapaian targettarget penanggulangan kemiskinan tidak terlepas dari upaya koordinasiprogram penanggulangan kemiskinan yang efektif diantaranya dalam hal pengarusutamaankebijakan, perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, penguatankelembagaanpenanggulangankemiskinan,dansebagainya.Secaraumum,darihasilpelaksanaanprogramketigaklastertersebut,pemerintahdapatmemenuhitargetpencapaianpenurunanangkakemiskinan,yaitusebesar13,33persen,dengantargetyangditetapkanuntuktahun2010adalahpadakisaran12,013,5persen.

    2.4.2. PencapaianPrioritasNasional4:PenanggulanganKemiskinanPelaksanaan programprogram penanggulangan kemiskinan di atas juga didukung olehpertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2010, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,1 persen ataumelebihi dari target yang ditetapkan sebesar 5,8 persen. Hal tersebut telah menyumbangpenurunan tingkat kemiskinan dari 14,15 persen pada tahun 2009menjadi 13,33 persen padatahun 2010.Meskipunmenurun, pada tahun 2010, secara absolutmasih terdapat 31,02 jutaorang yang hidup di bawah garis kemiskinan dan juga terjadi pelambatan penurunan tingkatkemiskinan. Pada tahun 2008 ke 2009 tingkat kemiskinan menurun sebesar 1,27 persen,sedangkandaritahun2009ke2010hanyamenurun0,82persen.Perkembanganangkakemiskinandaritahun20042010disajikandalamGambar2.4.1.

    Gambar2.4.1.PerkembanganAngkaKemiskinanIndonesia,Tahun20102014

    Sumber:BPS,berbagaitahun(diolah)

    Programprogram bantuan sosial terpadu yang dilaksanakan dengan tujuan memberikanpemenuhanhakhakdasar,penguranganbiayahidup,danperbaikankualitashiduppada rumahtangga sasaran dan kelompok rentan lainnya telah terlaksana dengan baik selama tahun 2010.PelaksanaanPKHdimaksudkanuntukmenjagaagaranakanakdari rumah tangga sangatmiskintetapberadadisekolahuntukmenyelesaikanpendidikandasardanmenengahsertamemeliharakesehatanbalitadanibuyangsedanghamil.PKHterusditingkatkanpelaksanaannyabaikdarisegi

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 41

    cakupan wilayah ataupun jumlah penerima. Pada tahun 2009, pelaksanaan PKH 70 kabupaten/kota di 13 provinsi dan total penerima PKH sebanyak 726.376 Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Sedangkan pada tahun 2010, cakupan PKH telah diperluas di 88 kabupaten/kota di 20 provinsi, dan jumlah penerima sekitar 772.830 RTSM. Namun pencapaian jumlah penerima tersebut di bawah target RPJMN 20102014 yaitu 816.000 RTSM.

    Pada tahun 2010, pembayaran bantuan PKH telah dilakukan dengan frekuensi empat kali dalam setahun sesuai rancangan awal. Di sebagian besar daerah yang melaksanakan PKH sejak tahun 20072009, pembayaran bantuan sudah dilakukan berdasarkan hasil pemenuhan kewajiban peserta (hasil verikasi). Sebagian daerah juga telah menggunakan Sistem Informasi dan Manajemen (SIM) PKH untuk verkasi pemenuhan kewajiban para penerima. Di tahun 2010, pelaksanaan PKH juga ditujukan untuk mendukung perluasan kepesertaan dan persiapan pengembangan PKH di tahun 2011 yakni melalui: (1) rekrutmen pendamping, operator, koordinator wilayah, dan tenaga pendukung lainnya; (2) an pendamping, operator, dan petugas penyedia layanan pendidikan dan kesehatan; dan (3) sosialisasi oleh berbagai pihak.

    Raskin merupakan program nasional yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras. Pada tahun 2010, jumlah penerima Raskin sebanyak 17,488,007 RTSM. Penetapan jumlah tersebut berdasarkan atas hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2008 yang dilakukan oleh Badan Pusat ^ (BPS). Alokasi Raskin untuk ap penerima yaitu 15 kg beras selama 12 bulan, dengan harga tebus beras sebesar Rp1.600 per kg ne di k distribusi. Realisasi penyaluran Raskin tahun 2010 (per Februari 2011) yaitu sebesar 98,67 persen. Dari total pagu Raskin sebanyak 2,97 juta ton beras, sebanyak 2,93 juta ton beras yang dapat disalurkan ke penerima. Realisasi penyaluran Raskin tahun 2010 ini lebih baik jika dibandingkan dengan realisasi Raskin tahun 2009 yang sebesar 97,74 persen.

    Selanjutnya, dalam rangka perlindungan terhadap resiko akibat masalah kesehatan, pelaksanaan Jamkesmas juga telah berhasil mendorong peningkatan cakupan jaminan kesehatan. Sampai dengan akhir Desember tahun 2010, persentase penduduk miskin yang memiliki jaminan kesehatan telah mencapai sekitar 59,07 persen, realisasi Jamkesmas hingga Desember 2010 sebesar Rp4,2 triliun yang ditujukan bagi 76,4 juta masyarakat miskin. Jumlah puskesmas dan RS yang memberikan pelayanan dasar bagi penduduk miskin juga mengalami peningkatan dari tahun 2009.

    Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat miskin menyekolahkan anaknya, Pemerintah menyediakan beasiswa bagi siswa miskin untuk semua jenjang pendidikan, termasuk menyediakan jalur pendidikan non formal (pendidikan kesetaraan Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA) untuk menampung anak-anak yang putus sekolah dan mereka yang dak dapat mengik jenjang pendidikan formal. Pada pelaksanaan program beasiswa miskin untuk kat SD sampai perguruan selama tahun 2010 telah membantu sebanyak 4,7 juta siswa. Hal ini dapat memberikan kesempatan bagi siswa miskin untuk dapat mengenyam pendidikan sebagai bekal kehidupan mereka dan diharapkan bisa menjadi pemutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

    Dari program Keluarga Berencana (KB), pada tahun 2010 telah berhasil meningkatkan pencapaian jumlah peserta KB baru dari sasaran sebanyak 7,2 juta menjadi sebanyak 8,6 juta yang terdiri dari jumlah peserta KB baru miskin (keluarga pra-sejahtera/KPS dan keluarga sejahtera I/KS 1) dan rentan lainnya sebanyak 3,8 juta dan meningkatnya jumlah peserta KB af dari sasaran sebanyak 26,7 juta menjadi sebanyak 33,7 juta yang terdiri dari peserta KB (KPS dan KS 1) dan rentan lainnya menjadi sebanyak 14,3 juta.

  • 42 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    PelaksanaanprogramKlasterII,yaituPNPMMandiriperkotaandanperdesaanterusdiperluasdanditingkatkan kualitasnya, agar semakin efektif dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakatterutamamasyarakatmiskinuntukmengembangkanpotensidanmemperkuatkapasitasnyauntukikut berpartisipasi dalam pembangunan. Pada tahun 2010 sudah dilaksanakan sesuai dengantargetyangditetapkanyaitupelayananPNPMMandiriyangdidukungdenganpenyaluranbantuanlangsung masyarakat sebesar Rp10,31 triliun yang berasal dari dana APBN dan APBD. Hasilpencapaian PNPMMandiri Perkotaan telah dilaksanakan di 10.948 desa/kelurahan pada tahun2010dalam rangkapemberdayaanmasyarakatdanpercepatanpenanggulangankemiskinandanpengangguran. Sedangkan beberapa hasil pencapaian PNPMMandiri Perdesaan di tahun 2010antara lain: (1) capaian PNPM Inti sebesar 100 persen sesuai targetnya yaitu pada 4.805kecamatandi495kabupaten/kotadi32provinsi, sedangkanpencapaianPNPMPenguatanyangterdiridariPNPMGenerasisebesar100persendaritargetyangditetapkan,PNPM IntegrasiSPPSPPNtelahdilaksanakanpada40kabupatendari33kabupatentargetyangditetapkan,danPNPMPerbatasan sebesar 100 persen dari target yang ditetapkan; (2) cakupan wilayah kegiatanrekonstruksidanrehabilitasipascabencanakrisisdiKabupatenNiasdanNiasSelatanmeningkatdari capaian tahun sebelumnya yaitu 2 kabupaten/5 kecamatan menjadi 2 kabupaten/9kecamatansesuaitargetnya;(3)PNPMMandiriKPtelahdilaksanakandi120kabupaten/kotayangdiarahkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat kelautan dan perikanan menujukemandirian; (4) pengembangan usaha ekonomimasyarakat tertinggal termasuk PNPM PISEWtelah dilaksanakandi 9 (sembilan)provinsi, 34 kabupaten yaitu sebesar 100persen dari targetyang sudahditentukan; (5) lokasigarapanPAMSIMASdengan tujuanpenyediaanairbersihdansanitasi bagi masyarakat perdesaan mengalami peningkatan capaian dari target yang telahditentukansebesar32kabupatenmenjadi109kabupaten/kotadi15provinsi;(6)PNPMLMPyangdiarahkan untuk kegiatan agar aspek lingkungan dan pengelolaan sumber daya alammenjadibagianintegraldariaktivitaspembangunanmasyarakatdiperdesaanbelummencapaitarget2010,yaitusebesar78kecamatandi26kabupatendi8provinsi; (7) infrastrukturpendukungkegiatanekonomidansosial(RISE)telahdilaksanakandi237kecamatan;(8i) infrastrukturperdesaan(RIS)sudahterlaksanasesuaitargettahun2010yaitusebanyak215kecamatan;(9)persentasePemdayangmengimplementasikan kebijakan terkait dengan PNPMPISEW (9 provinsi, 34 kabupaten)sebesar 100 persen; (10) SANIMAS yang diarahkan untuk infrastruktur air limbah telahdilaksanakanpada38kawasandaritargetnyasebesar27kabupaten/kota;(11) jumlahdesayangterfasilitasi airminum (PAMSIMAS) sebesar 1569 desameningkat dari target yang ditentukansebesar1472desa;(12)PNPMP2DTKtelahdilaksanakanpada32kabupatenyangdiarahkanuntukpengembangan kawasan perdesaan, percepatan pembangunan daerah tertinggal, danpeningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan; (13) PNPM Pariwisata yang diarahkan untukmenggerakkanperekonomianmasyarakatdanmembangkitkankesadaranwisatapadatahun2010telahdapatmengembangkan200desawisata,yangmencakuppengembangandayatarikwisatadidesa, pengembangan usaha masyarakat berbasis kreatif pariwisata, dan pengembangan desapendukungusahapariwisata;dan(14)beberapaprogramPUAPbelumberjalansesuaitarget2010,yaitumodel pembiayaan bersubsidi barumenghasilkan 1 dari 4model yang ditargetkan sertapenguatanmodalGapoktanPUAPyangbarutercapai8.587kelompokdaritargetsebesar10.000kelompok.ProgramprogramKlasterIIIsecaraumummenunjukkanpencapaiantargetyangtinggi.PenyaluranKreditUsahaRakyat(KUR)untukUMKMdankoperasisejaktahun2007sampaidenganakhirtahun2010mencapai hampir Rp34,42 triliun, danmencakup sekitar 3,81 juta nasabah. Jumlah danapenjaminan kredit yang disediakan untukmendukung penyaluran KUR pada tahun 2010 dapatdipenuhi 100 persen, sehingga pada tahun 2010 KUR dapat disalurkan sebesar Rp17,23 triliundengan jumlah nasabah lebih dari 1,44 juta nasabah, dan ratarata kredit/pembiayaan sebesar

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 43

    Rp11,98 juta. Pelaksanaan Klaster III juga diperluasmelalui penyediaan danamelalui koperasiuntuk2.600koperasi/kelompokUMKM,denganpencapaiansebesar99,46persen.Sekitar5.737koperasi dan UMKM juga menerima dukungan pemasaran pada tahun 2010, yang berartipencapaian sebesar 80,55 persen dari target yang ditetapkan. Target peningkatan kualitaskelembagaankoperasidanpemahamanaparatpembinapadatahun2010 jugadapatdicapai100persen,yangditunjukkanolehpenerbitan5kebijakandanpenguatan1.000pembina.Dalamrangkapercepatanpenanggulangankemiskinan,sejumlahupayakoordinasidansinkronisasikebijakanprogrampenanggulangan kemiskinan juga telahdilakukanyaituantara laindalamhalpengarusutamaan kebijakan dan anggaran penanggulangan kemiskinan, pemberdayaanmasyarakatdankawasan,penguatankebijakankelembagaandankemitraan,kebijakanpenguatankelembagaan koordinasi penanggulangan kemiskinan melalui Tim Nasional PercepatanPenanggulanganKemiskinan(TNP2K),dahuludisebutTimKoordinasiPenanggulanganKemiskinan(TKPK) sertapengembangan kebijakankeuanganmikrodanpemanfaatanTeknologiTepatGuna(TTG). Pada tahun 2010, untuk mendukung koordinasi kebijakan dalam pengarusutamaankebijakan dan anggaran penanggulangan kemiskinan telah dilaksanakan delapan kegiatankoordinasidansinkronisasikebijakandanperaturanperundanganpenanggulangankemiskinandibidang pengarusutamaan kebijakan serta empat kegiatan koordinasi dan sinkronisasi kebijakanpenanggulangan kemiskinan di bidang pengarusutamaan anggaran. Adapun hasilnya beruparekomendasi kebijakan tentang pengarusutamaan kebijakan dan anggaran. Kegiatan koordinasikebijakan penguatan kelembagaan penanggulangan kemiskinan dilakukan denganmengadakandelapan koordinasidan sinkronisasi kebijakan kelembagaan TNP2K.Hasildari kegiatan tersebutyaiturekomendasimengenaipengembangandukungankelembagaankoordinasipenanggulangankemiskinan(TNP2K).Pelaksanaankoordinasidansinkronisasikebijakanpenguatanmasyarakatdankawasandilakukandenganmenggelar9 kegiatan koordinasidan sinkronisasipelaksanaan kebijakanpemberdayaanmasyarakat dalam penguatan masyarakat dan kawasan perkotaan serta 10 koordinasi dansinkronisasipelaksanaankebijakanpemberdayaanmasyarakatdalampenguatanmasyarakatdankawasan perdesaan. Hasil dari upaya tersebut yaitu rekomendasi tentang kebijakan koordinasiberbagai komponen yang ada di dalam PNPM Mandiri, pemetaan programprogrampemberdayaanmasyarakat lainnyayangadadiK/L,koordinasipengembanganPNPMPariwisata,PNPM Perumahan, PNPM Peduli, dan PNPM Kehutanan. Kegiatan koordinasi kelembagaan dankemitraandijalankandenganmengadakan8koordinasidansinkronisasipenguatankelembagaanpenanggulangan kemiskinan serta 6 koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kemitraanpenanggulangan kemsikinan. Upaya tersebut telah memberikan rekomendasi tentangpengembangan kerjasama kemitraan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR),ProgramKemitraandanBinaLingkungan (PKBL),sertakerjasama regionalASEANdankerjasamainternasional lainnya (dengan China, Jepang, dan sebagainya). Selanjutnya koordinasi kebijakankeuanganmikrodanpemanfaatan teknologi tepatguna7 koordinasidan sinkronisasipersiapanLKM dengan K/L maupunmasyarakat serta 5 koordinasi dan sinkronisasi pengembangan danpemanfaatan teknologi tepat guna.Hasil dari kegiatan tersebut berupa rekomendasi kebijakanuntuk mengembangkan Lembaga Pengemban Dana Amanah (LPDA), sosialisasi MoU tentangStrategiPengembanganLembagaKeuanganMikrodidaerahdaerah,koordinasiperluasanrealisasiKreditUsaha Rakyat (KUR) di daerah, serta penguatan koordinasi pemanfaatan teknologi tepatgunadidaerah.

  • 44 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    2.4.3. Permasalahan Pencapaian Pencapaian atas sasaran yang telah ditetapkan masih belum opmal mengingat kompleksnya masalah yang dihadapi sehingga penanganannya dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Beberapa faktor yang secara umum mempengaruhi melambatnya laju penurunan kemiskinan di tahun 2010 secara umum antara lain adalah gginya si pada tahun 2010, yaitu sebesar 6,96 persen jika dibandingkan tahun 2009 yang hanya 2,78 persen. /asi tersebut sebagian besar disumbang dari komponen bahan makanan yang berpengaruh terhadap daya beli masyarakat miskin dan laju pertumbuhan penduduk yang meningkat terutama jumlah penduduk yang rentan untuk jatuh miskin baik karena guncangan ekonomi maupun kurangnya akses terhadap pelayanan dasar dan sosial.

    Pelaksanaan PKH secara keseluruhan masih belum opmal, meskipun telah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Permasalahan pencapaian pelaksanaan kegiatan PKH tahun 2010 diantaranya: (1) dak tercapainya target RPJMN 201020 14 untuk menjangkau 816.000 RTSM. Hal ini disebabkan oleh: (a) pergerakan RTSM menjadi eligible terhadap kriteria PKH (pindah rumah, anak lulus dari SMP, dll); (b) data PPLS 2008 yang digunakan sudah mengalami perubahan, sehingga data RTSM penerima PKH hanya 88,6 persen yang eligible; (2) pembayaran masih belum tepat waktu; (3) aspek pendataan masih mengalami masalah di lapangan, pelaksanaan validasi dan pemutakhiran juga masih belum opmal; (4) masih ada sebagian petugas pada layanan kesehatan dan pendidikan (guru) yang keberatan dalam melakukan verkasi secara nu; (5) distribusi formulir verkasi masih menemui kendala di beberapa kabupaten/kota terutama karena letak geogra; (6) sosialisasi PKH belum berjalan dengan baik sehingga banyak pemangku kengan dak memahami PKH sebagai bantuan bersyarat; (7) koordinasi antar Departemen-Dinas Teknis dan koordinasi di kat provinsi belum opmal; (8) dukungan sarana dan prasarana oleh Pemerintah Daerah belum memadai; dan (9) prosedur dan ndak lanjut pengaduan belum berjalan sepenuhnya. Meskipun demikian, pelaksanaan PKH mengalami peningkatan kualitas dengan terjalinnya koordinasi antara beberapa program lain Jamkesmas dan beasiswa miskin.

    Penyaluran Raskin di beberapa daerah telah berjalan dengan baik atau sesuai dengan rencana. Namun di beberapa daerah lainnya, pelaksanaan Raskin belum mencapai target yang ditetapkan. Hal tersebut akibat adanya sejumlah kendala, antara lain: (1) beberapa daerah menolak menyalurkan Raskin karena jumlah RTS dari data hasil PPLS 2008 lebih kecil dibandingkan dengan data riil jumlah Rumah Tangga Miskin di Desa/Kelurahan setempat; (2) kondisi geogr tempat penerima manfaat yang relf jauh dari k distribusi; (3) kondisi infrastruktur dan cuaca yang kurang baik menghambat penyaluran Raskin; (4) masih ditemukan kualitas beras yang kurang baik; (5) masih ditemukan penyusutan jumlah beras (dalam satu karung); (6) beberapa provinsi masih memiliki tunggakan (utang) pembayaran Raskin; (7) belum tersedianya dana pendampingan untuk program Raskin di beberapa kabupaten/kota; dan (8) sosialisasi Raskin dirasakan masih kurang opmal. Dari sektor pendidikan, tantangan yang masih dihadapi yaitu masih belum peningkatan akses, kualitas dan relevansi pendidikan, permasalahan ketenagaan, sarana dan prasarana, serta pembangunan pendidikan secara umum.

    Sedangkan dalam pelaksanaan program KB, permasalahan yang masih ditemui di lapangan yaitu: (1) rendahnya aksesibilitas dan kualitas pelayanan KB bagi keluarga Pasangan Usaha Subur (PUS) miskin; (2) masih rendahnya pengetahuan keluarga PUS miskin mengenai KB dan kesehatan reproduksi; (3) adanya kekhaw terhadap efek samping dan komplikasi dari pemakaian alat dan obat kontrasepsi; (4) masih ngginya disparitas pemakaian alat kontrasepsi dan kebutuhan

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 45

    berKB yang tidak terpenuhi, baik antarprovinsi, antarwilayah desakota, dan antarstatus sosialekonomi.Permasalahan yang terjadi pada programprogram di klaster II secara umum antara lain: (1)adanyapemekarankecamatan/desasehinggapelaksanaantidaksesuaidenganperencanaandanalokasi sebelumnya; (2) dana bergulir hanya berasal dari BLM pada tahun anggaran berjalan,bukan berasal dari tabungan dana bergulir yang ada dimasyarakat; (3) partisipasi perempuanmeningkat, terutamadari kalanganmenengah/atas, tetapidominasi lakilakimasihada;dan (4)terkaitdenganperencanaanpartisipatif,keterlibatanwargadalampengambilankeputusanpadaprogramopenmenudandanabergulirmasihsebatasformalitas.SedangkanpermasalahankhususyangterjadidiPNPMPerdesaanantara lain : (1)masihterdapatkasuskorupsidi levelkelompokmasyarakat dan fasilitator; (2) pada PNPMKP, kemiskinanmasyarakat kelautan dan perikananberakarpadakurangnyaaksesmasyarakat terhadapsumbersumberpeningkatankesejahteraan,sepertipermodalan, teknologi, informasi,pemasaransertakulturkewirausahaandansosialyangkurangkondusif; (3) terdapatbeberapa lokasiPNPMRISkhususnyadiperdesaandimanaprosesperencanaan tidak dapat menghasilkan dokumen perencanaan desa, sehingga hal tersebutmenghambatpelaksanaanprogram;(4)untukPNPMP2DTKmeskipunanggaransudahterserapdirekeningmasyarakat,namunterdapatpekerjaanfisikyangmasihterhambatkarenabelumadanyaFinancialManagementSpecialist(FMS)danbelumadanyaSKSatkerdimasingmasingKabupaten;(5)mekanismeusulanuntukdukungandesawisatabelumsepenuhnyasesuaidengankriteriadanketentuan yang berlaku, belum optimalnya proses rembug desa, belum memadainya jumlahtenaga pendamping PNPM Mandiri Pariwisata, belum memadainya sarana dan prasaranapendukungpariwisata,danbelumoptimalnyadukunganmediamassadalampromosipariwisata;(6)padaprogramPUAPmasihterdapatbiayaadministrasiuntukmenjadipesertaprogramPUAPsebesar 1 juta, masih kurang jelasnya penentuan peserta penerima bantuan PUAP sehinggabanyakterjadisalahsasaran,danpetunjukteknisPUAPdipandangmasihterlaluumumsehinggamenimbulkaninterpretasiyangberagam.Selanjutnya beberapapermasalahan yang ditemukan dalam pelaksanaan programdan kegiatanpemberdayaan koperasi dan UMKM yaitu kurangnya efektivitas pelaksanaan kegiatan yangdisebabkan keterbatasan kapasitas aparat pembina, dan kurangnya sinergi antar pemangkukepentingan terutama mengingat keragaman sektor dan lokasi usaha koperasi dan UMKM.KoperasidanUMKMjugamenghadapimasalahkurangnyakesempatanusaha,keterbatasanakseskepada sumber daya produktif, dan rendahnya kualitas sumber daya manusia. Hal inimenyebabkan perkembangan kegiatan ekonomi produktif di daerahbelummampumendorongpeningkatanpendapatanyangberkelanjutandanpertumbuhanekonomididaerah.Pelaksanaan koordinasi kebijakan mengenai pengarusutamaan kebijakan dan anggaranpenanggulangan kemiskinanmasihmenghadapi sejumlah kendala yaitu berbagai daerah belumdapat mengembangkan perencanaan dan penganggaran yang propoor serta masih banyakkegiatanpenanggulangankemiskinandidaerahyangbelumterkoordinasikandidalamforumTimKoordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD). Kendala juga ditemui pada koordinasikebijakanpenguatan kelembagaanpenanggulangan kemiskinan yakni TNP2Kdi tingkatnasionalyangmasihdalamperintisan sehinggabelummemberikan kontribusi yang cukup kuatdidalampenguatanTKPKD.Sedangkanmasalahyangditemuidalamkoordinasipenguatanmasyarakatdankawasanyaknimasihtingginyaegosektordanegodaerahdalammelaksanakanprogramprogrampemberdayaan masyarakat, termasuk pada kegiatan yang dilakukan oleh lembaga swadayamasyarakat, sehingga perlu diupayakan integrasi dan sinkronisasi. Kendala dari implementasikoordinasikebijakankelembagaandankemitraanyaitubelum terjalinnyakerjasamayangcukupmemadai antara pemerintah dengan dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga swadaya

  • 46 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    masyarakat, khususnya pada daerahdaerah yang potensial, sehingga perlu dikembangkankebijakan sinergitas antarpelaku. Sementara itu, kendaladalam koordinasi kebijakan keuanganmikro dan pemanfaatan teknologi tepat guna yaitu meskipun program keuangan mikro danteknologitepatgunatelahdikembangkandibeberapadaerahnamunkemanfaatandariprogramtersebutbelumdioptimalkan.

    2.4.4. RencanaTindakLanjutPemerintah telah menetapkan penanggulangan kemiskinan sebagai prioritas utamapembangunan,maka dalam rangkamendukung pembangunan,upayaupaya penurunan tingkatkemiskinanuntukmencapaitargetpadatahun2014,yaitutingkatkemiskinansebesar810persenperlu diperluas baik sasaranmaupun cakupan kegiatannya yang ditujukan untukmeningkatkankesejahteraanmasyarakat.Pemerintah jugamenyiapkan langkahlangkahpengamananditingkatmakro, berupa langkah pengamanan bidang keuangan dan fiskal, maupun mikro berupapengendalian dampak krisis global terhadap kemiskinan. Beberapa langkahlangkah tersebutantaralain:1. Menjaga stabilitas harga barangbarang kebutuhan pokok dan menjaga tingkat inflasi di

    tahuntahunmendatang;2. Mendorongpertumbuhanekonomiyangberkualitasdanprorakyatmiskindenganmemberi

    perhatiankhususpadausahausahayangmelibatkanorangorangmiskinsertausahausahayangdapatmenciptakanlapanganpekerjaan;

    3. Meningkatkan kualitas dan intensitas sertamemperluas kebijakan afirmatif/keberpihakanuntukpenanggulangankemiskinanmelaluiperluasan3(tiga)klasterprogramprorakyatyangdituangkandalampelaksanaanklaster4yangakandimulaipadatahun2012;

    4. Mengendalikan pertumbuhan penduduk yang mengakibatkan peningkatan pendudukkategorimiskinuntukmempercepatpencapaian targetmelaluipeningkatandanefektifitaspelaksanaan Program KB,misalnya denganmeningkatkan advokasi dan KIE (komunikasi,informasi,danedukasi)mengenaiKBdankesehatanreproduksi,terutamapadakeluargaPUSmiskin;

    5. Rencana tindak lanjutpelaksanaanPKHdiantaranya: (a)peningkatan cakupan sasaranPKHyaitu 1.116.000 RTSM, serta perluasan jangkauan lokasi PKH di 118 kabupaten/kota di 25provinsi; (b) pelaksanaan PPLS 2011 untuk memperbaharui data PPLS tahun 2008; (c)memperkuat sinergi PKH dengan program/kegiatan di sektor lain yaitu beasiswa miskin,Jamkesmas,danpenerbitanKTPbagipendudukpesertaPKH;(d)penguatankoordinasilintassektordanPemda;(e)bimbinganteknisbagipendampingdanoperator;(f)bimbinganteknisbagi petugas layanan kesehatan dan pendidikan; dan (g) penerapan SOP mengenaipencetakandandistribusidokumenverifikasi;

    6. BeberapapenyempurnaanuntukpelaksanaanprogramRaskinantara lain:(a)verifikasidataRTS akibatperubahan karenameninggal,pindah, atau sudah tidakmiskin lagi sesuai hasilmusyawarahdesayangdiikutiolehperwakilanRTSdarisetiapSatuanLingkunganSetempat(SLS);(b)PemerintahDaerahdiharapkandapatberperandalammendistribusikanberasdarititikdistribusi(TD)ketitikbagi(TB);(c)peningkatanmutuberasmelaluipemeriksaanberassebelum penyaluran oleh Tim Raskin Provinsi/Kabupaten/Kota; (d) Pemerintah Provinsi,Kabupaten/Kota,Kecamatan,danDesa/KelurahanharusmembantukelancaranpembayaranHargaPembelianBeras (HPB)Raskinataudapatmemberikandana talanganbagipenerima

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 47

    yang mampu; (e) menia oor bai antar ja Wa) maupun antar n aerah; (f) menggan i Zin an an berjenjang at W hingga penerima manfaat; (g) monitoring evaua penyauran Zin pengauan a (h) Pemerintah Daerah unt ana peampingan untu an Rin; (i) mengimemeni a pembayaran tunai (cash & carry);

    7. U rencana t program-program i er II antara in: (a) mening evaai penghitungan untu meat erapa na yang berg i a rang meningatan waya a terhap program-program PNPM yang eang ngung; (b) opma forum pra ng, mana forum a t i i antara u mayaraat an rencana SKPD, peningan perencanaan i (c) aan perubahan ie p pa ang in ecamatan mengin peran an pari perempuan, ibaha paa ang ecamatan, ingga a a teranai paa tahun beriutnya; () menin an an an meai penyeaan ma pa ayan, pembiya, pengah, an pemaar hi erta pet garam meai ayaan mina per n ayaan garam Upaya n a engan memberi guna m perm meai perban; (e) opmi penyiapan perencanaan egiatan PNPM Maniri ng Pariw, terutama am me pengan an penyan tenaga penamping erta i untu peningatan uungan arana praarana peningatan promo a wta; (f) tit program PNPM RIS pat u evauai ap - yang terapat antara a baan pan untu perencanaannya; (g) untu giatan program PNPM-P2DTK peru percepatan pengaaan n i Financial Management Specialist (FMS) untu abupaten-abupaten yang te penumpuan anggaran i ma n memperpanjang janga u pemberuan SK Sat Kabupaten ebeya; (h) unt program PUAP, nya me vai g eh Kementerian Pertanian ehingga an terjai h aaran am penyan PUAP, pernya perbai terhap petunju teni PUAP, an unya r antara program PNPM Penguatan program PUAP agar tercipta nambungan program;

    8. an pbangan an program an egiatan pemberaan opei UMKM paa tahun 2010, pemerintah mean beberapa h untu menangani yang aa me: (a) menia caupan egiatan-an yang ngan penguatan umber ya ia UMKM, huya n irauhaan; (b) menung a KUR meai enggaraan i program KUR an penyan penampingan bagi UMKM yang tur KUR; (c) menia ua aan, SDM pengeoa pi pembiayaan KSP/KJKS n LKM bagi UMKM; an () meningatan janauan em penuung euangan unt meningan pembiayaan UMKM; an

    9. Rencana jut am peningatan i vi o penanggngan iinan erta harmoni antar antara ain: (a) egiatan bi e an anggaran penanggugan iinan p pat mengembangan ebijaan tentang perencanaan penganggaran yang pro-poor an terintegrai i ng ah, ngan penguatan an TKPKD;

  • 48 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    (b) penguatan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di daerah dapat dilaksanakandenganmengembangkan kelembagaan yang sesuai dengan struktur organisasi yang barusesuaiPerpres15/2010; (c)koordinasipenguatanmasyarakatdankawasanperludipayungidengankebijakanyangmengurangitingginyaegosektordanegodaerahsertameningkatkanintegrasiprogrampemberdayaanmasyarakatlainnyaagarmemberikansinergitasyanglebihtinggi di dalammeningkatkan kesejahteraan rakyat; (d) koordinasi kebijakan kelembagaandankemitraanmasihperlumengembangkankebijakanyangmeningkatkan sinergitasantarpelaku di dalam penanggulangan kemiskinan, yakni memperkuat kemitraan antarapemerintah dengan dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga swadaya masyarakat(masyarakat madani); (e) koordinasi kebijakan keuangan mikro dan pemanfaatan TTGditujukanuntuklebihmenyosialisasikanprogram/kegiatankeuanganmikrodanpemanfaatanTTGsertameningkatkanefektivitasprogramdidaerah.

    Tabel2.4.1.PencapaianPembangunanPrioritasNasional4:

    PenanggulanganKemiskinan,Tahun2010

    NORPJMN20102014

    CAPAIAN2009*

    CAPAIAN2010*SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET

    2010*1

    BANTUANSOSIALTERPADU:Integrasiprogramperlindungansosialberbasiskeluargayangmencakupprogrambaikyangbersifatinsidensialataukepadakelompokmarginal,programkeluargaharapan,bantuanpangan,jaminansosialbidangkesehatan,beasiswabagianakkeluargaberpendapatanrendah,PendidikanAnakUsiaDini(PAUD),danParentingEducationmulai2010dandiperluasmenjadiprogramnasionalmulai20112012

    Terumuskannyakebijakanpembiayaandanjaminankesehatan

    Persentasependuduk(termasukseluruhpendudukmiskin)yangmemilikijaminankesehatan

    59 48a

    59,07b

    Meningkatnyapelayanankesehatandasarbagipendudukmiskindipuskesmas

    Jumlahpuskesmasyangmemberikanpelayanankesehatandasarbagipendudukmiskin

    8.481 8.541c

    8.967b

    MeningkatnyapelayanankesehatanrujukanbagipendudukmiskindiRS

    PersentaseRSyangmelayanipasienpendudukmiskinpesertaprogramJamkesmas

    75 62d

    75b

    TersalurkannyasubsidipendidikanbagisiswaSD/SDLB,SMP/SMPLB,SMA,SMK,danmahasiswa

    Jumlahsiswa:SD/SDLBSMP/SMPLBSMASMKPTN/PTS

    2.767.282966.064378.783305.53565.000

    2.246.800871.193248.800305.95065.000

    Meningkatnyapembinaan,kesertaan,dankemandirianberKBmelalui23.500klinikpemerintahdanswasta

    JumlahpesertaKBbarumiskin(KPSdanKS1)danrentanlainnyayangmendapatkanpembinaandanalokongratismelalui23.500klinikKBpemerintahdanswasta

    3,75juta 2,95juta 3,76juta

    JumlahpesertaKBaktifmiskin(KPSdanKS1)danrentanlainnyayang

    11,9juta 13,10juta 14,26juta

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 49

    NO RPJMN 2010014

    CAPAIAN 2009*

    CAPAIAN 2010* SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR

    TARGET 2010*

    mendapatkan pembinaan dan alokon s melalui 23.500 klinik KB pemerintah dan swasta

    Meningkatnya pembinaan dan kemandirian ber-KB keluarga Pra-S dan KS-1

    Jumlah PUS anggota Kelompok Usaha Ekonomi Produkf yang menjadi peserta KB mandirie

    22.000 kelompok

    1.224.059 keluarga

    1.026.929 keluarga

    Jumlah mitra kerja yang memberikan bantuan modal dan pembinaan kewirausahaan kepada Kelompok Usaha Ekonomi Produkf

    34 34 34

    Jumlah mitra kerja yang menjadi pendamping kelompok Usaha Ekonomi Produkf

    3 3 3

    Terlaksananya pemberian Bantuan Tunai Bersyarat bagi RTSM (PKH)

    Jumlah RTSM yang mendapatkan Bantuan Tunai Bersyarat PKH (RTSM)

    816.000 726.376 772.830

    Penyediaan beras untuk seluruh Rumah Tangga Sasaran (RTS) dengan jumlah yang memadai dalam satu tahun

    Jumlah RTS penerima Raskin (dengan 15 kg per RTS selama 12 bulan)

    17.488.007 18.497.302 17.488.007

    2. PNPM MANDIRI : Penambahan anggaran PNPM Mandiri dari Rp. 10,3 trilyun pada 2009 menjadi Rp. 12,1 trilyun pada 2010, pemenuhan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Rp.3 Milyar per kecamatan untuk minimal 30% kecamatan termiskin di perdesaan, dan integrasi secara PNPM Pendukung

    Pemberdayaan masyarakat dan percepatan penanggulangan kemiskinan & pengangguran di kelurahan/ kecamatan (PNPM Perkotaan)

    Keswadayaan Masyarakat (kelurahan)

    10.948 Desa/Kel

    11.039 Desa/Kel

    10.948 Desa/Kel

    Pemberdayaan masyarakat dan percepatan penanggulangan kemiskinan & pengangguran di kecamatan dan desa/ (PNPM Perdesaan)

    Cakupan penerapan PNPM-MP dan Penguatan PNPM

    a. PNPM In 4.805 kec di 495

    kabupaten/kota di 32 provinsi

    4.371 kec di 465

    kabupaten/kota di 32 provinsi

    4.805 kec di 495 kabupaten/kota

    di 32 provinsi

    b. PNPM Penguatan (termasuk di dalam lokasi PNPM In)

  • 50 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    NO RPJMN 2010014

    CAPAIAN 2009*

    CAPAIAN 2010* SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR

    TARGET 2010*

    - PNPM Generasi

    189 kec 164 kec di 21 kab di 5

    prov

    189 kec di 25 kab di 6 prov

    - PNPM Integrasi SPP- SPPN

    33 kab 10 kab di 8 prov

    40 kab

    - PNPM Perbatasan

    80 kec 80 kec 80 kec di 15 kab di 4 prov

    Cakupan wilayah kegiatan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana krisis di Kab. Nias dan Nias Selatan

    2 kab/9 kec 2 kab/5 kec 2 kab/9 kec

    PNPM Mandiri Kelautan dan Perikanan

    120 kab/kota 120 kab/kota

    120 kab/kota

    Jumlah fasilitasi Pemda dalam pengembangan usaha ekonomi masyarakat nggal termasuk PNPM PISEW

    9 prov, 32 kab 9 prov, 32 kab

    9 prov, 34 kab

    Jumlah cakupan lokasi garapan PAMSIMAS

    32 kab 109 kab/kota di

    15 prov

    109 kab/kota di 15 prov

    Cakupan PNPM-LMP 72 kec 78 kec di 26 kab

    78 kec di 26 kab di 4 8

    prov Infrastruktur pendukung kegiatan ekonomi & sosial (RISE)

    237 kecamatan 237 kecamatan

    Infrastruktur Perdesaan (RIS)

    215 kecamatan 479 kecamatan

    215 kecamatan

    Persentase Pemda yang mengimplementasikan kebijakan terkait dengan PNPM-PISEW (9 provinsi, 34 kabupaten)

    100% 100% 100%

    Infrastruktur air limbah (SANIMAS)

    27 kab/kota 97 kawasan 38 kawasan

    Jumlah desa yang terfasilitasi air minum (PAMSIMAS)

    1472 desa 1571 desa 1569 desa

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 51

    NORPJMN20102014

    CAPAIAN2009*

    CAPAIAN2010*SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET

    2010*Jumlahkabupatentertinggalyangmengembangkanmekanismepengarusutamaankegiatandalampengembangankawasanperdesaan,mendapatkanbantuanstimulandalampembangunaninfrastrukturuntukpercepatanpembangunandaerahtertinggal,danmendapatkanbantuanstimulantuntukmeningkatkankapasitaskelembagaanperencanaan(PNPMP2DTK)

    32Kab 32Kab 32Kab

    MeningkatnyajumlahdesawisatamelaluiPNPMbidangpariwisata

    Jumlahdesawisata(PNPMPariwisata)

    200desa 104desa 200desa

    Meningkatnyaaksespetani/peternakpadaskimkreditbersubsidi,sistembagihasil,komersial,bantuanlangsungdanpenumbuhankelembagaankeuanganmikrountukmendukungpeningkatanproduksipertanian.

