Konfigurasi elektron

  • View
    151

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Anang Andika Putra Siswanto - X IIS 4 - 04

Text of Konfigurasi elektron

  • 1. DISUSUN OLEH :1. ANANG ANDIKA PUTRA2. ANDRIYANI KARTIKASARI3. MONYCA HERLYNA YANTI4. NUR ROHMAWATI5. PUTRI MARDITA SARI

2. Konfigurasi Elektron adalah susunan elektron-elektronpada sebuah atom. Susunan elektron pada sebuahatom tidak sembarangan tetapi mengikuti pola atau rumusatau kaidah tertentu yang telah ditetapkan oleh para ahlikimia yang khusus mempelajari tentang konfigurasielektron. Pada Ilmu Kimia, diterapkan tiga aturan dasaratau azas penting yang menjadi dasar penyusunankonfigurasi elektron suatu atom yaitu aturan Aufbau,larangan pauli dan aturan hund. Masing-masing prinsipini menjelaskan tentang konfigurasi elektron yangmungkin terjadi pada suatu atom dengan peraturan-peraturanyang mengikat dan harus terpenuhi. 3. a. Aturan Aufbau Menurut prinsip Aufbau, pada kondisi normal atau padatingkat dasar, elektron akan menempati orbital yangmemiliki energy terendah terlebih dahulu dan diteruskanke orbital yang memiliki energi lebih tinggi. Untukmemudahkan dalam pengisian electron diberikan tahap-tahappengisian elektron dengan menggunakan jembataningatan sebagai berikut: 4. Arah anak panah menyatakan urutan pengisian orbital. Dengandemikian urutan pengisian elektron berdasarkan gambartersebut berurut-urut 1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p, 5s, 4d, 5p,dan seterusnya. Pengisian elektron harus satu persatu dansetiap orbital hanya boleh diisi oleh maksimal 2 elektron. 5. b. Larangan PauliPauli mengemukakan hipotesisnya yangmenyatakan bahwa dalam satu atom tidak mungkindua elektron mempunyai keempat bilangan kuantumsama. Misal, 2 elektron akan menempati subkulit 1s.Tiga bilangan kuantum pertama akan mempunyainilai yang sama (n = 1, l = 0, m = 0). Untuk itubilangan kuantum yang terakhir, yaitu bilangankuantum spin(s) harus mempunyai nilai berbeda +1/2dan -1/2.Dengan kata lain, setiap orbital maksimal hanyadapat terisi 2 elektron dengan arah spin berlawanan. 6. c. Aturan HundFrederick Hund, 1927 (dikenal Hund) mengatakanbahwa pengisian elektron pada orbital yang setingkat(energinya sama) dalam satu orbital adalah satu persatu dengan arah spin yang sama sebelumberpasangan. Asas ini dikemukakan berdasarkanpenalaran bahwa energi tolak-menolak antara duaelektron akan minimum jika jarak antara elektronberjauhan. Untuk lebih memahaminya, perhatikangambaran pengisian elektron pada orbital p. 7. Contoh pengisian yang benar:Contoh pengisian yang salah: 8. Untuk penulisan konfigurasi elektron yangmempunyai jumlah elektron besar dapat dilakukanpenyederhanaan. Penyederhanaan dilakukan denganmenuliskan simbol dari unsur gas mulia yang mempunyainomor atom di bawahnya, diikuti dengan penulisankekurangan jumlah elektron setelah gas mulia tersebut. 9. d. Penyimpangan konfigurasielektron Berdasarkan eksperimen, terdapat penyimpangankonfigurasi elektron dalam pengisian elektron.Penyimpangan pengisian elektron ditemui pada elektronyang terdapat pada orbital subkulit d dan f. Penyimpanganpada orbital subkulit d dikarenakan orbital yang setengahpenuh (d5) atau penuh (d10) bersifat lebih stabildibandingkan dengan orbital yang hampir setengah penuh(d4) atau hampir penuh (d8 atau d9). Dengan demikian,jika electron terluar berakhir pada d4, d8 atau d9 tersebut,maka satu atau semua elektron pada orbital s (yang beradapada tingkat energi yang lebih rendah dari d) pindah keorbital subkulit d. 10. Lihat beberapa contoh dalam Tabel 1.4.Pada orbital f , sebagaimana dengan penyimpangan konfigurasidalam orbital d, maka konfigurasi elektron yang berakhir padaorbital f juga mengalami penyimpangan. Penyimpangan dalampengisian elektron dalam orbital ini disebabkan oleh tingkatenergi orbital saling berdekatan hamper sama. Penyimpanganini berupa berpindahnya satu atau dua elektron dari orbital f keorbital d. 11. e. Konfigurasi IonPenulisan konfigurasi elektron di atas berlaku padaatom netral. Penulisan konfigurasi ion yangbermuatan pada dasarnya sama dengan penulisankonfigurasi elektron pada atom netral. Atombermuatan positif (misalnya +x) terbentuk karenaatom netral melepaskan elektron pada kulit terluarnyasebanyak x, sedangkan ion negatif (misalnya y)terbentuk karena menarik elektron sebanyak y.Penulisan konfigurasi elektronnya hanya menambahatau mengurangi elektron yang dilepas atau ditambahsesuai dengan aturan penulisan konfigurasi elektron.Ini berlaku untuk semua unsur yang membentuk ion,termasuk unsur transisi. 12. Perhatikan contoh berikut: