The present document can't read!
Please download to view
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
...

Perilaku Organisasi - Motivasi konsep dan penerapan

by arif-setiawan

on

Report

Download: 0

Comment: 0

2,850

views

Comments

Description

Download Perilaku Organisasi - Motivasi konsep dan penerapan

Transcript

Motivasi : Konsep dan Penerapan Disusun oleh : Moch. Arif Setiawan (145020201111050) M. Addin Naimanda (145020201111064) Teguh Bayu Aji Wibowo (145020209111002) Motivasi : Konsep dan Penerapan Motivasi ? Motivasi merupakan proses yang menjelaskan mengenai kekuatan, arah, dan ketekunan seseorang dalam upaya untuk mencapai tujuan. Lebih difokuskan menjadi tujuan organisasi terhadap perilaku terkait pekerjaan. Teori Awal Motivasi Teori Maslow MASLOW mengembangkan teori hierarchy of needs, kebutuhan manusia dengan sendirinya membentuk semacam hierarki kebutuhan. Kebutuhan Fisiologis Kebetuhan Rasa Aman Kebutuhan Sosial Kebutuhan Penghargaan Kebutuhan Aktualisasi Diri Teori Douglas McGregor Douglas McGregor mengusulkan dua sudut pandang berbeda mengenai manusia yaitu satu sisi secara mendasar negatif diberi label teori Teori X dan yang satunya secara mendasar positif diberi label teori Y. Teori X Teori Y Pada dasarnya manusia malas bekerja Kerja hanya untuk mengejar uang dan status Manusia : tumbuh besar Manusia itu aktif, punya tujuan/cita-cita yg hrs dikejar. Kerja mencari kepuasan/prestasi. Manusia:manusia dewasa yg punya tanggungjawab Harus ditakuti, dipaksa, diawasi, dipecat/hukum Tergantung pimpinan, ditunjuk/diperinta Berminat pd kebutuhan sendiri Harus diilhami/didorong pimpinan Dirangsang untuk mencapai tujuan. mengembangkan diri-mandiri. mengabdi pd diri & masyarakat. Diberi kebebasan dan semangat untuk maju Teori Hertzberg Bila sedang senang, mereka cenderung menghubungkan karakteristik teretntu yaitu faktor intrinsik seperti prestasi, pengakuan, tanggungjawab, kemajuan dan pertumbuhan ke dirinya. Di pihak lain, bila mereka tidak puas, mereka cenderung mengutip faktor-faktor ekstrinsik seperti bonus, promosi dll. Oleh sebab itu jika ingin memotivasi seseorang pada pekerjaannya, maka ia menekankan prestasi, pengakuan kerja itu sendiri, tanggungjawab dan pertumbuhan. Teori McClelland Kebutuhan akan pencapaian adalah dorongan untuk berprestasi, untuk pencapaian yang berhubungan dengan serangkaian standar. Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dengan cara yang tidak akan dilakukan dilakukan tanpa dirinya. Kebutuhan akan afilasi adalah keinginan untuk hubungan yang penuh persehabatan dan interprersonal yang dekat Kebutuhan Manusia Kebutuhan untuk Berprestasi (N-Ach) Kebutuhan untuk Berafiliasi (N-Aff) Kebutuhan akan Kekuasaan (N-Pow) Teori Kontemporer Penentuan Nasib Sendiri Teori yang menyatakan bahwa pemberian penghargaan ekstrinsik untuk prilaku yang sebelumnya memuaskan secara intrinsik cenderung mengurangi tingkat motivasi secara keseluruhan Teori Penetapan Tujuan Teori ini menyatakan bahwa tujuan individu dan kepuasan merupakan penentu utama perilaku. Suatu tujuan adalah obyek dari tindakan; tujuan adalah apa yang ingin dicapai oleh seseorang. Penetapan tujuan ini merupakan suatu proses kognitif dari beberapa penggunaan praktis. Teori Efikasi Diri Teori ini juga dikenal sebagai teori kognitif sosial atau teori pembelajaran sosial yang menyatakan bahwa suatu kenyakinan individu mampu untuk melaksanakan tugasnya. Semakin tinggi efikasi diri, semakin anda percaya diri pada kemampuan untuk berhasil. Sedangkan semakin rendah efikasi diri lebih cenderung untuk mengurangi upaya atau menyerah. Teori Penguatan Teori penguatan melihat perilaku sebagai yang disebabkan oleh lingkungan. Teori ini mnegabaikan keadaan dalam individu dan hanya memusatkan perhatian pada apa yang terjadi ketika dia melakukan beberapa tindakan. Teori Keadilan Teori ini menyatakan bahwa perbandingan individual mengenai input dan hasil pekerjaan mereka dan berespon untuk menghilangkan ketidak adilan. Mengubah input (mengerahkan sedikit