Paparan pdt bedah desa kemenhub

  • View
    647

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of Paparan pdt bedah desa kemenhub

  • 1. KOORDINASI, SINKRONISASI DAN EVALUASIPERENCANAAN PEMBANGUNAN PERDESAAN DIDAERAH TERTINGGAL Biro Perencanaan Kementerian Perhubungan Jakarta, 4 April 2012

2. SASARAN TRANSPORTASI KETERHUBUNGANPerbatasan maritim dengan 10 negara : Australia, Thailand, PapuaNugini, India, Vietnam, Timor Leste, Malaysia, Filipina, Singapura dan Palau.Perbatasan Darat dengan 3 Negara : Malaysia, Papua Nugini, Timor LesteMemerlukan Transportasi Udara INDONESIA NEGARA KEPULAUAN untuk menyatukan seluruh TERBESAR DI DUNIAwilayah nusantara Jumlah Pulau : 17.504 Garis Pantai : 81.000 kmKETERHUBUNGAN Luas wilayah daratan : 1,9 KM2 Luas wilayah Lautan: 5,8 juta km2 - Laut Teritorial: 0,8 juta km2Memerlukan Transportasi Laut - Laut Nusantara : 2,3 juta km2dan Penyeberangan untuk - ZEE: 2,7 juta km2menyatukan pulau-pulau2 3. PERMASALAHAN INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI Terbatasnya jumlah dan belum memadainya kondisisarana dan prasarana transportasi Bottleneck Kebijakan dan perencanaan transportasi masihbersifat parsial baik sektoral maupun kedaerahan; Pendanaan yang masih terbatas; Kondisi geografis dan wilayah;3 4. 1. Menyediakan jaringan prasarana dan pelayanan dalam mendukung distribusi barang dan jasa. 2. Menyediakan jaringan prasarana dan pelayanan untuk meningkatkan konektivitas di berbagai wilayah. 3. Meningkatkan keterpaduan pelayanan angkutan antarmoda/multimodaKEBIJAKAN 4. Mengatur tarif angkutan terutama pada angkutan perintisPENGEMBANGAN dan penumpang ekonomi.TRANSPORTASI DALAM MELAYANI DAERAH- DAERAH TERPENCIL 5. Memberikan subsidi operasi kepada angkutan daerah terpencil, terbelakang dan perbatasan. 6. Meningkatkan konektivitas pelayanan perintis dengan angkutan komersial. 5. 25 6. PRINSIP PELAYANANTRANSPORTASI Promoting dimaksudkan untuk melayani daerah yang masih Servicing dimaksudkan untuktertinggal yang diwujudkan dalam melayani permintaan yang sudahbentuk pelayanan transportasi bersubsidi atau pelayanan komersial. transportasi perintis. 7. SISTEM TRANSPORTASI NASIONAL(SISTRANAS)SISTRANASSISLOGNASUU TataUU 26/2007 ttg UU 22/2009 UU 23/2007UU 17/2008 UU 1/2009 ttg Cetak Biru Logistik Tata RuangRuangttg LLAJ ttg KA ttg Pelayaran Penerbangan NasionalRencanaTata TatananTatananTatanan RuangKA Kepelabuhanan KebandarudaraanWilayahNasional Nasional NasionalNasionalCetak Biru Sistem MultimodaRencanaJaringan Rencana IndukRencana Induk Rencana IndukRencana IndukJalanLLAJKA PelabuhanBandar UdaraNasionalSISTRANAS merupakan suatu sistem pelayanan jasa transportasi yang saling berinteraksi secara efektif dan efisien yang terdiri dari transportasi jalan, kereta api, sungai dan danau, penyeberangan, laut, udara, serta transportasi pipa.SISTRANAS berfungsi sebagai unsur penunjang yang menyediakan jasa transportasi untuk memenuhi kebutuhan sektor lain, mengerakan pembangunan, serta sebagai industri jasa. Selain itu, SISTRANAS juga berfungsi sebagai unsur pendorong untuk menghubungkan daerah terisolasi maupun berkembang guna menumbuhkan perekonomian.SISTRANAS merupakan acuan dari dokumen-dokumen perencanaan transportasi yang ada di masing-masing sub sektor. Rencana-rencana transportasi tersebut juga mengakomodasi kebutuhan dari Sistem Logistik Nasional (Sislognas) dan disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN).7 8. VISI TRANSPORTASITerwujudnya Pelayanan Transportasi Yang Handal,Berdaya Saing dan Memberikan Nilai TambahKEBIJAKANKEMENTERIAN PERHUBUNGANTARGET PERTUMBUHANTAHUN 2010-2014DAN PEMBIAYAAN TRANSPORTASI SESUAI2013Mempercepat pelaksanaan penyelenggaraan konektivitas RENSTRA 2010-2014wilayah melalui penyediaan sarana/prasarana transportasiEKONOMI (6,7%)yang handal TRANSPORTASI (10,05%)PEMBIAYAAN 351,77 TMeningkatkan keselamatan dan keamanan dalam rangka2011peningkatan pelayanan kepada masyarakat sebagai EKONOMI (6,0%) pengguna jasa transportasi TRANSPORTASI (9,0%)PEMBIAYAAN 294,46 T2014 Membuka ruang seluas-luasnya kepada Pemda sesuai EKONOMI (7,0%) kewenangannya untuk menyelenggarakan sarana danprasarana transportasi 2012 TRANSPORTASI (10,5%) EKONOMI (6,4%) PEMBIAYAAN 387,12 T TRANSPORTASI (9,6%) PEMBIAYAAN 320,96 TMeningkatkan peran masyarakat, BUMN, dan swasta dalam penyediaan infrastruktur sektor transportasi2010EKONOMI (5,5%) Meningkatkan kualitas SDM transportasi gunaTRANSPORTASI (8,25%)mewujudkan penyelenggaraan transportasi yanghandal, efisien dan efektif PEMBIAYAAN 272,04 TMendorong pembangunan transporasi berkelanjutanmelalui pengembangan teknologi transportasi yang ramahlingkungan 9. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI DALAM MELAYANI DAERAH-DAERAH TERPENCIL 2. Menyediakan 1. Menyediakan4. Mengatur tarif 5. Memberikan subsidi jaringan prasarana dan3. Meningkatkan 6. Meningkatkanjaringan prasarana danangkutan terutamaoperasi kepada pelayanan untukketerpaduan pelayanan konektivitas pelayananpelayanan dalam pada angkutan perintisangkutan daerahmeningkatkan angkutanperintis dengan mendukung distribusidan penumpang terpencil, terbelakangkonektivitas di antarmoda/multimodaangkutan komersial.barang dan jasa. ekonomi. dan perbatasan.berbagai wilayah. 10. PROGRAM KEMENHUB DALAMMENDUKUNG PROGRAM BEDAH DESA 11. LOKASI BEDAH DESA 2012No. ProvinsKabupaten NoProvinsiKabupaten No. ProvinsKabupaten i. i1 AcehAceh Selatan 7Jawa Barat Sukabumi12Sulteng Tojo Una UnaBener Meriah Garut Morowali2 SumselEmpat8Jawa Timur Situbondo Sigi, BanggaiLawangLahatPamekasan 13KaltimKutai Barat3 BengkuKaur 9Kalbar SambasMalinauluKepahiangSanggau 14MalukuBuru4 Lampu LampungBengkayangMaltengngBaratLampung10 NTBBima15Malut Halm.TghUtara5 Babel Bangka Lombok Tengah Halm. UtaraSelatan6 BantenLebakLombok Timur16Papua Biak Numfor 12. PROGRAM KEMENHUB DALAM MENDUKUNGDAERAH TERTINGGAL Subsidi operasi angkutan bus perintis Subsidi angkutan penyeberangan perintis berupa pembukaan trayek /ruas, pengadaan dan rekondisi kapal penyeberangan perintis sertapembangunan dermaga penyeberangan perintis Subsidi operasi angkutan laut perintis berupa pembukaan trayek /ruas, pengadaan kapal perintis serta pembangunan dermaga yang akandisinggahi kapal laut perintis Pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan sarana bantu navigasipelayaran antara lain rambu suar dan menara suar dengan prioritas diwilayah perbatasan negara / pulau-pulau terluar Subsidi dalam bentuk Public Service Obligation (PSO) kepada kapal-kapalPT. PELNI yang menjalankan tugas dari Pemerintah untuk menjaminaksesibilitas dari / ke wilayah tertinggal dan kawasan perbatasan negara Subsidi operasi angkutan udara perintis berupa pembukaan trayek / ruasdan pembangunan / rehabilitasi Bandara yang disinggahi penerbanganperintis serta subsidi angkutan