of 12/12
12/03/22 12/03/22 abs abs GANGGUAN NON- GANGGUAN NON- PSIKOTIK PSIKOTIK (GANGGUAN NEUROTIK) (GANGGUAN NEUROTIK)

6.Gangguan Non Psikotik

  • View
    68

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

non psikotik

Text of 6.Gangguan Non Psikotik

  • GANGGUAN NON-PSIKOTIK(GANGGUAN NEUROTIK)

    abs

  • BATASANKesalahan penyesuaian diri secara emosional karena tidak dapat diselesaikannya suatu konflik tak sadar

    Kecemasan yang timbul dirasakan secara langsung atau diubah oleh berbagai mekanisme pembelaan psikologik dan muncul gejala subyektif yang mengganggu

    abs

  • PSIKODINAMIKA

    abs

  • abs

  • DAPAT BERUPA:Keluhan ansietas fobik, panik, terus menerus/menyeluruh, obsesif-kompulsif, neurasthenia, sindroma depersonalisasi/derealisasiKeluhan yang berkaitan dengan stres : disabilitas yang berbeda onset dan derajad stresnyaKeluhan somatik manifestasi pada:- sensorik dan motorik- polisimtomatik/somatisasi- penyakit/hipokondriasis- disfungsi otonomik/psikosomatik

    abs

  • D. D. NEROSIS & PSIKOSIS NEUROSIS PSIKOSIS PERILAKU UMUM : DEKOMPENSASI KEPRIBADIAN : RINGAN BERAT KONTAK DENGAN KENYATAAN : KADANG SEDIKIT TERGANGGU BERAT FUNGSI SOSIAL : RELATIF MASIH BAIK TIDAK BISA GEJALA : PSIKOLOGIK DAN SOMATIK : BERVARIASI LUAS BERVARIASI LUAS WAHAM, HALUSINASI : TIDAK ADA ADA GANGGUAN PROSES PIKIR : TIDAK ADA, KECUALI ADA GANGGUAN EMOSI : DAPAT DIRASAKAN TIDAK DAPAT GANGGUAN PERILAKU : RELATIF MASIH BAIK HEBAT INSIGHT : MASIH BAIK TERGANGGU ASPEK SOSIAL : PERILAKU MEMBAHAYAKAN DIRI : KADANG ADA ADA PERILAKU MEMBAHAYAKAN LINGKUNGAN : TIDAK ADA PENANGANAN : JARANG PERLU M.R.S. SAAT AKUT M.R.S.

    abs

  • abs

    HIRARKI DIAGNOSIS GANGGUAN JIWA

    I. (F00-F09) Gangguan Mental Organik &

    Simtomatik

    (F10-F19) Gangguan Mental & Perilaku Akibat

    Zat Psikoaktif

    II. (F20-F29) Skizofrenia, Gangguan Skizotipal &

    Gangguan Waham

    III. (F30-F39) Gangguan Suasana Perasaan

    IV. (F40-F48) Gangguan Neurotik, Gangguan

    Somatoform & Gangguan Stress

    V. (F50-F59) Sindrom Perilaku yang

    berhubungan dengan Gangguan

    Fisiologis & Faktor Fisik

  • abs

    HIRARKI DIAGNOSIS GANGGUAN JIWA

    VI. (F60-F69) Gangguan Kepribadian & Perilaku

    Masa Dewasa

    VII. (F70-F79) Retardasi Mental

    VIII. (F80-F89) Gangguan Perkembangan

    Psikologis

    IX. (F90-98) Gangguan Perilaku & Emosional

    dengan Onset masa Anak & Remaja

    X. (kode Z) Kondisi lain yang menjadi Fokus

    Perhatian Klinik

  • Pengelompokan berdasar:Gangguan Mental tidak berdasar organikInsight/penilaian realitas tidak tergangguKepribadian relatif utuhIndividu terganggu karena ketegangan atau kecemasannya

    abs

  • abs

    PASIEN

    FISIK TAK ADA KELAINAN FISIK

    BAGAIMANA PSIKISNYA ???