upaya jika bergaji rendah atau upaya lebih jika bergaji tinggi) Mengubah hasil untuk meningkatkan gaji Mengubah persepsi sendiri Mengubah persepsi orang lain Meninggalkan bidang (keluar dari perkerjaan) Teori Ekspektansi Teori ini memusatkan perhatian pada tiga hubungan, yaitu : Hubungan upaya-kinerja. Probabilitas dirasakan oleh individu yang mengerahkan sejumlah upaya yang diberikan akan mengarahkan pada kinerja. Hubungan kinerja-imbalan. Keadaan yang mana individu menyakini untuk melaksanakan pada suatu tingkat tertentu akan mengarahkan pada pencapaian hasil. Hubungan imbalan-tujuan pribadi. Keadaan yang mana imbalan organisasi akan memuaskan tujuan pribadi individu. Motivasi: Dari Konsep Menjadi Penerapan Memotivasi dengan Desain Pekerja: Model Karakteristik Pekerjaan Desain pekerjaan (job design) Suatu cara dimana elemen-elemen dalam suatu pekerjaan diorganisasi Model karakteristik Pekerjaan (job characteristic model[JCM]) suatu model yang mengusulkan bahwa suatu pekerja dapat digambarkan dalam bentuk lima dimensi utama pekerjaan: keahlian yang bervariasi, identitas tugas, signifikansi tugas, kemandirian, dan umpan balik. Terdapat lima dimensi utama pekerjaan: 1.keahlian yang bervariasi 2.identitas tugas 3.Signifikansi tugas 4.Kemandirian 5.Umpan balik Bagaimana Pekerjaan dapat Didesain Ulang? Rotasi Pekerjaan Pengayaan Pekerjaan Alternative Pengaturan Kerja Flextime Pembagian Kerja (job sharing) Berkerja Jarak Jauh (telecommunicating) Konteks Sosial dan Fisik dari Kerja Model karakteristik pekerjaan memperlihatkan bahwa sebagian besar pekerja akan menjadi lebih termotivasi dan terpuaskan ketika tugas kerja intrinsiknya melibatkan dirinya. Beberapa karakteristik social yang meningkatkan kinerja pekerjaan meliputi saling ketergantungan, dukungan social, dan interaksi dengan orang lain diluar pekerjaan interaksi-interaksi social sangat kuat terkait dengan suasana hati (mood) yang positif dan memberikan kepada para pekerja kesempatan untuk menjelaskan peranan kerja mereka dan seberapa baiknya mereka dalam bekerja Keterlibatan Pekerja Keterlibatan pekerja merupakan suatu proses partisipatif yang menggunakan input pekerja untuk meningkatkan komitmen mereka kepada kesuksesan organisasi. Program-Program Keterlibatan Pekerja Participative Management: suatu proses di mana para bawahan berbagi derajat kekuasaan dalam pengambilan keputusan yang signifikan dengan para atasan langsung Program-Program Keterlibatan Pekerja Representative Participation: yaitu suatu sistem di mana para pekerja berperan serta dalam pengambilan keputusan organisasi melalui sekelompok kecil representatif pekerja Menggunakan Imbalan untuk Memotivasi Pekerja Menggunakan Imbalan untuk Memotivasi Pekerja Apa yang Digunakan untuk Menggaji: Menciptakan suatu Struktur Gaji Bagaimana Menggajinya: Memberikan Imbalan kepada Para Pekerja Melalui Program Pembayaran Gaji Bervariabel Menggunakan Imbalan untuk Memotivasi Pekerja Manfaat yang Fleksibel: Mengembangkan Suatu Paket Manfaat Imbalan Intrinsik: Program Penghargaan Pekerja Studi Kasus Video Vidio ini bercerita tentang seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta yang mengalami penurunan kinerja (kurang bersemangat), kemudian dia bertemu dengan atasannya yang mana atasannya memberi masukan dan motivasi sehingga karyawan tersebut dapat merubah kinerjanya menjadi lebih bersemangat dan lebih baik. Vidio tersebut berhubungan dengan teori motivasi kontemporer afikasi diri yang mana suatu kenyakinan individu mampu untuk melaksanakan tugasnya. Semakin tinggi efikasi diri, semakin anda percaya diri pada kemampuan untuk berhasil. Sedangkan semakin rendah efikasi diri lebih cenderung untuk mengurangi upaya atau menyerah. Vidio ini sekaligus mengilustrasikan tentang teori pemantapan tujuan dimana individu dan kepuasan merupakan penentu utama perilaku. Suatu tujuan adalah obyek dari tindakan; tujuan adalah apa yang ingin dicapai oleh seseorang. Penetapan tujuan ini merupakan suatu proses kognitif dari beberapa penggunaan praktis.
Fly UP