12
PEMBUATAN TEMPE DAN TAHU BERSIH DAN SEHAT 1. LATAR BELAKANG Tempe merupakan salah satu makanan yang sering di konsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tempe merupakan salah satu produk olahan berbasis bioteknologi. Seperti yang sudah kita ketahui tempe merupakan makanan yang sehat dan bergizi tinggi. Metode ini sebenarnya telah di lakukan sejak jaman dahulu, tetapi hal ini belum disadari oleh masyarakat umum. 2. TUJUAN Namun apa jadinya jika makanan yang seharusnya menyehatkan ini di olah dengan cara yang tidak benar. Maksudnya? Adalah, Ya. Jika kita menonton tayangan berita Investigasi yang ditayangkan oleh salah satu TV swasta Nasional di Indonesia beberapa waktu yang lalu. Maka kita akan mulai menyadari akan hal ini. Dalam tayangan tersebut sangat jelas dikisahkan dan terbukti dengan sangat jelas ada beberapa pengusaha temped an tahu yang secara terang terangan tertangkap kamera mengaku bahwa menggunakan pengawet dalam proses pembuatan tempe dan tahu. Menurutnya adalah suatu hal yang biasa dalam indutri pembuatan tempe dan tahu menggunakan bahan pengawet.

Pembuatan Tahu dan Tempe

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pembuatan Tahu dan Tempe

Citation preview

Page 1: Pembuatan Tahu dan Tempe

PEMBUATAN TEMPE DAN TAHU

BERSIH DAN SEHAT

1. LATAR BELAKANG

Tempe merupakan salah satu makanan yang sering di konsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tempe merupakan salah satu produk olahan berbasis bioteknologi. Seperti yang sudah kita ketahui tempe merupakan makanan yang sehat dan bergizi tinggi. Metode ini sebenarnya telah di lakukan sejak jaman dahulu, tetapi hal ini belum disadari oleh masyarakat umum.

2. TUJUAN

Namun apa jadinya jika makanan yang seharusnya menyehatkan ini di

olah dengan cara yang tidak benar.

Maksudnya? Adalah, Ya. Jika kita menonton tayangan berita Investigasi

yang ditayangkan oleh salah satu TV swasta Nasional di Indonesia beberapa

waktu yang lalu. Maka kita akan mulai menyadari akan hal ini. Dalam

tayangan tersebut sangat jelas dikisahkan dan terbukti dengan sangat jelas

ada beberapa pengusaha temped an tahu yang secara terang – terangan

tertangkap kamera mengaku bahwa menggunakan pengawet dalam proses

pembuatan tempe dan tahu. Menurutnya adalah suatu hal yang biasa dalam

indutri pembuatan tempe dan tahu menggunakan bahan pengawet.

Page 2: Pembuatan Tahu dan Tempe

ANALISIS USAHA TEMPE

Mari kita mencoba menghitung mulai dari target produksi tempe kedelai yang diharapkan, lalu

kebutuhan biaya termasuk investasi peralatan, dan akhirnya keuntungan yang didapatkan. Namun

sebelumnya, tentu kita telah mempersiapkan dan merencanakan kegiatan usaha tempe ini :

o Nama Produk : tempe kedelai

o Kebutuhan bahan baku per hari 1 Ton kedelai

o Hasil produksi tempe per hari 7500 bungkus

o Harga tempe per bungkus Rp. 500,-

o Perode produki 1 bulan = 25 hari kerja

Dengan demikian dalam waktu satu bulan dapat dihitung sebagai berikut :

a. Outflow (Produksi)

• Produksi tempe per bulan = 25 x 7500

= 187.500 bungkus

• Nilai produksi per bulan = 187.500 x Rp. 500,00

= Rp. 93.750.000,00

b. Kebutuhan Peralatan

No. Nama alat Jumlah Nilai Umur Penyusutan

1. Tungku 6 buah Rp. 150.000,00 2 tahun Rp.

2. Panci 12 buah Rp. 120.000,00 2 tahun Rp.

3. Ember 8 buah Rp. 128.000,00 2tahun Rp.

4. Tampah 8 buah Rp. 86.000,00 1 tahun Rp.

5. Tenggok 8 buah Rp. 148.000,00 1 tahun Rp.

6. Karung goni 15 buah Rp. 75.000,00 1 tahun Rp.

7. Dandang 9 buah Rp. 180.000,00 2 tahun Rp.

T o t a l Rp. 887.000,00 Rp.

c. Inflow (Biaya-biaya)

1. Penyusutan alat = Rp.

2. Sewa tempat/gudang = Rp. 500.000

3. Kedelai = 100 x 25 x Rp. 3.350,00 = Rp. 8.375.000

4. Laru= 375 kg x Rp. 4.000,00 = Rp. 1.500.000

5. Kayu bakar = 25 x Rp. 10.000,00 = Rp. 250.000

6. Daun pisang dan kertas

150 x Rp. 1000,00 = Rp. 150.000

7. Tenaga kerja :

- Penyotiran =

15 HKL x Rp. 4.500,00 = Rp. 67.500,00

- Peredaman =

15 HKL x Rp. 4.500,00 = Rp. 67.500,00

Page 3: Pembuatan Tahu dan Tempe

- Perebusan =

15 HKL x Rp. 4.500,00 = Rp. 67.500,00

- Pencucian =

15 HKL x Rp. 4.500,00 = Rp. 67.500,00

- Peragian =

17 HKL x Rp. 4.500,00 = Rp. 76.500,00

- Pembungkusan =

17 HKL x Rp. 4.500,00 = Rp. 76.500,00

- Pemeraman =

17 HKL x Rp. 4.500,00 = Rp. 76.500,00

Subtotal (7) = Rp. 499.500,00

Total biaya (1 s/d 7 ) = Rp.

d. Keuntungan

1. Nilai produksi = Rp. 93.750.000,00

2. Total biaya = Rp.

3 Keuntungan per bulan = Rp

Analisa Usaha Produksi Tahu. Tahu merupakan makanan asli Indonesia yang disukai oleh

hampir seluruh masyarakat Indonesia, yang berasal dari kacang kedelai. Tahu memiliki rasa yang

khas dan memiliki kandungan gizi yang tinggi selain itu Tahu mengandung nutrisi kompleks

yang mudah diserap oleh tubuh, harganya pun cukup terjangkau dan rasanya pun lezat. Tahu

dapat diolah menjadi berbagai macam olahan makanan dan dapat dengan mudah dijumpai mulai

dari pasar tradisional, minimarket, swalayan, supermarket dan pasar modern lainnya. Permintaan

pasar terhadap Tahu pun relatif stabil

Peluang Usaha Tahu sangat menjanjikan keuntungan, selain relatif mudah dalam proses

pembuatannya dan relatif mudah dalam hal pemasarannya karena Tahu termasuk makanan

favorit semua kalangan. Usaha Tahu ini menyerap banyak tenaga kerja, ini merupakan potensi

yang bernilai ekonomi bagi Anda yang ingin terjun dalam usaha Tahu, modal usaha yang

dibutuhkan untuk memulai usaha ini tidak terlalu besar, usaha ini cukup dilakukan dengan

managemen yang sederhana. Dengan Keuletan, kesabaran dan kedisiplinan usaha ini pasti akan

membuahkan hasil yang maksimal.

