1. Pedoman Pemetaan Pasar

  • Published on
    04-Dec-2015

  • View
    20

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pemetaan pasar

Transcript

<p>PEDOMAN PEMETAAN PASAR TRADISIONAL/PASAR RAKYATKEMENTERIAN PERDAGANGAN R.I.TAHUN 20141. PENDAHULUAN</p> <p>Pasar Tradisional/Rakyat merupakan salah satu sarana distribusi yang berperan dalam memperlancar arus barang dari produsen ke konsumen. Pasar tradisional/Pasar rakyat juga berfungsi sebagai wadah utama penjualan produk-produk kebutuhan pokok yang dihasilkan oleh para pelaku ekonomi berskala menengah kecil serta mikro. Mereka adalah para petani, nelayan, pengrajin dan home industry (industri rakyat). Jumlah mereka adalah puluhan juta dan sangat menyandarkan hidupnya kepada pasar tradisional/pasar rakyat. </p> <p>Melihat pentingnya peran dan fungsi pasar tradisional/pasar rakyat dalam peningkatan pendapatan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja, maka Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sudah berkomitmen untuk mempertahankan eksistensi dan daya saing pasar tradisional/pasar rakyat melalui Program Revitalisasi Pasar Tradisional/Pasar Rakyat. Program ini dimaksudkan untuk merubah citra pasar tradisional/pasar rakyat dari kesan kotor, becek, semrawut, bau, gersang dan kumuh menjadi pasar tradisional yang bersih, sehat, aman nyaman, tertib, jujur dan ramah lingkungan selaras dengan tumbuh berkembangnya pasar modern.</p> <p>Selama tahun 2011-2013 Kementerian Perdagangan telah merevitalisasi 461 unit pasar tradisional yang terdiri dari 53 pasar percontohan dan 408 pasar non-percontohan. Revitalisasi dilakukan melalui pembangunan/renovasi pasar, pelatihan manajemen pengelolaan pasar dan peningkatan pengetahuan dan kemampuan pedagang. Mengingat bahwa jumlah pasar tradisional di Indonesia lebih dari lebih 13.450 (Sumber : APKASI, 2003) maka untuk efektifnya pelaksanaan program revitalisasi pasar tradisional, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Permendag Nomor 48/M-DAG/PER/8/2013 tentang Pedoman Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Distribusi Perdagangan, yang antara lain mengatur tentang klasifikasi pasar tradisional/pasar rakyat, tata cara pembangunan dan pengelolaan serta pembiyaan pembangunan dan pengelolaan pasar tradisional.Dalam rangka pelaksanaan Permendag tersebut, maka dalam tahun 2014 Kementerian Perdagangan akan melakukan Pemetaan Pasar Tradisional/Pasar Rakyat secara nasional. Pemetaaan ini dimaksudkan untuk melakukan pendataan terhadap kondisi/profil pasar tradisional/pasar rakyat di seluruh Indonesia. Data tersebut akan diolah ke dalam bentuk sistem informasi (software) yang akan digunakan sebagai dasar dalam seleksi penetapan prioritas yang akan dibantu/difasilitasi pembangunan/revitalisasi pasar tradisional melalui Dana Tugas Pembantuan (TP) atau Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan. Untuk kelancaran pelaksanaan Pemetaan Pasar Tradisional/Pasar Rakyat tersebut, maka Kementerian Perdagangan bekerjasama dengan PT. Hexsa Indotech Consultants yang bertugas melakukan pendataan, pengolahan dan penyajian data pasar tradisional/pasar rakyat di seluruh Indonesia. 2. TUJUAN 2.1. Untuk mendapatkan gambaran umum mengenai kondisi pasar tradisional/pasar rakyat di seluruh Indonesia. </p> <p>2.2. Untuk memperoleh peta pasar tradisional/pasar rakyat secara nasional.</p> <p>2.3. Untuk dapat mengelompokkan pasar tradisional/pasar rakyat ke dalam klasifikasi type sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Perdagangan R.I. Nomor 48/M-DAG/PER/8/2013 tanggal 30 Agustus 2014.2.4. Sebagai acuan dalam perencanaan revitalisasi pasar tradisional/pasar rakyat di Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.2.5. Untuk perencanaan pengembangan jaringan antar pasar tradisional/pasar rakyat.