Community Participation (041115)

  • View
    243

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Community Participation (041115)

  1. 1. Membumikan Nawa Cita: Inovasi dan Pembangunan Seminar Nasional Program Magister Studi Pembangunan ITB
  2. 2. Memahami struktur organisasi tata kerja pemerintahan mulai dari tataran nasional, provinsi, serta kabupaten/kota Memahami kemampuan baik secara fisik, sosial budaya, maupun ekonomi pada kondisi yang paling memungkinkan yang dapat dikelola sesuai dengan kewenangannya pada masing- masing tataran (nasional, provinsi, kabupaten/ kota). Memahami alternatif- alternatif identifikasi, analisis, tindak lanjut, termasuk apabila menggunakan pendekatan dari luar harus diadaptasikan dengan sistem tata kelola pemerintahan di Indonesia, konsep otonomi daerah, serta sistem perencanaan pembangunan nasional Melatih logika untuk memenuhi kepentingan umum bukan memenuhi kepentingan pribadi semata. Mampu menyusun dan memformulasik an dokumen perencanaan yang nyata bedanya antar alternative beserta prioritasnya, baik secara structural ataupun kualitatif Mampu menyusun tema strategi perencanaan yang mudah diingat termasuk menjabarkanny a ke dalam standar- standar/ capaian- capaian terkait Mempertimban gkan kearifan tata kelola pemerintahan bagi kepentingan public untuk masa mendatang Sumber: dikembangkan dari Lindgren&Banhold, 2009
  3. 3. Jangka pendek Jangka panjang Membersihkan persoalan akut Menyelesaikan persoalan saat ini Mengantisipasi kebutuhan mendatang Mengarahkan/ membentuk masa depan Menyelesaikan problem akut, mengesampingkan resiko, mengidentifikasi gejala, perspektif hari per hari Mengidentifikasi dan mengeliminasi penyebab dari persoalan; melakukan pembelajaran Pendekatan proaktif bagi masa datang; seluruh organisasi terlibat dalam meneliti dan berpikir; perencana strategi Menciptakan masa depan gemilang; memandang masa mendatang sebagai portofolio peluang; merancang proses untuk mendukung eksperimentasi menerus sebagai alat untuk membentuk masa depan Sumber: Lindgren&Banhold, 2009
  4. 4. Membangun kesepahaman mengenai kompleksitas pengembangan sistem inovasi di Indonesia. Melanjutkan dan memperkuat komunikasi dan koordinasi lintas sektor/institusi dengan memperhitungkan beragam proses dan infrastruktur yang menunjang proses tersebut.
  5. 5. Inovasi, komunitas, dan perencanaan Memahami isu strategis perencanaan
  6. 6. Partisipasi (Arnstein, 1969) Komunitas (Bourke, dalam Hutchison, 2010: 171-175) Perencanaan (Friedmann, 1987) Isu Strategis (Friend&Hickling, 2005)
  7. 7. Citizen participation, citizen control, maximum feasible involvement of the poor (Arnstein, 1969) A set of social relationships operating within a specific boundary, location, or territory, one of the most contested concepts used in the study of the city and society. (Bourke, dalam Hutchison, 2010: 171-175) Reformasi sosial, analisis kebijakan, pembelajaran sosial, mobilisasi sosial. (Friedmann) Isu (Perencanaan) Strategis Friend&Hickling, 2005 NILAI LINGKUNGAN OTORITAS
  8. 8. Sarana yang dapat menginduksi reformasi sosial yang signifikan yang memunginkan mereka untuk berbagi dalam manfaat. Komunitas terkait dengan keterlibatan public; menekankan kepada kesukarelaan sebagai alat keterlibatan sosial pada tataran individu yang secara bersama membentuk kesamaan ide, rasa, gaya hidup, dan perhatian spesifik; transformasi tujuan dengan adanya pengembangan teknologi media dan komunikasi Menuju ke arah tatanan (system) kehidupan yang lebih baik Isu (Perencanaan) Strategis Friend&Hickling, 2005 UV (Nilai, Pusat-Daerah, top down-bottom up) UE (site/location specific) UR (otoritas, ego, conflict of interest)
  9. 9. Inovatif mengembangkan sarana reformasi sosial untuk masyarakat berkeadilan Kesukarelaan, dapat mengandalkan interaksi sosial dan/atau dapat mengutamakan konektivitas jejaring virtual Inovatif dalam mengembangkan perencanaan dalam bentuk intervensi, fasilitasi, penguatan Isu (Perencanaan) Strategis Friend&Hickling, 2005 UV Clearer Ojbectives UE More Information UR More Coordination