Dari Usaha Tahu ini telah menciptakan banyak pengusaha sukses. Pada umumnya pelaku Usaha

Tahu tinggal berhitung berapa pundi-pundi rupiah yang akan didapat dengan menghitung berapa

banyak Tahu yang diproduksi dan berhasil terjual setiap harinya. Luar biasa …

Page 4: Pembuatan Tahu dan Tempe

Dengan semua kelebihan Usaha Tahu, tidak lah heran bila banyak pelaku usaha baru

yang berminat untuk memulai Usaha Tahu ini. Namun sebelum Anda memulai usaha ini ada

baiknya anda melihat hasil riset di bawah ini:

Menurut Statistic dari

Small Business Administration (SBA)

50% Usaha Baru GAGAL (di Tahun pertama)

47,5% Usaha Baru lainnya GAGAL (dalam kurun 5 Tahun)

USAHA yang BERHASIL hanya 2,5%

Page 5: Pembuatan Tahu dan Tempe

Apa penyebabnya ?

Pelaku Usaha Tidak mampu menyelesaikan

Permasalahan-permasalahan Usaha

karena

Sumber Referensi Usaha Mereka

Tidak memberikan Informasi yang memadai

(Yang Seharusnya mereka butuhkan)

Page 6: Pembuatan Tahu dan Tempe

Cara Membuat Tempe

Tahu dan tempe adalah makanan tradisional asli Indonesia dan sudah menyebar ke sebagian besar

masyarakat Indonesia, tapi saat ini Usaha kecil membuat Tahu dan tempe sudah menyebar keseluruh

penjuru dunia. Kalangan vegetarian di seluruh dunia banyak yang sudah menggunakan tempe sebagai

pengganti daging. Akibatnya saat ini tahu dan tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, bukan

hanya di Indonesia. Tapi juga Amerika, jepang, Korea, Timur tengah dan negara lainnya.

Page 7: Pembuatan Tahu dan Tempe

Cara membuat tempe ini sudah dikerjakan masyarakat Indonesia khususnya bermula dari masyarakat

Jawa selama beberapa abad yang lalu dengan cara pembuatan yang masih sangat sederhana. Ada

berbagai bahan dasar yang bisa digunakan dalam pembuatan tempe, tetapi yang paling populer dan

paling banyak digunakan adalah tempe berbahan dasar kedelai.

Guna mendapat tempe yang berkwalitas bagus, maka kedelai yang dipakai harus juga yang berkwalitas

bagus dan tidak bercampur dengan biji bijian yang lain, seperti jagung, kacang hijau dan biji bijian

lainnya. Disamping itu, prosedur pengolahan juga mesti dilakukan dengan teliti. Cara pembuatan tempe

pada dasarnya merupakan proses menumbuhkan spora jamur tempe, yaitu Rhizopus sp, pada biji

kedelai.

Di dalam pertumbuhannya, Rhizopus sp. membentuk benang benang yang di kenal sebagai benang hifa.

Benang benang hifa itu mengikatkan biji kedalai yang satu dengan biji kedelai yang lain, hingga biji biji

kedelai itu membentuk suatu massa yang kompak. Massa kedelai itulah yang selanjutnya disebut

sebagai tempe.

Di masa pertumbuhannya, jamur Rhizopus sp ini pula menghasilkan enzim yang bisa menguraikan

protein yang berada didalam biji kedelai, hingga protein protein di dalam biji kedelai ini gampang

dicerna. Dalam masa pertumbuhan jamur Rhizopus sp. Selain Rhizopus, diperkirakan ada beberapa

jenis mikroorganisme lain yang mungkin turut campur, tapi tidak memberikan aktifitas yang nyata.

Tapi, aktifitas yang nyata dari mikroorganisme yang mungkin turut campur ini bisa terlihat sesudah

aktifitas pertumbuhan Rhizopus sp. melampaui masa optimumnya, yaitu sesudah terbentuknya spora

spora baru yang berwarna putih kehitaman. Ini bisa diketahui, terutama pada tempe yang di biarkan

atau di simpan di dalam suhu kamar, yakni dengan terciumnya bau amoniak. Terciumnya bau amoniak

pada tempe menunjukkan bahwa tempe tersebut telah mulai mengalami pembusukan. Bau amoniak ini

masih terasa meskipun tempe sudah dimasak, dan bisa menurunkan cita rasa konsumen.

