114

Click here to load reader

(1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pengantar Filsafat Ilmu-09

Citation preview

Page 1: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Prof Dr Suhartono Taat Putra, dr, MS

email [email protected]@fk.unair.ac.id

[email protected]

Medical Reasearch Unit (MRU)School of Medicine

Airlangga University

Page 2: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

JENIS PENDIDIKAN DI INDONESIA

VOKASI (D3, D4)AKADEMIK (SKed, S2, S3)PROFESI (dr, Sp 1, Sp 2)

Page 3: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Sejauh ini peran Filsafat, terutama Filsafat Ilmu, dalam pendidikan masih memerlukan pencerahan

Page 4: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Sebelum menjawab pertanyaan tsb sebaiknya kita fahami dulu ontologi dan epistemologi Filsafat, terutama

Filsafat Ilmu.

Page 5: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna

Page 6: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Hal yang mendorong manusia berfilsafat, yaitu

Page 7: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Setelah tiga abad manusia terkungkung oleh dongeng, tahayul dan mitos maka

manusia terus merenung, mencari jawab yang memuaskan, yang bersifat akaliah.

Filsafat bergerak keluar

dari mitos menuju ke pikir

Page 8: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Sejauh ini perkembangan pemikiran manusia masih belum difahami dengan benar sehingga sering

menimbulkan perbedaan persepsi

Page 9: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Philos = philia = cintaSophia = kearifan

Philosophia = Cinta Kearifan

Kearifan yang sesungguhnya hanya Allah SWT semata yang memiliki

Page 10: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

merupakan perenungan reflektif (pengenalan intuitif dari jiwa) terhadap

hidup dan kehidupan, sebagai upaya manusia berakal, untuk mencari azas dan hakekat dari hidup dan

kehidupan

merupakan perenungan reflektif manusia berakal dalam upaya mencari

kebenaran, kebaikan dan keindahan

Page 11: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

merupakan tingkatan ‘pengetahuan’ yang tersendiri atau tingkatan pengetahuan yang

otonom.

Usaha mencari jawaban atas berbagai pertanyaan atau persoalan hidup dan

kehidupan.

“Pemberdayaan akal yang mampu mengembangkan IQ, EQ, SQ, AQ, dan MIQ

sehingga sukses dalam hidup”

Page 12: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Living thought and thoughtfull living

Hidup berpikir dan pemikiran sedalam mungkin tentang hidup dan kehidupan

Berfilsafat hakekatnya berusaha mencari tahu tentang azas dan hakekat hidup dan

kehidupan

Page 13: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Segenap pemikiran reflektif (intuitif dari jiwa) terhadap berbagai persoalan tentang segala hal yang terkait dengan landasan

ilmu dan hubungan ilmu dengan segala segi kehidupan

Page 14: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Mengajarkan kepada kita untuk berpikir secara:

kritisskeptisanalitis

sistematis

Page 15: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Menurut para ahli sangat beragam:1. Tentang Ada (being) menghasilkan filsafat

Metafisika2. Tentang Pengetahuan menghasilkan Filsafat

Pengetahuan atau Filsafat Epistemologi (ilmu tentang pengetahuan)

3. Tentang Metode menghasilkan Filsafat Metodologi4. Tentang Penyimpulan menghasilkan Filsafat

Logika5. Tentang Moralitas menghasilkan Filsafat Etika6. Tentang Keindahan menghasilkan Filsafat Estetika

Page 16: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

1. Filsafat Yunani (abad 6 SM-) M)Dikenal Thales, Piythagoras, Socrates, dll

2. Kelahiran Nabi Isa (Abad ) – 6 M)Masa pertentangan para filsuf dgn Gereja dan para raja pro gereja. Kebenaran hanya dari Raja. Perkembangan ilmu pengetahuan terhambat.

3. Periode Kebangkitan Islam (abad 6-13 M)Masa kebangkitan Islam ditandai dengan kebangkitan ilmuwan Islam (Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali yg ahli hukum Islam, Al-farabi ahli astronomi-Matematika, Ibnu Sina yg ahli kedokteran dgn bukunya The Canon of Medicine, Al-kindi yg ahli filsafat-mistik-sufisme).