    Tersusunnyamodelpembiayaanbersubsidi

    4 1

    PenguatanmodalGapoktanPUAP(Gapoktan)

    10.000 8.587

    Tersusunnyakebijakanpembiayaanpertanian

    1 1

    3 KREDITUSAHARAKYAT(KUR):PelaksanaanpenyempurnaanmekanismepenyaluranKURmulai2010danperluasancakupanKURmulai2011

    MeningkatnyapenyaluranKUR

    Penyediaanpenjaminan,sosialisasidanpendampinganKUR

    100% 100%

    Meningkatnyakapasitasdanjangkauanpenyediaanmodal/pembiayaanbagikoperasidanUMKM

    JumlahkoperasidanUMKMyangmenerimabantuanmodal/pembiayaan

    2.600koperasi/kelompok

    99,46%

    Meningkatnyakualitaskelembagaankoperasidanpemahamanmasyarakatdanaparatpembinamengenaipraktekberkoperasisesuaiprinsipdanjati

    Jumlahpelaksanaanpengembangankoperasiskalabesar,pengelolakoperasi,pemasyarakatanperkoperasiandanperbaikandiklatluh

    5kebijakan/1.000orang

    pembina

    100%

  • 52 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    NORPJMN20102014

    CAPAIAN2009*

    CAPAIAN2010*SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET

    2010*dirikoperasi perkoperasian

    BerkembangnyasaranausahapemasaranKUMKM

    Jumlahdukungandanfasilitasisaranapemasaranmelaluikoperasi

    5.737KUMKM 53,60% 80,55%

    4 TIMPENANGGULANGANKEMISKINAN:RevitalisasiKomiteNasionalPenanggulanganKemiskinan(KNPK)dibawahkoordinasiWakilPresiden,penggunaanunifieddatabaseuntukpenetapansasaranprogrammulai20092010,danpenerapansistemmonitoringdanevaluasiyangakuratsebagaidasarkeputusandanalokasianggaran

    Meningkatnyajumlahkoordinasi,sinkronisasi,kajiansertapemantauandanevaluasikebijakanpenanggulangankemiskinandibidangpengarusutamaankebijakandananggaran

    Jumlahpenyiapankegiatankoordinasidansinkronisasikebijakandanperaturanperundanganpenanggulangankemiskinandibidangpengarusutamaankebijakan

    8kegiatan 8kegiatan 8kegiatan

    Jumlahpenyiapankegiatankoordinasidansinkronisasikebijakanpenanggulangankemiskinandibidangpengarusutamaananggaran

    4kegiatan 4kegiatan 4kegiatan

    Tingkat(indeks)koordinasikebijakandananggaranpenanggulangankemiskinandanperaturanperundangannya

    100% 100% 100%

    Meningkatnyajumlahkoordinasi,sinkronisasi,kajiansertapemantauandanevaluasikebijakanpenanggulangankemiskinandibidangpenguatankelembagaanTKPK

    JumlahpenyiapankegiatankoordinasidansinkronisasikebijakankelembagaanTKPK

    8kegiatan 8kegiatan 8kegiatan

    JumlahusulanrekomendasikebijakanpenguatankelembagaanTKPK

    6kegiatan 6kegiatan 6kegiatan

    Tingkat(indeks)usulanrekomendasikebijakanyangmenjadikebijakanformal

    100% 100% 100%

    Meningkatnyajumlahkoordinasi,sinkronisasi,kajiansertapemantauandanevaluasikebijakanpenanggulangankemiskinandibidangpenguatanmasyarakatdankawasan

    Jumlahpenyiapankegiatankoordinasidansinkronisasipelaksanaankebijakanpemberdayaanmasyarakatdalampenguatanmasyarakatdankawasanperkotaan

    9kegiatan 9kegiatan 9kegiatan

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 53

    NORPJMN20102014

    CAPAIAN2009*

    CAPAIAN2010*SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET

    2010*Jumlahpenyiapankegiatankoordinasidansinkronisasipelaksanaankebijakanpemberdayaanmasyarakatdalampenguatanmasyarakatdankawasanperdesaan

    10kegiatan 10kegiatan 10kegiatan

    Tingkat(indeks)koordinasidansinkronisasikebijakanpemberdayaanmasyarakatdalampenguatanmasyarakatdankawasanperkotaandanperdesaan

    100% 100% 100%

    Meningkatnyajumlahkoordinasi,sinkronisasi,kajiansertapemantauandanevaluasikebijakanpenanggulangankemiskinandibidangkelembagaandankemitraan

    Jumlahpenyiapankegiatankoordinasidansinkronisasipenguatankelembagaanpenanggulangankemiskinan

    8kegiatan 7kegiatan 8kegiatan

    Jumlahpenyiapankegiatankoordinasidansinkronisasipelaksanaankemitraanpenanggulangankemsikinan

    6kegiatan 6kegiatan 6kegiatan

    Tingkat(indeks)koordinasidanhasilsinkronisasipelaksanaanpenguatankelembagaandankemitraan

    100% 100% 100%

    Meningkatnyajumlahkoordinasi,sinkronisasi,kajiansertapemantauandanevaluasikebijakanpenanggulangankemiskinandibidangKeuanganMikrodanPemanfaatanTTG

    JumlahpenyiapankegiatankoordinasidansinkronisasipersiapanLKMdenganK/Lmaupunmasyarakat

    7kegiatan 8kegiatan 7kegiatan

    JumlahpenyiapankegiatankoordinasidansinkronisasipengembangandanpemanfaatanTeknologiTepatGuna

    5kegiatan 4kegiatan 5kegiatan

  • 54 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    NO RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009*

    CAPAIAN 2010* SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR

    TARGET 2010*

    Tingkat (indeks) koordinasi kebijakan pelaksanaan LKM dan pengembangan Teknologi Tepat Guna

    100% 100% 100,00%

    Catatan: *) Data masukan dari sektor-sektor terkait di Bappenas Sumber:

    a. Kementerian Kesehatan, 2009 b. Kementerian Kesehatan, 2010 c. Wl Kesehatan, 2009 d. Dihitung dari Wl Kesehatan, 2009 e. Angka ini merupakan jumlah keluarga Pra KS dan KS 1 yang akf berusaha pada kelompok UPPKS. Data UPPKS

    yang menjadi KB Mandiri tahun 2009-2010 sulit diperoleh mengingat kegiatan ini membutuhkan sinergi antara program kemiskinan lainnya untuk mendukung peningkatan ekonomi keluarga.

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 55

    BAB2.5.PRIORITASNASIONAL5:KETAHANANPANGAN2.5.1. PengantarKetahananPanganmerupakansalahsatuprioritasnasionaldalamRPJMN20102014.KetahananPangan memainkan peran dalam pembangunan terutama dalam: (1) memenuhi kebutuhankonsumsi pangan dalam negeri dan industri, (2) mendukung peningkatan kualitas SDM, (3)menyerap tenagakerja, (4)memberikankontribusibesar terhadapPDBdanekspornasional, (5)mendukungkeberhasilanpembangunansektorlainnya,dan(6)menjagastabilitasnasionalsecaraumum. Sesuai dengan RPJMN 20102014, prioritas nasional ini diarahkan untukmeningkatkanketahanan dan kemandirian pangan serta kecukupan gizi masyarakat secara luas. Selain itu,pembangunanketahananpangandiarahkanpulauntukmelanjutkandanmeningkatkanrevitalisasipertaniandalam rangkameningkatkandaya saingprodukpertanian,peningkatan kesejahteraanpetanisertapelestariansumberdayaalamdanlingkunganhidup.Berdasarkan sasaran utamapembangunan ketahanan pangan pada RPJMN 20102014, sasarandan targetuntuk tahun2010 ialahmeningkatnyaproduksikomoditaspanganutama,yaitupadisebesar6566 jutatonGabahKeringGiling(GKG), jagung19,8 jutaton,kedelai1,5 jutaton,gulasebesar2,9 jutaton,sertadagingsapisebesar414ributon;meningkatnyaPDBsektorpertanian

  • 56 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    sebesar 3,6 persen; terjaganya stabilitas harga pangan serta meningkatnya kesejahteraan petani yang diindikasikan dengan meningkatnya Nilai Tukar Petani menjadi 105-110.

    2.5.2. Pencapaian Prioritas Nasional 5: Ketahanan Pangan Keberhasilan pencapaian pemantapan ketahanan pangan pada tahun 2010 ditunjukkan oleh peningkatan produksi bahan pangan. Produksi padi berhasil mencapai 66,5 juta ton GKG, jagung mencapai 18,3 juta ton pipilan kering, kedelai mencapai 907,0 ribu ton biji kering, gula mencapai 2,7 juta ton Gula Kristal Wh (GKP), daging sapi mencapai 440 ribu ton karkas, serta ikan 10,83 juta ton. Berdasarkan data tersebut, produksi padi dan daging sapi telah mampu mencapai target yang ditetapkan, sedangkan untuk produksi jagung, kedelai, dan gula, pemerintah dan masyarakat masih perlu berupaya bersama untuk dapat lebih meningkatkan jumlah produksinya.

    Pada tahun 2010 pertumbuhan PDB sektor pertanian, perikanan dan kehutanan mencapai 2,9 persen. Angka tersebut lebih rendah dari angka sasaran yaitu sebesar 3,6 persen. Dibandingkan dengan tahun 2009, PDB sektor pertanian tahun 2010 juga mengalami penurunan dari 4,0 persen.

    Dari sisi ketenagakerjaan, sektor pertanian, perikanan dan kehutanan mampu memberikan lapangan kerja bagi sekitar 41,5 juta orang. Sedangkan dari sisi Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) pada tahun 2010 masing-masing mampu mencapai 102,75 dan 105,5. Capaian indeks NTP dan NTN masih lebih rendah dari target yang ditetapkan.

    Tabel 2.5.1 Capaian Sasaran Prioritas Nasional 5: Ketahanan Pangan Tahun 2010

    Indikator Satuan Target Capaian Produksi Padi juta ton GKG 66,9 66,5 Produksi Jagung juta ton 19,8 18,3 Produksi Kedelai ribu ton 1.300 907,0 Produksi Tebu/Gula juta ton 3,0 2,7 Produksi Daging Sapi ribu ton 412 440 Produksi Perikanan juta ton - 10,83 Pertumbuhan PDB % 3,6 3,7 2,9 Penyerapan Tenaga Kerja juta orang 43,7 41,5 Indeks NTP/NTN >105/105 102,75/105,5 Konsumsi Kalori Kkal/kapita/hari - 1.957,0 Skor PPH 86,4 80,6

    Sumber: BPS (ATAP, 2011), Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan Perikanan (2011).

    Kondisi harga bahan pangan cukup uktuf dengan kecenderungan yang semakin meningkat yang dipengaruhi oleh kemunduran musim panen serta permasalahan distribusi dan logik bahan pangan antarwaktu dan antarwilayah. Untuk menjamin aksesibilitas masyarakat miskin terhadap pangan, khususnya beras, pada tahun 2010 Pemerintah telah menyalurkan beras melalui Program Raskin bagi seluruh rumah tangga sasaran sebanyak 2,93 juta ton beras. Berdasarkan hasil Susenas, konsumsi kalori penduduk Indonesia pada tahun 2010 meningkat dari rata-rata 1.927,6 kkal/kapita/hari pada tahun 2009 menjadi 1.957,0 kkal/kapita/hari. Konsumsi ikan mencapai 30,47 kg/kapita/tahun, meningkat sebesar 4,78 persen dibandingkan dengan konsumsi pada tahun 2009 yang mencapai 29,08 kg/kapita/tahun. Sedangkan untuk skor Pola Pangan Harapan (PPH), pada tahun 2010 mencapai 80,6, lebih rendah dari target yaitu sebesar 86,4.

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 57

    2.5.3. PermasalahanPencapaianPembangunan ketahanan pangan tahun 2010 mampu mencapai beberapa sasaran utama,terutamaproduksipadi,daging,ikan,dankonsumsipanganmasyarakat.Dilainpihak,pencapaiansasaran pembangunan ketahanan pangan juga menghadapi beberapa kendala. Permasalahanpermasalahan tersebut terutama terkait dengan lahan, infrastruktur, penelitian danpengembangan,investasidanpembiayaan,pangandangizi,sertaadanyaperubahaniklim.Tingginya tekanan terhadap lahan pertanian pangan menjadi salah satu permasalahan utamadalampembangunanketahananpangan.Targetpengembanganarealpertanianbarupadatahun2010seluas32,5 ribuhektarmasihbelum terpenuhi.Luasanarealsawahdan lahankeringyangdikembangkan masih sekitar 9,8 ribu hektar. Alih fungsi dan kompetisi penggunaan lahanpertanian pangan sangat membatasi pencapaian produksi bahan pangan. Pemanfaatan lahankering dan lahan terlantar juga masih menghadapi beberapa kendala, diantaranya yaituketersediaanair irigasi.Deforestasidandegradasi lahan jugamengakibatkanpenurunankualitaslahan dan dukungan ketersediaan air. Luasan lahan yang berhasil dioptimasi pada tahun 2010seluas9,4ribuhektar jugamasihbelummencapai targetseluas25ribuhektar.Sebagaidampakdarikendalatersebut,capaianbeberapatargetsasaranproduksi(jagung,kedelai,gula)masihlebihrendahdari target yangdiharapkan. Selain itu,produksiperikanan tangkapdi laut sudahmulaiterbatas pertumbuhannya karena beberapa kawasan perairan sudah mengalami fullyexploited/overfishing.Sarana dan prasarana pertanian dan perdesaan belum sepenuhnya mampu melayani seluruhwilayah produsen pangan. Jaringan irigasi yang ada masih belum berfungsi secara optimalsehinggamemerlukan upaya peningkatan dan rehabilitasi terutama di daerah sentra produksipangan dan daerahdaerah irigasi besar. Pelaksanaan pembangunanwaduk/embung/situmasihterkendala oleh pembebasan tanah dan permasalahan sosial, sedangkan untuk pengembanganrawadihadapkanpadaisulingkungandanmoratoriumijinpemanfaatanlahangambut.Saranadanprasarana perhubungan dan logistik pendukung distribusi pangan belum mampu menjangkauseluruh lapisan masyarakat. Sementara itu, produksi perikanan budidaya mengalami kendalaberupa adanya keterbatasan akses ke input produksi (benih, bibit, dan modal) dan belummemadainya sarana dan prasarana budidaya (tambak dan irigasi) sehingga produksi perikananbudidaya belum meningkat secara optimal. Kondisi infrastruktur jalan yang masih terbatasmeningkatkanbiayatransaksidanmenurunkanmutuprodukhasilpertaniandanperikanan.Selainitucakupaninfrastrukturdankualitaspenyuluhanpertaniandanperikananmasihrendah.Penelitiandanpengembangandalambidangpertaniandanperikananmasihperludikembangkan.Selain itu, masih lemahnya diseminasi teknologi dan pemanfaatan teknologi tersebut kepadamasyarakat secara luasmenjadi kendala bagi adopsi penerapan teknologi untukmeningkatkanproduksi.Mekanisme investasidanpembiayaanpertaniandanperikananyangadamasihbelumdapatdijangkauolehmasyarakat.Perubahan iklimmempengaruhimusim, cuaca, curah hujan, dan bencana. Perubahan tersebutberdampak terhadap produksi bahan pangan. Dampak perubahan iklim tersebut tidak hanyadirasakan pada kegiatan onfarm namun juga dihadapi dalam kegiatan offfarm, sepertipengolahanpascapanendanpemasaranhasilpertaniandanperikanan.Kendalakendala di atas tidak berdiri sendiri, namun saling terkait dalammempengaruhi upayapencapaian sasaran ketahanan pangan. Capaian produksi jagung, kedelai, dan gula terutamaterkendalaolehkombinasimasalahalihfungsilahandankompetisilahandengankomoditaspadi,dukungan infrastruktur pertanian, dan perubahan iklim. Tingginya curah hujan menyebabkan

  • 58 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    petanilebihmemilihuntukmenanampadi.Kondisiiklimbasahinijugamenyebabkanpeningkatanserangan organisme pengganggu tanaman (OPT) bagi jagung dan kedelai serta menurunnyatingkatrendemengula.PDBsektorpertaniantahun2010mamputumbuhpositifdengantingkatpertumbuhan2,9persen.Namundemikianpembangunanketahananpangandiharapkanmampulebihmendongkraksektorpertanianuntuktumbuhsekitar3,6persen.Capaiansasaraniniterkendalaolehtingginyatekananterhadap lahandan air sehinggapertumbuhanproduksidanproduktivitaspertanian,perikanandan kehutanan belum optimal. Selain itu, nilai tambah ekonomi dan mutu hasil pertanian,perikanan dan kehutanan jugamasih perlu ditingkatkan. Penerapan teknologi dan aksesibilitaspembiayaanpertanianakanmenjadi faktorpentingdalampeningkatanaktivitasekonomi sektorpertanian.Walaupun telah meningkat, tingkat kesejahteraan masyarakat pertanian masih perlu terusdiperhatikan. Rendahnya tingkat penguasaan lahan merupakan kendala utama. Selain itupeningkatan produktivitas dan kualitas hasil juga akan menentukan pendapatan petani dannelayan. Lebih lanjut, peran penyuluhan untukmendiseminasikan teknologi dalammengangkatnilai tambah produk jugamasih belum berjalan optimal. Berbagai kendala tersebut selama inimenjadipermasalahandalampencapaian targetkesejahteraanmasyarakatpertanian,perikanandankehutanan.2.5.4. RencanaTindakLanjutSecara umum, pada tahun 2010, produksi bahan pangan mampu tumbuh secara positif danbeberapa target sasaran produksi telah tercapai. Selain itu, PDB sektor pertanian dan tingkatkesejahteraan petanimeningkat namunmasih belum tumbuh seperti yang diharapkan.Masihterdapatbeberapapermasalahan yangmenjadi kendalapencapaian targetpembangunan.Olehkarena itu diperlukan beberapa tindak lanjut dalam upaya mencapai sasaran pembangunanketahananpangankedepan.Ketersediaan input produksi terbukti mampu mempertahankan dan bahkan meningkatkanproduksi dan produktivitas selama ini. Oleh karena itu, penyaluran input produksi (terutamapupuk,benih/bibit)akantetapdilanjutkandan lebihditingkatkan.Selain itu,kondisicurahhujansepanjangtahunselama ini jugasangatberperandalamprosesbudidayabahanpangan.Dengandemikian pengelolaan lahan dan irigasi yang didukung dengan informasi iklim akan lebihditingkatkankedepan.Di lainpihak,permasalahan lahanakanditindaklanjutidengan implementasiperlindungan lahanpertanianpanganberkelanjutan.Selainitu,pemerintahtetapakanmeminimalisiralihfungsilahangunameningkatkanketersediaanpangannasional,sertadiiringidenganperluasanarealpertanianbaru.Upayaupaya tersebut diharapkan akanmampumengatasimasalah: (1) lajuproduktivitasyang mengalami kemandegan, (2) alih fungsi lahan pangan ke penggunaan lain yang belumberhasilditekanketingkatminimal,(3)penyusutanlahanpangankarenanaiknyaparasmukalautakibat pemanasan global, dan (4) skala penguasaan garapan usahatani sehingga pendapatanpetanimeningkat.Upaya pengelolaan sumber daya perikanan dilakukan melalui pengendalian dan penataanperikanan tangkap dan peningkatan pertumbuhan produksi perikanan budidaya. Upayapengelolaanpenangkapandilautlebihdiarahkanpadapengendaliandanpenataanfaktorproduksiuntuk menghasilkan pemanfaatan yang berkesinambungan. Untuk meningkatkan produksiperikananbudidaya,dapatdilakukanpeningkatankegiatanupaya intensifikasidanekstensifikasi

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 59

    usahaperikananmelaluipeningkatanproduktivitasdenganpenyediaansaranaperikanansepertibantuanbenih,penerapanteknologidanpenyuluhan;sertapeningkatanpemanfataanlahantiduruntukusahaperikanansertapengembangankawasanminapolitan.Mengingat sebagian besar kegiatan usaha tani berlokasi di perdesaan,maka ketersediaan dankualitas saranadanprasaranapertaniandanperdesaan akan terusdiperhatikan.Pembangunansaranadanprasaranapertaniandanperdesaanakandilanjutkanuntukmendukungpemanfaatanlahan kering dan lahan terlantar. Pemerintah juga akanmengidentifikasi potensi daerah irigasibaru, terutamadi luarPulau Jawadanmeningkatkan kualitas infrastrukturpadadaerahdaerahirigasi terbangun. Pembenahan sarana dan prasarana distribusi transportasi akan puladikembangkan guna mendukung distribusi bahan pangan antarwaktu dan antarwilayah(connectivity).Selainitu,peningkatancakupanpenyuluhandankualitaspenyuluhanpertaniandanperikananakanlebihdifokuskangunamendukungpencapaianketahananpangan.Pembangunan ketahanan pangan juga akan diperkokohdenganpercepatanpenganekaragamankonsumsimasyarakat untukmengantisipasi peningkatan pertumbuhan dan kualitas permintaanmasyarakat terhadapbahanpangan. Selain itu,perbaikanmutu, keamananpangan, kandunganresidu dan bahan berbahaya dalam proses pengolahan, perbaikan lingkungan dan penyakitzoonosis akan tetap diperkuat. Yang tidak kalah penting, langkahlangkah stabilisasi harga danpenguatancadanganbahanpangandalamnegeriakanterusmenjadifokuskebijakankedepan.Mekanismediseminasihasilpenelitiandanpengembangandibidangpertanian,penyediaandanpeningkatanaksespermodalansertapendampinganbagimasyarakatpetaniakanterusdiperbaiki.Upayatersebutdiharapkandapatmeningkatkanpengetahuandankesejahteraanpetani,sehinggapetanilebihmandiri.Terkait dengan perubahan iklim, upaya adaptasi dan mitigasi akan lebih diperkuat. Dalamhubungan ini telah dirumuskan langkahlangkah nyata pengamanan produksi pangan dalammengahadapi iklim ekstrim terutamamelalui Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2011 tentangPengamananProduksiBerasNasionaldalamMenghadapiKondisi IklimEkstrim.Upayaantisipasiinimenuntutkoordinasi,kerjasamadanmonitoringevaluasiantarinstansiyangsangatintensif.

    Tabel2.5.2.PencapaianPembangunanPrioritasNasional5:KetahananPangan,Tahun2010

    NoRPJMN20102014

    CAPAIAN2009

    CAPAIAN2010SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET

    20101 LAHAN,

    PENGEMBANGANKAWASANDANTATARUANGPERTANIAN:Penataanregulasiuntukmenjaminkepastianhukumataslahanpertanian,pengembanganarealpertanianbaruseluas2juta

    Penataanregulasiuntukmenjaminkepastianhukumataslahanpertanian

    JumlahpaketrancanganperaturanperundangundangandankebijakandibidangpertanahandalamrangkamendukungpelaksanaanUndangundangPerlindunganLahanPertanianPanganBerkelanjutan

    1paket

    1paket

    Pengembanganarealpertanianbaruseluas2jutahektar

    Luasan(Ha)perluasanarealtanamanpangan(sawahdanlahankering),hortikultura,perkebunandankawasanpeternakan

    32.505 14.517(sawah)

    1.125(lahankering)

    8.856(sawah)

    1.077,5(lahankering)

  • 60 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    NoRPJMN20102014

    CAPAIAN2009

    CAPAIAN2010SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET

    2010hektar,penertibansertaoptimalisasipenggunaanlahanterlantar

    Penertiban,sertaoptimasipenggunaanlahanterlantar

    Luasan(Ha)lahanyangdioptimasi,dikonservasidandirehabilitasi,direklamasi(Pengembanganrumahkompos)

    25.709 12.370(optimasi)

    9.434(optimasi)235rumah

    kompos

    2. INFRASTRUKTUR:Pembangunandanpemeliharaansaranatransportasidanangkutan,pengairan,jaringanlistrik,sertateknologikomunikasidansisteminformasinasionalyangmelayanidaerahdaerahsentraproduksipertaniandemipeningkatankuantitasdankualitasproduksisertakemampuanpemasarannya

    Pembangunandanpemeliharaansaranatransportasidanangkutanyangmelayanidaerahdaerahsentraproduksipertaniandemipeningkatankuantitasdankualitasproduksisertakemampuanpemasarannya

    Tersedianyajalansepanjang12.500kmuntukJalanUsahaTani(JUT)danjalanproduksi,sertatersedianyadatabidangtanahpetaniyanglayakdisertifikasi

    952 483(JUT)469(jalanproduksi)

    72.600persil(tanahyg

    disertifikasi)Jumlahpelabuhanperikanandenganfokuspembangunandilingkarluardandaerahperbatasanyangpotensial

    968

    816 816

    Pembangunandanpemeliharaanpengairanyangmelayanidaerahdaerahsentraproduksipertaniandemipeningkatankuantitasdankualitasproduksi

    Tersedianyaoptimasipemanfaatanairirigasimelaluiperbaikanjaringanirigasitingkatusahatani(JITUT)/Jaringanirigasidesa(JIDES)danpengembanganTataAirMikro(TAMyangberfungsi(ha)

    108.486 57.527(jitut)44.227(jides)6.030(TAM)

    Jumlahpengadaankapalperikanan>30GT(kapal)

    60

    N/A 46

    Jumlahunitperbenihanyangbersertifikat

    51 N/A 57

    Luaslayananjaringanirigasiyangmeningkat(ha)

    115ribu 88,81ribu* 115ribu

    Luaslayananjaringanirigasiyangdirehabilitasi(ha)

    200ribu 623,91ribu* 293ribu

    Luaslayananjaringanirigasiyangdioperasikandandipelihara(ha)

    2,32juta 83,37ribu 2,32juta

    Luaslayananjaringanrawayangmeningkat(Ha)

    10ribu 102,97ribu* 8,08ribu

    Luaslayananjaringanrawayangdirehabilitasi(Ha)

    85ribu 159,42ribu 79,37ribu

    Luaslayananjaringanrawayangdioperasikandandipelihara(ha)

    800ribu 376,32ribu 1,108juta

    Jumlahsumurairtanahyangdibangun/ditingkatkan(unit)

    70 94 84

    Jumlahsumurairtanahyangdirehabilitasi(unit)

    230sumurairtanah

    3,03ribuhektar

    97sumurairtanah

    Jumlahsumurairtanahyangdioperasikandandipelihara(unit)

    425sumurairtanah

    3ribuhektar 188sumurairtanah

    Luaslayananjaringantataairtambakyangdibangun/ditingkatkan(ha)

    1.000 1.021

    Luaslayananjaringantataairtambakyangdirehabilitasi(ha)

    4.000 2.800

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 61

    No RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR

    TARGET 2010

    Jumlah waduk yang dibangun: - waduk selesai dibangun 1 2 - - embung/ situ selesai

    dibangun 20 12 45

    - waduk dalam pelaksanaan 5 - 8 Jumlah waduk yang direhabilitasi

    - waduk selesai direhabilitasi 2 2 12 - waduk dalam pelaksanaan

    rehabilitasi 9 - -

    - Embung/ situ selesai direhabilitasi

    37 11 21

    Jumlah waduk/embung/situ yang dioperasikan dan dipelihara

    182 171 14

    3

    PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN: Peningkatan upaya pene dan pengembangan bidang pertanian yang mampu menciptakan benih unggul dan hasil pene lainnya menuju kualitas dan produ hasil pertanian nasional yang nggi

    Peningkatan ini teknologi pertanian untuk mendukung peningkatan ketahanan pangan untuk tercapainya swasembada dan swasembada berkelanjutan

    Inoasi teknologi benih, bibit, pupuk, obat hewan dan tanaman, alsintan, dan produk olahan

    66 - 100

    Inoasi teknologi pengelolaan sumberdaya pertanian

    68 - 82

    Rekomendasi kebijakan pertanian

    60 - 63

    Diseminasi inosi teknologi benih, bibit, pupuk, obat hewan dan tanaman, alsintan dan produk olahan

    32 - 24

    Jumlah unggul baru tanaman pangan

    5 6 - 25

    Jumlah benih sumber yang diperbanyak oleh UPBS

    6 - 6

    Jumlah teknologi penanganan segar produk horkultura

    5 - 6

    Benih unggul berbasis biologi molekuler

    Jumlah benih unggul 1 - 100 % 1 padi tahan penggerek batang telah di Uji D Lokasi di 10 daerah untuk persiapan pelepasan benih unggul tahun 2011.

    Pupuk organik dari mikroba hay Indonesia

    Percontohan produksi pupuk organik di pedesaan

    1 100 % Pengembangan proses produksi pupuk organik

    100 % Aplikasi di Desa Cicurug, Sukabumi

    Keanekaragaman pangan

    Jumlah 2 Tahap pengembangan

    75 % 1 ubi kayu

  • 62 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    NoRPJMN20102014

    CAPAIAN2009

    CAPAIAN2010SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET

    2010beramilosatinggidanpengembanganvarietaskentanghitam

    Terbangunnyafasilitaslitbangbioteknologipeternakanmodern

    FasilitasLaboratoriumdanperalatannya

    2 100%1fasilitasFeed

    100%2UnitfasilitasrisetyaituDairyPlantdanKandangOtomatis

    Peningkatanupayapenelitiandanpengembanganbidangpertanianyangmampumenciptakanbenihungguldanhasilpeneilitianlainnyamenujukualitasdanproduktivitashasilpertaniannasionalyangtinggi.

    Varietaspadi(padisawah,padigogo,padidatarantinggidanpadihibrida)

    1

    Varietaskedelai(jenisbijibesar,genjah,produksitinggidanjenisbijihitam)

    1 1

    Varietasgandumtropisdansorghum

    1 1

    4 INVESTASI,PEMBIAYAAN,DANSUBSIDI:Doronganuntukinvestasipangan,pertanian,danindustriperdesaanberbasisproduklokalolehpelakuusahadanpemerintah,penyediaanpembiayaanyangterjangkau,sertasistemsubsidiyangmenjaminketersediaanbenihvarietasunggulyangteruji,pupuk,teknologidansaranapascapanenyangsesuaisecaratepatwaktu,tepatjumlah,danterjangkau

    Doronganuntukinvestasipangan,pertanian,danindustriperdesaanberbasisproduksistemolehpelakuusahadanpemerintah

    SLPTTpadi(ribuha) 2.500 2.394SLPTTJagunghibrida(ribuha) 150 149SLPTTkedelai(ribuha) 250 186Lajupertumbuhanproduksitanamanbuah

    0,05 3,8

    Lajupertumbuhanproduksitanamansayurandanbiofarmaka

    3,5% 3,77%

    Capaianluasareal(ribuhektar)pembinaandanpengembangantanamantebuuntukmendukungSwasembadaGulaNasional

    465 434

    Capaianluasareal(ribuhektar)pembinaandanpengembanganuntukpengembangankomoditaseksportembakau

    205 194

    Peningkatanluasareal(ribuhektar)pembinaandanpengembanganuntukkomoditasekspor

    Kopi 1.291 1.268 Teh 129 125 Kakao 1.655 1.652 Lada 192 186

    Pengembangankomoditaspemenuhankonsumsidalamnegeri

    Cengkeh 465 470Pengembanganternakpotong 21.000 820sapi

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 63

    No RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR

    TARGET 2010

    (ekor) 150 kerbau Pengembangan sapi perah (ekor)

    1.250 - 123

    Pengembangan kelompok unggas lokal

    230 - 200

    Pengembangan kelompok non unggas

    28 - 25

    Meningkatnya jumlah ekspor hasil pertanian

    15% - 15%

    Meningkatnya jumlah surplus neraca perdagangan hasil pertanian

    30% - 52%

    Jumlah kelembagaan penyuluhan pertanian yang terbentuk

    333 - 333

    Jumlah kelembagaan petani (gapoktan)

    30.000 - 30.636

    Jumlah BPP model 4.200 4.245 Penyediaan pembiayaan yang terjangkau

    Laporan Keuangan Belanja Subsidi Lain-lain (BSBL) yang lengkap dan tepat waktu

    100% - 100%

    Pengalokasian belanja pemerintah pusat yang tepat waktu dan een

    100% - 100%

    Penyediaan anggaran secara tepat waktu dan tepat jumlah untuk menunjang program di bidang pangan, pertanian, dan industri perdesaan sesuai dengan persetujuan

    100% - 100%

    Sistem subsidi yang menjamin ketersediaan benih varietas unggul yang teruji, pupuk, teknologi dan sarana pasca panen yang sesuai secara tepat waktu, tepat jumlah, dan terjangkau.

    Jumlah benih tanaman pangan bersubsidi (ribu ton)

    178,18 - 74,84 (padi-BLBU)

    13,35 (jagung-BLBU)

    19,78 (kedelai-BLBU)

    Jumlah pupuk bersubsidi (juta ton)

    11,06 - 7,36

    Jumlah unit perbenihan ikan yang

    51 unit N/A 57

    5

    PANGAN DAN GIZI: Peningkatan Kualitas Gizi dan Keanekaragaman Pangan Melalui Pola Pangan Harapan

    Meningkatnya pemantapan ketersediaan pangan dan penanganan rawan pangan.

    Jumlah Desa Mandiri Pangan yang dikembangkan.

    1.750 desa - 1.994 desa

    Meningkatnya pemantapan distribusi dan harga pangan.

    Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM)

    750 - 716

    Meningkatnya pemantapan

    Desa P2KP (Percepatan Penganekaragaman Konsumsi

    2.000 desa - 1.950 desa

  • 64 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    NoRPJMN20102014

    CAPAIAN2009

    CAPAIAN2010SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET

    2010penganekaragamakspangandankeamananpangan

    Pangan).

    Meningkatnyakualitaspenangananmasalahgizimasyarakat

    Persentasebalitaditimbangberatbadannya(D/S)

    65% 45,4%(Riskesdas,

    2007)

    49,4%(Riskesdas,

    2010)

    6 ADAPTASIPERUBAHANIKLIM:Pengambilanlangkahlangkahkongkritterkaitadaptasidanantisipasisistempangandanpertanianterhadapperubahaniklim

    MeningkatnyapopulasidanproduksihasilolahanternakruminansiaterkaitdenganDampakPerubahanIklim

    PengembangandanpembinaanBiogasAsalTernakBersamaMasyarakat(BATAMAS)terutamadisentraterpencildanpadatternak(unit)(DampakPerubahanIklim)

    100 100

    Pengembanganintegrasiternakdantanamanmelaluipengelolaankotoranternak(padatdancair)menjadipupukorganikdanpengolahanlimbahtanamanuntukternakterutamadisentraperkebunan,tanamanpangandanhortikultura(klp)(DampakPerubahanIklim)

    75 55

    Catatan :*)termasukcapaianstimulusfiskal2009Sumber :LAKIPTahun2010K/Lterkait

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 65

    BAB2.6. PRIORITASNASIONAL6:INFRASTRUKTUR2.6.1.PengantarPembangunan infrastruktur nasionalmemiliki peranan yang sangat penting dalammendukungaktivitasekonomi,sosial,budaya,sertakesatuandanpersatuanbangsa, terutamasebagaimodaldasardalammemfasilitasiinteraksidankomunikasidiantarakelompokmasyarakat,sertamengikatdanmenghubungkanantarwilayah.Pengembangan infrastruktursumberdayaairditujukanuntukmendukung ketahanan pangan nasional dan penyediaan air untuk keperluan masyarakat,pembangkit tenaga listrikdanpengendalianbanjir. Infrastruktur lainnya seperti jalan, jembatan,prasarana dan sarana dasar permukimanmenjadimodal esensialmasyarakat dalammemenuhikebutuhansosialekonominya.Sementarapengembanganinfrastrukturkomunikasidaninformatikaditujukan untuk menjamin kelancaran komunikasi dan arus informasi baik untuk mendukungkegiatanpemerintahan,perekonomianmaupunsosial.Program percepatan pembangunan infrastruktur pada RPJMN 20102014 difokuskan pada: (1)perbaikan pelayanan dan penyediaan infrastruktur di bidang sumber daya air, transportasi,komunikasi dan informatika, serta perumahan, airminum, limbah, persampahan, dan drainasegunamendorong pertumbuhan ekonomi; dan (2) percepatan pembangunan infrastruktur yang

  • 66 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    didorong melalui peningkatan peran swasta dengan meletakkan dasar-dasar kebijakan dan regulasi serta reformasi dan restrukturisasi kelembagaan.

    2.6.2. Pencapaian Prioritas Nasional 6: Infrastruktur Pencapaian pembangunan infrastruktur selama tahun 2010 mencakup pengelolaan tata ruang, pembangunan jalan, perhubungan, perumahan rakyat, pengendalian banjir, telekomunikasi dan transportasi perkotaan.

    Pada tahun 2010, kegiatan pengelolaan pertanahan provinsi dengan sasaran penyusunan neraca penatagunaan tanah pada 100 kab/kota sesuai dengan target atau sebanyak 20 persen dari total target RPJMN 20102014. Selanjutnya, inventarisasi penguasaan dan pemilikan tanah, serta pemanfaatan dan penggunaan tanah juga telah dilaksanakan sesuai dengan target, yakni 335.665 bidang atau sebesar 20 persen dari total target RPJMN 20102014. Selain itu, telah tersusun satu paket peraturan perundang-undangan pengadaan tanah untuk pembangunan kepenngan umum. Melalui Amanat Presiden tanggal 15 Desember 2010, Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut telah diajukan kepada DPR RI untuk dilakukan pembahasan sebelum disyahkan menjadi undang-undang.

    Pembangunan infrastruktur transportasi mencakup prasarana jalan, angkutan sungai danau dan penyeberangan (ASDP), perkeretaapian, angkutan laut, dan angkutan udara. Untuk prasarana jalan, pada tahun 2010 telah dicapai kondisi mantap jalan nasional sebesar 87 persen dan bertambahnya jumlah lajur-Km jalan menjadi sepanjang 93.094 lajur-Km pada jalan nasional. Untuk ASDP telah dilaksanakan pembangunan baru dan lanjutan dermaga penyeberangan sebanyak enam unit dan pembangunan baru dan lanjutan dermaga danau 36 unit, serta pembangunan baru dan lanjutan kapal penyeberangan perins 30 unit. Untuk perkeretaapian telah berhasil dilakukan antara lain: peningkatan jalan rel 1.849,62 km dan pembangunan jalur kereta api (KA) baru 68,67 km; dimulainya pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta; melanjutkan pembangunan double track Manggarai-Cikarang; serta pengadaan kereta kelas ekonomi (K3). Sementara itu, capaian pembangunan transportasi laut selama tahun 2010 diantaranya: pengerukan dan pemeliharaan alur pelayaran sebanyak 6,3 juta m3 di 19 lokasi; pembangunan baru dan lanjutan pelabuhan di lebih dari 55 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia; pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok dan Belawan; serta pemasangan sistem Naonal Single Window di pelabuhan Tanjung Priok. Sedangkan dari sisi transportasi udara yang telah dilaksanakan diantaranya adalah: pengembangan empat bandar udara (bandara) pada daerah rawan bencana dan daerah perbatasan; rehabilitasi dan pemeliharaan fasilitas landasan, fasilitas terminal, dan fasilitas bangunan pada 205 bandara; lanjutan pembangunan bandara Medan Baru; pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana navigasi penerbangan sebanyak 124 paket; serta pemberian subsidi operasi angkutan udara perins pada 118 rute. Penyediaan rumah layak huni, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah, mencakup pembangunan rumah baru, antara lain Rumah Sederhana Sehat (RSH), rumah susun sederhana milik (rusunami), rumah susun sederhana sewa (rusunawa), dan perumahan swadaya; serta peningkatan kualitas perumahan dan permukiman melalui penyediaan prasarana, sarana dan litas (PSU). Cakupan penyediaan rumah layak huni yang menjadi substansi in perumahan rakyat terdiri dari pembangunan RSH bersubsidi, rusunawa dan rusunami. Selama tahun 2010 telah terbangun 87.001 RSH bersubsidi, 500 unit rusunami, 89 twin block rusunawa yang diperkirakan menyediakan rumah layak huni untuk 96.045 keluarga yang kurang mampu, baik yang dilakukan oleh Pemerintah untuk penyediaan PSU RSH dan pembangunan rusunawa, maupun melalui peran

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 67

    serta sektor swasta untuk pembangunan RSH dan rusunami. Pembangunan rusunawa masih di bawah target yang telah ditetapkan yaitu 89 twin block dari 140 twin block. Sementara untuk substansi in perumahan rakyat lainnya k dapat diukur pencapaiannya karena ak ditetapkan target per tahunnya.

    Pencapaian pembangunan infrastruktur sumber daya air adalah sebagai berikut: 1) dalam rangka mengendalikan dan mengurangi dampak bencana akibat banjir, lahar dingin gunung berapi, dan pengamanan pantai telah dibangun prasarana pengendali banjir sepanjang 321 km, 13 buah pengendali lahar, dan pengaman pantai sepanjang 25,11 km, serta rehabilitasi prasarana pengendali banjir sepanjang 171,2 km, 5 buah pengendali lahar, dan pengaman pantai sepanjang 10 km untuk mengamankan kawasan seluas 27.576 hektar; 2) untuk mengurangi daerah genangan akibat banjir telah diselesaikan pembangunan Kanal Banjir Timur paket 22 sampai dengan 29; serta 3) sebagai bagian dari penanganan terpadu Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, telah mulai dilaksanakan pembangunan 4 buah waduk dan 2 unit pompa sebagai prasarana pengendali banjir, dan 8 buah waduk dalam pelaksanaan rehabilitasi.

