Click here to load reader

04.Kesulthanan Minangkabau

  • View
    185

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of 04.Kesulthanan Minangkabau

BAB IV KESULTHANAN MINANGKABAU DARUL QARAR.A. TERJADINYA BAIAH MARAPALAM (Saban 804 H).. 1. Latar belakang terjadinya baiah Marapalam..Banyak pendapat orang tentang baiah Marapalam karena tidak diketemukannya bukti baiah itu yang autentik, atau sekurang-kurangnya prasasti tentang baiah yang dibuat saat itu.. Selain itu karena ada pula usaha kelompok masyarakat kita yang menekankan budaya Minangkabau itu adalah budaya Animis, Tamil, Budha, Hindu dan atau Tantarayana, sedangkan Islam tidak berpengaruh terhadap adat Minangkabau.. mereka itu mengatakan istilah adat itu sendiri berasal dari kata Sangskarta.. Islam Minangkabau para Tuanku (ulama) adalah aliran Wahabi yang sangat keras, suka membunuh.. Islam Minangkabau Datang dari Gujarat, sehingga Islam di Minangkabau tidak asli lagi, sangat besar pengaruh agama Hindu/Budha Gujaratnya.. Islam yang dianut kelompok kerajaan Minangkabau adalah aliran Qaramithah.. Aliran Qaramithah adalah aliran tasawuf yang dekat kepada Tuhan.. Untuk lebih jelasnya baiklah kita tinjau sejarah yang benar dari sumbernya di tanah Arab dan hubungan Minangkabau keluar semenjak dahulunya.. Aliran Qaramithah riwayatnya sangat buruk, sering merampok, pernah membunuh ribuan jemaah haji, pernah mencungkil dan melarikan hajarul aswad ke wadi Hajar sebelah Timur Riyadh puluhan tahun lamanya.. Setelah mereka dibinasakan oleh bani Abbasiyah, hajarul aswad dikembalikan pada tempatnya.. Begitu juga ajaran Wahabi adalah ajaran ahli sunnah yang ektrem, diawal abad 18 pernah menyerang Makkah dan membakarnya, dia tidak mampu mempertahankannya dari pasukan Turki yang pada saat itu sangat kuat.. Kaum Wahabi diburu oleh pasukan Turki, pindah dari satu oase ke oase lain.. Permusuhan kaum wahabi dan Turki sangat tajam, tak pernah mengenal damai.. Tiga orang Minangkabau yang dikatakan sejarah Minangkabau Haji Piobang, haji Sumaniak dan Haji Miskin yang dikatakan sebagai penyebar ajaran Wahabi itu adalah komandan pasukan inti (Yanitsar) Turki.. Tidak masuk di akal mereka penyebar Wahabi, bahkan menganut aliran Wahabi saja tidak dapat diterima..Kesulthanan Mianagkabau Darul Quorar.. Kesulthanan Minangkabau..

