19
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pulau Sulawesi merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki banyak potensi geologi yang belum terungkap dengan jelas dan pasti, hal ini disebabkan karena pemetaan geologi yang dilakukan pada umumnya masih bersekala regional 1: 250.000, berdasarkan hal tersebut penulis termotivasi sebagai mahasiswa geologi untuk menyajikan informasi - informasi geologi secara lebih detail melalui pemetaan geologi skala 1 : 25.000. Meskipun dengan cakupan luasan daerah yang relatif lebih sempit tetapi diharapkan dapat menyajikan informasi geologi dan informasi potensi geologi yang lebih spesifik dan detail yang diharapkan dapat membantu pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya geologi secara lebih maksimal untuk kemajuan bangsa dan negara. 1

3. Bab i Pendahuluan (Fix)

Embed Size (px)

DESCRIPTION

borongloe jeneponto geologi

Citation preview

Page 1: 3. Bab i Pendahuluan (Fix)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pulau Sulawesi merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki

banyak potensi geologi yang belum terungkap dengan jelas dan pasti, hal ini

disebabkan karena pemetaan geologi yang dilakukan pada umumnya masih

bersekala regional 1: 250.000, berdasarkan hal tersebut penulis termotivasi

sebagai mahasiswa geologi untuk menyajikan informasi - informasi geologi

secara lebih detail melalui pemetaan geologi skala 1 : 25.000. Meskipun dengan

cakupan luasan daerah yang relatif lebih sempit tetapi diharapkan dapat

menyajikan informasi geologi dan informasi potensi geologi yang lebih spesifik

dan detail yang diharapkan dapat membantu pemanfaatan dan pengelolaan sumber

daya geologi secara lebih maksimal untuk kemajuan bangsa dan negara.

Atas dasar hal di atas maka penulis kemudian tertarik melakukan pemetaan

geologi permukaan mengenai kondisi geologi suatu daerah meliputi

geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, sejarah geologi dan potensi bahan

galian pada Daerah Borongloe Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto

Provinsi Sulawesi Selatan .

1

Page 2: 3. Bab i Pendahuluan (Fix)

2

1.2 Maksud dan Tujuan

Pemetaan Geologi dimaksudkan untuk membuat peta geologi skala 1 :

25.000 yang merupakan perbesaran dari Peta Rupa Bumi Indonesia Lembar

Bantaeng Nomor 2010-34 edisi I tahun 1991 skala 1 : 50.000 yang diterbitkan

oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), Cibinong,

Bogor.

Tujuan pemetaan geologi adalah untuk mengetahui dan memberikan

gambaran tentang kondisi geologi yang meliputi kondisi geomorfologi, tatanan

stratigrafi, struktur geologi, sejarah geologi, dan potensi bahan galian pada Daerah

Borongloe Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan

yang disusun dalam suatu bentuk laporan akhir pemetaan geologi.

1.3 Batasan Masalah

Pada penelitian ini penulis membatasi masalah pada daerah penelitian

berdasarkan pengamatan pada aspek-aspek geologi yang terpetakan pada sekala

1 : 25.000 yang meliputi aspek geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, sejarah

geologi dan bahan galian yang terdapat pada Daerah Borongloe Kecamatan

Tarowang Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan.

1.4 Letak, Luas, dan Kesampaian Daerah

Secara administratif daerah penelitian termasuk dalam wilayah Borongloe

Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan dan secara

Page 3: 3. Bab i Pendahuluan (Fix)

3

geografis terletak pada koordinat 119o49’00”– 119°53’00” Bujur Timur dan

05°34’00”– 05°37’00” Lintang Selatan (Gambar 1.1).

Gambar 1.1. Peta tunjuk lokasi Penelitian

Luas daerah penelitian sekitar 41,5 km2. Daerah penelitian dapat dicapai

dengan menggunakan jalur transportasi yang dapat dijangkau dengan

menggunakan transportasi darat baik berupa kendaraan roda dua ataupun roda

Page 4: 3. Bab i Pendahuluan (Fix)

4

empat dari Makassar melewati kabupaten Gowa, Takalar, dan Jeneponto.