    Pembangunan infrastruktur komunikasi dan informaka yang terkait dengan substansi in adalah pembentukan Inforon Communicaon and Technology (ICT) Fund dan pembangunan Desa Dering dan Pusat Layanan Internet Kecamatan PLIK. ICT Fund merupakan salah satu sumber pembiayaan Palapa Ring yaitu pembangunan jaringan tulang punggung (backbone) serat opk yang bertujuan untuk menjamin kelancaran arus komunikasi dan informasi dalam rangka memperkuat konektas nasional (virtual domes conney), serta mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional. Saat ini, jaringan tulang punggung serat opk sudah tersedia di sebagian besar ibukota kota/kabupaten di wilayah barat Indonesia, yaitu 66 persen ibukota kab/kota di Sumatera, 98 persen di Jawa, dan 100 persen di Bali. Kondisi sebaliknya terjadi di wilayah Indonesia bagian mur. Jaringan tulang punggung serat opk baru menjangkau 98 dari total 219 ibukota kab/kota (44,7 persen) di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Hal ini mengakibatkan pertukaran informasi di wilayah mur secepat dan sehandal di wilayah barat. Rendahnya demand di wilayah tersebut dan kondisi geogras yang lebih sulit menyebabkan penyelenggara jaringan serat opk dak memprioritaskan pembangunan di wilayah mur. Salah satu upaya Pemerintah untuk mempercepat pembangunan jaringan tulang punggung serat opk di wilayah mur adalah melalui pemanfaatan ICT Fund sebagai salah satu sumber pembiayaan. ICT Fund pada prinsipnya merupakan i pemanfaatan dana Universal Service Obligaon (USO) yang merupakan kontribusi dari penyelenggara telekomunikasi sebesar 1,25 persen dari pendapatan kotor tahunan dan dikumpulkan ap tahunnya. Saat ini Dana USO baru dimanfaatkan untuk menutup wilayah blank spot melalui pemerataan penyediaan infrastruktur akses dan layanan komunikasi dan informaka. Kementerian Komunikasi dan Informaka pada tahun 2010 telah menyelesaikan penyusunan konsep ICT Fund yang dituangkan dalam dokumen Kebijakan Pengelolaan dan Pengembangan Teknologi Infromasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia dan menyampaikannya ke Kementerian Keuangan untuk disetujui. Karena hingga akhir tahun 2010 pembahasan dengan Kementerian Keuangan belum mencapai kesepakatan, pembahasan ICT Fund dilanjutkan dan dijadwalkan untuk ditetapkan pada semester kedua tahun 2011. Terkait penyediaan akses telekomunikasi dan akses internet, pembangunan Desa Dering telah dilakukan di 27.670 desa (83,4 persen dari target) dan PLIK dilakukan di 4.269 desa (74,3 persen dari target).

    2.6.3. Permasalahan Pencapaian Permasalahan yang dihadapi terkait dengan inentarisasi penguasaan dan pemilikan tanah, serta pemanfaatan dan penggunaan tanah antara lain: kurangnya sosialisasi pada masyarakat,

  • 68 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    dikarenakan keterbatasan sumber dayamanusia (SDM). Terkait dengan penyusunan peraturanperundangundangan,permasalahan yangdihadapi antara lainberlarutlarutnyapembahasandiDPR.Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pencapaian pembangunan sektor transportasi,antaralain:(1)masihrendahnyatingkatkeselamatanpelayananjasatransportasi;(2)menurunnyakualitas dan kapasitas sarana dan prasarana transportasi; (3) belum optimalnya dukunganinfrastruktur dalam peningkatan daya saing sektor riil; (4) masih terbatasnya aksesibilitaspelayanan transportasi diwilayah terpencil dan perbatasan; (5)masih belum optimalnya peransertamasyarakat dan swasta dalam investasi pembangunan infrastruktur transportasi; serta (6)terdapatpermasalahansosialdalamprosespembebasan lahan,sehinggapekerjaan fisikmenjaditertunda.Secara umum permasalahan penyediaan rumah layak huni pada tahun 2010 antara lain adalahterbatasnya aksesmasyarakat berpenghasilan rendah terhadap penguasaan dan legalitas lahan,terbatasnyaaksesmasyarakatterhadappembiayaanperumahan,belummantapnyakelembagaanpenyelenggaraanpembangunanperumahandanpermukiman,belummantapnyapasarprimerdanpembiayaansekunderperumahan,efisiensidalampembangunanperumahanmasihrendah,sertabelumoptimalnyapemanfaatansumberdayaperumahandanpermukiman.KhususterkaitdenganpembangunanRSH,rusunawadanrusunami,permasalahanpencapaiantargetdidominasidengankesiapanlahan,perijinandaninfrastrukturpendukungsepertilistrik,airminum,sanitasidanmodatransportasi. Selain itu adanya transisi perubahanmekanisme subsidi selisih bunga/uangmukamenjadiFasilitasLikuiditasPembiayaanPerumahan (FLPP)menyebabkanpenyaluransubsidibaruoptimaldisemesterke2tahun2010.Secara umum, pencapaian pelaksanaan pembangunan sumber daya air sepanjang tahun 2010hampirmemenuhitargetyangditetapkan,meskipundemikianmasihterdapatbeberapakegiatanyangbelumdapatdiselesaikan,antara lain:1)belum selesainyaprosespembebasan lahan sertapenanganan masalah sosial pada pembangunan infrastruktur sumber daya air sepertipembangunan wadukwaduk pengendali banjir di DAS Bengawan Solo dan Kanal Banjir TimurJakarta; 2)anomali cuaca/curahhujan sehingga cukupmengganggupelaksanaanpembangunaninfrastruktur sumber daya air, terutama bangunanbangunan yang terletak pada badan sungai,sepertipembangunanWadukGonggangdiDASBengawanSolo.Permasalahandalampembentukan ICTFundadalah lamanyapembahasan tentangmodelbisnis.MelaluisuratMenkominfokepadaMenteriKeuanganNo.368/M.KOMINFO/7/2010tanggal30 Juli2010 dan No. 481/M.KOMINFO/10/2010 tanggal 19 Oktober 2010, Kementerian Kominfomenyampaikan dokumen kebijakan ICT Fund termasuk model bisnis untuk mendapatkanpersetujuan.NamunpembahasandenganKementerianKeuanganbarudilakukanpadaNovember2010 dan belum mencapai kesepakatan. Dengan demikian, Kementerian Kominfo perlumenyempurnakan konsep tersebut dan pembahasan pembentukan ICT Fund diteruskan hinggatahun 2011. Sementara itu, keterlambatan pembangunan Desa Dering terdapat untukpembangunan wilayah Indonesia Timur yang terutama disebabkan oleh kondisi geografis danketersediaanmitralokalPLIK.

    2.6.4. RencanaTindakLanjutSebagai tindak lanjut pelaksanaan pembangunan tahun 2010, upaya percepatan pembangunaninfrastruktur perlu dilakukan pada tahun 2011 untuk seluruh sektor infrastruktur. Tindak lanjutterkait tanah dan tata ruang adalah dengan terusmelakukan upaya pendekatan dan sosialisasipada masyarakat. Sedangkan yang berkaitan dengan jalan, perhubungan dan transportasi

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 69

    perkotaan, tindak lanjut secara umum adalah percepatan pembangunan sarana dan prasaranatransportasi sehingga dapat mengurangi kesenjangan permintaan dan penawaran, mendorongpertumbuhanekonomidansektorrill,serta mengurangidisparitasantarkawasan.Disamping itu,juga terusdilakukanupayameningkatkan kualitasdan jangkauanpelayanandalam kondisi yangterbatas,termasukmempertahankandanmeningkatkankeselamatanpengguna jasatransportasi.Selainitu,dalamrangkaketerjangkauanseluruhmasyarakatuntukmemanfaatkanjasatransportasiperlu dikaji ulang untuk optimalisasi kebijakan subsidi dan Public Service Obligation (PSO),terutamauntukangkutankelasekonomi,baikangkutanjalan,angkutanKA,angkutanlaut,maupunangkutanudara. Sementaraupayayangdiperlukanuntukmencapaisasaranbidangkelembagaandan regulasiuntukmelanjutkan reformasi, restrukturisasi,danpemantapandesentralisasi sektortransportasi,antaralain:(1)pengembanganjaringanpelayanantransportasisecaraantarmodadanintermoda;(2)penyelesaiandansosialisasirevisiundangundangsektortransportasidanperaturanpelaksanaannya; (3)peningkatan iklimkompetisi secara sehatagardapatmeningkatkanefisiensidan memberikan alternatif bagi pengguna jasa dengan tetap mempertahankan keberpihakanPemerintah sebagai regulator terhadap pelayanan umum yang terjangkau olehmasyarakat; (4)penyusunan standar pelayananminimal dan pelaksanaan desentralisasi sektor transportasi; (5)peningkatankelembagaan,SDMdan teknologiuntukpeningkatandayasaingproduk lokal/dalamnegeridisektortransportasi.Tindak lanjut penyediaan rumah layak huni adalah optimasi pelaksanaan FLPP, peningkatanpembangunan rumah, peningkatan penyediaan prasarana dan sarana dasar permukiman,deregulasi/regulasi peraturan terkait pembangunan perumahan, peningkatan koordinasi dansinkronisasipembangunanperumahan.Tindak lanjut pelaksanaan pembangunan sumber daya air adalah percepatan pelaksanaan sisatarget kegiatan multiyears waduk dan embung, selain itu dilakukan pula penyusunan MoUpenyelesaian permasalahan sosial dalam pembangunan infrastruktur sumber daya air antaraPemerintahPusat(KementerianPU,KementerianTenagaKerjadanTransmigrasi,danKementerianPerumahanRakyat)denganPemerintahDaerah(PemerintahProvinsidanPemerintahKab/Kota).Berkaitan dengan sektor telekomunikasi yaitu dalam hal penyelesaian konsep ICT Fund,penyempurnaankonsepdilakukanpada semesterpertama2011, sedangkanpenetapan ICTFunddijadwalkanpada semester kedua2011.Dengandemikian, ICT Fund sudahdapat terbentukdandapat dioperasionalkan pada akhir tahun 2011. Sedangkan tindak lanjut penyelesaianpermasalahanDesaDering dan PLIK sudah dilaksanakan, antara lain penyedia jasaDesaDeringwilayah timur sudah melakukan pelelangan ulang untuk mendapatkan mitra baru, sertaKementerian Komunikasi dan Informatika sudah memfasilitasi penyedia jasa PLIK untukmendapatkanbantuanpembiayaan.Denganadanyalangkahpenyelesaianpermasalahantersebut,pembangunanDesaDering dan PLIK diharapkandapat diselesaikan seluruhnya pada September2011.Selainpenyelesaianpembangunan,pemanfaatanfasilitasDesaDeringdanPLIKjugamenjadiperhatian.Halinidilakukanagarfasilitastersebutdapatdimanfaatkanolehmasyarakatluassecaraoptimal.Pemanfaataniniakandilakukanlintaskementerian/lembagasertamelibatkanpemerintahdaerahpadalokasipembangunan.

  • 70 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    Tabel2.6.1PencapaianPembangunanPrioritasNasional6:Infrastruktur,Tahun2010

    No.RPJMN20102014

    CAPAIAN2009

    CAPAIAN2010SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET

    20101. TANAHDANTATA

    RUANG:Konsolidasikebijakanpenanganandanpemanfaatantanahuntukkepentinganumumsecaramenyeluruhdibawahsatuatapdanpengelolaantataruangsecaraterpadu

    Terlaksananyapengaturandanpenataanpenguasaandanpemilikantanah,sertapemanfaatandanpenggunaantanahsecaraoptimal.

    NeracaPenatagunaanTanahdidaerah

    100kab/kota 298kab/kota 98kab/kota

    Terlaksananyapengaturandanpenataanpenguasaandanpemilikantanah,sertapemanfaatandanpenggunaantanahsecaraoptimal.

    InventarisasiP4T 335.665bidang 1.165.451bidang 335.665bidang

    TerlaksananyapengembanganperaturanperundangundanganbidangpertanahandanHubunganMasyarakat

    Tersusunnyaperaturanperundangundanganpengadaantanahuntukkepentinganumum

    1paket 1paket

    Serasinyarencanatataruangdenganrencanapembangunan

    Jumlahrencanatataruangyangtelahdisinkronkanprogrampembangunannya

    33Provinsi 33Provinsi 33Provinsi

    2.

    JALAN:PenyelesaianpembangunanLintasSumatera,Jawa,Bali,Kalimantan,Sulawesi,NTB,NTT,danPapuasepanjang19.370km

    SelesainyapembangunanjalanLintasSumatera,Jawa,Bali,Kalimantan,Sulawesi,NTB,NTT,danPapuasepanjang19.370km

    Jumlahkmjalanyangditingkatkankapasitasnya(pelebaran)sepanjang19.370Km

    3.660,30

    1.715

    2.530

    3. PERHUBUNGAN:PembangunanjaringanprasaranadanpenyediaansaranatransportasiantarmodadanantarpulauyangterintegrasisesuaidenganSistemTransportasiNasionaldanCetakBiruTransportasiMultimodadanpenurunantingkatkecelakaantransportasisehinggapada2014lebihkecildari50%keadaansaatini

    Terbangunnyaterminalantarnegaradanantarprovinsidi15lokasipertahun

    Lokasi 15 PM 15

    Terbangunnya954,43kmjalurKAbaru/jalurganda

    Panjangkm 68,67 PM 68,67

    Meningkatnyajalanrel1.849,62km

    Panjangkm 1.849,62 1.849,62

    Terlaksananya71paketpeningkatanpelistrikan(diantaranyaelektrifikasisepanjang289km)

    Jumlahpaket 13 7 13

    Tersedianyaalurpelayaranyangamanuntukkapalmelaluipengerukan61,7jutam3sedimen

    volumelumpur/sedimenyangdikeruk(jutam3)

    6 3 6,3

    Terbangunnya/Meningkatnyakapasitas275lokasiprasaranadanfasilitaspelabuhan

    Jumlahlokasi 55 45 55

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 71

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR

    TARGET 2010

    utama, pengumpul, pengumpan ( non strategis) Tersedianya 186 unit Sarana KA (Lokomo f, KRDI, KRDE, KRL, Tram, Railbus)

    Jumlah unit 22 20 22

    Terbangunnya Bandara Kualanamu

    Jumlah Paket 1 1 1

    Dikembangkannya/ direhabilitasinya 205 paket bandara yang

    Jumlah bandar udara

    205 183 205

    Dikembangkannya 28 paket bandara di daerah perbatasan dan rawan bencana

    Jumlah Bandar udara 4 14 4

    Menurunnya gkat kecelakaan transportasi sehingga pada 2014 lebih kecil dari 50% keadaan saat ini

    Tingkat kecelakaan (orang)

    PM 17.732 PM

    Terlaksananya rehabilitasi fasilitas keselamatan sebanyak 5 Paket

    Paket 1 1 1

    Tersedianya peralatan/ fasilitas sarana dan keselamatan perkeretaapian sebanyak 72 paket

    Paket 11 PM 11

    Terbangunnya fasilitas telekomunikasi dan sarana bantu navigasi pelayaran di Alur Laut Kepulauan Indonesia

    Unit 15 PM 15

    Tersedianya 1.423 Paket/unit/set peralatan navigasi penerbangan

    Paket/Unit/set 124 6 124

    4. PERUMAHAN RAKYAT: Pembangunan 685.000 Rumah Sederhana Sehat Bersubsidi, 180 Rusunami dan 650 twin block berikut fasilitas pendukung kawasan permukiman yang dapat menampung 836.000 keluarga yang kurang mampu pada 2012

    Terbangunnya 685.000 Rumah Sederhana Sehat Bersubsidi, 180 Rusunami dan 650 twin block berikut fasilitas pendukung kawasan permukiman yang dapat menampung 836.000 keluarga yang kurang mampu pada 2012

    Jumlah unit Rumah Sederhana Sehat Bersubsidi yang terbangun

    -

    119.638 unit

    87.001 unit

    Jumlah unit Rusunami yang terbangun

    -

    4.083 unit

    500 unit

    Jumlah twin block yang terbangun

    140 twin block 99 twin block

    89 twin block

    Jumlah keluarga yang tertampung oleh Rumah Sederhana Sehat Bersubsidi, Rusunami, dan twin block yang terbangun

    -

    133.225 keluarga

    96.045 keluarga

  • 72 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR

    TARGET 2010

    PENGENDALIAN5.BANJIR:

    Penyelesaian pembangunan prasarana pengendalian

    banjir, diantaranya Banjir Kanal Timur Jakarta sebelum 2012 dan penanganan secara

    terpadu Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo sebelum 2013

    seluas 48,66 ribu hektar dari

    Terlindunginya kawasan

    bahaya banjir dan terlindunginya kawasan pantai sepanjang 80 km dari abrasi pantai serta terkendalinya 16 juta m3 lahar gunung berapi/sedimen

    Panjang sarana/ prasarana pengendali r banjir yang dibangun(216 km)

    Panjang sarana/prasarana pengendali banjir yang direhabilitasi (386 km)

    139 km

    168 km

    147,98 km

    69,93 km

    171,19 km

    321,00 km

    Panjang sarana/prasarana pengendali banjir yang dioperasikan dan dipelihara (2.000 km) untuk mengamankan kawasan seluas 35,7 ribu hektar

    700 km 104,28 km 611,00 km

    Jumlah sarana/prasarana pengendali lahar/sedimen yang dibangun (28 buah) untuk mengendalikan lahar/sedimen dengan volume 16 juta m3

    28 buah 10,00 km 13 buah

    Jumlah sarana/prasarana pengendali lahar/sedimen yang direhabilitasi (85 unit) untuk mengendalikan lahar/sedimen dengan volume 6 juta m3

    4 buah 10 buah 5 buah

    Jumlah sarana/prasarana pengendali lahar/sedimen yang dioperasikan dan dipelihara (150 unit) untuk mengendalikan lahar/sedimen dengan volume 12 juta m3

    10 buah 8 buah 11 buah

    Panjang sarana/prasarana pengaman pantai yang dibangun (30 km)

    30 km 31,20 km 25,11 km

    Panjang sarana/prasarana

    3 km 0,65 km 10 km

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 73

    No.RPJMN20102014

    CAPAIAN2009

    CAPAIAN2010SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET

    2010pengamanpantaiyangdirehabilitasi(50km)Panjangsarana/prasaranapengamanpantaiyangdipelihara(50km)

    30km 1,59km 10,00km

    DiselesaikannyadanberfungsinyaBanjirKanalTimuruntukmengurangidaerahgenanganakibatbanjirdiWilayahJakartaTerkendalinyabahayabanjirdiDaerahAliranSungaiBengawanSolo

    Diselesaikannyapembangunankanaltimurpaket22s/d29

    Paket22s/d29 100%

    Terbangunnyaprasaranapengendalibanjir

    pompabanjirdi5lokasi

    2unitpompadi1lokasi(Kab.

    Madiun)TerbangunnyaprasaranapengendalibanjirDASBengawanSolo

    7waduk 4wadukdalampelaksanaan

    TerehabilitasinyaprasaranapengendalibanjirdiDASBengawanSolo(8Lokasi)

    8waduk 8wadukdalampelaksanaan

    TerpeliharanyawadukdiDASBengawanSolo

    1Paket 100%(kegiatanrutin)

    6. TELEKOMUNIKASI:PenuntasanpembangunanjaringanseratoptikdiIndonesiabagiantimursebelum2013danmaksimalisasitersedianyaakseskomunikasidatadansuarabagiseluruhrakyat

    Meningkatnyalayananaksesinformasidankomunikasidiwilayahnonkomersial

    Persentase(%)IbukotaProvinsiyangterhubungdenganjaringanbackbonenasionalseratoptik

    BerlanjutnyapembangunanringtimurPalapaRingyangmenghubungkanSulawesi,Maluku,Papua,danNusaTenggara

    MulaidibangunlinkMataramKupangsepanjang1.237,8kmolehPTTelkomsebagaibagiandariPalapaRing

    PenyusunankonsepICTFundsebagaisalahsatupembiayaanPalapaRing.Status:masihmenunggupenetapantentangpemanfaatansebagiandanaUSOsebagaiICTFund

    Persentase(%)desayangdilayaniaksestelekomunikasiatausejumlah33.186desa(daritotal72.800desadiIndonesia)

    100% 24.051desa(72,3%)

    27.670desa(83,4%)

    Persentase(%)desayangdilayaniaksesinternet(5.748desa)

    5% Mulaidilakukanprosespelelangan

    4.269desa(74,3%)

    7. TRANSPORTASIPERKOTAAAN:Perbaikansistemdanjaringantransportasidi4kotabesar(Jakarta,Bandung,Surabaya,Medan)sesuaidengan

    Tersusunnya100%rencanadanprogramsistemtransportasidanevaluasipelaksanaanprogram

    JumlahrencanaIndukAngkutanPerkotaan,RencanaIndukSistemInformasiLaluLintasPerkotaan,Laporanevaluasi,

    1Paket PM 1Paket

  • 74 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR

    TARGET 2010

    Cetak Biru Transportasi Perkotaan, termasuk penyelesaian pembangunan angkutan kereta listrik di Jakarta (MRT dan Monorail) selambat-lambatnya 2014

    Terselenggarannya ATCS, Jumlah Fasilitas Keselamatan Transportasi Perkotaan.

    Terselenggaranya Transportasi Perkotaan

    Jumlah Pengembangan Bus Rapid Transit (BRT), Kota Percontohan, Kawasan Percontohan.

    1 Paket 1 Paket (pengadaan bus ukuran sedang dan besar untuk BRT mencapai 40 unit; 60 unit bus sedang non AC, 45 unit bus sedang AC)

    1 Paket

    Terselenggaranya Transportasi Ramah lingkungan

    Jumlah Penyelenggaraan Transportasi Ramah Lingkungan

    1 Paket PM 1 Paket

    Terselesaikannya pembangunan angkutan listrik di Jakarta (MRT dan Monorail) *) Sasaran k tercapai dikarenakan besar pagu Ditjen KA Kemenhub hanya 30,79 T maka besar pagu untuk MRT dan Monorail baru ditampung sebagian

    Paket Monorail dan Paket MRT

    2 paket 1 Paket (Persiapan)

    1 paket

    Sumber: E-monitoring Ditjen Binamarga-PU, Renstra Kementerian Perhubungan 20102014, RKP 2011, Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian Pekerjaan Umum

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 75

    BAB2.7. PRIORITASNASIONAL7:IKLIMINVESTASIDAN IKLIMUSAHA2.7.1. PengantarDalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi, diperlukan peningkatan investasi melaluipenciptaan kepastian hukum, penyederhanaan prosedur dan pengembangan Kawasan EkonomiKhusus (KEK). Khusus terkait dengan penyederhanaan prosedur pelayanan penanamanmodaltelah diterapkan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE)padaSistemPelayananTerpaduSatuPintu (PTSP)dibeberapakota.Sementara itudalamupayauntukmeningkatkandayasaing investasidanpengembangansuatuwilayahagarmenjadimotorpertumbuhanekonomipadawilayahtersebut,perludilakukanpengembanganKawasanEkonomiKhusus (KEK) diwilayah yang bersangkutan. Pada akhirnya, dengan peningkatan pertumbuhanekonomidiharapkandapatmeningkatkanpenciptaanlapangankerja.

  • 76 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    2.7.2. PencapaianPrioritasNasional7:IklimInvestasidanIklimUsahaUntukmendorongterciptanyakepastianhukum,telahdilakukankegiatanperancanganperaturanperundangundangan. Pada tahun 2010 telah dilakukan pembahasan terhadap tiga RancanganUndangUndang (RUU), yaitu:RUU tentangPerubahanDesain Industri,RUU tentangPerubahanUUPaten,danRUUtentangPerubahanUUPengadilanAnak.Sementara itu,ditingkatperaturanpemerintah,telahdisusunRancanganPeraturanpemerintah(RPP)tentangpelaksanaanUUMerek, RPP tentang Pelaksanaan Hak Cipta, dan RPP tentang Visa Ijinmasuk dan Ijin Keimigrasian.Adanya peraturan perundangundangan baru yang terkait dengan perlindungan hak kekayaanintelektual sertakeimigrasianakan sangatbesarpengaruhnyadenganpenciptaan iklim investasidan iklim usaha di Indonesia. Sementara itu, dalam rangka untukmencegah agar tidak terjaditumpang tindih dan permasalahan yang terkait dengan suatu rancangan perundangundanganbaru, telahdilakukan tahapanharmonisasi.Pada tahun2010,dari219permohonanharmonisasiPeraturan Perundangundangan, telah dapat diselesaikan harmonisasi 140 (atau 66 persen)peraturanperundangundangan.Terkait dengan penyederhanaan prosedurmelalui penerapan Sistem Pelayanan Informasi danPerizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP),padatahun 2010 telah dicapai target sebanyak 33 Provinsi dan 40 Kabupaten/Kota yang telahmenggunakan SPIPISE pada PTSP. Kabupaten/Kota dimaksud adalah Kabupaten Purwakarta,Kabupaten Subang, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan,Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Indramayu,Kabupaten Bintan, Kabupaten Ciamis, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Serang, KabupatenPandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Semarang, Kota Semarang,Kabupaten Batang, Kota Pekalongan, Kabupaten Sragen, Kota Tegal, Kabupaten Banyumas,Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Probolinggo, Kota Pasuruan, KabupatenMojokerto, Kabupaten Jombang, Kota Kediri, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Pacitan,Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan danKabupatenSidoarjo.Sementara itu, dalam rangkamendukung pengembangan sistem logistik nasional, pemerintahtelahmelakukanbeberapaupayayangantaralainadalahpeningkatankelancarandistribusibahanpokokdanpembangunan saranadistribusiperdagangan.Hasil yang telahdicapaidariupaya iniantara lain adalah barang kebutuhan pokok bagimasyarakat tersedia sebanyak 90 persen darikebutuhan, 10 perijinan di bidang pembinaan pasar dan distribusi yang dapat dilayani secaraonline (dari target sebanyak 6 perijinan) sehingga memudahkan dan mempercepat prosesperijinan, sertaprosesperijinandannonperijinandibidangpembinaanpasardandistribusiyangdapatdiselesaikandalamwaktu6hari.Selain itu,dalam rangkapembangunan saranadistribusiperdagangan,12pasar telahdibangunmelaluidana tugasperbantuan (dari target sebanyak13pasar)dantelahdibangunnya2pusatdistribusidiwilayahIndonesiaTimur.Dalamkaitannyadenganpengembangansistem informasi, ImplementasiNationalSingleWindow(NSW) telahmemasuki tahap ImplementasiNasional (tahap5).NSWimpor telahdiberlakukansecarawajib tanggal29 Januari2010bagisemua importirdi5pelabuhanutama,yaitu:TanjungPriok, Tanjung Emas, Tanjung Perak,Belawan, dan Bandara SoekarnoHatta. Sejalan denganpelaksanaanNSW,padatanggal10Agustus2010,pelayananperijinanperdagangansecaraonline(INATRADE) yangdiiringidengan penyederhanaanperijinan impor dari semula sebanyak 78 ijinmenjadi 53 ijin. Selama tahun 2010, jumlah pengguna INATRADE adalah sebanyak 1536perusahaan.Sedangkan untuk pengembangan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah dilakukankegiatan sosialisasi dan promosi di 6 daerah (Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 77

    Timur, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, Jawa Barat dan Papua) dan 4 negara (Australia, Uzbekistan, Ukraina dan Lebanon).

    Terkait kebijakan ketenagakerjaan, Pemerintah melaksanakan sinkronisasi kebijakan ketenagakerjaan dan iklim usaha, antara lain dengan menyelesaikan naskah akademis dan konsep perubahan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Konsep penyempurnaan ini selanjutnya disampaikan kepada lembaga f untuk masuk ke dalam program legislasi nasional.

    Terkait dengan penyelesaian masalah hubungan industrial, Pemerintah terus mendorong terlaksananya proses negosiasi di perusahaan. Tahun 2010, jumlah lembaga kerja sama (LKS) yang terbentuk di perusahaan mencapai 13.246 LKS atau naik 11,95 persen, lebih nggi dari target RPJMN yang naik 5 persen. Dalam hal peningkatan kapasitas organisasi pelaku negosiasi, pada tahun 2010, sesuai target, Pemerintah telah meh 500 orang perwakilan pekerja, serikat pekerja/serikat buruh, dan pengusaha. Selain itu, perusahaan yang menerapkan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) naik 13,36 persen, yaitu dari 440 perusahaan tahun 2009 menjadi 508 perusahaan pada tahun 2010. Jumlah tenaga pengawas K3 yang kat kompetensi pun meningkat 21,74 persen menjadi 84 tenaga pengawas.

    2.7.3. Permasalahan Pencapaian Dalam rangka perancangan peraturan perundang-undangan khususnya pembahasan suatu RUU sangat terkait dengan kesepakatan dari lembaga legislf sehingga penetapan suatu RUU menjadi suatu UU prosesnya ak seluruhnya berada di bawah kontrol pemerintah. Disamping itu adanya pandangan bahwa ap permasalahan akan dapat diselesaikan dengan dibuat suatu undang-undang menyebabkan permintaan untuk melakukan harmonisasi suatu peraturan perundang-undangan menjadi sangat besar, sementara itu dra peraturan perundang-undangan yang akan dibuat tersebut belum dilengkapi dengan kajian yang mendalam sehingga potensi adanya tumpang dan tabrakan dengan peraturan perundang-undangan lain masih sangat besar. Disamping itu, masih ngginya ego sektoral dan ego Kementerian/Lembaga juga menjadi salah satu penyebab proses harmonisasi membutuhkan waktu yang relf lama. Kondisi perekonomian dunia pada tahun 2010 yang kurang baik, berakibat kepada peningkatan persaingan antar negara untuk menarik investor asing. Banyak negara terus melakukan pembenahan dalam meningkatkan daya saing iklim investasi antara lain melalui upaya pemberian berbagai insef dan meningkatkan penyediaan infrastruktur. Dengan demikian, permasalahan yang dihadapi dan perlu segera untuk dibenahi agar dapat meningkatkan daya tarik investasi yaitu (1) harmonisasi dan simkasi berbagai peraturan yang berkaitan investasi baik di pusat maupun di daerah; (2) terpenuhinya kebutuhan infrastruktur secara merata; (3) terpenuhinya kebutuhan energi termasuk pengembangan energi alte guna memenuhi kebutuhan investasi di berbagai industri; dan (4) terpenuhinya ketersediaan tenaga kerja baik jumlah maupun kualitas untuk memenuhi kebutuhan investasi di berbagai sektor.

    Meskipun secara umum hasil yang dicapai masih sesuai dengan target yang telah ditetapkan, namun masih ada beberapa permasalahan yang muncul s persentase rata-rata perbedaan kat harga Bahan Pokok antarprovinsi yang awalnya ditargetkan 1,7 persen; sedangkan realisasinya adalah sebesar 1,8 persen. Salah satu penyebabnya adalah naiknya harga komoditas di pasar global, khususnya biji-bijian (gandum, kedelai, jagung, dan beras), sebagai akibat dari keterbatasan suplai yang menyebabkan semua negara membatasi ekspor hasil/produk pangan untuk mengamankan pasokan kebutuhan dalam negerinya. Permasalahan lain adalah adanya satu unit sarana distribusi perdagangan (pasar tradisional) yang dak dapat terlaksana di bangun di

  • 78 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    Kota Pariaman sampai dengan akhir tahun karena adanya permasalahan tanah adat, sehinggaPemdatidakdapatmenggunakannyauntukpembangunanpasar.Upayapenciptaan lapangankerja, terutama lapangankerjadisektor industrimanufaktur,masihmenghadapibanyakkendala,yangsalahsatunyaadalahhambatanperaturanketenagakerjaan.Disisi lain, jumlahpenganggurberpendidikanmenengah ke ataspadaAgustus 2010masih tinggi,yaitumencapaienamjutaorang.Olehkarenaitu,tantanganyangdihadapiadalahmenghilangkanberbagaihambatanagarpeluang lapangankerjadi industrimanufakturdapat terisioleh tenagakerjayangkompetenuntukmendorongproduktivitas.Peraturanmengenai kontrakberjangkawaktu tertentudan subkontrakmasihmenjadi kendalabagiberkembangnyaindustri.Selainitu,peraturanmengenaiupahpesangontelahmengakibatkanlambatnya penyesuaian dalam permintaan tenaga kerja. Tantangan ke depan adalahmeninjaukeduaperaturantersebutsebagaibagiandariupayapenciptaankesempatankerja.2.7.4. RencanaTindakLanjutSalahsatuupayauntukmengatasipermasalahanperaturanperundangundanganadalahdenganmeningkatkankualitasdariProgram LegislasiNasional (Prolegnas) sehinggadiharapkanprioritassuatu RUU yang masuk dalam Prolegnas sudah harus melalui tahapan yang ada dan sudahdilengkapidenganhasilkajiansertanaskahakademisyangberkualitas.Sementaraitu,untukmeningkatkanIklimInvestasipadatahunmandatangperludilakukanantaralain: (1)PenyederhanaanprosedurmelaluipenerapanSistemPelayanan InformasidanPerizinanInvestasiSecaraElektronik (SPIPISE)padaPelayananTerpaduSatuPintu (PTSP)akanditargetkanuntuk40 kabupaten/kota, (2) Sosialisasidanpromosidalam rangkapengembangan investasidiKawasanEkonomiKhusus(KEK)akandilaksanakandi3daerahdan3negara.Sedangkan untuk untukmemperlancar implementasi kegiatan perdagangan, adalah: (i) terusmeningkatkan kelancaran arus barang untuk dapatmengurangi disparitas harga, dengan tetapberkomitmen mengembangkan sistem logistik nasional, dengan menggabungkan sistemtransportasi dan pembangunan daerah yang terintegrasimenjadi sebuah konektivitas nasional;serta(ii)meningkatkankomitmendaerahdanpartisipasimasyarakatdalampembangunansaranadistribusiperdagangan,termasukjaringandistribusinya.Dalam rangka mendorong penciptaan kesempatan kerja baru dan menurunkan tingkatpengangguran,Pemerintahakan:(1)mempercepatprosespenyempurnaanUUNo.13Tahun2003tentangKetenagakerjaan; (2)mendorongpencapaianprosesnegosiasibipartit; (3)memperkuatkapasitasorganisasiserikatpekerjadanasosiasipengusaha;dan(4)memberikanpemahamandanmenyamakan persepsi tentang peraturan/kebijakan ketenagakerjaan dengan cara melakukandialogtentangtatacarapenanganandanpenyelesaianperselisihanhubunganindustrial.

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 79

    Tabel 2.7.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 7: Iklim Investasi dan Iklim Usaha, Tahun 2010

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR TARGET 2010

    1. KEPASTIAN HUKUM Reformasi regulasi secara bertahap di

    gkat nasional dan daerah sehingga terjadi harmonisasi peraturan perundang-undangan yang k menimbulkan

    dakjelasan dan inkonsistensi dalam implementasinya

    Terwujudnya harmonisasi peraturan perundang-undangan yang k menimbulkan

    dakjelasan dan inkonsistensi dalam implementasinya, yang diwujudkan melalui:

    - Perancangan Peraturan Perundang-undangan

    20% N/A

    Tercapai 25% yaitu 3 RUU dan 3 RPP, RUU terdiri dari 1. Perubahan UU Desain Industri, 2. RUU perubahan UU Paten, 3. RUU perubahan UU Pengadilan Anak. 1. RPP pelaks UU Merek, 2. RPP Visa Ijin masuk dan Ijin Keimigrasian, 3. RPP Pelaks Hak Cipta

    - Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan

    - Penyusunan 12 RUU

    - Pembahasan 18RUU

    - Penyusunan 10 RPP

    - Harmonisasi dan sosialisasi 90 PP

    - Penyusunan 12 Naskah RUU

    - Pengkajian 15 kegiatan

    - Pene 7 kegiatan.

    N/A Dari 219 permohonan harmonisasi PeratPerUUan yang dapat diselesaikan harmonisasinya adalah 140 peraturan perundang-undangan atau (66%).

    2. PENYEDERHANAAN PROSEDUR

    Penerapan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) pada Pelayanan Terpadu Satu

    Diterapkannya SPIPISE pada PTSP di 33 provinsi dan 40 kabupaten/kota

    Jumlah provinsi dan kabupaten/ kota yg telah menerapkan SPIPISE

    33 provinsi dan 40 kabupaten/ kota

    -- 100%

  • 80 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    No.RPJMN2010014

    CAPAIAN2009

    CAPAIAN2010SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET2010

    Pintu(PTSP)dibeberapakotayangdimulaidiBatam,pembatalanPerdabermasalahdanpenguranganbiayauntukmemulaiusahasepertiTandaDaftarPerusahaan(TDP)danSuratIjinUsahaPerdagangan(SIUP)

    3. LOGISTIKNASIONAL:PengembangandanpenetapanSistemLogistikNasionalyangmenjaminkelancaranarusbarangdanmengurangibiayatransaksi/ekonomibiayatinggi

    Terlaksananyakebijakandanbimbinganteknisdalamrangkapeningkatankelancarandistribusidanstabilisasihargabahanpokok

    Jumlahrumusankebijakandanstandar,norma,kriteriadanprosedurdibidangpembinaanpasardandistribusi(jenis)

    6 6

    Jumlahpelakuusahayangmengikutipembinaan,pelatihandanbimbinganteknis

    1.920 1.800

    PersentaseratarataperbedaantingkathargaBahanPokokantarprovinsi

    1,7 1,8

    Persentaseketersediaanbarangkebutuhanpokokbagimasyarakat

    90% 90%

    Jumlahperijinandibidangpembinaanpasardandistribusiyangdijalanisecaraonline

    6 10

    Waktupenyelesaianperijinandannonperijinandibidangpembinaanpasardandistribusi(hari)

    6 6

    Terbangunnyasaranadistribusidalamrangkakelancarandistribusibarangpokok

    Jumlahpasarpercontohan(unit)

    13 12

    Jumlahpembangunanpusatdistribusi

    2

    Jumlahrekomendasipenataansistemdistribusi)

    2 2

    4. SISTEMINFORMASI:BeroperasinyasecarapenuhNationalSingleWindow(NSW)untukimpor(sebelumJanuari2010)danekspor.Percepatanrealisasi

    Tersedianyakebijakan,Koordinasi,BimbinganTeknis,MonitoringdanEvaluasidibidangfasilitasiekspordan

    Jumlahpenerbitankebijakanfasilitasiekspordanimpor;(peraturan)

    4 4

    Jumlahpengembangan

    2 2

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 81

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR TARGET 2010

    proses penyelesaian bea cukai di luar pelabuhan dengan implementasi tahap pertama Custom Advanced Trade System (CATS) di dry port Cikarang

    impor sistem elektronik bidang fasilitasi pelayanan publik; (Kegiatan)

    Jumlah pengguna perijinan ekspor/ impor online melalui INATRADE (perusahaan)

    1.500 1536

    Jumlah bimbingan teknis bidang fasilitasi perdagangan; (kegiatan)

    5 5

    Jumlah koordinasi bidang fasilitasi perdagangan; (kegiatan)

    60 60

    Jumlah pasipasi sidang-sidang fasilitasi perdagangan didalam dan luar negeri; (kegiatan)

    17 -

    Jumlah laporan evaluasi pelaksanaan monitoring fasilitasi perdagangan

    5 -

    5. KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK): Pengembangan KEK di 5 lokasi melalui skema Public-Private Partnership sebelum 2012

    Meningkatnya peranan sektor perdagangan di kawasan ekonomi khusus

    Jumlah PP tentang Kawasan Ekonomi Khusus (peraturan)

    1 - 1

    0 Jumlah

    kebijakan perdagangan yang dilimpahkan ke KEK (peraturan)

    1

    Terlaksananya pengembangan KEK di 5 lokasi melalui skema Public-Private Partnership sebelum 2012

    Terlaksananya sosialisasi dan promosi dalam rangka pengembangan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

    Terlaksananya sosialisasi dan promosi di 6 daerah dan 4 negara dalam rangka pengembangan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

    -- 100%

    *)

  • 82 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR TARGET 2010

    6.

    KEBIJAKAN KETENAGA-KERJAAN: Penyempurnaan Peraturan Ketenagakerjaan

    Peraturan yang dapat mendorong penciptaan kesempatan kerja dan memperkuat lembaga HI

    Tersusunnya peraturan kompensasi & penetapan PHK, hubungan kerja (PKWT & Outsourcing), pengupahan, perlindungan pekerja, mogok kerja

    Naskah akademis

    Penyerahan Dr Perubahan UU 13/2003 ke Presiden

    Peraturan tentang organisasi pekerja/ buruh

    - 1.Tersusun rencana pelaksanaan kegiatan kajian (TOR) tentang organisasi pekerja/ buruh

    2.Proses pengadaan jasa pengkajian peraturan organisasi pekerja/ buruh

    Peraturan tentang penyelesaian perselisihan HI

    -

    1.Tersusun rencanapelaksanaan kegiatan kajian (TOR) tentang penyelesai-an perselisihan hubungan industrial

    2. Proses pengadaan jasa pengkajian penyelesaian perselisihan hubungan industrial

    Sinkronisasi kebijakan ketenagakerjaan (Pusat) dengan kebijakan/ peraturan daerah

    Tersusunnya peraturan ketenagakerjaan pusat dan daerah yang sinergis

    Harmonisasi kebijakan jaminan sosial

    - Penyampaian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang jaminan sosial tenaga kerja kepada Kemkumham untuk diharmonisasi

    Selarasnya peraturan bidang HI

    Inventarisasi Perda HI

    Rekomendasi penyelarasan perda ketenagakerjaan

    gnadib hubungan industrial dan jaminan sosial

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 83

    No. RPJMN 2010014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR TARGET 2010

    Pengelolaan Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial

    Tercapainya kesepakatan dalam hubungan kerja

    Mekanisme perundingan secara bipar t, pencatatan, keterwakilan dan verkasi SP/SB Jumlah

    lembaga kerjasama (LKS) bipar t di perusahaan Jumlah

    perwakilan pekerja, SP/SB & pengusaha yang mendapat pendidikan teknik bernegosiasi

    2 Naskah

    Naik 5 %

    500

    Terbentuk 13.246 LKS (naik 11,95%)

    500

    Diterapkannya manajemen dan standar K3.

