...

Mengembangkan Strategi dan Program Penetapan Harga

by shifa-khairunnisa

on

Report

Category:

Marketing

Download: 2

Comment: 0

4,936

views

Comments

Description

Mengembangkan Strategi dan Program Penetapan Harga
Download Mengembangkan Strategi dan Program Penetapan Harga

Transcript

  • 1. Mengembangkan Strategi dan Program Penetapan Harga Disusun oleh : Arum Mekar A Andi Istamaruddin Fahmi I Aminah Umi K Anggara Cipta
  • 2. Memahami Penetapan Harga
  • 3. Harga(Price) adalah jumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk memperoleh suatu produk. Harga merupakan salah satu elemen program pemasaran yang menghasilkan pendapatan/pemasukkan sementara elemen lain menghasilkan biaya.
  • 4. Internet memungkinkan penjual mendiskriminasikan pembeli dan sebaliknya Lingkungan Penetapan Harga yang Berubah
  • 5. Pembeli dapat :  Mendapatkan perbandingan harga secara langsung dari ratusan pemasok.  Menyebutkan harga mereka dan berusaha membuatnya dipenuhi penjual  Mendapatkan produk secara gratis
  • 6. Penjual dapat :  Mengamati perilaku pelanggan dan menghantarkan kepada perorangan  Memberikan akses untuk harga khusus kepada pelanggan tertentu. Baik pembeli dan penjual dapat:  Menegosiasikan harga dilelang bursa online.
  • 7. Kemungkinan Harga Referensi Konsumen  Harga yang wajar  Harga umum  Harga terakhir yang dibayarkan  Batas atas harga (harga yang bersedia dibayar oleh sebagian besar konsumen  Batas bawah harga(harga yang terendah yang bersedia dibayarkan oleh konsumen)  Harga pesaing  Harga masa depan yang diharapkan  Harga diskon yang biasa Psikologi Konsumen dan Penetapan Harga Harga Referensi
  • 8. Konsumen menggunakan harga sebagai indikator kualitas Asumsi Harga Kualitas
  • 9. Adalah harga pembulatan $299 $300 Harga Akhiran Video Psikologi Konsumen
  • 10. Menetapkan Harga
  • 11. Kapan? Pertama kali mengembangkan produk baru Mengenalkan produk reguler ke saluran distribusi/wilayah geografis baru Memasukkan penawaran pekerjaan kontrak baru Mengapa? Karena perusahaan harus memutuskan dimana perusahaan akan memposisikan produknya berdasarkan kualitas dan harga Menetapkan Harga
  • 12. Langkah-Langkah Menetapkan Harga 6. Memilih Harga Akhir 5. Memilih Metode Penetapan Harga 4. Menganalisis Biaya, Harga, dan Penawaran Pesaing 3. Memperkirakan Biaya 2. Menetukan Permintaan 1. Memilih Tujuan Penetapan Harga
  • 13. (1) Memilih Tujuan Penetapan Harga Bertahan Hidup Memaksimumkan Laba Memaksimumkan Pemerahan Pasar Tujuan Lain Memaksimumkan Pangsa Pasar Menjadi Pemimpin Kualitas Produk
  • 14. Disebabkan ketatnya persaingan, cepat berubahnya selera konsumen. Perusahaan harus menetapkan harga yang rendah untuk menjaga atau meningkatkan permintaan, namun harga harus tetap menutup biaya variabel dan biaya tetap agar perusahaan tetap berada dalam bisnis. Contoh : kebijakan devaluasi dengan mematok harga rupiah yang lebih rendah terhadap US dollar adalah salah satu upaya agar permintaan ekspor meningkat. Bertahan Hidup
  • 15. Perusahaan menetapkan harga dengan memperkirakan permintaan dan biaya yang dikeluarkan dan dihubungkan dengan harga yang akan mendatangakan laba, arus kas dan tingkat pengembalian investasi maksimum. Memaksimumkan Laba Saat Ini
