34
JURNALISTIK SENI TEATER Hand out mata kuliah Jurnalistik Seni Teater Jurusan Seni Teater Fak. Seni Pertunjukan ISI Padangpanjang SULAIMAN JUNED,S.Sn., M.Sn SULAIMAN JUNED,S.Sn., M.Sn Penyair, dramawan, Kolumnis, esais, sutradara, Penyair, dramawan, Kolumnis, esais, sutradara, dosen teater ISI Padangpanjang, Pembimbing dosen teater ISI Padangpanjang, Pembimbing UKM-Pers, serta Pendiri/Penasehat Komunitas Seni UKM-Pers, serta Pendiri/Penasehat Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang-Sumatera Barat, Dewan Kuflet Padangpanjang-Sumatera Barat, Dewan Penasehat Penasehat Persatuan Pewarta Warga Indonesia Cab. Persatuan Pewarta Warga Indonesia Cab. Padangpanjang Padangpanjang Mobile. 081393286671, email Mobile. 081393286671, email [email protected] [email protected] Bloger: Bloger: http://www.sjuned.blogspot.com http://www.sjuned.blogspot.com Facebook: Sulaiman Juned Facebook: Sulaiman Juned Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni teater teater 1

76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

JURNALISTIK SENI TEATER

Hand out mata kuliah Jurnalistik Seni Teater

Jurusan Seni Teater Fak. Seni Pertunjukan ISI Padangpanjang

SULAIMAN JUNED,S.Sn., M.SnSULAIMAN JUNED,S.Sn., M.SnPenyair, dramawan, Kolumnis, esais, sutradara, Penyair, dramawan, Kolumnis, esais, sutradara, dosen teater ISI Padangpanjang, Pembimbing dosen teater ISI Padangpanjang, Pembimbing

UKM-Pers, serta Pendiri/Penasehat Komunitas Seni UKM-Pers, serta Pendiri/Penasehat Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang-Sumatera Barat, Dewan Kuflet Padangpanjang-Sumatera Barat, Dewan

PenasehatPenasehatPersatuan Pewarta Warga Indonesia Cab. Persatuan Pewarta Warga Indonesia Cab.

PadangpanjangPadangpanjangMobile. 081393286671, email Mobile. 081393286671, email [email protected]@gmail.com

Bloger: Bloger: http://www.sjuned.blogspot.comhttp://www.sjuned.blogspot.comFacebook: Sulaiman JunedFacebook: Sulaiman Juned

Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni teaterteater11

Page 2: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

PENGERTIAN JURNALISTIK

* (BELANDA) Joernalistik* (INGGERIS) Journalism* (LATIN) Diurna

Jadi Jurnalistik; suatu pengelolaan laporan harian yang menarik minat khalayak, mulai dari peliputan sampai penyebarannya kepada masyarakat, dipergunakan untuk melakukan kontrol sosial. Termasuk didalamnya; Surat kabar-Radio-Televisi.

Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni teaterteater22

Harian atau Setiap hari

Page 3: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

EMPAT KATEGORI PERS

• Authoritarian Pers; Kebenaran milik segelintir penguasa. Pers digunakan untuk memberikan informasi kepada rakyat mengenai apa yang dipikirkan oleh pihak penguasa harus didukung oleh rakyat.

• Libertarian Pers; Hubungan manusia terhadap negara. Manusia tidak bebas untuk dipimpin/diarahkan. Kebenaran bukan milik penguasa, ia menjadi hak kodrat manusia. Pers merupakan tempat pencari kebenaran.

• Sosial Responsibility; Lembaga sosial yang bertanggungjawab kepada masyarakat-negara, dan bangsa. Pers membela masyarakat bila pemerintah merugikan masyarakat. Jika negara-bangsa menghadapi bahaya, pers membelanya.

• Soviet Comunist Pers; Pers milik negara. Kebenaran adalah juga milik negara. Pengabdian pers kepada negara sekaligus kepada rakyat.

Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni teaterteater33

Page 4: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

Menyiarkan informasi; Khalayak pembaca berlangganan atau membeli surat kabar karena memerlukan informasi. Informasi yang disiarkan tentang peristiwa-gagasan perilaku orang lain-opini orang lain, dan sebagainya.

Mendidik: Sarana pendidikan massa. Surat kabar-majalah memuat tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga menambah wawasan pembaca. Fungsi ini secara implisit, ditemui dalam bentuk artikel-tajuk rencana-cerbung-berita bergambar juga mengandung aspek pendidikan.

Menghibur; Berita hiburan untuk mengimbangi berita berat (hard news) dan artikel yang berbobot. Hiburan berisi; cerpen-cerbung- cergam-teka-teki silang-pojok-karikatur. Untuk melemaskan ketegangan pikiran setelah pembaca dihidangkan berita-berita dan artikel yang berat.