    Jumlah perusahaan yang menerapkan manajemen K3

    naik 10% 440 perusahaan

    508 perusahaan (naik 15,45%)

    persentase kenaikan tenaga pengawas K3 berser kat kompetensi

    20% 69 pengawas K3

    84 pengawas K3 (naik 21,74%)

    Sumber : 1. RPJMN 20102014; 2. Roren Kementerian Perdagangan; 3. Biro Perencanaan, Program, dan Anggaran, BKPM; 4. Biro Perencanaan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Catatan : *)

    Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010

  • 84 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 85

    BAB 2.8. PRIORITAS NASIONAL 8: ENERGI 2.8.1. Pengantar Minyak bumi, gas bumi, dan batubara mempunyai peranan besar sebagai sumber energi untuk mendukung berbagai kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat. Selain sebagai pendukung pembangunan ekonomi, ke komoditas energi tersebut juga berperan sebagai sumber penerimaan devisa negara yang sangat penng. Pada tahun 2009, penerimaan dari minyak, gas bumi, dan batubara termasuk mineral mencapai Rp235,3 trilliun.

    Dalam rangka menjaga ketahanan dan kemandirian energi, upaya-upaya peningkatan produksi minyak, gas bumi, dan batubara, upaya-upaya penganekaragaman (diverkasi) berupa peningkatan pemanfaatan terus dilakukan. Upaya-upaya tersebut antara lain adalah peningkatan pemanfaatan gas dan batubara untuk industri dan pembangkit listrik, serta energi baru terbarukan (EBT) untuk pembangkit listrik, pembangkit listrik tenaga panas bumi, tenaga surya dan angin, mikrohidro, serta bahan bakar alterf non BBM, bahan bakar na (BBN) dan batubara cair dan gas ( dan coal). Prioritas pembangunan nasional di bidang energi pada tahun 2010 diarahkan untuk mencapai target: (1) produksi minyak bumi sebesar 965 MBOPD; (2) pemanfaatan panas bumi untuk

  • 86 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    pembangkit listrikdengankapasitasterpasangsebesar1.261MW;(3)pembangunan jaringangaskota untuk 16.000 SR di 3 kota; (4) penetapan kebijakan sub bidang ketenagalistrikan; dan (5)peningkatan kapasitas pembangkit listrik dan rasio elektrifikasi serta peningkatan pemanfaatanenergi terbarukan (geothermal) untuk pembangkit listrik. Di samping itu, juga dilakukanpenyusunandanpenetapanberbagaikebijakandalamrangkamemberikankepastianhukumdanmendukungpembangunannasionaldibidangenergi.2.8.2. PencapaianPrioritasNasional8:EnergiUntuk mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian energi, telah disusun berbagaikebijakan melalui regulasi maupun deregulasi. Selama tahun 2010, hasil yang dicapai dalampenetapankebijakandibidangenergiantara lainsebagaiberikut: (1)penyusunanrencana indukjaringantransmisidandistribusigasbuminasionaldanneracagasbumiIndonesia20102025;(2)kebijakanenerginasional (masihdalamprosespenyusunan),dan telahditetapkanpokokpokokkebijakan,antara lain: (a)perubahanparadigmadalammemandangsumberdayaenergisebagaikomoditas menjadi sumber daya energi sebagai modal pembangunan, (b) peningkatan peransumberdayaEBTdalambauranenerginasional,(iii)pengamananpasokanenergi,khususnyalistrikdanmigasnasional,baik ituuntuk jangkapendekmaupun jangkamenengahdan jangkapanjang;(3)PeraturanPemerintahNomor22Tahun2010 tentangWilayahPertambangan; (4)PeraturanPemerintahNomor23Tahun2010tentangPelaksanaanKegiatanPertambanganMineraldanBatuBara; (5) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2010 tentang Pembinaan dan PengawasanPenyelenggaraan Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara; (6) PeraturanPemerintahNomor78Tahun2010tentangReklamasidanPascaTambang;(7)PeraturanPresidenNomor 4 Tahun 2010 tentang Penugasan kepada PT Perusahaan ListrikNegara (Persero) untukMelakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan EnergiTerbarukan,BatuBaradanGas;dan (8)PeraturanMenteriESDMNomor2Tahun2010 tentangDaftar ProyekProyek Percepatan Pembanguan Pembangkit Tenaga Listrik yangMenggunakanEnergi Baru Terbarukan, Batu Bara, dan Gas serta Transmisi Terkait; dan (9) telah disusunrancangan peraturan pemerintah sebagai pelaksanaan UU Nomor 30 Tahun 2009 tentangKetenagalistrikanantara lainRancanganPeraturanPemerintah (RPP) tentangUsahaPenyediaanTenaga Listrik, RPP tentangUsaha Penunjang Tenaga Listrik, dan RPP tentang Jual Beli TenagaListrikLintasNegara.Hasilhasilkegiatanpembangunanselamatahun2010dibidangenergiadalahsebagaiberikut:1. Produksiminyakbumipadatahun2014diharapkandapatmencapai1,01jutabarrelperhari.

    Pada tahun2010,produksiminyakbumimencapai954 ribubarrelperhari.Pencapaian inirelatiftidakberbedajauhdenganpencapaianpadatahun2009yaitusebesar944ribubarrelperhari.Perkembanganproduksiminyakbumidaritahun20052010sebagaimanaGambar2.8.1berikutini:

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 87

    Gambar 2.8.1. Perkembangan Produksi Minyak Bumi, Tahun 20052010

    2. Pencapaian pembangunan ketenagalistrikan pada tahun 2010 adalah peningkatan rasio

    elektrikasi nasional mencapai 67,15 persen dan rasio desa terlistriki 92,5 persen. Hal tersebut didukung oleh peningkatan kapasitas pembangkit sebesar 787 MW beserta pembangunan jaringan transmisi dan distribusinya. Di sisi lain, pemanfaatan energi baru terbarukan untuk pembangkit listrik terus dikembangkan, antara lain: (a) pembangkit listrik dari sumber energi mikrohidro dengan kapasitas terpasang sebesar 217,89 MW; (b) pembangkit listrik dari sumber energi surya dengan kapasitas terpasang sebesar 13,58 MW; (c) pembangkit listrik dari sumber energi angin dengan kapasitas terpasang sebesar 1,8 MW; (d) pemanfaatan panas bumi dengan kapasitas terpasang 1.189 MW. Perkembangan rasio elektrikasi dari tahun 20052010 sebagaimana Gambar 2.8.2 berikut ini:

    Gambar 2.8.2. Perkembangan Rasio Elektri Tahun 20052010

    3. Pembangunan jaringan gas kota yang dilaksanakan di beberapa wilayah, yaitu: (a) Tarakan,

    3.400 sambungan rumah tangga; (b) Depok, 3.366 sambungan rumah tangga; (c) Sidoarjo, 1.750 sambungan rumah tangga, dan (d) Bekasi, 1.800 sambungan rumah tangga.

    Sumber Data: Kementerian ESDM.

    Sumber Data: Kementerian ESDM.

  • 88 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    2.8.3. Permasalahan Pencapaian Permasalahan dan tantangan pokok di bidang energi antara lain adalah: (1) rendahnya minat dalam investasi untuk pengusahaan migas, mineral, dan batu bara; (2) kurangnya kemampuan teknis dan manajerial aparat pemerintah daerah; (3) kurangnya penggunaan teknologi (4) masih dampak negaf yang diakibatkan oleh proses pertambangan; (5) belum terpadunya konsep penataan ruang sehingga sering menimbulkan kk lahan dan kean iklim investasi; dan (6) terkait pengembangan energi baru terbarukan dan konservasi energi yaitu: biaya investasi awal yang nggi sehingga harga per unit energi menjadi nggi dan mengakibatkan dapat bersaing dengan energi konvensional; infrastruktur yang kurang mendukung; dan kurangnya kebijakan yang bersifat operasional untuk energi terbarukan.

    Permasalahan yang dihadapi khususnya dalam upaya penambahan kapasitas pembangkit listrik pada tahun 2010 diantaranya adalah: (1) terbatasnya pendanaan dari pemerintah sedangkan pendanaan oleh pihak swasta (melalui skema KPS) juga belum memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan; (2) ketergantungan teknologi yang dipakai, baik untuk pembangkit maupun transmisi dan distribusi, pada teknologi asing; (3) masih belum tersedianya energi primer (terutama batubara dan gas) yang cukup untuk pembangkit dalam negeri; (4) proses pembebasan tanah yang masih belum jelas; (5) tumpang lahan terutama menyangkut kawasan hutan; (6) pengembangan energi nuklir menghadapi kendala kekhawran masyarakat terhadap keamanan PLTN, investasi yang mahal dan persiapan pembangunan yang kompleks; dan (7) energi surya belum dapat berkembang untuk skala besar karena biaya komponen dan pemasangannya masih Demikian pula halnya dengan penambahan kapasitas pembangkit listrik masih sangat jauh dari target yang diharapkan 3.000 MW, hanya mencapai sebesar 787 MW. Hal ini disebabkan juga oleh keterlambatan program 10.000 MW tahap I dan proyek-proyek Independent Power Plant (IPP).

    Pencapaian produksi minyak bumi yang masih di bawah target sebesar 965 ribu barrel per hari, yaitu sebesar 954 ribu barrel per hari. Rendahnya pencapaian target ini disebabkan beberapa hal antara lain: (1) unplanned shutdown; (2) produksi hasil pemboran k mencapai target akibat kendala subsurface; (3) permasalahan terkait aker, dan (4) perpanjangan planned shutdown. Sementara itu, capaian pemanfaatan panas bumi untuk pembangkit listrik relf target yaitu kapasitas terpasang PLTP sebesar 1.189 MW dari 1.261 MW yang direncanakan. Kendala yang dihadapi adalah: (1) adanya bencana alam tanah longsor; (2) masalah negosiasi harga dan kesepakatan kerjasama; (3) masalah persiapan pelaksanaan; dan (4) masalah revisi alokasi anggaran.

    2.8.4. Rencana Tindak Lanjut Tindak lanjut yang masih diperlukan di bidang energi, antara lain: (1) peningkatan infrastruktur jaringan transmisi dan distribusi gas bumi khususnya untuk memperluas jaringan gas kota di berbagai daerah; (2) meningkatkan keamanan pasokan bahan bakar minyak dan gas bumi, dengan sasaran opmalisasi pemanfaatan gas bumi dalam negeri dan terpenuhinya kebutuhan BBM dan minyak mentah dalam negeri; (3) penyediaan konsep alih teknologi dan peningkatan kehandalan peralatan produksi; (4) peningkatan dukungan masyarakat sekitar atas kegiatan usaha migas; (5) penyelesaian regulasi terkait RPP mengenai pemanfaatan energi baru terbarukan dan RPP mengenai penyediaan dan pemanfaatan energi; (6) peningkatan upaya opmasi lapangan produksi dan pengembangan lapangan; (7) menyelesaikan rancangan dan rumusan Kebijakan Energi Nasional dan menetapkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN); (8) meningkatkan koordinasi baik antar sektor maupun antar region dalam rangka sinkronisasi kebijakan dan implementasinya;

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 89

    (9) meningkatkan ketersediaan energi primer untuk pembangkit listrik yang bertumpu pada sebanyak-banyaknya kemampuan sumber daya dari dalam negeri diantaranya melalui pembangunan infrastruktur gas bumi (sep LNG Receiving Terminal) dan mendorong pembangunan sarana dan prasarana pengangkutan batubara untuk keperluan pasar dalam negeri; (10) meningkatkan esiensi pemanfaatan energi dan menyediakan subsidi energi tepat sasaran; dan (11) meningkatkan peran serta swasta dan pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur energi.

    Tabel 2.8.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 8:Energi, Tahun 2010

    No. RPJMN 2010 2014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR

    TARGET 2010

    1. KEBIJAKAN: Penetapan kebijakan energi yang memas kan penanganan energi nasional yang terintegrasi sesuai dengan Rencana Induk Energi Nasional

    Ditetapkannya kebijakan energi yang memas kan penanganan energi nasional yang terintegrasi sesuai dengan Rencana Induk Energi Nasional

    Jumlah aturan perundang-undangan

    PP: 3

    RPP: 3 Dokumen

    Rencana: 7

    UU: 2 PP: 2

    PP: 4

    RPP: 5 Dokumen

    Rencana: 7

    2. RESTRUKTURISASI BUMN: Transformasi dan konsolidasi BUMN bidang energi dimulai dari PLN dan Pertamina yang selesai selambat-lambatnya 2010 dan diiku oleh BUMN lainnya

    Terlaksananya transformasi dan konsolidasi BUMN bidang energi dimulai dari PLN dan Pertamina yang selesai selambat-lambatnya 2010 dan diiku oleh BUMN lainnya

    Pelaksanaan penetapan target, monitoring dan evaluasi kinerja BUMN

    2 BUMN Besar dan Strategis

    -

    2 BUMN

    Besar dan Strategis

    3. KAPASITAS ENERGI: Peningkatan kapasitas pembangkit listrik sebesar rata-rata 3.000 MW per tahun mulai 2010 dengan rasio asi yang mencakup 62% pada 2010 dan 80% pada 2014; dan produksi minyak bumi sebesar lebih dari 1,01 juta barrel per hari mulai 2014

    Meningkatnya kapasitas pembangkit listrik sebesar rata-rata 3.000 MW per tahun mulai 2010 dengan rasio si yang mencakup 62% pada 2010 dan 80% pada 2014; dan produksi minyak bumi sebesar lebih dari 1,01 juta barrel per hari mulai 2014

    Penambahan kapasitas pembangkit listrik per tahun

    3.000 MW

    473 MW

    787 MW

    Rasio asi

    67,20% 65,79% 67,15%

    Produksi minyak bumi per hari

    965 ribu barrel per hari

    944 ribu barrel per

    hari

    954 ribu barrel per

    hari

    4. ENERGI ALTERNATIF: Peningkatan pemanfaatan energi terbarukan termasuk energi geothermal sehingga mencapai 2.000 MW pada 2012 dan 5.000 MW pada 2014 dan dimulainya produksi coal bed methane untuk membangkitkan listrik pada 2011 disertai

    Meningkatnya pemanfaatan energi terbarukan termasuk energi geothermal sehingga mencapai 2.000 MW pada 2012 dan 5.000 MW pada 2014

    Kapasitas energi

    geothermal yang termanfaatkan

    1.261 MW

    1.189 MW

    1.189 MW

    Terlaksananya kegiatan produksi coal bed methane untuk membangkitkan listrik pada 2011 disertai

    Total produksi coal bed methane yang digunakan

    NA NA NA

  • 90 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    No.RPJMN20102014

    CAPAIAN2009

    CAPAIAN2010SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET

    2010pemanfaatanpotensitenagasurya,microhydro,bioenergy,dannuklirsecarabertahap

    pemanfaatanpotensitenagasurya,microhydro,bioenergy,dannuklirsecarabertahap

    untukpembangkitlistrik

    5. HASILIKUTANDANTURUNANMINYAKBUMI/GAS:Revitalisasiindustripengolahhasilikutan/turunanminyakbumidangassebagaibahanbakuindustritekstil,pupukdanindustrihilirlainnya

    Berkembangnyaklasterindustriberbasismigas

    Lokasi

    2

    2

    6. KONVERSIMENUJUPENGGUNAANGAS:Perluasanprogramkonversiminyaktanahkegassehinggamencakup42jutaKepalaKeluargapada2010;penggunaangasalamsebagaibahanbakarangkutanumumperkotaandiPalembang,Surabaya,danDenpasar

    Terlaksananyaperluasanprogramkonversiminyaktanahkegas

    Cakupanjumlahkepalakeluargapenerimaprogramkonversiminyaktanahkegas

    42jutaKK

    NA

    47,6jutaKK

    Terlaksananyapembangunanjaringangasperkotaan

    Lokasi/SR

    3lokasi/16.000SR

    NA 4lokasi/10.316SR

    TerlaksananyaperluasanpenggunaangasalamsebagaibahanbakarangkutanumumdiPalembang,Surabaya,danDenpasar

    PembangunanSPBG(gasuntuktransportasi)

    FEEDdanDEDCdi1kota

    FEEDdanDEDCuntukpengembanganSPBGdiPalembang

    SumberData:LampiranPidatoPresiden2010,RKP2011,danbahanpaparanKESDM

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 91

    BAB2.9. PRIORITASNASIONAL9:LINGKUNGANHIDUP DANPENGELOLAANBENCANA2.9.1.PengantarAktivitas pembangunan yang pesat, di satu sisi memberikan pertumbuhan ekonomi yangsignifikan, namun di sisi lain juga berimplikasi pada terjadinya pencemaran dan kerusakanlingkungan.Kondisiinidiiringipulaolehlajupertumbuhanpendudukdanindustrialisasi,pesatnyapembangunan infrastruktur, pola hidup masyarakat yang cenderung konsumtif, terjadinyaperubahan iklim, lemahnya penegakan hukum, serta belum optimalnya kapasitas sumber dayamanusia dalam pengelolaan lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan berakibat pada timbulnyabencanasepertibanjir,longsor,danjugakekeringanyangakhirakhirinisemakinseringterjadidanberdampak luas. Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya bersifat materi, namun jugamengakibatkanhilangnyajiwapendudukyangterkenabencana,terutamamerekayangberadadidaerahyangrawanbencana.Menyikapi situasi tersebut, diperlukan kebijakan pembangunan yang komprehensif dimanapembangunan ekonomi terus ditingkatkan dengan tetap memperhatikan aspek sosial danlingkungan,sehinggadapatmencapaipembangunanyangberkelanjutandanlestari.

  • 92 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    2.9.2.PencapaianPrioritasNasional9:LingkunganHidupan PengelolaanBencanaSebagaibentuk antisipasi dalam mengatasi perubahan iklim telah dilakukanberbagaiupayauntukmemperbaiki kerusakan lingkungan yangmengarah kepada upayamitigasi dan adaptasiperubahan iklimglobal.Sebagaiwujudkomitmen Indonesiauntukmenurunkanemisigasrumahkaca sebesar26persenpada tahun2020,pada tahun2010 telahdisusunRancanganPeraturanPresidenmengenai Rencana AksiNasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RANGRK), yangselanjutnyaakandilaksanakanolehmasingmasingsektorterkait.Disampingitu,ditingkatdaerahjugaakandisusunRencanaAksiDaerah (RADGRK)dalamkurunwaktu12bulan sejakRANGRKditandatangani.Selanjutnya,dalammendukungtargetpenurunanemisisebesar26persen,makadisusunpulaRancanganPeraturanPresidententang InventarisasiGasRumahKaca.Kebijakan inidiperlukan mengingat inventarisasi merupakan dasar utama untuk menentukan berapa besarpenurunanemisiGRK yangdiperlukandarimasingmasing sektordanwilayah, sertamemenuhiprinsipterukur,terlaporkan,danterverifikasi(measureable,reportable,andverifiable).Upayalainyangtelahdilakukanuntukmengatasiperubahaniklimadalahupayarehabilitasihutandan lahan kritis pada Daerah Aliran Sungai (DAS) prioritas yaitu seluas 204.211 ha sertapengembanganhutankotaseluas1.175ha.Selain itu,dilakukanpulapengelolaanhutanmelaluipemberdayaan masyarakat, diantaranya melalui pengembangan hutan kemasyarakatan (HKm)seluas415.153ha,pengembanganhutankemitraanuntukbahanbakukayupertukangan seluas50.506 ha, dan pengembangan hutan desa seluas 113.354 ha. Upaya lain adalah denganmelakukan rehabilitasi pesisir dan konservasi laut melalui pengelolaan kawasan konservasiperairan yang mencapai 13,95 juta ha pada tahun 2010 serta kerjasama internasional dalamrangkakonservasi lautmelaluiCoralTriangle Initiative (CTI)danSuluSulawesiMarineEcoregion(SSME).Upaya pengendalian kerusakan lingkungan dilakukan untuk mempertahankan pelestarianlingkungan danmeningkatkan kualitas daya dukung lingkungan. Pada tahun 2010,pelaksanaanProgram Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper)memperoleh hasil yangmemuaskan,dimana jumlahperusahaanpesertaPropermencapai705perusahaan,melebihi targetdi tahun2010,yaitusebanyak680perusahaan.UntukpelaksanaanProgramAdipura, jumlahkotadengankualitas lingkunganbaikmengalamipeningkatan,darisebanyak140kotadi tahun2009menjadi162kotaditahun2010.Di sektorkehutanan, telahdilakukanpengendaliankebakaranhutanmelaluiupayamenurunkanjumlahhotspotmenjadi9.841titikdaritargetpenurunankumulatifmenjadi58.890titik.Capaianinimenjadimelebihi targetpenurunanhotspot sebesar20persenper tahun, karena sepanjangtahun 2010 hujan turun sehingga jumlah hotspot jauh berkurang dan sedikit sekali terjadikebakaran hutan dan lahan. Sejalan dengan hal itu, luas kawasan hutan yang terbakar hanyasebesar1.535,28ha,jauhlebihrendahdibandingkanperkiraansebesar6.113,77ha.UpayalainnyayaitumelaluikomunikasiparapihakdilingkunganDASdanmembangunrencanapengelolaanDASpada22DASPrioritas.Dalam pengembangan sistem peringatan dini, pencapaian yang dapat dihasilkan adalahterkelolanya SistemPeringatanDiniTsunami (TEWS)dan Sistem PeringatanDiniCuaca (MEWS)sertaSistemPeringatanDiniIklim(CEWS).Untukkegiatanpengelolaangempabumidantsunami,tahun2010telahdilakukanpemeliharaanTEWSduapaket,pemeliharaansistemdiseminasisirine1paket,pemasangansistemdiseminasiTEWSdi3 lokasi,pembangunanCCTVuntukmonitoringgelombangtsunami5unit,peningkatankemampuan InaTEWS1paket,penyempurnaan fasilitasoperasionalgempabumidantsunami1paketdanpenyediaanhandling Inklaring1paket.Untuk

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 93

    pengelolaanmeteorologi publik, di tahun 2010 telah dilakukan pengadaan tanah untuk radarcuacadi satu lokasi,pembangunan radar cuacadi1 lokasi,pemeliharaan radardi12 lokasidanintegrasiRadarCuaca4lokasi.Selanjutnya,untukpengelolaaniklimagroklimatdaniklimmaritim,ditahun2010telahdilakukanpemasanganAutomaticWeatherStation(AWS)10lokasi,AutomaticRainGauge(ARG)10lokasi,pembangunanPosAgroklimat1lokasidanpemasanganpenakarhujanobservasi(PH.Obs)di1.000lokasi.Upayauntukmengurangibencanadilakukanmelaluipeningkatankapasitasaparaturpemerintahdanmasyarakatdalampenanggulanganbahaya kebakaranhutandienamDAOPS selama tahun2010.Upayaupayapenanggulanganbencanadanpenguranganrisikobencanasebagaisalahsatuprioritas pembangunan nasional telah banyak dilakukan oleh pemerintah, antara lain melaluikegiatan: (1) dukungan penyediaan peralatan dan pemenuhan logistik di 16 provinsi; (2)pembentukantimSatuanReaksiCepatPenanggulanganBencana(SRCPB)denganbasisdi2(dua)lokasi (Jakarta dan Malang); dan (3) koordinasi dan pelaksanaan tanggap darurat di wilayahpascabencana banjir bandang di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat,pascabencana gempabumidan tsunamidiKepulauanMentawai, sertabencana erupsiGunungMerapidiProvinsiDIYogyakartadanJawaTengahtelahselesaidilaksanakan.2.9.3.PermasalahanPencapaianBeberapapermasalahandalamupayamengantisipasidampakperubahaniklim,antaralainadalah:(1)banyaknyapemangkukepentingandalampenanggulangandampakperubahan iklimsehinggadiperlukan sinkronisasidankoordinasiyangkuatantarK/L; (2) rendahnyakesiapan institusidankapasitassumberdayamanusia;(3)masihkurangnyakebijakandanperaturanyangberpihakpadapelaksanakegiatandibidangperubahan iklim;(4)masihterbatasnyasumbersumberpendanaanbagi kegiatan penanganan dampak perubahan iklim; serta (5) belum terciptanya sistem danmekanismeinsentif/disinsentif.Selainitupermasalahanyangdihadapidisektorkehutananadalahmasihtingginyalajudeforestasidandegradasiyangdisebabkanolehaktivitasilegallogging,sertapermasalahan di bidang kelautan dan perikanan antara lain adanya pemanfaatan sumber dayakelautan yang tidak terkendali dan tidak memperhatikan keseimbangan ekosistem alam yangberakibatpada rusaknyaekosistempesisirdan laut (mangrovedan terumbukarang)yangdapatmenyebabkanmenurunnyaketersediaansumberdayaplasmanutfah,sertaerosipantai.Dariaspekpengendaliankerusakanlingkungan,masalahyangdihadapiadalah:(1)kecenderunganmeningkatnyapencemaran lingkungan; (2)meningkatnya luaswilayahyang tercemardan rusakberat;(3)masihrendahnyakapasitassumberdayamanusiadaninstitusipengelola;dan(4)masihrendahnya kesadaranmasyarakat. Selain itudibidang kehutananmasihdihadapipermasalahanadanyapembukaankawasan secara tidak sah sertakebakaranhutan, sertamasih luasnya lahankritisakibataktivitaspemulihankawasanyangmasihrendah.Permasalahandalamsistemperingatandiniadalahmasihkurangnyakemampuandan jangkauanSistemPeringatanDiniCuaca(MEWS),SistemPeringatanDiniIklim(CEWS),danSistemPeringatanDini Tsunami (TEWS), dalammemberikan data dan informasi kepadamasyarakat secepatnya.Selainitu,masihrendahnyakualitassumberdayamanusiapengelolasistemperingatandini.Permasalahan terkait penanggulangan bencana adalah masih belum memadainya kinerjapenanggulanganbencana,terutamaterkaitdengankapasitasdalampenanggulanganbencanabaikdi tingkat pemerintahmaupun di tingkatmasyarakat yangmasih terbatas. Permasalahan yangdihadapi antara lain: (1)belum seluruhnya terbentuk kelembagaanpenanggulanganbencanadidaerah; dan (2) masih tingginya ketergantungan pendanaan pada pemerintah pusat dalampelaksanaan tanggap darurat. Sementara itu, permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan

  • 94 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah pascabencana adalah: (1) belum tersedianya basis datawilayah pascabencana yang termutahirkan; (2) keterbatasan peta wilayah pascabencana yangmenghambat analisa kerusakan dan kerugian; (3) koordinasi penilaian kerusakan dan kerugianserta perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang terpusat; dan (4) keterbatasan alokasipendanaan pemerintah pusat dan daerah serta ketergantungan pendanaan pemulihan kepadapemerintahpusat.Kesadaran terhadap risikobencanadanpemahaman terhadapkesiapsiagaandalammenghadapibencana juga masih rendah. Terkait dengan pengurangan risiko bencana, permasalahan yangdihadapiantara lain: (1)belumoptimalnyapenjabarankebijakanpenguranganrisikobencanakedalamkebijakandidaerah; (2)kurangnyasosialisasipenguranganrisikobencanakepadaseluruhpemangku kepentingan; dan (3) kurangnya informasi dan keterbatasanmedia komunikasi yangefektif dalam penyebarluasan informasi pengurangan risiko bencana. Sementara itu dalam halkesiapsiagaan, permasalahan yang muncul utamanya terkait dengan: (1) masih terbatasnyakebijakan penanggulangan bencana di daerah; (2) keterbatasan kapasitas kelembagaanpenanggulanganbencanadidaerah;dan(3)keterbatasanalokasipendanaanbagipenanggulanganbencanayangbersumberdaripendanaandaerah.2.9.4.RencanaTindakLanjutTindak lanjut penanganan perubahan iklim terkait dengan penyusunan RAN GRK adalahmempersiapkan rencana sosialisasi RANGRK di pusat dan daerah, serta persiapan penyusunanRAD GRK setelah Perpres RAN GRK disahkan. Perpres RAN GRK mengamanatkan kepadadaerah/provinsi untuk menyusun RAD GRK dalam jangka waktu satu tahun setelah Perpresditerbitkan.Untuk itudisiapkan rencanasosialisasi,bimbingan,danpelatihanyangefektifuntukdaerah.Peningkatanupayarehabilitasihutandanlahandalamrangkapenangananperubahaniklim,terusdilakukanmelaluikegiatan rehabilitasihutandan lahankritis termasukhutanmangrove,pantai,gambut,danrawapadaDASprioritassecara intensifdengantargetkumulatifsebesar2,5 jutahapadaakhirtahun2014.Upayarehabilitasi inidiharapkandapatmenurunkan lajudeforestasidandegradasi hutan. Selain itu, pengelolaan hutan melalui pemberdayaan masyarakat terusdikembangkanmelalui hutan kemasyarakatan seluas 2 juta ha, hutan rakyat kemitraan seluas250.000 ha serta hutan desa seluas 500.000 ha sampai dengan akhir tahun 2014. Upaya inidiharapkan akanmeningkatkan ekonomimasyarakatmelalui akses terhadappengelolaanhutandanpemanfaatanhasilhutan.Dalam upaya peningkatan pengelolaan sumber daya kelautan, diperlukan peningkatan upayarehabilitasi,konservasi,danpengendaliansumberdayakelautanantara lainmelaluipengelolaankawasankonservasidankerjasamakonservasinasional,regional,danglobal.Dariaspekpengendalian kerusakan lingkungan,di sampingpenguatan kapasitas SDMpengelolaterus dilakukan, peran aktif masyarakat dalam melakukan pengelolaan lingkungan hidup jugaditingkatkan. Selain itu, revitalisasi Program Adipura guna meningkatkan efektifitas dalampelaksanaannya perlu dilakukan. Pengendalian terhadap kebakaran hutan juga perlu terusditingkatkanuntukmenekan kawasanhutan yang terbakarhingga 50persendalam lima tahundibandingkondisiratarata200520 09.Sejalandenganhal itu,hotspotakanterusditekanhinggasebesar20persensetiaptahundariratarata20052009.Sementaraitu, pengendaliankerusakanlingkungan pada DAS akan terus ditingkatkan melalui penyusunan rencana pengelolaan DASterpadudi108DASprioritasdanbaselinedatapengelolaanDASdi108DASpadaakhirtahun2014.

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 95

    Untuk memaskan tetap terkelolanya Sistem Peringatan Dini Cuaca (MEWS) dan Sistem Peringatan Dini Iklim (CEWS) serta Sistem Peringatan Dini Tsunami (TEWS), diperlukan peningkatan kualitas SDM pengelola melalui pendidikan dan han. Dari segi peralatan, pemeliharan peralatan yang telah terpasang terus dilakukan, serta opmalisasi dalam pemanfaatan peralatan yang tersedia.

    Di bidang penanggulangan bencana, perlu dilakukan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan bahaya kebakaran hutan di 30 DAOPS. Selain itu, upaya lanjut yang diperlukan dalam rangka peningkatan kinerja penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana antara lain: (1) pengurangan risiko bencana sebagai prioritas nasional dan daerah melalui: (a) penguatan kelembagaan penanggulangan bencana di pusat dan daerah, (b) pengintegrasian kebijakan pengurangan risiko bencana dalam perencanaan pembangunan di daerah, (c) dukungan penyediaan peralatan dan logisk kebencanaan di daerah dengan at kerawanan dan (d) penguatan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana serta mendorong keterlibatan dan pari masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana; (2) peningkatan kapasitas penanganan kedaruratan dan korban di wilayah pascabencana, yang terkoordinasi, dan terpadu melalui: (a) peningkatan kemampuan dan kapasitas satuan reaksi cepat penanggulangan bencana, dan (b) peningkatan kinerja pelaksanaan penanganan darurat di wilayah yang terkena bencana; dan (3) percepatan penyelesaian pemulihan wilayah pascabencana, khususnya di Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Sumatera Barat, serta pelaksanaan pemulihan awal di wilayah pascabencana Wasior, Mentawai dan Merapi yang akan dilanjutkan dengan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah pascabencana tersebut.

    Tabel 2.9.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 9: Lingkungan Hidup Dan Pengelolaan Bencana, Tahun 2010

    No RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI

    INTI SASARAN INDIKATOR TARGET

    2010 1. PERUBAHAN

    IKLIM:

    Penurunan Emisi GRK sebesar 26% dari baseline

    Laporan inventarisasi emisi GRK pada tahun 2020 menurun sebesar 26% dari baseline

    Tersusunnya dra Perpres RAN-GRK, serta dra Perpres Inventarisasi GRK

    Penyusunan dokumen RAN untuk Menghadapi Perubahan Iklim, dokumen Indonesia Climate Change Sectoral Roadmap.

    Tersusunnya dra Perpres RAN-GRK, dan dra Perpres Inventarisasi GRK

    Berkurangnya lahan melalui rehabilitasi dan reklamasi hutan

    Terjaminnya tanaman rehabilitasi hutan dan lahan pada DAS prioritas*

    100.000 ha*

    NA

    204.211 ha

    Terjaminnya hutan kota

    1000 ha NA

    1.175 ha

    Meningkatnya pengelolaan hutan melalui pemberdayaan masyarakat

    Terjaminnya hutan kemasyarakatan

    400.000 ha

    NA 415.153 ha

    Terjaminnya izin usaha pengelolaan HKm

    100 kelompok

    NA 107 kelompok

    Terjaminnya kemitraan usaha HKm

    10 unit NA 22 unit

    Terjaminnya hutan kemitraan untuk bahan kayu pertukangan

    50.000 ha

    NA 50.506 ha

    Terjaminnya sentra HHBK unggulan

    6 lokasi

    NA 6 lokasi

  • 96 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    No RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI

    INTI SASARAN INDIKATOR TARGET

    2010 terbentuk dan beroperasi Terjaminnya hutan desa

    100.000 ha

    NA 113.354 ha

    Peningkatan hasil rehabilitasi seluas 500.000 ha per tahun

    Kawasan konservasi laut dan kawasan konservasi perairan tawar dan payau yang dikelola secara berkelanjutan

    Pengelolaan 900 ribu ha

    Luas kawasan konservasi perairan 13,5 juta

    Pengelolaan 900 ribu ha, dan total luas kawasan konservasi perairan 13,95 juta ha

    2.

    Pengendalian Kerusakan Lingkungan: Penurunan beban pencemaran lingkungan melalui pengawasan ketaatan pengendalian pencemaran air limbah dan emisi di 680 kegiatan industri dan jasa pada 2010 dan terus berlanjut; penurunan jumlah hotspot

    kebakaran hutan sebesar 20% per tahun

    Penurunan beban pencemaran lingkungan melalui pengawasan ketaatan pengendalian pencemaran air limbah dan emisi di 680 kegiatan industri dan jasa pada 2010 dan terus berlanjut;

    Menurunnya pencemaran air dan udara limbah dari sumber industri : agroindustri, Usaha Skala Kecil (USK), Manufaktur, Prasarana, dan Jasa, serta Industri Pertambangan Energi dan Migas (melalui Proper), serta peningkatan penyelenggaraan peningkatan pengelolaan sampah (melalui ADIPURA)

    Jumlah perusahaan mengiku Proper: 680

    Jumlah perusahaan mengiku Proper: 627

    Jumlah perusahaan mengiku Proper: 705

    Jumlah kota peserta ADIPURA dengan kualitas baik: 250

    Jumlah kota peserta ADIPURA dengan kualitas baik: 140

    Jumlah kota peserta ADIPURA dengan kualitas baik: 162

    Meningkatnya sistem pencegahan pemadaman, penanggulanan dampak kebakaran hutan dan lahan

    Terjaminnya hotspot di Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, dan Pulau Sulawesi berkurang 20%

    tahun dari rerata 2005-2009

    20%

    39.463

    400% (9.841 k)

    Terjaminnya kawasan hutan yang terbakar ditekan hingga 50% dalam 5 tahun dibanding kondisi rerata 2005-2009

    10%(6.113,77 ha)

    6.783,08 ha 1.535,28 ha

    Terselengganya pengelolaan DAS secara terpadu pada DAS prioritas

    Terjaminnya rencana pengelolaan DAS terpadu di DAS prioritas

    (22 DAS)

    NA

    22 DAS

    Terjaminnya baseline data pengelolaan DAS

    (7 DAS)

    NA 7 DAS

    Tersedianya data dan peta lahan

    di BPDAS

    (7 BPDAS)

    NA 7 BPDAS

    3. SISTEM PERINGATAN DINI: Penjaminan berjalannya fungsi Sistem Peringatan Dini Tsunami (TEWS) dan Sistem Peringatan Dini Cuaca

    Penjaminan berjalannya fungsi Sistem Peringatan Dini Tsunami (TEWS) dan Sistem Peringatan Dini Cuaca (MEWS) yang dimulai pada 2010, serta Sistem Peringatan Dini Iklim (CEWS) pada 2013

    Terkelolanya Sistem Peringatan Dini Cuaca (MEWS) dan Sistem Peringatan Dini Iklim (CEWS) serta Sistem Peringatan Dini Tsunami (TEWS)

    1. Pengelolaan Gempa Bumi dan Tsunami BMKG: - Pemelihara-

    an TEWS 2 paket

    - Pemeliharaan system diseminasi sirine 1 paket

    Terpeliharanya Sistem peringatan dini tsunami (TEWS) yang meli 148 stasiun pengamatan gempa bumi (seismograf) yang terdiri atas 102 stasiun BMKG dan stasiun lainnya

    1. Pengelolaan Gempa Bumi dan Tsunami BMKG: - Pemeliharan

    TEWS 2 paket - Pemeliharaan

    system diseminasi sirine 1 paket

    - pemasangan sistem diseminasi TEWS di 3 lokasi

    PENGENDALI-AN KERUSAK-AN LINGKUNG-AN:

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 97

    No RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI

    INTI SASARAN INDIKATOR TARGET

    2010 (MEWS) yang dimulai pada 2010, serta Sistem Peringatan Dini Iklim (CEWS) pada 2013

    - pemasangan sistem diseminasi TEWS di 3 lokasi

    - Pembangunan CCTV untuk monitoring Tsunami 5 unit

    - Peningkatan kemampuan Ina TEWS 1 paket.

    - Penyempurnaan fasilitas operasional gempabumi dan tsunami 1 paket

    - Tersedianya Handling Inklaring di 1 paket

    2. Pengelolaan Metorologi Publik BMKG - Pengadaan

    Tanah untuk Radar Cuaca di 1 lokasi

    - Pemeliharaan Radar Cuaca di 12 lokasi

    - Pembangunan Radar Cuaca di 1 lokasi (Pekanbaru)

    3. Pengelolaan Iklim Agroklimat

    dan Iklim BMKG

    - Pemasangan Automa c Weather

    (AWS) 10 lokasi

    - Pemasangan Automa c Rain Gauge (ARG) 10 lokasi

    - Pemasangan Penakar Hujan Observasi (PH. Obs) di 1.000 lokasi.

    dan dikembangkannya system peringatan dini iklim (CEWS) yang meli antara lain Automa c Digital Rain Gauge 42 lokasi dan Auto ma c Weather System 26 lokasi dan untuk pembangunan peringatan dini cuaca (MEWS) meli Radar Cuaca 8 lokasi, pemeliharaan Radar Cuaca 12 lokasi.

    - Pembangunan CCTV untuk monitoring Tsunami 5 unit

    - Peningkatan kemampuan Ina TEWS 1 paket.

    - Penyempurnaan fasilitas operasional gempabumi dan tsunami 1 paket

    - Tersedianya Handling Inklaring di 1 paket

    2. Pengelolaan Metorologi Publik BMKG - Pengadaan Tanah

    untuk Radar Cuaca di 1 lokasi

    - Pemeliharaan Radar Cuaca di 12 lokasi

    - Pembangunan Cuaca di 1 lokasi (Pekanbaru)

    3. Pengelolaan Iklim Agroklimat dan Iklim BMKG - Pemasangan

    Automa c Weather (AWS) 10 lokasi

    - Pemasangan Automa c Rain Gauge (ARG) 10 lokasi

    - Pemasangan Penakar Hujan Observasi (PH. Obs) di 1.000 lokasi.

    4. PENANG-GULANGANBENCANA: Peningkatan kemampuan

    Pemenuhan dan pendistribusian logis k dan peralatan kebencanaan.

    Terlaksananya Pemenuhan dan pendistribusian logis k dan peralatan

    16 Provinsi

    33 Provinsi

    16 Provinsi

  • 98 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    NoRPJMN20102014

    CAPAIAN2009

    CAPAIAN2010SUBSTANSI

    INTI SASARAN INDIKATORTARGET

    2010penanggulanganbencanamelalui:1)penguatankapasitasaparaturpemerintahdanmasyarakatdalamusahamitigasirisikosertapenangananbencanadanbahayakebakaranhutandi33provinsi,dan2)pembentukantimgerakcepat(unitkhususpenangananbencana)dengandukunganperalatandanalattransportasiyangmemadaidenganbasisdidualokasistrategis(JakartadanMalang)yangdapatmenjangkauseluruhwilayahIndonesia.

    kebencanaan

    Terlaksananyakesiapsiagaandengansatuanreaksicepatpenanggulanganbencana

    TerbentuknyaSatuanReaksiCepatPenanggulanganBencana(SRCPB).

