123489950 Case Tonsilektomi Anestesi Denis Habib

  • View
    11

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

123489950 Case Tonsilektomi Anestesi Denis Habib

Text of 123489950 Case Tonsilektomi Anestesi Denis Habib

Nora Fitria Tu 17120060016 Laparoskopi Appendiktomi

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan kasus yang berjudul Anestesi Umum pada Ekstirpasi Fiboadenoma Mamae.

Pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada :

1. dr. Dublianus, Sp.An, dr. Evita, Sp.An dan dr Tati, Sp.An yang telah membimbing dan membantu kami dalam melaksanakan kepaniteraan dan dalam menyusun laporan kasus ini.

2. Seluruh staf dan paramedis yang bertugas di Kamar Operasi RSU Kota Cilegon, terutama kepada seluruh penata anestesi yang telah membantu kami selama menjalankan kepaniteraan.

3. Semua pihak yang telah membantu penulisan laporan kasus ini.

Kami menyadari bahwa dalam laporan kasus ini masih jauh dari sempurna, karena keterbatasan kemampuan serta pengalaman, walaupun demikian kami telah berusaha sebaik mungkin. Maka dari itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan guna kesempurnaannya.

Cilegon, Januari 2013

PenyusunDAFTAR ISI

Halaman Judul .............................................................................................................................Kata Pengantar ...........................................................................................................................i

Daftar Isi ...................................................................................................................................ii

BAB I. PENDAHULUAN.........................................................................................................1

BAB II. LAPORAN KASUS ...................................................................................................2

BAB III. LAPORAN ANESTESI .............................................................................................6

BAB IV. ANALISA KASUS ..................................................................................................11

BAB V. TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................14BAB VI. DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................38BAB I

PENDAHULUAN

Anestesiologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mendasari berbagai tindakan meliputi pemberian anestesi, penjagaan keselamatan penderita yang mengalami pembedahan, pemberian bantuan hidup dasar, pengobatan intensif pasien gawat, terapi inhalasi dan penanggulangan penyakit menahun. Anestesi yang ideal adalah tercapainya anestesi yang meliputi hipnotik/sedasi, analgesi dan relaksasi otot.

Anestesi dibagi menjadi dua kelompok, yaitu : (1) anestesi lokal, yaitu suatu tindakan menghilangkan nyeri lokal tanpa disertai hilangnya kesadaran, dan (2) anestesi umum yaitu keadaan ketidaksadaran yang reversibel yang disebabkan oleh zat anestesi, disertai hilangnya sensasi sakit pada seluruh tubuh. Sebagian besar operasi (70-75 %) dilakukan dengan anestesi umum, lainnya dengan anestesi lokal/regional.

Pada prinsipnya dalam penatalaksanaan anestesi pada suatu operasi terdapat beberapa tahap pesiapan yang harus dilaksanakan yaitu pra anestesi, tahap penatalaksanaan anestesi dan pemeliharaan serta tahap pemulihan dan perawatan pasca anestesi.

Tahap pra anestesi merupakan tahap persiapan yang sangat menentukan keberhasilan suatu anestesi. Hal ini penting dalam tahap ini adalah : (1) menyiapkan pasien yang meliputi riwayat penyakit pasien, keadaan umum pasien, dan mental pasien, (2) menyiapkan teknik, obat-obatan dan macam anestesi yang digunakan, (3) memperkirakan kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul pada waktu pengelolaan anestesi dan komplikasi yang mungkin timbul pada pasca anestesi.

Tahap pengelolaan anestesi meliputi premedikasi, induksi dan pemeliharaan yang dapat dilakukan secara intravena maupun inhalasi. Pada tahap ini perlu monitoring dan pengawasan ketat serta pemeliharaan jalan nafas karena pada saat ini pasien dalam keadaan sadar dan kemungkinan komplikasi anestesi maupun pembedahan dapat terjadi.BAB II

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIENNama

: An. ADUsia

: 16 tahun

Agama

: Islam

Jenis Kelamin

: Perempuan

Status

: Belum menikah

Pekerjaan

: PelajarAlamat

: Perumnas Blok B1 No.4 Cibeber

Tanggal Masuk RS: 08 Januari 2013II. AnamnesisPada anamnesis didapatkan pasien mengeluh terasa adanya benjolan ditenggorokannya sejak 2 tahun yang lalu. Pasien mengeluh benjolan ditenggorokannya terasa makin lama makin membesar. Pasien juga merasa sulit menelan dan mendengkur di malam hari ketika tidur.Pasien mengaku tidak mempunyai riwayat asma, alergi terhadap makanan, maupun alergi terhadap obat-obatan. Pasien juga tidak memiliki penyakit hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit gastritis, dan juga riwayat batuk yang lama. Namun pasien mengatakan bahwa ibunya memiliki penyakit kencing manis dan ayahnya memiliki penyakit darah tinggi. Pasien juga mangaku tidak punya gigi palsu dan tidak ada gigi yang goyang. Pasien tidak memiliki riwayat operasi sebelumnya.Pasien juga tidak memiliki kebiasaan merokok, minum alkohol, mengkonsumsi obat-obatan. Pasien mengaku gemar mengkonsumsi bakso, mie ayam, minuman soda, dan minuman kaleng.

Sebelum operasi pasien sudah menjalani puasa selama 9 jam. Selama itu selang infus telah terpasang pada tangan kanan pasien.1. Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum : Tampak sakit ringan

Kesadaran : Compos Mentis

Berat badan: 40 kg

Tinggi badan: 150cm

BMI

: 30,2 (overweight)

Tanda tanda vital

Tekanan darah: 120/80 mmhg

Nadi

: 96 x/menit

Suhu

: 36,8 C

Pernafasan: 20 x/menit

Status Generalis

Kepala : Normocephali

Mata

: Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil isokor, refleks cahaya langsung (+/+), tidak langsung (+/+)

Hidung : Simetris, liang hidung lapang, deviasi septum (-), sekret (-)

Telinga : Simetris, liang telinga lapang, MT intak +/+, sekret -/-

Mulut

: Bibir pucat (-), sianosis (-), trismus (-), bau pernafasan (-), gerak sendi temporo mandibula baik

Gigi geligi : Gigi palsu (-), gigi goyag (-), gigi depan menonjol (-)

Rongga mulut: Terlihat palatum mole dan durum, terlihat tonsil dan uvula

(Mallampati I), oral hygiene baik.

Leher : Leher pendek (-), gerak vertebra servikal baik, KGB tidak teraba

membesar, JVP 5+1cm H2O

Thorax: Bentuk simetris, gerak dinding dada simetris

Cor: Bunyi jantung I-II regular, murmur (-), gallop (-)

Pulmo: Vocal fremitus simetris, sonor +/+ Suara nafas vesikuler normal, Ronki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen: datar, simetris, teraba supel, nyeri tekan (-), bising usus (+) normal.

Ekstremitas : Akral hangat (+) Edema ()

2. Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium

Hb

: 12,4 gr/dl

Ht

: 38,1 % Leukosit: 7830 /uL Trombosit: 293000 /uL

LED

: 45 mm/jam

Gula sewaktu: 98 mg/dl

SGOT

: 17 u/L

SGPT

: 16 u/L

Ureum

: 14 mg/dl

Kreatinin: 0,7

HBsAg: Non reaktif

Anti HIV: Non reaktif

3. PS ASA 1RESUME

Seorang anak perempuan umur 16 tahun, datang dengan keluhan benjolan di tenggorokannya yang sudah sekitar 2 tahun. Karena sering kambuh, dokter menganjurkan untuk dilakukan operasi tonsilektomi. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nadi dan pernapasan dalam batas normal. Dari hasil pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan kelainan.

DIAGNOSA KERJA

Tonsilitis Kronis

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik maka dapat disimpulkan:

Diagnosa perioperatif:

Status operatif : ASA I

Jenis operasi: TonsilektomiJenis anestesi: General AnestesiBAB III

LAPORAN ANESTESI

A. Pre Operatif

Informed Consent (+)

Keadaan Umum : Tampak sakit ringan

Kesadaran

: Compos Mentis

Tekanan darah : 120/80 mmHg

Nadi

: 100 x/menit

RR

: 20 x/menit

Terpasang infus di tangan kanan RL 500cc

B. Monitoring Tindakan Operasi :JamTindakanTekanan Darah (mmHg) Nadi (x/menit)Saturasi O2 (%)

08.45 Pasien masuk ke kamar operasi, dan dipindahkan ke meja operasi

Pemasangan monitoring tekanan darah, nadi, saturasi O2

Infus RL terpasang pada tangan kanan

Pemberian premedikasi: Ondansentron 4mg iv bolus131/80102100

08.55 Obat induksi dimasukkan secara iv:

Propofol 100mg

Fentanyl 100g

Dalam beberapa saat pasien teranestesi penuh

Dilakukan tindakan face mask dengan sungkup no.3, dan diberikan:

O2 : 2L/menit

N2O : 2L/menit

Isoflurane : 1,5 vol%

Pernafasan spontan (08.58)116/74108100

09.00 Dilakukan tindakan pemasangan Nasal tube no 26

Kedua mata pasien diberikan ophtalmic ointment kemudian ditutup dengan menggunakan kasaDan ditutup dengan menggunakan kassa.107/618399

09.05 Operasi dimulai

Kondisi terkontrol104/5878100

09.10 Kondisi terkontrol

Dilakukan skin test antibiotik ceftriaxone pada lengan bawah kanan127/7192100

09.15 Hasil skin test (-), diberikan ceftriaxone 1gr iv bolus125/7090100

09.20-09.35 Kondisi terkontrol120/758995

09.40 Kondisi terkontrol

Diberikan ketorolac 30mg iv bolus121/6788100

09.45 Kondisi terkontrol

Penggantian cairan infus RL