Mempengaruhi; Pers memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Pers yang berpengaruh adalah pers yang independent. Bebas menyatakan pendapat dan bebas melakukan kontrol sosial. Fungsi mempengaruhi terdapat pada tajuk rencana dan artikel.

Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni teaterteater44

FUNGSI PERSFUNGSI PERS

Page 5: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni teaterteater

PERS

55

Pers Belanda Pers Inggeris

Pers

Arti Harfiah CetakArti Maknawiyah Penyiaran secara tercetah atau publikasi secara tercetak.

Page 6: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

PENGERTIAN PERS

• Pengertian luas; segala penerbitan, termasuk media elektronik-radio-televisi-internet.

• Pengertian sempit; Hanya terbatas pada media cetak surat kabar-majalah-buletin dan kantor Berita.

• CIRI KHAS MEDIA MASSA• Media Elektronik; pesan yang disampaikan atau disiarkan

diterima oleh khalayak hanya sekilas. Khalayak harus selalu berada didepan pesawat.

• Media Massa Cetak; pesan yang disampaikan sifatnya terekam. Dapat diulang kaji, serta disimpan untuk dibaca pada setiap kesempatan.

Sulaiman Juned; Jurnaslistik Seni Sulaiman Juned; Jurnaslistik Seni teater teater66

Page 7: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

ISTILAH JURNALIS DAN WARTAWAN Istilah jurnalis di Indonesia, muncul ketika masuknya

pengaruh Ilmu Komunikasi yang berkiblat ke Amerika Serikat. Istilah ini berimbas pada penamaan posisi kewartawanan, misalnya ”redaktur” atau ”editor”.

Ketika Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) berdiri terjadi kesadaran tentang Jurnalisme.

Menurut AJI; jurnalis adalah profesi (pekerjaan) yang berhubungan dengan isi media. Jurnalis meliputi juga kolumnis, penulis lepas, fotografer, desain grafis editorial. Istilah jurnalis mengacu pada difinisi wartawan.

Wartawan dalam definisi PWI; hubungannya dengan kegiatan tulis menulis yang diantaranya mencari data (riset-liputan-verifikasi) untuk melengkapi laporannya.

Wartawan dituntut untuk Objektif, hal ini berbeda dengan penulis kolom-artikel-opini ia dapat mengemukakan subjektifitasnya.

Sulaiman juned, Jurnalistik Seni Sulaiman juned, Jurnalistik Seni teater teater77

Jadi Jurnalistik Seni Teater: Menulis tidak hanya sekedar nilai berita, namun melakukan opini terhadap pertunjukan seni teater, Penulis jadi juru bicara kepada penonton

Page 8: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

APA ITU JURNALISTIK SENI TEATER ITU

Kegiatan jurnalistik yang menjadikan seni Teater sebagai objek liputan.

Hasil liputan seni itu ditulis dalam tiga model tulisan: berita, resensi/kritik seni, dan esai.

Kaidah-kaidah jurnalistik umum juga berlaku dalam peliputan seni, seperti 5W+1H, keberimbangan, dan lain-lain

Sulaiman juned, Jurnalistik Seni Sulaiman juned, Jurnalistik Seni teater teater88

Page 9: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

Apa yang ditulis?

Pertunjukan/FestivalDiskusi Peluncuran karya/buku seniSeniman/tokoh seni teater

Sulaiman juned, Jurnalistik Seni Sulaiman juned, Jurnalistik Seni teater teater99

Page 10: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

MENENTUKAN KELAYAKAN

Sebelum menulis, seorang PENULIS mesti tahu apakah peristiwa itu layak ditulis atau

tidak. Jika layak , apakah bahan liputan dapat ditulis

menjadi tulisan besar, sedang, atau sekilas saja

Sulaiman juned, Jurnalistik Seni Sulaiman juned, Jurnalistik Seni teater teater1010

Page 11: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

MENGUJI KELAYAKAN (PK3)

* Prioritas* Kebaruan* Keunikan* Ketokohan

Sulaiman juned, Jurnalistik Seni Sulaiman juned, Jurnalistik Seni teater teater1111

Page 12: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

FAKTOR “PRIORITAS”

• Seberapa penting peristiwa itu bagi pembaca media Anda? Ini menyangkut wilayah jangkauan pembaca dan kebijakan media itu. Masing-masing media tentu punya kebijakan sendiri terhadap itu. Misalnya, media lokal boleh jadi tidak perlu meliput pameran lukisan di Jakarta. Begitu sebaliknya. Atau jika majalah Anda segmennya remaja, tentu yang diprioritaskan adalah acara-acara seni bersegmen remaja

Sulaiman juned, Jurnalistik Seni Sulaiman juned, Jurnalistik Seni teater teater1212

Page 13: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

FAKTOR “KEBARUAN”:

• Apa hal baru yang disajikan dalam peristiwa atau karya Teater yang diliput itu? Apakah itu karya yang baru, atau karya lama yang dipermak ulang sehingga menjadi baru, atau karya itu mengandung unsur-unsur kebaruan.