    5lokasi

    SRCPBsudahdibentukdi2(dua)lokasistrategis(JakartadanMalang)

    5provinsi

    Koordinasidanpelaksanaanpenanganantanggapdaruratdipusatdandaerah.

    Terlaksananyakoordinasidanpenanganantanggapdaruratdipusatdandaerah.

    55lokasi 2lokasi(SumateraBaratdanJawaBarat)

    4lokasi(Wasior,MentawaidanBaratDIYogyakartadanJawaTengah)

    Meningkatnyasistempencegahanpemadaman,penanggulangandampakkebakaranhutandanlahan.

    Peningkatankapasitasaparaturpemerintahdanmasyarakatdalampenanggulanganbahayakebakaranhutandi30DAOPS(10provinsi)

    6DAOPS NA 6DAOPS

    Keterangan:*TargetberdasarkanRencanaStrategisKementerianKehutanan2010201 4Sumber:

    a. Laporan1TahunMenteriNegaraLingkunganHidup,2010b. BadanMeteorologi,Klimatologi,danGeofisika,2010c. KementerianKehutanan,2010d. BadanNasionalPenanggulanganBencana,2010

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 99

    15

    BAB 2.10. PRIORITAS NASIONAL 10: DAERAH TERTINGGAL

    TERDEPAN, TERLUAR, DAN PASCAKONFLIK 2.10.1. Pengantar Pemihakan terhadap upaya pembangunan di daerah nggal, terdepan, terluar, dan pascakk merupakan salah satu perhan utama RPJM Nasional 20102014 yang dituangkan dalam Prioritas Nasional 10 mengenai Daerah Te, Terdepan, Terluar, dan W Prioritas ini merupakan program aksi yang disusun dengan pendekatan kewilayahan, sehingga penanganannya memerlukan dukungan lintas bidang Penyelenggaraan koordinasi yang efekf dan sinergitas kebijakan dan program antar Kementerian/Lembaga merupakan kunci untuk mempercepat upaya-upaya penanganan daerah tnggal, terdepan, dan terl Program aksi untuk daerah l, terdepan, terluar, dan pascakonik ditujukan untuk pengutamaan dan penjaminan pertumbuhan di daerah ter terdepan, terluar serta keberlangsungan kehidupan damai di wilayah yang dijabarkan ke dalam empat substansi : 1 Kebijakan, yaitu pelaksanaan kebijakan khusus dalam bidang infrastruktur dan pendukung

    kesejahteraan lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan di daerah tnggal, terdepan, terluar, dan pascakonik selambat-lambatnya dimulai pada tahun 2011;

    2 Kerjasama internasional, yaitu pembentukan kerja sama dengan negara-negara tetangga dalam rangka pengamanan wilayah dan sumber daya kelautan;

  • 100 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    3. Keutuhan wilayah, yaitu penyelesaian pemetaan wilayah perbatasan RI denganMalaysia,PapuaNugini,TimorLeste,danFilipinapadatahun2010;dan

    4. Daerah tertinggal, yaitu pengentasan daerah tertinggal di sedikitnya 50 kabupaten palinglambattahun2014.

    SasarandantargetpembangunanPrioritasNasional10:DaerahTertinggal,Terdepan,Terluar,danPascakonflikpadatahun2010dirumuskansebagaiberikut:1. Terlaksananya kebijakan khusus dalam bidang infrastruktur dan pendukung kesejahteraan

    lainnya yang dapatmendorong pertumbuhan di daerah tertinggal, terdepan, terluar, danpascakonflik selambatlambatnya dimulai pada tahun 2011. Target sasaran ini adalahterumuskannya delapan kebijakan atau program khusus dalam penanganan permasalahandaerah tertinggal, terdepan, terluar,danpascakonflikdi lokasilokasi yang telahditetapkandalamRPJMN20102014dengan alokasianggaranyangmemadaipadasetiapK/Lyangterkaitdenganpelaksanaanprogramaksi.

    2. Meningkatnyakerjasamadengannegaranegaratetanggadalamrangkapengamananwilayahdansumberdayakelautan,yangdidukungolehketersediaansaranaprasaranapengamanandan pengawasan yang handal. Target sasaran ini adalah: (a) terselenggaranya kerjasamapengamanan wilayah dan sumber daya kelautan dengan sepuluh negara tetangga yangberbatasandaratdanlaut;(b)terwujudnyapertumbuhansaranadanprasaranapertahananditujuhPosPengamananPerbatasan(PosPamtas);(c)terwujudnyaperkembangankualitasdankuantitaspembinaanwilayahpertahananhinggamencapai45persen;dan (d)menurunnyaaktivitasIllegal,Unregulated,andUnreported(IUU)fishingdi3WPPBaratdan6WPPTimur.

    3. TersusunnyapemetaanwilayahperbatasanRIdenganMalaysia,PapuaNugini,Timor Leste,danFilipinapada20102014yangdisertaidenganupayapercepatanpenyelesaiandelimitasibataspadasegmensegmenbatasyangbelumdisepakati.Targetdarisasaran iniadalah: (a)tersusunnya72NomorLembarPeta(NLP)petaperbatasandan25pulau,(b)terselenggaranya12perundinganperbatasan.

    4. Meningkatnya ratarata pertumbuhan ekonomi, persentase pendudukmiskin, dan kualitassumber dayamanusia (IPM) di daerah tertinggal dengan targetmasingmasing sebesar 6.6persen,18.8persen,dan67,7.

    2.10.2. Pencapaian Prioritas Nasional 10: Daerah Tertinggal, Terdepan,Terluar,danPascakonflik

    Pencapaiansasaransubstansi intipertamadariPrioritasNasional10 terkaitdenganpelaksanaanberbagaikegiatanprioritasnasionalolehK/Lterkaituntukmendukungpembangunaninfrastrukturdanpendukungkesejahteraanlainnyadidaerahtertinggal,terdepan,danpascakonflik.Hasilhasilyang dicapai pada tahun 2010 adalah terlaksananya delapan kebijakan khusus yang dapatmendorongpertumbuhandidaerahtertinggal,terdepan,terluar,danpascakonflik,antaralain:(1)terbangunnyapermukimantransmigrasiuntuk4925KK;(2)terlaksananyapengadaan37unitbusperintis,pemberiansubsidioperasi143rutebusperintis,pembangunanbarudanlanjutan5unitkapalpenumpangdanperintis,subsidi58trayekangkutan lautperintis, pembangunanbarudanlanjutan30unitkapalpenyeberanganperintis,pembangunan28unitbusair,pengoperasian76lintaskapal penyeberangan perintis dalam provinsi dan 8 lintas antarprovinsi, serta pemberiansubsidioperasiangkutanudaraperintisuntuk96rutedi15provinsiuntukmemberikanpelayananjasa transportasi di wilayah tertinggal dan terpencil; (3) terlaksananya penyediaan jasa aksestelekomunikasimelaluiDesaDeringdenganrealisasi27.670desa(83.4persen),sertapenyediaan

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 101

    jasa akses layanan internetmelalui Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan realisasi4.269 desa ibukota kecamatan (74.3 persen); (4) terfasilitasinya penyediaan infrastruktur di 30pulaupulau kecil terluar; (5) teridentifikasinya potensi dan pemetaan di 20 pulaupulau kecil,termasuk5pulaukecilterluar/terdepan,sertapenyediaaninfrastrukturantaralainberupasaranaairbersihdanlistriktenagasurya;(6)terbentuknyaBadanNasionalPengelolaPerbatasan(BNPP)melaluiPerpres12/2010; (7) tersalurkannya subsidipendidikanbagi siswaSD/SDLB (2.246.800),SMP/SMPLB (871.193), SMA (248.800), SMK (305.950), dan mahasiswa (65.000); dan (8)terbangunnya76puskesmasperawatandiperbatasandanpulaupulaukecilterluarberpenduduk;terselenggaranyapelayanankesehatandi101Puskesmasprioritasdiperbatasandanpulauterluar;terlaksananya pelayanan pelayanan kesehatan rujukan di 14 RS bergerak di Daerah Terpencil,Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK); tersedianya tenaga kesehatan sebanyak 1.323 orang yangdidayagunakan di DTPK; tersedianya insentif bagi 1.421 residen senior dan tenaga kesehatanmelaluipendayagunaandiDTPK;tersedianya370residensenioryangdidayagunakandiDTPK.Substansi inti keduamengenaipembentukan kerja samadengannegaranegara tetanggadalamrangka pengamananwilayah dan sumber daya kelautan pada tahun 2010 diwujudkanmelaluikerjasamapengamananwilayahdansumberdayakelautandengantujuhnegaratetanggameliputi:(1)operasidanpatrolibersamaantara Indonesia,Malaysia,danSingapuramelaluiMalacaStraitSeaPatrol (MSSP)yangmampumenekan tindakperompakandiSelatMalaka secaradrastis; (2)kerjasamapengawasansumberdayakelautandanperikanandenganAustraliadanMalaysia;dan(3) pengendalian illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing dan pengawasan dalampemanfaatan sumber daya di wilayah setiga terumbu karang di n Indonesia dengan Filipina,Malaysia,Solomon,PapuaNewGuinea,danTimorLeste.Selainmelaluikerjasamadengannegaratetangga,upayapengamananwilayahdansumberdayakelautanperludidukungolehketersediaansaranadanprasaranapengamanansertapengawasanyanghandal.Beberapaupayayangdicapaipadatahun2010antara lain: (1) terlaksananyapemberian tunjangankhususkepadaprajuritTNIyang bertugas di wilayah perbatasan dan pulaupulau kecil terluarmelalui Perpres Nomor 49tahun2010;(2)terbangunnya2pospertahanandiwilayahKodamVI/TPRTanjungPuradan5pospertahanan di wilayah Kodam XVII/Cen Cendrawasih; dan (3) terselenggaranya pengawasansumberdaya kelautan secara intensif di WPP melalui pemeriksaan terhadap 2.253 kapalperikanan,dimanasebanyak183kapaldiindikasikanmelakukanpelanggaran.DalamhalpenyelesaianpemetaanwilayahperbatasanRIdenganMalaysia,PapuaNugini,TimorLeste,dan Filipina,pada tahun2010 telah tersusun: (1)petaperbatasanRIPNG Skala1:50.000sebanyak37NomorLembarPeta(NLP),dan(2)petafotodanpetagarispulaupulaukecilterluarsebanyak48NLP. Dalamupayapenegasanbatas(termasukpemetaan)disegmensegmenbataslainnya,perludidahuluidenganpenyelesaiandelimitasibatasmaritimmelaluikesepakatandengannegara tetangga. Selama tahun 2010, telah dilakukan 17 kali perundingan untukmembahassegmensegmen batas RIMalaysia, 2 kali perundingan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)IndonesiaVietnam, 2 kali perundingan batas ZEE dan LK IndonesiaPalau, dan 1 penjajakanperundingandelimitasibatasmaritimRIThailand. Selain itu, telahdilakukan ratifikasi terhadapPerjanjian tentang PenetapanGarisBatas LautWilayahdiBagianBarat Selat SingapuramelaluiUndangUndangNomor4Tahun2010.Sedangkandalamhalpencapaian sasaransubstansi intikeempatmengenaipengentasandaerahtertinggaldisedikitnya50kabupatenpalinglambattahun2014,padatahun2010terkendalaolehbelum tersedianya data perekonomian daerah, IPM dan kemiskinan tahun 2010 yang resmidipublikasikan oleh BPS, akan tetapi dari sisi pencapaian output kegiatan yang mendukungpengentasan daerah tertinggal di sedikitnya 50 kabupaten adalah: (1) terlaksananya koordinasilintas sektor dan fasilitasi bantuan stimulan dalam pembangunan daerah tertinggal melaluiinsrumen P2KPDT di 120 kabupaten, P4DT di 5 pusat pertumbuhan, P2WP di 24 kabupaten

  • 102 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    perbatasan, P2IPDT di 185 Kabupaten, dan P2SEDT di 151 Kabupaten; (2) DAK SPP di 233kabupaten,danPNPMDTKdi51Kab.AdapundanatotalblockgrantyangsudahdicairkanuntukP2DTKNADNias(tahun20062) sebesarRp236.3miliar(72persen)daritotalalokasiRp327.9miliar, sedangkanuntukP2DTKNasionalpencairan tahun200710 sebesarRp757.4miliar (99persen) dari total alokasi Rp761.4 miliar; (3) tersusunnya konsep Pembangunan PerdesaanTerpadu (Bedah Desa) dan Pengembangan Produk Unggulan Kabupaten (PRUKAB) sebagaiinstrumenutamadalamkoordinasi lintassektoryangdikoordinasikanolehKPDT;(4)tersusunnyaKesepakatan Bersama (MoU) yang diinisiasi oleh Kementerian PembangunanDaerah Tertinggal(KPDT) dengan melibatkan K/L dan swasta dalam rangka percepatan pembangunan ekonomimasyarakatdaerah tertinggal;dan (5) tersedianya kebutuhandasar,aksesibilitasdanpelayanansosial dasar bagi warga Komunitas Adat Terpencil meliputi permukiman dan infrastrukturpendukungnyasertapemberianjaminanhidupuntuk2.300KepalaKeluarga.2.10.3. PermasalahanPencapaianIsustrategisyangterkaitdenganpencapaiansasarandantargetPrioritasNasional10padatahun2010antaralain:1. Belumoptimalnyaperumusandanpelaksanaan kebijakandanprogram khususbesertadan

    alokasipendanaanyangbelumsesuaidengankebutuhanspesifikdaerahtertinggal,terdepan,terluar,danpascakonflikdilokasilokasiyangsudahditetapkan;

    2. Belum idealnya jumlah dan kualitas sarana prasarana pengamanan dan pengawasan yangtersedia untukmenyelenggarakan upaya pengamanan wilayah dan sumber daya kelautansecara intensif termasukuntukmendukungpengamananmelalui kerjasamadengannegaratetangga;

    3. Belumoptimalnyakoordinasiantar instansidalampenyediaandanpemanfaatanpetabataswilayahdankawasanperbatasan;dan

    4. Belum optimalnya pencapaian pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, danpeningkatan kualitas sumberdaya manusia di daerah tertinggal karena dihadapkan padabeberapa kendala antara lain belum optimalnya pengelolaan potensi sumber daya lokal,belum optimalnya tindakan afirmatif kepada daerah tertinggal,masih lemahnya koordinasiantarpelakupembangunan,danterbatasnyasaranadanprasaranadasarwilayah.

    2.10.4. RencanaTindakLanjutRencanatindaklanjutpelaksanaanprogramaksiPrioritasNasional10antaralain:1. Meningkatkan kualitas perumusan kebijakan dan program khusus untuk menuntaskan

    permasalahan daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pascakonflik yang memerlukanintervensispesifikdalampenanganannya.

    2. Meningkatkan sinergitas pelaksanaan kebijakan dan program antarsektor, antardaerah,maupunantarapusatdaerahbesertakeberpihakanpendanaandalampelaksanaankebijakankhusus untuk mempercepat pembangunan di daerah tertinggal, terdepan, terluar, danpascakonflikdilokasilokasiyangtelahditetapkan.

    3. Mempererat kerjasama antar negara dalam upaya pengamanan wilayah dan pengawasansumberdaya kelautan yangdidukungolehupayapeningkatan ketersediaan saranaprasanapengamanandanpengawasan.

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 103

    4. Meningkatkan koordinasiantarinstansidalam rangkapelaksanaan kegiatanpemetaanbataswilayah dan kecamatan perbatasan serta mendorong pemanfaatan hasil pemetaan olehinstansiterkaitdipusatdandaerah.

    5. Meningkatkan upaya diplomasi batas untuk mempercepat penyelesaian delimitasi batasnegara.

    6. Meningkatkan koordinasi dan sinergitas antar pelaku pembangunan termasuk fasilitasikegiatanstimulandidaerahtertinggal,terdepan,terluar,danpascakonflikmelaluioptimalisasiperan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Badan Nasional PengelolaPerbatasan.

  • 104 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    Tabel 2.10.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 10: Daerah Ter Terdepan, Terluar, dan Pascakonik, Tahun 2010

    No RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009*

    CAPAIAN 2010* SUBSTANSI

    INTI SASARAN** INDIKATOR** TARGET 2010*

    1. KEBIJAKAN : Pelaksanaan kebijakan khusus dalam bidang infrastruktur dan pendukung kesejahteraan lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan di daerah

    nggal, terdepan, terluar, dan pascakonik selambat-lambatnya dimulai pada 2011

    Terlaksananya kebijakan khusus dalam bidang infrastruktur dan pendukung kesejahteraanlainnya yang dapat mendorong pertumbuhan

    di daerah nggal,

    terdepan, terluar, dan pascselambat-lambatnya dimulai pada 2011

    Jumlah kebijakan khusus yang dirumuskan

    8 kebijakan khusus

    Terlaksananya 5 kebijakan khusus yang dapat mendorong pertumbuhan di daerah nggal, terdepan, terluar, dan pasc antara lain:

    1. Terbangunnya permukiman transmigrasi di 82 lokasi untuk 10.025 KK

    2. Tersedianya kapal penumpang dan perin s 4 unit, subsidi perin s angkutan laut 58 trayek, pelayanan keperin san angkutan jalan (78 bus perin s dan 138 lintas peri s), 3 Sarana Keperin san SDP, 81 pelayanan Keperin san SDP, 94 rute perin s udara

    3. Terbangunnya sarpras kominfo (24.051 Desa berdering, 70 Desa pintar)

    4. Terfasilitasinyapeningkatan sarana dan prasarana di 4 pulau-pulau kecil terluar

    5. Jumlah residen senior yang didayagunakan di DTPK (83)

    Terlaksananya 8 kebijakan khusus yang dapat mendorong pertumbuhan di daerah

    nggal, terdepan, terluar, dan pasc antara lain:

    1. Terbangunnya permukiman transmigrasi untuk

    2. 4925 KK 3. Tersedianya 37 unit bus

    perin s, pemberian subsidi operasi 143 rute bus perin s, pembangunan baru dan lanjutan 5 unit kapal penumpang dan perin s, subsidi 58 trayek angkutan laut perin s, pembangunan baru dan lanjutan 30 unit kapal penyeberangan perin s, pembangunan 28 unit bus air, pengoperasian 76 lintaskapal penyeberangan perin s dalam provinsi dan 8 lintas antarprovinsi, serta pemberian subsidi operasi angkutan udara perin s untuk 96 rute di 15 provinsi

    4. Terbangunnya sarpras kominfo (27.670 desa berdering, 4.269 desa Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK)

    5. Terfasilitasinya penyediaan infrastruktur pulau-pulau kecil terluar (30 pulau)

    6. Teriden kasi dan terpetakannya potensi 20 pulau-pulau kecil, termasuk 5 pulau kecil terluar

    7. Terbentuknya Badan Nasional Pengelola Perbatasan melalui Perpres 12/2010

    8. Tersalurkannya subsidi pendidikan bagi siswa SD/SDLB (2.246.800), SMP/SMPLB (871.193), SMA (248.800), SMK (305.950), dan mahasiswa (65.000)

    9. Terbangunnya 76 puskesmas perawatan di perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar berpenduduk; Terselenggaranya pelayanan kesehatan di 101 Puskesmas prioritas di perbatasan dan pulau terluar, Terlaksananya pelayanan pelayanan kesehatan rujukan di 14 RS bergerak di Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK), Tersedianya tenaga kesehatan sebanyak 1.323 orang yang didayagunakan di

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 105

    NoRPJMN20102014

    CAPAIAN2009*

    CAPAIAN2010*SUBSTANSI

    INTI SASARAN** INDIKATOR**TARGET2010*

    DTPK,Tersedianyainsentifbagi1.421residenseniordantenagakesehatanmelaluipendayagunaandiDTPK,Tersedianya370residensenioryangdidayagunakandiDTPK.

    2. KERJASAMAINTERNASIONAL:Pembentukankerjasamadengannegaranegaratetanggadalamrangkapengamananwilayahdansumberdayakelautan

    Meningkatnyakerjasamadengannegaranegaratetanggadalamrangkapengamananwilayahdansumberdayakelautanyangdidukungolehketersediaansaranaprasaranapengamanandanpengawasanyanghandal

    Jumlahnegaratetanggayangmelakukankerjasamadalamrangkapengamananwilayahdansumberdayakelautan

    10negaratetanggayangberbatasan(Malaysia,PNG,TimorLeste,Singapura,Australia,Filipina,India,Thailand,Vietnam,Palau)

    TerwujudnyakerjasamadengannegaratetanggadalampengelolaanekosistempesisirdanlautsepertiSuluSulawesiMarineEcoregion(SSME)danBismarckSouthSolomonMarineEcoregion(BSSME),ArafuraandTimorSeasAction(ATSEA),sertapeluncuranCoralTriangleInitiative(CTI)

    Terwujudnyakerjasamapengamananwilayahdansumberdayakelautandengan7negaratetanggamelalui:(a)OperasidanpatrolibersamaantaraIndonesia,Malaysia,danSingapuramelaluiMalacaStraitSeaPatrol(MSSP);(b)TerwujudnyakerjasamapengawasansumberdayakelautandanperikanandenganAustraliadanMalaysia;(c)Terwujudnyapeningkatanpengendalianillegal,unreported,andunregulated(IUU)fishingdanpengawasandalampemanfaatansumberdayadiwilayahsetigaterumbukarangdiwilayahsegitigaterumbukarang(coraltriangle)melaluikerjasamaCTI(coraltriangleinitiative)antaraIndonesiadenganFilipina,Malaysia,Solomon,PapuaNewGuinea,danTimorLeste

    Jumlahpospengamananperbatasan(pamtas)yangdibangundiwilayahperbatasan

    7PosPamtas Terbangun2pospamtasdiwilayahKodamVI/TPRTanjungPuradan5pospamtasdiwilayahKodamXVII/CenCendrawasih

    Persentasekualitasdankuantitaspembinaanwilayahpertahanan

    45% TelahterlaksanaPemberiantunjangankhususkepadaprajuritTNIyangbertugasdiwilayahperbatasandanpulaupulaukecilterluarmelaluiPerpresNomor49tahun2010.

    JumlahWilayahPengelolaanPerikananBagianBaratdanTimuryangbebasIUUFishing

    3 WPP Baratdan 6 WPPTimur

    Telahdilakukanpemeriksaanterhadap2.253kapalperikanan,sebanyak183kapaldiindikasikanmelakukanpelanggaran.

    3. KEUTUHANWILAYAH:PenyelesaianpemetaanwilayahperbatasanRIdenganMalaysia,PapuaNugini,TimorLeste,danFilipinapada20102014

    TersusunnyapemetaanwilayahperbatasanRIdenganMalaysia,PapuaNugini,TimorLeste,danFilipinapada20102014disertaidenganupayapercepatanpenyelesaian

    JuumlahNLP(pemetaankecamatankawasanperbatasandarat)danjumlahpulau(pemetaanpulauterluar)

    72NLPdan25pulau

    Secaraakumulatif,hinggaakhirtahun2009telahtersusun:(1)PetabataswilayahnegaraRIPNGskala1:50.000dan1:25.00018NLP,(2)PetabataswilayahnegaraRIMalaysiaskala1:50.000dan1:25.00018NLP,(3)PetabataswilayahnegaraRIRDTLskala1:50.000dan1:25.00034;(4)

    1. Tersusunnya:(a)PetaperbatasanRIPNGSkala1:50.000sebanyak37NLP,dan(b)petafotodanpetagarispulaupulaukecilterluarsebanyak48NomorLembarPeta(NLP)

    2. TerlaksananyapenyusunankebijakanInventarisasiWilayahPesisir,PulauPulauKecil,PerbatasandanWilayahTertentuditingkatpusatdanpelaksanaannyadidaerahsebanyak186SP(satuanpekerjaan)

  • 106 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    No RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009*

    CAPAIAN 2010* SUBSTANSI

    INTI SASARAN** INDIKATOR** TARGET 2010*

    delimitasi batas pada segmen-segmen batas yang belum disepak .

    Peta Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) skala 1:1.000.000 16 NLP, (5) Peta Garis Pangkal skala 1:200.000 41 NLP, (6) Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) skala 1:5.000.000 1 NLP, dan (7) Peta pulau-pulau kecil terluar 56 pulau. (sumber data : RKP 2011)

    Jumlah pelaksanaan perundingan batas darat dan laut

    12 perundingan Telah terlaksana : (a) 15 kali perundingan masalah penetapan batas mari m Indonesia-Malaysia melalui forum Joint Technical Working Group ; (b) Pendantanganan perjanjian tentang Penetapan Garis Batas Laut Wilayah RI-Singapura di Bagian Barat Selat Singapura pada tanggal 10 Maret 2009.

    Terlaksannaya: 17 (tujuh belas) kali perundingan untuk membahas segmen-segmen batas RI-Malaysia, 2 (dua) kali perundingan batas ZEE Indonesia-Vietnam, 2 (dua) kali perundingan batas ZEE dan LK Indonesia-Palau, 1 (satu) kali penjajagan perundingan delimitasi batas mari m RIThailand, serta r kasi terhadap Perjanjian tentang Penetapan Garis Batas Laut Wilayah di Bagian Barat Selat Singapura melalui Undang-Undang No. 4 Tahun 2010.

    4. DAERAH TERTINGGAL: Pengentasan daerah

    nggal di sedikitnya 50 kabupaten paling lambat 2014

    Meningkatnya rata-rata pertumbuhan ekonomi di daerah

    nggal

    Rata-rata pertumbuhan ekonomi di daerah nggal

    6.6%

    Mengingat belum tersedianya data penunjang tahun 2009, maka capaian kegiatan dalam rangka mendukung substansi in adalah: 1. Koordinasi

    lintas sektor dan fasilitasi bantuan s mulan dalam pembangunan daerah

    nggal melalui: P2KPDT di

    105 kab P4DT di 20

    kab ng P2WP di 18

    Mengingat belum tersedianya data penunjang tahun 2010, maka capaian kegiatan dalam rangka mendukung substansi in adalah: 1. Koordinasi lintas sektor dan

    fasilitasi bantuan s mulant dalam pembangunan daerah

    nggal melalui: P2KPDT di 120 kab P4DT di 5 pusat

    pertumbuhan P2WP di 24 kab nggal,

    perbatasan P2IPDT di 185 Kab P2SEDT di 151 Kab Pelaksanaan DAK SPP di

    233 kab PNPM-DTK di 51 Kab. Dana

    total block grant yang sudah dicairkan untuk P2DTK NAD-Nias (tahun 20062010) sebesar Rp

    Berkurangnya persentase penduduk miskin di daerah

    nggal

    Persentase penduduk miskin di daerah

    nggal

    18.8%

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 107

    NoRPJMN20102014

    CAPAIAN2009*

    CAPAIAN2010*SUBSTANSI

    INTI SASARAN** INDIKATOR**TARGET2010*

    Meningkatnyakualitassumberdayamanusiadidaerahtertinggalyangditunjukkanolehpeningkatanindekspembangunanmanusia(IPM)

    Indekspembangunanmanusia(IPM)didaerahtertinggal

    67.7 kabtertinggal,perbatasanx P2IPDTdi

    118Kabx P2SEDTdi

    148Kabx Pelaksanaan

    DAKSPPdi110kabx PNPMDTKdi

    51Kab.DanatotalblockgrantyangsudahdicairkanuntukP2DTKNADNias(tahun20062009)sebesarRp.156.59M(72%)daritotalalokasiRp244.74M,sedangkanuntukP2DTKNasionalpencairantahun20072009sebesarRp.86.97M(99%)daritotalalokasiRp.590.9M

    2. Tersedianyapermukimandanpemberianjaminanhidupbagi10.301KKKomunitasAdatTerpencil(KAT)

    236.3M(72%)daritotalalokasiRp327.9M,sedangkanuntukP2DTKNasionalpencairantahun20072010sebesarRp.757.4M(99%)daritotalalokasiRp.761.4M.

    2. TersusunnyakonsepPembangunanPerdesaanTerpadu(BedahDesa)danPengembanganProdukUnggulanKabupaten(PRUKAB)sebagaiinstrumenutamadalamkoordinasilintassektoryangdikoordinasikanolehKPDT

    3. TersusunnyaKesepakatanBersama(MoU)yangdiinisiasiolehKPDTdenganmelibatkanK/Ldanswastadalamrangkapercepatanpembangunanekonomimasyarakatdaerahtertinggal.

    4. Tersedianyapermukimandaninfrastrukturpendukungnyasertapemberianjaminanhidupuntuk2.300KKKomunitasAdatTerpencil.

    Sumber:* :RKP2011,RKP2012,BPS2008Datadiolah,DirektoratBappenas** :RPJMN,hasilpenyesuaian

  • 108 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 109

    BAB2.11. PRIORITASNASIONAL11:KEBUDAYAAN, KREATIVITAS,DANINOVASITEKNOLOGI2.11.1.PengantarKebudayaan, kreativitas dan inovasi teknologi mempunyai peran yang strategis dalam upayapengembangandanperlindungan kebhinekaanbudaya, karya seni,dan ilmu serta apresiasinya,untuk memperkaya khazanah artistik dan intelektual bagi tumbuhmapannya jati diri dankemampuan adaptif kompetitifbangsa yangdisertaipengembangan inovasi, ilmupengetahuan,danteknologi.Berbagaiupayapengembangankebudayaan,kreativitasdaninovasiteknologipadatahun2010 telahmenunjukkankemajuanyangcukupberartiyangditandaiantara lainoleh: (1)meningkatnya komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) akanpentingnya pembangunan karakterdanjatidiribangsa;(2)meningkatnyaapresiasimasyarakatterhadapkeragamansenidanbudaya;(3)meningkatnyakualitaspengelolaan,perlindungan,pengembangan,danpemanfaatanwarisanbudaya;(4)meningkatnyakapasitassumberdayapembangunankebudayaansertameningkatnyalayananperpustakaan.

  • 110 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    2.11.2. Pencapaian Prioritas Nasional 11: Kebudayaan,

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 111

    Tabel 2.11.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Nasional 11: Kebudayaan, Kre vitas dan Inovasi Teknologi, Tahun 2010

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR TARGET 2010

    1. PERAWATAN: Penetapan dan pembentukan pengelolaan terpadu untuk pengelolaan Cagar Budaya, revitalisasi museum dan perpustakaan di seluruh Indonesia sebelum Oktober 2011

    Terlaksananya penetapan dan pembentukan pengelolaan terpadu untuk pengelolaan cagar budaya, revitalisasi museum dan perpustakaan di seluruh Indonesia ditargetkan sebelum Oktober 2011.

    Jumlah penetapan dan pembentukan pengelolaan terpadu cagar budaya

    3 Penetapan dan pembentukan pengelolaan terpadu cagar budaya, yang meli : Kesepakatan

    Bentuk Pengelolaan Terpadu Cagar Budaya Kawasan Warisan Budaya Dunia Candi Borobudur.

    Kajian Awal Bentuk Pengelolaan Terpadu Warisan Budaya Dunia Situs Manusia Purba Sangiran

    Kajian Awal Bentuk Pengelolaan Terpadu Warisan Budaya Dunia Candi Prambanan.

    Hasil Kesepakatan Bentuk Lembaga Pengelolaan Terpadu Warisan BudayaDunia Candi Borobudur

    Hasil Kajian Bentuk Pengelolaan Terpadu Kawasan Warisan Budaya Dunia Situs Manusia Purba Sangiran

    Hasil Kajian Bentuk Pengelolaan Terpadu Kawasan Warisan Budaya Dunia Candi Prambanan

    Jumlah museum yang direvitalisasi

    Dilaksanakannya revitalisasi 4 museum untuk: Museum Negeri

    m (Surabaya), Museum Negeri Kalbar (Pon anak), Museum Negeri Jambi (Jambi), Museum Negeri NTB (Mataram).

    Terselesaikannya Revitalisasi 6 museum: Museum Negeri m (Surabaya), Museum Negeri Kalbar anak) Museum Negeri Jambi (Jambi) Museum Negeri NTB (Mataram), Museum Negeri Sumatera Utara, dan Museum Negeri Batak TB Silalahi di Balige Sumatera Utara.

    Jumlah perpustaka-an provinsi yang memiliki perangkat perpustaka-an digital

    (

    e-library) dan jumlah perpustakaan umum yang di-kembangkan

    .

    Peningkatan layanan jasa perpustakaan dan informasi dengan target 33 perpustakaan provinsi memiliki e-library dan pengembangan perpustakaan dan pembudayaan gemar membaca, dengan target 88 mobil perpustakaan keliling, 3 unit perpustakaan terapung, 33 perpustakaan provinsi, 250 perpustakaan

    Terlaksananya peningkatan layanan jasa perpustakaan dan informasi dengan capaian 33 perpustakaan provinsi memiliki e-library dan pengembangan perpustakaan dan pembudayaan gemar membaca, dengan capaian 88 mobil perpustakaan keliling, 3 unit perpustakaan terapung, 33 perpustakaan provinsi, 250 perpustkaan kabupaten/kota, dan 2.143 perpustakaan desa.

  • 112 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR TARGET 2010

    kabupaten/kota, dan 2.143 perpustakaan desa.

    2. SARANA: Penyediaan sarana yang memadai bagi pengembangan, pendalaman dan pagelaran seni budaya di kota besar dan ibukota kabupaten selambat-lambatnya Oktober 2012

    Meningkatnya penyediaan sarana yang memadai bagi pengembangan, pendalaman dan pagelaran seni budaya di kota besar dan ibukota kabupaten selambat-lambatnya Oktober 2012

    Jumlah fasilitasi sarana bagi pengembangan, pendalaman dan pagelaran seni budaya. - Propinsi - Kab/Kota

    Terlaksananya fasilitasi sarana bagi pengembangan, pendalaman dan pergelaran seni budaya di 5 provinsi dan 20 Kabupaten/kota

    Terselesaikannya fasilitasi sarana bagi pengembangan, pendalaman dan pergelaran seni budaya di 5 provinsi dan 20 Kabupaten/kota

    3. PENCIPTAAN: Pengembangan kapasitas nasional untuk pelaksanaan Penen, Penciptaan dan Inovasi dan memudahkan akses dan penggunaannya oleh masyarakat luas

    Meningkatnya litbang bidang kebudayaan dan bidang arkeologi dalam mendukung kebijakan pembangunan kebudayaan

    Jumlah pene dan pengembangan bidang kebudayaan serta bidang arkeologi.

    13 pene di bidang kebudayaan dan 144 pene di bidang arkeologi.

    Terlaksananya 13 pene di bidang kebudayaan dan 144 pene di bidang arkeologi.

    4. KEBIJAKAN : Peningkatan perhan dan kesertaan Pemerintah dalam program-program seni budaya yang diinisiasi oleh mayarakat dan mendorong berkembangnya apresiasi terhadap kemajemukan budaya

    Meningkatnya apresiasi, dan produ para pelaku seni

    Jumlah fasilitasi pergelaran, pameran, feval, lomba, dan pawai

    20 pergelaran, pameran, feval, lomba, dan pawai yang difasilitasi

    Terlaksananya fasilitasi 20 pergelaran, pameran, feval, lomba, dan pawai.

    Meningkatnya kualitas dan s produksi m nasional

    Jumlah fasilitasi feval m dalam dan luar negeri

    18 even m dalam dan luar negeri

    Terlaksananya fasilitasi 18 even lm dalam dan luar negeri.

    Meningkatnya kualitas dan s layanan lembaga sensor m

    Jumlah m/video/iklan lulus sensor

    40.000 judul m/video/iklan yang lulus sensor

    Terlaksananya 40.000 judul m/video/iklan yang lulus sensor yang di sensor.

    5. INOVASI TEKNOLOGI : Peningkatan keunggulan kompf menjadi keunggulan kompf yang mencakup pengelolaan sumber daya marim menuju ketahanan energi, pangan, dan perubahan iklim; dan pengembangan penguasaan teknologi dan

    Meningkatnya kapasitas pemuda kader di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta iman dan taqwa

    Jumlah pemuda kader yang difasilitasi dalam peningkatan kapasitas di bidang iptek dan imtaq

    3.180 orang pemuda Terlaksananya 3.180 orang pemuda kader yang difasilitasi dalam peningkatan kapasitas di bidang iptek dan imtaq.

    Meningkatnya pemuda kader di bidang seni, budaya, dan industri

    Jumlah pemuda kader yang difasilitasi dalam peningkatan kapasitas di bidang seni, budaya, dan industr

    3.180 orang pemuda Terlaksananya 3.180 orang pemuda kader yang difasilitasi dalam dalam peningkatan kapasitas di bidang seni, budaya, dan industri

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 113

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR TARGET 2010

    pemuda

    dya pake-pake re daar, ra, da pake re ef

    Jumah pake re daar, Jumah pake re ra, jumah pake re ef

    44 pake re daar, 78 pake re ra, 130 pake re ef

    Semua pake re

  • 114 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 115

    BAB2.12. PRIORITASLAINNYABIDANGPOLITIK,HUKUM,DANKEAMANAN

    2.12.1. PengantarUpayapeningkatankesejahteraanmasyarakat,sebagai tujuanutamapelaksanaanpembangunansangatdipengaruhiolehkondisipolitik,penegakanhukumdantingkatkeamanan.Pelaksanaan pembangunan dibidang politik diprioritaskan untuk peningkatan peran IndonesiadalammewujudkanperdamaianduniadanmeningkatkanpelayanantenagakerjaIndonesiadiluarnegeri.Prioritaspelaksanaanpembangunandibidanghukumditekankanpada(1)penguatandanpemantapan hubungan kelembagaan pencegahan dan pemberantasan korupsi; (2) pelaksanaanperlindungansaksidanpelapor;(3)pengembalianaset(assetrecovery);(4)peningkatankepastianhukum;(5)penguatanperlindunganHAM.Sedangkandibidangkeamanan,prioritaspembangunandifokuskan pada: (1) pelaksanaan koordinasi terhadap mekanisme prosedur penangananterorisme; (2) pelaksanan program deradikalisasi untuk menangkal terorisme; dan (3)pemberdayaanindustristrategispertahanan.

  • 116 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    2.12.2. PencapaianPrioritasLainnyaBidangPolitik,Hukum,dan Keamanan

    Terkait peningkatan peran Indonesia dalammewujudkan perdamaian dunia, pada tahun 2010PemerintahIndonesiatelahmengajukantigaprakarsa,yaitu:1. Indonesia telah menyampaikan posisi dasar mengenai lima isu kunci Reformasi DKPBB

    kepada fasilitator negosiasi Reformasi DKPBB sebagai masukan bagi negosiasi lanjutan,masingmasingberkaitandengan isu: a)Categoriesofmembership;b)Questionof veto; c)Regionalrepresentation;d)SizeoftheenlargedSecurityCouncilanditsworkingmethods;dane)TherelationshipbetweentheSecurityCouncilandtheGeneralAssembly;

    2. Telah menyelesaikan draft Keppres mengenai pembentukan Tim Koordinasi MisiPemeliharaan Perdamaian. Draft dimaksudkan untuk menjadi dasar hukum dalammeningkatkan partisipasi Indonesia pada berbagai United Nations (UN) PeacekeepingOperationsyangdibentukmelaluiresolusiDKPBB;

    3. Menyelenggarakan Focused Group Discussion (FGD) mengenai Peningkatan Peran PeaceKeepingOperations (PKOs) Indonesia, pada 1012November 2010 diBandung (Indonesia)yang membahas potensi dan peluang Pasukan Pemeliharaan Perdamaian IndonesiakhususnyadalamkerangkaASEAN.

    Sedangkan terkait capaianpelaksanaankerjasamamultilateral, sebagianbesar rencanaprogramkegiatan telahdapatdilaksanakan.Hal inidapatdilihatdari ikut sertanya Indonesia secaraaktifdalamberbagaipertemuanyangantaralainmembahasisudanagenda:operasiperdamaianduniadalam pertemuan kelompok kerja di New York; nuklir dan perlucutan senjata nuklir dalamKonferensiPBBke22diJepang,InternationalAtomicEnergyAgency(IAEA),danpadapertemuanStates Parties of ClusterMunitions Coalition (CCM) di VientianeLaos; interfaith dialogue danpenguatan peran kawasan Asia dan Timur Tengah; serta counter terrorism di PBB, ASEAN danexpertgroupmeetingdiWina.Capaian lainnyadapatdilihatdaripelaksanaan inisiatif Indonesiauntukmelaksanakan delapan pertemuan internasional, dimana Indonesiamenjadi tuan rumah,untuk membahas isu dan agenda perdamaian dunia melalui peace keeping dan post conflictbuilding; penguatan pelaksanaan program aksi tentang Small Arms and LightWeapon (SALW);transparansidalamperlucutan senjata;perlindungan,permukiman kembali,dan repatriasi yangterkaitdenganpenyelundupanorang,perdaganganmanusia,dankejahatantransnasional,counterterorrismmelaluiworkshop yangdiikutiolehperwakilandari KepolisianRIdanKejaksaan,danlokakaryauntukmembahaspelaksanaan strategiglobal counter terrorism; sertamembahas isupengurangan ancaman nuklir yang diperuntukkan bagi para pengambil keputusan. Hasilpertemuan tersebutmenjadi bahanmasukan untuk reformasi PBB, dan dalam rangkamenjagakeamanannasionaldaninternasional.Indonesia juga telah berhasil menampilkan sikap/posisinya dan diterima dalam sidanginternasional.Pencapaiantersebutdapatdilihatmelaluihalhalberikut:1. Terkait pengiriman Pasukan Penjaga Perdamaian/Peacekeeping Operations, atas upaya

    Pemerintah Indonesia sepanjang tahun 2010 Indonesia berpartisisipasi dalam 7 misipemeliharaan perdamaian PBB dengan total personil sejumlah 1.795 orang yangmenempatkanIndonesiapadaposisike16negarapenyumbangpasukanpadamisimisiPBB.SelainPersonilPolridanTNI,IndonesiajugamengirimkanKapalKRIKaisiepountukbergabungpadaMaritimeTaskForce(MTF)diUNIFIL.

