78 Diversitas Coleoptera Dalam Kawasan Hutan Lindung Sirimau Kota Ambon

  • Published on
    14-Dec-2014

  • View
    41

  • Download
    6

DESCRIPTION

Diversitas Coleoptera Dalam Kawasan Hutan Lindung Sirimau Kota Ambon

Transcript

Seminar Nasional Biologi 2010

SB/P/KR/11 DIVERSITAS COLEOPTERA DALAM KAWASAN HUTAN LINDUNG SIRIMAU KOTA AMBON Fransina S. Latumahina (1) dan Illa Anggraeni (2) 1) Dosen Fak. Pertanian Universitas Pattimura Ambon, Email : sin_latumahina@yahoo.com 2) Pusat Litbang Hutan Tanaman Bogor ABSTRAK Kawasan Hutan Lindung Sirimau Kota Ambon, kaya akan serangga dan salah satu diantaranya yang berasal dari ordo Coleoptera, namun potensi secara spesifik dari ordo ini belum teridentifikasi secara baik. Berbagai macam tekanan dan ancaman yang muncul sebagai akibat dari aktivitas mansia di dalam maupun sekitar kawasan hutan lindung ini memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap keberadaan serangga ordo Coleoptera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi serangga ordo Coleoptera dan keanekaragamannya dalam kawasan hutan lindung Sirimau Kota Ambon serta faktor faktor yang mempengaruhi kehidupan serangga ordo Coleopetera. dalam kawasan. Penelitian menggunakan metode survey dengan sistem Line Transec dengan intensitas sampling sebesar 10 %. Hasil penelitian pada areal seluas 7 Ha dengan 3 jalur pengamatan ditemukan 1613 individu serangga coleoptera yang terdiri dari 14 family dengan 21 jenis Coleoptera dengan didominasi oleh serangga dari family Staphylinidae, Scarabidae dan Hidrophylidae. Keanekaragaman jenis dan kekayaan jenis serangga Coleoptera masing masing 3,45 dan 15 ditemukan pada jalur pengamatan II dimana nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan kedua jalur pengamatan lain dalam kawasan. Perbedaaan ini sangat dipengaruhi oleh aktivitas warga sekitar kawasan yang seringkali memanfaatkan kawasan hutan lindung untuk dijadikan areal pemukiman, areal pertanian dan areal perkebunan campuran. Disisi lain peristiwa kebakaran yang sering terjadi dalam kawasan hutan baik secara sengaja karena kehadiran manusia maupun secara alami juga ikut mempengaruhi keanekaragaman Coleoptera dalam kawasan hutan lindung ini. Tindakan pelestarian dan perlindungan sudah saatnya dilakukan untuk mempertahankan keberadaan serangga dalam kawasan demi menjaga kelestarian dan konservasi serangga Coleoptera dalam kawasan. Kata Kunci : Diversitas Serangga , Ordo Coleoptera, Hutan Lindung Sirimau , Kekayaan jenis serangga keanekaragaman hayatinya hingga 70 % PENDAHULUAN atau bahkan lebih. Erosi keragaman hayati Indonesia dengan luasan hutan akan menimbulkan dampak sosial dan mencapai 10 % dari total hutan tropis di dunia dipastikan memiliki potensi serangga yang cukup besar yakni sekitar 56, 4 % dari seluruh mahkluk hidup yang ada di dunia. Apabila keberadaan hidup serangga tidak dijaga844

ekologi

yang

cukup

serius

karena

keragaman adalah dasar stabilitas sosial dan ekologi. Sistem sosial dan ekonomi tanpa keragaman akan mudah rusak dan runtuh.

