5
BAB I PENGANGGARAN Penganggaran adalah proses penyusunan anggaran, yang dimulai pembuatan panitia, pengumpulan dan pengklasifikasian data, pengajuan rencana kerja fisik dan keuangan tiap tiap seksi, bagian, divisi, penyusunan secara menyeluruh, merevisi dan mengajukan kepada pimpinan pncak untuk disetujui dan dilaksanakan. Anggaran adalah rencana kerja yang dituangkan dalam angka angka keuangan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Beberapa pengertian tentang anggaran antara lain sebagai berikut: 1. Anggaran dapat berupa anggaran fisik dan anggaran keuangan. Anggaran lazim disebut rencana kerja yang dituangkan secara tertulis dalam bentuk anga angka keuangan, lazim disebut anggaran formal. 2. Anggaran lazim disebut perencanaan dan pengendalian laba, yaitu proses yang ditujukan untuk membantu manajemen dalam perencaaan dan pengendalian secara efektif. 3. Anggaran ialah suatu perencanaan laba strategis jangka panjang, suatu perencanaan taktis laba jangka pendek suatu system akuntansi berdasarkan tanggung jawab, suatu penggunaan prinsip pengecualian yang berkeimbungan, sebagai alat untuk mencapai tujuan dan sasaran suatu organisasi. 4. Anggaran ialah rencana tentang kegiatan perusahaan yang mencakup berbagai kegiatan operasional yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain sebagai pedoman untuk mencapai tujuan dan sasaran suatu organisasi. 5. Anggaran dapat dianggap sebagai system yang memiliki kekhususan tersendiri atau sebagai sub-sistem yang memerlukan hubungan dengan subsistem lain yang ada dalam suatu organisasi atau perusahaan. 6. Anggaran dapat dianggap sebagai system yang otonom karena mempunyai sasaran serta cara cara kerja tersendiri yang merupakan satu kebulatan dan yang berbeda dengan sasaran serta cara kerja system lain yang ada dalam perusahaan. 7. Anggaran sebagai suatu sistem terdiri dari 3 lapisan yaitu: inti sistem, sub-sistem penunjang, sub-sistem lingkungan. Inti sistem ialah sasaran laba; sub-sistem penunjang ialah sebagai aktivitas yang membantu kelancaran inti sistem seperti struktur organisasi, administrasi, analisis data, angka angka standar dan sebagainya. Sub-sistem langkungan ialah lingkungan eksternal organisasi seperti ekonomi, social, politik, budaya, dan sebagainya yang mempengaruhi bekerja suatu sistem organisasi. 8. Anggaran atau budget adalah sama dengan profit planning. Perencanaan laba meliputi: perencanaan penjualan, perencanaan produksi, perencanaan penggunaan bahan baku, perencanaan bahan baku, perencanaan tenga kerja langsung, perencanaan biaya overhead, perencanaan biaya pemasaraan, perencanaan biaya umum dan administrasi dan seterusnya. Anggaran induk perusahaan dagang lebih sederhana, karena hanya membeli dan mejual barang dagangan. Manajemen harus mengadakan estimasi persediaan awal dan akhir barang dagangan agar dapat dibuat anggaran pembelian barang dagangan.

Anggaran HRD Departement

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Anggaran HRD Departement

Citation preview

Page 1: Anggaran HRD Departement

BAB I

PENGANGGARAN

Penganggaran adalah proses penyusunan anggaran, yang dimulai pembuatan panitia,

pengumpulan dan pengklasifikasian data, pengajuan rencana kerja fisik dan keuangan tiap – tiap

seksi, bagian, divisi, penyusunan secara menyeluruh, merevisi dan mengajukan kepada pimpinan

pncak untuk disetujui dan dilaksanakan. Anggaran adalah rencana kerja yang dituangkan dalam

angka – angka keuangan baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Beberapa pengertian tentang anggaran antara lain sebagai berikut:

1. Anggaran dapat berupa anggaran fisik dan anggaran keuangan. Anggaran lazim disebut

rencana kerja yang dituangkan secara tertulis dalam bentuk anga – angka keuangan, lazim

disebut anggaran formal.

2. Anggaran lazim disebut perencanaan dan pengendalian laba, yaitu proses yang ditujukan

untuk membantu manajemen dalam perencaaan dan pengendalian secara efektif.