4. Periode Kebangkitan Eropa (abad 14-20)Kemunculan pemikiran Yunani yang menganut aliran emperis dan rasionalis. Pada masa ini muncul tokoh Newton (teori gravitasi), John Lock yang menghembuskan perlawanan kepada pihak gereja, yang mengemukakan manusia bebas bicara dan mengeluarkan pendapat sebagai manifestasi berpikir kritis-inovatif. Saat itu tokoh Islam menyerukan untuk kembali ke ajaran al Quran dan Hadist.

Page 17: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Istilah phylosophia dikenalkan oleh Pythagoras

Pythagoras pencinta kearifan (philosophos = philosopher filsuf)

Filsafat PythagorasBilangan memerintah jagat raya

(number rules universe)

Page 18: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

FILSAFAT SOCRATES (469-399 SM)

Filsafat diartikan sebagai

‘principles of the just and happy life’

Pengetahuan adalah kebajikan, dan kebajikan adalah kebahagiaan

Page 19: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

1. Filsof Yunani pertama. Falsafahnya diajarkan dari mulut ke mulut tidak pernah ditulis. Hidup dalam 625-545 SM

2. Seorang murid Thales, yaitu Aristoteles yang menulisnya.

3. Ajaran Thales “semua itu air”. Semua barang berasal dari air dan semuanya kembali ke air.

4. Timbul dua pertanyaan: (1) Apa asal muasal alam ini? (2) Apakah yang menjadi sebab pengahbisan dari segala yang ada?

5. Menurut Thales “semua itu adalah air”. Tersirat menurut akal Thales, bahwa “semua itu satu”.

Page 20: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

1. Murid Thales (15 th lebih muda namun 2 tahun lebih dulu mati), hidup dalam 610-547 SM.

2. Yang asal itu, yang menjadi dasar alam yang dinamai “Apeiron”

3. Apeiron itu tidak dirupakan tak ada persamaannya dengan salah satu barang yang kelihatan di dunia ini.

4. Semua yang indrawi adalah yang mempunyai akhir, yang berhingga.

5. Yang cair akan berakhir dengan yang beku, yang terang dibatasi oleh yang gelap, yang dingin dibatas oleh yang panas

Page 21: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

1. Murid Anaximadros, yang Hidup 585-528 SM.

2. Barang asal itu satu dan tidak terhingga, namun filsuf ini tidak setuju bila barang yang asal itu tidak ada persamaannya dengan dengan barang yang lahir dan tak dapat dilupakan.

3. Yang asal ini mestilah satu dari yang ada dan yang tampak, yaitu udara.

Page 22: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

1. Yang taat beragama yang banyak menentang tahayul, hidup dalam 580-470 SM

2. Tuhan itu tidak banyak akan tetapi hanya satu. 3. Beda dengan Anaximandros, menurut

Xenophanes asal yang “satu” itu lebih tinggi dp Apeiron, yaitu Tuhan yang satu.

4. Sebagai pembangun filosofi baru, namun dia tidak sampai menjadi maha guru karena ajarannya tidak tersusun secara teratur.

5. Ajarannya keluar begitu saja dari mulut sebagai perasaan hatinya.

Page 23: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Menurut Parmendes ada kebenaran yang bulat dan yang sepenuhnya.

Hanya yang “ada” itu ada, yang “tidak ada” itu tidak.Tidak ada yang lain daripada yang ada, karena itu tidak ada

yang “menjadi” dan pula yang “hilang”. Keduanya (“menjadi” dan “hilang”) mustahil bagi akal, karena

“menjadi” menyatakan perpisahan dari yang “tidak ada” menjadi “ada”, dengan mendahulukan yang “tidak ada”.

Pada hal sebelumnya (tercetak kuning), yang “tidak ada” itu tidak, sehingga tidak bisa “menjadi”.

Demikian pula “hilang” menyatakan perpisahan, dari yang “ada” ke yang “tidak ada”, sedang yang “ada” itu ada, tetap

selamanya dan tidak berubah (kekal).Mungkinkah “kekal” itu?

Adakah yang “ada” dan “kekal” itu bisa hilang. Pindah ke “tidak ada”?

Memandang semua itu SATU dan TETAPPastilah dia meniadakan

yang TIDAK SATU (banyak) dan BERUBAHMenurut Logika (hukum akal),

di sebelah jang SATU dan TETAP itu mustahil ada yang TIDAK SATU, sebab kalau ada yang TIDAK SATU

maka tidak SATU(Pemikiran Statis)

Pemikiran Herakleitos berlawanan dengan Parmenides, yang dinamis.

