BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Oosit sebagai suatu sel mempunyai membran plasma, ooplasma, dan inti. Oosit melakukan sintesis berbagai senyawa dan disimpan di dalam ooplasmanya, sehingga terbentuk suatu pola organisasi di dalam sel telur, disebut polaritas telur, dalam hal polaritas telur dikenal kutub anima dan kutub vegetal (kutub vegetatif). Inti sel telur lebih dekat ke kutub anima (wilayah atas), sementara yolk sebagai bahan cadangan nutrisi untuk perkembangan embrio ditimbun di kutub vegetal (wilayah bawah). Ada telur yang yolknya menyebar merata, maka ada ciri yang khas yaitu ketika oosit menyelesaikan meiosis, inti terletak di kutub anima dan badan polar secara terpisah dilepaskan dekat wilayah kutub anima. Telur telolesital, jumlah yolk agak banyak (lebih banyak daripada isolesital) dan penyebarannya tidak merata, yolk terkumpul di wilayah kutub vegetal sehingga di wilayah kutub anima mengandung lebih banyak ooplasma. Pada reproduksi seksual, individu-individu berasal dari penyatuan dua perangkat informasi genetic (DNA). Biasanya setiap perangkat ini tersimpan di dalam suatu sel khusus yaitu gamet. Agar dapat menggabungkan informasi genetiknya, kedua gamet tersebut pertama-tama harus melebur, prosesnya disebut dengan fertilisasi. Embriogenesis adalah proses pembentukan dan perkembangan embrio. Proses ini merupakan tahapan perkembangan sel setelah mengalami pembuahan atau fertilisasi. Embriogenesis meliputi pembelahan sel dan pengaturan di tingkat sel. Sel pada embriogenesis disebut sebagai sel embriogenik. Secara umum, sel embriogenik tumbuh dan berkembang melalui beberapa fase, antara lain: 1. Sel tunggal (yang telah dibuahi) 2. Blastomer 3. Blastula 4. Gastrula 5. Neurula 6. Embrio / Janin Proses embryogenesis pada setiap organisme berbeda- beda, tergantung tingkatan individunya. Pada praktikum ini dilakukan pengamatan telur katak dan telur ayam, untuk melihat tahapan perkembangan embrio pada kedua kelas vertebrata tersebut. Selama ini kita sudah banyak mempelajari teori tentang tahap perkembangan embrio secara teori. Oleh karena itu, pengamatan ini dilakukan untuk 1 mengamati secara langsung tahapan perkembangan embrionya dengan merujuk pada pengamatan- pengamatan lain yang telah dilakukan sebelumnya. B. MAKSUD DAN TUJUAN Praktikum mengenai embrio ayam dan katak dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:  Untuk memenuhi tugas UAS dalam mata kuliah peerkembangan hewan.  Untuk mengamati tahap- tahap perkembangan embrio ayam  Untuk mengamati tahap- tahap perkembangan embrio katak 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA HEWAN Oogenesis bervariasi sesuai dengan cara reproduksi suatu spesies hewan. Hewan yang melakukan vertilisasi diluar tubuh, jumlah telur yang dilepaskan berkisar antara ratusan sampai ratusan ribu telur. Sebaliknya, hewan yang melakukan fertilisasi internal produk telurnya lebih sedikit, umumnya hanya satu sampai beberapa dan jarang sampai 15 telur dalam setiap masa bertelut. Variasi telur dalam hal ukuran berkaitan dengan perkembangan calon individu baru, setelah telur difertilisasi, akan terjadi di dalam atau diluar tubuh induknya. Pada prinsipnya semua jenis telur mempunyai struktur yang sama. Telur terdiri dari enam bagian yaitu kerabang telur atau kulit luar (shell), selaput kerabang, putih telur (albumin), kuning telur (yolk), tali kuning telur (chalaza) dan sel benih (germ plasm). Masing-masing bagian memiliki fungsi khas. Kerabang telur berfungsi sebagai pelindung embrio dari gangguan luar yang tidak menguntungkan. Kerabang juga berfungsi melindungi putih telur dan kuning telur agar tidak keluar dan terkontaminasi dari zat-zat yang tidak diinginkan. Kerabang telur memiliki pori-pori sebagai media lalu lintas gas oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2) selama proses penetasan. Oksigen diperlukan embrio untuk proses pernapasan dan perkembangannya.Putih telur merupakan tempat penyimpanan air dan zat makanan di dalam telur yang digunakan untuk pertumbuhan embrio. Kuning telur merupakan bagian telur yang bulat bentuknya, berwarna kuning sampai jingga dan terdapat di tengah-tengah telur. Kuning telur mengandung zat lemak yang penting bagi pertumbuhan embrio. Di dalam kuning telur terdapat sel benih yang menjadi unsur utama embrio unggas. Pada bagian ujung yang tumpul dari telur terdapat rongga udara yang berguna untuk bernapas bagi embrio selama periode penetasan, yang berlangsung rata-rata 20-22 hari. Oosit sebagai suatu sel mempunyai membran plasma, ooplasma dan inti, oosit melakukan sintesis sebagai senyawa dan disimpan di dalam ooplasmanya, sehingga terbentuk suatu pola organisasi di dalam sel telur, yang disebut polaritas telur. Dalam hal polaritas telut dikenal kutub amina dan kutub vegetal (kutub vegetatif). Inti sel telur dekat kutub amina (wilayah atas), sedangkan yolk sebagai bahan cadangan nutrisi untuk perkembangan emberio ditimbun di kutub vegetal (wilayah bawah). Ada telur yang yolknya menyebar merata, maka ada ciri khas yaitu ketika oosit menyelesaikan meosis, inti terletak dikutub amina dan badan polar secara terpisah dilepaskan dekat wilayah kutub anima. Untuk dapat menghasilkan bakal anak, telur harus mendapatkan lingkungan yang nyaman (comfort zone) supaya embrio yang ada di dalamnya dapat berkembang dengan baik dan menetas pada waktunya. Dalam pengertian klasik, embriologi mencakup yaitu progenase, embriogenase, dan organogenase. Cakupan diatas mengingatkan pengertian embriologi dalam artian yang sempit yang hanya mempelajari perkembangan embrio pralahir dalam rahim induk. Namun emberio ini dalan arti yang dikatakan luas 3 meliputi perkembangan embrio pralahir dan perkembangan pasca lahir atau partus, karena perkembangan mahluk adalah berkelanjutan. Progenase adalah periodenya dari perkembangan embrio atau sel kelamin dahulu sampai kedua sel kelamin tersebut menyatu padu dan menjadi zigot proses progenase ini disebut dengan progenesis. Blastogenase meliputi perkembangan zigot menjadi orulasi, blatulasi dan grastulasi serta prosesnya masing-masing ini disebut seperti diatas. Perkembangan embrio dalam arti lebih luas berupa bagaimana ovum dan sperma diproduksi. Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan termasuk manusia dapat dibedakan menjadi dua fase utama, yaitu pertumbuhan dan perkembangan embrionik serta pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik. 1. Pertumbuhan dan Perkembangan Embrionik Pertumbuhan dan perkembangan embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan selama masa embrio. Pertumbuhan dan perkembangan masa embrio melalui suatu tahap tertentu yang sistematik dan teratur. Pertumbuhan dan perkembangan embrionik diawali dengan pertemuan sel telur (ovum) dengan sperma sehingga menghasilkan sebuah sel yang disebut zigot. Zigot selanjutnya mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan melalui tahap-tahap yaitu pembelahan zigot, gastrulasi, dan organogenesis. a) Pembelahan zigot. Zigot akan mengalami pembelahan secara mitosis, yaitu dari satu sel menjadi dua sel, dua sel menjadi empat sel, empat sel menjadi delapan sel, dst. Pembelahan zigot menjadi sel-sel anak disebut cleavage. Pembelahan sel tersebut berlangsung cepat dan akan menghsilkan sel-sel anak yang tetap terkumpul menjadi satu kesatuan yang menyerupai buah anggur yang disebut morula. Dalam pertumbuhan selanjutnya morula akan menjadi blastula yang memiliki suatu rongga. Proses pembentukan morula menjadi blastula disebut blastulasi. Tahap morula b) Gastrulasi. Tahap blastulasi Dalam pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya, blastula akan menjadi gastrula, proses pembentukan gastrula disebut gastrulasi. Pada bentuk gastrula ini, embrio telah terbentuk menjadi tiga 4 lapisan embrionik, yaitu lapisan bagian luar (ektoderm), lapisan bagian tengah (mesoderm), dan lapisan bagian dalam (endoderm). Dalam perkembangan berikutnya lapisan embrionik akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan menghasilkan berbagai organ tubuh. Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah dan hewan tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya. Yaitu: y Triploblastik yaitu hewan yang mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm, mesoderm dan endoderm. Hal ini dimiliki oleh hewan tingkat tinggi seperti Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan semua Vertebrata. y Diploblastik yaitu hewan yang mempunyai 2 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm dan endoderm. Dimiliki oleh hewan tingkat rendah seperti Porifera dan Coelenterata. Tahap gastrulasi c) Induksi atau imbas embrionik. Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup. Contohnya: Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata. d) Organogenesis . Organogenesis merupakan proses pembentukan alat-alat tubuh atau organ seperti otak, jantung, paruparu, ginjal, hati, dsb. Organ-organ tersebut merupakan perkembangan lebih lanjut dari ketiga lapisan embrionik yang terbentuk saat gastrulasi.  Ektoderm mengalami diferensiasi menjadi kulit, rambut, sistem saraf, dan alat-alat indra.  Mesoderm mengalami diferensiasi menjadi otot, rangka, alat reproduksi (seperti testis dan ovarium), alat peredaran darah, dan alat ekskresi seperti ginjal. 