Click here to load reader

7. Sharing Koneksi Internet.docx

  • View
    180

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of 7. Sharing Koneksi Internet.docx

2013

Praktikum Installasi dan Jarkomp

Laporan"Sharing Koneksi Internet

OlehNurul AbdillahNim : 1102658Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer

Fakultas teknikuniversitas negeri padang

PADANG2013

1. Tujuan 1) Dengan mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu mengenal dan memahami NAT, ICS dan DHCP.2) Mahasiswa mampu melakukan sharing koneksi internet pada jaringan lokal menggunakan fasilitas NAT.3) Mahasiswa mampu melakukan sharing koneksi internet pada LAN menggunakan fasilitas ICS.4) Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi DHCP Server dan DHCP Client.

2. Alat dan BahanAlat dan bahan yang dibutuhkan pada praktikum kali ini adalah:1. PC Router yang telah terinstall Windows Server.2. PC Client.3. Switch atau Hub.4. Kabel UTP.5. Layanan Internet.

3. Teori PendukungProtokol IP yang banyak digunakan saat ini adalah IP versi 4 (IPv4). Dengan panjang alamat 4 byte berarti terdapat 2 pangkat 32 = 4.294.967.296 alamat IP yang tersedia. Jumlah ini secara teoritis adalah jumlah komputer yang dapat langsung koneksi ke internet. Karena keterbatasan inilah sebagian besar ISP (Internet Service Provider) hanya akan mengalokasikan satu alamat untuk satu pengguna dan alamat ini bersifat dinamik, dalam arti alamat IP yang diberikan akan berbeda setiap kali user melakukan koneksi ke internet. Hal ini akan menyulitkan untuk bisnis golongan menengah ke bawah. Di satu sisi mereka membutuhkan banyak komputer yang terkoneksi ke internet, akan tetapi di sisi lain hanya tersedia satu alamat IP yang berarti hanya ada satu komputer yang bisa terkoneksi ke internet. Hal ini bisa diatasi dengan metode Sharing Koneksi Internet. Dengan fasilitas sharing koneksi yang dijalankan di salah satu komputer, satu alamat IP tersebut dapat dibagi ke beberapa komputer yang lain dan mereka bisa melakukan koneksi ke internet secara bersamaan.Di lingkungan sistem operasi Windows, sharing koneksi internet dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :1. Network Address Translation (NAT)Network Address Translation atau yang lebih biasa disebut dengan NAT adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan.Alamat yang biasa sebagai alamat jaringan private atau yang disebut private address space (RFC 1918), yaitu:10.0.0.0 - 10.255.255.255 (10/8 prefix)172.16.0.0 - 172.31.255.255 (172.16/12 prefix)192.168.0.0 - 192.168.255.255 (192.168/16 prefix)Karena alamat tersebut adalah private address yang dipakai untuk jaringan local tentunya tidak dapat berkomunikasi dengan jaringan lain di Internet, karena semua host yang ingin terkoneksi di Internet harus menggunakan alamat global atau public IP address. Untuk itu perlu men-translate IP address private menjadi public IP address.Alasan lain untuk menggunakan NAT adalah security. Seluruh alamat jaringan private/lokal (misal 254 PC), bisa di-translate menjadi 1 public IP. Teknik ini disebut manyto-one NAT atau biasa disebut Port Address Translation (PAT). Teknik ini sangat bermanfaat jika diinginginkan seluruh user di jaringan private meng-inisiasi koneksi ke Internet (browsing internet atau mengirim email misalnya), tapi sebaliknya tidak diinginkan host dari Internet untuk meng-inisiasi koneksi ke PC user di jaringan private. Host dari Internet tidak bisa meng-inisiasi koneksi ke internal host jaringan private karena hanya ada 1 public IP address yang terlihat di jaringan private, sedangkan jumlah PC yg sebenarnya lebih dari sat. Untuk kasus one-to-one NAT, dimana 1 private IP akan di-translate menjadi 1 Public IP.2. Internet Connection Sharing (ICS)Internet Connection Sharing adalah suatu aplikasi yang diterapkan untuk menghubungkan beberapa komputer pada sebuah jaringan lokal (LAN) sehingga bisa melakukan akses internet. Aplikasi ini merupakan fasilitas bawaan Microsoft Windows. Penerapan atau penginstallan Internet Connection Sharing (ICS) hanya dilakukan/dipasang di PC Router ber-sistem operasi Windows, sedangkan Client-nya mengikuti standard setting network biasa.Kemampuan Internet Connection Sharing (ICS), antara lain :a) Mampu melakukan koneksi beberapa komputer sekaligus melalui jaringan LAN dengan akses internet hanya pada satu Internet Service Provider (ISP).b) Perlengkapan koneksi jaringan menggunakan Directory and Naming Service dan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP).c) Tidak memerlukan adanya penambahan software untuk client, baik client windows maupun non windows untuk bisa terkoneksi ke internet.d) Mampunyai support protocol yang meliputi banyak hal. Misalnya, Point-to-Point Tunneling Protocol (pPTP) dan Virtual Private Network (VPN).