Salah satu di antara yang “tidak satu” (banyak), yaitu bagian dari itu, ada satu.

Page 24: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

benda bend

aPerkembangan logika dipengaruhi oleh

kecerdasan spiritualnya

Page 25: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Perkembangan Ilmu Pengetahuan setelah abad 17

David Hume dgn Problem of Induction. Problem metode induksi atau metode generalisasi. Dia menyatakan bahwa seberapapun prosentase representasi data (random sampling) maka tidak secara logis digunakan untuk mengambil kesimpulan seluruh populasi.

Selama ini ilmu pengetahuan dikembangkan berdasar induksi (generalisasi) sehingga metode pengambilan sampel menjadi sangat menentukan. Hal ini menunjukkan bahwa Ilmu Pengetahuan itu mengandung problem

Page 26: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Renaisans, yang berarti lahir kembali, yaitu budaya Yunani dan Romawi kuno (pemikiran secara bebas tentang segala kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, termasuk kehidupan bertuhan)

Masa renaisans mencapai puncak pada tahun 1500, yang ditandai oleh kehidupan cemerlang di bidang seni, pemikiran, dan kesusastraan

Manusia dipandang sebagai pusat sejarah, pemikiran, kehendak, kebebasan dan dunia.

Muncul pendekatan sistematis yang disebut pendekatan silogistik

Page 27: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

PERMASALAHAN POKOK YANG DIKAJI FILSAFAT

1. Apa yang disebut BENAR dan SALAH, yang dikenal sebagai kajian LOGIKA

2. Apa yang disebut BAIK dan BURUK, yang dikenal sebagai kajian ETIKA

3. Apa yang disebut INDAH dan JELEK, yang dikenal sebagai kajian ESTETIKA.

Page 28: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

RASIONALISMMencari jawab rasa ingin tahu melalui logika berpikir

Dipelopori Thales (624-548 SM)Pucak keemasan pada zaman

Socrates-Plato-Aristoteles (469-322 SM)Socrates terkenal dengan Logika-Dialektika

EMPERISMDipelopori oleh Francis Bacon-Thomas Hobbes-John Locke-

David Hume (1561-1776)Menurut Emperism, pengetahuan bermanfaat, pasti dan benar

hanya dapat diperoleh lewat indera Menurut Hobbes, pengalaman indrawi sbg permulaan segala

pengenalan. Hanya sesuatu yg dapat ditangkap indera, yang merupakan kebenaran. Pengetahuan intelektual

(rasional) yang didapat secara deduktif hanya merupakan penggabungan data indrawi belaka.

Menurut John Locke, semua pengetahuan berasal dari pengalaman. Akal ibarat kertas putih yg ditulisi

pengalaman lewat proses kerjasama antara refleksi (pengenalan intuitif dari jiwa) dan sensasi (pengenalan

yang datang dari luar) lahir ide.

CRITICISMDipelopori oleh Immanuel Kant (1724-1804),

mengakui peran akal dan emperis. Bila keduanya dipadukan dan difungsikan secara

benar, artinya emperis berfungsi menangkap obyek dan akal berfungsi mengelola

tangkapan obyek secara benar maka diperoleh pengetahuan yang benar dan akurat.

Page 29: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

PERKEMBANGAN BERPIKIR MANUSIA

Page 30: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

David Hume (skeptis murni) menyatakan “Sain is Power”

Pandangan David Hume dan Berkeley “Kekuatan ilmu yang akan mengubah dan mengontrol alam dan kehidupan manusia dan bukan agama”

“Agama diyakini sebagai kekuatan pendamping hati manusia”

Muncul keyakinan manusia bahwa Iptek mengubah peradaban manusia.

Skeptis memerlukan energi yang besar dan waktu yang sangat lama.

AGAMA SEBAGAI SUMBER NILAI PRODUK AKAL

Page 31: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Pencermatan thd uraian sejarah perkembangan ilmu pengetahuan

dapat dipetik pelajaran bahwa

mencari kebenaran adalah hal susah dan berbahaya,

apalagi bila sudah ada asumsi bahwa kebenaran ada ditangan yang mencari

kebenaran.

Akal manusiaselalu berpikir terus

mencari kebenaran sebagai jawaban terhadap

keingintahuan dan mendapatkan manfaat lebih.

Page 32: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

1. Renaisans berarti kebangkitan2. Kembali kepada kekuatan akal3. Manusia sebagai makluk berpikir4. Ilmu pengetahuan berkembang karena skeptis5. Kebangkitan faham rasionalisme6. Pemikiran bebas terhadap agama7. Perkembangan emperisme8. Kelahiran ilmu pengetahuan9. Perceraian Filsafat dan Ilmu pengetahuan

(abad 17-20).

Page 33: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

REVELASIRevelasi merupakan cara mencari tahu berdasar pengalaman pribadi

OTORITASOtoritas merupakan cara mencari tahu berdasar informasi dari yang lebih

berkuasa

INTUISIIntuisi merupakan mencari tahu di luar rasio

COMMON SENSEMerupakan hasil penggalian ingatan akan faktor yang pernah dialami di

masa lampau

SAIN Mencari tahu secara rasional, bersifat probabilitas, tidak mutlak, dan

tentatif

Page 34: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Logika untuk berpikir menyelesaikan masalah mendasar untuk hidup (non ilmiah)

Logika untuk berpikir menyelesaikan masalah ilmiah

Kemampuan akal untuk berpikir dan menalar

Page 35: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Inteligency Quotient (IQ) – Kemampuan penalaran

Emotional Quotient (EQ) - kemampuan mengenal emosi, mengelola emosi, motivasi, empati, dan memimpin orang lain

Spiritual Quotient (SQ) - Kemampuan memahami hidup secara positif (positive thinking-positive feeling)

Adversity Quotient (AQ) - ketahanan thd kegagalan (kemampuan bangkit dari kegagalan).

Multiple Inteligence Quotient (MIQ) –kemampuan mengembangkan potensi diri secara maksimal

Page 36: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Kapan manusia mulai berfilsafat ?

1. Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu

2. Kepastian dimulai dengan rasa ragu

3. Filsafat dimulai dari keduanya

(karena ragu & ingin tahu)

Page 37: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Menurut Filsuf, jenis manusia berdasar pengetahuannya:

1. Manusia yang tahu di tahunya

2. Manusia yang tahu di tidak tahunya

3. Manusia yang tidak tahu di tahunya

4. Manusia yang tidak tahu di tidak tahunya

Page 38: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Bagaimana cara mendapatkan pengetahuan yang benar ?

Mudah saja.Ketahuilah yang kau ketahui dan yang tidak kau ketahui (mampu membedakan yang sudah dan yang belum diketahui).

Page 39: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

1. Orang pandai adalah orang yang mampu belajar dari kesalahan orang lain

2. Orang biasa adalah orang yang mampu belajar dari kesalahannya

3. Orang bodoh adalah orang yang tidak mampu belajar dari kesalahan diri sendiri

Page 40: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

AGAMA – PERSEPSI AGAMAILMU - PERSEPSI ILMUSENI – PERSEPSI SENI

Page 41: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Pengetahuan adalah semua yang diketahui manusia tentang semua yang dilihat dan dipikirkan (logika

alami)

Page 42: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

RASIONALISMMencari jawab rasa ingin tahu melalui logika berpikir

Dipelopori Thales (624-548 SM)Pucak keemasan pada zaman

Socrates-Plato-Aristoteles (469-322 SM)Socrates terkenal dengan Logika-Dialektika

EMPERISMDipelopori oleh Francis Bacon-Thomas Hobbes-John Locke-

David Hume (1561-1776)Menurut Emperism, pengetahuan bermanfaat, pasti dan benar

hanya dapat diperoleh lewat indera Menurut Hobbes, pengalaman indrawi sbg permulaan segala

pengenalan. Hanya sesuatu yg dapat ditangkap indera, yang merupakan kebenaran. Pengetahuan intelektual

(rasional) yang didapat secara deduktif hanya merupakan penggabungan data indrawi belaka.

Menurut John Locke, semua pengetahuan berasal dari pengalaman. Akal ibarat kertas putih yg ditulisi

pengalaman lewat proses kerjasama antara refleksi (pengenalan intuitif dari jiwa) dan sensasi (pengenalan

yang datang dari luar) lahir ide.

CRITICISMDipelopori oleh Immanuel Kant (1724-1804), yang

mengakui peran akal dan emperis. Bila keduanya dipadukan dan difungsikan secara benar, artinya emperis berfungsi menangkap

obyek dan akal berfungsi mengelola tangkapan obyek secara benar maka diperoleh

pengetahuan yang benar dan akurat.

Page 43: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

PERKEMBANGAN BERPIKIR MANUSIA

Page 44: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Segenap pemikiran reflektif (intuitif dari jiwa) terhadap berbagai persoalan tentang segala hal yang terkait dengan landasan

ilmu dan hubungan ilmu dengan segala segi kehidupan

Page 45: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Filsafat Ilmu diperoleh dengan cara melakukan perenungan reflektif

(intuitif dari jiwa)

terhadap Ilmu.

Page 46: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Pengetahuan adalah yang diketahui manusia tentang suatu obyek yang diminati atau yang diperhatikan dan

dipikirkan.

Pengetahuan manusia meliputi agama, ilmu, dan seni.

Page 47: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

KONSEKWENSI AKAL

RASA INGIN TAHUINGIN MENDAPATKAN MANFAAT

LOGIKAALAMI

PENGETAHUANBERKEMBANG

LOGIKASAIN

ILMU PENGETAHUANBERKEMBANG

Page 48: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

AKAL MANUSIA

OBJEK / FENOMENA

PENGETAHUAN

AGAMA ILMU SENI Pengetahuan Agama

PengetahuanIlmu

Pengetahuan Seni

Page 49: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Agama merupakan hal yang sensitif untuk dibahas lanjut bila tidak

didasari kejernihan pikiran (tidak dikendalikan nafsu)

Page 50: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Pengetahuan Agama merupakan pemikiran alami seseorang dalam mempersepsi

agama (persepsi agama).

Bersifat subyektif dan sangat ditentukan oleh kemampuan pikiran (alami)

seseorang

Page 51: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

PERINTAH PUASA(Al Baqarah, 183)

Jagalah: Mata-mulut

Page 52: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Untuk memenuhi kebutuhan hidup

Untuk menjaga kelangsungan spesies

Page 53: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Al Baqarah, 185Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya

diturunkan al Qur’an …………….Karena itu siapa di antara kamu ada di bulan itu

maka berpuasalah.

Bila dicermati, sebenarnya puasa di bulan Ramadhan dimaksudkan untuk “mempelajari Al Quran dengan pikiran jernih” (nafsu terkendali) agar manusia beriman mampu mengambil hikmah Al Qur’an sehingga 11 bulan ke depan, menjelang Ramadhan tahun depan, para pelaksana puasa Ramadhan berakhlak mulia dan mampu menjadi “rahmatan lilalamin”

Page 54: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Beriman

Bertaqwa Tradisi

Perlu banyak uang,untuk beli “yang” baru,

belanja berlebihan,harus kumpul keluarga pada

kondisi tak memungkinkan, dll. Semua itu sebagai

perwujudan mengumbar hawa nafsu.

Page 55: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

MENGAPA PERSEPSI AGAMA BERBEDA?

AGAMA vs TRADISI

Persepsi bahwasilahturahim & maaf-memaafkan

harusdilaksanakan saat Idul Fitri,

perlu dikaji ulang.

Page 56: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Persepsi Agama yg kurang tepatmenimbulkan “fenomena mudik”

Page 57: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Ilmu Pengetahuan merupakan pengetahuan manusia yang diperoleh dengan

menggunakan metode ilmiah sehingga terstandarisasi dengan benar, objektif, dan sangat ditentukan kemampuan penalaran

yang berbasis pada logika ilmiah

Page 58: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Berpikir yang menggunakan logika ilmiah yang bertujuan menarik simpulan yang bersifat ilmiah.

Berpikir ilmiah mempunyai karakter, antara lain sistematis, runtut atau koheren dengan teori sebelumnya, mempunyai kebenaran yang

bersifat relatif atau tentatif, obyektif dan bersifat universal tidak diskriminatif.

Page 59: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Sistematis dan runtutSistematis mempunyai makna sesuai dengan kaidah penalaran yang sahih,

sedang runtut mempunyai makna terdapat keselarasan antar komponen.

ObyektifObyektif mempunyai makna bahwa hasil berpikir ilmiah harus mengacu

pada obyek (data) dan bukan tafsiran dari penyimpul.

SkeptisSkeptis mempunyai makna bahwa kebenaran hasil berpikir ilmiah bersifat

relatif dan tentatif serta fragmatis.

UniversalUniversal mempunyai makna bahwa hasil berpikir ilmiah berlaku secara

umum dan tidak diskriminatif.

