MODEL DISEMINASI DAN POLA ADOPSI TEKNOLOGI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN PERTANIAN PERDESAAN Editor

  • View
    73

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of MODEL DISEMINASI DAN POLA ADOPSI TEKNOLOGI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN PERTANIAN PERDESAAN Editor

  • MODEL DISEMINASI DAN POLA ADOPSI TEKNOLOGI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN PERTANIAN PERDESAAN

    Editor :

    Haris Syahbuddin | Sudi Mardianto | Syahyuti | Wasito Nizwar Syafaat | Rachmat Hendayana

    enderasan inovasi teknologi dengan pendekatan Jarwo Super dan Model Pengembangan Pertanian melalui Inovasi (MP3MI) mampu meningkatkan adopsi hingga berdampak pada produktivitas yang dinikmati petani. Beragam inovasi yang diangkat kedua pendekatan

    diseminasi tersebut dan menyebar di berbagai lokasi telah menunjukkan bukti positif, menjadikan petani kian percaya dan menyakini dampak nyata sebuah inovasi. Sirat-sirat tantangan memang masih ada hingga adopsi inovasi terkadang juga masih belum optimal. Interkoneksi antar sub sistem inovasi mulai dari penyedia, penerima manfaat, kelembagaan, jejaring, dan sub pendukung lainnya perlu disentuh dan terus dibenahi. Kisah diseminasi Jarwo Super dan MP3MI telah memberi warna tersendiri bagi sejarah diseminasi Balitbangtan dan akan menjadi pijakan bagi program-program diseminasi di masa mendatang.

    MODEL DISEMINASI DAN POLA ADOPSI TEKNOLOGI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN PERTANIAN PERDESAAN

    M O

    D EL D

    ISEM IN

    A SI D

    A N

    PO LA

    A

    D O

    PSI TEKN O

    LO G

    I D A

    LA M

    PERSPEKTIF PEM

    BA N

    G U

    N A

    N PERTA

    N IA

    N PERD

    ESA A

    N Ed

    itor : H a

    ris Sya hb

    u d

    d in, d

    kk

    Sekretariat Badan Litbang Pertanian Jl. Ragunan No. 29 Pasar Minggu, Jakarta 12540 Telp. (021) 7806202, Fax. (021) 7800644 Website : www.litbang.pertanian.go.id email : iaardpress@litbang.pertanian.go.id

    P

    ISBN : 978-602-344-253-9

    Pertanian

  • MODEL DISEMINASI DAN POLA ADOPSI TEKNOLOGI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN PERTANIAN PERDESAAN

  • Editor: Haris Syahbuddin | Sudi Mardianto | Syahyuti Wasito | Nizwar Syafaat | Rachmat Hendayana

    MODEL DISEMINASI DAN POLA ADOPSI TEKNOLOGI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN PERTANIAN PERDESAAN

  • MODEL DISEMINASI DAN POLA ADOPSI TEKNOLOGI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN PERTANIAN PERDESAAN Edisi I: 2018 Hak cipta dilindungi Undang-undang @IAARD PRESS. Katalog dalam terbitan (KDT)

    Model Diseminasi dan Pola Adopsi Teknologi dalam Perspektif Pembangunan Pertanian

    Perdesaan/Penelaah Haris Syahbuddin,....[dkk]—Jakarta: IAARD Press, 2018.

    xxix, 422 hlm : 14,8 x 21 ISBN 978-602-344-253-9 632.152

    1. Teknologi 2. Model diseminasi 3. Pola adopsi I. Syahbuddin, Haris

    Editor :

    Haris Syahbuddin Sudi Mardianto Syahyuti Wasito Nizwar Syafaat Rachmat Hendayana

    Perancang cover

    Maulana Tata letak :

    Tim Kreatif IAARD Press

    Penerbit IAARD PRESS Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian J1, Ragunan No 29, Pasar Minggu, Jakarta 12540 Email: iaardpress@litbang.pertanian.go.id Anggota IKAPI No: 445/DKI/2012

  • RALAT BUKU MODEL DISEMINASI DAN POLA ADOPSI

    TEKNOLOGI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN PERTANIAN PERDESAAN

    No Halaman Semula Menjadi

    (1) (2) (3) (4)

    1 xi Model Pengembangan Pertanian Perdesaan pada Agroekosistem Lahan Kering Berbasis Kentang di Lumajang - Jawa Timur

    Introduksi Perbenihan Kentang Bermutu Varietas Granola Kembang Dalam Perspektif Pengembangan Pertanian Perdesaan

    2 315 Pemanfaatan Bioslurry dalam Mendukung Pertanian

    Prospek Pemanfaatan Bioslurry dalam Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Berbasis Integrasi Tanaman- Ternak

  • SAMBUTAN

    Inovasi mengisi celah-celah dan senjang dari potensi hasil sebuah komoditas yang diyakini dapat mendorong peningkatan produksi. Inovasi juga menjadi motor penggerak sangat krusial dalam pembangunan sektor pertanian karena tidak hanya berkontribusi pada peningkatan efisiensi, kualitas hasil, dan daya saing tetapi juga menyentuh perbaikan pendapatan dan kesejahteraan. Inovasi bahkan berkaitan dengan eskalasi daya saing yang berperan untuk mempercepat penetrasi pasar dengan jangkauan lebih luas.

