Click here to load reader

1 BAB I PENDAHULUAN - . BAB 1-V.pdf · PDF file Masa menstruasi merupakan masa pendarahan yang terjadi pada perjalanan hidup wanita secara rutin setiap bulan kecuali jika terjadi

  • View
    2

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of 1 BAB I PENDAHULUAN - . BAB 1-V.pdf · PDF file Masa menstruasi merupakan masa pendarahan...

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1. 1 Latar Belakang

    Masa menstruasi merupakan masa pendarahan yang terjadi pada

    perjalanan hidup wanita secara rutin setiap bulan kecuali jika terjadi kehamilan.

    Pada saat menstruasi terjadi siklus normal yang lamanya bervariasi antara 21-45

    hari dan lama periode keluarnya darah berkisar antara tiga sampai lima hari (

    Pieter dan Lubis, 2011) . Sebagian besar wanita terkadang mengeluhkan adanya

    gangguan pada saat menstruasi, salah satu diantaranya adalah dysmenorhea.(

    Smeltzer dan Bare, 2001) mendeskripsikan dysmenorhea sebagai nyeri saat

    menstruasi pada perut bagian bawah yang terasa seperti kram.

    Setiap wanita yang mengalami dysmenorhea merasakan derajat nyeri yang

    berbeda beda. Berdasarkan derajat nyeri yang dirasakan sekitar 75% wanita

    mengalami dysmenorhea dengan intensitas gejala nyeri ringan dan sedang,

    selanjutnya 10-15% lagi mengalami nyeri berat yang disertai mual, muntah, dan

    diare yang dapat membuat penderita tidak mampu beraktivitas. Sehingga dengan

    keadaan demikian nyeri yang dirasakan tersebut dapat mengganggu aktivitas

    belajar, pekerjaan dan juga kegiatan sehari-hari ( Baradero dan Merry, 2006).

    Wanita yang mengalami dysmenorrhea pada saat menstruasi lebih sering

    libur kerja dan prestasinya kurang baik di sekolah maupun diperguruan tinggi,

    dibandingkan dengan wanita yang tidak terkena dysmenorrhea.Angka kejadian

    dysmenorhea yang dirasakan oleh sebagian besar wanita tersebar di seluruh

    wilayah.Berdasarkan data dari berbagai negara, angka kejadian dysmenorea di

  • 2

    dunia cukup tinggi.Diperkirakan sekitar 50% dari seluruh wanita di dunia

    mengalamidysmenore. Di Amerika Serikat hampir 90% wanita mengalami

    dysmenorea dan 10-15% diantaranya kehilangan kesempatan kerja, mengganggu

    kegiatan belajar di sekolah dan kehidupan keluarga ( Abidin dan Boy, 2005 ).

    Studi epidemiologi di Swedia melaporkan angka prevalensi sebesar 75%

    remaja usia 19-21 tahun mengalami nyeri menstruasi, 15% dari mereka

    membatasi aktivitas harian ketika menstruasi dan membutuhkan obat-obatan

    penangkal nyeri, 8-10% tidak masuk kerja, sekolah dan kuliah. ( Varney, 2004 ).

    Sedangkan angka kejadian Dysmenore di Indonesia mencapai 65 %.yang

    diantaranya dialami oleh pelajar dan mahasiswi. Selanjutnya hasil Penelitian yang

    dilakukan oleh Kurniawati (2008) melaporkan dampak dari dysmenorhea pada

    pelajar di Surakarta diperoleh data sebanyak 52% pelajar tidak dapat melakukan

    aktivitas harian dengan baik selama menstruasi. Jika dysmenorhea terjadi pada

    saat kuliah maka dampaknya akan mempengaruhi partisipasi mahasiswi terhadap

    angka kehadirannya dalam proses belajar mengajar.

    Berdasarkan Survei awal yang peneliti lakukan di Fakultas Kesehatan

    Masyarakat Universitas Teuku Umar dengan jumlah mahasiswi yang masih aktif

    kuliah pada tahun ajaran 2012/2013 sejumlah 393 orang. Survei awal dilakukan

    dengan mewawancarai mahasiwi didapatkan data bahwa sekitar 60 % mahasiswi

    mengalami dysmenorrea ( nyeri haid ). Dan beberapa dari mereka tidak hadir

    mengikuti pelajaran karena nyeri yang di alaminya.Dari hasil tersebut serta karena

    belum adanya penelitian yang dilakukan di Fakultas Kesehatan Masyarakat, maka

    peneliti tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui lebih dalam tentang

  • 3

    karakteristik gejala dysmenorrhea dan pengaruh terhadap aktivitas belajar

    mahasiswi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar.

    1.2. Rumusan Masalah

    Masalah penelitian yang dirumuskan dalam penelitian adalah:

    “Bagaimanakah karakteristik gejala dysmenorhea dan pengaruhnya terhadap

    aktivitas belajar mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku

    Umar Tahun 2013.

    1.3. Tujuan Penelitian

    1.3.1 Tujuan Umum

    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik gejala

    dysmenorrhea dan pengaruh terhadap aktifitas belajar mahasiswi Fakultas

    Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar.

    1.3.2 Tujuan Khusus

    1. Untuk mengidentifikasi karakteristik gejala dysmenorrhea pada

    mahasiswiFakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar.

    2.Untuk melihat pengaruh gejala Dysmenore terhadap aktivitas belajar mahasiswi

    Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar.