Page 60: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Berpikir ilmiah memerlukan:

1. Logika (berpikir penalaran).

2. Bahasa yang benar (komuniksi benar)

3. Matematika (berpikir ilmiah deduktif)

4. Statistik (berpikir ilmiah yang sahih)

Page 61: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Pengetahuan

Ilmu pengetahuan

Metode ilmiahBerbasis

Logika sain

Page 62: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

METODE ILMIAH

Ilmu Pengetahuan merupakan Pengetahuan manusia yang diperoleh dengan menggunakan metode ilmiah.

Pengetahuan manusia masih subjektif, dan berbeda dengan ILMU PENGETAHUAN yang

bersifat objektif.

Page 63: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Metode Ilmiah merupakan prosedur untuk mendapatkan ilmu

pengetahuan.

Metodologi Ilmiah merupakan ilmu yang mempelajari tentang cara

pendekatan untuk menyusun informasi, konsep, teori, model dan strategi dalam

pengembangan Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni

Page 64: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

LOGIKA SAIN

Penalaran tidak langsung menggunakan premis yang sudah teruji secara universal (objektif)

Binatang berkaki empat

Anjing berkaki empat

Jadi anjing adalah binatang

Binatang adalah makluk hidup berkaki empat

Anjing makluk hidup berkaki empat

Jadi anjing adalah binatang

Post ModernPremis merupakan pengalaman subjektif

Muryono tidak demensiaMurjono lama merokok

Jadi merokok tidak menimbulkan demensia

Page 65: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

TIGA PERTANYAAN KRITIS

1. Apa itu? (Ontologis)

2. Bagaimana itu terjadi? (Epistemologis)

3. Mengapa itu terjadi? atau

Untuk apa itu terjadi? (Aksiologis)

Page 66: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

FENOMENA

DIKRITISI

MASALAH

METODE ILMIAHDIKRITISI

dg LOGIKA ALAMI

PENGETAHUANILMU PENGETAHUANPERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

Page 67: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Kapan kegiatan ilmiah dimulai?

Menurut Ritchie Calder1. Minat atau perhatian terhadap suatu

obyek akan memunculkan pengamatan.2. Pengamatan yang dilandasi oleh minat

atau perhatian serius akan memunculkan masalah atau kesukaran yang dirasakan.

3. Manusia mempunyai naluri ingin memecahkan masalah, dengan logika ilmiah membangun konsep solusi.

Page 68: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

PENDEKATAN DG METODE ILMIAH

1. Memperhatikan, mencermati, mengkritisi fenomena yg menarik perhatian;

2. Menemukan Masalah (problem) dan dinarasikan sbg problem statement

3. Menyusun Tujuan Kajian / Penelitian 4. Menyusun Konsep Solusi5. Dibuktikan dan menghasilkan

penjelasan atau teori

Page 69: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Alur ini sesuai dengan urutan alur kegiatan

ilmiah (Ritchie Calder)

PEMIKIRANLOGIS

(DEDUKTIF)DIKRITISI

Page 70: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

AbstraksiEkstrapolasi

Sintesis

menghasilkan

Page 71: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Mengapa burung ini tidak terbang ketika saya dekati?

London, 1988

Page 72: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

PSYCHOLOGY Psychology’s intellectual parents (19th century) philosophy and physiology

Psychology should be the scientific

study of consciousness (Wilhelm Wundt, 1879).

Psychology as a science of behavior, stimulus-response relationships

(Watson, 1913)

Psychology is the science that

studies behavior and the physiological and cognitive processes that underlie behavior,

(Weiten, 2004)

Unconcious a determinant of behavior, (Sigmund Freud, 1900, 1933),

A return to Watson’s behavior (Skinner, 1953)

Page 73: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

perhatian lebih Timbul

rasa ingin tahu

Mencari tahu Membangun KK

Page 74: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Apa yang kitapikirkan

bila melihatfenomena

seperti ini?

Page 75: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Ketika lempeng menutup maka air tersebur

Page 76: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Suatu renunganfilsafati Tsunami

Page 77: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Nasi goreng terpanjang

Page 78: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Restoran unik

Page 79: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Bayi berdiskusi

Page 80: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Mirip siapa???