Sulaiman juned, Jurnalistik Seni Sulaiman juned, Jurnalistik Seni teater teater1313

Page 14: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

FAKTOR “KEUNIKAN”

• Apa uniknya peristiwa karya Teater itu? Apa keistimewanya? Keunikan dan keistimewaan dapat diuji dengan pertanyaan: apakah orang lain pernah melakukan hal yang sama? Apa bedanya karya itu dengan karya yang pernah ada?

Sulaiman juned, Jurnalistik Seni Sulaiman juned, Jurnalistik Seni teater teater1414

Page 15: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

FAKTOR “KETOKOHAN”

• Apakah peristiwa atau karya yang diliput milik seorang tokoh atau berkaitan dengan tokoh? Tokoh seni Teater, boleh tokoh pembaca puisi yang handal. Boleh pula pembacaan puisi oleh penyairnya, atau yang baca puisi Gubernur, koran di provinsi itu wajib menulis, barangkali pula yang menjadi aktor/sutradara adalah Walikota Padangpanjang.

Sulaiman juned, Jurnalistik Seni Sulaiman juned, Jurnalistik Seni teaterteater1515

Page 16: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

KESIMPULAN FAKTOR “PK3”

• Tingkat kelayakan peliputan dan penulisan tergantung pada faktor-faktor di atas yang harus terpenuhi, paling tidak salah satu diantara keempat faktor itu. Kalau satu pun faktor tidak terpenuhi, jika pun ditulis cukup menjadi tulisan kecil saja.

Sulaiman juned, Jurnalistik Seni Sulaiman juned, Jurnalistik Seni teater teater1616

Page 17: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

DASAR-DASAR MENULIS

Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni teater teater1717

Menulis lewat proses berpikir, bukan suatu kebetulan. Menulis lewat proses berpikir, bukan suatu kebetulan. Makanya perlu membuat kerangka tulisan terlebih dahulu. Makanya perlu membuat kerangka tulisan terlebih dahulu. Catat semua fakta melalui urutan yang paling penting dan Catat semua fakta melalui urutan yang paling penting dan logis. Pilih ide menarik untuk dijadikan paragraf pembuka.logis. Pilih ide menarik untuk dijadikan paragraf pembuka.

Kata-kata yang digunakan mudah diketahui, kosa kata yang Kata-kata yang digunakan mudah diketahui, kosa kata yang dimiliki memang tergantung dari bacaannya. Penulis yang dimiliki memang tergantung dari bacaannya. Penulis yang baik adalah juga pembaca yang sangat baik. Pakailah baik adalah juga pembaca yang sangat baik. Pakailah kata/diksi yang sudah dikenal agar mudah dipahami kata/diksi yang sudah dikenal agar mudah dipahami pembaca.pembaca.

Hindari kata yang kurang berarti dalam kalimat. Tiap kata Hindari kata yang kurang berarti dalam kalimat. Tiap kata harus memiliki arti. Contoh= mampu melarikan diri (Lolos).harus memiliki arti. Contoh= mampu melarikan diri (Lolos).

Memahami kalimat singkat. Ilmu jurnalistik juga Memahami kalimat singkat. Ilmu jurnalistik juga berkembang; abad 17 satu kalimat terdiri 45 kata. Abad 19 berkembang; abad 17 satu kalimat terdiri 45 kata. Abad 19 menjadi 30 kata. Dewasa ini kalimat yang ekonomis terdiri menjadi 30 kata. Dewasa ini kalimat yang ekonomis terdiri dari 17 kata.dari 17 kata.

Mempersingkat kalimat agar ekonomis, tidak rumit serta Mempersingkat kalimat agar ekonomis, tidak rumit serta mudah dipahami. Satu kailmat mengandung satu gagasan mudah dipahami. Satu kailmat mengandung satu gagasan utama dan gagasan penjelas.utama dan gagasan penjelas.

Kata sifat digunakan seperlunya saja, karena kata sifat Kata sifat digunakan seperlunya saja, karena kata sifat cenederung mengungkapkan perasaan, seperti karya cenederung mengungkapkan perasaan, seperti karya sastra.sastra.

Page 18: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni teater teater1818

LANJUTAN….DASAR-DASAR MENULIS… LANJUTAN….DASAR-DASAR MENULIS… Paragraf juga singkat. Setiap paragraf memuat ide yang lengkap. Satu Paragraf juga singkat. Setiap paragraf memuat ide yang lengkap. Satu

paragraf minimal 3 kalimat. Mulailah menulis dengan kalimat peralihan, paragraf minimal 3 kalimat. Mulailah menulis dengan kalimat peralihan, atau memakai kata penghubung “selanjutnya”, atau “Disamping itu”. atau memakai kata penghubung “selanjutnya”, atau “Disamping itu”. Berpisah dengan pembaca menyajikan pokok pikiran berita.Berpisah dengan pembaca menyajikan pokok pikiran berita.