</p> <p>3. RUANG LINGKUP PEMETAAN3.1. Batasan Pasar Tradisional / Pasar RakyatPemetaan Pasar Tradisional/Pasar Rakyat Tahun 2014 dilakukan terhadap pasar tradisional/pasar rakyat sebagaimana dimaksud dalam Permendag Nomor 48/M-DAG/PER/8/2013, namun dibatasi hanya kepada pasar tradisional/pasar rakat yang memiliki tempat usaha berupa bangunan toko/kios dan atau los. Dengan demikian tidak termasuk pasar tradisional/pasar rakyat yang hanya memiliki tempat usaha berupa tenda.</p> <p>3.2. Pengembangan Sistem Pemetaan Pasar Tradisional/Pasar RakyatRancangan sistem Pemetaaan Pasar Tradisional/Pasar Rakyat meliputi desain menu utama, menu input dan out put. Out put yang dihasilkan minimal dapat menampilkan antara lain: Peta Pasar Tradisional/Pasar Rakyat berdasarkan lokasi (titik koordinat), rekapitulasi pasar tradisional pada kecamatan, kabupaten/kota, propinsi dan nasional serta rekapitulasi pasar berdasarkan kriteria tertentu seperti rekapitulasi pasar berdasarkan type pasar dan sebagainya.3.3. Data Pasar Yang DikumpulkanData yang dikumpulkan dibagi dalam 5 Kelompok meliputi: Identitas Pasar, Lahan dan Bangunan Pasar, Pedagang, Sarana dan Prasarana Pasar, Operasional dan Pengelola Pasar Tradisional/Pasar Rakyat, yang dijabarkan sebagai berikut:</p> <p>1) Identitas PasarPada bagian Identitas Pasar, dilakukan pendataan terhadap nama pasar, alamat, kelurahan/desa. Kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dimana pasar tradisional tersebut berada. Pendataan titik koordinat dapat diperoleh dari Google Earth atau GPS atau handphone yang memiliki fitur GPS. </p> <p>2) Lahan dan Bangunan PasarPada bagian Lahan dan Bangunan Pasar, dilakukan pendataan terhadap luas lahan, status kepemilikan lahan, dokumen kepemilikan, luas bangunan pasar, tahun pembangunan, tahun perbaikan terakhir/revitalisasi (bila pernah), kondisi bangunan saat ini, jumlah kios, jumlah los dan jumlah lapak.3) Pedagang Pada bagian Pedagang, dilakukan pendataan terhadap jumlah pedagang yang menempati kios dan los serta dan jumlah pedagang PKL di areal pasar yang tidak tertampung dalam kios dan los.</p> <p>4) Sarana dan Prasarana PasarPada bagian Sarana dan Sarana Prasarana, dilakukan pendataan terhadap sarana dan prasarana pasar berupa kantor pengelola, kantor fasilitas pembiayaan, ruang serba guna, toilet/WC, tempat ibadah, pos ukur ulang, pos kesehatan, pos keamanan, drainase, tempat pembuangan sampah sementara, gudang tempat penyimpanan stok barang, area bongkar muat, tempat parkir, area penghijauan, hidran/alat pemadam kebakaran, instalasi air bersih, instalasi listrik, telekomunikasi, sistem informasi harga dan stok, papan informasi harga harian, akses menuju pasar, sarana transportasi umum dan CCTV terhubung secara online ke Kementerian Perdagangan.5) Operasional dan Pengelola Pasar</p> <p>Pada bagian Operasional dan Pengelola Pasar, dilakukan pendataan terhadap operasional pasar dalam seminggu, waktu operasional pasar, unit pengelola pasar dan jumlah karyawan/petugas pasar.</p> <p>4. PENGELOLAAN DATA</p> <p>4.1. Pengumpulan DataPendataan pasar tradisional dilakukan dengan cara mengisi lembar kuesioner yang mengacu pada Pedoman Pengisian dan diketahui oleh unit kerja yang mengelola pasar yang bersangkutan. 4.2. Pengiriman Data dan Gambar/Photo PasarLembar kuesioner yang telah diisi, dikirimkan ke Pusat melalui faximile dan/atau email di alamat dibawah ini, sedangkan untuk photo pasar dikirimkan melalui email.Tim Pelaksana Pemetaan Pasar Tradisional Tahun 2014 Jalan Raya Cipinang Jaya No. 38 </p> <p>Jakarta Timur 13420</p> <p>Telepon/Fax : 021-85905352, 85905354,Email : pasar2014@gmail.com Untuk kelancaran pengolahan data di Pusat, maka kuesioner yang telah diisi berikut photo pasar segera dikirimkan tanpa menunggu terkumpulnya seluruh data pasar di kabupaten/kota yang bersangkutan. 