5  Endoderm mengalami diferensiasi menjadi alat pencernaan, dan alat-alat pernapasan seperti paru-paru. Pada mamalia embrio memiliki selaput embrio, yaitu amnion, korion, sakus vitelinus, dan alantois. Selaput embrio melindungi embrio terhadap kekeringan , goncangan, membantu pernapasan, ekskresi serta fungsi penting lainnya selama berada di rahim induknya. Embrio mendapat makan dari induknya dengan perantaraan plasenta. Lama pertumbuhan dan perkembangan embrio berbeda pada setiap jenis hewan. 2. Pertumbuhan dan perkembangan pasca Embrionik. Pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan setelah masa embrio. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi terutama penyempurnaan alatalat reproduksi (alat-alat kelamin). Pada manusia perkembangan kemampuan reproduksai ditandai dengan penampakan sifat-sifat seks sekunder. Pada laki-laki sifat-sifat seks sekunder seperti suara yang membesar, tumbuh cambang, kumis, dan otot-otot tampak kekar. Sedangkan pada perempuan misalnya tumbuh payudara. Selain itu pada masa ini biasanya hanya terjadi peningkatan ukuran bagian-bagian tubuh saja. Tetapi tidak semua bagian tubuh mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan kecepatan yang sama, tetapi membentuk ukuran tertentu yang proporsional. Pada hewan tertentu sebelum tumbuh menjadi hewan dewasa, membentuk tahap larva terlebih dahulu. Pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik yang melalui tahap larva dikenal dengan nama Metamorfosis. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis adalah: serangga dan katak. B. Beberapa Contoh Tahapan Perkembangan Embrio Embriogenesis adalah proses pembentukan dan perkembangan embrio. Proses ini merupakan tahapan perkembangan sel setelah mengalami pembuahan atau fertilisasi. Embriogenesis meliputi pembelahan sel dan pengaturan di tingkat sel. Sel pada embriogenesis disebut sebagai sel embriogenik. Model yang sering dipakai dalam penjelasan mengenai embriogenesis terbagi menjadi beberapa golongan seperti amfibi, aves, amphioxus, dan mamalia, karena masing-masing mempunyai pola pertumbuhan dan perkembangan yang sedikit berbeda pada fase embrio. 1. Embriogenesis Amphioxus Pada saat fase blastula bentuknya bola, disebut juga blastula bundar. Berasal dari telur homolecithal (mengalami pembelahan secara holoblastik teratur)dan mediolechital. Gastrulasi amphioxus diawali pada daerah vegetatif embrio. Kutub vegetatif menjadi mendatar dan terdorong dan melipat ke arah dalam. Proses ini dinamakan invaginasi. Lapisan yang terinvaginasi secara bertahap akan menghilangkan rongga blastula dan bertemu dengan lapisan blastomer yang berada di kutub anima. 6 Mitosis berjalan terus diikuti dengan terjadinya pelentikan sel-sel dari luar ke dalam melalui tepi blastoporus. Proses ini disebut involusi. Melalui invaginasi dan involusi, terbentuk ectoderm dan endoderem. Ektoderem sekarang membungkus embrio secara keseluruhan melalui proses epiboli. 6-7 jam sesudah pembuahan, terbentuk gastrula yang memiliki struktur berbentuk cangkir, terdiri atas lapisan sel bagian luar yang disebut epiblas yang akan menjadi ektoderem, dan lapisan sel bagian dalam atau hipoblas yang akan menjadi mesoderem dan endoderem. Rongga yang dibatasi oleh kedua pertemuan lapisan ini disebut arkenteron atau gastrocoel. Lubang yang menghubungkan rongga ini dengan daerah sebelah luarnya disebut blastoporus. Pada awal gastrulasi, blastoporus sangat besar, namun dengan pemanjangan dan pendataran bagian dorsal gastrula, blastoporus menjadi semakin kecil hingga tampak sebagai suatu lubang sempit yang terbuka atau pori saja. Pada amphioxus ketika neural plate berinvaginasi, ectoderm epidermis mulai melipat dan bergerak melingkupi di dorso mediannya yang mulai berlangsung sejak dari bibir dorsal blastophore. Pelingkupan ectoderm sehingga menutupi bumbung neural didorsal, berlangsung terus dari posterior ke anterior. Sehingga hanya ada satu neurophore terbentuk pada amphioxus, yakni yang anterior. y Embryogenesis aves Blastula pada aves bentuknya cakram, disebut juga dengan blastula gepeng, berasal dari telur homolechital yang mengalami pembelahan holoblastik tak teratur, dan telur megalechital membelah secara meroblastik. Blastula berada diatas yolk atau jaringan penyalur makanan.Pada fase gastrula mulamula terjadi penebalan didaerah bakal median embrio di caudal. Penebalan itu disebut primitive streak (lempeng sederhana). Setelah primitive streak mencapai pemanjangan yang penuh pada umur inkubasi 18 jam, ujung cephalic mulai beregresi dan terbentuk suatu struktur yang disebut head process atau lipatan kepala. Bagian area pellusida yang berdekatan dengan primitive streak mulai menebal membentuk area embrional. Mengiringi pembentukan dan pemanjangan primitive streak, area pellusida mengalami perubahan bentuk dari bentuk cakram sirkuler menjadi bentuk konfigurasi bulat. Sumbu memanjang bakal tubuh embrio diperankan oleh primitive streak. Terbentuknya primitive streak dan Nodus Hansen¶s maka periode utama gastrulasi dimulai. Lapisanlapisan lembaga dibentuk melalui migrasi sel-sel epiblas kea rah nodus Hensen¶s dan primitive streak, dan sel-sel beringresi untuk membentuk lapisan lembaga tengah dan bawah (mesoderem dan endoderem). Sel-sel pertama yang melintasi primitive streak bagian anterior adalah bakal endoderem dan diikuti oleh bakal mesoderem. Sel-sel bakal mesoderem menyebar diantara epiblas dan hipoblas membentuk lapisan tengah yang kini disebut sebagai mesoderem. Sel-sel yang bermigarasi melalui nodus Hensen¶s meluas ke depan dan sel-sel tersebut terkondensasi membentuk notokorda, sedangkan sisa sel-sel epiblast yang tidak berinvaginasi melalui daerah primitive akan tetap menjadi ektoderem. 7 Neurulasi aves, arkenteron dibentuk ketika lipatan lateral menekan dan memisahkan embrio menjauhi kuning telur. Sekitar bagian pertengahan dari panjang embrio akan tetap bertaut ke kuning telur melalui batang kuning telur yang sebagian besar terbentuk dari sel-sel hipoblas. Pembentukan tabung neuron, perkembangan Notokord,dan somit terjadi serupa seperti pada katak. y Embryogenesis amphibia. Pembelahan awal yang terjadi pada embrio katak bersifat sinkron atau bersamaan waktunya, namun membentuk struktur yang asimetris. Perbedaan pembelahan ini dipengaruhi oleh kutub yang terjadi pada sel embrio hewan, yaitu kutub animal dan kutub vegetal. Pada katak, bagian kutub vegetal yang berisi kuning telur terdapat dalam jumlah yang lebih sedikit atau membelah lebih sedikit.Sel embriogenik ini akan terus membelah dan membentuk struktur blastomer, yaitu struktur kumpulan sel yang membentuk bola padat. Blastula terbentuk ketika sel embrio katak (struktur blastomer) terus membelah, bergerak, dan membentuk rongga pada bagian dalam (membentuk struktur bola berongga). Pada katak, rongga ini disebut blastocoel dan terisi cairan internal yang dibatasi oleh sel epitel.Gastrulasi dimulai dengan terbentuknya suatu celah di bawah bidang equator kurang lebih pada daerah kelabu. Pada daerah kelabu memiliki konstitusi sel-sel yang berbeda dengan daerah lain. Pada daerah ini, tegangan permukaan sel lebih rendah dan sel-sel lebih bersifat mobil. Salah satu factor yang menyebabkan sel-sel pada daerah kelabu memiliki mobilitas yang tinggi adalah karena sel-sel mengalami perubahan bentuk menjadi sel-sel botol yang lehernya terorientasi ke permukaan sehingga memungkinkan berlangsungnya perpindahan sel ke dalam. Pada daerah tersebut mula-mula terjadi indentasi atau pelengkungan yang disusul dengan terjadinya invaginasi dan pada akhirnya terjadi migrasi sel. Lapisan pertama yang berpindah adalah sebagian kecil dari endoderem yang disusul dengan berpindahnya kordamesoderem. Sejalan dengan itu terbentuk suatu rongga baru yang disebut rongga arkenteron yang tumbuh semakin besar sejalan dengan berlangsungnya gastrulasi. Sementara itu rongga blastocoel mulai tereliminasi sedikit demi sedikit.Neurulasi pada Katak, notokord terbentuk dari mesoderm dorsal yang berkondensasi persis di atas arkenteron. Tabung neuron berawal sebagai lempengan ektoderm dorsal, persis diatas notokord yang berkembang.Setelah notokord terbentuk, lempeng neuron melipat ke arah dalam dan menggulung menjadi Tabung neuron (neural tube) yang akan menjadi sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). y Embryogenesis mamalia Blastula mamalia mirip coelo blastula. Tetapi dimasukkan discoblastula karena jaringan embrio terletak didaerah puncak seperti halnya dijumpai pada blastula gepeng ainnya.Pada tingkat blastula sudah dapat dibedakan dua daerah utama yaitu daerah epiblast dan hipoblast. 8 Blastula mamalia, didaerah kutub animal sel-sel lebih giat membelah, sehingga disitu terjadi penebalan. Ditempat penebalan itu terjadi perpindahan-perpindahan sederatan sel keblastocoel,menjadi lapisan hipoblast. Dengan demikian gumpalan sel dalam menjadi epiblast. Rongga dibawah hipoblast menjadi rongga archenteron. Epiblas akan menumbuhkan bakal ectoderm, notochord dan mesoderm. Hipoblast menumbuhkan bakal endoderm. Gastrulasi pada mamalia ditandai dengan terbentuknya rongga pada massa sel-sel dalam (inner cell mass) yang makin lama makin besar dan dinamakan rongga amnion. Massa sel-sel dalam di bawah rongga amnion membentuk suatu keping yang dinamakan keping embrio atau embrionic disc yang kelak akan menghasilkan embrio. Keping embrio terdiri atas lapisan ektoderem yang berbatasan dengan rongga amnion dan endoderem yang berbatasan dengan blastocoel. Blastocoel terletak kearah rongga uterus, sedangkan keeping embrio dan rongga amnion tertanam kearah dinding uterus. Endoderem akan berproliferasi membentuk sel-sel pipih yang mendindingi blastocoel. Blastocoel sekarang menjadi gastrocoel atau arkenteron atau rongga kantung yolk. Endoderem yang mendindinginya akan menjadi bagian dari kantung yolk. Pada mamalia, kantung yolk tidak mengandung yolk. Pada keping embrio berlangsung proses gastrulasi yang serupa dengan gastrulasi yang berlangsung pada gastrulasi ayam, sehingga terdapat stadium daerah primitive dan lapisan-lapisan lembaga ektoderem, mesoderem, dan endoderem. Disamping daerah primitive dan bakal notokorda. Lapisan lembaga di dalam keping embrio disebut lapisan lembaga intra embrio, sedangkan yang terdapat di luar keping embrio dinamakan lapisan lembaga ekstra embrio. C. SELAPUT LUAR EMBRIO DAN PLACENTA Embrio dapat bertahan hidup sendiri selama beberapa waktu dengan menyerap makanan dari kantung kuning telur dan susu uterus, tetapi tidak lama kantung kuning telur tersebut dapat menyuplai makanan kepada embrio tersebut. Sehingga embrio membutuhkan makanan yang lebih baik untuk kelangsungan hidupnya. Selaput luar embrio terdiri dari : 1. Kantung kuning Telur (yolk sac). Kantung kuning telur ini hanya sedikit pada hewan mamalia, meskipun begitu kuning telur ini dintuk juga oleh embrio. Kantung kuning telur ini tumbuh di ventral midgut. Kantung telur ini merupakan bagian dari usus primitive, tetapi tidak termasuk bagian dari tubuh yang berasal dari embrio yang membentuk usus. Bahkan sewaktu embrio melipat, tangkai kuning telur berkembang memanjang dibawah menuju kantung kuning telur. Dan selama itulah kuning telur memberi nutrisi makanan kepada embrio.pertumbuhan dari kuning telur ini terjadi katika seluruh tubuh embrio menjorok kedorsal, kepala ke anterior dan ekor ke posterior ,terjadi pelipatan sphangling mesoderm bersam endoderm daerah midgut (Splangnopleura ). Sehingga 9 terjadi 2 daerah coelum : yaitu, coelum intra-embrional dan coelum extra embrional. Kuning telur ini bekerja dalam waktu yang cukup singkat karena fungsi kerjanya dalam pertumbuhan berikutnya akan dilanjutkan oleh alantois. 2. Amnion. Berasal dari sisi embrio dan terbentuk lipatan yang bersal dari selapis mesoderm dan ectoderm kemudian tumbuh meninggalkan embrio.lapisan-lapisan inti bersatu di bagian atas dan membentuk kantung yang berdinding 2 lapis dan menyelubungi embrio kira-kira usia 18 hari usia kebuntingan dan disebut amnion atau disebut kantung air berisi cairan bening yang merendam embrio. Amnion tersebut sebagai bantalan pelindung terhadap goncangan dari luar dan tekanan dari luar dan tekanan dari badan nduk yang ada di sekitarnya dan mencegahnya bertautan kulit embrio dengan lapisan yang menyelubunginya. Pada saat partus berfungsi sebagai pembuka jalan untuk memperlebar saluran servix. Pertumbuhan amnion ada 2 macam yaitu : a. Pelipatan somatopleura ke dorsal. b. Cavitasi inner cell mass. 3. Allantois. Berasal dari pembentukan kantung luar usus bagian belakang. Sekitar usia 23 hari embrio telah mempunyai allantois yang berkembang dengan baik. Kemudian allantois berkembang sehingga embrio menjadi relative lebih pendek.dan akhirnya mengisi ruang antara amnion dan serosa. Kantung air seni dapat berhubungan dengan allantois melalui urachus yang keluar dari simpul umbilicalis yang berfungsi menampung air seni dari embrio. Allantois dan serosa bersama membentuk chorion yang terdiri dari 4 lapis yang menyelubungi embrio, amnion dan ruang allantois seluruhnya. Lapisan tersebut memeliki banyak pembuluh darah. 4. Sacus vitelinus Sacus vitelinus merupakan selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Sacus vitelinus merupakan tempat munculnya pembuluh darah yang pertama. 5. Chorion. Berasal dari proses pembentukan amnion. Ketika somatopleura melipat ke dorsal lalu bertemu di kiri kanan terbentuklah kantung baru di luar amnion itu dan sekaligus diluar yolk sac.dindingnya terdiri dari somathopleura. Berbeda dari amnion chorion memiliki somatic mesoderm berada di dalam dam ektoepidermis di sebelah luar. 6. Plasenta Plasenta berfungsi sebagai pertukaran oksigen, karbon dioksida dan zat makanan dari embrio ke induk dan sebaliknya. Plasenta terbentuk dari pertautan antara chorion dan mukosa. Plasenta juga 10 merupakan bagian dari induk dan embrio. Tetapi tidak ada percampuran yang sempurna antara darah induk dan embrio. Zat makanan masuk ke peredaran darah embrio melalui plasenta dengan cara difusa yang kemudian masuk kedalam pembuluh darah allantois yang berhubungan dengan simpul umbilikalis membentuk jalan pertukaran zat-zat makanan ke embrio. Pada plasenta hewan sapi termasuk bertipe cotyledoner Karena villi terletak ratusan dalam bentuk cotyledon atau roset. 11 BAB III EKSPERIMEN A. ALAT DAN BAHAN 1) Alat  Gelas arloji  Cawan petri  Kertas saring  Disceting set  Bejana/ bak parafin  Lampu senter  Mikroskop  Kaca objek  Gelas ukur 2) Bahan  Telur ayam  Telur katak  Air bersih B. CARA KERJA  Teropong telur (dilakukan pada telur ayam untuk menentukan bagian rongga udara dan daerah embrio, lalu diberi tanda bulatan dengan pulpen/ spidol), sedangkan pada telur katak, langsung dipisahkan dari rantainya dan langsung diamati.  Operasi telur (dilakukan pada telur ayam dengan langkah pertama membuka cangkang pada daerah rongga udara, lalu menggunting telur tersebut sepanjang daerah embrio, menyisihkan cangkang hasil guntingan, menggunting daerah sekitar embrio, mengangkat embrio dan meletakkannya pada larutan fisiologi agar sel- selnya tidak mati )  Pengamatan dengan loupe atau mikroskop (embrio ayam diamati dengan loupe, dengan pertama kali mengeringkan embrio dengan kertas saring, sedangkan telur katak diamati dengan mikroskop, usahakan agar telurnya tetap utuh agar sel- selnya tidak rusak)  Gambar hasil pengamatan. C. HASIL PENGAMATAN 1) Gambar pengamatan telur katak. 12 2) Gambar pengamatan telur ayam. Pada pengamatan ini diamati telur ayam yang telah dierami selama 6 hari dan tujuh belas hari. a. Embrio ayam pada hari keenam. b. Embrio pada hari ketujuhbelas. D. PEMBAHASAN 1. Embiogenesis Pada Katak. a. Sel telur dan fertilisasi. Pada musim penghujan, amfibi bertelur. Kebanyakan amfibi bertelur didalam air. Setiap telur terletak dalam bulatan lendir. Katak betina bertelur banyak sekali, bisa beratus-ratus. Beberapa hari kemudian telur itu berubah menjadi kecebong. Ini adalah telur katak Telur katak merupakan sel yang besar, volumenya lebih dari 1,6 juta kali lebih besar dari sel katak yang normal. Selama perkembangan embrio, telur akan diubah menjadi kecebong yang berisi jutaan memiliki material yang sama. Bagian- bagian telur katak : y Kutub animal, merupakan kutub bagian atas yang berwarna gelap. 13 y Kutub vegetal merupakan kutub bagian bawah yang berwarna terang Jalan masuknya sperma melalui tahapan berikut : y Berlangsung pada akhir meiosis II y Sitoplasma telur akan berputar sekitar 300 mengarah ke kutub. y Hal ini dilihat dengan adanya grey crescent yang berwarna terang abu- abu berbentuk bulan sabit. y Grey crescent ini merupakan titik dimana sperma akan masuk. y Pada gambar telur di atas terdapat huruf- huruf yang menunjukkan pola masa depan katak : dorsal (D) dan perut (V) ; anterior nya (A) dan posterior (P); yang terdapat pada bagian samping kiri dan kanannya. Pada katak , sel telur yang telah mengalami fertilisasi mengalami pembelahan dan membentuk banyak sel kecil yang akhirnya membentuk struktur blastomer, tanpa terjadi perubahan massa. Dengan kata lain, sel embrio katak tidak bertambah besar, hanya bertambah kompleks, berbeda dengan sel embrio manusia yang terus membesar. b. Fase pembelahan (segmentasi) 12 pembelahan awal yang terjadi pada embrio katak bersifat sinkron atau bersamaan waktunya, namun membentuk struktur yang asimetris. Perbedaan pembelahan ini dipengaruhi oleh kutub yang terjadi pada sel embrio hewan, yaitu kutub animal dan kutub vegetal. Pada katak, bagian kutub vegetal yang berisi kuning telur terdapat dalam jumlah yang lebih sedikit atau membelah lebih sedikit. Inti zigot mengalami serangkaian mitosis, dengan inti sel anak yang dihasilkan menjadi dipartisi off, oleh sitokinesis , dan terbagi menjadi sel- sel yang lebih kecil. Pembelahan pertama terjadi tak lama setelah inti zigot terbentuk. Suatu alur akan muncul yang berjalan secara longitudinal melalui kutub telur, melewati titik di mana sperma masuk dan membagi grey crescent menjadi 2 bagian. Hal ini membagi telur menjaddi 2 bagian dan membentuk tahap 2 sel. Pembelahan yang kedua membentuk tahap 4 sel. Terbentuk kembali suatu alur pembelahan lagi yang melalui kutub tetapi dari sudut kanan ke alur pertama.Pada alur pembelahan ketiga berjalan secara horizontal tetapi lebih mendekati kutub animal daripada kutub vegetal. Ini menghasilkan tingkatan 8 sel.Pada pembelahan selanjutnya juga dilanjutkan selaras, menghasilkan 16-sel dan 14 kemudian embrio 32-sel. Namun, selama pembelahan berlanjut, sel-sel di kutub animal mulai membagi lebih cepat daripada yang di kutub vegetal dan dengan demikian menjadi lebih kecil dan lebih banyak. Sel embriogenik ini akan terus membelah dan membentuk struktur blastomer, yaitu struktur kumpulan sel yang membentuk bola padat. c. Fase blastulasi. Blastula terbentuk ketika sel embrio katak (struktur blastomer) terus membelah, bergerak, dan membentuk rongga pada bagian dalam (membentuk struktur bola berongga). Pada katak, rongga ini disebut blastocoel dan terisi cairan internal yang dibatasi oleh sel epitel. Selama seluruh proses ini tidak ada pertumbuhan embrio. In fact, because the cells of the blastula are so small, the blastula looks just like the original egg to the unaided eye. Bahkan, karena sel-sel blastula sangat kecil, blastula dengan mata telanjang tampak seperti telur asli. Selain itu blastula tidak sampai mengaandung 4000 sel meskipun ada transkripsi dari gen zigot. Semua kegiatan sampai dengan saat ini telah dijalankan oleh produk gen (mRNA dan protein) disimpan oleh induk bertina ketika ia membentuk telur. d. Fase gastrulasi. Saat blastula terus mengalami pembelahan dan pertambahan jumlah sel, kutub animal akan berusaha membungkus kutub vegetal dengan bergerak dan melakukan invaginasi, yang sering disebut sebagai proses gastrulasi. Gastrulasi ini berlangsung dengan urutan kronologis sebagai berikut: 1. Pembentukan blastopore (saluran invaginasi) 2. Pembentukan lapisan ektoderm, mesoderm, dan endoderm. 