173

Semua itu dihembus-hembuskan oleh kaki tangan Belanda, yang menyatakan hasil penelitian yang ilmiah.. Masyarakat Minangkabau tertarik, dan menjadikan apa yang dihembus-hembuskan Belanda itu menjadi buku sejarah pegangan masyarakat.. Kalau kita lihat kepada sejarah, semenjak sepuluh abad SM bangsa Arab telah berdagang ke Minangkabau dengan memakai jalur searoutes.. Pada abad ke 2 SM Datang bangsa Yunani dynasty Ptolemy, bekas yang ditinggalkannya ialah system Pemerintahan Nagari yang mirip dengan sistem Polis di Yunani.. Sistem pertanian dan pertambangan emas yang mirip dengan pertanian dan pertambangan di Mesir.. Disertasi PH Brans yang dikutip dari catatan di Iskandarian Library menyatakan dynasty Ptolemi itu pergi ke negeri penghasil Kampher (Minanga Kambwa) sebagian mereka menetap di negeri itu.. Pada abad ke 3 M Datang bangsa Tamil, budaya yang ditinggalkannya ialah bahasa dan tulisannya.. Bahasanya banyak yang dipakai menjadi bahasa Melayu /Minangkabau, yang terpenting diantaranya ialah istilah nagari, istilah Negara, pada irigasi batu bapahek ada tulisan kuno bangsa Tamil dan banyak lagi yang lain.. Istilah Minangkabau itu sendiri berasal dari akar kata Minanga kambwa yang artinya daerah penghasil kampher berasal bahasa Palawa rumpun bahasa Tamil.. Budaya agama Tamil yang patrilineal tidak memperlihatkan bekas.. Pada abad ke 6 M Datang bangsa India dengan bahasa Sangskarta.. Budaya bahasanya juga banyak yang tinggal, seperti istilah Swarna dwipa, swarna pepera, swarna kapura.. Banyak istilah lainnya.. Walaupun mereka telah mendirikan candi Muara Takus dan candi Muara Jambi, Amogha pasha dan batu bersurat yang sangat banyak.. Candicandi itu ditinggalkan begitu saja oleh mereka dan pribumi bangsa Melayu Minangkabau tanpa ada paksaan.. Budaya agama dan tulisan mereka tidak tertinggal untuk bangsa Melayu Minangkabau.. Diabad ke 7 M mulai berDatangan bangsa Arab Islam ke Minangkabau, secara simultan, berangsur-angsur, melalui perdagangan.. Diawal abad ke 8M telah mulai kelompok orang beragama Islam yang menetap di bumi Minangkabau.. Mereka tinggalkan sesuatu kepada moyang kita untuk kita pakai.. Awal abad ke 9 H atau awal abad ke 15 M didapat suatu kesepakatan diantara moyang kita.. Telah tiga kali revolusi yang menghabiskan catatan sejarah bangsa kita, yang menghilangkan catatan-catatan dan tulisan bangsa.. PertamaKesulthanan Mianagkabau Darul Quorar.. Kesulthanan Minangkabau..

174

perang tuak dengan bangsa Belanda.. Bangsa Belanda berusaha membeli dengan harga mahal seluruh buku tua Minangkabau, membawanya entah ke mana.. Kedua perang Jepang.. Ketiga perang saudara antara bangsa kita sendiri yang telah membakar rumah dan dokumen-dokumen yang ada.. Para akademisi dan ilmuwan Minangkabau kemudian mempelajari adatnya dengan wawancara kepada Wali Nagari atau kepala Desa sesudah tahun 70 an.. Besar kemungkinannya mereka itu mendapat cerita dari orang-orang yang baru belajar dari yang baru pula.. Kebanyakan mereka beranggapan kesepakatan Marapalam itu dibuat masyarakat Minangkabau di Bukit Marapalam, sewaktu Perang Padri atau sesudahnya.. Mereka mencari bukti di zaman itu.. Mereka tidak mendapatkan buktinya.. Sebagian mereka berkesimpulan Kesepakatan Marapalam adalah fiktif dan istilah Adat Basandi Syarak adalah rekayasa.. Tapi istilah yang telah berkembang lama semenjak sebelum keDatangan Belanda, menjelaskan sebagai dibawah ini;

a. Tidak akan mungkin adanya istilah baiah Marapalam, jika baiah itu tidak ada.. b. Tidak akan mungkin adanya istilah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah jika rumusan itu tidak ada.. c. Tidak akan mungkin adanya Istilah Tali Tigo Sapilin jika rumusan itu tidak ada.. Rumusan itu bersumber dari istilah urwatil wusqa (tali pegangan yang teguh) .. d. Tidak mungkin adanya istilah Syara nan kawi dan adat nan ladzim jika rumusan itu tidak ada.. e. Tidak akan mungkin Adanya istilah tungku tigo sajarangan, jika rumusan itu tidak ada.. f. Sebelum tahun 1960 jika belajar undang adat tentang peradilan, kita akan menemukan istilah al mudai, al bayyinah, muadaalaih, mudabbih, tabayyun dan banyak istilah lainnya yang berasal dari istilah hukum dalam Islam..Semua masyarakat mengatakan menurut amanat dari orang tua-tua MInangkabau, semua rumusan itu berasal dari baiah Marapalam.. Walaupun kita tidak mempunyai bukti yang autentik kita telah mempercayainya.. Semenjak tahun 2006 semenjak Gubernur Gamawan Fauzi menjadi Gubernur, berkembang ajaran yang mengatakan baiahKesulthanan Mianagkabau Darul Quorar.. Kesulthanan Minangkabau..