    2. Pemerintah Indonesia turutberpartisipasidalamKonferensi LondonmengenaiAfghanistanpada 30 Januari 2010 yang bertujuan menggalang berbagai sumber dan dukungan

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 117

    masyarakat internasional terhadap programprogram bagi kemajuan masa depanAfghanistan.

    3. Indonesia selakunegarapenggagasdanKetua/KoordinatorGerakanNonBlok (GNB)dalamisuperlucutansenjataberhasilmengajukanresolusikepadaMajelisUmumPBBterkaitupayameningkatkan keamanan internasional dan perdamaian duniamelalui perlucutan senjata.InisiatifIndonesiatersebuttelahberhasilmendorongdisahkannya7resolusidisidangMajelisUmumPBBpadaDesember2010.

    4. Pemerintah Indonesia telahmenyampaikanposisinyadalamKTTKeamananNuklir (NuclearSecuritySummit)pada1213April2010diWashington,DCyangmensahkandokumenJointCommuniqudanWorkPlan.DokumenJointCommuniqumemuatkomitmendankeinginanpolitik negara peserta untuk meningkatkan keamanan material nuklir dan mengatasiancamanterorismenuklirsedangkandokumenWorkPlanmemuatlangkahlangkahkongkritdan bersifat teknis untuk mendukung upaya bersama dalam meningkatkan keamananmaterialnuklirdimasingmasingnegarapeserta.

    5. Indonesiamemainkan peranan penting dalammenjembatani (bridge building) perbedaanantar negara dan kelompok negara sebagai koordinator dan negosiator Non AlignedMovementWorkingGrouponDisarmamentterutamadalamsidangNonProliferationTearty(NPT)ReviewConferencepada328Mei2010diNewYork, sehinggaberhasilmenyepakatisebuahFinalDocument.FinalDocumenttersebuttelahmemberikanharapanbarumengenaiprospekperlucutansenjatanuklirdidalamkerangkamultilateraldimasamendatang.

    6. Menteri Luar Negeri RI telah menyampaikan draft Rancangan UndangUndang (RUU)Ratifikasi Comprehensive Test Ban Treaty (CTBT) kepada DPR RI pada 1 Desember 2010.Pemerintah Indonesia memutuskan untuk meneruskan proses Ratifikasi CTBT, karenabergulirnya perkembangan positif terciptanya momentum Dunia tanpa nuklir yangdidukungmayoritas negara di dunia dan tercapainya konsensus pada sidangNPT ReviewConferencepada38Mei2010.

    7. Mengenai implementasi Konvensi PBB tentang Anti Korupsi/UN Convention AgainstCorruption (UNCAC), Pemerintah Indonesiamenyampaikan posisi untuk turut serta dalamPutaran Pertama Review atas implementasi Konvensi PBB tentang Anti Korupsi. Melaluikeikutsertaan Indonesia dalam Putaran Pertama Review atas implementasi Konvensi PBBtentang Anti Korupsi tersebut, Indonesia akan direview Inggris dan Uzbekistan terutamapadabagiankriminalisasidanpenegakanhukum.Selain itu,pada1113Oktoberdi Jakartatelahdilaksanakanpelatihanbagiparapakaryangtergabungdalam ImplementationReviewGroup(IRG)darikawasanAsiaPasifik.

    8. Dalam kerangka Bali Process on People Smuggling, Trafficking in Persons and RelatedTransnational Crime, Indonesia telah menjadi tuan rumah beberapa rangkaian kegiatan,yaitu:BaliProcessWorkshoponProtection,ResettlementandRepatriationdanTheThirdAdHocGroupSeniorOfficialsMeetingof theBaliProcess (AHG IIISOM)pada711 Juni2010.SebagaiCochairBaliProcess, inisiatifPemerintah Indonesia yang telahberhasildisepakatidalamduakegiatantersebutberupasejumlahaction itemsantara lainadalahpembentukanRegional Immigration Liaison Officers Network (RILON), yaitu jejaring pejabat imigrasi dibandarabandara utama di wilayah Asia Pasifik; menyusun consistent standards forprotection, resettlementand repatriation serta kriminalisasi kejahatan;menyusunprograminformation campaign untuk mencegah irregular migration; dan peningkatan kerjasamadalam menangani permasalahan penyelundupan manusia lewat laut. Melalui inisiatifPemerintah Indonesia, telah disepakati pula mengenai prinsip shared responsibility danconsistentapproachdalampenangananirregularmigrationditingkatnasionaldanregional.

  • 118 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    9. DalamkerangkaUNConventionagainstTransnationalOrganizedCrime(UNTOC),PemerintahIndonesiatelahsepakatuntukberpartisipasidalamVoluntaryPilotReviewofImplementationProgramme (PRIP)dariUNTOC.Hal iniberdasarkanhasil review terhadapUndangUndang(UU)Nomor 5 tahun 2009 tentang PengesahanUNTOC (Konvensi PBBMenentang TindakPidana Transnasional yang Terorganisasi);UUNomor 14 Tahun 2009 tentang PengesahanProtocol To Prevent, Surpress and Punish Trafficking in Persons, Especially Women andChildren, Supplementing UNTOC (Protokol untuk Mencegah, Menindak dan MenghukumPerdagangan Orang, terutama Perempuan dan AnakAnak, melengkapi Konvensi PBBMenentangTindakPidanaTransnasionalyangTerorganisasi);sertaUUNomor15tahun2009tentangPengesahanProtocolAgainst theSmugglingof theMigrantsby Land,SeaandAir,SupplementingUNTOC(ProtokolMenentangPenyelundupanMigranmelaluiDarat,LautdanUdara Melengkapi Konvensi PBB Menentang Tindak Pidana Transnasional yangTerorganisasi).

    10. PemerintahIndonesiaterusmendorongratifikasikonvensidanintrumeninternasionalterkaitpenanggulangan terorisme. Sebagai implementasiResolusiDKPBBNomor1373dan1267,hingga saat ini Pemerintah Indonesia telahmeratifikasi 7 dari 16 Konvensi dan InstrumenHukuminternasionalterkaitpenanggulanganterorisme.

    11. Dalam rangka kerjasama dengan Terrorism Prevention Branch United Nations Office ofDrugsandCrimes(TPBUNODC),PemerintahIndonesiamenerimatawaranTPBUNODCuntukkerjasamajangkapanjangdalamkurunwaktu20112013.

    12. Sebagai kepatuhan terhadap implementasi Resolusi DK PBB Nomor 1267 tentangConsolidatedListPBB,hinggaJuni2010masihterdapat16namaWNIdan2entitasIndonesiayang tercantum dalam Consolidated List PBB. Pemerintah Indonesia terus berupaya agarKomite1267PBBmeninjaukembaliConsolidatedListPBB tersebut.AtasupayaPemerintahIndonesiatersebut,hinggaakhirDesember2010Komite1267PBBtelahmenghapus3namaWNIdaridaftarConsolidatedListPBB,sehinggatersisa13namaWNIdan2entitasIndonesiayangmasihtercantum.

    DalamupayameningkatkanpelayanantenagakerjaIndonesiadiluarnegeri,PemerintahIndonesiapadatahun2010telahmelakukanpenguatanbagi24citizenservice,yaitupadaKBRIAmman,KBRIBandarSriBegawan,KBRIDamaskus,KBRIDoha,KBRISeoul,KBRISingapura,KBRIAbuDhabi,KBRIKuwaitCity, KBRI Kuala Lumpur, KBRIRiyadh, KJRI Jeddah, KJRIDubai, KJRI Kota Kinabalu, KJRIJohorBaru,KJRIHongKong,KJRIPenang,KJRIKuching,KRIDarwin,KJRISydney,KJRIPerth,KBRITokyo, KJRI Osaka, KJRI Los Angeles dan KJRI New York. Disamping itu, sebagai bentuk nyatapelayanan terhadap TKI/WNI, Pemerintah telah memulangkan 6.287 repatrian dan 28.721deportanWNI/TKIbermasalahdarinegaranegara tujuanpenempatanTKIdiTimurTengahdanAsiaTenggarasampaiakhirtahun2010.Capaian lainnyaadalahtelahditandatanganinyaenamperjanjianyangmenyangkutperlindunganTKIdi luarnegeridenganRepublikKorea,Malaysia,Lebanon,TimorLestedanTurki.PemerintahIndonesiajugatelahmenyelenggarakan65pertemuandalamrangkameningkatkanpelayanandanperlindungan WNI/BHI, seperti pemantauan dan evaluasi pelayanan warga di 15 perwakilan,pembahasan dan penyelesaian amandemenMoU tentang rekrutmen dan penempatan tenagakerja domestik, pembahasan employment permit system untukmemayungi pengiriman TKI keKoreaSelatan,pembahasanMoUdenganKuwait tentangPenempatanTKIdiSektorFormaldanMoU tentang Penempatan TKI di Sektor Domestik (Pekerja Rumah Tangga) serta pertemuanpenandatanganan MoU Ketenagakerjaan antara Pemerintah Indonesia masingmasing denganPemerintahPersatuanEmiratArab(PEA),YordaniadanAustralia.

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 119

    UntukmeningkatkankesadaranpublikmengenaiperlindunganWNIdiluarnegeri,khususnyasejakproses pra hingga pasca penempatan secaramenyeluruh dan terpadu, pada tahun 2010 telahdiselenggarakan6kalisosialisasidandiseminasi informasimelaluimediaelektronik (radio)di15kota yang merupakan kantongkantong sumber TKI atau merupakan daerah di mana aruspergerakan WNI ke luar negeri sangat tinggi, diantaranya Ciamis, Lampung, Banjarmasin,Ponorogo, Purwokerto,Medan,Dumai,Madura, Singkawang,Mataram, Sukabumi,Bali, Bitung,Tegal,AcehdanMamuju.PencapaianpembangunandiBidangHukumdanHAM, rataratapencapaian targetpelaksanaankegiatan di bidang hukum di tahun 2010mencapai target yang ditentukan.Untuk penangananpenyidikan tipikor telah diselesaikan 148 perkara dari target 145 perkara. Namun untukpenuntutanperkaradari145perkarayangditargetkandi tahun2010,hanyadapatdiselesaikansebanyak48perkara.SedangkanpenangananperkaratipikordantindakpidanakhususlainnyadiKejati, Kejari dan Cabjari mencapai 2.315 penyidikan perkara dan 1.715 perkara yang telahdilakukanpenuntutan.Dalamrangkapengembalianasethasil tindakpidanakorupsi, telahdilaksanakanpendidikandanpelatihan teknis bagi hakim dan sertifikasi hakim tipikor. Selain itu juga telah dilaksanakankerjasamahukumdalamrangkaprosespenelusurandanpengembalianasetnegarahasiltipikordibeberapanegarasepertiSingapura,BelandadanRumania.Upaya percepatan penanganan perkara sebagai bentuk pelayanan hukum, telah dilaksanakandenganpenyelesaianperkaraperkarayangmasihtertunggak.Ditahun2010,penyelesaianperkarayang dicapai adalah sebanyak 13.891 perkara melebihi dari target sebanyak 10.000 perkara.Demikianpuladenganrataratapenyelesaianperkaradiperadilantingkatpertamasampaidenganbanding baik dilingkungan peradilan umum, peradilan agama dan peradilan militer dan TUNmendekati80persendaritargetyangditetapkanuntuktahun2010.Di bidang penguatan perlindungan HAM, melalui lembaga peradilan telah dilaksanakanpenyelenggaraan bantuan hukum baik di lingkungan peradilan umum, peradilan agama danperadilanmiliterdanTUN.Pelaksanaankegiatan inisemakindiperkuatdenganadanyaSEMANo.10 Tahun 2010 mengenai Pelaksanaan Bantuan Hukum di Pengadilan yang mengaturpenyelenggaraan bantuan hukum di dalam tiga bentuk pelayanan seperti penyelenggaraanprodeo, pelayanan Pos Bantuan Hukum dan operasionalisasi sidang keliling atau pelaksanaanzittingplaatz.Dalam bidang Keamanan, upaya pemerintahmenangani tindakan terorismemenunjukkan hasilyang semakin membaik. Pada awal Maret 2010, Polri berhasil menewaskan tokoh pentingterorisme internasional. Hasil inimemberikan harapan semakin kondusifnya keamanan dalamnegeridariancamanterorisme.Hasillainadalah:penangkapankelompokjaringanterorisdiAcehyangpemimpinnyadiperkirakanberasaldari luarAceh;penangkapan12orangdiduga terorisdiPejaten,Menteng dan Bekasi yang diperkirakan terkait dengan kelompok teroris di Aceh; danpenangkapan tokoh teroris di Klaten, Jawa Tengah yang diduga sebagai pemasok dana bagikelompokkelompok teror di Indonesia. Untuk melembagakan penanganan penanggulanganterorismetelahdibentuk BadanNasionalPenanggulanganTerorismemelaluiPeraturanPresidenNomor46Tahun2010.Darisisipertahanan,dalamrangkamembentukposturminimumessentialforcesertaterwujudnyakemandirian pertahanan, peningkatan peran industri pertahanan nasional sangat dibutuhkan,terutama untuk produkprodukmiliter yang secara teknismampu diproduksi di dalam negeri.Gunamewujudkanhaltersebut,melaluiPerpresNomor42Tahun2010,pemerintahmembentukKomite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) sebagai institusi yang merumuskan kebijakanpembelianAlutsistaTNIdanAlutPolri,diselesaikannyaMasterPlanIndustriPertahanandanRoad

  • 120 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    Map menuju revitalisasi industri pertahanan dalam negeri. Upaya tersebut, didukung dengan mengopmalkan hasil penelian dan pengembangan alutsista TNI yang dapat dimanfaatkan untuk kepenngan pertahanan. 2.12.3. Permasalahan Pencapaian Permasalahan dalam melaksanakan peran Indonesia dalam reformasi PBB dan DK PBB adalah adanya perbedaan mendasar di antara negara anggota DK PBB dimana beberapa anggota DK PBB masih mempertahankan posisi tradisionalnya terhadap pencalonan beberapa Anggota Tetap DK PBB. Negara anggota PBB telah berulangkali menyampaikan posisi mereka, namun sampai saat ini belum terdapat kesepakatan mengenai proses reformasi tersebut. Pemerintah Indonesia bisa memaksakan prakarsa untuk mereformasi DK PBB kepada seluruh negara anggota PBB, sehingga dari target 4 kali prakarsa hanya dapat dilaksanakan 3 kali prakarsa.

    Terkait pengiriman pasukan penjaga perdamaian, meningkatnya ketegangan di berbagai wilayah akan menuntut peran PBB untuk mencegah kk terbuka diantaranya melalui penggelaran UN PKOs. Dalam kaitan ini, PBB mengharapkan agar Indonesia dapat menambah jumlah personil dalam pasukan penjaga perdamaian. Indonesia akan terus mendorong penggelaran personil Indonesia antara lain melalui pembentukan Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian. Selain itu diperlukan juga analisis yang mendalam serta komprehensif dengan instansi terkait untuk memutuskan penggelaran personil Indonesia dalam pasukan penjaga perdamaian, ngan keselamatan dan aspek polis yang dimbulkan dari penggelaran tersebut.

    Permasalahan yang dihadapi Indonesia dalam kerjasama mullateral khususnya yang terkait dengan kejahatan lintas negara adalah Indonesia menjadi negara transit sebelum meneruskan perjalanan ke negara tujuan, Australia, Selandia Baru dan negara-negara maju lainnya. Keberadaan imigran gelap tersebut berpotensi menimbulkan kerawanan baik di bidang keamanan, sosial dan ekonomi sehingga Indonesia perlu meningkatkan peran afnya dalam kerja sama regional dan mullateral termasuk kerja sama melalui Bali Process, UNHCR dan IOM. Perlu kan juga mengenai aspek prioritas dalam kerangka kerjasama dengan kedua organisasi tersebut, yaitu repatriasi imigran yang dak memenuhi syarat sebagai pengungsi (non-refugee) dan reselement bagi imigran yang ditetapkan sebagai pengungsi (refugee). Selain itu, Indonesia juga masih menghadapi ancaman terorisme dan munculnya beragam bentuk dan semakin luasnya jaringan kejahatan lintas negara. Indonesia akan terus berperan dalam berbagai upaya bilateral, regional dan eral untuk mengatasi ancaman terorisme. Kebijakan luar negeri difokuskan untuk melakukan pembangunan kapasitas kelembagaan, pertukaran informasi dan intelijen, serta kerjasama teknis. Dalam konteks mullateral khususnya, Indonesia akan terus mendorong terbentuknya Comprehensive Conve on Intenal Terrorism (CCIT). Penanggulangan terorisme dengan mengedepankan strategi power serta perlindungan terhadap HAM akan tetap menjadi an utama kebijakan Pemerintah Indonesia. Permasalahan yang dihadapi Indonesia dalam pelayanan dan perlindungan WNI di luar negeri bersumber dari ga faktor, yaitu faktor individu, faktor Pemerintah Indonesia maupun faktor negara penempatan. Permasalahan yang muncul dari faktor individu adalah kepenngan keuntungan ekonomi, kemiskinan dan pengangguran, proses rekrutmen dan pel serta penempatan TKI di luar negeri yang k sesuai dengan regulasi, rendahnya kemampuan adaptasi TKI, rendahnya pendidikan dan keterampilan dan rendahnya kesadaran TKI, sehingga mudah dieksploitasi.

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 121

    AkarpermasalahanTKIdi luarnegerididominasipermasalahandi sisihuludaripadahilir.Masihterdapatbanyakkekurangandalamtahapprapenempatan,penempatandanpurnapenempatanTKI,yaitusebagaiberikut:a. Dalam tahap prapenempatan, proses perekrutan tidak menetapkan standar pendidikan

    minimum bagi TKI yang akan ditempatkan, sehingga banyak TKI yang tidakmemiliki latarbelakang pendidikan dan kompetensi yang memadai dapat berangkat ke luar negeri.MinimnyapendidikandasaryangdimilikiTKI jugaberpengaruh terhadapsulitnyaTKIuntukmenyerap materi pelatihan yang dilakukan dalam waktu singkat. Selain itu, minimnyapendidikanmembuat sebagianbesar TKI tidakdapatmelakukanpekerjaan sesuaiharapanmajikannya.

    b. Untukmemenuhipangsapasar sektor informaldi luarnegeriyang terbuka lebar (businessoriented),penekananaspekkuantitasTKIyangdikirim jugamemicuterjadinyapenempatanTKIdibawahumur.Upayapemenuhan kuotadanmencari keuntunganmembukapeluanglebarbagipraktekpraktekpenempatannonprosedural,tindakpidanapemalsuandokumendanperdaganganorang.

    c. MinimnyapendidikanTKIditambahdenganrendahnyapemahamanterhadapkulturnegaratujuan penempatanmemicu culture shock yang dihadapi para TKI di negara penempatan.Meskikurikulumdanalokasiwaktuuntukpelatihan(200jam)telahdiaturmelaluiPeraturanMenteriTenagaKerjadanTransmigrasi(Permenakertrans)Nomor23/MEN/IX/2009tentangPendidikan dan Pelatihan Kerja Bagi Calon Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, dalamprakteknya pelaksanaan pelatihan tersebut dinilai tidak optimal. Hal ini disebabkanpenghematan biaya untuk memperbesar marjin dan keuntungan PPTKIS melaluimempersingkatwaktu dan tidakmelaksanakan pelatihan sama sekali bagi TKI yang akanditempatkan.

    ProsespemulanganTKIbermasalahyangberadadipenampunganPerwakilanRItidaksecarasertamertadapat langsungdilakukan.Kendalapertama adalahpengurusan exitpermitbagiparaTKIbermasalah untuk dapat meninggalkan negara penempatan dan kembali ke Indonesia.Pengeluaranexitpermit tersebutmerupakan syaratutamabagiTKIuntukmeninggalkannegaratujuan penempatan yang pemberiannyamerupakan kewenanganmutlak otoritas imigrasi daninstansi terkait lainnya di negara tersebut. Pemerintah setempat biasanya tidak akanmengeluarkanexitpermitbagiTKIyangmasihmemilikimasalah,baikyangsifatnyahukum(pidanaatauperdata)maupunketenagakerjaan.Dalam praktek pada beberapa negara di Timur Tengah, exit permit yang telah diberikan dapatdibatalkanseketikadenganadanya laporanmajikankepadapihakkepolisianterhadapperbuatanpidanayangdisangkakankepadaTKI.Disampingitu,beberapanegaramembebankanbiayauntukpengurusanexitpermitdenganjangkawaktuberlakuyangsingkat.Apabilajangkawaktutersebutterlampaui dan TKI belummeninggalkan negara tersebut,maka yang bersangkutan diharuskanuntuk membayar denda. Selain masalah birokrasi, pemulangan TKI juga dipengaruhi denganmasalahteknissepertiketersediaandanapemulangandanpenerbangan.PermasalahanjugamunculdarifaktorpemerintahIndonesia,antaralainmasihtumpangtindihnyaregulasi,belumoptimalnya koordinasi antarinstansi terkait, tidakoptimalnyapenegakanhukumdanperbedaanpendekatandalampelaksanaanperaturan.SemuahaliniturutmelemahkanposisitawarIndonesiadengannegarapenempatan.Di lain pihak, faktor negara penempatan juga dapatmenjadi sumber permasalahan. Beberapanegara penempatan belummempunyai peraturan perundangan tentang ketenagakerjaan yangmemadai sertabeberapanegara lainnyaberanggapanbahwapekerja rumah tanggamerupakan

  • 122 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    bagian dari keluarga atau merupakan masalah perseorangan, bukan masalah pemerintah atau negara.

    Sebagai contoh adalah permasalahan mendasar yang kerap terjadi pada masa penempatan TKI di luar negeri adalah diaturnya masalah pekerja migran, khususnya yang bekerja pada sektor informal dalam peraturan perburuhan nasional di negara-negara tujuan penempatan. Kekosongan hukum tersebut menyulitkan perlindungan TKI yang bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT), sehingga TKI hanya dapat mengandalkan klausul yang ada pada Perjanjian Kerja yang ditandatangani TKI dan majikannya. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Indonesia mendorong dibentuknya Memorandum of Understanding (MoU) serta perjanjian mengenai Mandatory Consular Eon (MCN) antara Pemerintah RI dengan Pemerintah negara tujuan penempatan.

    Namun demikian perlu an bahwa pada umumnya MoU bilateral dapat menggan kedudukan hukum perburuhan nasional negara setempat. Misalkan sekalipun MoU mengatur upah minimum, namun jika hukum perburuhan negara setempat mengatur hal tersebut, maka yang dipakai adalah hukum perburuhan negara setempat. MoU lebih bersifat membuka dan memperkuat koordinasi antara negara untuk memaksimalkan perlindungan. Kondisi demikian membuat perlindungan TKI, khususnya di daerah Timur Tengah dan Malaysia, menjadi dilem. Selain permasalahan yang berasal dari faktor individu, Pemerintah Indonesia, maupun negara penempatan, terdapat pula permasalahan lain dalam pelayanan dan perlindungan WNI/BHI antara lain belum adanya Mandatory Consular E (MCN) antara Indonesia dengan negara-negara yang memiliki konsentrasi WNI/TKI misalnya dengan Malaysia dan Arab Saudi. Indonesia baru memiliki MCN dengan Australia. Di samping itu, Pemerintah Indonesia menghadapi keterbatasan penampungan, memadainya bantuan dan advokasi hukum serta keterbatasan fasilitasi pemulangan. Khusus diseminasi informasi melalui iklan, sampai akhir tahun 2010, belum dapat dilaksanakan, karena anggaran yang disediakan k mencukupi untuk biaya pemasangan iklan yang ideal.

    Permasalahan pencapaian yang ak memenuhi target untuk at penuntutan perkara Tipikor antara lain disebabkan karena k semua perkara dari hasil penyidikan Tipikor diteruskan ke bidang penuntutan dengan alasan:

    1. Tidak cukup bu dari berkas awal yang ada yang dapat memenuhi unsur ndak pidana sehingga perkara dihenn, namun apabila terdapat bu baru perkara tersebut dapat dibuka kembali.

    2. Proses penyidikan kan karena setelah diproses bukan merupakan pidana. 3. Penanganan penyidikan k pidana korupsi (Tipikor) untuk diproses dalam penuntutan di

    tahun 2010, masuk pada tahun 2011 sehingga sudah lewat dari proses laporan di tahun 2010.

    Proses beracara penanganan pelanggaran HAM Berat yang dilakukan sepenuhnya dapat dijalankan dan diterima oleh masing-masing instansi yang menangani proses pemeriksaan dalam rangka penegakan HAM untuk menangani perkara HAM Berat sep contohnya: (i) Kasus Semanggi 1 dan Semanggi 2; (ii) Kasus Wasior; (iii) Kasus penghilangan orang secara paksa; (iv) Kasus G-30S PKI dan (v) Kasus Talangsari, sehingga memperlambat upaya penyelesaian perkara menjadi berlarut-larut.

    Jumlah pencapaian dalam bidang penanganan perkara pelanggaran HAM Berat yang diselesaikan dalam tahap penuntutan oleh Kejaksaan belum dapat mencapai target yang ditetapkan. Upaya yang telah dilaksanakan adalah pada tahapan pemeriksaan tahap awal kasus yang diterima dari

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 123

    KomnasHAMdan telahdikembalikandisertaipetunjukdari JaksaAhliPenelitikeKomnasHAMuntukdiperbaikiberdasarkanprosedurpemeriksaanyangberlakudiKejaksaan.Penyelenggaraanbantuanhukumdi lingkunganperadilanbelumdapatmenunjukkanhasil yangoptimal. Kendala utama adalah belum adanya petunjuk teknis dari SEMA No. 10/2010 yangmenyebabkanadanyakeenggananpengadilanuntukmenyalurkanalokasianggaranBH tersebutkepadamasyarakatyangmenjaditargetutama.Akarmasalah yangditengaraimenjadimedia tumbuh suburnya jaringan terorismedi Indonesiadiantaranyaadalahkondisi sosialdanekonomimasyarakatyang lemah, sehingga sangatmudahdiarahkan dan direkrutmenjadi anggota jaringan. Salah satu tantangan utama yang dihadapidalampenuntasanmasalahterorismeadalahbagaimanamembangunkesadaranmasyarakatagarmemahamibahwaterorismeadalahmusuhbersamadandalammengatasinyasangatdibutuhkanperanaktifmasyarakat.Tantanganlainnyaadalahmeyakinkandanmengoptimalkanperanseluruhkomponenmasyarakatdannegarabahwaterorismeadalahmusuhyangharusdihadapibersamasama, sertaperluditangani secara terkoordinasi, terintegrasidan komprehensif.Tantangan lainadalah mewaspadai ancaman nyata dari persoalan imigran gelap, penyelundupan manusia,kejahatanlintasnegaradanterorisme.Dari sisi industri pertahanan, secara umum peran industri pertahanan nasional dalam upayamenciptakan keamanan nasional relatif belum maksimal. Potensi industri pertahanan belumsepenuhnyadapatdirealisasikandantermanfaatkandalamsistemkeamanannasional.Disisilain,industripertahanannasionalsaatinimasihkurangefisien,kurangkompetitif,dankurangmemilikikeunggulankomparatif,sehinggatidakmampumemenuhispesifikasiteknisyangdiperlukanolehpengguna.Disamping itu, industripertahanannasionalperlumentransformasiperilakubisnisnyaagarmampumengembankepercayaanyang telahdiberikan,untukmemenuhikesesuaianhargadan kualitas produk serta ketepatan waktu penyerahan. Berbagai permasalahan dalampengembangan industri pertahanan ini sangat terkait dengan ketersediaan dan belum kuatnyapayunghukum,kelembagaan,dukunganpenelitiandanpengembangan,sertadukunganfinansial.Untuk itupenuntasanberbagaipermasalahandalam lima tahunmendatangagarperan industripertahanannasionalsemakinsignifikandalammewujudkankeamanannasional.

    2.12.4. RencanaTindakLanjutTerkaitdenganreformasiDewanKeamananPBB(DKPBB),Indonesiaakanmelanjutkanperannyauntuk menjembatani perbedaan tersebut antara lain dengan mengedepankan intermediateapproach yang saat ini semakin mendapat dukungan luas dari negaranegara anggota PBB.IndonesiajugaterusmenyerukanagarnegaranegaraanggotaPBBdapatmenunjukkanfleksibilitasagarprosesreformasitersebutdapatdilanjutkan.Terkait pengiriman pasukan penjaga perdamaian, Indonesia akan terus mendorong efektifitaspenggelaranpersonil Indonesia.Terkaitdengankejahatan lintasnegara terorganisir,PemerintahIndonesia akan terusberperan aktifdalam kerja sama regionaldanmultilateral termasuk kerjasama melalui Bali Process, UNHCR dan IOM. Selain itu, Pemerintah Indonesia akan terusmendorongterbentuknyaComprehensiveConventiononInternationalTerrorism(CCIT).KebijakanLuarNegeriIndonesiaterkaitpenanggulanganterorismeterusmengedepankanstrategisoftpowerdanperlindunganterhadapHAM.DalamhalperlindunganbagiTKI,Indonesiasebagainegaraasaltenagakerja,terusberperanaktifdalamupayaperlindunganTKIdiluarnegeri.TindaklanjutyangdiperlukandalamperlindunganTKIadalahmeningkatkanpelaksanaan sosialisasididaerahasalTKI,meningkatkandiplomasi terkait

  • 124 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    perjanjianketenagakerjaan,pemberianfasilitasipenampungan,pemulangan,bantuanhukumbagiWNI/BHIdiluarnegerisertapenguatancitizenservice.DalamkonteksASEAN,IndonesiasenantiasamendorongterwujudnyainstrumenperlindungandanpemajuanhakhaktenagakerjamigrandiASEAN(InstrumentontheProtectionandPromotionontheRightsofMigrantWorkers)sesuaidenganstandarinternasional.Dalam mendukung perlindungan hak para pekerja migran di kawasan, sebagaimana yangdiamanatkanparapemimpinASEANdalamDeclarationon theProtectionandPromotionof theRights ofMigrantWorkers yang disahkanpada KTTASEAN ke12 di Cebu, Filipina tahun 2007,ASEAN saat ini masih menyusun pembentukan Instrumen ASEAN tentang Perlindungan danPromosiHakhakPekerjaMigran.DalamupayamemberikanperlindunganyanglebihbaikbagitenagakerjaIndonesiadiluarnegeri,pembuatanperjanjianbilateraldibidangketenagakerjaanmerupakansalahsatucarayangdapatdiambil Pemerintah Indonesia. Kerjasama bilateral di bidang ketenagakerjaan yang dilakukanPemerintah RI memiliki karakter yang sangat spesifik, yaitu mengedepankan semangatperlindungandanpromositenagakerjaIndonesia(TKI)dinegaratujuanpenempatan.Sampai saat ini mayoritas pengiriman TKI masih didominasi profesi PLRT, pekerja sektorperkebunan dan konstruksi, khususnya ke negaranegara Timur Tengah,Malaysia, Brunei danSingapura.NamundemikianpengirimanTKIyangterlatih/memilikikeahliankhususjugameningkatsecara signifikan, dengan tujuan Timur Tengah (sektor pertambangan/minyak), Republik Korea(manufacture) serta Jepang,AmerikaSerikatdanBelanda (tenagamedis/perawatdanpengasuhorangjompo).Disampingitusektorperhubunganlautdanpariwisata(kapalpesiar)diluarnegerijugabanyakmemanfaatkankeahliantenagakerjaasalIndonesia.Denganlatarbelakangtersebut,dalammelakukanperundinganperjanjianbilateraldengannegarapenempatanTKI,PemerintahRImengambilduamacampendekatan,yaitu:a. Dengannegaranegarayangbelummemilikiperaturannasionalmengenaiketenagakerjaan

    ataumasih lemahperlindungan terhadap tenaga kerja asing, substansiperjanjianbilateralakan menonjolkan aspek perlindungan TKI. Dengan negara yang memiliki karakteristikdemikian, Indonesia telah berhasil membuat perjanjian dengan Malaysia, Yordania danLebanon.

    b. Dengannegaranegarayangtelahmemilikimekanismeperlindungantenagakerjaasingyangmemadai, perjanjian bilateral akan lebih memfokuskan pada prosedur administratifpenempatan TKI. Dengan negara yang memiliki karakteristik demikian, Indonesia telahberhasilmembuatperjanjiandenganJepang.

    Untuk meningkatkan penguatan dan pemantapan hubungan kelembagaan pencegahan danpemberantasan korupsi, tindak lanjut yang akan dilakukan adalahmelaksanakan kegiatan yanglebih efektif dan efisien antar Kementerian/Lembaga terkait sesuai dengan kebutuhan danberupayamencapaitargetyangtelahditetapkan.Untukmeningkatkanpengembalianasethasil tindakpidanakorupsi,akanditindaklanjutimelaluiupaya peningkatan koordinasi dan kerjasama antara lembaga penegak hukum dan lembagalainnyayangterkaitdalamrangkapengembalianasethasiltindakpidanakorupsi.Untukmeningkatkan kepastian hukum, sebagaimana rencana pembaruanMARI, dimasa yangakandatangakandibuatsistempembatasanperkarayangmenyeleksiperkaraperkarayanglayakuntuk ditangani sampai dengan tingkat Mahkamah Agung (PK) dan pemanfaatan teknologiinformasiuntukmemantaualurpenangananperkara.Dari1.143perkara tunggakandiselesaikan801 perkara oleh tim Kikis dan telah dibuat template putusan berbasis database (percepatan

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 125

    minutasi perkara) serta pengembangan sistem database utk mengontrol perkara yg berusia 1 tahun atau kurang dari 1 tahun dan lokasi perkara.

    Sedangkan dalam rangka penguatan dan perlindungan HAM, ndak lanjut yang diperlukan pembahasan dan pertemuan antara pimpinan kedua lembaga terkait tentang teknis penanganan pelanggaran HAM Berat sesuai dengan UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. Dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan bantuan hukum melalui peradilan, akan disusun Juknis pelaksanaan SEMA 10/2010 dan akan diujicobakan di beberapa pengadilan percontohan baik di lingkungan peradilan umum, peradilan agama dan peradilan militer dan TUN.

    Dalam upaya meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap ancaman ak kejahatan terorisme dan meningkatkan efek vitas proses deradikalisasi, maka perlu dilakukan penyempurnaan tata kelola koordinasi pencegahan dan penanggulangan ak kejahatan terorisme, serta pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan ndak terorisme.

    Pemberdayaan industri pertahanan nasional bagi kemandirian pertahanan secara op mal dipacu dengan meningkatkan kemandirian alutsista TNI dan alat utama Polri baik dari sisi tas, kualitas, maupun variasinya, serta menyusun cetak biru beserta penguatan road map revitalisasi industry pertahanan nasional, meningkatkan peneli an dan pengembangan, dan mendukung pendanaannya.

    Tabel 2.12.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Lainnya Bidang Po Hukum, dan Keamanan, Tahun 2010

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR TARGET 2010

    1. Pelaksanaan koordinasi terhadap mekanisme prosedur penanganan terorisme

    Terlaksananya penanganan perkara terorisme yang didukung oleh

    operasi militer selain perang, operasi intelijen, forum kemitraan polisi dan masyarakat

    Penyelesaian kasus ndak pidana terorisme

    100% Terduga teroris sebanyak 465 orang telah ditangkap oleh aparat kepolisian, sekitar 334 orang sudah diadili dan dihukum dan 24 orang dipulangkan

    Terduga teroris sebanyak 583 orang telah ditangkap oleh aparat kepolisian, sekitar 388 orang sudah diadili dan dihukum dan 37 orang dipulangkan

    Jumlah dan cakupan wilayah OMSP

    30 % Jumlah dan cakupan

    Terlaksananya OMSP di wilayah perbatasan dan rawan ik

    Terlaksananya OMSP di wilayah perbatasan dan rawan konik

    Jumlah forum kemitraan

    Terbentuk forum kemitraan yang melibatkan sebanyak 41.000 orang

    Terselenggaranya forum kemitraan di

    gkat desa dan kecamatan

    Jumlah petugas Polmas yang berperan dalam pemeliharaan Ka bnas sebanyak 32.611 orang

    2. Pelaksaan program deradikalisasi untuk menangkal terorisme

    Terciptanya rasa aman bagi masyarakat

    Pelaksanaan pembinaan masyarakat dalam menangkal ATHG

    45% dari kualitas dan

    s ideal

    Terlaksananya pembinaan masyarakat oleh babinsa

    Terlaksananya pembinaan masyarakat oleh babinsa

    Terlaksananya dukungan operasi penegakan intelijen

    30% dari rasio ideal

    Tercukupinya sarana dan prasarana kebutuhan operasi penegakan

    ban Terungkapnya

    Terbentuknya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Pengungkapan jaringan pela han kelompok teroris di NAD

  • 126 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR TARGET 2010

    jaringan terorisme M. Jibril

    3. Peningkatan peran Republik Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia

    Meningkatnya pa sipasi Indonesia dalam

    forum PBB dan DK PBB

    Jumlah prakarsa Indonesia untuk mendorong reformasi Dewan Keamanan PBB

    4 kali prakarsa

    N/A

    3 kali prakarsa a)

    Meningkatnya kerjasama mul lateral untuk menjaga perdamaian dunia dalam isu keamanan internasional, senjata pemusnah massal dan senjata konvesional, kejahatan lintas negara dan terorisme

    Jumlah koordinasi teknis

    19 kali 3 kali b) 8 kali c)

    Jumlah posisi pemri yang disampaikan dalam sidang internasional

    10 Posisi 14 b)

    12 c)

    Jumlah pa sipasi Indonesia pada sidang internasional yang dihadiri

    7 kali 51 sidang b) 8 kali c)

    Jumlah penyelenggaraan pertemuan/kerja sama

    0

    19 kali b) 8 kali c)

    4.

    Peningkatanpelayanan danperlindunganTenaga Kerja Indonesia (TKI) di lur negeri

    Terlaksananya penguatan sistem pelayanan warga ( service)

    Jumlah

    service yang diperkuat

    24 18 (9 telah ada, 9 penambahan baru) d)

    24 e)

    Terlaksananya pertemuan dan perundingan dengan negara sahabat terkait dengan perlindungan WNI/BHI

    Jumlah pertemuan dengan negara sahabat terkait perlindungan WNI/BHI dengan negara lain

    d)

    5 Kali 4 Kali 4 Kali e)

    Tertanganinya kasus TKI di luar negeri

    Tersedianya database mengenai penyebaran WNI terd di seluruh perwakilan di luar negeri

    Database WNI/BHI di seluruh perwakilan

    Terselesaikannya Sistem Informasi TKId)

    75% a)

    Jumlah WNI/TKI yang memperoleh fasilitas di penampungan

    - N/A 15.766 orang e)

    Jumlah WNI/TKI yang direpatriasi

    - Repatriasi 320 WNI asal Papua dan Papua Barat dari PNG d)

    6.287 orang e)

    Jumlah WNI/TKI yang dideportasi

    - 764 orang dari Kuwait dan Arab Saudi 427 orang dari Yordania dan 304 dari Malaysiad)

    28.721 orang e)

    Prosentase pemberian bantuan hukum

    - N/A 90,92% dari 16.064 kasus e)

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 127

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR TARGET 2010

    (advokasi dan lawyer) bagi WNI terutama tenaga kerja wanita

    Sosialisasi dan Koordinasi Teknis

    Terlaksananya sosialisasi dan koordinasi teknis pelayanan dan perlindungan WNI di luar negeri

    Jumlah laporan monitoring dan evaluasi pelayanan dan perlindungan WNI/TKI

    - 9 d) 15 e)

    Jumlah sosialisasi untuk PJTKI tentang pelayanan dan perlindungan WNI di luar negeri

    3

    N/A 3 e)

    Jumlah koordinasi dengan instansi terkait baik di dalam maupun di luar negeri

    65

    N/A 65 e)

    Jumlah kota yang menjadi program diseminasi perlindungan WNI melalui media elektronik

    15 19 f) 15 a)

    Jumlah tayangan iklan tentang pelayanan dan perlindungan WNI/BHI di luar negeri

    6 N/A N/A

    5.