3. Selanjutnya sel bermigrasi dan berkohesi dengan bantuan senyawa cadherin dan integrin. 15 e. Pembentukkan ectoderm, endoderm, dan mesoderm. Blastomer akan melanjutkan pembelahan dan menambah jumlah sel. Saat jumlah sel mencukupi, sel-sel dari kutub animal akan berusaha membungkus sel dari kutub vegetal, yang disebut sebagai proses Gastrulasi, untuk menjadi prekursor awal pembentukan organ dan jaringan tubuh dewasa. Prekursor jaringan ini mulai dapat diamati dari sejak fase blastomer, saat pembentukan kutub animal dan vegetal mulai terlihat. Prekursor jaringan ini memiliki struktur awal berupa lapisan yang akan terbentuk selama proses Gastrulasi. Lapisan tersebut dapat dibagi menjadi 3, yaitu: 1. Ektoderm : lapisan yang akan memberi bentuk luar hewan keseluruhan dan merupakan prekursor epidermis dan sistem saraf, dibentuk dari sebagian besar kutub animal. 2. Endoderm : lapisan yang dibuat dari kutub vegetal dan merupakan prekursor usus dan organ internal, dibentuk dari sebagian besar kutub vegetal. 3. Mesoderm : merupakan lapisan prekursor otot, jaringan penghubung, dan komponen lainnya yang akan menghubungkan antara ektoderm dan endoderm, dibentuk dari sebagian kutub animal dan kutub vegetal Ektoderm kulit otak saraf tulang belakang Mesoderm Endoderm notochord Lapisan bagian dalam usus, hati, pankreas otot darah Lapisan bagian dalam paru-paru lapisan dalam kandung kemih Kelenjar tiroid dan paratiroid semua neuron lainnya tulang Organ reseptor organ seks timus f. Fase neurulasi dan pembentukkan janin. Fase gastrula ini dilanjutkan dengan fase neurulasi. Spemmen organizer (sebagian besar mesoderm ), akan : o Berkembang menjadi notochord , yang merupakan cikal bakal tulang punggung; 16 o Menginduksi ektoderm berbaring di atasnya untuk mulai membentuk jaringan saraf bukan kulit. o Ektoderm ini tumbuh menjadi dua lipatan longitudinal, membentuk tahap lipatan saraf. o Dalam waktu bibir sekering lipatan untuk membentuk tabung neural. o Tabung neural akhirnya berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang. g. Diferensiasi Meskipun berbagai lapisan sel di gastrula katak memiliki nasib yang pasti dan berbeda dalam persediaannya, ini tidak nampak dalam strukturnya. Hanya dengan memeriksa pola-pola ekspresi gen yang berbeda (misalnya, mencari protein jaringan-spesifik) dapat mendeteksi perbedaan. Pada waktunya, sel-sel embrio mengambil struktur khusus dan fungsi yang mereka miliki dalam kecebong, membentuk neuron, sel darah, sel-sel otot, sel epitel, dll, dll h. Pertumbuhan Pada awalnya, katak betina dewasa akan bertelur, kemudian telur tersebut akan menetas setelah 10 hari. Setelah menetas, telur katak tersebut menetas menjadi Berudu. Setelah berumur 2 hari, Berudu mempunyai insang luar yang berbulu untuk bernapas. Setelah berumur 3 minggu insang berudu akan tertutup oleh kulit. Menjelang umur 8 minggu, kaki belakang berudu akan terbentuk kemudian membesar ketika kaki depan mulai muncul. Umur 12 minggu, kaki depannya mulai berbentuk, ekornya menjadi pendek serta bernapas dengan paru-paru. Setelah pertumbuhan anggota badannya sempurna, katak tersebut akan berubah menjadi katak dewasa. ( Anonim: 2004 ) Pada pertumbuhan ini, yang merupakan fase pasca embrionik, katak akan bermetamorfosis. Tahapan metamorfosisnya secara garis besar akan dijelaskan sebagai berikut : 17  Larva dengan insang luar belum sempurna ( baru menetas). Keturunan yang akan dihasilkan dari telur-telur katak yang terbuahi akan berjumlah cukup banyak.  Berudu Selepas 21 hari tempo perkembangan, embrio akan meninggalkan cengkerang agar ± agar, dan melekatkan dirinya pada rumpai air di dalam air. Kemudian ia menjadi berudu. Berudu akan membesar sehingga ia mampu berenang di dalam air. Ini mengambil masa 3 hari hingga 3 minggu. Berudu makan tumbuhan air yang kecil yang melekat pada tumbuhan air yang lebih besar. Tumbuhan kecil ini disebut alga.Berudu mempunyai ekor yang panjang, dan tinggal di dalam air. Ia mudah mati, dan bergantung kepada keupayaan menyamar untuk melindunginya. Berudu juga terancam dan ia boleh dimakan oleh biota air yang lain. Kadangkala berudu mati apabila kolam atau kawasan berair menjadi kering.  Berudu mulai berubah Selepas 5 minggu, berudu mula berubah. Kaki belakang mula terbentuk, diikuti dengan kaki depan. Kaki depan terbentuk di bahagian belakang kepalanya yang bonjol. Ekor berudu mengecil. Paru ± paru mulai berkembang, untuk membolehkan katak hidup di darat.Pada peringkat ini, berudu akan berenang ke permukaan air untuk bernafas. Ekornya juga membantu ia berenang untuk mendapatkan makanan. Berudu mulai makan tumbuh ± tumbuhan dan hewan yang reput.  Hampir menjadi katak Lama ± kelamaan, berudu akan mulai kelihatan seperti katak. Ia menanggalkan kulit. Mulutnya mula melebar, dan rahangnya mulai hilang. Ekor mengecil, dan kaki membesar. Paru ± paru semakin menjalankan fungsinya.  Katak Selepas 11 minggu, ia telah berkembang dengan lengkap, katak yang mempunyai paru ± paru, kaki dan tanpa ekor. Ia mula keluar dari air. Katak lebih banyak menghabiskan hidupnya di darat, berbanding di dalam air. Katak yang kecil ini mula memakan serangga dan cacing. Ia akan menjadi katak dewasa dan akan mencari pasangan. Katak betina akan bertelur dan proses ini berulang kembali. 18 2. Embryogenesis Pada Ayam. Pada embrio aves terdapat suatu keping sel-sel yang disebut dengan blastoderm dan terletak diatas yolk. Bagian tengah dari blastoderm terpisah dari yolk oleh suatu rongga yang disebut rongga subgerminal, sehingga tampak terang dan disebut area pelusida. Sedangkan dibagian tepi area pelusida tampak gelap dan disebut area opaka karena berlekatan dengan yolk. Sebagian besar sel-sel bastoderm yang berada di permukaan atas membentuk epiblas, sebagian sel melepaskan diri dari epiblas (ingresi) kedalam rongga subgerminal dan membentuk hipoblas primer. Kemudian sel-sel dari tepi posterior blastoderm juga ingresi dna bergabung dengan hipoblas primer membentuk hipoblas sekunder. Blastoderm sudah terdiri dari dua lapis hipoblas dan epiblas, diantaranya terdapat rongga blastula. Ciri utama gastrulasi aves diawali dengan pembentukan daerah unsur primitif . daerah ini mulai tampak sebagai suatu penebalan berbentuk segitiga bibagian medioposterior area pelusida. Penebalan ini disebabkan karena migrasi sel-sel dari arah posterolateral ke bagian tengah area pelusida. Selanjutnya penebalan menyempit, bergerak ke posterior dan mengerut, menjadi suatu penebalan berbentuk memanjang kea rah kaudad-anterior yang disebut daerah unsur primitif yang terdiri dari bagian tengah berupa celah yang disebut alur primitif, yang pada sisi kedusa dibatasi oleh bukit primitive. Ada penebalan di ujung anterior daerah unsur primitif yang disebut nodus Hansen dan dibagian tengahnya terdapat struktur seperti sumur disebut lubang primitif. Gastrulasi adalah suatu proses pembentukkan daun kecambah (germ layer), yaitu ectoderm, mesoderm, dan endoderm. Dalam proses ini blastula berkembang menjadi gastrula. Semua bakal daun kecambah tersebut ada dipermukaan blastula. Dalam proses pembentukkan gastrula terjadi perpindahan 19 bakal daun kecambah yang semula ada dipermukaan menuju tempat definitive di bagian dalam, yaitu bakal entoderm, bakal ectoderm daun neural, dan bakal mesoderm yang menyelip diantara ectoderm umum dan endoderm. Cara perpindahan bakal daun kecambah ini ada dua macam yaitu epiboli danemboli. Epiboli adalah pergerakkan disepanjang sumbu antero-posterior dan meluas ke dalam, invaginasi melekuk dan melipat ke dalam, evaginasi adalah kebalikan dari invaginasi, diverginsi atau memancar, konvergensi atau mempokus, polinvaginasi, delaminasi yaitu gerakkan memisahkan dari sekelompok sel dari kelompok asalnya. Emboli mencakup pemanjangan dan perluasan serta penyempitan blastofel, yaitu lubang arkhentoton yang disebut mulut primitif. Epiboli mencakup pergerakkan bakal epidermis dan bakal daun neural Perkembangan embrio ayam tidak dapat seluruhnya dilihat, dengan mata telanjang, melainkan perlu bantuan alat khusus seperti mikroskop atau kaca pembesar Berikut ini adalah gambaran secara garis besar perkembangan embrio ayam. Untuk lebih memahami proses perkembangan embrio ayam, kita harus mengetahui perkembangan embrio dari hari ke hari beserta ciri-cirinya. Berikut ini adalah tahap-tahap perkembangan embrio ayam dari hari ke hari beserta ciri-ciri perkembangan yang menyertainya. 