Perjalanan ditempuh sekitar kurang lebih 4 jam dengan jarak kurang lebih 150 km

dari Kota Makassar.

1.5 Metode dan Tahapan penelitian

1.5.1 Metode Penelitian

Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah pemetaan geologi

permukaan. Pemetaan geologi permukaan merupakan pemetaan yang dilakukan

dengan cara pengambilan data geologi yang tersingkap di permukaan, meliputi

aspek – aspek geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, sejarah geologi dan

potensi bahan galian. Peta yang digunakan pada penelitian ini adalah peta dengan

skala 1 : 25.000 dimana jarak antar stasiun pengamatan geologi lebih kurang

berjarak 250 meter di lapangan atau sama dengan 1 cm di peta. Jenis lintasan yang

digunakan dalam pengambilan data meliputi 3 jenis, yaitu lintasan sungai, lintasan

jalan, dan lintasan kompas.

Lintasan sungai dilakukan pada tempat yang memiliki singkapan geologi

yang masih segar ( fresh ). Lintasan jalan dilakukan pada semua jalan yang

terdapat di daerah penelitian, terutama jalan yang baru dibuka atau digerus karena

akan ditemukan singkapan geologi yang masih segar ( fresh ). Lintasan kompas

dilakukan apabila di daerah penelitian ditemukan suatu kondisi topografi (jalan,

sungai, bukit) yang tidak tergambar pada peta dasar yang digunakan.

Page 5: 3. Bab i Pendahuluan (Fix)

5

1.5.2 Tahapan Penelitian

Adapun kegiatan penelitian dilaksanakan melalui beberapa tahapan

penelitian. Secara sistematis terdiri atas tahap persiapan penelitian, tahap

penelitian lapangan, tahap pengolahan data dan analisis laboratorium, tahap

analisis dan interpretasi data, serta tahap penyusunan laporan (Gambar 1.2).

1.5.2.1 Tahap Persiapan

Tahap persiapan yang dilakukan sebelum penelitian lapangan, terdiri dari :

Persiapan perlengkapan lapangan meliputi pengadaan peta dasar,

persiapan peralatan lapangan dan rencana kerja.

Pengurusan administrasi, meliputi pengurusan surat izin guna legalitas

kegiatan penelitian, terdiri atas pengurusan perizinan kepada pihak Jurusan

Teknik Geologi Universitas Hasanuddin, Fakultas Teknik Universitas

Hasanuddin, Pemerintahan Provinsi Tk. I melalui sub bagian

BALITBANGDA Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Daerah Tk. II

melalui sub bagian Kesbang Kabupaten Jeneponto, dan Pemerintah

Daerah Tingkat Kecamatan Tarowang.

Studi pustaka, bertujuan untuk mengetahui kondisi – kondisi geologi

daerah penelitian dari literatur ataupun tulisan – tulisan yang berisi tentang

hasil penelitian terdahulu, termasuk interpretasi awal dari peta topografi

untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi geologi daerah penelitian.

Page 6: 3. Bab i Pendahuluan (Fix)

6

1.5.2.2 Tahap Penelitian Lapangan

Tahap penelitian lapangan terdiri atas pemetaan detail dan pemetaan

pelengkap. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan data lapangan secara

deskriptif dan sistematis.

Pemetaan Pendahuluan, yaitu pemetaan dengan melakukan orientasi

lapangan untuk mengetahui kondisi lapangan pada daerah penelitian, serta

lintasan yang akan dilalui untuk mendapatkan data yang akurat dengan

memanfaatkan waktu seefisien mungkin dan dengan sebaik – baiknya.

Pemetaan Detail, yaitu pemetaan dengan melakukan pengamatan dan

pengambilan data langsung di lokasi penelitian, yang meliputi :

Pengamatan dan pengambilan data serta penentuan lokasi pada peta

dasar sekala 1 : 25.000 yang disesuaikan dengan kondisi medan dan

kondisi singkapan.