Page 81: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Fenomena Galen (200 AD)

Perempuan melankolis lebih rentan menderita kanker payudara dp sanguin

Perfektionis

Realistis

Page 82: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

MASALAH

Sejauh ini peningkatan kerentanan infeksi pada perempuan melankolis

masih belum dapat dijelaskan

Fakta 1

Fakta 2

Page 83: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

TUJUAN

TUJUAN UMUM

Menjelaskan peningkatan kerentanan infeksi yang terjadi pada perempuan melankolis

TUJUAN KHUSUS

Baru akan disusun setelah mempunyai kerangka konseptual

Page 84: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

MENYUSUN KERANGKA KONSEPTUAL

Untuk menyusun Kerangka Konseptual diperlukan pelacakan informasi ilmiah

yang luas, melakukan abstraksi, ektrapolasi dan sintesis

Page 85: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Tipe sanguinisLugu, polos, energik dan

selalu melakukan hal yang cerdik,

lebih menghayati kehidupan yang menyenangkan, menarik dan mengilhami orang lain.

Ceria, kuat, ekspresif dan

menyenangkan bagi siapa saja

Tipe melankolisMendalam, penuh pikiran dan analistis, serius, tekun, genius dan intelek, berbakat, kreatif, menyukai daftar, bagan, diagram, grafik,

sadar perincian, tertib, terorganisasi, teratur, rapi, perfeksionis, ekonomis, penuh perhatian dan belas kasihan yang mendalam,

mencari teman hidup yang ideal.

Page 86: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Stressor

Copingmechanism

Stress

Distress Eustress

MelancholisMempunyai

Coping Mechanism

jelek

SanguinMempunyai

Coping Mechanism

baik

Page 87: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

PSYCHONEUROIMMUNOLOGY

Psychoneuroimmunology is a rather new science, which tries to understand the interaction between the immune system, being the defence apparatus against ill making instruders or malfunctioning cell of an organism, the nervous system, controlling all body functions and the (more difficult to define) psyche (Matter – Walstra, 1999)

Psychoneuroimmunology is the study of the interaction among behavior, neural & endocrine function, and

immune system processes (Ader, 2000)

Merupakan neologism atau istilah baru yang mempunyai konsep

bahwa imunoregulasi tidak otonom

karena dipengaruhikinerja sistem saraf pusat (otak)

Page 88: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

PNI as Field of Study

P

I

N

PNI as field of study adalah PNI merupakan istilah untuk menggambarkanarea masalah sedang dalam menyelesaikan masalah setiap paradigma yang

ada, yaitu Psikologi, Neurologi, dan Imunologi masih berdiri sendiri (Putra, 1993).

Page 89: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

PNI AS SCIENCE

Psych o-logy

N eu r o-logy

I mmu n o-logy

Psych on eu r oimmu n ologyPutra, 1993

Page 90: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

BEHAVIOR

NEUROHORMONALNeuropeptida

NeurotransmitterHormonal

Sitokin

OTAK

IMUNITAS

HPA

AXIS

ANS

AXIS

Page 91: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

KERANGKA KONSEPTUAL

Perempuan Perempuan Sanguin Melankolis

Copingjelek

Eustress Distress

Kortisol + Kortisol +++

Imunitas Imunitas

Infeksi - Infeksi +++

Patogen

IgG IgG

Li-IgM

Neu Neu

Li-IgM

Copingbaik

Page 92: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Perempuan Perempuan Sanguin Melankolis

Copingjelek

Eustress Distress

Kortisol + Kortisol +++

Imunitas Imunitas

karsiogen

IgG IgG

Li-IgM

Neu Neu

Li-IgM

Copingbaik

KerentananKanker

Payudara <

KerentananKanker

Payudara >

Page 93: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

TUJUAN KHUSUS

1. Membuktikan peningkatan kadar kortisol pd perempuan melankolis.

2. Membuktikan penurunan imunitas yang dicerminkan jumlah netrofil, prosentase limfosit penghasil imunoglobulin (Ig) M dan kadar Ig G pd perempuan melankolis.

Page 94: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

HIPOTESIS

Jawaban sementara dari Rumusan Masalah

(Research Question)

Hipotesis tidak harus selalu ada dalam suatu penelitian

Page 95: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Tinggal menyesuaikan dengan Tujuan Khusus