20 1. Hari Pertama Asal mula lempengan embrio pada tahap blastodermal. Nampak ada rongga segmentasi yang berada di bawah area pelucida,terdapat pada cincin yang berwarna lebih gelap dari sekitarnya. 2. Hari kedua Nampak jalur pertama pada pusat blastoderm. Diantara extraembrionic annexis nampak membran vitelin yang memiliki peranan utama dalam nutrisi embrio. Bentuk awal embrio hari kedua mulai terlihat jelas. Pada umur ini sudah terlihat primitive streake ± suatu bentuk memanjang dari pusat blastoderm ± yang kelak akan berkembang menjadi embrio. Pada blastoderm terdapat garisgaris warna merah yang merupakan petunjuk mulainya sistem sirkulasi darah. 3. Hari ketiga Embrio berada di sisi kiri, dikelilingi oleh sistem peredaran darah, membram viteline menyebar di atas permukaan kuning telur. Kepala dan badan dapat dibedakan, demikian juga otak.Nampak juga struktur jantung yang mulai berdenyut. 21 4. Hari keempat Perkembangan rongga amniotik, yang akan mengelilingi embrio,yang berisi cairan amniotik, berfungsi untuk melindungi embrio dan membolehkan embrio bergerak. Nampak gelembung alantois yang berperan utama dalam penyerapan kalsium,pernapasan dan tempat penyimpanan sisa-sisa. 5. Hari kelima Peningkatan ukuran embrio, embrio membentuk huruf C, kepala bergerak mendekati ekor. Terjadi perkembangan sayap. 6. Hari keenam Membram vetiline terus berkembang dan mengelilingi lebih dari separuh kuning telur. Fissura ada diantara jari kesatu, kedua dan ketiga dari anggota badan bagian atas dan antara jari kedua dan ketiga anggota badan bagian bawah. Jari kedua lebih panjang dari jari lain. 22 7. Hari ketujuh Cairan yang makin mengencer di bagian leher. Nampak jelas memisahkan kepala dengan badannya. Terjadi pembentukan paruh. Otak nampak ada di daerah kepala, yang lebih kecil ukurannya dibanding dengan embrio. 8. Hari kedelapan Membram vetillin menyelimuti (menutupi) hampir seluruh kuning telur. Pigmentasi pada mata mulai nampak. Bagian paruh atas dan bawah mulai terpisah, demikian juga dengan sayap dan kaki. Leher merenggang dan otak telah berada di dalam rongga kepala. Terjadi pembukaan indra pendengar bagian luar. 9. Hari kesembilan Kuku mulai nampak, mulai tumbuh folikel bulu pertama.Alantois mulai berkembang dan meningkatnya pembuluh darah pada vitellus. 23 10. Hari kesepuluh Lubang hidung masih sempit. Terjadi pertumbuhan kelopak mata, perluasan bagian distal anggota badan. Membran viteline mengelilingi kuning telur dengan sempurna. Folikel bulu mulai menutup bagian bawah anggota badan. Patuk paruh mulai nampak. 11. Hari kesebelas Lubang palpebral memiliki bentuk elips yang cenderung menjadi encer. Alantois mencapai ukuran maksimal, sedangkan vitellus makin menyusut. Embrio sudah nampak seperti anak ayam. 12. Hari kedua belas Folikel bulu mengelilingi bagian luar indera pendengar meatus dan menutupi kelopak mata bagian atas. Kelopak mata bagian bawah menutupi 2/3 atau bahkan ¼ bagian kornea. 24 13. Hari ketiga belas. Alantois menyusut menjadi membran Chorioalantois. Kuku dan kaki mulai nampak jelas. 14. Hari keempat belas. Bulu-bulu halus hampir menutupi seluruh tubuh dan berkembang dengan cepat. 15. Hari kelima belas dan enambelas. Beberapa morfologi embrio berubah : anak ayam dan bulu halus terus berkembang. Vitellus menyusut cepat, putih telur mulai menghilang. Kepala bergerak ke arah kerabang telur (posisi pipping) di bawah sayap kanan. 25 16. Hari ketujuh belas Sistem ginjal dari embrio mulai memproduksi urates (garam dari asam urat). Paruh yang berada di bagian bawah sayap kanan, menuju rongga udara (yang ada di dalam telur). Putih telur telah terserap semua. 17. Hari kedelapan belas Permulaan internalisasi vitellin. Terjadi pengurangan cairan amniotik. Pada umur ini dilakukan transfer dari mesin setter (inkubtor) ke mesin hatcher dan juga bisa dilakukan vaksin in ovo. 18. Hari kesembilan belas. Penyerapan vitellin secara cepat. Paruh mulai mematuk selaput/membran kerabang bagian dalam dan siap untuk menembusnya. Penyerapan vitelis mulai cepat. 26 19. Hari kedua puluh Vitelus terserap semua, menutup pusar (umbilicus). Anak ayam menembus selaput kerabang telur bagian dalam dan bernafas pada rongga udara. Pertukaran gas terjadi melalui kerabang telur. Anak ayam siap menetas dan mulai memecah kerabang telur. 20. Hari kedua puluh satu Anak ayam menggunakan sayap sebagai pemandu dan kakinya memutar balik, paruh memecah kerabang dengan cara sirkular. Anak ayam mulai melepaskan diri dari kerabang telur dalam waktu 12 ± 18 jam dan membiarkan bulunya menjadi kering. 27 Pengetesan fertilitas telur adalah suatu hal yang perlu dilakukan. Hal ini terutama diperlukan untuk menentukan jumlah telur yang fertile untuk terus ditetaskan sedangkan yang tidak fertile atau tidak bertunas harus disingkirkan karena tidak berguna dalam proses penetasan dan bahkan Cuma buang buang tenaga dan tempat saja. Padahal tempat yang ada dapat dimanfaatkan untuk telur telur fertile yang lain atau yang baru akan ditetaskan. Tes fertilitas semacam ini tidak akan mempengaruhi perkembangan embrio telur, malah sebaliknya kita akan tahu seberapa normal perkembangan embrio didalam telur tersebut telah berkembang atau bertunas. Tetapi tetap sebagai hal yang terpenting dalam proses ini adalah mengetahui seberapa banyak telur yang fertile dan dapat menentukan langkah langkah yang diperlukan untuk telur yang tidak fertile terutama jika telur telur tersebut diberikan coretan / tulisan mengenai asal telur dan tanggal di telurkan oleh sang ayam maupun informasi asal kandangnya. Pada saat test fertilitas, maka hanya telur yang ada bintik hitam dan jalur jalur darah yang halus yang akan terus di tetaskan. Tetapi singkirkan telur telur yang ada pita darahnya, tidak ada perubahan (tetap tidak ada perkembangan), ada blok kehitaman karena mati atau seperti contoh pada gambar berikut: 28 Pengetahuan tentang fertil dan tidaknya telur sangat diperlukan terutama di hatchery. Selain pengetahuan terhadap seleski ¿sik telur, kefertilan telur juga perlu diketahui. Seleksi ¿sik yang dapat dilakukan diantaranya kebersihan telur dari kotoran induknya, retak atau tidaknya telur serta bentuk ukuran telur (normal atau tidak). Namun terlepas dari hal tersebut tidak kalah pentingnya pengetahuan mengenai fertil/infertil telur dilihat dari dalam telurnya yang dapat dibandingkan sebagai berikut : 29 30 BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN Dari hasil pengamatan tentang embrio ayam dan katak ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :  Embryogenesis merupakan suatu proses penting pada tahap awal kehidupan suatu organisme. Embryogenesis adalah tahap awal pembentukan dan perkembangan embrio.  Embriogenesis meliputi pembelahan sel dan pengaturan di tingkat sel. Sel pada embriogenesis disebut sebagai sel embriogenik.  Tahapan pertumbuhan dan perkembangan embrio dibedakan menjadi 2 tahap yaitu fase embrionik dan fase pasca embrionik.  Tahapan perkembangan embrio (fase embrionik) pada katak meliputi beberapa fase yakni fertilisasi, segmentasi (pembelahan), fase blastulasi, gastrulasi (pembentukan endoderm,ectoderm, dan mesoderm), neurulasi (tahap awal pembentukan system saraf), organogenesis, serta diferensiasi. Selain itu terdapat pula tahapan pasca embrionik yang berupa pertumbuhan yang dikenal dengan metamorphosis yang meliputi larva, berudu, berudu berkaki, katak muda, dan akhirnya katak dewasa.  Proses pembentukaan embrio pada ayam terjadi selama 21 hari, yang dimulai dari fertilisasi yang diikuti dengan tahap awal terbentuknya stria primitive, pembentukan somit, pembentukkan jantung, pembentukan proamnion, pembelokan embrio, pembentukaan amnion, pembentukan alantois dan kuntum kaki, pembentukan calon organ, dan akhirnya pada hari ke 21 telur akan menetas dan keluarlah anak ayam yang akan tumbuh menjadi ayam dewasa.  Telur ayam yang fertile sangat berbeda dengan telur ayam yang infertile yakni telur yang fertile ada bintik hitam dan jalur jalur darah yang halus sedangkan telur yang infertil ada pita darahnya, tidak ada perubahan (tetap tidak ada perkembangan), ada blok kehitaman karena mati. B. SARAN Dalam pelaksanaan praktikum, diharapkan agar petugas laboratorium bisa menyiapkan perlengkapan praktikum secara lengkap sehingga praktikum bisa berjalan dengan baik sehingga praktikan bisa memahami praktikum tersebut. Selain itu, diharapkan agar semua praktikan dapat berperan aktif sehingga jangan cuma segelintir orang yang aktif dalam praktikum sementara yang lain hanya berpangku tangan saja. 31 DAFTAR PUSTAKA Adaningrum, Dewi. 2010. Embriologi Ayam.Tarsito: Bandung. CP-Buletin Service. 2007. Perkembangan Embrio Dari Hari ke Hari. Pokphand Indonesia: Jakarta http://bhimashraf.blogspot.com/2009/04/oleh-bhima-wibawa-santoso-nim-a1c407003_27.html. 01 Februari 2011) (Akses, http://anpastoe.blogspot.com/2010/07/peternakan-perkembangan-embrio-ayam.html. (Akses, 01 Februari 2011) http://www.biologyreference.com/Co-Dn/Development.html. (Akses, 01 Februari 2011) http://Chiaki-planet.Blogspot.com. (Akses, 01 Februari 2011) Santoso, Bhima. 2009. Laporan Praktikum: Perkembangan Lanjutan Embrio Katak. FKIP Biologi Universitas Jambi: Jambi. Wahyudi, Yudhis. 2009. Laporan Praktikum: Perkembangan Embrio Ayam. FKIP Biologi Universitas Jember: Jember. Yurnadi. 2008. Modul Neurosains: Embrio Ayam 18, 24, 38 dan 48 Jam. Fakultas Kedokteran UI: Jakarta. 32
Please download to view
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
...