175

Marapalam itu fiktif, dan ABS-SBK itu adalah hasil rekayasa.. Gebu Minang menyatakan bahwa ABS-SBK itu adalah fatwa ishlah Tuanku Imam Bonjol yang ditetapkan menjadi ABS-SBK yang dikokohkan di Bukit Maralam tahun 1837, belum ada kesepakatan masyarakat Minangkabau tentang itu.. Sampai sekarang ABS-SBK belum jelas cara penetrapannya.. Gebu Minang akan mengadakan kongres di Bukitinggi tahun 2010 M dan akan mengundang 2 orang setiap nagari mewakili 5 lembaga masyarakat Niniak Mamak, Cadiak Pandai, Alim Ulama, Bundo Kanduang dan Generasi Muda untuk menetapkan bahwa ABS-SBK adalah pedoman kehidupan masyarakat Minangkabau.. Kongres ini dinamakan Kongres Kebudayaaan Minangkabau (KKM).. Perlu juga kita sampaikan pendapat asing yang pernah berurusan dengan Minangkabau sebelum tahun 1837 tersebut..

a. N.J. Krom dalam bukunya Hindu Jawaanche Geschasdenis menulis, menurut catatan yang ada diketemukannya di negeri Cina tahun 1288 M enam tahun sesudah keDatangan kerajaan Singosari di Dharmasraya, dari Dharmasraya bersama Minangkabau mengirim beberapa utusan ke negeri Cina yang semuanya beragama Islam.. Utusan itu dipimpin oleh dari MInangkabau bernama Syamsudin dan dari Dharmasraya bernama Sulaiman. b. Sewaktu Belanda memasuki Minangkabau, dia dapati sudah ada peradilan adat yang merujuk kepada agama Islam, dengan memakai istilah baiyyinah, tabayyun, madai, mudaalaih, mudabbih dan hakim dll.. c. Tulisan Arab untuk bahasa Melayu/ Minangkabau sudah sangat berkembang.. Tulisan Arab Melayu adalah hasil kesepaktan Limbago Rajo Tigo Selo.. d. Sebelum Belanda menduduki Padang, stempel Minangkabau sudah dalam tulisan Arab Melayu.. e. Adanya catatan orang asing tentang Minangkabau yang menyatakan penduduknya taat beribadat dan hukumnya merujuk kepada hukum Islam.. f. Januari 1667M telah ada perjanjian Pulau Cingkuak antara perwakilan Kesulthanan Minangkabau dengan VOC, dan Perjanjian itu memakai tulisan Arab Melayu..Kesulthanan Mianagkabau Darul Quorar.. Kesulthanan Minangkabau..

176

g. Laporan perjalanan Thomas Diaz th 1683 yang menyatakan di pusat Minangkabau Buo seolah-olah seperti pusat kerajaan Islam di Sepanyol.. Orang Minangkabau tidak memakai candu, tuak dan judi.. h. Tahun 1783 Marsden staf ahli Raffles yang berkedudukan di Bengkulu, menulis buku dengan judul History of Sumatra.. Dalam bukunya itu dia jelaskan adanya bahasa dan tulisan Melayu termasuk rumpun bahasa Melanesia yang dipakai dari pantai timur Afrika (Madagaskar) sampai ke pantai Barat Amerika termasuk pulau-pulau lautan Teduh.. Di tengah Sumatra ada suatu Negara yang terisolir, sangat susah dihubungi oleh orang yang berasal dari seberang laut.. Negara itu sangat makmur, maju terdiri dari negara bagian yang mandiri pula.. Negaranya aman, tidak saling berperang antara sesamanya.. Mereka itu beragama Islam, penduduknya taat menjalankan agamanya, tidak pemadat, tidak pemabuk dan tidak pejudi.. Seluruh daerahnya merupakan wiayah pendidikan agama.. Dengan bergaul dengan mereka atau memasuki wilayah mereka saja kita seolah-olah telah menjadi orang yang mulya.. Minangkabau merupakan pusat mengembangan Islam di Timur.. i. Catatan Verkerck Pistorius.. Verkerck Pistorius adalah Controler tahun 1865-1868.. Tahun 1868 diangkat sebagai control

Search related