maka

dunia

akan

kehilanganFakultas Biologi UGM, Yogyakarta 24-25 September 2010

Seminar Nasional Biologi 2010

Dengan jumlah jenis dan individu yang besar maka serangga memegang peranan yang sangat penting dalam suatu ekosistem yakni sebagai herbivora, predator, parasit, penyerbuk dekomposer dalam maupun pembungaan sebagai dan

pada

m us i m

kemarau

berperan

unt uk

menjaga cadangan air dalam tanah dan dapat menjadi habitat bagi kehidupan flora maupun fauna termasuk serangga ordo Coleoptera didalamnya. Salah satu jenis serangga yang banyak ditemukan dalam kawasan hutan lindung berasal dari ordo Coleoptera. Serangga ini ditemukan hampir pada tiap tipe penggunaan lahan dalam kawasan hutan lindung, karena jenis ini mudah beradaptasi dengan kondisi habitat yang extrim sekalipun. dan gangguan dalam Kerusakan hutan

pembuahan. Selain itu keeratan kehidupan serangga dengan kondisi ekosistem maka serangga dapat dijadikan ekosistem. indikator Perubahan

perkembangan

populasi serangga berhubungan erat dengan perubahan kondisi kawasan resapan air karena serangga mampu memberikan respons yang baik untuk mengindikasikan tingkat kerusakan kawasan resapan air yang menjadi habitatnya sehingga dengan sifat demikian maka serangga berpotensi untuk menjadi indikator atas perkembangan ko munitas [4] Coleoptera adalah salah satu jenis serangga yang banyak ditemukan dalam kawasan hutan, ordo ini memiliki fungsi yang besar dalam ekosistem yakni sebagai indikator keanekaragaman hayati karena ordo ini sangat sensitif terhadap perubahan dalam ekosistem, hebrivora, predator, musuh alami, bioindikator maupun omnivora[1]. Kawasan hutan lindung Sirimau Kota Ambon memiliki fungsi dan peran yang sangat besar bagi warga Kota Ambon dan sekitarnya

ekosistem

Lindung

Sirimau

telah

mempengaruhi

kehidupan serangga ordo Coleoptera, untuk itu upaya menjaga fungsi dan peran kawasan harus betul - betul diperhatikan sehingga dengan sendirinya akan i kut mempertahankan keberadaan serangga ordo Coleoptera dalam kawasan hutan. Penelitian menginventarisir coleoptera serta i ni jenis bertujuan serangga unt uk ordo tingkat

mengetahui

keanekaragaman dan kekayaan jenisnya dalam kawasan, sehingga diharapkan dengan informasi tentang potensi serangga

coleoptera dapat diambil langkah langkah konservasi terhadap serangga Coleoptera dalam kawasan.

khususnya untuk menjaga kestabilan tata air sehingga dalam musim penghujan kawasan ini dapat berperan untuk meresapkan air ke dalam tanah melalui proses infiltrasi danFakultas Biologi UGM, Yogyakarta 24-25 September 2010

BAHAN DAN CARA KERJA 1. Waktu Dan Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan dalam kawasan hutan lindung Sirimau Kota Ambon845

Seminar Nasional Biologi 2010

Propinsi Maluku pada Bulan Mei hingga Juli 2009 dan dilanjutkan dengan penelitian

10 % dari total luas kawasan sehingga areal pengamatan seluas 7,0 hektar. 4. Pengolahan Data Parameter yang digunakan dalam kekayaan jenis dan

laboratorium pada bulan Agustus 2009 di Laboratorium Entomologi Dasar Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon. 2. Alat Dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam

penelitian ini adalah Keanekaragaman jenis a) Kekayaan jenis

(Richness).

Untuk

penelitian ini adalah

Jaring Serangga ,

mengetahui kekayan jenis (Richness ) serangga dan vegetasi digunakan index kekayaan jenis dari Margalef b) Keanekaragaman Jenis (Diversity) Untuk mengetahui keanekaragaman jenis serangga dan vegetasi digunakan indeks keanekaragaman jenis dari Shanon dan Wiener [3]. Untuk vegetasi juga dilihat nilai kerapatan, kerapatan relatif, frekwensi,

Yellow Pan Trap, dan light trap. Bahan yang digunakan adalah serangga ordo coleoptera yang ditemukan dalam kawasan serta

Alkohol 70 % untuk tujuan koleksi serangga. [ 4] 3. Teknik Pengambilan Sampel a. Serangga Untuk pengambilan sampel digunakan tiga alat tangkap yakni jaring serangga dan yellow pan trap pada siang hari serta light trap pada malam hari. Pengambilan Sampel dilaksanakan dengan sistem line transec pada 10 jalur pengamatan sepanjang 500 meter x 100 meter dari pukul 07.00 pagi hingga

frekwensi relatif, dominansi, dominansi relatif, dan Indeks nilai penting (INP) [3]

HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Inventarisasi Serangga Hasil inventarisasi serangga coleoptera dalam areal hutan lindung

18.00 sore. Pengambilan sampel pada malam hari menggunakan light trap dengan sistem line transec juga hanya saja alat ini digantungkan pada pohon dengan ketinggian 1 meter dari permukaan tanah pada pukul 18.00 sore hingga 22.00 malam. Serangga yang ditemukan diidentifikasi hingga tingkat family. b. Vegetasi Untuk menggunakan846

Sirimau dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 1. Hasil Inventarisasi Coleoptera Dalam Kawasan Hutan Lindung Sirimau Kota Ambon Jal u r Pengamata n I II III TOTAL Jumlah Jenis 7 12 2 21 Jenis Jumlah Jumlah Individu Family 534 789 290 1613 individu 4 7 3 14 Family

inventarisasi

vegetasi

s i s t e m C ont i nous St r i p

Sampling dengan intensitas sampling sebesarFakultas Biologi UGM, Yogyakarta 24-25 September 2010

Seminar Nasional Biologi 2010

Hasil inventarisasi terhadap serangga Coleoptera, ditemukan 1613 individu, 21 jenis dan 14 family coleoptera. Serangga Coleoptera lebih banyak ditemukan pada siang hari dengan alat tangkap jaring serangga dan Yellow pan trap, dibandingkan dengan pada malam hari menggunakan Light Trap. Pada siang hari banyak didominasi oleh family Scarabeidae dan Hidrophylidae,

banyak

family

Hydrophilidae

yang

umumnya senang beraktivitas di sekitar daerah beraliran air. [1] 2. Keanekaragaman Jenis Dan Kekayaan Jenis Serangga Ordo Coleoptera Tabel 2. Keanekaragaman Dan Kekayaan Jenis Serangga Coleoptera Dalam Hutan Lindung Sirimau Kota Ambon Jal u r Keanekaragama n Jenis ( H) 2 ,2 1 3 ,4 5 1 ,0 4 Kekayaan Jenis ( R)

karena beberapa jenis dari family ini tertarik dengan warna terang dari Yellow pan trap. Adanya aliran air sungai disekitar jalur pengamatan II juga ikut mempengaruhi kehadiran family Hidrophylidae sehingga banyak larva dari jenis ini ditemukan dalam air sungai. Larva dari family ini bertindak sebagai predator terhadap serangga kecil yang ada di dalam air.[1] Pada malam hari hanya serangga dari famili Staphylinidae yang ditemukan dalam areal pengamatan. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Elzinga bahwa jenis alat tangkap dan lamanya waktu penangkapan akan sangat mempengaruhi jumlah spesies yang ditemukan dalam satu ekosistem [2]. Hasil penangkapan pada siang hari lebih banyak dibandingkan malam hari, karena diduga serangga ordo coleptera dalam kawasan lebih senang beraktivitas di siang hari. Selain itu faktor habitat juga ikut mempengaruhi kehadiran serangga ordo ini, dimana pada siang hari banyak ditemukan beraktivitas disekitar aliran sungai yang ada dalam kawasan, sehingga ditemukan cukupFakultas Biologi UGM, Yogyakarta 24-25 September 2010

I II III

9 15 2

Hasil inventarisasi vegetasi pada tiga jalur pengamatan dalam kawasan ditemukan bahwa keanekaragaman jenis dan kekayaan jenis ordo coleoptera lebih tinggi terdapat pada jalur dua. Hal ini disebabkan karena jumlah i ndi vi du dan jenis serta

keanekaragaman vegetasi pada jalur ini lebih tinggi dibandingkan pada kedua jalur

lainnya. Kehadiran vegetasi sangat berkaitan dengan ketersediaan makanan bagi serangga Coleoptera dalam kawasan. Hal ini sesuai dengan pendapat Elzinga bahwa kehadiran satu jenis serangga dalam kawasan berkaitan erat dengan aktivitas makan dari serangga itu maupun tersedianya sumber makanan bagi serangga tersebut [2]. Hasil analisa vegetasi untuk ke tiga jalur dalam kawasan menunjukan nilai frekwensi dan kerapatan847