Hendaknya memakai bentuk aktif, karena mampu memberikan sifat Hendaknya memakai bentuk aktif, karena mampu memberikan sifat mengena, dan singkat pada tulisan. Contoh: Abu (subjek)-Lolos mengena, dan singkat pada tulisan. Contoh: Abu (subjek)-Lolos (Prediket)-dari sergapan petugas (Keterangan).(Prediket)-dari sergapan petugas (Keterangan).

Bahasa khusus dan kongkret, jauhkan diri dari bahasa yang abstrak. Bahasa khusus dan kongkret, jauhkan diri dari bahasa yang abstrak. Contoh: Contoh: PistolPistol lebih jelas dari senjata genggam. lebih jelas dari senjata genggam. Palu Palu lebih fokus dari lebih fokus dari benda tumpul, dan lain-lain.benda tumpul, dan lain-lain.

Menulis seperti apa yang sedang diceritakan.Menulis seperti apa yang sedang diceritakan. Merevisi tulisan-mengoreksi dan mengubah, sesungguhnya bagian dari Merevisi tulisan-mengoreksi dan mengubah, sesungguhnya bagian dari

menulis. Penulis harus menjadi editor terlebih dahulu sebelum dikirim.menulis. Penulis harus menjadi editor terlebih dahulu sebelum dikirim. Tiga kunci sukses jadi penulis; membaca-menulis-lalu kirim ke media.Tiga kunci sukses jadi penulis; membaca-menulis-lalu kirim ke media. Penutup; kesalahan terbesar tak mampu mengendalikan pemakaian Penutup; kesalahan terbesar tak mampu mengendalikan pemakaian

kata. Terpenting jangan gurui pembaca dalam tulisan.kata. Terpenting jangan gurui pembaca dalam tulisan.

Page 19: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

BAGAIMANA MENULIS ITU ? • Formula 5 W + 1 H; mengumpulkan data tentang peristiwa dapat dilakukan

melalui What= Apa peristiwanya, Who= Siapa yang terlibat dalam peristiwa itu, Where= Dimana kejadian tersebut, When= Kapan kejadian peristiwa itu, Why= Mengapa peristiwa tersebut terjadi + How= Bagaimana proses kejadian peristiwa tersebut.

• Kode Menulis Antara lain; Tidak mengirim tulisan (karya tulis jenis apapun) yang sama ke sejumlah media massa dalam waktu bersamaan. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EYD. Setiap penulis wajib bersikap jujur terhadap karya tulisnya, dengan menyebutkan referensi bila mengutip karya orang lain.

• Benarkah Menulis Di Media Massa, Sulit ?; Mudah! Asal rajin baca apa saja. Mudah! Asal tekun menulis apa saja. Mudah! Asal berani mengungkapkan pendapat pribadi. Tidak sukar asal dapat menulis abjad. Tidak sulit asal berniat sungguh-sungguh. Asal tidak asal-asalan. Tidak sulit asal segera menulis dan kirim ke media massa. Tidak! Asal kerjakan sekarang, jangan buang-buang waktu. Tidak! Asal berani mencoba, jangan takut ditolak. Tidak asal berani kreatif, jangan menyontek. Mudah! Asal berani jadi kreator, jangan jadi epigon. Mudah! Asal berani tampil beda, jangan menjiplak. Mudah Sekali! Asal rajin membaca, jangan tidur malas-malasan.

1919 Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni teater teater

Page 20: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

KENAPA TULISAN DI TOLAK REDAKTUR (?)

• Topik atau tema tidak aktual• Argumen dan pandangan bukan hal yang baru• Cara penyajian bertele-tele.• Cakupan terlalu mikro atau lokal• Pengungkapan dan redaksional kurang mendukung• Konteks kurang jelas• Bahasa terlalu ilmiah/akademis, kurang populer• Uraian terlalu rumit• Tulisan bergaya pidato /makalah/kuliah• Sumber kutipan kurang jelas• Terlalu banyak mengutip• Diskusi kurang berimbang• Alur uraian Tidak runtut• Uraian tidak membuka pencerahan baru• Uraian ditujukan kepada personal• Uraian terlalu datar• Alenia pengetikan over berkepanjangan • Hasil plagiat

2020 Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni teaterteater

Page 21: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

FEATURE• Feature; Memerlukan kekuatan tertentu. Menulis dengan penggambaran

yang hidup. Pembaca diajak mengenali persoalan dengan enteng, mengalir dan tidak rewet. Tiap soal dijelaskan melalui peristiwa demi peristiwa, menjalin kisah dengan tema besar tentang kemanusian.

• Feature; Membicarakan satu-dua manusia (bukan kemanusian), satu keluarga (bukan masyarakat) tetapi dalam bingkai (konteks) tema yang lebih luas. Contoh: satu orang tewas adalah tragedi, dan 100.000,- orang tewas adalah statistik.