LAPORAN PERAWAN YUNUS

by adythia-fernando

on

Report

Category:

Documents

Download: 0

Comment: 0

1,445

views

Comments

Description

Download LAPORAN PERAWAN YUNUS

Transcript

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Oosit sebagai suatu sel mempunyai membran plasma, ooplasma, dan inti. Oosit melakukan sintesis berbagai senyawa dan disimpan di dalam ooplasmanya, sehingga terbentuk suatu pola organisasi di dalam sel telur, disebut polaritas telur, dalam hal polaritas telur dikenal kutub anima dan kutub vegetal (kutub vegetatif). Inti sel telur lebih dekat ke kutub anima (wilayah atas), sementara yolk sebagai bahan cadangan nutrisi untuk perkembangan embrio ditimbun di kutub vegetal (wilayah bawah). Ada telur yang yolknya menyebar merata, maka ada ciri yang khas yaitu ketika oosit menyelesaikan meiosis, inti terletak di kutub anima dan badan polar secara terpisah dilepaskan dekat wilayah kutub anima. Telur telolesital, jumlah yolk agak banyak (lebih banyak daripada isolesital) dan penyebarannya tidak merata, yolk terkumpul di wilayah kutub vegetal sehingga di wilayah kutub anima mengandung lebih banyak ooplasma. Pada reproduksi seksual, individu-individu berasal dari penyatuan dua perangkat informasi genetic (DNA). Biasanya setiap perangkat ini tersimpan di dalam suatu sel khusus yaitu gamet. Agar dapat menggabungkan informasi genetiknya, kedua gamet tersebut pertama-tama harus melebur, prosesnya disebut dengan fertilisasi. Embriogenesis adalah proses pembentukan dan perkembangan embrio. Proses ini merupakan tahapan perkembangan sel setelah mengalami pembuahan atau fertilisasi. Embriogenesis meliputi pembelahan sel dan pengaturan di tingkat sel. Sel pada embriogenesis disebut sebagai sel embriogenik. Secara umum, sel embriogenik tumbuh dan berkembang melalui beberapa fase, antara lain: 1. Sel tunggal (yang telah dibuahi) 2. Blastomer 3. Blastula 4. Gastrula 5. Neurula 6. Embrio / Janin Proses embryogenesis pada setiap organisme berbeda- beda, tergantung tingkatan individunya. Pada praktikum ini dilakukan pengamatan telur katak dan telur ayam, untuk melihat tahapan perkembangan embrio pada kedua kelas vertebrata tersebut. Selama ini kita sudah banyak mempelajari teori tentang tahap perkembangan embrio secara teori. Oleh karena itu, pengamatan ini dilakukan untuk 1 mengamati secara langsung tahapan perkembangan embrionya dengan merujuk pada pengamatan- pengamatan lain yang telah dilakukan sebelumnya. B. MAKSUD DAN TUJUAN Praktikum mengenai embrio ayam dan katak dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:  Untuk memenuhi tugas UAS dalam mata kuliah peerkembangan hewan.  Untuk mengamati tahap- tahap perkembangan embrio ayam  Untuk mengamati tahap- tahap perkembangan embrio katak 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA HEWAN Oogenesis bervariasi sesuai dengan cara reproduksi suatu spesies hewan. Hewan yang melakukan vertilisasi diluar tubuh, jumlah telur yang dilepaskan berkisar antara ratusan sampai ratusan ribu telur. Sebaliknya, hewan yang melakukan fertilisasi internal produk telurnya lebih sedikit, umumnya hanya satu sampai beberapa dan jarang sampai 15 telur dalam setiap masa bertelut. Variasi telur dalam hal ukuran berkaitan dengan perkembangan calon individu baru, setelah telur difertilisasi, akan terjadi di dalam atau diluar tubuh induknya. Pada prinsipnya semua jenis telur mempunyai struktur yang sama. Telur terdiri dari enam bagian yaitu kerabang telur atau kulit luar (shell), selaput kerabang, putih telur (albumin), kuning telur (yolk), tali kuning telur (chalaza) dan sel benih (germ plasm). Masing-masing bagian memiliki fungsi khas. Kerabang telur berfungsi sebagai pelindung embrio dari gangguan luar yang tidak menguntungkan. Kerabang juga berfungsi melindungi putih telur dan kuning telur agar tidak keluar dan terkontaminasi dari zat-zat yang tidak diinginkan. Kerabang telur memiliki pori-pori sebagai media lalu lintas gas oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2) selama proses penetasan. Oksigen diperlukan embrio untuk proses pernapasan dan perkembangannya.Putih telur merupakan tempat penyimpanan air dan zat makanan di dalam telur yang digunakan untuk pertumbuhan embrio. Kuning telur merupakan bagian telur yang bulat bentuknya, berwarna kuning sampai jingga dan terdapat di tengah-tengah telur. Kuning telur mengandung zat lemak yang penting bagi pertumbuhan embrio. Di dalam kuning telur terdapat sel benih yang menjadi unsur utama embrio unggas. Pada bagian ujung yang tumpul dari telur terdapat rongga udara yang berguna untuk bernapas bagi embrio selama periode penetasan, yang berlangsung rata-rata 20-22 hari. Oosit sebagai suatu sel mempunyai membran plasma, ooplasma dan inti, oosit melakukan sintesis sebagai senyawa dan disimpan di dalam ooplasmanya, sehingga terbentuk suatu pola organisasi di dalam sel telur, yang disebut polaritas telur. Dalam hal polaritas telut dikenal kutub amina dan kutub vegetal (kutub vegetatif). Inti sel telur dekat kutub amina (wilayah atas), sedangkan yolk sebagai bahan cadangan nutrisi untuk perkembangan emberio ditimbun di kutub vegetal (wilayah bawah). Ada telur yang yolknya menyebar merata, maka ada ciri khas yaitu ketika oosit menyelesaikan meosis, inti terletak dikutub amina dan badan polar secara terpisah dilepaskan dekat wilayah kutub anima. Untuk dapat menghasilkan bakal anak, telur harus mendapatkan lingkungan yang nyaman (comfort zone) supaya embrio yang ada di dalamnya dapat berkembang dengan baik dan menetas pada waktunya. Dalam pengertian klasik, embriologi mencakup yaitu progenase, embriogenase, dan organogenase. Cakupan diatas mengingatkan pengertian embriologi dalam artian yang sempit yang hanya mempelajari perkembangan embrio pralahir dalam rahim induk. Namun emberio ini dalan arti yang dikatakan luas 3 meliputi perkembangan embrio pralahir dan perkembangan pasca lahir atau partus, karena perkembangan mahluk adalah berkelanjutan. Progenase adalah periodenya dari perkembangan embrio atau sel kelamin dahulu sampai kedua sel kelamin tersebut menyatu padu dan menjadi zigot proses progenase ini disebut dengan progenesis. Blastogenase meliputi perkembangan zigot menjadi orulasi, blatulasi dan grastulasi serta prosesnya masing-masing ini disebut seperti diatas. Perkembangan embrio dalam arti lebih luas berupa bagaimana ovum dan sperma diproduksi. Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan termasuk manusia dapat dibedakan menjadi dua fase utama, yaitu pertumbuhan dan perkembangan embrionik serta pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik. 1. Pertumbuhan dan Perkembangan Embrionik Pertumbuhan dan perkembangan embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan selama masa embrio. Pertumbuhan dan perkembangan masa embrio melalui suatu tahap tertentu yang sistematik dan teratur. Pertumbuhan dan perkembangan embrionik diawali dengan pertemuan sel telur (ovum) dengan sperma sehingga menghasilkan sebuah sel yang disebut zigot. Zigot selanjutnya mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan melalui tahap-tahap yaitu pembelahan zigot, gastrulasi, dan organogenesis. a) Pembelahan zigot. Zigot akan mengalami pembelahan secara mitosis, yaitu dari satu sel menjadi dua sel, dua sel menjadi empat sel, empat sel menjadi delapan sel, dst. Pembelahan zigot menjadi sel-sel anak disebut cleavage. Pembelahan sel tersebut berlangsung cepat dan akan menghsilkan sel-sel anak yang tetap terkumpul menjadi satu kesatuan yang menyerupai buah anggur yang disebut morula. Dalam pertumbuhan selanjutnya morula akan menjadi blastula yang memiliki suatu rongga. Proses pembentukan morula menjadi blastula disebut blastulasi. Tahap morula b) Gastrulasi. Tahap blastulasi Dalam pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya, blastula akan menjadi gastrula, proses pembentukan gastrula disebut gastrulasi. Pada bentuk gastrula ini, embrio telah terbentuk menjadi tiga 4 lapisan embrionik, yaitu lapisan bagian luar (ektoderm), lapisan bagian tengah (mesoderm), dan lapisan bagian dalam (endoderm). Dalam perkembangan berikutnya lapisan embrionik akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan menghasilkan berbagai organ tubuh. Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah dan hewan tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya. Yaitu: y Triploblastik yaitu hewan yang mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm, mesoderm dan endoderm. Hal ini dimiliki oleh hewan tingkat tinggi seperti Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan semua Vertebrata. y Diploblastik yaitu hewan yang mempunyai 2 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm dan endoderm. Dimiliki oleh hewan tingkat rendah seperti Porifera dan Coelenterata. Tahap gastrulasi c) Induksi atau imbas embrionik. Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup. Contohnya: Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata. d) Organogenesis . Organogenesis merupakan proses pembentukan alat-alat tubuh atau organ seperti otak, jantung, paruparu, ginjal, hati, dsb. Organ-organ tersebut merupakan perkembangan lebih lanjut dari ketiga lapisan embrionik yang terbentuk saat gastrulasi.  Ektoderm mengalami diferensiasi menjadi kulit, rambut, sistem saraf, dan alat-alat indra.  Mesoderm mengalami diferensiasi menjadi otot, rangka, alat reproduksi (seperti testis dan ovarium), alat peredaran darah, dan alat ekskresi seperti ginjal. 5  Endoderm mengalami diferensiasi menjadi alat pencernaan, dan alat-alat pernapasan seperti paru-paru. Pada mamalia embrio memiliki selaput embrio, yaitu amnion, korion, sakus vitelinus, dan alantois. Selaput embrio melindungi embrio terhadap kekeringan , goncangan, membantu pernapasan, ekskresi serta fungsi penting lainnya selama berada di rahim induknya. Embrio mendapat makan dari induknya dengan perantaraan plasenta. Lama pertumbuhan dan perkembangan embrio berbeda pada setiap jenis hewan. 2. Pertumbuhan dan perkembangan pasca Embrionik. Pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan setelah masa embrio. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi terutama penyempurnaan alatalat reproduksi (alat-alat kelamin). Pada manusia perkembangan kemampuan reproduksai ditandai dengan penampakan sifat-sifat seks sekunder. Pada laki-laki sifat-sifat seks sekunder seperti suara yang membesar, tumbuh cambang, kumis, dan otot-otot tampak kekar. Sedangkan pada perempuan misalnya tumbuh payudara. Selain itu pada masa ini biasanya hanya terjadi peningkatan ukuran bagian-bagian tubuh saja. Tetapi tidak semua bagian tubuh mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan kecepatan yang sama, tetapi membentuk ukuran tertentu yang proporsional. Pada hewan tertentu sebelum tumbuh menjadi hewan dewasa, membentuk tahap larva terlebih dahulu. Pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik yang melalui tahap larva dikenal dengan nama Metamorfosis. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis adalah: serangga dan katak. B. Beberapa Contoh Tahapan Perkembangan Embrio Embriogenesis adalah proses pembentukan dan perkembangan embrio. Proses ini merupakan tahapan perkembangan sel setelah mengalami pembuahan atau fertilisasi. Embriogenesis meliputi pembelahan sel dan pengaturan di tingkat sel. Sel pada embriogenesis disebut sebagai sel embriogenik. Model yang sering dipakai dalam penjelasan mengenai embriogenesis terbagi menjadi beberapa golongan seperti amfibi, aves, amphioxus, dan mamalia, karena masing-masing mempunyai pola pertumbuhan dan perkembangan yang sedikit berbeda pada fase embrio. 1. Embriogenesis Amphioxus Pada saat fase blastula bentuknya bola, disebut juga blastula bundar. Berasal dari telur homolecithal (mengalami pembelahan secara holoblastik teratur)dan mediolechital. Gastrulasi amphioxus diawali pada daerah vegetatif embrio. Kutub vegetatif menjadi mendatar dan terdorong dan melipat ke arah dalam. Proses ini dinamakan invaginasi. Lapisan yang terinvaginasi secara bertahap akan menghilangkan rongga blastula dan bertemu dengan lapisan blastomer yang berada di kutub anima. 6 Mitosis berjalan terus diikuti dengan terjadinya pelentikan sel-sel dari luar ke dalam melalui tepi blastoporus. Proses ini disebut involusi. Melalui invaginasi dan involusi, terbentuk ectoderm dan endoderem. Ektoderem sekarang membungkus embrio secara keseluruhan melalui proses epiboli. 6-7 jam sesudah pembuahan, terbentuk gastrula yang memiliki struktur berbentuk cangkir, terdiri atas lapisan sel bagian luar yang disebut epiblas yang akan menjadi ektoderem, dan lapisan sel bagian dalam atau hipoblas yang akan menjadi mesoderem dan endoderem. Rongga yang dibatasi oleh kedua pertemuan lapisan ini disebut arkenteron atau gastrocoel. Lubang yang menghubungkan rongga ini dengan daerah sebelah luarnya disebut blastoporus. Pada awal gastrulasi, blastoporus sangat besar, namun dengan pemanjangan dan pendataran bagian dorsal gastrula, blastoporus menjadi semakin kecil hingga tampak sebagai suatu lubang sempit yang terbuka atau pori saja. Pada amphioxus ketika neural plate berinvaginasi, ectoderm epidermis mulai melipat dan bergerak melingkupi di dorso mediannya yang mulai berlangsung sejak dari bibir dorsal blastophore. Pelingkupan ectoderm sehingga menutupi bumbung neural didorsal, berlangsung terus dari posterior ke anterior. Sehingga hanya ada satu neurophore terbentuk pada amphioxus, yakni yang anterior. y Embryogenesis aves Blastula pada aves bentuknya cakram, disebut juga dengan blastula gepeng, berasal dari telur homolechital yang mengalami pembelahan holoblastik tak teratur, dan telur megalechital membelah secara meroblastik. Blastula berada diatas yolk atau jaringan penyalur makanan.Pada fase gastrula mulamula terjadi penebalan didaerah bakal median embrio di caudal. Penebalan itu disebut primitive streak (lempeng sederhana). Setelah primitive streak mencapai pemanjangan yang penuh pada umur inkubasi 18 jam, ujung cephalic mulai beregresi dan terbentuk suatu struktur yang disebut head process atau lipatan kepala. Bagian area pellusida yang berdekatan dengan primitive streak mulai menebal membentuk area embrional. Mengiringi pembentukan dan pemanjangan primitive streak, area pellusida mengalami perubahan bentuk dari bentuk cakram sirkuler menjadi bentuk konfigurasi bulat. Sumbu memanjang bakal tubuh embrio diperankan oleh primitive streak. Terbentuknya primitive streak dan Nodus Hansen¶s maka periode utama gastrulasi dimulai. Lapisanlapisan lembaga dibentuk melalui migrasi sel-sel epiblas kea rah nodus Hensen¶s dan primitive streak, dan sel-sel beringresi untuk membentuk lapisan lembaga tengah dan bawah (mesoderem dan endoderem). Sel-sel pertama yang melintasi primitive streak bagian anterior adalah bakal endoderem dan diikuti oleh bakal mesoderem. Sel-sel bakal mesoderem menyebar diantara epiblas dan hipoblas membentuk lapisan tengah yang kini disebut sebagai mesoderem. Sel-sel yang bermigarasi melalui nodus Hensen¶s meluas ke depan dan sel-sel tersebut terkondensasi membentuk notokorda, sedangkan sisa sel-sel epiblast yang tidak berinvaginasi melalui daerah primitive akan tetap menjadi ektoderem. 7 Neurulasi aves, arkenteron dibentuk ketika lipatan lateral menekan dan memisahkan embrio menjauhi kuning telur. Sekitar bagian pertengahan dari panjang embrio akan tetap bertaut ke kuning telur melalui batang kuning telur yang sebagian besar terbentuk dari sel-sel hipoblas. Pembentukan tabung neuron, perkembangan Notokord,dan somit terjadi serupa seperti pada katak. y Embryogenesis amphibia. Pembelahan awal yang terjadi pada embrio katak bersifat sinkron atau bersamaan waktunya, namun membentuk struktur yang asimetris. Perbedaan pembelahan ini dipengaruhi oleh kutub yang terjadi pada sel embrio hewan, yaitu kutub animal dan kutub vegetal. Pada katak, bagian kutub vegetal yang berisi kuning telur terdapat dalam jumlah yang lebih sedikit atau membelah lebih sedikit.Sel embriogenik ini akan terus membelah dan membentuk struktur blastomer, yaitu struktur kumpulan sel yang membentuk bola padat. Blastula terbentuk ketika sel embrio katak (struktur blastomer) terus membelah, bergerak, dan membentuk rongga pada bagian dalam (membentuk struktur bola berongga). Pada katak, rongga ini disebut blastocoel dan terisi cairan internal yang dibatasi oleh sel epitel.Gastrulasi dimulai dengan terbentuknya suatu celah di bawah bidang equator kurang lebih pada daerah kelabu. Pada daerah kelabu memiliki konstitusi sel-sel yang berbeda dengan daerah lain. Pada daerah ini, tegangan permukaan sel lebih rendah dan sel-sel lebih bersifat mobil. Salah satu factor yang menyebabkan sel-sel pada daerah kelabu memiliki mobilitas yang tinggi adalah karena sel-sel mengalami perubahan bentuk menjadi sel-sel botol yang lehernya terorientasi ke permukaan sehingga memungkinkan berlangsungnya perpindahan sel ke dalam. Pada daerah tersebut mula-mula terjadi indentasi atau pelengkungan yang disusul dengan terjadinya invaginasi dan pada akhirnya terjadi migrasi sel. Lapisan pertama yang berpindah adalah sebagian kecil dari endoderem yang disusul dengan berpindahnya kordamesoderem. Sejalan dengan itu terbentuk suatu rongga baru yang disebut rongga arkenteron yang tumbuh semakin besar sejalan dengan berlangsungnya gastrulasi. Sementara itu rongga blastocoel mulai tereliminasi sedikit demi sedikit.Neurulasi pada Katak, notokord terbentuk dari mesoderm dorsal yang berkondensasi persis di atas arkenteron. Tabung neuron berawal sebagai lempengan ektoderm dorsal, persis diatas notokord yang berkembang.Setelah notokord terbentuk, lempeng neuron melipat ke arah dalam dan menggulung menjadi Tabung neuron (neural tube) yang akan menjadi sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). y Embryogenesis mamalia Blastula mamalia mirip coelo blastula. Tetapi dimasukkan discoblastula karena jaringan embrio terletak didaerah puncak seperti halnya dijumpai pada blastula gepeng ainnya.Pada tingkat blastula sudah dapat dibedakan dua daerah utama yaitu daerah epiblast dan hipoblast. 