    1.4 Manfaat Penelitian

  • 4

    1.4.1 Manfaat teoritis

    Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi atau data

    ilmiah sebagai masukan terhadap ilmu pengetahuan, khususnya dalam hal

    karakteristik gejala dysmenore ( nyeri haid ) dan juga mengenai pengaruhnya

    terhadap aktivitas belajar mahasiswi.

    1.4.2 Manfaat praktis

    1.Bagi penulis dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai

    karakteristik dysmenorre

    2. Bagi staf pengajar dapat digunakan sebagai bahan masukan mata kuliah yang di

    ajarkan.

    3. Bagi institusi dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi peneliti lain yang

    ingin melakukan penelitian.

    4. Bagi mahasiswi dapat menambah pengetahuan mahasiswi mengenai gejala

    dysmenorre dan dapat memilih salah satu tindakan dalam mengurangi dan

    mencegah nyeri saat menstruasi sehingga dapat mengikuti aktivitas

    pembelajaran dari awal hingga akhir mata pelajaran.

    BAB II

  • 5

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Menstruasi

    2.1.1 Pengertian

    Menstruasiadalah peluruhan lapisan jaringan pada uterus yaitu endometrium

    bersama dengan darah.Menstruasi terjadi setiap bulan selama masa reproduksi,

    dimulai saat pubertas dan berakhir saat menopause kecuali selama kehamilan.(

    Pieter dan Lubis, 2011 ). Sedangkan menurut Dito dan Ari (2011) menstruasi

    merupakan siklus alami yang terjadi secara regular untuk mempersiapakan tubuh

    perempuan setiap bulannya terhadap kehamilan. Siklus mentruasi ini melibatkan

    beberapa tahapan yang dikendalikan oleh iteraksi hormon yang dikeluarkan oleh

    hipotalamus, kelenjar dibawah otak depan dan indung telur. Dengan demikian

    setiap wanita yang memiliki kesehatan yang normal akan mengalami masa

    pendarahan yang terjadi di setiap bulannya yang dinamakan menstruasi.

    2.1.2 Siklus menstruasi

    Siklus menstruasi merupakan jumlah antara periode menstruasi yang

    pertama dengan periode menstruasi berikutnya. Siklus haid yang normal ialah 28

    hari, dan Lamanya menstruasi biasanya terjadi antara 3-5 hari. Namun pada

    beberapa kasus bisa saja terjadi menstruasi yang lebih panjang ataupun lebih

    pendek yaitu ada yang 1-2 hari diikuti darah sedikit-sedikit , dan ada yang 7-8 hari

    ( Pieter dan Lubis 2011 ).

    Menurut Bobak, M.irene et.al (2004), ada beberapa rangkaian siklus menstruasi

    yaitu :

    1. Siklus Endomentrium

  • 6

    Siklus endometrium menurut Bobak (2004), terdiri dari empat fase yaitu:

    a. Fase menstruasi

    Pada fase ini, endometrium terlepas dari dinding uterus dengan disertai

    pendarahan dan lapisan yang masih utuh hanya stratum basale. Rata-rata fase ini

    berlangsung selama lima hari ( rentang 3-6 hari). Pada awal fase menstruasi kadar

    estrogen, progesteron, LH (Lutenizing Hormon) menurun ataupada kadar

    terendahnya selama siklus dan kadar FSH (Folikel Stimulating Hormon) baru

    mulai meningkat ( Bobak, 2004 )

    b. Fase proliferasi

    Fase proliferasi merupakan periode pertumbuhan cepat yang berlangsung

    sejak sekitar hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus haid, misalnyahari ke-10

    siklus 24 hari, hari ke-15 siklus 28 hari, hari ke-18 siklus 32 hari. Permukaan

    endometrium secara lengkap kembali normal sekitar empat hari atau menjelang

    perdarahan berhenti. Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal ± 3,5

    mm atau sekitar 8-10 kali lipat dari semula, yang akan berakhir saatovulasi. Fase

    proliferasi tergantung pada stimulasi estrogen yang berasal dari folikel ovarium(

    Bobak,2004 )

    c. Fase sekresi/luteal

    Fase sekresi berlangsung sejak hari ovulasi sampai sekitar tiga hari

    sebelum periode menstruasi berikutnya.Pada akhir fase sekresi, endometrium

    sekretorius yang matang dengan sempurna mencapai ketebalan seperti beludru

    yang tebal dan halus.Endometrium menjadi kaya dengan darah dan sekresi

    kelenjar ( Bobak,2004 )

    d.Fase iskemi/premenstrual

  • 7

    Implantasi atau nidasi ovum yang dibuahi terjadi sekitar 7 sampai10 hari

    setelah ovulasi.Apabila tidak terjadi pembuahan dan implantasi, korpusluteum

    yang mensekresi estrogen dan progesteron menyusut. Seiring penyusutan

    kadarestrogen dan progesteron yang cepat, arteri spiral menjadi spasme, sehingga

    suplai darah ke endometrium fungsional terhenti dan terjadi nekrosis. Lapisan

    fungsional terpisah dari lapisan basal dan perdarahan menstruasi dimulai.( Bobak,

    2004 )

    2. Siklus Ovulasi

    Ovulasi merupakan peningkatan kadar estrogen yang menghambat

    pengeluaran FSH, kemudian hipofise mengeluarkan LH ( lutenizing hormone ).

    Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel. Folikel

    primer primitif berisi oosit yang tidak matur (sel primordial).Sebelum ovulasi,satu

    sampai 30 folikel mulai matur didalam ovarium dibawah pengaruh FSH dan

    estrogen.Lonjakan LH sebelum terjadi