Oleh sebab itu, supaya didapat tempe yang berkwalitas bagus serta tahan agak lama, maka selama

proses cara membuat tempe mesti diperhatikan mengenai sanitasi serta kemurnian bibit (inokulum)

yang akan digunakan.

Berikut Cara Membuat Tempe

A. Peralatan Yang Dibutuhkan

Baskom Saringan Dandang Kipas Angin / Kipas Sotel kayu Tampah

Page 8: Pembuatan Tahu dan Tempe

Kompor Dan Peralatan lain yang diperlukan

B. Bahan Membuat Tempe

Kacang kedelai Ragi tempe atau biakan murni Rhizopus sp. Kantung plastik, atau daun pisang, atau daun jati untuk membungkus tempe

C. Cara Membuat Tempe

1. Cucilah tampah, ayakan, kipas dan peralatan lain yang akan digunakan, setelah itu keringkan. 2. Bersihkan kedelai dari bahan bahan lain yang tercampur, setelah itu cuci sampai bersih. 3. Rendam kedelai yang sudah dicuci bersih selama 12 hingga 18 jam dengan air dingin biasa

(proses hidrasi agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin ). 4. Kupas kulit biji kedelai yang sudah lunak, setelah itu cuci dan bilas dengan menggunakan air

bersih. 5. Kukus atau rebus biji kedelai tersebut hingga empuk. 6. Sesudah biji kedelai terasa empuk, tuangkan biji kedelai tersebut ke dalam tampah yang sudah

dibersihkan, setelah itu diangin angin dengan kipas atau kipas angin sambil diaduk aduk sampai biji kedelai tersebut terasa hangat.

7. Taburkan ragi tempe Rhizopus sp. yang sudah disiapkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk aduk hingga merata (1,5 gram ragi tempe untuk 2 kg kedelai).

8. Siapkan kantung plastik atau daun pisang, atau daun jati guna membungkus tempe. Jika kantung plastik yang dipakai untuk membungkus, buatlah lubang lubang kecil pada kantong tersebut menggunakan tootpick atau garpu.

9. Masukan kedelai yang sudah diberi ragi tempe Rhizopus sp. ke dalam pembungkusnya, atur takaran berat dan ketebalannya sesuai dengan selera atau ukuran standar jual

10. Proses fermentasi kacang kedelai ini pada suhu kamar selama satu atau dua hari atau sampai semua permukaan kacang kedelai tertutupi jamur.

11. Tempe siap di masak atau di jual.

Tidak sulit mencari jajanan keripik tempe, khususnya di daerah Jawa.

Tetapi keripik tempe asal kampung Sanan, di kota Malang, Jawa Timur

diklaim beda dari keripik tempe umumnya. Masyarakat kampung Sanan

memang sudah turun-temurun membuat tempe. Kampung yang berada di

pusat kota ini, memang menjadi sentra industri keripik tempe. Masuk

gapura kampung berjejer kios-kios menjual keripik tempe. Masuk kearah

lebih dalam lagi, pemandangan makin nyata rumah-rumah penduduk

menjadi tempat produksi keripik tempe sekaligus produksi tempe. Keripik

tempe sebenarnya merupakan usaha yang relatif baru di kampung Sanan.

Page 9: Pembuatan Tahu dan Tempe

Dulu, orang-orang kampung hanya memproduksi tempe untuk dijual di

pasar-pasar sekitar kota Malang. Jadi, pada awalnya, keripik tempe hanya

merupakan produk sampingan. Jika tempe yang dijual di pasar tidak habis,

maka dibuat keripik tempe, hal ini dilakukan untuk menghindari kerugian.

Karena setelah dibuat keripik, umur kadaluwarsanya bertambah, selain itu

nilai produknya juga ikut terangkat.