  • 16. Perusahaan menerapkan penetapan harga penetrasi pasar, (market penetration-pricing) yaitu berusaha memperkenalkan suatu produk baru dengan harga rendah, dengan harapan akan dapat memperoleh volume penjualan yang tinggi, biaya unit yang semakin rendah dan laba jangka panjang yang semakin tinggi dengan asumsi pasar sensitif terhadap harga. Memaksimumkan Pangsa Pasar
  • 17. Perusahaan menerapkan penetapan harga pemerahan pasar market-skimming pricing) , yaitu dengan menetapkan harga tinggi bagi suatu produk baru selama tahap perkenalan untuk memaksimalkan memerah pasar, kemudian menurunkan harga tersebut pada saat persaingan mulai ketat. Memaksimumkan Pemerahan Pasar
  • 18. Perusahaan menciptakan produk / jasa ber kualitas paling bagus dan ditawarkan dengan harga tinggi Menjadi Pemimpin Kualitas Produk
  • 19. Tujuan-tujuan lain pemasar tertentu dalam menetapkan harga. Contoh : Universitas berupaya untuk mendapatkan pengembalian sebagian biaya. Rumah sakit nirlaba mungkin berupaya untuk mendapatkan pengembalian seluruh biaya dalam penetapan harganya. Tujuan Lain
  • 20. Permintaan menetapkan batas atas harga yang dapat dikenakan perusahaan untuk produknya. Setiap harga akan menghasilkan tingkat permintaan yang berbeda. . (2) Menentukan Permintaan
  • 21. Sensitivitas Harga Memperkirakan Kurva Permintaan Elastisitas Harga Permintaan Metode-Metode Menentukan Permintaan
  • 22. Sensitivitas harga adalah ukuran kepekaan konsumen terhadap perubahan suatu produk / jasa. Umumnya, pelanggan paling peka terhadap harga untuk produk yang berharga tinggi atau sering dibeli. Sensitivitas Harga
  • 23. Kondisi yang menyebabkan konsumen tidak terlalu sensitif harga : 1. Harga barang yang murah dan jarang di beli. 2. Harga merupakan sebagian kecil dari dari biaya total untuk memperoleh, menggunakan, dan memperbaiki produk sepanjang masa pakainya. 3. Hanya ada sedikit atau tidak ada barang pengganti atau pesaing 4. Konsumen berkarakteristik lambat dalam mengubah kebiasaan pembelian mereka 5. Konsumen tidak siap memperhatikan harga yang tinggi
  • 24. Karakteristik yang berhubungan dengan penurunan sensitivitas harga : 1. Produk lebih berbeda 2. Konsumen kurang menyadari produk pengganti 3. Konsumen tidak dapat membandingkan kualitas produk pengganti dengan mudah 4. Pengeluaran merupakan bagian kecil dari total penghasilan pembeli 5. Sebagian biaya ditanggung oleh pihak lain 6. Penggunaan produk digabungkan dengan aset yang dibeli sebelumnya 7. Produk diasumsikan mempunyai kualitas, gengsi, atau ekuitas yang lebih tinggi
  • 25. Metode Survei Mengeksplorasi jumlah unit yang akan dibeli konsumen pada berbagai harga yang ditawarkan Metode Eksperimen Harga Memvariasikan harga berbagai produk di toko atau mengenakan harga yang berbeda untuk produk yang sama di wilayah yang serupa untuk melihat bagaimana perubahan itu mempengaruhi penjualan Metode Analisis Statistik Penelusuran harga masa lalu, jumlah yang terjual dan faktor-faktor lain yang dapat membantu memperkirakan kurva permintaan. Memperkirakan Kurva Permintaan
  • 26. Elastisitas harga permintaan mengukur tingkat reaksi konsumen / permintaan konsumen terhadap perubahan harga. Elastisitas ini dapat menceritakan pada produsen apa yang terjadi terhadap penerimaan penjualan mereka, jika mereka merubah strategi harga. Elastisitas Harga Permintaan
  • 27. Biaya menetapkan batas bawah harga yang dapat dikenakan perusahaan untuk produknya. Jenis-jenis Biaya Produksi Biaya tetap (fixed cost) : biaya pokok yang harus dikeluarkan perusahaan untuk produksinya tanpa dipengaruhi hasil produksi atau pendapatan penjualan. Biaya variabel (variable cost) : biaya yang umumnya berubah-ubah sesuai dengan volume produksi. Biaya total (total cost) : jumlah biaya tetap dan biaya variabel yang dikeluarkan perusahaan untuk suatu produksi. Biaya rata-rata (average cost) : biaya produksi per unit produk. Average cost sama dengan biaya total dibagi jumlah produksi. (3) Memperkirakan Biaya
  • 28. Perusahaan harus mempertimbangkan harga pesaing terdekat. Apabila penawaran perusahaan mengandung fitur-fitur yang tidak ditawarkan oleh pesaing terdekat perusahaan dapat menambahkan nilai itu ke harga pesaing. Sedangkan apabila penawaran perusahaan tidak mengandung fitur-fitur yang ditawarkan oleh pesaing terdekat, perusahaan harus mengevaluasi nilai mereka bagi pelanggan dan memadupadankan nilai tersebut dengan harga produk yang akan ditawarkan. (4) Menganalisis Biaya, Harga & Penawaran Pesaing
  • 29. Penetapan Harga Tingkat Pengembalian Sasaran Penetapan Harga MarkUp Penetapan Harga Nilai Anggapan Penetapan Harga Nilai Penetapan Harga Going Rate Penetapan Harga Jenis Lelang (5) Memilih Metode Penetapan Harga
  • 30. lllllllllllllllllllllllll lllllllllllllll Penetapan Harga MarkUp Penetapan Harga MarkUp merupakan jumlah rupiah tambahan yang ditambahkan pada biaya unit suatu produk untuk menentukan harga jual. Mark up biasanya lebih tinggi untuk barang musiman, barang-barang khusus, barang-barang yang pergerakannya lambat, (untuk menutup resiko barang tidak terjual) barang dengan biaya penanganan dan penyimpanan tinggi, dan barang yang inelastis terhadap permintaan.
  • 31. lllllllllllllllllllllllll lllllllllllllll Contoh Soal Produsen roti panggang mempunyai ekspektasi biaya dan penjualan sbb : Biaya variabel per unit = $10 Biaya tetap = $300.000 Unit yang diharapkan terjual = 50.000 Biaya unit = biaya variabel + biaya tetap penjualan unit = $10 + $300.000 = $16 50.000 Produsen ingin menghasilkan markup 20% atas penjualan. Harga markup = biaya unit (1 - pengembalian atas penjualan yang diinginkan)
  • 32. lllllllllllllllllllllllll lllllllllllllll Penetapan Harga Tingkat Pengembalian Sasaran Pada Penetapan harga tingkat pengembalian sasaran (target-return pricing) perusahaan dapat menentukan harga jual yang akan menghasilkan tingkat pengembalian atas investasi sasarannya (Return On Investment)
  • 33. lllllllllllllllllllllllll lllllllllllllll Contoh Soal Produsen pemanggang roti telah menginvestasikan $1juta dalam bisnis dan ingin menetapkan harga jual untuk menghasilkan 20% ROI ROI = 20% x $1.000.000 = $200.000 tingkat pengembalian Harga tingkat = biaya unit + yang diinginkan X investasi pengembalian sasaran unit yang diharapkan terjual = $16 + 20% X $1.000.000 50.000 = $20 Produsen akan mewujudkan 20% ROI jika biaya dan perkiraan hasil penjualan akurat. Bagaimana jika penjualan ternyata tidak mencapai 50.000 unit?