3. Anggaran ialah suatu perencanaan laba strategis jangka panjang, suatu perencanaan taktis

laba jangka pendek suatu system akuntansi berdasarkan tanggung jawab, suatu penggunaan

prinsip pengecualian yang berkeimbungan, sebagai alat untuk mencapai tujuan dan sasaran suatu

organisasi.

4. Anggaran ialah rencana tentang kegiatan perusahaan yang mencakup berbagai kegiatan

operasional yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain sebagai pedoman

untuk mencapai tujuan dan sasaran suatu organisasi.

5. Anggaran dapat dianggap sebagai system yang memiliki kekhususan tersendiri atau sebagai

sub-sistem yang memerlukan hubungan dengan subsistem lain yang ada dalam suatu organisasi

atau perusahaan.

6. Anggaran dapat dianggap sebagai system yang otonom karena mempunyai sasaran serta cara

– cara kerja tersendiri yang merupakan satu kebulatan dan yang berbeda dengan sasaran serta

cara kerja system lain yang ada dalam perusahaan.

7. Anggaran sebagai suatu sistem terdiri dari 3 lapisan yaitu: inti sistem, sub-sistem penunjang,

sub-sistem lingkungan. Inti sistem ialah sasaran laba; sub-sistem penunjang ialah sebagai

aktivitas yang membantu kelancaran inti sistem seperti struktur organisasi, administrasi, analisis

data, angka – angka standar dan sebagainya. Sub-sistem langkungan ialah lingkungan eksternal

organisasi seperti ekonomi, social, politik, budaya, dan sebagainya yang mempengaruhi bekerja

suatu sistem organisasi.

8. Anggaran atau budget adalah sama dengan profit planning. Perencanaan laba meliputi:

perencanaan penjualan, perencanaan produksi, perencanaan penggunaan bahan baku,

perencanaan bahan baku, perencanaan tenga kerja langsung, perencanaan biaya overhead,

perencanaan biaya pemasaraan, perencanaan biaya umum dan administrasi dan seterusnya.

Anggaran induk perusahaan dagang lebih sederhana, karena hanya membeli dan mejual

barang dagangan. Manajemen harus mengadakan estimasi persediaan awal dan akhir barang

dagangan agar dapat dibuat anggaran pembelian barang dagangan.

Page 2: Anggaran HRD Departement

Anggaran perusahaan jasa sangat sederhana, tidak terlalu rumit seperti anggaran perusahaan

manufaktiur.

2.1 Model Penyusunan Anggaran

Penyusunan anggaran berdasarkan teori ialah pembuatan anggaran berdasar pengetahuan

ekonomi perusahaan, dimana titik sentral perusahaan adalah mencari laba. Penyusunan anggaran

berdasarkan praktek ialah anggaran berdasar pengalaman praktek atau berdasar historis.

Penyusunan anggaran berdasar prediksi perubahan situasi ekonomi, social, dan politik ialah

pembuatan anggaran berdasar ramalan para ahli ekonomi, social, dan ahli politik. Jika masa

depan ekonomi, social, dan politik stabil, tim anggaran dapat menggunakan dapat historis, tetapi

jika masa depan ekonomi, social, dan politik tidak stabil atau perubahan data yang cepat, maka

data historis tetap dijadikan dasar pembuatan anggaran dengan diadakan penyesuaian hasil

ramalan perubahan kondisi, ekonomi, dan politik. Model penyusunan anggaran ini adalah

penggabungan data historis yang diolah secara kuantitatif dengan data kualitatif tentang ramalan

perubahan kondisi ekonomi, social dan politik.

Keterangan gambar.

Q = jumlah komoditi yang diminta; P = price;

AC = average cost ( biaya operasi rata – rata )

2.2 Tujuan Penganggaran

Penganggaran bertujuan untuk:

a. Memaksa manajer membuat rencana pajak,

b. Tolak ukur mengevaluasi kinerja

c. Meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar manajer

d. Membantu pengambilan keputusan.

2.3 Eksistensi Penganggaran

Keberadaan penganggaran dapat dilihat dari dua sudut yaitu sudut penyusunan dan sudut

penggunaan. Penyusunan anggaran pada umum dibuat empat atau tiga bulan terakhir dari tahun

berjalan untuk masa tahun fiscal, kemudian dibagi anggaran kwartalan dan bulanan.

2.4 Kegunaan Anggaran

Kegunaan anggaran adalah untuk perencanaan dan pengendalian, evaluasi kinerja dan untuk

mengarahkan perilaku manajer dan karyawan. Dalam perencanaan, perusahaan menyusun

anggaran induk ( master budget ) berdasar prediksi masa mendatang yang terbaik mengenai

tingkat aktivitas.

2.5 Hubungan Anggatan Dengan Manajemen

Proses manajemen merupakan saling hubungan unsur – unsur:

1. Perencanaan ( planning ) yaitu menyusun rencana sebagai dasar pedoman kerja.

2. Pengorganisasian ( organizing ), menyusun struktur organisasi yang merupakan pemberian

wewenang dan permintaan tanggung jawab.

3. Penataan ( staffing ), yaitu membina, membimbing, dan mengarahkan sumber daya manusia.

4. Mencipta kerjasama dan koordinasi antar bagian ( leading ),

Page 3: Anggaran HRD Departement

5. Pengendalian ( controlling ), yaitu pengawasan atas pelaksanaan kerja berdasar rencana yang

telah ditetapkan.

2.5.1 Perencanaan ( Planning )

Perencanaan ialah pengambilan keputusan tentang sasaran dan tujuan yang ingin dicapai,

alat kerja dan methode kerja yang digunakan dan sumber daya manusia yang melakukan nya.

Perencanaan dapat dikategorikan menjadi dua yaitu perencanaan jangka pendek dan jangka

panjang. Perencanaan jangka pendek ( tactical planning ) yaitu sasaran ( objectives ) yang ingin

dicapai dalam waktu maksimum satu tahun, sedangkan perencanaan jangka panjang ( strategic

planning ) yaitu tujuan ( goals ) yang ingin dicapai dalam waktu lebih satu tahun, pada umum

nya lima tahun.

Perencanaan meliputi kegiatan

1. Mengadakan evaluasi lingkungan internal ( kelemahan dan kekuatan ) dan eksternal

perusahaan ( ancaman dan peluang ),

2. Memadukan kekuatan internal dengan peluang untuk menyusun strategi ( rencana laba

jangka panjang ) dan kebijakan,

3. Merinci strategi dalam program kerja atau rencana laba jangka pendek,

4. Menuangkan rencana laba jangka pendek dalam suatu anggaran ( anggaran jangka pendek )

2.5.2 Pengendalian ( Controlling )

Pengendalian ialah kegiatab yang bertujuan agar strategi, kebijakan, program kerja, dan

anggaran dilaksanakan sesuai dengan yang telah diterapkan.

Proses pengendalian itu meliputi kegiatan:

1. mengukur kinerja dengan program kerja dan anggaran, yang melahirkan penyimpangan.

2. Menganalisis peyimpangan dan menemukan sebab – sebab terjadinya penyimpangan.

3. Mengambil tindakan untuk menghapus sebab – sebab penyimpangan, atau mengambil

tindakan perbaikan.

Kegiatan manajemen dalam PDCA itu dilakukan terus menerus, hakikatnya manajemen

dihadapkan dalam pengambilan keutusan baik dalam perencanaan dan pengendalian ( check dan

action ) yang melibatkan lima unsur yaitu input, proses, output, laba, dan hasil investasi yang

dapat disajikan dalam gambar dibawah ini.

2.6 Pengelolaan Penganggaran

Proses penyusunan anggaran membutuhkan koordinasi semua level manajer yang

diorganisir dalam komite anggaran yang memiliki tugas antara lain:

1. Menyusun pedoman penyusunan anggaran,

2. Menerima dan menganalisis setiap anggaran yang diajukan oleh seksi, bagian, atau divisi,

3. Member rekomendasi penyempurnaan

4. Menyetujui anggaran

Disamping komite anggaran, suatu perusahaan pada umum nya memiliki Departemen

Anggaran yang mempunyai fungsi antara lain:

1. Menyusun sistem dan prosedur penganggaran ( budget manual )

2. Member pendidikan dan pelatihan kepada tenaga pembuat anggaran

Page 4: Anggaran HRD Departement

3. Mengumpulkan dan menganalisis data

4. Mengevaluasi kinerja berdasarkan anggaran.

Dalam budget manual yang disusun oleh departemen anggaran bermaksud menyatakan sasaran,

tujuan, struktur organisasi prosedur, wewenang, dan tanggung jawab dalam penyusunan

anggaran. Setiap orang yang ditunjuk olehseksinya, bagian nya, divisinya, harus mengikuti

budget manual. Hakikat nya budget manual memuat sistem operating prosedur ( SOP ) yang

memuat intruksi, informasi, referensi untuk penyusunan anggaran; SOP menjelaskan tentang

anggaran apa yang harus dibuat, bagaimana membuatnya, kapan pembuatan anggaran itu dibuat,

dan siapa yang melakukan nya.

2.7 Jenis – jenis Anggaran

Dalam menyusun suatu anggaran perusahaan dapat berbasis pada waktu, ruang lingkup,

dan fleksibilitas. Berdasarkan waktu, anggaran dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

1. Anggaran jangka pendek ( waktu nya paling lama satu tahun ) dan

2. Anggaran jangka panjang ( waktu nya lebih dari satu tahun, umum nya lima sampai sepuluh

tahun )

Berdasarkan ruang lingkup, anggaran dapat dibedakan:

1. Anggaran parsial, yaitu anggaran yang ruang lingkup nya terbatas, missal nya anggaran

produksi saja, atau anggaran penjualan saja.

2. Anggaran komprehensif atau lazim disebut anggaran induk ( master budget ) yaitu anggaran

menyeluruh, dalam perusahaan manufaktur meliputi:

a. Anggaran penjualan,

b. Anggaran pemakaian bahan baku,

c. Anggaran pembelian bahan baku,

d. Anggaran biaya tenaga kerja langsung

e. Anggaran biaya overhead pabrik

f. Anggaran harga pokok produksi

g. Anggaran biaya pemasaran

h. Anggaran biaya administrasi

i. Anggaran laba rugi

j. Anggaran kas

k. Anggaran neraca.

Berdasarkan fleksibilitas, anggaran dapat dibedakan menjadi:

1. Anggaran statis (static budget ) atau anggaran tetap ( fixed budget ), yaitu anggaran untuk

satu titik kegiatan saja, misalnya pada satu titik kegiatan volume penjualan 1.000 unit, kemudian

disusun anggaran pendapatan, biaya, dan anggaran laba operasi.

2. Anggaran yang luwes ( flexible budget ), yaitu anggaran beberapa titik kegiatan, missal nya

anggaran pada volume penjualan, 1.000 unit, 1.100 unit, 1.200 unit dan seterus nya. Kemudian

disusun anggaran pendapatan, biaya, dan laba operasi pada setiap volume penjualan.

Horngren menjelaskan bahwa anggaran induk diklasifikasikan menjadi dua yaitu anggaran

operasional dan anggaran keuangan. Anggaran operasional terdiri dari :

1. Anggaran penjualan

Page 5: Anggaran HRD Departement

2. Anggaran produksi ( untuk perusahaan pabrik ) terdiri dari:

a. Bahan yang digunakan dan bahan yang dibeli

b. Upah langsung

c. Biaya produksi tidak langsung ( overhead pabrik )

d. Perubahan tingkat persediaan barang

3. Anggaran harga pokok penjualan

4. Anggaran biaya penjualan

5. Anggaran biaya administrasi

6. Anggaran perhitungan laba rugi

Sedangkan anggaran keuangan terdiri dari:

1. Anggaran barang modal

2. Anggaran kas

3. Anggaran neraca

4. Anggaran sumber dan penggunaan dana.

2.8 Keunggulan dan Kelemahan Anggaran

Anggaran perusahaan merupakan kombinasi dari tiga unsur utama yaitu:

1. Pengalaman, yaitu praktek mengelola perusahaan,

2. Pengetahuan tentang teori perusahaan yang hakikatnya adalah mencari laba dan

memaksimumkan kekayaan pemilik perusahaan

3. Analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan yang dikemas dalam bentuk kekuatan,

kelemahan, peluang, dan kendala yang dihadapi perusahaan.

Dengan demikian anggaran perusahaan dapat disajikan dalam bentuk persamaan:

Anggaran perusahaan = pengalaman + pengetahuan + analisis lingkungan

Internal dan eksternal perusahaan