Pengamatan dan pengukuran terhadap aspek-aspek geomorfologi

seperti: relief (bentuk puncak, bentuk lembah dan keadaan lereng),

pelapukan (jenis dan tingkat pelapukan), soil (warna, jenis, dan tebal

soil), erosi (jenis dan tingkat erosi), gerakan tanah, sungai (jenis

sungai, arah aliran, bentuk penampang, pola aliran sungai, serta

pengendapan yang terjadi), tutupan dan tataguna lahan.

Pengamatan unsur-unsur geologi untuk penentuan stratigrafi daerah

penelitian, antara lain meliputi: kondisi fisik singkapan batuan yang

diamati langsung di lapangan dan hubungannya terhadap batuan lain di

Page 7: 3. Bab i Pendahuluan (Fix)

7

sekitarnya, dan pengambilan conto batuan yang dapat mewakili tiap

satuan untuk analisis petrografi.

Pengamatan dan pengukuran terhadap unsur-unsur struktur geologi

yang meliputi kedudukan batuan, kekar, lipatan, dan lain-lain.

Pengamatan potensi bahan galian yang terdapat di daerah penelitian,

serta data pendukung lainnya seperti keberadaan bahan galian, jenis,

dan pemanfaatan bahan galian.

Pengambilan data dokumentasi, berupa foto lapangan.

Pemetaan ulang, yaitu pemetaan dengan melakukan pengambilan data

tambahan untuk melengkapi data yang telah diambil sebelumnya.

1.5.2.3 Tahap Pengolahan Data dan Analisis Laboratorium

Tahap pengolahan data ini dilakukan setelah tahap penelitian lapangan,

yang meliputi pengolahan data geomorfologi, stratigrafi dan data struktur geologi.

Pengolahan data geomorfologi antara lain yaitu :

Pengolahan data beda tinggi dan pengolahan persentase kelerengan,

pada peta dasar sekala 1: 25.000.

Penentuan tipe genetik sungai berdasarkan hubungan antara arah aliran

sungai dengan kedudukan batuan sedimen di sekitarnya.

Pengolahan data stratigrafi antara lain yaitu :

Pengolahan data petrologi untuk mengetahui kondisi fisik batuan

secara megaskopis. Untuk pengamatan petrografis, terlebih dahulu

Page 8: 3. Bab i Pendahuluan (Fix)

8

dengan membuat sayatan tipis batuan dengan ketebalan 0,03 mm, lalu

melakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop polarisasi

untuk tiap jenis batuan dan kemudian diamati kandungan mineralnya

serta penentuan nama batuan.

Pembuatan sayatan dan penampang geologi.

Perhitungan ketebalan satuan batuan.

Pembuatan kolom stratigrafi daerah penelitian.

Pengolahan data struktur geologi seperti pengolahan data kekar dengan

metode pembuatan diagram kipas.

1.5.2.4 Tahap Analisis dan Interpretasi Data

Tahap analisis dan interpretasi data ini mencakup :

Analisis geomorfologi, dilakukan untuk mengetahui gambaran kondisi

geomorfologi daerah penelitian yang didasarkan pada kenampakan

morfologi lapangan, pengolahan data kelerengan, pola aliran sungai, tipe

genetik sungai, dan aspek geomorfologi lainnya.

Analisis stratigrafi, dilakukan untuk mengklasifikasikan jenis batuan dan

satuan batuan berdasarkan litostratigrafi tak resmi serta penentuan umur

dan lingkungan pengendapan satuan batuan yang menyusun daerah

penelitian.

Analisis struktur geologi, dilakukan untuk mengetahui jenis struktur dan

mekanisme pembentukan struktur geologi yang terjadi pada daerah

penelitian. Hal ini didasarkan pada kondisi struktur geologi yang

Page 9: 3. Bab i Pendahuluan (Fix)

9

berkembang pada daerah penelitian, yaitu dengan cara mengidentifikasi

ciri-ciri struktur geologi maupun hasil pengolahan data kekar.