  • 34. Contoh Soal Total cost = biaya tetap + biaya variabel Total revenue = dimulai dari angka 0 dan meningkat sesuai dengan jumlah unit yang
  • 35. lllllllllllllllllllllllll lllllllllllllll Volume Titik Impas (Break-even point) Volume Titik Impas = biaya tetap (harga jual - biaya variabel) = $300.000 ($20 - $10) = 30.000 Untuk mendapatkan harga investasi tadi perusahaan roti panggang harus menjual paling tidak 30.000 unit
  • 36. lllllllllllllllllllllllll lllllllllllllll Penetapan Harga Nilai Anggapan (perceived value) Metode penetapan harga nilai anggapan adalah metode yang dilakukan untuk menetukan harga jual dengan menambahkan sejumlah harga yang berasal dari nilai-nilai anggapan dengan harga jual seharusnya yang sama dengan harga pesaing.
  • 37. lllllllllllllllllllllllll lllllllllllllll Contoh : Caterpillar Company Harga traktor Caterpillar = $ 100.000 Harga traktor pesaing = $ 90.000 $ 90.000 adalah harga traktor jika harga itu sama dengan traktor pesaing $7.000 adalah premi (tambahan) harga untul ketahanan Caterpillar yang lebih unggul $ 6.000 adalah premi harga untuk keandalan Caterpillar yang lebih unggul $ 5.000 adalah premi harga untuk layanan Caterpillar yang lebih unggul $ 2.000 adalah premi harga untuk jaminan suku cadang Caterpillar yang lebih lama $ 110.000 adalah harga normal untuk mencakup nilai Caterpillar yang lebih unggul
  • 38. lllllllllllllllllllllllll lllllllllllllll Penetapan Harga Nilai (value pricing) Perusahaan memenangkan pelanggan setia dengan mengenakan harga yang cukup rendah untuk penawaran berkualitas tinggi.
  • 39. lllllllllllllllllllllllll lllllllllllllll Penetapan Harga Going Rate Metode penetapan harga dengan mendasarkan sebagian besar harga jual pada harga pesaing atau bahkan mengenakan harga yang sama, lebih mahal, atau lebih murah dibanding harga pesaing utama. Contoh : Perusahaan pada industri oligopoli
  • 40. lllllllllllllllllllllllll lllllllllllllll Penetapan Harga Jenis Lelang Penetapan harga jenis lelang adalah metode perusahaan dalam menetapkan harga untuk barang bekas atau barang persediaan berlebih.
  • 41. Tiga jenis lelang utama Lelang Inggris (tawaran meningkat) Terdapat 1 penjual dan banyak pembeli. Penjual menjual barang kepada penawar dengan harga tertinggi Lelang Belanda (tawaran menurun) Terdapat 1 penjual dan banyak pembeli, atau 1 pembeli dengan banyak penjual. Pada jenis pertama penjual mengumumkan harga tinggi kemudian perlahan-lahan menurunkan harga sampai penawar menerima harga tersebut. Pada jenis kedua pembeli mengumumkan sesuatu yang ingin ia beli dan penjual potensial bersaing untuk mendapatkan permintaan tersebut dengan menawarkan harga terendah. Lelang Tender Tertutup Pemasok hanya dapat memberikan satu penawaran dan tidak dapat mengetahui penawaran lain.
  • 42. lllllllllllllllllllllllll lllllllllllllll Dampak Kegiatan Pemasaran Lain Perusahaan menetapkan harga akhir dengan memperhitungkan kualitas dan iklan merek relatif terhadap kompetisi. Perusahan menerapkan penalti penetapan harga pada keadaan tertentu. Perusahaan menawarkan opsi untuk bertanggungjawab atas sebagian atau keseluruhan risiko apabila tidak dapat memenuhi nilai-nilai yang dijanjikan Kebijakan Penetapan Harga Perusahaan Penetapan Harga Berbagi Keuntungan dan Risiko Faktor –faktor pertimbangan dalam memilih harga akhir (6) Memilih Harga Akhir Dampak Harga Pada Pihak Lain