    PSIKOTIK

    NON-PSIKOTIK

    FUNGSIONAL

    ORGANIK

    (AKUT)

    (KRONIS)

    DELIRIUM DEMENSIA G.M.P. ZAT

    SKIZOFRENIA

    GANGGUAN AFEKTIF

    GANGGUAN WAHAM

    EPISODE DEPRESIF

    SIKLOTIMIA & DISTIMIA

    PSIKOTIK AKUT DAN SEMENTARA

    REAKSI STRES BERAT/AKUT, GGN. PENYESUAIAN

    GGN. ANSIETAS (FOBI, PANIK, OCD)

    GGN. DISOSIASI/KONVERSI

    GGN. SOMATOFORM

    NEURASTHENIA, SINDROMA DEPERSONALISASI-DEREALISASI

    GGN. TIDUR, GGN. MAKAN, GMP MASA NIFAS

    DISFUNGSI SEKSUAL BUKAN KRN. PENYAKIT ORGANIK

    FAKTOR PSIKOLOGIS YG. BERHUBUNGAN DG. GGN. ATAU PENYAKIT/DISFUNGSI OTONOMIK

    GGN . KEPRIB., GGN. KEBIASAAN&IMPULS, GGN. IDENTITAS, PREFERENSI, ORIENTASI SEKS.

  • abs

  • TERIMA KASIHNEUROTIK-KAH DIA ??

    abs

    Gangguan neurotik termasuk gangguan non-psikotik, tetapi gangguan non-psikotik BUKAN hanya gangguan neurotik. Lihat skema pola berpikir pada slide 7.Penjabaran lebih detil dari slide sebalumnya.Bagan pola berpikir untuk dokter non-psikiatrik:Adakah kelainan fisik, bila ada: bagaimana keadaan psikisnya??Tak ada kelainan fisik: cari gejala psikotik, hendaya dalam menilai realitas. Bila tidak : non-psikotik.Bila Psikotik: apakah fungsional ataukah organik?? Cari gejala psikotik organik dengan anamnesis, pemeriksaan internistik, neurologik dan psikiatrik, juga pemeriksaan penunjang lain, misalnya: CT scan, EEG, MRI, Laboratorium, psikotest, Bender-Gestalt, dll.Bila Psikotik fungsional, cari kelompok yang sesuai dengan gejalanya: apakah gangguannya dominan pada proses berpikir, afektif, isi pikirnya atau akut lain yang gejalanya polimorfik dapat dengan atau tanpa stresor.Bila Psikotik Organik, bedakan apakah akut atau kronis. Bila akut delirium, maka cari causa penyakit fisiknya. Bila kronis: demensia, maka cari faktor penyebab demensianya.JANGAN LUPA UNTUK MENANYAKAN FAKTOR PENGGUNAAN ZAT PSIKOAKTIF. Penyalahgunaan Zat Psikoaktif dapat memberigejala Psikotik organik, tetapi juga dapat memberi gejala non-psikotik, misalnya gangguan panik pada pemakai stimulansia.Gangguan afektif dapat pula tanpa gejala psikotik sehingga bila tak ada gejala psikotik, JANGAN LUPA MEMIKIRKAN GANGGUAN AFEKTIF, yaitu: Episode depresif dapat tunggal atau berulang atau kelompok lain: Siklotimia, juga Distimia.Bila tidak ada gejala psikotik, maka termasuk non-psikotik. Pikirkan kemungkinan diagnosis TIDAK SAJA NEUROTIK, TETAPI GANGGUAN PSIKIATRIK NON-PSIKOTIK LAINNYA, seperti: Reaksi Stres Berat, PTSD, Gangguan Penyesuaian, Gangguan Tidur, Gangguan Makan (Bulimia & Anorexia nervosa), Gangguan Mental dan Perilaku masa Nifas, Disfungsi seksual bukan karena penyakit organik (ejakulasi dini, tarda, anorgasmia, dll), Faktor Psikologis yang berhubungan dengan gangguan atau penyakit, Disfungsi Otonomik Somatoform/Psikosomatik, Gangguan Kepribadian, Gangguan Kebiasaan dan Pengendalian Impuls, Gangguan Identitas, Gangguan Preferensi seksual dan Gangguan Orientasi Seksual (homoseksual).