Click here to load reader

09. Varian Disain Faktorial - Staff Official Site · PDF file347 BAB 09 ANALISIS VARIAN DISAIN FAKTORIAL Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu statistik parametrik

  • View
    214

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of 09. Varian Disain Faktorial - Staff Official Site · PDF file347 BAB 09 ANALISIS VARIAN DISAIN...

  • 347

    BAB 09 ANALISIS VARIAN DISAIN FAKTORIAL

    Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu statistikparametrik yang sering digunakan dalam penelitian pendidikan yaitu AnalisisVarian. Analisisvariandisain faktorialmerupakankelanjutandarianalisisvariandua jalan. Perbedaanutamadengananalisisvariandua jalanyaitupadaanalisisvariandisainfaktorialtelahmenambahkanadanyapengaruhbersamadarikeduavariabelbebasyangdisebutdenganinteraksi. Olehkarena itupadabagian ini(AnalisisVarianFaktorial)akandibahassecararincitentang;pengertian interaksipada analisis varian disain faktorial, Jenis interaksi, keunggulan analisis variandisainfaktorial,danpenggunaanhasilanalisisvariandisainfaktorial.

  • 348

    9.1 PENGERTIAN INTERAKSI

    Sebagaimana telah dibahas sebelumnya pada analisis varian satu jalan, analisisvarian dua jalanmerupakan teknik analisis yang digunakan untukmenentukanapakahperbedaanatau variasinilai suatu variabel terikatdisebabkanolehatautergantungpadaperbedaan(variasi)nilaipadaduavariabelbebas. Padaanalisisvarian dua jalan terdapat empat komponen varian nilai yang harus dipisahpisahkan karenamemilikimakna yang berbeda, yaitu (1) komponen explainedvarian untuk seluruh variabel bebas (X1 + X2), (2) komponen explained varianvariabelbebasX1saja,(3)komponenexplainedvarianvariabelbebasX2saja,dan(4) komponen unexplained varian. Dengan demikian pada analisis varian duajalan tidak kita temukan istilah varian antar kelompok (between groups) danvariandalamkelompok(withingroups).

    Untukmelakukananalisismenggunakananalisisvarianduajalantahapannyatidakjauhberbedadengan analisis varian satu jalan. Karena itubesaran angka yangdihasilkanolehSPSSdigunakanuntuk:

    1) Menentukansignifikansisecaraumum.

    2) Menentukansignifikansiperpasangan.

    3) Menentukanbesaranmasingmasingkomponenvarian.

    Untukuji lebih lanjut,Analisisvarianspadadasarnyadapatdikembangkan tidakhanya sampai analisis dua jalur. Pengembangan analisis varian dua jalur inidisebutdengan istilahAnalisisVariansDisain Faktorial. Denganpengembanganmenjadi Analisis Varians Disain Faktorial maka akan dapat digunakan untukmenganalisisdatapenelitian yang terdiridari satu variabeldependen kontinumdanlebihdarisatuvariabelindependenkategorik.

    Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan analisis disainfaktorial yaitu (1) dapatmelakukan analisis interaksi antarvariabel independendan(2)masalahtuntutanbesarnyasampelyangmenghendakijumlahsubjeklebihsedikit dibandingkan dengan analisis varians sederhana untuk memperolehkekuatan analisis. Dengan kata lain, pada jumlah subjek yang sama, makakekuatan analisis varian faktorial akan lebih besar daripada analisis variansederhana(satujalur).

    Sebagai gambaran untukmengingat pembahasan yang telah lalu, bahwa padamodel analisis varian sederhana (satu jalur)maka hanya terdapat satu variabelyang menjelaskan. Dengan demikian analisis yang dilakukan masih tergolongsederhana. Gunamemberikan pemahaman yang agak konkrit,model analisisvariansederhana(satujalur)tersebutdapatditunjukkanpadaGambar9.1.