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator jaringan tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP di setiap client, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.Pada saat DHCP client dihidupkan, maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP Server menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar POOL. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, m aka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.Kelebihan DHCP :1. Memudahkan dalam transfer data kepada PC client atau PC server lain.2. DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis. DHCP ini didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi TCP/IP yang kompleks. 3. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable, artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika client tersebut tidak sedang menggunakannya (off).4. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.5. DHCP akan memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter kofigurasi lainnya kepada client. Di jaringan komputer, dikenal dua macam IP yang digunakan, yaitu IP Private dan IP Public. IP Private adalah IP yang digunakan untuk jaringan yang tidak terhubung ke internet misalnya untuk LAN dan biasanya yang digunakan private address space (RFC 1918). Sedangkan IP Public adalah IP yang digunakan oleh jaringan yang terhubung ke

3. Langkah Kerjaa. Pada praktikum kali ini kita akan membagi atau mensharing jaringan internet. Pada gambar dibawah ini jaringan internet akan dibagi pada 4 router, yang dimana masing-router memilik satu switch untuk menghubungkan dengan host menggunakan kabel UTP mode Cross-Over dan Staright-Trought, seperti gambar berikut :

R4

R3

R2

R1

Pada praktikum ini, kelompok saya ada pada router 4 dengan menggunakan menggunakan 4 PC, 1 Switch dan 1 Router. Keempat PC semuanya tersambung ke swicth, bukan ke router

b. Praktikum sebelumnya kita sudah belajar cara menggunakan Mikrotik Winbox, jadi langsung saja jalankan aplikasinya

c. jika IP Address Gateway Mikrotik nya sudah muncul suatu alamat, maka lakukan double klik pada bagian alamat MAC addressnya. Pada login beri usernamenya dengan admin dan password dibiarkan kosong saja, lalu klik Connect.

d. Maka akan langsung terlihat tampilan interface pada jendela utama Mikrotik

e. Selanjutnya, seperti biasa salah satu host melakukan reset dengan menggunakan commandline pada winbox. Perintah reset ini akan mereset semua koneksi yang dilakukan dari Router ke Host yang terhubung ke router tersebut.

f. Pada gambar dibawah ini Kita bisa melihat ada 2 buah interface yang terhubung. Ether 1 merupakan interface yang langsung terhubung ke internet sedangkan ether 5 tersambung ke switch, dimana pada swicth tersebut terdapat 4 buah host.

g. Selanjutnya kita melakukan setting Alamat IP pada ether 1 dan ether 5 yang terdapat pada router. Dengan cara klik IP > Address

Gambar dibawah ini merupakan settingan IP pada ether 1 yang tersambung ke jaringan internet

Gambar dibawah ini merupakan settingan IP pada switch yang dimana terdapat 4 buah host

Pada praktikum ini, kelompok saya menggunakan alamat IP dalam lingkungan 192.168.5.1\24. Sementara 3 kelompok lainnya menggunakan IP address 192.168.2.1\24, 192.168.3.1\24 dan 192.168.4.1\24.