Page 96: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

FENOMENA

Gangguan gastrointestinal

di Kehidupan kota sangat

tinggi

MASALAH

Sejauh ini peningkatan gangguan

gastrointestinal di kehidupan

kota besar belum dapat dijelaskan

Stre

sor

Ps

ikoso

sial

Stresor Psikososial

TUJUANMenjelaskan peningkatan gangguan

gastrointestinal yang tinggi di kehidupan kota besar

Page 97: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Masalah tersebut diselesaikan dengan

penelitian model

Kerangka Konseptualmencerminkankemampuan

inteletualyang dapatdipelajari

Page 98: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

1. Membuktikan perubahan CRF, ACTH, Kortisol, sel penghasil IL-1, limfosit penghasil IFN-ץ, IL-10, SP, VIP, IgM, IgA, dan CRF-R1 pada mukosa usus tikus yang terpajan renjatan listrik 1 dan 2

2. Mendapatkan diskriminator perubahan yang terjadi di mukosa usus tikus akibat renjatan listrik 1 dan 2

Page 99: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

KesimpulanPenelitian disertasi

Peningkatan motilitas usus

terjadi melalui 2 jalur, lambat lewat HPA dan cepat langsung melalui

CRF-R1

Peningkatanmotilitas usus

yang di ikuti olehpeningkatan IgA

merupakan perwujudanimunitas

(alami dan adaptif)

Elyana, 2001

Pada kondisi akut, sinyal stresor

dirambatkan melaluiCRF-CRF-R1 dan

pada kondisi kronis,sinyal stresor

dirambatkan melaluiaksis HPA.

Ke-2 alur sinyal stresor tsbmenyebabkan peningkatan

imunitas alami (peningkatan motilitas usus)

dan imunitas adaptif (peningkatan sel plasma

penghasil IgA)

(Elyana, 2001)

Page 100: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09
Page 101: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

TERMINOLOGI YG PERLU DIFAHAMI

Masalah (Problem)kesenjangan fakta dan harapan

Problem StatementSejauh ini percepatan maturasi organ reproduksi remaja perempuan akibat

pengaruh tayangan TV masih belum jelas.

Konsep Solusimerupakan konsep untuk menyelesaikan

masalah yang dihadapi

Page 102: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

KERANGKA KONSEPTUAL

Kerangka penalaran untuk membentuk teori yang menjelaskan keterkaitan antar variabel yang belum diketahui

Page 103: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

HIPOTESIS

A proposition that stated in testable form and predicts a particular relationship

between two or more variables

Jawaban sementara dari

Rumusan Masalah (Research Question)

Page 104: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

THEORY

A set of interrelated propositions, some of which can be emperically tested

A set of propositionthese propositions are interrelated

some of them are emperically testable

Suatu penjelasan sistematis pada suatu set realita, yang menjelaskan keterkaitan antar

konsep

Page 105: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09
Page 106: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

ASSUMPTION of THEORY

Are a set of statements describing valid

circumstances in which the theory is applicable

Page 107: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Asumsi

AA

A

A

A

A

A

A

TEORIX X

Page 108: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Bila rasa ingin tahu semakin berkembang maka mulai tahu sedikit

dan semakin banyak tidak tahu

Bila hal demikian sudah Anda rasakan maka ketahuilah Anda mulai

mengenali ‘siapa diri Anda’ sesungguhnya

Page 109: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Perlu direnungkan fenomena ini

Linier formProtein

Native formProtein

Stressor Stressor

Page 110: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09
Page 111: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Institusi pendidikan merupakan tempat melakukan proses pembelajaran yang mencakup IQ, EQ,

SQ, AQ, MIQ untuk menghasilkan lulusan

Page 112: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

Pada proses pembelajaran terjadi penyampaian ilmu pengetahuan melalui

proses penalaran (berpikir ilmiah) - bermoral untuk menyelesaikan “masalah” dengan

memanfaatkan semua potensi peserta didik, yang dikondisikan dengan berbagai keteladanan dari

semua insan akademik yang terlibat untuk mencapai visi-misi pendidikan, yaitu manusia yang paripurna (IQ, EQ, SQ, AQ, dan MIQ)

Page 113: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09

1. Filsafat merupakan pengetahuan otonom manusia sehingga bersifat subyektif

2. Filsafat hasil pemberdayaan akal dalam upaya memenuhi rasa ingin tahu dan mendapatkan manfaat

3. Filsafat dihasilkan melalui perenungan reflektif (intuitif dari jiwa)

4. Filsafat merupakan cara untuk mencari kebenaran secara bijaksana, yang fokus kepada Etika, Logika, dan Seni

5. Filsafat Ilmu merupakan perenungan reflektif terhadap Ilmu & kaitan ilmu dengan kehidupan.

Page 114: (1) Pengantar Filsafat Ilmu-09