BBM untuk perintis udara 13. PELAYANAN KEPERINTISAN ANGKUTAN JALAN2012 NAD : 8 lintasan Sumut : 8 lintasanKaltim : 3 lintasan Sulut : 8 lintasan Kepri : 4 lintasanGorontalo : 9 lintasanSumbar : 4 lintasan Malut : 5 lintasan Kalbar : 1 lintasanJambi : 8 lintasanSulteng : 8 lintasan Papua Barat : 9 lintasanKalteng : 3 lintasan Babel : 7 lintasanBengkulu : 5 lintasanMaluku : 5 lintasan Kalsel : 3 lintasanSulbar : 4 lintasanPapua : 6 lintasanSumsel : 8 lintasanLampung : 3 lintasan Sultra : 7 lintasan Banten : 3 lintasanKETERANGAN : KETERANGAN NTB : 8 lintasan LOKASI NTT : 4 stasiun, 31 trayek BUS PERINTIS 14. PERKEMBANGAN PENGADAAN BUS PERINTIS NOTAHUNJUMLAH12004 522005 1032006 1942007 3052008 3162009 7872010 3782011 489201260** : Berdasarkan Pagu Definitif 2012 15. Keterangan :MALAHAYATI LHOKSEUMAWE Daerah Tertinggal BELAWAN Daerah Maju NATUNALIRUNG TAREMPAMIDAINUNUKANTAHUNA KUALA TANJUNGLETUNGSERASANTARAKANSIAU SIBOLGABERAU GALELA DUMAISINGAPORE GN. SITOLI/NIASTOBELO TJ.BALAI BATAMTAMBELANTOLI TOLI BITUNG TERNATE SANGKULIRANG KWANDANGKIJANG BENGALON GORONTALOGEBE KUALA ENOK PONTIANAK SENGATA TOGIAN SARIBU/NUMFOR PADANG BONTANG PANTOLOAN SAMARINDA SORONG BIAKPALU POSOBALIKPAPAN LUWUKMANOKWARI MUNTOK BLINYUKETAPANGKOLONEDALE BANGGAITEMINABUAN SERUIPALEMBANGFAK FAK WAREN SARMI JAYAPURAKUMAII SAMPITBELANG BELANG AMAHAI WASIORTg. PANDAN/BELITUNGNABIRE BANJARMASIN BATU LICIN PALOPO AMBON GESER KAIMANANAMLEA BENGKULU PARE PARE KENDARIBANDAKARIMUN BIRINGKASI RAHATIMIKAPANJANGBAWEAN MAKASSARTUAL DOBOENGGANO LAMPUNGBAU BAU WANCIAGATS TG.PRIOKCIGADING KANGEAN CIREBON SEMARANGSURABAYA KISAR SAUMLAKI CILACAPBANYUWANGILEMBAR BADAS MAUMERE LARANTUKAKALABAHIMERAUKELABUHAN BAJODENPASAR BIMAENDE DILIWAINGAPU KUPANGSABUROTE 16. JARINGAN TRAYEK PELAYARAN PERINTIS TAHUN ANGGARAN 2012MALAHAYATI LHOKSEUMAWEMiangas Karatung Marore BELAWANKakorotanMALAYSIAKawio Essang Geme Rainis RanaiBeo MelonguaneMatutuangSedanau NUNUKAN KawalusoLirungMangarang Tapak Tuan LipangTarempa TARAKAN P. SimeulueLetungMidaiMakalehiP. BanyakBAGANSIAPIAPISerasanTANJUNG SELORBereberePehe Daruba LahewaAfulu DUMAI Biaro Dama TobeloSIBOLGABATAM LolasitaP. Mafia SolanakakSINTETETOLI TOLIBITUNG Mayau Wasilei WayamliSirombuPEKANBARU TG. PINANG BicoliBuli Sehe Tifure Tl.DalamSIAK Tambelan SANGKULIRANGMoti PenitiWerur GemiaBoluta BENGALONGORONTALOGitaSaribiP. TelloTEMBILAHAN SENGATA WedaMiosbipondi Saeru PopoliiKayoa PONTIANAK BONTANGMafa Jenggerbun Sigologolo IndariSAMARINDA Besui SausaporKorido Singapokna Sinaki PAGIMANASORONGBIAK PALUArefi Sikabaluan Srilagui AmpanaMeosmengkara MANOKWARIM.Saibi SiberutBALIKPAPANPoomPoso Waigama/TeminabuanSeruiSaumanuk MUNTOK TAYINTeba MisolSarmi Sioban KETAPANGKolonedaleFafanlap BintuniKaipuriSanana Gela Berilau PALEMBANG KowedaD. RombebaiJAYAPURATg. Pandan/BelitungKUMAIIKobisonta/ Bula KobisadarBaboWarenAmahaiWapogaTrimurisPULANG PISAU FakfakGorom/Pegatan WatunohoBulaOndorMaliku NabireKasonaweja Bahaur AmahaiToheruBENGKULUKOTA BARUParepare KENDARI Leksula WerinamaBandaNamroleAMBONP. Kerayan Kolaka P.Ambalau Ulima/GeserLarearea/ P.KesuiP. Tior Tanah merahSinjai PomakoElatLAMPUNG MarabatuanBiringkasiMaligan KaimerBoepinang Maradapan Raha P.Kur SikeliDobo Serua MAKASSAR BanabungiP. Toyando Bebar/Ampera WulurMasalembo Teon PANJANG BAWEAN Burunga (P.Kaledupa) Benjina Nila Usuku(P.Tomia) TUALGententiriKalar kalar SelayarPapalia KayuadiBatu atas (P.