Seminar Nasional Biologi 2010

vegetasi yang cukup tinggi terdapat pada jalur dua dimana kondi s i i ni akan dari

sumber pakan, tempat beraktivitas , tempat berlindung dan tempat reproduksi bagi serangga dimana apabila habitat suatu jenis serangga mengalami gangguan, maka

mempengaruhi

aktivitas

makan

serangga serangga yang ditemukan. Faktor mempengaruhi ketinggian tempat j uga

serangga akan berpindah mencari habitat baru yang sesuai dengan kebutuhannya [2] Hasil pengamatan pada jalur I dan III, terlihat bahwa persentase alih fungsi kawasan untuk pemukiman dan bercocok tanam lebih tinggi ( 45 %) dan ( 56 %) dibandingkan pada jalur II, dimana untuk jalur II tidak ada pembukaan pemukiman kawasan sementara untuk dijadikan pasca

keberadaan

serangga

coleoptera dalam kawasan hutan lindung. karena terdapat beberapa family dari

Coleoptera yang mempunyai batas toleransi terhadap ketinggian tempat tertentu,

misalnya Scarabeidae dan Staphylinidae yang jumlahnya akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya ketinggian tempat. Semakin tinggi tempat dari

penduduk

konflik sosial di Kota Ambon, hanya ditemukan aktivitas bercocok tanaman

permukaan laut maka jumlah dan jenis serangga yang ditemukan akan semakin sedikit dan sebaliknya semakin rendah dari permukaan laut maka jumlah dan jenis yang ditemukan semakin banyak [1]. Tercatat tinggi kawasan hutan lindung Sirimau berkisar dari 400 1000 m dpl. Jalur I berada pada ketinggian 600 700 meter dpl, jalur II berada pada ketinggian 400 500 m dpl dan jalur III berada pada ketinggian 700 900 m dpl Besarnya persentase konversi kawasan dalam kawasan hutan lindung juga sangat mempengaruhi kehadiran ordo ini. Banyak warga masyarakat disekitar kawasan

semusim berupa sayur sayuran. ( 24 %) oleh masyarakat sekitar kawasan untuk konsumsi dan untuk dijual ke pasaran di Kota Ambon. Peristiwa kebakaran yang sering terjadi dalam kawasan hutan lindung Sirimau sebagai akibat dari kekeringan di musim panas ataupun kegiatan pembukaan areal untuk kepentingan warga juga memberikan pengaruh yang siginifikan terhadap

kehadiran jenis Coleoptera, karena dengan adanya vegetasi kebakaran sebagai akan menghilangkan makanan,

sumber

mempengaruhi iklim mikro dalam kawasan terutama suhu dan kelembaban yang pada gilirannya akan mempengaruhi kehidupan dari serangga ordo coleoptera ini. Upaya konservasi serangga Coleoptera dalam

memanfaatkan kawasan untuk dijadikan areal bercocok tanaman pertanian, perkebunan, pemukiman maupun aktivitas perladangan. Alih fungsi kawasan ini dapat menjadi faktor pembatas yang mempengaruhi ketersediaan848

kawasan sudah saatnya dilakukan guna mempertahankan keberadaan serangga ini

Fakultas Biologi UGM, Yogyakarta 24-25 September 2010

Seminar Nasional Biologi 2010

sebagai

bagian

penting

dalam

sebuah

ekosistem khususunya dalam kawasan Hutan Lindung Sirimau Kota Ambon .

DAFTAR PUSTAKA Boror,Triplehorn,Jhonson,1992.Pengenalan Pelajaran Serangga. Edisi Keenam. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Elzinga,R.J.1978. Fundamentals Of Entomology. Prentice Hall of India.Private Limited.New Delhi. Reynold,J.F And Ludwig.J.A.1988. Statistical Ecology. A Primer On Method And Computing. A Wiley Interscience Publication Jhon Wiley & Sons. Canada. Spellerberg, I.F. 1995. Monitoring Ecological Change. Cambridge University Press. Cambridge. UK, 104 105

Fakultas Biologi UGM, Yogyakarta 24-25 September 2010

849

Recommended

View more >