  • 43. Penetapan Harga Bauran Produk Penetapan Harga Fitur Opsional Penetapan Harga Lini Produk Penetapan Harga Produk Terikat Penetapan Harga Dua Bagian Dalam penetapan harga bauran produk (product-mix pricing) perusahaan mencari sekumpulan harga yang memaksimalkan laba keseluruhan bauran. Penetapan Harga Produk Sampingan Penetapan Harga Paket Produk
  • 44. Perusahaan menetapkan perbedaan harga antara berbagai produk dalam lini produk berdasarkan pada perbedaan biaya, penilaian pelanggan , sifat-sifat yang berbeda dan harga pesaing. Penetapan Harga Lini Produk
  • 45. Penetapan harga produk opsional fitur atau tambahan dan layanan, bersama dengan produk utama. Penetapan harga pada kasus ini sulit, karena perusahaan harus memutuskan item mana yang akan dimasukkan ke dalam harga standar dan item mana yang ditawarkan sebagai pilihan Penetapan Harga Fitur Opsional
  • 46. Penetapan harga untuk produk yang harus dipergunakan bersama dengan produk utama Penetapan Harga Produk Terikat (Captive Product)
  • 47. Penetapan harga untuk produk atau jasa yang memiliki biaya tetap ditambah dengan biaya penggunaan variabel. Penetapan Harga Dua Bagian (Two Part Pricing)
  • 48. Penetapan harga untuk produk sampingan untuk meningkatkan laba perusahaan. Penetapan Harga Produk Sampingan
  • 49. Perusahaan menawarkan pemaketan murni pure bundling) dan pemaketan campuran (mixed bundling). Biasanya produk dengan paket ditetapkan dengan harga yang lebih murah dibanding dengan produk individu yang dijual terpisah. Penetapan Harga Paket Produk
  • 50. Menyesuaikan Harga
  • 51. Strategi Penyesuaian Harga Penetapan Harga Geografis Diskon dan Insentif Harga Penetapan Harga Terdiferensiasi Penetapan Harga Promosi
  • 52. Perusahaan memutuskan bagaimana memberi harga kepada produknya untuk konsumenyang berbeda di lokasi dan negara yang berbeda. Pertukaran dagang : pembeli menawarkan barang lain sebagai pembayaran. Penetapan Harga Geografis (Tunai, Pertukaran, Barter)
  • 53. Jenis-Jenis Pertukaran Dagang Barter Pembeli dan penjual secara langsung bertukar barang, tanpa uang dan campur tangan pihak ketiga. Persetujuan Kompensasi Penjual menerima sebagian pembayaran secara tunai dan sisanya dalam bentuk barang. Pengaturan Pembelian Kembali Penjual menjual sebuah pabrik, peralatan atau teknologi ke negara lain dan menyetujui untuk menerima sebagian pembayaran dalam bentuk hasil produksi yang diproduksi dengan peralatan yang di pasok Offset Penjual menerima pembayaran penuh secara tunai tetapi setuju untuk membelanjakan sejumlah uang di dalam negara tersebut selama periode yang ditentukan.
  • 54. Diskon Pengurangan harga bagi pembeli yang membayar tagihannya tepat waktu Diskon Kuantitas Pengurangan harga kepada pembeli yang membeli dalam jumlah besar Diskon dan Insentif Harga
  • 55. Diskon Fungsional Pengurangan harga yang ditawarkan oleh produsen kepada anggota saluran dagang yang melakukan fungsi tertentu seperti penjualan, penyimpanan, dan pencatatan Diskon Musiman Pengurangan harga kepada pembeli yang membeli barang atau jasa di luar musim