  10. 10. Meningkatkan keterikatan terhadap proses pembangunan: audit komunikasi terhadap lingkungan alami dan binaan (Jeffres, 2010) Mazhab restrukturisasi ekonomi (dampak inovasi dan kemajuan teknologi terhadap system kehidupan) dan mazhab dekonsentrasi (kemajuan teknologi yang dapat diadaptasi langsung oleh komunitas) (Audirac, 2002) Dinamika situasi baru dan pengembangan pengetahuan untuk melakukan pembelajaran secara efektif (Friedmann, 2011) Isu (Perencanaan) Strategis Friend&Hickling, 2005 UV Peluang bagi pedoman kebijakan? Menjelaskan maksud? Menset Prioritas? Melibatkan yang lain? UE Peluang untuk negosiasi? Penelitian? Survey? Analisis? Peramalan? UR Peluang untuk perencanaan? Negosiasi? Agenda yang lebih luas?
  11. 11. Sumber: Sutriadi, 2015
  12. 12. Dinamika perencanaan (Birch&Silver, 2009) Selalu ada kekhawatiran yang jadi perhatian (tiap fase) Konsep perubahan Ide, kecenderungan sosial, kewenangan pengelolaan pembangunan
  13. 13. Hanya peduli atas kepentingan pribadi/local/tertentu vokalis-aktivis dalam menggolkan ide Kondisi local versus tuntutan perubahan karena kemajuan di bidang teknologi Pengambilan keputusan yang terstruktur vs keputusan cepat Pemantauan pembangunan oleh masyarakat Koordinasi untuk kota kepulauan (maritime) Konsep perubahan peran ketika inovasi dan teknologi dipertimbangkan Skala pembangunan dan prioritas pembangunan dengan pertimbangan kebijakan eksisting Kinerja pembangunan versi masyarakat vs pemerintah Inovasi berdaya saing dalam tataran kesisteman Persepsi/opini, tndakan masyarakat terhadap kinerja pembangunan dan produk teknoogi Peningkatan kapasitas system tata kelola pemerintahan dan layanan prima UV UEUR UR UE UV UVUV-URURUV UR UR Dinamika perencanaan (Birch&Silver, 2009) Selalu ada kekhawatiran yang jadi perhatian (tiap fase) Konsep perubahan Ide, kecenderungan sosial, kewenangan pengelolaan pembangunan
  14. 14. Kemajuan riset kota komunikatif Koordinasi pembangunan antar batas administrasi dan kepedulian masyarakat akan pembangunan kota Latihan mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan untuk public untuk kemudian mensimulasikan kebutuhan tersebut untuk konteks publik Struktur ruang jamak, kemajuan teknologi, dan filosofi pembangunan wilayah dan kota Identifikasi tentang pengambil keputusan terhadap pembangunan kota Kepedulian masyarakat pinggiran metropolitan terhadap pemantauan pembangunan Identifikasi koordinasi pembangunan dalam konteks keragaman geografis Latihan merumuskan peran pemangku kepentingan secara inovatif Identifikasi skala pembangunan kota dan upaya mengurangi ketimpangan wilayah (struktur ruang regional) Latihan melakukan audit komunikasi untuk konteks tata ruang Pengembangan kota kecil secara inovatif dengan memperhatikan struktur ruang regional Tanggapan masyarakat terhadap pembangunan kota dan manfaat perangkat telekomunikasi yang digunakan Identifikasi peran pemangku kepentingan untuk dalam proses perencanaan yang lebih baik (peningkatan kapasitas, dan peningkatan pelayanan masyarakat) UV UEUR UR UE UV UVUV-URURUV UR UR
  15. 15. TOPPbgt
  16. 16. TOPPbgtBerbasis kepada keputusan: Pergeseran dari teknik kepakaran kepada keterbukaan teknologi
  17. 17. TOPPbgtKeterhubungan lateral: Pergeseran dari pekerjaan individu kepada partisipasi interaktif
  18. 18. TOPPbgtProduk strategis: Penyelesaian persoalan menuju kemajuan inkremental
  19. 19. bgtTOPPKeberlanjutan siklikal: Pergeseran dari prosedur rutin kepada proses pembelajaran
  20. 20. bgtTOPPBisnis berkelanjutan Keterkaitan antara pertimbangan bisnis dengan riset universitas serta efektivitas regulasi pemerintah Tindakan kolektif terhadap keterbatasan daya dukung lingkungan
  21. 21. bgtTOPPKerangka kebijakan Dari internal setting, pengakomodasian seting global, sampai kepada setting prioritas pada konteks global Water-energy-health-agriculture-biodiversity
  22. 22. TOPPbgtFase pembangunan dan pendekatan: Teknik, tempat dan skala yang tepat