03.Kerajaan Minangkabau

  • View
    218

  • Download
    9

Embed Size (px)

Text of 03.Kerajaan Minangkabau

BAB III KERAJAAN MINANGKABAU (DIBAWAH ADITYAWARMAN)..A. EXPEDISI PAMALAYU.. 1. Pengiriman pasukan Singosari.. Menurut garis matrilineal Adityawarman anak dari Dara Jingga.. Dara Jingga anak dari Puti Reno Mandi, isteri Mauliwarmadewa Raja Dhamasraya.. Puti Reno Mandi, anak dari Sari Laut, anak isteri Raja Taluak Kuantan.. Sari Laut anak dari Puti Reno Indah.. Reno Indah adik yang dibawa Dt Parpatih Nan Sabatang (menurut ranji Mataram).. Puti Reno Mandi adalah adik yang dibawa oleh Dt Katumanggungan menurut silsilah Minangkabau.. 1309 M Raden Wijaya wafat digantikan oleh satusatunya anak laki-lakinya Kalagemet yang digelari Jaya Negara.. 1319 terjadi pemberontakan besar-besaran dibawah pimpinan Rakyan Kuti dibantu oleh beberapa rakyan lainnya seperti Ra Wedeng, Ra Jayu, Ra Pangsa, Ra Tanca dll.. Jayawijaya terpaksa menyingkir ke Badander pegunungan kapur di Bojonegoro.. Jayawijaya didukung oleh Gajah Mada dan Aji Mantrolot.. Berkat ketangkasan Gajah Mada dan Aji Mantrolot Jaya Negara dapat kembali menduduki tahta Mojopahit di Mojokerto.. Setelah pemberontak terjepit Ra Tanca menyerah bersumpah akan setia kepada Majapahit dan Prabu Jaya Negara.. Gajah Mada disuruh membentuk dan langsung memimpin pasukan Bayangkhara (pasukan keamanan istana) dengan pangkat Senopati dan langsung dibawah komando raja.. Aji Mantrolot diangkat meminpin pasukan khusus dan diberi jabatan Wardamentri atau Praudatara.. Puti Jamilan adalah saudara dari Dt Katumanggungan.. Dt Katumanggungan adalah datuak pucuak (raja) kerajaan Bungo Setangkai Sungai Tarab yang dikenal pendiri Lareh Koto Piliang.. Menurut garis matrilineal itu Adityawarman harusnya bersuku Koto atau Piliang orang Minangkabau.. Menurut garis patrilineal Adityawarman adalah anak dari Rakyan Maha Mantri anak dari Karta Negara Raja Singasari.. Sri Gitarya Tungga Dewi (raja Majapahit ke 3) adalah anak dari Sri Gayatri Rajendra Dewi Biksuni Raja Patni anak dari Karta Negara Raja Singasari.. Sri Gayatri Rajendra adalah adik Rakyan Mahamantri bapaknya Adityawarman..Kesulthanan Minangkakau Darul Quorar. Kerajaan Minangkabau..

153

Jaya Wijaya (Raja Majapahit ke 2) adalah anak dari Dara Pitok.. Dara Pitok adalah anak dari Mauliwarmadewa raja Dhamasraya.. Dara Pitok adik Dara Jingga ibu Adityawarman.. Dalam sislsilah raja raja Majapahit dan Mataram Dara Jinggo adalah keturunan saudara Diraja Dewa Prapatih Nan Sabatang dari Sumatra.. Suami dara Jinggo adalah Sri Wismarupa Kumara adik Karta Negara.. Ada dua fersi bapak Adityawarman, fersi Minangkabau mengatakan Adityawarman anak dari Rakyan Maha Mantri anak dari Karta Negara, fersi raja raja Maja Pahit/Mataram Adityawarman adalah anak dari Sri Wisma Kumara adik Karta Negara.. Adityawarman adalah panglima pasukan khusus Majapahit yang telah mengalahkan pasukan pemberontakan Rakyan Kuti /Rakyan Tanca dan pasukan pemberontakan Sadeng.. Adityawarman adalah panglima yang bertangan besi.. Semua kekuasaan berada ditangannya.. Dimana mana di tanah Jawa berserakan ptasastinya.. Dia seorang Bhairawa Tantrayana Syiwa.. Penyembahan terhadap tuhannya ialah moksa.. Moksa adalah suatu acara yang sangat seram, dilakukan diatas bangkai manusia, dengan suatu persetubuhan dan musik pukulan tulang manusia.. Dilakukan dengan meminum darah manusia dengan cawan tengkorak manusia pula.. Cara penyembahan ini sangat bertentangan dengan adat animisme dan adat agama Islam yang telah berakar di Minangkabau.. Sehingga sangat tidak disukai oleh masyarakat Minangkabau.. Adityawarman diperintahkan pulang kampung oleh Raja Majapahit Sri Gitarya Tungga Dewi bersama Gajah Mada untuk menguasai wilayah produksi kampher, lada dan emas serta perdagangan Selat Sumatra (selat Malaka).. Dia dibekali dengan pasukan besar dan wilayah Dhamasraya sebagai basis dan penyangga.. Dari Dhamasraya dia menyerang ke utara menaklukkan pusat Minangkabau Batu Sangkar.. Dari situ dia menaklukkan daerah ke sekeliling dengan kekuatan militer.. Ke utara dia mencapai sungai Batahan Gunung Milintang, Gunung Tua dan sungai Barumun.. Ke selatan dia mencapai sungai Ipuah dan gunung Sumbing.. Seluruh daerah itu dia taklukkan dengan kekerasan.. Pasukan Adityawarman menjadi hantu bagi rakyat.. Mereka sangat takut akan kedatangannya kembali.. Karena hal demikian rakyat menjadi sangat patuh.. Mendengar namanya saja rakyat mengeluarkan apa yang diminta.. Kedatangan Adityawarman ini dilukiskan dalam tambo dengan datanglah anggang dari laut ditembak rajo nan baduo, badia sadantumKesulthanan Minangkakau Darul Quorar. Kerajaan Minangkabau..

154

duo latuihnyo.. Jatuahlah talua anggang nantun ka Alam Minangkabau ko.. Sindiran itu diartikan orang sebagai berikut: Datang ekpedisi Pamalayu menyerang Minangkabau.. Ekpedisi itu ditahan di Sijunjung.. Tapi kemudian telur anggang itu menetas yaitu Adityawarman.. Dia datang menyerang menduduki dan memerintah di Minangkabau.. Untuk memungut pajak dan mendatangi daerah-daerah Adityawarman memakai tenaga pemuka pribumi Minangkabau.. Inilah kesempatan bagi pemuka pribumi Minangkabau mengembangkan Budaya dan agama yang dianutnya sampai ke pelosok-pelosok tersebut... Adityawarman meninggal th 1375 M, memerintah selama 25 tahun.. Dia tidak sempat membenahi pemerintahan Nagari.. Sistem Pemerintahan Nagari tetap sebagaimana biasa yaitu sistem Koto Piliang, sistem Budi Caniago dan sistem Pisang Sikalek-kalek hutan.. Semenjak itu seluruh Sumatra Tengah dari Batahan, Barumun sampai sungai Ipuah dan Batang Hari, dari pantai lautan Hindia sampai pantai Timur Sumatra mengakui berada dibawah Minangkabau yang berpusat di Pagaruyuang.. Tersusunlah Kerajaan Minangkabau dibawah satu komando dari Pagaruyuang yang merupakan sebuah kerajaan yang sebenarnya menurut satu komando dalam satu tangan, tidak pemerintahan kolektif seperti sebelumnya.. Adityawarman dan pasukannya beragama Tantrayana Siwa.. Cara penyembahannya terhadap tuhannya sangat berbeda dengan agama Islam, agama yang dianut sebagian besar penduduk.. Juga sangat berbeda dengan agama animisme agama asli orang Minangkabau.. Penyembahan puncak terhadap tuhan dilakukan dengan moksa yaitu a. Matsya, pembacaan mantra-mantra dan dengan tarian bermusik dari memukulkan tulang-tulang kepada tulang-tulang manusia.. b. Mamsa, yaitu meminum darah, makan benak dan daging manusia dengan batok kepala orang sebagai cawan dan piringnya c. Madya, menghilangkan dunia fana dengan bermabuk mabukan memasuki dunia bawah sadar bersama sang dewa dengan meminum tuak dan sebangsanya.. d. Maltina, melakukan hubungan sexual dengan keperkasaan.. e. Mudra, melakukan gerakan tangan yang menimbulkan tenaga gaib.. Upacara moksa, dilakukan dengan cara yang sangat menyeramkan.. Dengan mabuk-mabukan minum darah dan makan benak dengan cawanKesulthanan Minangkakau Darul Quorar. Kerajaan Minangkabau..