  • 56. Insentif (allowance) Jenis lain pengurangan dari daftar harga. Insentif yaitu pembayaran ekstra untuk perantara dalam program khusus. Insentif terbagi 2 yaitu insentif pertukaran dan insentif promosi. Insentif pertukaran yaitu pengurangan harga karena menukarkan barang lama ketika membeli barang baru Sedangkan insentif promosi yaitu imbalan kepada para penyalur karena berpartisipasi dalam program iklan dan dukungan penjualan
  • 57. Teknik penetapan harga untuk merangsang pembelian dini : Penetapan Harga Pemimpin Kerugian (loss-leader) Penetapan Harga Acara Khusus Rabat Tunai Pembiayaan Berbunga Rendah Jangka Waktu Pembayaran yang Lebih Panjang Jaminan dan Kontrak Jasa Diskon Psikologis Penetapan Harga Promosi
  • 58. Penetapan harga pemimpin kerugian (loss-leader) Pasar swalayan dan departemen store sering menurunkan harga merek terkenal untuk merangsang lalu lintas toko yang lebih banyak Penetapan harga acara khusus Penjual akan menentukan harga khusus pada musim- musim tertentu untuk menarik lebih banyak pelanggan Rabat tunai Strategi harga promosi yang digunakan untuk pembelian produk produsen dalam periode waktu tertentu. Rabat dapat membantu menghabiskan stock tanpa memotong harga resmi yang dinyatakan Pembiayaan berbunga rendah Produsen mobil menggunakan pembiayaan tanpa bunga atau dengan bunga yang rendah untuk menarik lebih banyak pelanggan
  • 59. Jangka waktu pembayaran yang lebih panjang Penjual yang memperpanjang pinjaman untuk periode yang lebih lama dan dengan demikian menurunkan cicilan bulanannya Jaminan dan kontrak jasa Suatu perusahaan dapat meningkatkan penjualannya dengan menambahkan garansi atau kontrak jasa atau berbiaya murah Diskon Psikologis Strategi ini melibatkanpenetapan harga yang pura-pura ditinggalkan dan kemudian menawarkan tersebut dengan penghematan yang cukup besar Strategi penetapan harga promosi sering menjadi zero-sum game (situasi dimana keuntungan satu pihak diperoleh dari kerugian pihak lain). Jika berhasil maka pesaing menirunya dan strategi ini bisa menjadi tidak efektif.
  • 60. Perusahaan sering menyesuaikan harga dasar mereka untuk mengakomodasi perbedaan pelanggan, produk, lokasi, dan seterusnya. Diskriminasi Harga terjadi ketika perusahaan menjual produk atau jasa dengan dua harga atau lebih yang tidak mencerminkan perbedaan proporsional dalam biaya. Penetapan Harga Terdiferensiasi
  • 61. Tingkatan Diskriminasi Harga Tingkat pertama penjual mengenakan harga terpisah kepada setiap pelanggan tergantung intensitas permintaannya. Tingkat kedua, penjual mengenakan harga yang tidak terlalu mahal kepada pembeli yang membeli volume yang lebih besar Tingkat ketiga, penjual mengenakan jumlah yang berbeda terhadap berbagai kelas pembeli.
  • 62. Kasus Diskriminasi Harga Tingkat 3  Penetapan harga segmen pelanggan Penetapan harga bentuk produk  Penetapan harga citra  Penetapan harga saluran  Penetapan harga lokasi  Penetapan harga waktu
  • 63. Kondisi tertentu yang harus ada agar diskriminasi harga berhasil : 1. Pasar harus dapat disegmentasikan dan segmen itu harus memperlihatkan intensitas permintaan berbeda 2. Anggota segmen harga yang lebih murah harus tidak bisa menjual kembali produk ke segmen yang lebih tinggi 3. Pesaing harus tidak bisa menjual produk dengan harga lebih murah dari perusahaan di segmen yang lebih tinggi 4. Biaya penentuan segmen dan kebijakan pasar tidak boleh melebihi pendapatan ekstra yang didapatkan dari diskriminasi harga 5. Praktik ini jangan sampai melahirkan kemarahan dan penolakan pelanggan 6. Bentuk tertentu diskriminasi harga tidak boleh ilegal