h. Selanjutnya kita coba melakukan uji koneksi ke IP internet yang sudah disambungkan, dengan menggunakan command line pada winbox. Dan pada gambar dabawah ini terlihat bahwa koneksinya tersambung

i. Langkah berikutnya kita akan melakukan settingan pada IP Route, yaitu dengan cara klik IP > Route

j. Pada IP router ini kita menambahkan 3 route listnya, yaitu Dist Address dari 2 buah ether yang tersambung pada router, seperti gambar dibawah ini dan 1 lagi yang tersambung ke internet

k. Setelah kita melakukan set IP untuk lokal, selanjutnya kita akan set DNS

Pada Settings centang Allow Remote Request agar keti ka melakukan uji koneksi ping kita tidak perlu lagi mengetikkan iP address nya, kita cukup mengetikkan alamat web nya seperti www.googel.com

l. Berikutnya akan kita coba untuk Ping ke internet dengan menggunakan command line pada mikrotik winbox

m. Setelah melakukan settingan IP untuk lokal dan DNS, langkah selanjutnya adalah settingan pada NAT.Tujuan untuk melakukan settingan pada NAT adalah untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas.

n. Dan yang terkahir, Setelah melakukan settingan IP untuk lokal, DNS dan NAT, langkah selanjutnya adalah settingan pada DHCP.Tujuan melakukan settingan DHCP server adalah agar administrator jaringan tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP di setiap client, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.

Pada DHCP Server pilih DHCP Setup

Selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi DHCP server, langkah-langkahnya seperti gambar dibawah ini :1) Pada DHCP Server Interfacenya pilih ether 5 yang merupakan interface yang tersambung pada switch dimana pada swicth tersebut terdapat beberapa host

2) Pada DHCP address space nya kita masukkan IP 192.168.5.0/24 karena pada praktikum ini saya ada pada router 4

3) Gateway for DHCP Network : 192.168.5.1

4) Pada Address to Give Out saya memilih rentangan antara 2-10

o. Setelah settingan pada Mikrotik Winbox, Selanjutnya kita juga melakukan setting alamat IP di Local Area Connection, seperti yang telah dilakukan pada praktikum sebelumnya. Tapi pada praktikum kali ini kita tidak perlu mensetting IP addressnya, kita cukup mencaentang Obtain IP dan Obtain DNS Server. Fungsi dari Obtain ini yaitu agar kita tidak perlu lagi mensetting IP address nya karena telah mensetting DHCP server pada Mikrotik winbox

p. Nah, sekarang kita akan mulai melakukan PING pada commandline untuk melakukan uji koneksiYang pertama kita coba lihat adalah ipconfig nya, jadi pada gambar dibawah terlihat bahwa PC saya memilik Default Gateway yaitu 192.168.5.1

4. EvaluasiUntuk melakukan sharing koneksi internet, langkah-langkah yang utama harus kita lakukan adalah : Set IP untuk lokal Set IP untuk internet Default Gateway Set DNS Set NAt Konfigurasi DHCP serverSetelah melakukan langkah-langkah tersebut, maka kita bisa melakukan sharing koneksi internet.Pada gambar dibawah ini terlihat bahwa saya mencoba untuk ping ke www.google.com , www.facebook.com , 10.1.1.5 , www.twitter.com dan PC berhasil terkoneksi dengan ditandai succes nya saat di ping dengan menggunakan command line.

Pada gambar diatas terlihat bahwa saya berhasil terkoneksi ke IP internet. Itu berarti bahwa koneksi jaringan sudah berhasil.

5. KesimpulanProtokol IP yang sering digunakan saat ini adalah IP versi 4 (IPv4). Dengan panjang alamat 4 byte berarti terdapat 2 pangkat 32 = 4.294.967.296 alamat IP yang tersedia. Jumlah ini secara teoritis adalah jumlah komputer yang dapat langsung koneksi ke internet. Karena keterbatasan inilah sebagian besar ISP (Internet Service Provider) hanya akan mengalokasikan satu alamat untuk satu pengguna dan alamat ini bersifat dinamik, dalam arti alamat IP yang diberikan akan berbeda setiap kali user melakukan koneksi ke internet. Hal ini akan menyulitkan untuk bisnis golongan menengah ke bawah. Di satu sisi mereka membutuhkan banyak komputer yang terkoneksi ke internet, akan tetapi di sisi lain hanya tersedia satu alamat IP yang berarti hanya ada satu komputer yang bisa terkoneksi ke internet. Hal ini bisa diatasi dengan metode Sharing Koneksi Internet. Dengan fasilitas sharing koneksi yang dijalankan di salah satu komputer, satu alamat IP tersebut dapat dibagi ke beberapa komputer yang lain dan mereka bisa melakukan koneksi ke internet secara bersamaan.