155

batok kepala manusia, sambil tertawa dan menari-nari yang ditingkahi bunyi-bunyian pukulan tulang-tulang manusia yang gaduh sambil mensetubuhi tahanan dengan cara perkasa ..

2. Adityawarman Ibu Minangkabau dengan bapak Jawa.. Dengan surutnya kerajaan Budha Mahayana Sriwijaya di jawa berdiri kerajaan Hindu Tantrayana Singhasari.. Di Muaro Jambi hiliran batang hari masih tersisa kerajaan Budha Hinayana.. Kerajaan Muaro Jambi digantikan oleh kerajaan Melayu Dhamasraya dengan pusat Siguntua, Sungai Lansek dekat Sungai Dareh.. Rajanya dipanggilkan Sri Maharaja Diraja.. Semenjak tahun 1272 M di Dhamasraya berkuasa Maharaja Diraja Mauliwarmadewa.. Buku Nagara Kartagama menjelaskan 1197 saka (1275 M) Karta Negara memerintahkan pasukan besar dibawah pimpinan Sri Wismarupa Kumara dibantu oleh dua orang pangeran Rakyan Mahamantri dan Rakyan Demung Pu Wira untuk menaklukkan Melayu (Sumatra bagian tengah).. Penaklukan itu dimaksudkan untuk a. Menguasai daerah produsen emas, lada dan kampher serta wilayah perdagangan laut selat Sumatra.. b. Mengusir Islam dari wilayah hiliran Batang Hari, Kampar, Siak, Rokan dan Barumun.. c. Mempersatukan Asia Tenggara dibawah Singhasari.. Tahun 1208 saka (1286 M) kerajaan Dhamasraya dapat dikuasainya dengan suatu perundingan dengan menyerahkan dua anak gadisnya sebagai jaminan kesetiaan.. Pada tahun itu juga Karta Negara mengirimkan arca Amoghapasya duplikat arca Amoghapasya di candi jago Malang suatu ajaran Hindu/Budha sekte Tantrayana Siwa yang dianut Singhasari ke Dhamasraya untuk diikuti sebagai pedoman peribadatan raja dan penduduk Dhamasraya.. Arca itu diletakkan di Padang Candi, Rambahan Pulau Punjung dekat Sungai Dareh.. Disekitar arca itu penduduk setempat telah menganut agama Islam.. Oleh penduduk setempat yang beragama Islam itu arca Amogha pasya ini dinamakan barhalo.. Dibelakang arca itu tertulis tiga kelompok tulisan bagian atas berupa sloka dan bagian bawah berupa prosa dan pada tapak berupa prosa.. Pada bagian atas ditulis oleh Karta Negara seloka dan prosa ditulis olehKesulthanan Minangkakau Darul Quorar. Kerajaan Minangkabau..

156

Karta Negara.. Pada tulisan seloka tertulis daerah yang belum tercapai ialah kekuasaan Sri maharaja (maksudnya mungkin Taluak Kuantan) dan wilayah Maharaja Dewa Prapatih (maksudnya mungkin MInangkabau).. Tulisan itu bertahun 1208 Saka (1286M).. Tulisan pada tapak belakang oleh Adityawarman pada tahun 1268 Saka (1346M), menjelaskan ekpedisi Pamalayu dipimpin oleh Stri Wiswarupa Kumara dibantu oleh dua orang pangeran anak Karta Negara, Dewa Rakyan Maha Mantri dan Rakyan Demung Pu Wira, sebelum dia pindah ke Pagaruyuang di Minangkabau 1268 Saka (1346M), Ekpedisi Pamalayu ditahan oleh pasukan gabungan Minangkbau dan Taluak Kuantan antara Sijunjuang dan Sungai Dareh.. Pasukan ini terhenti disana, tidak dapat melanjutkan penguasaanya ke pusat Minangkabau.. Di Jawa terjadi kekacauan, karena itu, permohonan bantuan pasukan tidak kujung datang.. Kejadian ini dikiaskan dalam tambo Minangkabau dengan datanglah anggang dari laut ditembak rajo nan baduo, badia sadantum duo latuehnyo, jatuahlah talua anggang nantun ka Alam Minagkabau ko.. Artinya

Search related