• Contoh Feature; Ekonomi= mengisahkan dampak implasi terhadap keluarga miskin. Olahraga= mengisahkan atlet yang menangis di sudut ruang ganti. Seni= Mengisahkan kehidupan kumuh seorang aktor di luar panggung. Sosial= Seorang guru yang mengabdi di daerah kumuh perkotaan. (hal seperti ini merupakan kekuatan tulisan feature).

• Karakteristik Feature; Laporan masterpeace. Menggali peristiwa minor menjadi mayor. Memiliki aksentuasi human interest. Karya tulis yang unik karena orisinalitas, pemaparannya bersifat deskriptif. Ada juga feature berisi hiburan dan sedikit informasi, atau mengandalkan informasi dengan sedikit hiburan. Feture ditulis untuk tiga tujuan; hiburan-memberitahu-mengajarkan sesuatu.

2121 Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni teater teater

Page 22: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

HUMAM INTEREST• Terkait dengan ketertarikan dan minat orang. Kisah tentang

orang-orang dan pikirannya. Peristiwa yang terpenting; sesuatu yang hidup punya kehangatan, kegembiraan dapat jadi contoh bagi orang lain. Peristiwa hidup; segala kejadian yang bikin enak-enteng-meriah bila dipahami. Interest pembaca disentuh, rasa manusiawi ditarik , pembaca diajak terbenam dalam kisah-kisah cinta, kebencian’ keingintahuan, ketakutan, humor atau tema-tema yang aneh. Contoh; perasaan orangtua, yang sebagian usia anaknya dihabiskan dalam penjara.

• Kisah human interest tidak terdeteksi pola dan rincian kejadiannya. Di Balai Kota atau Kepolisian, peristiwa demi peristiwa terjadi dalam ritme dan pemberitahuan tertentu.

• Kisah human interest menjadi hidup, menjadi berwarna, ketika khalayak diajak membayangkan detail-detail latar kejadian, menikmati apa yang dirasakan penulis, ikut bersedih atau tertawa. Pembaca seolah-olah ada di sana.

• Penulis masuk kelubang peristiwa, ia mencatat, merekam dan melaporkan seperti detail-detail fotografis. Hal ini yang berhubungan dengan wawasan, pengetahuan, dan berbagai referensi penulis.

2222 Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni teater teater

Page 23: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

Human Interest....Lanjutan....

• Penulis feature selalu mengandalkan deskripsi yang bersandar pada akurasi jurnalistik. Ia tetap memverifikasi informasi, mengakurasi kutipan-kutipan. Bahasa feature ditata apik, tiap kata dan kalimat dipilih. Ringkas-tegas-aktif-menarik dan sugestif. Bahasa feature mesti memikat-enak dibaca. Gagasan dibangun dengan ekspresi yang harmonis. Membutuhkan kreativitas.

• Mampu menggunakan sudut pandang (Point Of View) dan gaya penulisan yang khas. Penulis feature mesti peka, dimana ia meletakkan emosional tertentu-paparan yang menyentuh –adegan yang menarik dirancang-deskripsi yang kuat disusun.

2323 Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned; Jurnalistik Seni teater teater

Page 24: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

KATEGORI FEATURE• The Bussiness Story; Kisah seputar soal bisnis. Pengisahan biasanya

melaporkan bagaimana dunia bisnis penjualan, para pelaku bisnis, dan produk bisnis. Seorang direktur penjualan yang sukses akan dibeli oleh perusahaan lain dengan harga yang mahal. Kisah yang melaporkan cara kerja-konsep-filosofi kerja-kehidupan masa kecil dan keluarganya.

• The Commemorative Story; kisah human interest mengenai perayaan, peringatan, atau nostalgia yang diupacarakan. Kehidupan masyarakat meritualkan beberapa moment penting. Misalnya; laporan perayaan tahun baru, 17 agustusan dan perjalanan bulan ramadhan.

• The Explanatory Story; feature yang melaporkan proses kegiatan seperti persiapan partai-partai politik menghadapi pelaksanaan kampanye dan pemilihan umum.

• The First-Person Story; Kisah tentang seseorang yang menuturkan pengalamannya. Ada peristiwa personal yang ditunggu khalayak. Contoh: Penuturan korban bencana Tsunami di Mentawai, atau gunung merapi di Yogyakarta yang selamat.

• The Historical Story; Feature tentang sejarah-tempat-tempat bersejarah-kisah dibalik peristiwa bersejarah-kisah dibalik kehidupan tokoh-tokoh sejarah.

• The Hobbyist Story; kisah tentang kegemaran yang unik dari seseorang. Misalnya; Kisah kolektor barang antik, tidak biasa, aneh! Atau seorang kakek yang memiliki hobi main layang-layang.

Sulaiman Juned,; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned,; Jurnalistik Seni teater teater2424

Page 25: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

LANJUTAN….KATEGORI FEATURE• The How –To Story: kisah-kisah bagaimana seseorang memproses sebuah

kegiatan. Ketidaklaziman, diukur dari kepakaran atau keanehan kejadiannya. Contohny= kisah pengacara yang selalu memenangkan perkara.

• The Invention Story ; kisah feature tentang penemuan-penemuan. Misalnya; seorang guru menemukan metode pengajaran yang efektif atau seorang pelajar menemukan rakitan teknologi robot.

• The Medical Story; Setiap manusia pasti sakit. Orang-orang akan mati. Kisah feature tentang rumah sakit yang menolak operasi pasiennya yang miskin, atau penolakan penderita AIDS yang disingkirkan masyarakat.

• The odd-Ocupation Story; menyangkut kisah pekerjaan yang unik. Contohnya; Kisah penggali kubur atau perias jenazah, atau kisah pembersih jendela gedung pencakar langit.

• The Overview Story; Mengulas fenomena aktual di masyarakat. Contohnya; ulasan tentang peristiwa kebakaran- ada penyidik-ada pihak asuransi-ada korban kebakaran dan pihak terkait lainnya. Mereka semua untuk mengemukakan pendapat-keadaan-kesulitan-penderitaan-solusinya.

• The Profile Story; Wartawan kerap membuat feauture profil tokoh publik yang jadi pembicaraan.

Sulaiman Juned,; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned,; Jurnalistik Seni teater teater2525

Page 26: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

STRUKTUR PENULISAN FEATURE• Kisah feature berkembang sejak jurnalisme modern diterapkan di Amerika,

pada fase ‘penny press’ ditahun 1830-an. Kisahnya mengadopsi struktur cerita pendek. Feature dibagi tiga bagian; awal-tengah-akhir. Feature membangun bacaan seutuh mungkin dalam urutan yang mudah dipahami. Kunci pembuka feature ada diparagraf pertama (the lead). Lead (teras berita) menjadi awal pembaca untuk meneruskan bacaannya. Selanjutnya penulis feature berhadapan dengan tubuh berita dan akhir atau penutup.

• Urutan struktur feature terdiri dari; Judul-Lead-Body (Tengah)-Akhir. • Sebelum membahas struktur penulisan penulisan feature lebih lanjut.

Penilihan judul sangat penting, seperti “Kampung Yang Hilang”. • Struktur feature; Judul= Setiap judul memerlukan penanganan yang

cermat. Judullah yang membuat pembaca tertarik untuk membacanya. Judul bukan berupa ringkasan. Judul feature dibuat lebih kreatif dibandingkan judul berita. Makna ambigu dibutuhkan dalam membuat judul feature, bila perlu imajinatif, hal ini untuk menggugah pembaca.

• Lead= berguna sebagai pemancing minat dan atensi pembaca. Lead sangat diperlukan. Lead pada feature memiliki tujuan; untuk mengikuti materi tulisan-cara melancarkan pemaparan kisah.

Sulaiman Juned,; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned,; Jurnalistik Seni teater teater2626

Page 27: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

LANJUTAN….. STRUKTUR PENULISAN FEATURE…

• Jenis-Jenis Lead: Lead Ringkasan= berisi saripati atau inti materi tulisan yang meringkas seluruh isi feature.

• Lead yang bercerita= penulis menciptakan sebuah suasana dan membebaskan pembaca untuk aktif masuk ke dalam tuturan cerita. Biasanya dipakai oleh penulis Novel atau Cerpen.

• Lead Deskriptif= memuat gambaran tentang peristiwa, tempat kejadian atau tokoh kisah yang terlibat dalam rincian kejadian yang begitu dekat, rapat, seolah-olah pembaca ada disana.

• Lead Kutipan= Kutipan dan ringkas untuk membuat lead menarik. Terutama bila mengutip omongan orang-orang terkenal.

• Lead Pertanyaan= menantang keingintahuan pembaca atau memancing rasa ingin tahu.

• Lead menuding langsung= berkomunikasi langsung dengan pembaca, seperti menyisipkan kata ‘anda’ untuk menarik keterlibatan pembaca secara pribadi.

• Lead penggoda= menelusuri keingintahuan pembaca dengan sesuatu yang absurd, tak dikenal, hal baru dan dibawakan umumnya secara bergurau.

• Lead Seni/Nyentrik= Meleluasakan penulis untuk kreatif.• Lead Gabungan= merupakan gabungan dua atau tiga lead.

Sulaiman Juned,; jurnalistik Seni Sulaiman Juned,; jurnalistik Seni teater teater2277

Page 28: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

Lanjutan….Struktur Penulisan Feature..• Body = Body memiliki karakter tersendiri. Setiap bagiannya bersifat saling

menyatu, saling berhubungan, penekanan tertentu pada tiap pragrafnya. Ketiganya mengarahkan tema pokok laporan, mengemas materi penting, menjembatani perpindahan paragraf dengan enak-mengalir-jauh dari kekakuan.