SEGMENTASI PEMASARAN KERIPIK TEMPE SANAN

Pemasaran keripik tempe sanan ditujukan untuk semua kalangan

masyarakat dan berbagai tingkat usia yang menggemarinya. Lebih

khususnya ditujukan pada orang-orang penggemar camilan atau makanan

ringan. Awalnya segmentasi geografis keripik tempe Sanan masih berkutat

pada skala domestik namun seiring dengan meningkatnya permintaan,

keripik asli kota Malang berinovasi dan berekspansi hingga skala

Internasional. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya permintaan ekspor ke

Negara lain seperti negara Amerika Serikat. Dengan adanya inovasi tempe

seperti yang dilakukan oleh keripik tempe Sanan tidak mengherankan jika

respons masyarakat sangat baik dan target pemasaran nya pun mencakup

Page 10: Pembuatan Tahu dan Tempe

semua usia. Meningkatnya permintaan akan keripik tempe juga didukung

oleh harga keripik yang terjangkau bagi masyarakat baik lapisan atas

maupun bawah. Harganya berkisar dari 5000-6500 per bungkusnya. Keripik

tempe diminati bukan hanya karena harga atau rasa keripiknya yang enak

melainkan juga karena gizi dari tempe tersebut yang mengandung protein

yang berguna untuk menjaga kesehatan.

Segmentasi Psikografis yang tersirat dari pemasaran keripik tempe adalah

suasana kekeluargaan karena keripik tempe bisa menjadi hidangan untuk

mengobrol bersama teman dan keluarga

Kesimpulan :

Segmentasi Pasar Konsumen

· Segmentasi Geografis : Nasional merambah global (diekspor)

· Segmentasi Demografis

o Usia : Semua usia

o Penghasilan : Terjangkau oleh semua kalangan ekonomi atas hingga bawah

o Jenis Kelamin : Semua gender

o Kelas sosial : Semua tingkat kelas sosial

· Segmentasi Perilaku :

o Manfaat : Selain sebagai camilan yang murah, enak dan harga yang

terjangkau, tempe memiliki kandungan protein nabati yang berguna bagi

kesehatan yakni menjaga keseimbangan gizi dalam tubuh.

· Segmentasi Psikografis : Kekeluargaan dan sosial masyarakat.

Page 11: Pembuatan Tahu dan Tempe

Tahapan-Tahapan Branding

· Brand Unaware : Pada mulanya masyarakat Sanan hanya memproduksi

tempe bukan kerpik tempe. Namun saat tempe mereka tidak terjual

seluruhnya, mereka menginovasi tempe tersebut menjadi keripik tempe

dengan berbagai varian rasa sehingga masa menuju kadaluarsanya semakin

lama daripada tempe biasa.

· Brand Awareness : Tahap kesadaran masyarakat terhadap keberadaan

keripik tempe sudah tercapai terbukti dengan banyaknya masyarakat yang

gemar makan keripik tempe bahkan manjadikan keripik tempe sebagai

camilan wajibnya.

· Brand Recognition : Setelah tahap awareness tercapai, tahap berikutnya

adalah brand recognition, dimana masyarakat mengenal bahwa keripik

tempe adalah makanan yang enak, murah, bergizi, dan tetap terjangkau.

· Brand Assosiation : Asosiasi masyarakat terhadap keripik tempe bahwa

keripik tempe merupakan makanan keluarga dari berbagai lapisan ekonomi

baik ekonomi atas, menengah, hingga bawah. Keripik tempe merupakan

oleh-oleh khas Malang tepatnya diproduksi di Kampung Sanan Malang.

· Top of Mind : Keripik tempe belum menjadi top of mind selama tahap

perkembangannya. Jika orang membicarakan oleh-oleh khas kota Malang

Page 12: Pembuatan Tahu dan Tempe

maka yang langsung terlintas di benak masyarakat bukan keripik tempe

melainkan Apel Malang.