  • 349

    Gambar9.1Modelvariasihasilbelajaryangdijelaskanolehvariabelstrategipembelajaran

    PadaGambar9.1menunjukkanbahwa variasipadaprestasibelajar yanghanyadijelaskanolehsatuvariabelyaitumetodepembelajaran.Untukmengembangkananalisis varian satu jalurmenjadi analisis varian disain faktorialmaka variabelpenjelasnya perlu ditambah lagi sehingga tidak hanya satu variabel penjelas.Misalnya ditambah dengan variabel kemampuan awal siswa. Denganmemasukkanvariabelkemampuanawalsiswauntukmenjelaskanvariasiprestasibelajarmaka variasi yang terjadipadaprestasibelajarakandijelaskanolehduavariabel, yaitu variabel metode pembelajaran dan variabel kemampuan awalsiswa. Oleh karena itumodel yang terjadi dalammenjelaskan variasi prestasibelajardapatditunjukkansbb.

    Gambar9.2Modelvariasihasilbelajaryangdijelaskanolehvariabelstrategipembelajarandankemampuanawalsiswa

    Berdasarkan ilustrasi tersebut, dengan adanya dua variabel penjelas (variabelstrategipembelajarandankemampuanawalsiswa),makamunculsatubagianlagi

    HasilBelajar

    Strategi PembelajaranAe

    HasilBelajar StrategiPembelajaran

    InteraksiantaraA*B

    KemampuanAwalSiswa

    A

    B

    e

  • 350

    sebagai akibat dari pertemuan antara variabel metode pembelajaran dankemampuan awal siswa. Bagian yangmuncul akibat dari pertemuan antaravariabel metode pembelajaran dan kemampuan awal siswa disebut denganinteraksiantaravariabelmetodepembelajarandankemampuanawalsiswa(A*B).Bagianlaindarivariasihasilbelajarsiswayangtidakdijelaskanolehvariasimodelpembelajaran, kemampuan awal siswa, dan interaksi antara variabel metodepembelajarandankemampuanawalsiswamerupakanerroratauresidu.

    Kerlinger(2000)menyatakan interaksimerupakankerjasamaduavariabelbebasatau lebih dalammempengaruhi satu variabel terikat. Interaksi berarti bahwakerja atau pengaruh dari suatu variabel bebas terhadap suatu variabel terikat,bergantung pada taraf atau tingkat variabel bebas lainnya. Dengan kata lain,interaksi terjadi manakala suatu variabel bebas memiliki efekefek berbedaterhadap suatu variabel terikat pada berbagaibagai tingkat dari suatu variabelbebaslain.Definisitentanginteraksiyangmerangkumduavariabelbebasdisebutsebagai interaksi orde pertama. Ada kemungkinan bahwa tiga variabel bebasberinteraksi dalam mempengaruhi satu variabel terikat, ini disebut sebagaiinteraksiordeatautingkatkedua.

    Pemahaman terhadap interaksidalamkajiananalisisvarian faktorialmerupakanketerpaduanantarasatuvariabelpenjelasdenganvariabelpenjelaslainnyadalammembentukvariasiyangterjadipadavariabelterikat(dependent).Dalamcontohdi atas interaksi antara variabel metode pembelajaran dan kemampuan awalsiswayaituketerpaduanantaravariabelmetodepembelajarandankemampuanawalsiswadalammembentukvariasiprestasibelajar.

    Akibat adanya interaksi antara variabel penjelas yang satu dengan variabelpenjelas lainnyamakaefek yang terjadi juga terjadiperubahan sehinggadalamanalisis varian disain faktor dikenal istilah efek utama (Main Effect) dan efekinteraksi (Interaction Effect). Efek utama [Main Effect (ME)]merupakan efekyang secara langsung ditimbulkan oleh variabel bebas atau independen tanpamemperhitungkan kehadiran variabel independen lain. Banyaknya ME akansebanyak variabel bebas/independen yang dilibatkan dalam model penelitian.Apabila variabelbebas/independen yangdilibatkandalammodelpenelitian adaduamakaakanterdapatduaME.Efekinteraksi[InteractionEffect(IE)]yaituefekyangdiakibatkanolehadanya interaksiantara satuvariabel independendenganvariabel independen lainnya dalam suatumodel analisis. Dengan demikian IEmerupakansuatuefekyangdiakibatkanolehsuatuvariabel independendenganmemperhitungkankehadiranvariabelindependenlain.

  • 351

    9.2 JENIS INTERAKSI

    Pada dasarnya dalam analisis varian disain faktorial terdapat beberapa jenisinteraksiyangberbedabentuksatudenganlainnya.Kerlinger(2000)menyatakanbahwa ragam interaksi dengan pola salingsilang disebut sebagai interaksidisordinal. Sedangkan interaksidenganpolasegarisyaituvariabelbebasberlakuefektif pada satu tingkat dari variabel bebas lainnya disebut sebagai interaksiordinal. Sebagai ilustrasibentuk interaksiduavariabelbebasdapatditunjukkanberikutini.

    Tabel9.1Berbagaihimpunanhargatengahyangmemperlihatkanberbagaicorakakibatutamadaninteraksi

    A1 A2 A1 A2 A1 A2

    B1

    B2

    30

    30

    20

    20

    25

    25

    30

    20

    30

    20

    30

    20

    30

    40

    20

    30

    25

    35

    30 20 25 25 35 25

    (a) Asignifikan;Btidaksignifikan;Interaksitidaksignifikan

    (b) Atidaksignifikan;Bsignifikan;Interaksitidaksignifikan

    (c) Asignifikan;Bsignifikan;Interaksitidaksignifikan

    A1 A2 A1 A2 A1 A2

    B1

    B2

    30

    20

    20

    30

    25

    25

    30

    20

    20

    20

    25

    20

    20

    30

    20

    20

    20

    25

    25 25 25 20 25 20

    (d) Interaksisignifikan(disordinal)

    (e) Interaksisignifikan(ordinal)

    (f) Interaksisignifikan(ordinal)

    Sumber:Kerlinger(2000)

    BerdasarkanilustrasisebagaimanadisajikanpadaTabel9.1diatasmasingmasingcorak interaksi dapat ditunjukkan dalam bentuk grafik interaksi antarvariabelbebas. Beberapacontohgrafik (berdasarkandataTabel9.1)yangmenunjukkancorak interaksiantarvariabelbebaspadaanalisisvariandisain faktorialdisajikanpadaGambar9.3.

  • 352

    Gambar9.3Grafikberbagaicorakinteraksipadaanalisisdisainfaktorial(Kerlinger,2000)

    B1

    B2

    (a) Interaksitidaksignifikan

    40

    30

    20

    10

    0A1 A2

    B1

    B2

    (e) Interaksisignifikan(ordinal)

    40

    30

    20

    10

    0A1 A2

    B1

    B2

    (c) Interaksisignifikan(disordinal)

    40

    30

    20

    10

    0A1 A2

    B1

    B2

    40

    30

    20

    10

    0A1 A2

    (c) Interaksitidaksignifikan

  • 353

    Perlu diperhatikan dengan seksama, bahwa interaksi tidak selalu merupakanakibatdarisuatuinteraksisejatiantaraperlakuanperlakuaneksperimental.Jikaterdapatsatuinteraksisignifikan,adatigakemungkinanpenyebabnya.Penyebabpertama adalah interaksi sejati, yaitu varian ditimbulkan oleh interaksi yangsungguhsungguh terjadi antara dua variabel dalam bersamasamamempengaruhisebuahvariabelketiga. Kemungkinankeduaadalahgalat(error).Dapat terjadi, suatu interaksi signifikan yangmuncul karena kebetulan sematamata.Kemungkinanketigaadalah,interaksiterjadikarenaadanyapengaruhatauefekyangbekerjapadasatutingkateksperimennamuntidakbekerjapadatingkateksperimenlain(Kerlinger,2000).

    9.3 KEUNGGULAN ANALISIS VARIAN DISAIN FAKTORIAL

    Dalamanalisisfaktorvarian,duavariabelbebasataulebihbervariasisecarabebasatauberinteraksisatudenganyanglaindalammenimbulkanvariasipadavariabelterika