• Peralihan/Transisi= bagian pemberi tanda adanya perubahan bahasan, penjelasan lanjutan dalam uraian yang tengah diungkapkan. Sebagai pengembang pokok ke pokok pikiran yang baru. Fungsi transisi; pemberi tanda pikiran adanya peralihan bahasan. Menyusun pengembangan pokok pikiran dalam perspektif yang lain. Peralihan dapat berbentuk kata, frase, kalimat, dan paragraf. Contohnya; ‘kemudian’, ‘di dekat’, ‘beberapa meter dari tempat’, ‘dalam perkembangan lain’, ‘menurut sudut pandang tertentu’. Komposisi penulisan feature. Peralihan dapat berada setelah bagian lead. Dapat juga sebelum penutup, ketika hendak mengakhiri uraian.

• Ending/Penutup= Bagian akhir dari penulisan feature. Ending menjadi penguat tulisan; disusun dengan cermat-berhubungan dengan keseluruhan laporan-mendorong akhir kisah menjadi satu kesatuan dengan lead dan body.

• Beberapa jenis ending/penutup= Ringkasan keseluruhan bagian tulisan-berupa klimaks seluruh kisah-berupa potongan balik (cut-back) atau kilas balik yang meningatkan pembaca. Penutup yang mengagetkan pembaca pada kesimpulan tak terduga. Penutup tanpa penyelesaian dan terbuka. Penutup yang bersifat naratif. Penutup yang bersifat deskriptif.

Sulaiman Juned,; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned,; Jurnalistik Seni teater teater2288

Page 29: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

PENULISAN ARTIKEL• Artikel = Bagi jurnalisme artikel=Views yaitu segala tulisan yang bersifat opini. Contoh artikel;

editoriial-artikel khusus-kolom dan artikel feature. Setiap koran-majalah membutuhkan artikel (views).

• Tujuan adanya Artikel = berbagai artikel menjadi saluran masyarakat. Halaman opini menjadi forum dialog. Kolom-mimbar untuk mengkaji masalah-masalah nasional, regional, maupun mondial yang berdimensi politik, sosial, ekonomi, kebudayaan dan filsafat.

• Kontruksi Artikel= Kronologin; memudahkan pemahaman pembaca. Penulis dengan sederhana menyampaikan kisahnya dari ‘permulaan ke akhir’. Penulis menggerakkan kisahnya ‘di dalam waktu’ memakai flasback, dan meneruskannya berdasarkan urutan waktu.

• Masalah dan Solusi= struktur umum, misalnya; penulis menyampaikan soal birokrasi yang bengkak dan lamban kerjanya. Penulis memulai dengan permasalahan. Menggambarkan isu-isu persoalannya. Memaparkan jawaban demi jawaban sampai ke jawaban utamanya. Dimulai dengan satu dua anekdot lalu bergerak ke solusi dari persoalan.

• Katalog= membuat list, urutan yang menyangkut orang, tempat, atau berbagai kejadian. Semua diklasifikasikan dan dijelaskan masing-masingnya. Contoh: tulisan perjalanan.

• Refetitif= kerangka yang mengulang-ulang topik artikel dengan berbagai penekanan yang berbeda. Misalnya; penulis menjelaskan konsep-diawal konsep sudah dijelaskan-selanjutnya menyebut konsep tersebut dalam uraiannya-konsep jadi pokok uraian dengan penekanan yang berbeda.

• Kombinasi= Pengisahan yang sering dipakai. Menggabungkan Kronologi-masalah dan solusi, diakhir tulisan memberikan pemecahan masalah. Setiap artikel juga harus memakai formula 5 W + 1 H.

Sulaiman Juned,; Jurnalisitik SeniSulaiman Juned,; Jurnalisitik Seni teater teater 2929

Page 30: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

KOLOM• Kolom= lajur pada surat kabar atau majalah. Juga tulisan dalam penerbitan pers

yang menyoroti suatu masalah tertentu dengan gaya bahasa bebas, bersifat subjektif, biasanya satiris dan komis. Penulisnya disebut kolumnis. Sebagai lajur akan ditemukan ketika membolak-balik halaman surat kabar, pada tiap lajur membagi halaman koran atau majalah dengan berbagai berita. Sebagai tulisan akan anda temukan sekotak pembatas (bergaris atau tidak) yang berisi teks artikel ketika membuka halaman demi halaman surat kabar dan majalah. Nama penulisnya tercantum. Biasanya dibumbui foto wajah penulis. Ada juga diberi ilustrasi gambar pignet atau karikatur.

• Para kolumnis adalah orang-orang yang merespons berbagai peristiwa aktual di masyarakat. Kolom merupakan artikel personal yang gaya tulisan mengandung nilai seni. Sifat otoritatif penulisnya sangat berpengaruh, melebihi fungsi pers sebagai menyiarkan informasi-mendidik-menghibur dan mempengaruhi.