4.3. Pengolahan dan Analisis DataData yang telah terkumpul di Pusat, diolah dengan menggunakan software Pemetaan Pasar Tradisional oleh Tim Pelaksana Pemetaan Pasar Tradisional. Hasil pengolahan dalam bentuk database dan Cetakan Buku akan diserahkan ke Direktorat Logistik dan Sarana Distribusi Kementerian Perdagangan.5. JADWAL PENGUMPULAN DATA DI DAERAHNO.URAIAN KEGIATAN2014</p> <p>MEIJUNIJULIAGUSTUSSEP</p> <p>123412341234123412</p> <p>1.Pengumpulan Data</p> <p>3.1. Pembuatan Kuesioner</p> <p>3.2. Pembuatan Pedoman Pemetaan</p> <p>3.3. Sosialisasi Pengumpulan Data di Provinsi</p> <p>3.4. Pengumpulan Data Pasar di Kab/Kota</p> <p>3.5. Pengiriman Data ke Pusat</p> <p>2.Pengolahan dan Analisis Data</p> <p>4.1. Analisa dan Konsolidasi Data </p> <p>4.2. Entri Data </p> <p>4.3. Verifikasi Data</p> <p>6. PENJELASAN PENGISIAN KUESIONERI. IDENTITAS PASAR</p> <p>101.Nama Pasar adalah keterangan mengenai nama dari Pasar yang bersangkutan.</p> <p>102. Alamat Pasar adalah keterangan mengenai nama jalan dan nomor dimana Pasar berlokasi.</p> <p>103.Kelurahan/Desa adalah keterangan mengenai nama desa/kelurahan/nagari dimana Pasar berlokasi.</p> <p>104.Kecamatan adalah keterangan mengenai nama kecamatan di mana Pasar berlokasi.</p> <p>105.Kabupaten/Kota adalah keterangan mengenai nama kabupaten/kota dimana Pasar berlokasi.</p> <p>106.Provinsi adalah keterangan mengenai nama provinsi dimana Pasar berlokasi.107.Titik Koordinat adalah keterangan mengenai koordinat letak titik Pasar berdasarkan derajat, menit, detik, garis lintang, dan garis bujur.</p> <p>II. LAHAN DAN BANGUNAN</p> <p>201.Luas Lahan Pasar adalah informasi mengenai luas lahan/tanah yang digunakan Pasar, yang dinyatakan dalam satuan meter persegi (m2) dan diambil dari bukti tertulis yang ada.202.Status Kepemilikan Lahan adalah informasi mengenai status kepemilikan lahan/tanah Pasar, apakah statusnya sebagai tanah milik Pemerintah, milik Pemerintah Provinsi, milik Pemerintah Kabupaten/Kota, milik Pemerintah Desa, milik BUMN/BUMD, milik masyarakat, atau milik Swasta (sebutkan).</p> <p>203.Dokumen Kepemilikan Lahan adalah keterangan mengenai ada atau tidaknya dokumen kepemilikan tanah yang digunakan Pasar baik berupa sertifikat, girik, atau lainnya.</p> <p>204.Peruntukan Lahan sesuai RTRW adalah informasi mengenai lahan yang digunakan Pasar sudah sesuai dengan RTRW Pemerintah Kabupaten/Kota.</p> <p>205.Luas Bangunan Pasar adalah informasi mengenai luas keseluruhan bangunan Pasar, yang dinyatakan dalam satuan meter persegi (m2).</p> <p>206.Tahun Pembangunan Pasar adalah informasi mengenai tahun berapa bangunan Pasar yang bersangkutan pertama kali dibangun.207.Tahun Perbaikan/Revitalisasi Terakhir adalah informasi mengenai tahun terakhir dilakukannya perbaikan/revitalisasi bangunan Pasar baik yang dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah propinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota; maupun oleh instansi swasta.208. Kondisi Bangunan Pasar adalah informasi mengenai kondisi fisik bangunan Pasar pada saat ini :</p> <p>1.Baik; apabila bangunan Pasar yang bersangkutan dalam kondisi baik atau tidak mengalami kerusakan.</p> <p>2.Rusak Ringan; apabila bangunan Pasar yang bersangkutan terjadi kerusakan pada bagian cat, pintu, drainase, dan sebagainya. </p> <p>3.Rusak Sedang; apabila bangunan Pasar yang bersangkutan terjadi kerusakan pada bagian lantai dan atap dari bangunan.</p> <p>4.Rusak berat; apabila bangunan Pasar yang bersangkutan terjadi kerusakan pada komponen pokok dari bangunan seperti pilar, pondasi, sloope dan sebagainya.</p> <p>209.Jumlah Kios adalah keterangan mengenai jumlah kios yang ada di dalam Pasar yang dinyatakan dalam unit. 210.Jumlah Los adalah keterangan mengenai jumlah bangunan los yang ada di dalam Pasar, dinyatakan dalam unit.211.Jumlah lapak adalah keterangan mengenai jumlah lapak yang ada dalam bangunan Los, dinyatakan dalam unit.