    Menengok kembali perjalanan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) selama lebih dari empat dasawarsa, tidak dapat dinafikkan kiprah dan perannya sebagai lembaga pencipta dan penghasil inovasi teknologi dan kelembagaan. Dengan diseminasi, inovasi tersebut kemudian disebarluaskan secara terencana, terarah, dan terkelola. Berbagai strategi kebijakan, program, dan kegiatan diseminasi juga telah diluncurkan dengan harapan inovasi menjadi produk tepat guna dan memberikan nilai kemanfaatan bagi penerima dan penggunaannya. Diseminasi Teknologi Jarwo Super dan Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (MP3MI) menjadi bukti nyata penerjemahan program- program diseminasi yang diusung Balitbangtan.

    Keberhasilan diseminasi dicerminkan dari adopsi, karena adopsi melihat sejauhmana sebuah inovasi diterapkan dan diinternalisasi dalam kegiatan usahatani. Harapannya, adopsi inovasi yang tinggi akan meningkatkan kegiatan usahatani yang lebih berkualitas dan menjadi sandaran perekonomian yang dapat diandalkan petani. Namun, seringkali, adopsi tidak mudah dicapai meski berbagai akselerasi diseminasi dilakukan. Akibatnya, inovasi sering terdengar tidak bermakna dan memberikan arti positif bagi pengguna utamanya petani. Butuh strategi dan terobosan khusus agar adopsi dapat dengan mudah ditingkatkan.

    Sudah banyak keberhasilan adopsi inovasi pertanian di banyak tempat dengan inovasi yang beragam dan mencakup bidang masalah yang bervariasi. Keberhasilan tersebut tentu perlu disebarluaskan antara lain melalui publikasi atau tulisan-tulisan yang mengangkat topik adopsi inovasi teknologi maupun adopsi inovasi kelembagaan

  • Model Diseminasi dan Pola Adopsi Teknologi dalam Perspektif Pembangunan Pertanian PerdesaanModel Diseminasi dan Pola Adopsi Teknologi dalam Perspektif Pembangunan Pertanian Perdesaanvi

    dalam bentuk penguatan, pembinaan, dan pengembangan kelompok tani. Buku ini disusun agar dapat dinikmati lebih banyak pengguna dan menjadi bahan pembelajaran terhadap program dan kegiatan sejenis di masa yang akan datang.

    Buku ini pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai kemanfaatan bagi seluruh pembaca, tidak hanya para pengambil kebijakan, penghasil inovasi namun juga pengguna di berbagai tingkatan.

    Bogor, Desember 2018 Sekretaris Jenderal Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia,

    Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA

  • KATA PENGANTAR

    Dari beberapa pendekatan diseminasi teknologi yang dijalankan Badan Litbang Pertanian, khususnya di bawah koordinasi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), dua yang utama adalah Paket Teknologi Budidaya Padi Jarwo Super empat di tahun 2016 dan Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (m-P3MI) yang mulai diperkenalkan semenjak tahun 2013. Pelaksana di lapangan adalah para peneliti dan penyuluh di BPTP bersama-sama dengan petani.

    Buku Bunga Rampai “Diseminasi Inovasi Pertanian untuk Adopsi dan Pengembangan Pertanian Perdesaan” ini dapat dipandang sebagai catatan ilmiah penting tentang pembelajaran (lesson learn) yang diperoleh dari kegiatan tersebut yang tersebar pada hampir seluruh propinsi di Indonesia. Bahan penulisan dikumpulkan dari kegiatan pengkajian, catatan Demfarm, persepsi petani, serta keberhasilan diseminasi nya di lapangan.

    Paket teknologi budidaya padi Jajar Legowo Super merupakan perluasan dari paket teknologi PTT yang sudah dikenal luas di Kementerian Pertanian. Pada Jarwo Super, badan Litbang memperkenalkan komponen teknologi baru yaitu jarak tanam 2:1, biodekomposer pada saat pengolahan tanah, pupuk hayati sebagai seed treatment, penggunaan alat dan mesin pertanian utamanya rice transplanter dan combine harvester. Keberhasilan kegiatan di lapangan cukup variatif, namun secara umum persepsi petani tergolong positif.

    Sementara, Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (m-P3MI) merupakan suatu program pengembangan model pembangunan pertanian melalui inovasi dalam suatu kawasan berbasis sumberdaya lokal dengan pendekatan agribisnis. Melalui pendekatan ini diharapkan dapat mendorong tercapainya percepatan penyebaran inovasi pertanian dan perluasan jangkauan penggunaan teknologi kepada pengguna di tingkat lapang. Pada model diseminasi dengan pendekatan MP3MI, diseminasi komponen atau paket teknologi didekati dengan melakukan identifikasi kebutuhan inovasi. Penggalian kebutuhan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, melalui penggalian masalah dan peluang introduksi teknolologi yang

  • Model Diseminasi dan Pola Adopsi Teknologi dalam Perspektif Pembangunan Pertanian PerdesaanModel Diseminasi dan Pola Adopsi Teknologi dalam Perspektif Pembangunan Pertanian Perdesaanviii

    disesuaikan dengan ketersediaan sumberdaya lokal. Oleh karena itu, kebutuhan inovasi yang ada di setiap lokasi berbeda-beda, tergantung masalah yang akan dipecahkan serta fokus pembangunan perdesaan yang akan dicapai.

    Untuk menyatukan keseluruhan hasil-hasil pengkajian dan diseminasi dari dua program ini, dipilih bentuk buku Bunga Rampai. Buku bunga rampai pada hakekatnya merupakan kumpulan KTI dengan satu topik permasalahan dengan pendekatan dari beberapa aspek/sudut pandang keilmuan, dimana tiap-tiap bab dapat berdiri sendiri dengan susunan KTI yang lengkap, namun ada benang merah yang mengaitkan keseluruhan bab. Benang merah dari keseluruhan bab dalam buku