    6.

    Penguatan dan pemantapan hubungan kelembagaan pencegahan dan pemberantasan korupsi

    Penanganan penyidikan dan penuntutan perkara ndak pidana korupsi dan ndak pidana khusus lainnya

    Jumlah penyidikan perkara ndak pidana korupsi yang diselesaikan di Kejagung

    145 perkara N/A 148 perkara

    Jumlah perkara ndak pidana

    korupsi yang diselesaikan dalam tahap penuntutan di Kejagung

    145 perkara N/A 48 perkara

    Meningkatnya penyelesaian perkara Tipikor yang cepat, tepat dan akuntabel yang dilaksanakan di seluruh daerah jajaran Kejaksaan di daerah

    1.700 perkara

    1.528 penyidikan penanganan perkara Tindak Pidana Khusus termasuk perkara Korupsi di Kejagung, Kejari dan Cabjari 1.369 penanganan penuntutan perkara korupsi di Kejagung, Kejari dan Cabjari

    Penyidikan : 2.315 perkara Penuntutan : 1.706 perkara

    Pelaksanaan perlindungan saksi dan pelapor

    Peningkatan kualitas RUU dan peraturan perundang-

    Peraturan Perundang-undangan di bidang

    1 RUU N/A UU No. 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban dianggap belum bisa

  • 128 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR TARGET 2010

    undangan di bawah UU di DPR serta tenaga fungsional perancang peraturan perundang-undangan

    mekanisme perlindungan saksi dan pelapor

    memberikan perlindungan yang op mal terhadap pelapor utama menyangkut kejahatan yang terorganisir, sehingga baru pada tahun 2011 akan dilakukan harmonisasi dan diharapkan dapat prioritas dalam Prolegnas 2012

    Pengembalian asset (asset recovery)

    Peningkatan pengembalian aset hasil

    Meningkatnya kegiatan kerjasama hukum dalam kesepakatan MLA dalam rangka penelusuran dan pengembalian aset negara hasi

    ndak pidana korupsi yang disembunyikan di luar negeri.

    7 kegiatan N/A Kejaksaan telah melaksanakan kerjasama hukum dalam rangka proses penelusuran dan pengembalian asset negara hasil ndak pidana korupsi di beberapa negara yaitu di Singapura, Belanda , Swiss, Inggris, Hongkong, Cina, Amerika Serikat, Australia dan Kanada

    Jmlh pela han bagi Hakim/Hakim Adhoc dan tenaga teknis lainnya mengenai Tipikor, asset recovery dll

    N/A Pela han ser kasi Hakim Tipikor 290 org dan 1.599 org untuk diklat teknis hukum dan peradilan.

    238 orang untuk hakim di gkat kasasi,

    gkat banding dan gkat pertama.

    Peraturan Perundang-undangan di bidang yg mendorong pemberantasan korupsi

    1 RUU - Telah dilakukan sosialisasi RUU tentang Perampasan Asset Tindak Pidana. Pada Tahun 2011 RUU Perampasan Asset menjadi prioritas yang akan dibahas di DPR bersama dengan RUU KUHAP, KUHP dan RUU Pemberantasan Tipikor.

    Peningkatan kep an hukum

    Peningkatan pelayanan hukum yang sederhana, cepat, dan murah bagi pencari keadilan

    Jumlah percepatan penyelesaian perkara di

    gkat MA

    10.000 perkara

    Penanganan Perkara 20.820 pkr dan putus 11.985 perkara (jumlah Hakim Agung berkurang karena masa purna bak .

    13.891 perkara

    Jumlah penyelesaian administrasi perkara (yg sederhana, dan tepat waktu) di

    gkat Pertama dan Banding di lingkungan Peradilan

    Peradilan Umum = 145.000 perkara

    Penyelesaian Perkara di Lingkungan Peradilan Umum: Tingkat Pertama: t Perkara yang

    ditangani = 3.196.298 perkara t Putus=3.179.0

    52 perkara

    Penyelesaian Perkara di Lingkungan Peradilan Umum:

    Tingkat Pertama : t Perkara yang

    ditangani = 2.742.169 pkr t Putus = 2.703.265

    perkara

    7.

    8.

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 129

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR TARGET 2010

    Tingkat Banding: t Perkara yg

    ditangani = 11.013 perkara t Putus=10.423

    perkara

    t Perkara yg ditangani =13.488 perkara t Putus = 10.795

    perkara Peradilan Agama = 80.000 perkara

    Penyelesaian Perkara di Lingkungan Peradilan Agama:

    Tingkat Pertama: t Perkara yang

    ditangani = 330.984 perkara t Putus=274.545

    perkara Tingkat Banding:

    Perkara yg ditangani = 2.015 perkara

    t

    t Putus=1.837 perkara

    Penyelesaian Perkara di Lingkungan Peradilan Agama Tingkat Pertama : t Perkara yang

    ditangani: 377.382 perkara t Putus: 314.407

    perkara Tingkat Banding : t Perkara yg

    ditangani: 935 perkara t Putus : 751 perkara

    Peradilan Militer = 3.000 perkara

    Penyelesaian Perkara di Lingkungan Peradilan Militer: Tingkat Pertama: t Perkara yang

    ditangani = 16.241 perkara

    t Putus=2.700 perkara

    Tingkat Banding: t Perkara yg

    ditangani = 590 perkara t Putus=428

    perkara

    Penyelesaian Perkara di Lingkungan Peradilan Militer: Tingkat Pertama : t Perkara yang

    ditangani: 3.641 perkara t Putus: 3.149 perkara

    Tingkat Banding : t Perkara yg

    ditangani: 460 perkara t Putus : 374 perkara

    Peradilan TUN = 2.000 perkara

    Penyelesaian Perkara di Lingkungan Peradilan TUN: Tingkat Pertama: t Perkara yang

    ditangani = 3.331 perkara t Putus=2.700

    perkara Tingkat Banding: t Perkara yg

    ditangani = 823 perkara t Putus=707

    perkara

    Penyelesaian Perkara di Lingkungan Peradilan Umum: Tingkat Pertama : t Perkara yang

    ditangani: 1.768 perkara t Putus: 1.107 perkara Tingkat Banding : t Perkara yg

    ditangani: 460 perkara t Putus : 374 perkara

    Tingkat Banding :

  • 130 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    No. RPJMN 2010 2014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR TARGET 2010

    9. Penguatan perlindungan HAM

    Peningkatan perlindungan, pemenuhan dan penegakan HAM di Indonesia

    Peningkatan pelayanan bantuan hukum kepada masyarakat yang

    k mampu

    Penyediaan Bantuan hukum di lingkungan peradilan: - Umum =

    26.320 pkr

    - Agama = 26.320 pkr

    - Militer dan TUN = 26.320 pkr

    N/A Penyelesaian perkara prodeo di pengadilan agama sebanyak 4.823 dengan rincian perkara cerai gugat 3.175, perkara cerai talak 510, dan perkara lain-lain 1.138

    Peningkatan penanganan penyidikan dan penuntutan pelanggaran HAM Berat

    5 perkara Nihil Nihil

    Peningkatan kerjasama dalam/luar negeri dalam rangka pemajuan HAM

    6 instrumen. HAM Internasional dan 2 Naskah Akademis

    N/A 8 instrumen HAM dan 6 Naskah Akademis

    Jumlah program pembelajaran HAM

    10 N/A 8 program pela han HAM dengan peserta 320 orang orang. Diinformasikan juga terdapat pela han HAM yang diselenggarakan bekerjasama dengan lembaga lain sebanyak 7 angkatan dengan peserta sebanyak 280 orang

    10. Pemberdayaan industri strategis bidang pertahanan

    Meningkatnya kemampuan produksi industri pertahanan dalam negeri yang didukung oleh tersedianya kajian pengembangan peralatan pertahanan dan keamanan

    Penyusunan payung hukum Revitalisasi industri pertahanan dalam negeri

    Tersusunnya payung hukum untuk mendukung revitalisasi industri pertahanan dalam negeri

    Tersusunnya payung hukum pelaksanaan Pinjaman Dalam Negeri, berupa PP dan Permen PPN/Ka. Bappenas

    Tersusunnya Dr RUU tentang Revitalisasi industri pertahanan nasional;

    Ditetapkannya Perpres No. 42/2010 tentang Komite Kebijakan Industri Pertahanan.

    Jumlah produksi dan jenis Alutsista yang dipenuhi oleh Industri dalam negeri

    Meningkatnya pemenuhan Alutsista TNI melalui industri dalam negeri sebanyak 12,65% dari jumlah akuisisi Alutsista TNI dan 7,1% untuk Alsus Polri

    Terlaksananya pemenuhan kebutuhan kendaraan tempur TNI melalui Panser Anoa, MKK, dan Senjata produksi dalam negeri

    Terlaksananya pemenuhan kebutuhan Alutsista TNI dan Alsus Polri dari industri dalam negeri (Kapal Cepat Rudal, pesawat patrol/angkut, sistem radar, munisi, peralatan personnel, dll.)

    Jumlah model dan/atau prototype alat

    Terlaksananya pengembang-an 5 prototype

    Terlaksananya kerjasama litbanghan untuk

    Modernisasi Alutsista TNI yang sudah tua oleh Industri dalam

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 131

    No.RPJMN20102014

    CAPAIAN2009

    CAPAIAN2010SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET2010

    peralatanpertahanandankeamanan

    peralatanpertahanandankeamananolehlitbangdalamnegeri

    UAV,Roket,danperalatanpendukungC4SIR.

    negeri(overhaulKRI)x Dimulainya

    mekanismePinjamanDalamNegeriuntukpendanaankebutuhanAlutsistaTNIdanAlutPolriolehindustripertahanandalamnegeri

    x InisiasirencanakerjasamapengembanganprototypepesawattempurRIKorsel

    x PengembanganprototypeUAV,platformKCRtipe40

    Keterangan:a)LAKIPKEMLU2010 b)LAKIPDirektoratJenderalMultilateral2009c)LAKIPDirektoratJenderalMultilateral2010 d)LAKIPKEMLU2009 e)LAKIPDirektoratJenderalProtokoldanKonsuler2010 f)LAKIPDirektoratJenderalProtokoldanKonsuler

    2009

  • 132 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 133

    BAB2.13.PRIORITASLAINNYABIDANGPEREKONOMIAN

    2.13.1.PengantarPengembangan sektor perindustrian yang mendukung prioritas nasional lainnya bidangperekonomian antara lain dilaksanakan melalui pengembangan klaster industri pertanianoleochemicaldanpengembanganklasterindustriberbasismigaskondensat.Industrioleochemicalmerupakan industripenghasilbahanbakuutamauntukberbagaiproduk industribernilaitambahtinggi dan potensi pengembangannya sangat besar mengingat luasnya lahan perkebunan diIndonesia. Demikian pula industri berbasis migas kondensat juga sangat perlu dikembangkanmengingatsaatinibahankondensatmigassangatsedikityangdiolahdidalamnegeri,padahalnilaitambahnyasangattinggidanmemilikibanyakprodukturunan.Kemudian untuk sektor perdagangan, peran Indonesia di berbagai fora internasional terlihatsemakin penting. Di forum multilateral, Indonesia aktif dalam perundingan World TradeOrganization (WTO)danberperanpentingdalamberbagaikelompok inti,seperti:G33,G20,danASEAN,sehinggaposisiIndonesiasemakindiperhitungkandiforuminternasionaldanregional.Pada sektor ketenagakerjaan, kegiatankegiatan yang dilaksanakan untukmendukung prioritasnasional lainnya bidang perekonomian adalah peningkatan pelayanan dan perlindungan tenaga

  • 134 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    kerja Indonesia (TKI) selama proses penyiapan, pemberangkatan dan kepulangan, sertapeningkatan upaya perlindungan TKI di luar negeri. Dalam RPJMN 20102014, pemerintahberupayauntukmeningkatkanpelayanandanperlindungankepadaTKIsecaralebihkomprehensifdenganmelibatkankementerian/lembaga(K/L)terkaitsesuaitugasdanfungsinyamasingmasing.2.13.2. PencapaianPrioritasLainnyaBidangPerekonomianPadasektorperindustrian,hasilyangdicapaiantaralainpengembanganklasterindustripertanianoleochemicalmelalui fasilitasi kawasan industri berbasis CPO di tiga provinsi (Sumatera Utara,KalimantanTimur,danRiau).Fasilitasiyangdilakukanberupapenyusunanbusinessplannasional,AnalisisMengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dan Feasibility Study (FS) untuk industri hilirkelapasawitolehPemdaSumut,Kaltim,danRiau (KualaEnokdanDumai),yangsinkrondenganRencanaStrategis(Renstra)KementerianPerindustrian.Hasillainnyaadalahpersiapanawalpembangunanklasterindustriberbasismigaskondensatdalambentukpenyusunankajianpembangunan refinerydi Jatim,koordinasipengalokasianbahanbakumigasdan kondensatdi Jawa TimurdanKaltim,penyusunan kajianbahanbaku alternatif sertapenyusunanbusinessplanindustripetrokimianasional.Untuk sektor perdagangan, perjuangan Indonesia dalam meningkatkan akses pasar di forummultilateraldilakukanmelaluikerjasamadanperundinganinternasionaldiforumWTO.IndonesiaadalahanggotaG20yangsaatinimenjadisalahsatunegaradengankondisiekonomiyangsemakindiperhitungkan dunia pascakrisis finansial. Posisi Indonesia juga semakin mantap di dalamkelompokCIVITS(China,India,Vietnam,Indonesia,Turkey,SouthAfrica),sebagaisebuahhotspotinvestasibaruyangmenjadialternatifBRIC(Brazil,Russia,India,China).Berbagaiperundinganinternasionaltelahdilakukansebagaiupayadaripartisipasiaktifdiberbagaiforum internasional. Jumlah partisipasi dalam perundingan perdagangan internasional telahdilakukansebanyak41kalidengan41buahposisirunding.Sedangkanjumlahsidanginternasionaldidalamnegeriyangtelahdilakukanadalahsebanyak17sidang(dengantarget8sidang).Dengandemikian, jumlahhasilperundinganPerdagangan Internasional (MRA,MOU,Agreement,AgreedMinutes,Declaration, ChairReport) telahdiperoleh sebanyak 34 buah. Sementara itu, kegiatanforum konsultasi publik (sosialisasi) kesepakatan perundingan internasional telah jugadilaksanakanmelaluikerjasamadenganDinasProvinsidanKamarDagangdanIndustri(KADIN)dibeberapaProvinsi.TerkaitdenganpelayanankepadaTKI,padatahun2010infrastrukturdanaplikasisisteminformasilayanan TKI (SIMTKI) telah terbangun. SIMTKI ini nantinya akan mengintegrasikan sisteminformasiterkaitlayananTKIdi13K/L.AplikasiSIMTKIinidibangundandikelolaolehKementerianKomunikasi dan Informasi. Selanjutnya, pada tahun 2010 Badan Nasional Penempatan danPerlindungan TKI (BNP2TKI) telah merintis pembentukan pusat layanan 24 jam (hotlineservice/crisiscenter)sebagaipusatpenerimaanpengaduandanfasilitasipenyelesaianmasalahTKI.KemudianPemerintah juga telahmeluncurkanprogramKreditUsahaRakyatbagiTKI (KURTKI).TujuanpenyaluranKURTKIadalahmembantuTKIuntukmembiayaiprosespenempatanbekerjadiluarnegeri,sehinggaTKIakanterhindardarijeratutangrentenir.Padaakhirtahun2010,tigabanksiapmenyalurkan KUR TKI yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), BankMandiri, dan BankNegaraIndonesia(BNI).Sementara itu,dari target500.000TKIyangditempatkanolehPemerintah,100persennya telahmendapat layanan dokumen sesuai standar dan tercatat di Dinas Tenaga Kerja Provinsi danKabupaten/Kota.Daritargettersebut,100persenTKItelahditempatkansesuaijoborder.Namun,target500.000TKIuntukbeberapa indikator tidakdapat tercapai. JumlahTKIyangmemperoleh

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 135

    layananpembuatanKartuTenagaKerjaLuarNegeri (KTKLN)sesuaiNomor IndukKependudukan(NIK) dan jumlah TKI yangmendapat pelatihanmengenai prinsipprinsipHAM hanyamencapai200.000TKI (40persen).Rendahnyapencapaian inikarenabelumselesainyapengadministrasianNIKditingkatnasional.2.13.3. PermasalahanPencapaianPada sektor perindustrian, pencapaian target telah berjalan sesuai harapan, permasalahanpermasalahanyangdihadapisejauhinihanyasebataspermasalahanadministratifdankoordinasidenganpihakpihakluaryangterkait.Untukselanjutnyaprosesdankelengkapanadministrasiakanterusdibenahidankoordinasidenganpihakpihak terkaitakan terusdilakukanagar targetyangditetapkandapatterusdicapaidenganbaik.Sedangkanuntuk sektorperdagangan, jumlah sosialisasi kesepakatanperundingan internasionalyangditargetkanpada tahun 2010 adalah sebanyak 6 kegiatan,dimana realisasinyahanyabisadilakukan sebanyak 4 kegiatan.Hal ini disebabkan karena keterbatasanwaktu para pihak yangterkaityangmenyebabkantidakmemungkinkanuntukmelaksanakankegiatantersebut.Selainitu,banyaknyakebutuhananggaranuntukmenghadirisidangdi luarnegeriyangmeningkatsehinggadilakukanpemindahananggarandarianggaransosialisasitersebutkeanggaranpartisipasiaktifdiberbagaiforainternasional.Di lain pihak, penyelenggaraan sidang internasional di dalam negeri pada tahun 2010 yangditargetkansebanyak8sidang,dalamrealisasinyamelebihijumlahtargetnya,yaitu17sidangyangsudahdilakukan.Hal inidisebabkanbanyaknyapermintaan sidang internasionaldidalamnegeriyang harus diselenggarakan, sehingga jumlahnya melebihi target yang telah ditetapkansebelumnya.Pada sektor ketenagakerjaan, permasalahan yang dihadapi terkait peningkatan pelayanan danperlindunganTKIselamapenyiapan,pemberangkatan,dankepulanganadalahkualitaspelayanandan perlindungan bagi TKImasih rendah, yang ditunjukkan oleh keterbatasan akses informasimengenai prosedur bekerja di luar negeri, mahalnya biaya persiapan keberangkatan, masihmaraknyapraktekpercaloan,pemalsuandokumen,danpenempatan ilegaldi luarnegeri,masihrendahnyapengetahuandankompetensicalonTKI,danlainlain.HalinimenyebabkanjumlahTKIyangmenghadapimasalahsaatbekerjadiluarnegerimasihtinggi.PenangananTKIbermasalahinimenimbulkanbiaya tinggi bagi Pemerintah.Oleh karena itu, tantanganpokok kedepan adalahmeningkatkan pelayanan bagi TKI di dalam negeri serta meningkatkan pengetahuan dankompetensiTKI.TerkaitdenganSIMTKI,tantanganyangdihadapiadalahmemperluas jangkauanSIMTKIkeseluruhIndonesia,sejalandenganselesainyapengadministrasianNIKsecaranasional.PermasalahanlainnyaadalahyangterkaitdenganpeningkatanpelayanandanperlindunganTKIdiluar negeri. Untuk membantu TKI bermasalah di luar negeri, Pemerintah telah membangunpenampungan(shelter)bagiTKIbermasalahdibeberapaperwakilanRIdi luarnegeri.DiharapkandenganadanyapenampunganinimakapenyelesaiankasuskasusyangmenimpaTKIdiluarnegeridapat lebihmudah. Tantangan lainnya adalahmenyelesaikanmasalahmasalah TKI yangmasihbelumselesai(pending)denganpemberianbantuanhukumataulawyer.2.13.4 RencanaTindakLanjutPada sektor perindustrian, rencana tindak lanjut akan diimplementasikan melalui kegiatanrevitalisasidanpenumbuhanindustrihasilhutandanperkebunan.Sasarandarikegiataniniadalahterbentuknyakawasan industriberbasisMinyakSawitMentah (MSM)di tigaprovinsi (Sumatera

  • 136 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    Utara,KalimantanTimur,danRiau).Indikatoroutputdarikegiataniniberupajumlahkawasanyangterbentuk,jumlahinstansidanperusahaanterkaitdengankawasanindustriyangterbentuk,sertajumlahdokumen studipengembanganuntukkawasan industri tersebut.KemudianKementerianPerindustrian akan terus melanjutkan koordinasi dengan Kementerian ESDM, BP Migas,PemerintahDaerahdan Industri terkaitpengadaanbahanbakukondensatuntukklaster industriaromatikdanbahanbakugasblokCepudiJawaTimur;bahanbakugasuntukIndustriPetrokimiadi Kalimantan Timur antara lain Kaltim Pasifik Amoniak, Kaltim Parna Industri, KaltimMetanolIndustri, dan Pupuk Kaltim; serta akan dilakukan perbaruan/perpanjangan kontrak untukpengadaanbahanbakugastersebut.Sedangkan untuk sektor perdagangan, pada tahun 2011, anggaran partisipasi aktif telahditingkatkan sehingga diharapkan dapat mengakomodasi partisipasi aktif di berbagai forainternasional sesuai kebutuhan. Untuk menghindari keterbatasan waktu, penjadwalan untukkegiatansosialisasisaat ini telahdilakukandenganmeningkatkankoordinasidenganpihakpihakterkait sedini mungkin sehingga target indikator jumlah sosialisasi hasilhasil kerja samaperdaganganinternasionaldapatdipenuhi.Padasektorketenagakerjaan,untuktahun2011ditargetkantigaK/LtelahterhubungdenganSIMTKIdanjugaakandiintegrasikandenganlayanankependudukan,yaituNIKditigakabupaten/kotasebagai uji coba dan pada tahun 2012 SIMTKI telahmengintegrasikan sistem informasi yangdimilikiolehK/LterkaityangmendukungpelayanandanperlindunganTKI.Terkaitpengembanganhotline service/crisis center, mekanisme penanganan pengaduan akan disusun dan ditetapkanpada tahun2011, sehinggadiharapkanpada tahun2012 seluruhpengaduanyangditerimaolehhotline service tersebut dapat ditangani dalamwaktu 2x24 jam. Sementara itu, terkait denganpemulangan TKI bermasalah, tahun 2011 Pemerintah berencana untukmemulangkanWNI/TKIoverstayer yang jumlahnya diperkirakan mencapai 20.000 orang. Upaya lainnya yang akandilakukan adalahmewujudkan pos pelayanan TKI di kecamatan di daerahdaerah kantong TKI,merevisiUUNomor39Tahun2004tentangPenempatandanPerlindunganTenagaKerjaIndonesiadiLuarNegeri,danmeningkatkanlayananbantuanhukumdiperwakilanRIdiluarnegeri.Pemerintah juga berupaya untuk memformalkan lembaga penyelenggara pengiriman uangnonbankagarprosestransferuangolehTKIkeIndonesia(remitansi)menjadilebihmurah,efisiendanhandal.SalahsatuupayayangdilakukanadalahmemberlakukanUndangUndang(UU)Nomor3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana. UU ini mengatur bahwa pengiriman uang hanya bisadilakukanolehperbankanatau lembaganonbankyangberbadanhukum,sedangkanperorangantidaklagidiperbolehkan.Denganadanyaketentuanini,diharapkanpenyelenggararemitansidapatmeningkatkanlayanannyadanmemilikikepastiantanggungjawab.

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 137

    Tabel 2.13.1. Pencapaian Pembangunan Prioritas Lainnya

    Bidang Perekonomian, Tahun 2010

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009*

    CAPAIAN 2010** SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR TARGET 2010*

    1. Pelaksanaan pengembangan industri sesuai dengan Peraturan Presiden No.28/2008 tentang Kebijakan Industri Nasional

    Terbentuknya Kawasan Industri Berbasis CPO di 3 Provinsi

    Provinsi Sumut, K m, dan Riau

    20% - 100% dari target

    Jumlah Perusahaan 40 - 100% dari target Pilot project industri turunan kelapa sawit

    1 - 100% dari target

    Terbangunnya klaster industri berbasis migas kondensat

    Kajian pembangunan rnery di m

    1 - 100% dari target

    Laporan Koordinasi pengalokasian bahan baku migas dan kondensat di Jawa Timur dan K

    1 - 100% dari target

    Kajian bahan baku Kajian

    bahan baku

    1 - 100% dari target

    Business Plan Industri Petrokimia Nasional

    1 - 100% dari target

    2. Peningkatan peran dan kemampuan Republik Indonesia dalam diplomasi perdagangan internasional

    Meningkatnya peran dan kemampuan Indonesia di bidang diplomasi perdagangan internasional guna pembukaan, peningkatan dan pengamanan akses pasar

    Jumlah pa sipasi dalam perundingan perdagangan internasional

    40 - 41

    Jumlah posisi runding yang disusun

    40 - 41

    Jumlah penyelenggaraan sidang internasional di Dalam Negeri

    8 - 17

    Jumlah hasilperundingan Perdagangan Internasional (MRA, MOU, Agreement, Agreed Minutes, Decl on, Chair Report)

    34 - 34

    Jumlah forum konsultasi teknis kesepakatan perundingan internasional

    6 - 4

    3. Regulasi dan ser kasi Sistem Elektronik Jasa Aplikasi dan Konten

    Tersedianya sistem informasi layanan TKI antarinstansi/ lembaga

    Adanya sistem informasi layanan TKI

    Electronic form; Document mgmt; Job Order mgmt; Recruitment mgmt; Selec on mgmt; Security; Inter-operability; Placement mgmt; Campaign mgmt; Operasional

    -- Infrastruktur dan aplikasi sistem informasi layanan TKI (SIM-TKI) telah terbangun.

    4. Pelayanan Advokasi Terlaksananya Kemudahan - 7.709 orang 1.921 orang

  • 138 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009*

    CAPAIAN 2010** SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR TARGET 2010*

    dan Perlindungan Hukum

    Pelayanan Advokasi dan Perlindungan Hukum TKI

    penyampaian pengaduan 24 jam (bebas pulsa)

    menyampaikan pengaduan

    menyampaikan pengaduan

    Jumlah pengaduan yang ditangani

    100% pengaduan tertangani

    7.709 kasus yang sudah diselesaikan 6.374 kasus (83,68%)

    1.858 kasus yang sudah diselesaikan 398 kasus (21,42%)

    Jumlah orang yang berminat bekerja ke luar negeri yang mendapat advokasi

    50.000 1.245 57.735

    Persentase TKI purna bermasalah yang direhabilitasi

    60% TKI bermasalah ditangani

    100% 99,79%

    5. Pembinaan Penempatan dan Perlindungan TKI Luar Negeri

    Tersedianya regulasi yang melindungi TKI

    R konvensi buruh migran dan keluarganya

    Penyiapan kasi konvensi buruh migran

    - Hasil Kajian kasi konvensi buruh migran telah selesai disiapkan

    Amandemen UU 39/2004

    Persiapan amandemen UU 39/2004

    - Kajian akademis revisi UU39/2004

    Jumlah atase ketenagakerjaan yang memberi perlindungan TKI

    13 atase - Telah dilaksanakan penempatan atase/staf teknis tenaga kerja di 15 negara

    Terintegrasinya pelayanan penempatan calon TKI di daerah

    % calon TKI yang terlayani dan tercatat pada Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kab/Kota

    100% calon TKI terlayani

    - 100% calon TKI terlayani dan tercatat pada Dinas Tenaga Kerja provinsi dan Kab/Kota

    Catatan: *) Sumber : RPJMN 20102014 **) Sumber : Biro Perencanaan, Kementerian Perdagangan

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 139

    BAB2.14. PRIORITASLAINNYABIDANGKESEJAHTERAAN

    RAKYAT2.14.1. PengantarPelaksanaan pembangunan Prioritas Lainnya Bidang Kesejahteraan Rakyat didukung olehpelaksanaanPembangunanAgama,Pariwisata,PengarusutamaanGenderdanPerlindunganAnak,sertaPemudadanOlahraga.

    PembangunanAgamaPembangunan agama dilaksanakanmelalui lima fokus prioritas, yaitu: (1) Peningkatan KualitasPemahaman dan Pengamalan Agama, (2) Peningkatan Kualitas KerukunanUmat Beragama, (3)PeningkatanKualitasPelayananKehidupanBeragama, (4)PeningkatanKualitasPenyelenggaraanIbadahHaji,dan(5)PeningkatanTataKelolaPembangunanBidangAgama.Adapunfokusprioritaspembangunan bidang agama yang menjadi isu strategis nasional adalah Peningkatan KualitasPenyelenggaraanIbadahHaji,danPeningkatanKualitasKerukunanUmatBeragama.

  • 140 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    Penyelenggaraan Ibadah Hajimerupakan salah satu bentuk pelayanan keagamaan yang cukuppenting, karena bersentuhan dengan kepentinganmasyarakat banyak, sehingga menjadi salahsatu indikatorkunci tolokukurkinerjapembangunanbidangagama.Selain itu,kerukunanumatberagama sebagaipilar kerukunannasional jugamemilikiperan yang sangatpenting terutamadalamupayamewujudkantujuanpembangunannasional,yaitudemiterciptanyamasyarakatyangaman,damai,dansejahtera.

    PariwisataPariwisata merupakan salah satu industri jasa yang mempunyai peran strategis dalampembangunan nasional melalui penerimaan devisa yang dihasilkan dari kunjungan wisatawanmancanegara dan mendorong perluasan lapangan kerja yang pada akhirnya meningkatkankesejahteraanmasyarakat.Padatahun2010,kinerjapembangunankepariwisataannasionaltelahmenunjukkanperkembanganyangmeningkat,yangantaralainditunjukkanolehjumlahkunjunganwisatawanmancanegara(wisman)danperjalananwisatawannusantara(wisnus).

    PengarusutamaanGenderdanPerlindunganAnakPeningkatan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan merupakan salah satu upayauntukmewujudkanpembangunan yangdapatdinikmati secara adil,efektif,dan akuntabelolehseluruhpendudukIndonesia,baiklakilakimaupunperempuan.Upayatersebutdilakukandenganmengarusutamakan gender ke dalam proses pembangunan di setiap bidang. Penerapanpengarusutamaan gender (PUG) akan menghasilkan kebijakan publik yang lebih efektif untukmewujudkanpembangunanyanglebihadildanmeratabagiseluruhpendudukIndonesia,baiklakilakimaupunperempuan.Selain itu,perlindungananakditujukanuntukmemenuhihakhakanak Indonesia.SesuaidenganUndangUndangNomor23Tahun2002tentangPerlindunganAnak,hakanakmeliputihakuntukhidup,tumbuh,berkembang,danberpartisipasidalamberbagaiaspekkehidupan,sertamendapatperlindungan dari berbagai tindak kekerasan, perdagangan anak, eksploitasi, dan diskriminasi.Dengan demikian, pemenuhan hakhak anak mencakup setiap bidang pembangunan.Pembangunan perlindungan anak yang terintegrasi dan komprehensif akan menghasilkankebijakanpublik yang lebihefektifdalammewujudkan kehidupan yang layakbagi seluruh anakIndonesia,baiklakilakimaupunperempuan.PemudadanOlahragaPembangunanpemudadanolahragamempunyaiperanstrategisdalammendukungpeningkatansumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing di tingkat regional daninternasional. Dari sisi Pemuda dan Olahraga, pembangunan kepemudaan dan keolahragaanselamatahun2010telahmenunjukkanhasilyangcukupmenggembirakan.GerakanpramukatelahdisahkanmelaluiUndangUndangNomor12Tahun2010tentangGerakanPramuka.SementaraituprestasiolahragasemakinmembaikyangditandaidenganmeningkatnyaperingkatIndonesiapadakejuaraanAsianGames.

    2.14.2. PencapaianPrioritasLainnyaBidangKesejahteraanRakyat

    PembangunanAgamaPada tahun 2010, dalam rangkameningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji kepada 221.000orang jemaah telah dilakukan penerapan sistemmanajamenmutu dengan didapatkannya ISO

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 141

    9001:2008. Sejalan dengan hal tersebut, kehidupan umat beragama semakin harmonis dan kondusif, yang ditandai dengan menurunnya kk sosial bernuansa keagamaan, berdirinya forum-forum kerukunan, dan berkembangnya kerjasama lintas agama. Berbagai upaya untuk membangun kerukunan intern maupun antarumat beragama telah dilaksanakan berbagai kegiatan antara lain pembangunan forum kerukunan umat beragama di 15 kabupaten/kota, pemberian bantuan operasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) pada Provinsi dan Kabupaten/Kota di 33 provinsi dan 150 kabupaten/ kota, dan upaya pemulihan pascakonik melalui pelayanan dan bimbingan konseling bagi masyarakat korban kk sosial, dan pascakerusuhan.

    Pariwisata

    Keberhasilan pembangunan kepariwisataan ditandai dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2010 yang mencapai 7 juta orang, atau meningkat sebesar 7,88 persen dibandingkan kunjungan wisman tahun 2009 yang mencapai 6,32 juta orang. Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga mengalami peningkatan dari 229,73 juta pergerakan pada tahun 2009 menjadi 234,38 juta pergerakan pada tahun 2010. Hal ini berdampak pada meningkatnya total pengeluaran wisnus dari Rp137,91 trilliun menjadi Rp150,49 trilliun.

    Tabel 2.14.1 Perkembangan Pembangunan Kepariwisataan, Tahun 20092010

    URAIAN 2009 2010

    Wisatawan Mancanegara (wisman) - Jumlah (juta orang) - Rata-rata pengeluran per kunjungan (US $) - Rata-rata lama nggal (hari) - Rata-rata pengeluaran per hari (US $) - Perkiraan penerimaan devisa (miliar US $)

    6,32

    995,93 7,69

    129,57 6,3

    7,00

    1.085,75 8,04

    135,01 7,6

    Wisatawan Nusantara (wisnus) - Jumlah pergerakan (juta pergerakan) - Total pengeluaran (triliun rp)

    229,73 137,91

    234,38 150,49

    Sumber: BPS

    Keberhasilan pembangunan pariwisata terlepas dari dukungan pengelolaan pariwisata antara lain: (1) pengembangan denaon management organion (DMO) dan dukungan pada amenitas pariwisata; (2) pengembangan usaha, industri dan investasi pariwisata melalui penyusunan 8 pola perjalanan (travel paern); (3) pengembangan 115 daya tarik wisata di desa; (4) pengembangan 50 desa pendukung usaha pariwisata melalui PNPM Mandiri bidang Pariwisata; (5) pengembangan 50 usaha masyarakat desa berbasis pariwisata; (6) pengembangan standardisasi pariwisata melalui an kepada 140 orang master assessor; (7) penyelenggaraan fasilitasi skasi kompetensi di daerah 3.700 orang; dan (8) pelaksanaan kegiatan sadar wisata untuk 950 orang dan 217 kelompok masyarakat

    Dalam pelaksanaan promosi dan pemasaran, telah dilaksanakan: (1) promosi pariwisata di luar negeri melalui (a) si pada 36 bursa pariwisata internasional; (b) pelaksanaan 9 misi penjualan (sales mission) di fokus pasar wisatawan, 8 event val Indonesia di luar negeri, dan (c) penyelenggaraan Indonesia tourism pr repres ers di 12 negara; (2) promosi pariwisata dalam negeri melalui penyelenggaraan 10 promosi langsung (diret ) dan 27 event pariwisata berskala nasional dan internasional; (3) penyediaan sarana dan prasarana promosi pariwisata mencakup pencetakan 743 ribu eksemplar bahan promosi, publikasi pada 51 media, diseminasi 436 ribu eksemplar bahan promosi cetak, diseminasi 56 ribu bahan promosi

  • 142 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    elektronik,danpengembangan kelengkapan data dan informasidi 60destinasi; (4)penyediaaninformasipasarpariwisatadenganmenyusun14naskahhasilanalisispasardalamdanluarnegeri,427eksemplarinformasiprodukpariwisataIndonesia,famillirizationtrip/famtripyangmelibatkan254 orang peserta; dan 42 event internasional dan promosi 8 (delapan) event terkait denganMeeting,Incentive,Convention,andExhibiton(MICE).

    PengarusutamaanGenderdanPerlindunganAnakBerbagaikemajuandalampembangunantahun2010yangresponsifgendertelahdicapai.Hal iniantaralainditunjukkandenganmeningkatnyaIndeksPembangunanGender(IPG)dari0,639padatahun2004menjadi0,668pada tahun2009 (KNPPBPS,2010).Selain itu, indekspemberdayaangender(IDG)yangmengukurpartisipasiperempuandibidangekonomi,politik,danpengambilankeputusan jugamengalamipeningkatandari0,597pada tahun2004menjadi0,635pada tahun2009(KNPPBPS,2010).Di bidang pendidikan, upaya untuk meningkatkan kesetaraan gender dan pemberdayaanperempuandilakukandenganmengintegrasikanperspektifgenderkedalampendidikanagama.Dibidang kesehatan, kemajuan yang telah dicapai adalah terlaksananya pemetaan isu gender dibidang kesehatan, khususnya untuk penanganan HIV/AIDS. Di bidang politik dan pengambilankeputusan telah disusun PeraturanMenteriNegara PP dan PANomor 27 Tahun 2010 tentangPanduanUmumPelaksanaanPUGdalamPendidikanPolitikpadaPemilihanUmum;danPedomanPerencanaandanPenganggaranyangResponsifGender (PPRG)BidangPendayagunaanAparaturNegara dan Reformasi Birokrasi. Di bidang ketenagakerjaan, telah tercapai peningkatan akseslapangankerjabagiperempuanyangditunjukkandenganpenurunanangkapengangguranterbukaperempuandari13,7persenpada tahun2006,menjadi8,23persenpada tahun2010 (Sakernas,20062010).Dalamupayamelindungiperempuandariberbagai tindakkekerasan telahditerbitkanPeraturanMenteri Negara Pemberdayaan Perempuan Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar PelayananMinimal Pelayanan Bidang Layanan Terpadu Bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan.Ditetapkannya peraturan tersebut sekaligus menjadi dasar yang kuat bagi pemerintah, duniausaha, dan masyarakat untuk meningkatkan perlindungan perempuan dari berbagai tindakkekerasanmelaluiupayapencegahan,pelayanan,danpemberdayaan.Upaya peningkatan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan tersebut juga didukungoleh penguatan kapasitas kelembagaan PUG dan pemberdayaan perempuan, termasuk didalamnya PPRG. Kemajuan yang dicapai adalah dengan ditetapkannya Peraturan MenteriKeuanganNomor104/PMK.02/2010tentangPetunjukPenyusunandanPenelaahanRencanaKerjadan Anggaran K/L Tahun Anggaran 2011. Sementara itu terkait dengan data gender, telahdilakukanpenandatangananMoUdenganBPStentangPenyediaanDatadanInformasiGenderdanAnak; serta tersusunnya Pedoman Pengelolaan Data Gender di Kementerian NegaraPemberdayaanPerempuandanPerlindunganAnak.Selain itu, telahdilaksanakanpulaadvokasi,sosialisasi,fasilitasiPUG,danpelatihananalisisgenderdi39K/L,33provinsi.Pencapaiandalamperlindungananakdariberbagaibentukkekerasan,eksploitasi,dandiskriminasiditunjukkanantara lainolehpencapaiandibidangketenagakerjaan.DataSakernasmenunjukkanpenurunan jumlah pekerja anak usia 1017 tahun dari 1.713,2 ribu pada tahun 2008menjadi1.679,1ribupadatahun2009.Dalamupayamenurunkanjumlahpekerjaanak,telahdilaksanakanpenarikanpekerjaanakdaribentukbentukpekerjaan terburukuntukanak (BPTA)dalam rangkaProgram Keluarga Harapan. Pekerja anak yang telah ditarik tersebut diusahakanmasuk dalamsatuanpendidikan,baikpendidikanformal,kesetaraan,maupunnonformal.Sementaraitu,dalammemenuhi hak anak untukmendapatkan identitas dan legalitas kependudukan, cakupan anak

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 143

    balita (0-4 tahun) yang telah memiliki akte kelahiran sekitar 42,82 persen menurut Supas 2005 menjadi 52,5 persen menurut Susenas 2009.

    Untuk meningkatkan perlindungan bagi anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), pada tahun 2010 telah tersusun RUU tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan ditetapkan kebijakan terpadu tentang penanganan ABH berbasis e Selain itu telah pula ditetapkan Permen PP dan PA Nomor 02 Tahun 2010 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak.

    Pemuda dan Olahraga

    Pada tahun 2010, upaya peningkatan pari dan peran af pemuda, serta budaya dan prestasi olahraga dilakukan melalui beberapa kegiatan, antara lain: (1) an kepemimpinan, kepeloporan, dan kewirausahaan pemuda; (2) pemberian penghargaan kepada atlet internasional, regional, nasional, serta pelah dan mantan atlet yang berprestasi; (3) pelaksanaan berbagai ent olahraga untuk menggairahkan semangat dan budaya olahraga di masyarakat; dan (4) keikutsertaan dalam berbagai event olahraga internasional dan regional.