</p> <p>III. PEDAGANG301.Jumlah Pedagang Menempati Kios adalah informasi mengenai jumlah pedagang yang telah menempati kios di dalam Pasar.302.Jumlah Pedagang Menempati Los adalah informasi mengenai jumlah pedagang yang telah menempati lapak yang ada di dalam los.304. Jumlah PKL yang tidak tertampung dalam Pasar adalah informasi mengenai jumlah PKL yang berdagang di luar kios dan los tetapi masih berada di areal Pasar.</p> <p>IV. SARANA SARANA DAN PRASARANA401.Kantor Pengelola adalah informasi mengenai ada atau tidaknya sarana kantor pengelola di dalam Pasar yang bersangkutan. Apabila ada, maka di isi luas kantor pengelola tersebut yang dinyatakan dalam satuan meter persegi (m2).</p> <p>402.Kantor Fasilitas Pembiayaan adalah informasi mengenai ada atau tidaknya sarana kantor Fasilitasi Pembiayaan di dalam Pasar. Apabila ada, maka diisi luas ruangan kantor Fasilitasi Pembiayaan tersebut, yang dinyatakan dalam satuan meter persegi (m2).403.Ruang Serba Guna adalah informasi mengenai ada tidaknya suatu ruangan di dalam pasar yang bersangkutan yang dapat digunakan oleh pengelola/pedagang dan masyarakat umum untuk berbagai macam kepentingan. Apabila ada, maka diisi luas Ruang Serba Guna tersebut, yang dinyatakan dalam satuan meter persegi (m2).404.Toilet/WC adalah informasi mengenai ada tidaknya sarana toilet/WC di dalam Pasar yang bersangkutan. Apabila ada, maka diisi jumlah ruang toilet tersebut yang dinyatakan dalam satuan unit.405. Tempat Ibadah adalah informasi mengenai ada tidaknya sarana tempat ibadah dalam Pasar. Apabila ada, maka diisi luas tempat ibadah tersebut yang dinyatakan dalam satuan meter persegi (m2). </p> <p>406.Pos Ukur Ulang adalah informasi mengenai ada tidaknya Pos Ulang di dalam Pasar yang bersangkutan. Apabila ada, diisi luas ruangan Pos Ukur Ulang tersebut yang dinyatakan dalam satuan meter (m2). Pos Ukur Ulang adalah sarana atau tempat untuk melaksanakan pengukuran, penakaran, penimbangan ulang terhadap barang-barang yang telah diserahkan oleh penjual kepada pembeli. </p> <p>407. Pos Kesehatan adalah informsi mengenai ada tidaknya tempat di dalam Pasar yang dapat digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat (pedagang dan konsumen). 408. Pos Keamanan adalah informasi mengenai ada tidaknya sarana pos keamanan di dalam Pasar yang bersangkutan. Pos Keamanan adalah tempat petugas keamanan pasar untuk melakukan pengawasan terhadap keamanan pasar. 409. Drainase adalah informasi mengenai ada tidaknya sarana pembuangan air kotor/limbah di dalam Pasar yang bersangkutan. Apabila ada, maka dijelaskan kondisi dan fungsi drainase tersebut sebagai berikut:</p> <p>Baik &amp; Berfungsi; apabila sarana air bersih tersebut dalam kondisi baik dan dapat difungsikan atau dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.</p> <p>Baik &amp; Tidak Berfungsi; apabila sarana air bersih tersebut dalam kondisi baik namun tidak dapat difungsikan atau tidak dapat dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.</p> <p>Tidak Baik Tetapi Berfungsi; apabila sarana air bersih tersebut dalam kondisi tidak baik namun masih bisa difungsikan atau dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.</p> <p>Tidak Berfungsi; apabila sarana air bersih tersebut dalam kondisi tidak baik dan tidak dapat difungsikan atau tidak dapat dimanfaatkan 410.Tempat Penampungan Sampah Sementara adalah informasi mengenai ada tidaknya sarana pembuangan sampah di dalam Pasar yang bersangkutan. Apabila ada, maka disejelaskan kondisi dan fungsi tempat penampungan sampah tersebut, sebagai berikut:</p> <p>Baik &amp; Berfungsi; apabila sarana penampungan sampah tersebut dalam kondisi baik dan dapat difungsikan atau dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.</p> <p>Baik &amp; Tidak Berfungsi; apabila sarana penampungan sampah tersebut dalam kondisi baik namun tidak dapat difungsikan atau tidak dapat dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.</p> <p>Tidak Baik Tetapi Berfungsi; apabila sarana penampungan sampah tersebut dalam kondisi tidak baik namun masih bisa difungsikan atau di...</p>

Recommended

View more >