  • 64. Memulai dan Merespon Perubahan Harga
  • 65. Sebab perusahaan menurukan harga :  Kapasitas pabrik berlebih (Perusahaan membutuhkan bisnis tambahan dan tidak dapat menghasilkannya melalui peningkatan usaha penjualan, perbaikan produk, atau usaha lain)  Usaha untuk mendominasi pasar (Perusahaan menurunkan harga yang lebih rendah dibanding pesaingnya atau melakukan penurunan harga dengan harapan mendapatkan pangsa pasar) Memulai Penurunan Harga
  • 66. Jebakan yang dimungkinkan terjadi akibat penurunan harga : Jebakan kualitas rendah Konsumen mengasumsikan kualitas yang rendah Jebakan pangsa pasar yang rentan Harga murah hanya dapat membeli pangsa pasar melainkan belum tentu dapat membeli loyalitas pasar Jebakan saku tipis Pesaing harga tinggi menandingi harga murah tetapi mempunyai kekuatan bertahan yang lama karena memiliki cadangan kas yang lebih Banyak Jebakan perang harga Pesaing merespons dengan menurunkan harga mereka lebih lanjut yang dapat memicu perang harga
  • 67. Faktor-faktor penyebab kenaikan harga : Inflasi biaya Kenaikan biaya yang tidak sesuai dengan keuntungan produktivitas membuat laba menurun Kelebihan permintaan Tidak dapat memasok ke semua pelanggannya, perusahaan dapat menaikkan harga, mengurangi pasokan ke pelanggan atau keduanya Memulai Kenaikan Harga
  • 68. Cara menaikkan harga Penetapan harga kutipan tertunda (delayed quotation) Perusahaan tidak menetapkan harga akhir samapai produk selesai atau dihantarkan. Contoh : Konstruksi industri dan peralatan berat Klausa peningkatan harga (escalator clause) Peruahaan mengharuskan pelanggan membayar harga saat ini dan semua atau sebagian kenaikan inflasi yang terjadi sebelum pengiriman. Contoh : Industri besar seperti konstruksi pesawat dan jembatan
  • 69. Penguraian Perusahaan mempertahankan harganya tetapi menghilangkan atau menetapkan harga secara terpisah untuk satu elemen atau lebih yang menjadi bagian penawaran sebelumnya. Contoh : pengiriman atau instalasi gratis, penambahan fitur-fitur pada mobil, dll Pengurangan diskon Perusahaan menginstruksikan wiraniaganya untuk tidak menawarkan diskon tunai normal atau siskon kuantitas.
  • 70. Alternatif Menghindari Kenaikan Harga  Menyusutkan jumlah produk dan tidak menaikkan harga  Mengganti dengan materi atau bahan yang lebih murah  Mengurangi atau menghilangkan fitur produk  Menghilangkan atau mengurangi jasa produk  Menggunakan materi kemasan yang murah atau ukuran kemasan yang lebih besar  Mengurangi jumlah ukuran dan model yang ditawarkan  Menciptakan merek ekonomis baru
  • 71. Untuk menghadapi perubahan harga pesaing, perusahaan harus berusaha memahami maksud pesaing dan kemungkinan durasi perubahan. Perusahaan juga harus mempertimbangkan tahap produk dalam daur hidup, arti pentingnya portofolio perusahaan, maksud dan sumber daya pesaing, harga dan sensitivitas kualitas pasar, perilaku biaya dengan volume, dan peluang alternatif perusahaan. Merespon Perubahan Harga Pesaing VS
  • Fly UP