    Melalui upaya tersebut, pembangunan pemuda dan olahraga selama tahun 2010 telah menunjukkan hasil yang semakin meningkat, yang ditunjukkan antara lain dengan: (1) meningkatnya building melalui gerakan revitalisasi dan konsolidasi kepemudaan melalui: (a) penyelenggaraan fasilitasi kepemimpinan, manajemen, dan perencanaan program bagi 6.000 pengelola organisasi kepemudaan; (b) penyelenggaraan fasilitasi peningkatan wawasan kebangsaan, perdamaian, dan lingkungan hidup bagi 5.500 orang; (c) pemuda kader kepemimpinan bagi 4.500 orang; (d) penyelenggaraan fasilitasi pengembangan kewirausahaan bagi 3.175 orang; (e) penyelenggaraan fasilitasi pendidikan kepramukaaan bagi 1.000 orang; (2) meningkatnya upaya perolehan medali di Asian Games Tahun 2010 melalui: (a) penyelenggaraan fasilitasi penyediaan prasarana olahraga sebanyak 4 fasilitasi, (b) penyediaan sarana olahraga sebanyak 44 sarana; (c) peningkatan peringkat Indonesia pada kejuaraan Asian Games dari peringkat ke-22 pada Asian Games XVI di Doha tahun 2006 menjadi peringkat ke-15 pada Asian Games XVII tahun 2010 di Guangzhou China dengan perolehan 4 medali emas, 9 medali perak dan 13 medali perunggu.

    2.14.3. Permasalahan Pencapaian Pembangunan Agama

    Pencapaian pembangunan bidang agama masih dihadapkan pada berbagai permasalahan di antaranya: (1) keberagamaan masyarakat dalam sikap dan perilaku sosial belum opmal; (2) harmoni sosial dalam kehidupan umat beragama belum sepenuhnya terwujud; (3) masih belum manajemen penyelenggaraan haji; (4) kualitas penyuluhan agama di tengah masyarakat saat ini masih belum memadai; (5) belum pendidikan agama dan keagamaan bagi peserta didik; (6) sarana dan prasarana peribadatan belum merata; (7) belum pengelolaan dana sosial keagamaan; dan (8) peran lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan belum mal. Terkait fokus prioritas pembangunan bidang agama maka permasalahan yang dihadapi adalah manajemen penyelenggaraan haji yang belum opmal, dan harmoni sosial dalam kehidupan umat beragama belum sepenuhnya terwujud. Walaupun penyelenggaraan haji telah sistem operasi dan prosedur (SOP) dan mendapatkan kat manajemen mutu ISO 9001:2008, namun masih saja terjadi kekurangan dan kesalahan teknis di lapangan. Pelayanan ibadah haji, terutama selama di

  • 144 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    Arab Saudi,masih belummemuaskan sebagian jemaah haji, sepertimasalah konsumsi, kondisipemondokan, jarak pemondokan yang masih jauh dari Masjidil Haram, serta pelayanantransportasi. Selain itu masih beragamnya tingkat pemahaman para jemaah haji mengenaikesehatan, seperti pencegahan penyakit, ketidakmengertian mengenai lokasi balai kesehatan,hingga bagaimana memanfaatkan para petugas kesehatan selama masa haji, menjadipermasalahantersendiri.Tantangankedepanadalahpenerapanstandarpelayananminimal(SPM)dalampenyelenggaraanibadahhaji.Harmonisosialdalamkehidupanumatberagamabelumsepenuhnyaterwujud,yangdapatdilihatdarimasihmunculnyapermasalahan,baikdiinternmaupunantarumatberagama.Tantangankedepanadalahbagaimanamenjadikanagamaberperandalamupayaperdamaiandanmendorongtumbuhnyakerjasamayangpositifdikalanganinterndanantarumatberagama.

    PariwisataPermasalahan yang masih dihadapi terkait pembangunan kepariwisataan, antara lain sebagaiberikut:1. Belum optimalnya kesiapan destinasi pariwisata yang disebabkan antara lain oleh belum

    meratanya pembangunan kepariwisataan antardaerah dan kawasan, serta kurangmemadainyasaranadanprasaranamenujudestinasipariwisata;

    2. Belum optimalnya pemasaran pariwisata yang disebabkan antara lain oleh kurangnyapemanfaatanmediabaikelektronik,cetakmaupunyangberbasisteknologiinformasisebagaisaranapromosi,belumoptimalnyapemerintahdaerahdalammendukungpromosidaerahnyasebagaidestinasiwisata,danmasih terdapatberbagaiperaturandaerahyangmenghambatpengembanganpariwisata

    3. Belum optimalnya kemitraan antar pelaku pariwisata yang disebabkan terutama olehkurangnyakoordinasi, integrasi,dan sinkronisasi intradanantarlembaga,pusatdandaerahdalampeningkatandayasaingsumberdayamanusia(SDM)pariwisata.

    PengarusutamaanGenderdanPerlindunganAnakPermasalahan yang masih dihadapi terkait pengarusutamaan gender dan perlindungan anak,antaralainsebagaiberikut:1. Belum optimalnya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.Walaupun berbagai

    kebijakan telah dikeluarkan dan berbagai kemajuan telah dicapai dalam peningkatankesetaraangender,namunkualitashidupdanperanperempuanmasihbelumoptimal.Haltersebutditunjukkandengan lambatnyapeningkatannilai IDGsetiaptahunnya,yangantaralaindisebabkanoleh:(1)masihterdapatkesenjangangenderdalamhalakses,manfaat,danpartisipasi dalam pembangunan, serta penguasaan terhadap sumber daya, terutama dibidang politik, jabatanjabatan publik, dan ekonomi, baik pada tataran antarprovinsi danantarkabupaten/kota;dan(2)rendahnyakesiapanperempuandalammengantisipasidampakperubahan iklim, krisis energi, krisis ekonomi, bencana alam, dan konflik sosial, sertaterjadinyapenyakit.Sementara itu,perlindunganbagiperempuanterhadapberbagaitindakkekerasanjugamasihbelummencukupi,yangterlihatdarimasihbelummemadainyajumlahdankualitastempatpelayananbagiperempuankorbankekerasankarenabanyaknya jumlahkorbanyangharusdilayanidanluasnyacakupanwilayahyangharusdijangkau.Permasalahantersebut muncul antara lain disebabkan belum efektifnya kelembagaan PUG danpemberdayaanperempuan.

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 145

    2. Masih a ak kekeras terhap aak. Data Suseas 2006 mejukka bahwa prevalesi kek terhaap aak ah sebesar 3,02 atau sekitar 4 juta ak ke ap ta Sem itu, ata Bareskrim POLRI meujukka bahwa 2004 sampai ea Oktober 2009 538 ak 1.722 peraa Peraa aak u utuk petu rumah ta pekerja seks komersial, peemis i pee arkoba, eksploitasi i tempat-tempat kerja berbah jermal, pertam a perkeba

  • 146 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    Disampingitu,upayapeningkatankualitaskerukunanumatberagamaakandilakukanmelalui:(1)pembentukandanpeningkatanefektivitas forumkerukunanumatberagama; (2)pengembangansikapdanperilakukeberagamaanyang inklusifdan toleran; (3)penguatankapasitasmasyarakatdalammenyampaikandanmengartikulasikanaspirasiaspirasikeagamaanmelaluicaracaradamai;(4)peningkatandialogdan kerja sama interndan antarumatberagama,danpemerintahdalampembinaan kerukunan umat beragama; (5) peningkatan koordinasi antarinstansi/lembagapemerintah dalam upaya penanganan konflik terkait isuisu keagamaan; (6) pengembanganwawasanmultikulturbagiguruguruagama,penyuluhagama,siswa,mahasiswadanparapemudacalon pemimpin agama; (7) peningkatan peran Indonesia dalam dialog lintas agama di duniainternasional;dan (8)penguatanperaturanperundangundangan terkait kehidupankeagamaan,sepertiperlunyapenyusunanundangundangtentangperlindungandankebebasanberagama.

    PariwisataTindaklanjutyangdiperlukanterkaitpembangunankepariwisataan,antaralainsebagaiberikut:1. Pengembangandestinasipariwisataberbasisbudaya,alam,bahari,danolahraga;penyebaran

    pengembangandestinasipariwisatadiluarJawadanBalitermasukpengembangandestinasipariwisatadipulaupulauperbatasandanterpencil;fasilitasikemitraandengansektorterkaitdalam upaya peningkatan kenyamanan dan kemudahan akses di destinasi wisata;pengembangansisteminformasipariwisatayangterintegrasidipusatdandaerah;

    2. Peningkatanpemanfaatanberbagaimediadan teknologi informasi sebagai saranapromosipariwisata;pengembangankerjasamapemasarandanpromosipariwisatadengan lembagaterkait di dalam dan di luar, terutama kerja sama antar agen perjalanan dan antar touroperatordidalammaupundiluarnegeri;dan

    3. Pengembanganprofesionalismesumberdayamanusiadibidangpariwisata.

    PengarusutamaanGenderdanPerlindunganAnakUntukmengatasi permasalahan pembangunan pengarusutamaan gender,maka rencana tindaklanjutdalampembangunankesetaraangenderdanpemberdayaanperempuanpada tahun2011adalah denganmeningkatkan efektivitas kelembagaan PUG dalam perencanaan, penganggaran,pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan dan program pembangunan yang responsifgender di tingkat nasional dan daerahmelalui: penyusunan kebijakan pelaksanaan PUG bidangpendidikan, kesehatan, politik dan pengambilan keputusan, ketenagakerjaan; penyusunankebijakanperlindunganperempuandaritindakkekerasan,masalahsosialperempuan,dankorbanperdaganganorang;sertapenyusunankebijakanterkaitpenyusunandatagender.Sedangkantindaklanjutyangakandilaksanakankedepandalamupayapeningkatanperlindungananak antara lain: (1)meningkatkan koordinasi pelaksanaan dan penegakan hukum yang terkaitdengan perlindungan bagi anak terhadap segala bentuk kekerasan dan diskriminasi; dan (2)meningkatkan kapasitas kelembagaan perlindungan anak, ketersediaan data dan informasi,koordinasi pelaksanaan, dan harmonisasi peraturan perundangundangan yang terkait denganperlindungananak.PemudadanOlahragaTindak lanjut yang diperlukan terkait pembangunan pemuda dan olahraga, antara lain sebagaiberikut:1. Dalam rangka peningkatan partisipasi dan peran aktif pemuda dalam berbagai bidang

    pembangunandilakukanupaya:(1)peningkatancharacterbuildingmelaluigerakan,revitalisasidan konsolidasi gerakan kepemudaan yangmeliputi: (a) peningkatan jumlah pemuda yang

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 147

    difasilitasi dalam peningkatanwawasan kebangsaan, perdamaian, dan lingkungan hidup; (b)peningkatan jumlah pengelola organisasi kepemudaan yang difasilitasi dalam pelatihankepemimpinan, manajemen, dan perencanaan program; (c) peningkatan jumlah organisasikepemudaan yang difasilitasi dalam memenuhi kualifikasi berdasarkan standar organisasikepemudaan; (d) peningkatan jumlah pemuda kader kepemimpinan; dan (e) peningkatanjumlahpemudayangdifasilitasisebagaikaderkewirausahaan;(2)revitalisasiGerakanPramukadilakukan dengan peningkatan jumlah pemuda yang difasilitasi dalam pendidikankepramukaan;dan

    2. Peningkatan budaya dan prestasi olahraga didorong melalui penetapan target pencapaianposisipapanataspada SouthEastAsia (SEA)Gamespada tahun2011danOlimpiade tahun2012 dengan peningkatan kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana olahraga sertapeningkatanpembinaanolahragaprestasi.

    Tabel2.14.2.PencapaianPembangunanPrioritasLainnyaBidangKesejahteraanRakyat,Tahun2010

    No.RPJMN20102014

    CAPAIAN2009

    CAPAIAN2010SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET

    20101. Pelaksanaanibadah

    hajiyangtertibdanlancarpalinglambatpada2010

    MeningkatnyaPelayananKesehatanHaji1

    Meningkatnyapenyelenggaraanibadahhajidanumrah

    Jumlahjamaahhajipenerimalayanankesehatanhaji

    221.000

    221.000

    221.000

    Jumlahjamaahhajiyangmelaksanakanibadahhajidanumrah

    221.000 221.000 221.000

    2. PeningkatankerukunanumatberagamamelaluipembentukandanpeningkatanefektivitasForumKerukunanUmatBeragama(FKUB)

    Meningkatnyadanterpeliharanyakondisidansuasanayangamandandamaidikalanganumatberagama

    PembangunanSekretariatBersamaFKUBKab/Kota(unit)

    15

    3922 15

    OperasionalFKUB(unit)a. TkProvinsib. Kab/Kota

    33

    150

    33150

    PemulihanPaskaKonflik(Kegiatan)

    1 1

    3. Peningkatanjumlahwisatawanmancanegaradanwisatawannusantarasebesar20%secarabertahapdalam5tahun

    Meningkatnyajumlahwisatawanmancanegaradanwisatawannusantarasebesar20%secarabertahapdalam5tahun

    Jumlahwisatawanmancanegara

    6.750.000

    6.323.730

    7.002.944

    Jumlahwisatawannusantara

    230.000.000 229.731.000 234.377.000

    4. Promosi10tujuanpariwisataIndonesiamelaluisaluranpemasarandanpengiklananyangkreatifdanefektif

    Terlaksananyapromosi10tujuanpariwisataIndonesiamelaluisaluranpemasarandanpengiklananyangkreatif

    Partisipasipadabursapariwisatainternasional,pelaksanaanmisipenjualan(salesmission),danpendukunganpenyelenggaraanfestival(event)

    72 78

  • 148 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    No.RPJMN20102014

    CAPAIAN2009

    CAPAIAN2010SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET

    2010danefektif Penyelenggaraan

    perwakilanpromosipariwisataIndonesia(IndonesiaTourismPromotionRepresentativeOfficers)diluarnegeri(VITO)

    12 12

    Penyelenggaraanpromosilangsung(directpromotion),danpenyelenggaraaneventpariwisataberskalanasionaldaninternasional(event)

    43 47

    5. Perbaikandanpeningkatankualitasjaringanprasaranadansaranapendukungpariwisata

    Meningkatnyakualitasjaringanprasaranadansaranapendukungpariwisata

    Jumlahdukunganfasilitaspariwisata(dayatarik)

    7 7

    6. PeningkatankapasitaspemerintahdanpemangkukepentinganpariwisatalokaluntukmencapaitingkatmutupelayanandanhospitalitymanagementyangkompetitifdikawasanAsia

    MeningkatnyakapasitaspemerintahdanpemangkukepentinganpariwisatalokaluntukmencapaitingkatmutupelayanandanhospitalitymanagementyangkompetitifdikawasanAsia

    Jumlahtenagakerjayangmemilikisertifikasitenagakerjabidangpariwisata(ribuorang)

    10 10

    Jumlahsumberdayayangdilatihdibidangkebudayaandankepariwisataan(orang)

    1.150 820 1.150

    Jumlahlulusanpendidikanpariwisatadi4UPTpendidikantinggipariwisata(orang)

    1.241 1.067 1.249

    7 Perumusankebijakandanpedomanbagipenerapanpengarusutamaan(mainstreaming)Gender(PUG)olehKementeriandanLembagaPemerintahNonkementerianlainnya,termasukperlindunganbagiperempuandananakterhadapberbagaitindakkekerasan

    MeningkatnyajumlahkebijakanpelaksanaanPUGbidangpendidikan

    JumlahkebijakanpelaksanaanPUGdalamrangkapeningkatankualitaspendidikan

    2

    3 2

    JumlahK/LdanpemdayangdifasilitasidalampenerapanARGdibidangpendidikan(K/Ldanprov)

    1K/L5Prov

    1K/L10Prov

    MeningkatnyajumlahkebijakanpelaksanaanPUGbidangkesehatan

    JumlahkebijakanpelaksanaanPUGdibidangkesehatan

    3

    3

    JumlahK/LdanpemdayangdifasilitasidalampenerapanARGdibidangkesehatan(K/Ldanprov)

    1K/L5Prov

    1K/L5Prov

    Meningkatnyajumlahkebijakan

    JumlahkebijakanpelaksanaanPUGdi

    2

    2

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 149

    No.RPJMN20102014

    CAPAIAN2009

    CAPAIAN2010SUBSTANSIINTI SASARAN INDIKATOR TARGET

    2010partisipasiperempuandibidangpolitikdanpengambilankeputusan

    bidangpolitikdanpengambilankeputusan

    JumlahK/LdanpemdayangdifasilitasidalampenerapanARGdibidangpolitikdanpengambilankeputusan(K/Ldanprov)

    3K/L7Prov

    3K/L7Prov

    MeningkatnyajumlahkebijakanpelaksanaanPUGbidangketenagakerjaan

    JumlahkebijakanpelaksanaanPUGdibidangketenagakerjaan

    1

    1

    JumlahK/LdanpemdayangdifasilitasidalampenerapanARGdibidangketenagakerjaan(K/Ldanprov)

    1K/L5Prov

    1K/L5Prov

    Meningkatnyajumlahkebijakanperlindunganperempuandaritindakkekerasan

    Jumlahkebijakanperlindunganperempuandaritindakkekerasan

    5

    5

    JumlahK/Ldanpemdayangdifasilitasidalampenerapankebijakanperlindunganperempuandaritindakkekerasan(K/Ldanprov)

    3K/L6Prov

    3K/L14Prov

    Meningkatnyajumlahkebijakanpenerapansistemdatagender

    Jumlahkebijakanpenerapansistemdatagender

    2

    1

    JumlahK/Ldanpemdayangdifasilitasidalampenerapankebijakanpenerapansistemdataterpilahgender(K/Ldanprov)

    1K/L

    1K/L

    Meningkatnyajumlahkebijakanperlindungantenagakerjaperempuan

    Jumlahkebijakanperlindungantenagakerjaperempuan

    1

    1

    JumlahK/Ldanpemdayangdifasilitasidalampenerapankebijakanperlindungantenagakerjaperempuan(K/Ldanprov)

    1K/L5Prov

    1K/L5Prov

    Meningkatnyajumlahkebijakanperlindungankorbantindakpidanaperdaganganorang

    Jumlahkebijakanperlindungankorbantindakpidanaperdaganganorang

    2

    1

    JumlahK/Ldanpemdayangdifasilitasidalampenerapankebijakanperlindungankorbantindakpidana

    1K/L5Prov

    1K/L15Prov

  • 150 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR

    TARGET 2010

    perdagangan orang (K/L dan prov)

    Meningkatnya jumlah kebijakan penghapusan kekerasan pada anak

    Jumlah kebijakan penghapusan kekerasan pada anak

    1

    - 1

    Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi tentang penghapusan kekerasan pada anak (K/L dan prov)

    1 K/L 5 Prov

    - 15 K/L 6 Prov

    8. Pencapaian posisi papan atas pada South East Asia (SEA) Games pada tahun 2011, peningkatan perolehan medali di Asian Games tahun 2010 dan Olimpiade tahun 2012

    Meningkatnya penyediaan prasarana dan sarana keolahragaan yang memenuhi standar kelayakan

    Jumlah fasilitasi penyediaan prasarana olahraga.

    4 - 4

    Jumlah penyediaan sarana olahraga

    44 - 44

    Meningkatnya pembinaan olahraga prestasi

    Jumlah olahragawan andalan nasional

    520 - 520

    Jumlah fasilitasi keikutsertaan pada Asian Games, SEA Games, Olympic Games, Asian Para Games, Para Games, dan Paralympic Games

    2 - 2

    9. Peningkatan character building melalui gerakan, revitalisasi dan konsolidasi gerakan kepemudaan

    Meningkatnya jumlah pemuda yang difasilitasi dalam peningkatan wawasan kebangsaan, perdamaian, dan lingkungan hidup

    Jumlah pemuda yang difasilitasi dalam peningkatan wawasan kebangsaan, perdamaian, dan lingkungan hidup

    5500 - 5500

    Meningkatnya keberdayaan organisasi pemuda

    Jumlah pengelola organisasi kepemudaan yang difasilitasi dalam pelahan kepemimpinan, manajemen, dan pencanaan program

    6000 - 6000

    Jumlah organisasi kepemudaan yang difasilitasi dalam memenuhi ku berdasarkan standar organisasi

    38 - 38

    Berkembangnyakepemimpinanpemuda

    Jumlah pemuda kader kepemimpinan

    4500 - 4500

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 151

    No. RPJMN 20102014

    CAPAIAN 2009

    CAPAIAN 2010 SUBSTANSI INTI SASARAN INDIKATOR

    TARGET 2010

    Berkembangnyakewirausahaan pemuda

    Jumlah pemuda yang difasilitasi sebagai kader kewirausahaan

    3175 - 3175

    10. Revitalisasi Gerakan Pramuka

    Pengembangan gerakan kepramukaan

    Jumlah pemuda yang difasilitasi dalam pendidikan kepramukaan

    1000 - 1000

    Catatan: 1. Dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan 2. Merupakan pembentukan FKUB di kat Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia 3. Capaian tahun 2009 k dapat diisi karena struktur program dan kegiatan RPJMN 2004 2009 dan RPJMN 2010

    2014 sangat berbeda sebagai dampak dari reformasi birokrasi di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

  • 152 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 153

    BAGIAN III

    PENUTUP

  • 154 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 155

    Bagian III

    PENUTUP

    Berbagai capaian pembangunan telah berhasil diraih selama satu tahun pelaksanaan RPJMN 20102014. Berdasarkan capaian pelaksanaan pembangunan prioritas nasional dalam tahun 2010, secara umum dapat disimpulkan bahwa pembangunan masih dalam alur yang diharapkan, meskipun masih terdapat beberapa substansi yang perlu diupayakan lebih keras untuk mencapai sasaran pada akhir pelaksanaan RPJMN 20102014.

    Prioritas 1. Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola. Selama tahun 2010 Prioritas Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola telah menunjukkan berbagai capaian peng. Untuk memberikan landasan kuat bagi pelaksanaan reformasi birokrasi, telah ditetapkan Peraturan Presiden No. 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 20102025 dan Peraturan Menteri PAN dan RB No. 20 tahun 2010 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 20102014. Dalam konteks otonomi daerah, tahun 2010 difokuskan pada penghenan/pembatasan pemekaran wilayah, peningkatan eensi

  • 156 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    dan vitas penggunaan dana perimbangan daerah, dan penyempurnaan pelaksanaan pemilihan kepala daerah. Selanjutnya, dalam rangka penyempurnaan berbagai kebijakan dalam pengelolaan SDM aparatur telah dilakukan penyusunan beberapa Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) antara lain RPP tentang Sistem Pengadaan/Rekrutmen dan Seleksi PNS, RPP tentang Remunerasi dan Tunjangan Kinerja Pegawai Negeri, dan RPP tentang Penilaian Kinerja Pegawai. Terkait dengan upaya percepatan harmonisasi dan sinkronisasi peraturan perundang-undangan di ngkat pusat dan daerah, pada tahun 2010 telah dilaksanakan inventarisasi dan pengkajian peraturan daerah sebanyak 3.000 Perda. Sementara itu, dalam upaya penegakan hukum, pemantapan integrasi dan integritas penegakan hukum telah dilakukan melalui peningkatan kualitas SDM Kejaksaan dalam penerimaan pegawai, pelaksanaan diklat penjenjangan, serta pendidikan lanjutan (pascasarjana), di samping menerapkan reward and punishment. Sedangkan dalam konteks pencegahan korupsi, antara lain dilakukan melalui pelaporan Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). Dari 144.557 wajib LHKPN, sebanyak 118.340 telah melaporkan dan telah diumumkan 114.570 laporan.

    Prioritas 2. Pendidikan. Upaya pembangunan pendidikan telah berhasil meningkatkan taraf pendidikan masyarakat Indonesia yang ditandai dengan meningkatnya rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas yang mencapai 7,7 tahun, menurunnya proporsi buta aksara penduduk usia 15 tahun ke atas menjadi 5,30 persen, serta meningkatnya angka pendidikan pada semua jenjang. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, perbaikan akses terhadap pendidikan ditunjukkan oleh meningkatnya angka pari murni (APM) SD/SDLB/MI/Paket A dan APM SMP/SMPLB/MTs/Paket B pada tahun 2010 menjadi 95,41 persen dan 75,64 persen. Pada tahun yang sama, angka kasar jenjang pendidikan menengah (SMA/SMK/SMLB/MA/Paket C) meningkat pula menjadi 70,53 persen. Sementara itu, APK PT pada tahun 2010 telah mencapai angka 23,9 persen.

    Prioritas 3. Kesehatan. Upaya pembangunan kesehatan hanya dilakukan melalui pendekatan tetapi juga serta melalui peningkatan kesehatan masyarakat dan lingkungan. Secara keseluruhan keberhasilan pendekatan ini pada 2010 antara lain dapat ditunjukkan oleh meningkatnya angka harapan hidup dari 70,7 tahun pada tahun 2009 menjadi 70,9 tahun, menurunnya angka an ibu (AKI) menjadi sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup, dan menurunnya angka bayi (AKB) menjadi sebesar 34 per 1.000 kelahiran hidup. Selain itu pendekatan tersebut telah pula berkontribusi dalam menurunkan prevalensi kekurangan gizi menjadi sebesar 17,9 persen, menurunkan prevalensi anak balita yang pendek (stung) menjadi sebesar 35,6 persen serta mendukung pencapaian sasaran Millenium Development Goals (MDGs).

    Prioritas 4. Penanggulangan Kemiskinan. Dalam pelaksanaan penanggulangan kemiskinan, program-program dibagi menjadi ga klaster yaitu program perlindungan sosial berbasis keluarga, program berbasis pemberdayaan masyarakat, dan program berbasis pemberdayaan usaha mikro dan kecil. Secara umum, hasil pelaksanaan klaster tersebut dapat memacu penurunan angka kemiskinan dari 14,15 persen pada tahun 2009 menjadi 13,33 persen pada tahun 2010 (Target 2010 12,0-13,5 persen).

    Prioritas 5. Ketahanan Pangan. Pencapaian Prioritas Ketahanan Pangan pada tahun 2010 antara lain ditunjukkan dengan: 1) meningkatnya produksi bahan pangan, yaitu padi mencapai 66,4 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), jagung mencapai 18,4 juta ton pipilan kering, kedelai mencapai 908 ribu ton biji kering, gula mencapai 2,4 juta ton Gula Kristal W (GKP), daging sapi mencapai 440 ribu ton karkas, serta ikan 10,83 juta ton; 2) pertumbuhan PDB sektor pertanian, perikanan dan kehutanan mencapai 2,9 persen; dan 3) meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) masing-masing mampu mencapai 100,79 dan 105,5.

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 157

    Prioritas6. Infrastruktur.Pencapaianpembangunan infrastruktur selama tahun2010mencakuppengelolaantataruang,pembangunaninfrastrukturtransportasi,perumahanrakyat,pengendalianbanjir,dantelekomunikasi.Pencapaiantersebutantara lainadalahterpenuhinyakondisimantapjalannasionalsebesar87persen,terbangunnya87.001RumahSederhanaSehat(RSH)bersubsidi,500 unit rusunami, 89 twin block rusunawa yang diperkirakanmenyediakan rumah layak huniuntuk96.045keluargayangkurangmampu.Pencapaianpembangunaninfrastruktursumberdayaairyangterkaitdenganpengendalianbanjirantaralainadalahdibangunnyaprasaranapengendalibanjirsepanjang321km,13buahpengendali lahar,pengamanpantaisepanjang25,11km,sertarehabilitasiprasaranapengendalibanjirsepanjang171,2km.Untukpembangunantelekomunikasi,pembangunanDesaDering telah dilakukan di 27.670 desa (83,4 persen dari target) dan PusatLayananInternetKecamatan(PLIK)dilakukandi4.269desa(74,3persendaritarget).Prioritas7.IklimInvestasidanIklimUsaha.Pencapaianprioritasinitelahmeningkatkaninvestasimelaluiperbaikankepastianhukum,penyederhanaanprosedur,perbaikansistem informasi,danpengembanganKawasanEkonomiKhusus(KEK).Terkaitdenganperbaikankepastianhukum,telahdilakukan perancangan peraturan perundangundangan dengan pembahasan RUU tentangPerubahanDesaign Industri,RUUtentangPerubahanUUPaten,danRUUtentangPerubahanUUPengadilan Anak, serta penyelesaian harmonisasi 140 peraturan perundangundangan. CapaianpenyederhanaanprosedurmelaluipenerapanSistemPelayananInformasidanPerizinanInvestasiSecaraElektronik(SPIPISE)padaPelayananTerpaduSatuPintu(PTSP),padatahun2010sebanyak33provinsidan40kabupaten/kotayang telahmenggunakanSPIPISEpadaPTSP.Sementara itu,untukmendukungpengembangan sistem logistiknasional telahdilakukanbeberapaupayayangantaralainmerupakanpeningkatankelancarandistribusibahanpokokdanpembangunansaranadistribusiperdagangan.Dalamkaitannyadenganpengembangan sistem informasi, implementasiNSW telahdiberlakukansecarawajibbagisemua importirdi5pelabuhanutamadanpelayananperijinan perdagangan secara online (INATRADE) dengan jumlah pengguna sebanyak 1.536perusahaan.Prioritas 8. Energi.Untukmendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian energi, selamatahun 2010 telah disusun berbagai kebijakan melalui regulasi maupun deregulasi. Hasilhasilkegiatanpembangunanselamatahun2010dibidangenergiantara lainmeliputiproduksiminyakbumi,peningkatankapasitaspembangkitlistrik,rasioelektrifikasisertapembangunanjaringangasdiperkotaan.Produksiminyakbumipadatahun2014diharapkandapatmencapai1,01jutabarrelperhari.Sementarapada tahun2010,produksiminyakbumimencapai954 ribubarrelperhari.Pembangunan jaringangaskota telahdilaksanakandibeberapawilayah,antara lain: (i)Tarakan,3.400sambunganrumahtangga;(ii)Depok,3.366sambunganrumahtangga;(iii)Sidoarjo,1.750sambungan rumah tangga, dan (iv) Bekasi, 1.800 sambungan rumah tangga. Pencapaianpembangunanketenagalistrikanpadatahun2010adalahmeningkatnyarasioelektrifikasinasionalyangmencapai 67,15 persen dan rasio desa terlistriki 92,5 persen.Hal tersebut didukung olehpeningkatankapasitaspembangkitsebesar787MWbesertapembangunanjaringantransmisidandistribusinya.Prioritas9.LingkunganHidupdanPengelolaanBencana.Prioritasinitelahmenunjukkancapaianyangcukupbaik terkaitdengankonservasidanpemanfaatan lingkunganhidupyangmendukungkeberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, disertai penguasaan dan pengelolaanrisiko bencana untukmengantisipasi perubahan iklim. Capaian tersebut antara lain: (1) Upayaperbaikankerusakan lingkungan yangmengarahkepadaupayamitigasidanadaptasiperubahaniklim global; (2)Mendukung target penurunan emisi sebesar 26 persen, melalui penyusunanRancanganPeraturanPresidententangInventarisasiGasRumahKaca;(3)Pengendaliankerusakan

  • 158 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    lingkungan untuk mempertahankan pelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas dayadukung lingkunganmelaluipelaksanaanProgramPenilaianPeringkatKinerjaPerusahaan(Proper)di705perusahaan (Melebihitargettahun2010yangsebesar680perusahaan); (4)Pengendaliankebakaranhutanmelaluiupayamenurunkan jumlahhotspotmelebihi targetpenurunansebesar20persenper tahun; (5)Pengembangan sistem peringatandini,dengan terkelolanya SistemPeringatan Dini Tsunami (TEWS) dan Sistem Peringatan Dini Cuaca (MEWS) serta SistemPeringatanDiniIklim(CEWS);dan(6)Upayamengurangibencanamelaluipeningkatankapasitasaparaturpemerintahdanmasyarakatdalampenanggulanganbahayakebakaranhutandi6DAOPS.Prioritas 10. Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Pascakonflik. Pencapaian sasaransubstansiintiuntukmendukungpembangunaninfrastrukturdanpendukungkesejahteraanlainnyadidaerahtertinggal,terdepan,danpascakonflik,antara laindapatdilihatdari:(1)Terbangunnyapermukiman transmigrasiuntuk 4925 KK; (2) Terlaksananyapembangunan,pengoperasian,danpengadaanberbagai saranadanprasaranaangkutanperintis; (3)Terlaksananyapenyediaan jasaaksestelekomunikasidan layanan internetDesaDering(83.4persen)danPusatLayananInternetKecamatan (PLIK) di desa ibukota kecamatan (74.3 persen); (4) Terfasilitasinya penyediaaninfrastruktur di 30 pulaupulau kecil terluar; dan (5) Terbentuknya Badan Nasional PengelolaPerbatasan (BNPP) melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 12 Tahun 2010. Dalam halpembentukankerjasamadengannegaranegaratetanggagunapengamananwilayahdansumberdayakelautan,telahdiselenggarakankerjasamapengamananwilayahdansumberdayakelautandengan 7 negara tetangga yaituMalaysia, Singapura, Australia, Filipina, Solomon, Papua NewGuinea,danTimorLeste.Sementaraitu,capaianSubstansiIntiuntukkeutuhanwilayahantaralainadalah pembuatan peta batas RIPNG dan peta foto garis pulaupulau kecil terluar, sertaperundingandengannegaranegaratetangga,yaituMalaysia,Vietnam,Thailand,danSingapura.Prioritas 11. Kebudayaan, Kreativitas, dan Inovasi Teknologi. Dalam prioritas pembangunannasionalini,padatahun2010telahberhasildicapaiantaralain:(1)KesepakatanBentukLembagaPengelolaan TerpaduWarisan Budaya Dunia Candi Borobudur dan Kajian Bentuk PengelolaanTerpaduKawasanWarisanBudayaDuniaSitusManusiaPurbaSangirandanCandiPrambanan;(2)RevitalisasiMuseumNegeriJawaTimur(Surabaya),MuseumNegeriKalimantanBarat(Pontianak),MuseumNegeriJambi(Jambi),MuseumNegeriNusaTenggaraBarat(Mataram),MuseumNegeriSumateraUtara,danMuseumNegeriBatakTBSilalahidiBaligeSumateraUtara;(3)Peningkatanlayanan jasa perpustakaan dan informasi dengan capaian 33 perpustakaan provinsimemiliki elibrarydanpengembanganperpustakaandanpembudayaangemarmembaca,dengancapaian88mobil perpustakaan keliling, 3 unit perpustakaan terapung, 33 perpustakaan provinsi, 250perpustakaan kabupaten/kota, dan 2.143 perpustakaan desa; (4) Fasilitasi sarana bagipengembangan,pendalamandanpergelaransenibudayadi5provinsidan20kabupaten/kota;(5)13 penelitian di bidang kebudayaan dan 144 penelitian di bidang arkeologi; (6) Fasilitasi 20pergelaran,pameran,festival,lomba,danpawai;(7)Fasilitasi18eventfestivalfilmdalamdanluarnegeri; (8)Pelaksanaan sensor terhadap40.000 judul film/video/iklan; (9) Fasilitasipeningkatankapasitasdibidang iptekdan imtaq (imandan taqwa)bagi 3.180orangpemuda kaderdandibidangseni,budaya,danindustrikreatifbagi3.180orangpemudakader.Prioritas lainnyaBidangPolitik,Hukum,danKeamanan.CapaianPrioritas initercermindari: (1)Keamanan, upaya pemerintah menangani tindak terorisme menunjukkan hasil yang semakinmembaik.Pada9Maret2010,Polriberhasilmenewaskantokohpentingterorisme internasional.Hasil ini memberikan harapan semakin kondusifnya keamanan dalam negeri dari ancamanterorisme;(2)Pertahanan,melaluiPerpresNo.42Tahun2010tentangKomiteKebijakanIndustriPertahanan (KKIP), pemerintahmembentuk KKIP sebagai institusi yangmerumuskan kebijakan

  • Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014 159

    pembelian Alutsista TNI dan Alut Polri. Selain itu, juga telah diselesaikanMaster Plan IndustriPertahanandanRoadMapmenujurevitalisasiindustripertahanandalamnegeri;(3)Perdamaian,padatahun2010Pemerintah Indonesiatelahmengajukantigaprakarsa,yaitu(a)MenyampaikanposisidasarmengenailimaisukunciReformasiDKPBBkepadafasilitatornegosiasiReformasiDKPBBsebagaimasukanbaginegosiasilanjutan,masingmasingberkaitandenganisu:i)Categoriesofmembership; ii)Question of veto; iii) Regional representation; iv) Size of the enlarged SecurityCounciland itsworkingmethods;dan v) The relationshipbetween the SecurityCounciland theGeneral Assembly; (b) Telah menyelesaikan rancangan keputusan presiden mengenaipembentukan Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian; (c) Menyelenggarakan FocusedGroupDiscussion(FGD)mengenaiPeningkatanPeranPeaceKeepingOperations(PKOs)Indonesia;(4)Ketenagakerjaan,dalamupayameningkatkanpelayanantenagakerjaIndonesiadiluarnegeri,Pemerintah Indonesia pada tahun 2010 telah melakukan penguatan bagi 24 citizen service.Selanjutnya, sampai tahun 2010 Pemerintah telah memulangkan 6.287 repatrian dan 28.721deportanWNI/TKIbermasalahdarinegaranegara tujuanpenempatanTKIdiTimurTengahdanAsiaTenggara.Prioritas Lainnya Bidang Perekonomian. Capaian prioritas ini terlihat dari: (1) pelaksanaanpengembanganklasterindustripertanianoleochemicalmelaluifasilitasikawasanindustriberbasisCPO di tiga provinsi (SumateraUtara, Kalimantan Timur, dan Riau) serta pembangunan klasterindustri berbasismigas kondensat; (2) peningkatan peran dan kemampuan Republik Indonesiadalam diplomasi perdagangan internasional yang diwujudkan dalam pelaksanaan berbagaiperundingan internasional sebagai upaya partisipasi aktif di forum internasional. Partisipasiperundinganperdagangan internasional telahdilakukan sebanyak41kalidengan41buahposisirunding. Sidang internasional dalam negeri sebanyak 17 sidang dan perundingan PerdaganganInternasional (MRA,MOU,Agreement,Agreed Minutes,Declaration,ChairReport) sebanyak34buah; (3) peningkatan pelayanan dan perlindungan tenaga kerja indonesia (TKI) selama prosespenyiapan, pemberangkatan, dan kepulangan melalui pembangunan infrastruktur dan aplikasisistem informasi layanan TKI (SIMTKI) yang nantinya akanmengintegrasikan sistem informasiterkaitlayananTKIdi13K/L;serta(4)peningkatanupayapelayanandanperlindunganTKIdiluarnegerimelalui pembentukan pusat layanan 24 jam (hotline service/crisis center) sebagai pusatpenerimaanpengaduandanfasilitasipenyelesaianmasalahTKI.Prioritas LainnyaBidangKesejahteraanRakyat.CapaianPrioritas LainnyaBidangKesejahteraanRakyattahun2010tercerminantaralaindarimeningkatnyakualitaspelayananibadahhajikepada221.000 jemaahdenganpenerapansistemmanajamenmutuyangmendapatkan ISO9001:2008.Selain itu, kehidupan umat beragama semakin harmonis dan kondusif ditandai denganmenurunnya konflik sosial bernuansa keagamaan, berdirinya forumforum kerukunan, danberkembangnyakerjasamalintasagama.Dalamhalpembangunankepariwisataanditandaidenganmeningkatnyakunjunganwisatawanmancanegara(wisman)padatahun2010yangmencapai7,00juta orang, ataumeningkat sebesar 7,88 persen dibandingkan kunjunganwisman tahun 2009.Sementaraitu,pergerakanwisatawannusantara(wisnus)jugamengalamipeningkatandari229,73juta pergerakan pada tahun 2009 menjadi 234,38 juta pergerakan pada tahun 2010. Terkaitdenganpenerapanpengarusutamaangendertermasukperlindunganperempuandananak,antaralain telah dilakukan upaya peningkatan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan diberbagai bidang pembangunan, seperti pendidikan, kesehatan, politik dan pengambilankeputusan, serta ketenagakerjaan. Sedangkan upaya dalam perlindungan anak dari berbagaitindak kekerasan, perdagangan anak, eksploitasi, dan diskriminasi ditunjukkan antara lain olehtelah disusunnya RUU tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, ditetapkannya kebijakan terpadutentang penanganan ABH berbasis restorative justice, dan ditetapkannya Peraturan Menteri

  • 160 Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan RPJMN 20102014

    PemberdayaanPerempuandanPerlindunganAnakNo.2Tahun2010 tentangRANPencegahandan Penanganan Kekerasan terhadap Anak. Selanjutnya, pembangunan pemuda dan olahragaselamatahun2010telahmenunjukkancapaianyangsemakinmeningkat,yangditunjukkanantaralain dengan: (1)Meningkatnya character building melalui gerakan revitalisasi dan konsolidasikepemudaan,dan(2)MeningkatnyaperolehanmedalidiAsianGamesTahun2010.

  • Cover Lap Eva 1 Th Lengkap Cetak.pdfback cover dpandepan

    Cover Lap Eva 1 Th Lengkap Cetak.pdfpunggung + belakang