Analisis bahan galian, dilakukan untuk mengetahui potensi bahan galian di

daerah penelitian, yang didasarkan pada data sebaran bahan galian, akses

jalan dan pemanfaatannya oleh masyarakat sekitar daerah penelitian.

1.5.2.5 Tahap Penyusunan Laporan

Tahap akhir, dimana data yang telah diperoleh, dianalisa secara detail dan

diinterpretasi serta dilakukan penarikan kesimpulan mengenai kondisi geologi

daerah penelitian. Pada tahap ini juga dilakukan pembuatan peta stasiun

pengamatan geologi, peta geologi, peta geomorfologi, peta struktur geologi, peta

bahan galian, serta pola aliran dan tipe genetik sungai. Tahapan ini merupakan

akhir dari penelitian yang diharapkan dapat memberikan informasi dan penjelasan

mengenai tatanan geologi daerah penelitian. Penyajian data dan hasil laporan

berupa laporan pemetaan geologi tersebut diseminarkan di Program Studi Teknik

Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.

Page 10: 3. Bab i Pendahuluan (Fix)

10

Gambar 1.2 Bagan alir tahapan penelitian

1.6 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang akan digunakan selama kegiatan penelitian ini terbagi

dalam dua kategori, yakni alat yang digunakan pada saat di lapangan dan alat

yang digunakan pada saat analisa laboratorium:

Alat yang digunakan pada saat di lapangan adalah sebagai berikut:

Page 11: 3. Bab i Pendahuluan (Fix)

11

1. Peta Topografi bersekala 1 : 25.000 yang merupakan hasil perbesaran dari

peta rupa bumi sekala 1 : 50.000 terbitan Bakosurtanal Edisi I tahun 1991.

2. Global Positioning System (GPS tipe Garmin 76 CSx mapping)

3. Buku catatan lapangan

4. Palu geologi

5. Kompas geologi tipe Brunton

6. Busur Derajat

7. Clipboard

8. Loupe dengan pembesaran 10 x

9. Alat tulis menulis

10. Kantung sampel

11. Larutan HCl ( 0,1 M )

12. Kamera digital

13. Pita Meter/ Roll Meter

14. Komparator

15. Penggaris

16. Laptop

17. Tas Lapangan (Ransel/ Daypack)

18. Perlengkapan pribadi

Sedangkan alat dan bahan yang akan digunakan selama analisis

laboratorium adalah sebagai berikut :

1. Mikroskop polarisasi untuk analisis petrografi

2. Alat tulis-menulis

Page 12: 3. Bab i Pendahuluan (Fix)

12

3. Sayatan tipis batuan

4. Kamera digital

5. Album Mineral Optik

6. Foto sayatan tipis

7. Tabel Michael Levy

8. Literatur

1.7 Peneliti terdahulu

Peneliti terdahulu yang pernah mengadakan penelitian yang sifatnya

regional di antaranya sebagai berikut :

Sarasin dan Sarasin (1901), melakukan penelitian geografi dan geologi di

Pulau Sulawesi.

Rab Sukamto (1975), penelitian pulau Sulawesi dan pulau-pulau yang ada

di sekitarnya dan membagi kedalam tiga mandala geologi.

Rab Sukamto (1975), penelitian perkembangan tektonik sulawesi dan

sekitarnya yang merupakan sistem sintesis berdasarkan tektonik lempeng.

Sartono Astadireja (1981), mengadakan penelitian geologi Kuarter

Sulawesi Selatan dan Tenggara.

Sukamto dan S.Supriatna (1982), melakukan pemetaan geologi secara

umum lembar Ujung Pandang, Benteng, dan Sinjai.

Hasan Ngabito (1990) dalam Peta Geologi dan Potensi Bahan Galian

Provinsi Sulawesi Selatan, skala 1 : 500.000.