• Kolom mengekspresikan keyakinan atau keyakinan penulis. Kolumnis mengulas hal-hal aktual. Ulasannya bersifat faktual. Ulasannya selalu menyentuh berbagai bidang. Kolom melayani keintiman yang diinginkan pembaca, artikel kolom menjawab kebutuhan hubungan intim. Kolomnis mesti mempunyai ketajaman melihat celah persoalan, ketangkasan menganalisis dan mensintesiskan permasalahan, dan kemampuan menjelaskan secara luas dan mendalam. Orisinalitas-kreatif-ilustratif ialah kecakapan.

Sulaiman Juned,; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned,; Jurnalistik Seni teater teater3300

Page 31: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

LANJUTAN….. KOLOM• Kecakapan kolumnis= kolumnis harus mampu membuat sebuah

prosa yang menarik, dan harus mampu melenakan perasan pembaca pada titik rasa kemanusian-yang bersahaja tanpa meninggalkan sodokan penting dan bernasnya pikiran yang diapungkan. Kolumnis harus mampu mengupas dengan bahasa yang gagah dan penuh wibawa akademis-pemaparannya unik-menarik- dan mampu mensugestif pembaca. Kolumnis menyuluhi pembaca yang sedang bingung menyikapi soal-soal kemasyarakatan.

• Pengaruh Sastra; Jurnalistik perlu sastra yang menunjang, pembaca bukan saja perlu fakta, melainkan perlu nilai-nilai keindahan. Penulis kolom atau wartawan harus mengerti ‘seni reporting’ sekaligus ‘pelaporan yang artistisk’. Kepekaan seorang kolumnis pada latar kultur masyarakatnya. Mencari bentuk dalam penulisannya, keluasaan kerja kreatif penulisan sastra mewadahi ekspresi jurnalistik, khususnya penulisan kolom.

Sulaiman Juned,; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned,; Jurnalistik Seni teater teater3311

Page 32: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

ESAI• Sejak tahun 1990. bentuk esai dipilih dan dipakai pers Indonesia, khususnya

dalam bentuk penyampaian opini. Jurnalisme mengaplikasikan esai dalam bentuk opini yang punya nuansa tersendiri.

• Sifat esai; reflektif, melahirkan perengkuhan pada gaya sastra yang mengandung kreatifitas dan orisinalitas. Mengangkat esai pada posisi yang lebih meluas dalam pencapaian eksplorasi penulisannya. Contoh= Catatan pinggir Gunawan Muhammad berjudul “Usamah”, mari kita baca.

• Esai Sebuah Artikel Opini; Sebuah esai (artikel opini) berbeda dengan sebuah berita, sebuah esai memiliki sebuah unsur yang menonjol sebab esai memiliki unsur waktu (timelines)- emosi, dan hiburan (entertaintment).

• Materi esai harus antisipatif-selalu aktual-menjangkau waktu didepan masa cetak-menyelinap dibalik berita-sekaligus interpretatif-esai harus provokatif –harus mampu menarik atensi dan minat baca. Penulis menyajikan esai dengan gaya bersifat reflektif-diskursif-persuasif- atau intruktif dan harus menyentuh emosi.

• Esai mencerminkan sebuah reaksi. Penulis tergerak untuk merespon masalah-melalui peristiwa melaporkan permasalahan. Sebagai medium, tiap masalah dikaitkan dengan kepentingan pembaca. Para redaktur mengaturnya, para penulis meresponsnya; secara sistematis, masalah-masalah dikelompokkan.

Sulaiman Juned,; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned,; Jurnalistik Seni teater teater3322

Page 33: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

Lanjutan… Esai…. • Struktur Esai; seperti kerja sebuah jam , tiap bagian demikian kecil.

Antar bagian saling menyatu. Terlihat begitu rumit, susash menelusuri darimana p jam mulai bekerja. Namun jika dilihat dengan kaca pembesar, terlihat setiap bagiannya menunjukkan fungsinya; setiap bagian memiliki pengelompokan. Tiap alat punya klasifikasi, ada komponen yang dapat diobservasi secara mandiri-secara keseluruhan.

• Sebuah esai dapat dianalisis melalui tiga komponen; Pemaknaan-organisasi karangan-gaya penulisan. Setiap komponen memiliki unit-unit kecil, disinilah penulis esai yang baik memiliki kerapian meraut tulisannya.

• Seluruh gagasan demi gagasan mengalir dengan gaya bahasa yang lugas campur metaforis. Setiap bagian tulisan, dari lead sampai penutup, jalin menjalin secara padu dan utuh. Membawakan penjelasan dan keterangan yang terurut ditemukan penulis.

• Lewat gaya tulisan personal-prosais-dan retoris esaipun menjadi serumpun paragraf, kalimat dan kata yang ritmis, memikat dan mengalir.

Sulaiman Juned,; Jurnalistik Seni Sulaiman Juned,; Jurnalistik Seni teater teater3333

Page 34: 76431597 Jurnalistik Seni Teater(1)

SEKIAN DAN TERIMAKASIH

Sulaiman Juned; Jurnalistik Senit teater3434