8 Blastula mamalia, didaerah kutub animal sel-sel lebih giat membelah, sehingga disitu terjadi penebalan. Ditempat penebalan itu terjadi perpindahan-perpindahan sederatan sel keblastocoel,menjadi lapisan hipoblast. Dengan demikian gumpalan sel dalam menjadi epiblast. Rongga dibawah hipoblast menjadi rongga archenteron. Epiblas akan menumbuhkan bakal ectoderm, notochord dan mesoderm. Hipoblast menumbuhkan bakal endoderm. Gastrulasi pada mamalia ditandai dengan terbentuknya rongga pada massa sel-sel dalam (inner cell mass) yang makin lama makin besar dan dinamakan rongga amnion. Massa sel-sel dalam di bawah rongga amnion membentuk suatu keping yang dinamakan keping embrio atau embrionic disc yang kelak akan menghasilkan embrio. Keping embrio terdiri atas lapisan ektoderem yang berbatasan dengan rongga amnion dan endoderem yang berbatasan dengan blastocoel. Blastocoel terletak kearah rongga uterus, sedangkan keeping embrio dan rongga amnion tertanam kearah dinding uterus. Endoderem akan berproliferasi membentuk sel-sel pipih yang mendindingi blastocoel. Blastocoel sekarang menjadi gastrocoel atau arkenteron atau rongga kantung yolk. Endoderem yang mendindinginya akan menjadi bagian dari kantung yolk. Pada mamalia, kantung yolk tidak mengandung yolk. Pada keping embrio berlangsung proses gastrulasi yang serupa dengan gastrulasi yang berlangsung pada gastrulasi ayam, sehingga terdapat stadium daerah primitive dan lapisan-lapisan lembaga ektoderem, mesoderem, dan endoderem. Disamping daerah primitive dan bakal notokorda. Lapisan lembaga di dalam keping embrio disebut lapisan lembaga intra embrio, sedangkan yang terdapat di luar keping embrio dinamakan lapisan lembaga ekstra embrio. C. SELAPUT LUAR EMBRIO DAN PLACENTA Embrio dapat bertahan hidup sendiri selama beberapa waktu dengan menyerap makanan dari kantung kuning telur dan susu uterus, tetapi tidak lama kantung kuning telur tersebut dapat menyuplai makanan kepada embrio tersebut. Sehingga embrio membutuhkan makanan yang lebih baik untuk kelangsungan hidupnya. Selaput luar embrio terdiri dari : 1. Kantung kuning Telur (yolk sac). Kantung kuning telur ini hanya sedikit pada hewan mamalia, meskipun begitu kuning telur ini dintuk juga oleh embrio. Kantung kuning telur ini tumbuh di ventral midgut. Kantung telur ini merupakan bagian dari usus primitive, tetapi tidak termasuk bagian dari tubuh yang berasal dari embrio yang membentuk usus. Bahkan sewaktu embrio melipat, tangkai kuning telur berkembang memanjang dibawah menuju kantung kuning telur. Dan selama itulah kuning telur memberi nutrisi makanan kepada embrio.pertumbuhan dari kuning telur ini terjadi katika seluruh tubuh embrio menjorok kedorsal, kepala ke anterior dan ekor ke posterior ,terjadi pelipatan sphangling mesoderm bersam endoderm daerah midgut (Splangnopleura ). Sehingga 9 terjadi 2 daerah coelum : yaitu, coelum intra-embrional dan coelum extra embrional. Kuning telur ini bekerja dalam waktu yang cukup singkat karena fungsi kerjanya dalam pertumbuhan berikutnya akan dilanjutkan oleh alantois. 2. Amnion. Berasal dari sisi embrio dan terbentuk lipatan yang bersal dari selapis mesoderm dan ectoderm kemudian tumbuh meninggalkan embrio.lapisan-lapisan inti bersatu di bagian atas dan membentuk kantung yang berdinding 2 lapis dan menyelubungi embrio kira-kira usia 18 hari usia kebuntingan dan disebut amnion atau disebut kantung air berisi cairan bening yang merendam embrio. Amnion tersebut sebagai bantalan pelindung terhadap goncangan dari luar dan tekanan dari luar dan tekanan dari badan nduk yang ada di sekitarnya dan mencegahnya bertautan kulit embrio dengan lapisan yang menyelubunginya. Pada saat partus berfungsi sebagai pembuka jalan untuk memperlebar saluran servix. Pertumbuhan amnion ada 2 macam yaitu : a. Pelipatan somatopleura ke dorsal. b. Cavitasi inner cell mass. 3. Allantois. Berasal dari pembentukan kantung luar usus bagian belakang. Sekitar usia 23 hari embrio telah mempunyai allantois yang berkembang dengan baik. Kemudian allantois berkembang sehingga embrio menjadi relative lebih pendek.dan akhirnya mengisi ruang antara amnion dan serosa. Kantung air seni dapat berhubungan dengan allantois melalui urachus yang keluar dari simpul umbilicalis yang berfungsi menampung air seni dari embrio. Allantois dan serosa bersama membentuk chorion yang terdiri dari 4 lapis yang menyelubungi embrio, amnion dan ruang allantois seluruhnya. Lapisan tersebut memeliki banyak pembuluh darah. 4. Sacus vitelinus Sacus vitelinus merupakan selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Sacus vitelinus merupakan tempat munculnya pembuluh darah yang pertama. 5. Chorion. Berasal dari proses pembentukan amnion. Ketika somatopleura melipat ke dorsal lalu bertemu di kiri kanan terbentuklah kantung baru di luar amnion itu dan sekaligus diluar yolk sac.dindingnya terdiri dari somathopleura. Berbeda dari amnion chorion memiliki somatic mesoderm berada di dalam dam ektoepidermis di sebelah luar. 6. Plasenta Plasenta berfungsi sebagai pertukaran oksigen, karbon dioksida dan zat makanan dari embrio ke induk dan sebaliknya. Plasenta terbentuk dari pertautan antara chorion dan mukosa. Plasenta juga 10 merupakan bagian dari induk dan embrio. Tetapi tidak ada percampuran yang sempurna antara darah induk dan embrio. Zat makanan masuk ke peredaran darah embrio melalui plasenta dengan cara difusa yang kemudian masuk kedalam pembuluh darah allantois yang berhubungan dengan simpul umbilikalis membentuk jalan pertukaran zat-zat makanan ke embrio. Pada plasenta hewan sapi termasuk bertipe cotyledoner Karena villi terletak ratusan dalam bentuk cotyledon atau roset. 11 BAB III EKSPERIMEN A. ALAT DAN BAHAN 1) Alat  Gelas arloji  Cawan petri  Kertas saring  Disceting set  Bejana/ bak parafin  Lampu senter  Mikroskop  Kaca objek  Gelas ukur 2) Bahan  Telur ayam  Telur katak  Air bersih B. CARA KERJA  Teropong telur (dilakukan pada telur ayam untuk menentukan bagian rongga udara dan daerah embrio, lalu diberi tanda bulatan dengan pulpen/ spidol), sedangkan pada telur katak, langsung dipisahkan dari rantainya dan langsung diamati.  Operasi telur (dilakukan pada telur ayam dengan langkah pertama membuka cangkang pada daerah rongga udara, lalu menggunting telur tersebut sepanjang daerah embrio, menyisihkan cangkang hasil guntingan, menggunting daerah sekitar embrio, mengangkat embrio dan meletakkannya pada larutan fisiologi agar sel- selnya tidak mati )  Pengamatan dengan loupe atau mikroskop (embrio ayam diamati dengan loupe, dengan pertama kali mengeringkan embrio dengan kertas saring, sedangkan telur katak diamati dengan mikroskop, usahakan agar telurnya tetap utuh agar sel- selnya tidak rusak)  Gambar hasil pengamatan. C. HASIL PENGAMATAN 1) Gambar pengamatan telur katak. 12 2) Gambar pengamatan telur ayam. Pada pengamatan ini diamati telur ayam yang telah dierami selama 6 hari dan tujuh belas hari. a. Embrio ayam pada hari keenam. b. Embrio pada hari ketujuhbelas. D. PEMBAHASAN 1. Embiogenesis Pada Katak. a. Sel telur dan fertilisasi. Pada musim penghujan, amfibi bertelur. Kebanyakan amfibi bertelur didalam air. Setiap telur terletak dalam bulatan lendir. Katak betina bertelur banyak sekali, bisa beratus-ratus. Beberapa hari kemudian telur itu berubah menjadi kecebong. Ini adalah telur katak Telur katak merupakan sel yang besar, volumenya lebih dari 1,6 juta kali lebih besar dari sel katak yang normal. Selama perkembangan embrio, telur akan diubah menjadi kecebong yang berisi jutaan memiliki material yang sama. Bagian- bagian telur katak : y Kutub animal, merupakan kutub bagian atas yang berwarna gelap. 13 y Kutub vegetal merupakan kutub bagian bawah yang berwarna terang Jalan masuknya sperma melalui tahapan berikut : y Berlangsung pada akhir meiosis II y Sitoplasma telur akan berputar sekitar 300 mengarah ke kutub. y Hal ini dilihat dengan adanya grey crescent yang berwarna terang abu- abu berbentuk bulan sabit. y Grey crescent ini merupakan titik dimana sperma akan masuk. y Pada gambar telur di atas terdapat huruf- huruf yang menunjukkan pola masa depan katak : dorsal (D) dan perut (V) ; anterior nya (A) dan posterior (P); yang terdapat pada bagian samping kiri dan kanannya. Pada katak , sel telur yang telah mengalami fertilisasi mengalami pembelahan dan membentuk banyak sel kecil yang akhirnya membentuk struktur blastomer, tanpa terjadi perubahan massa. Dengan kata lain, sel embrio katak tidak bertambah besar, hanya bertambah kompleks, berbeda dengan sel embrio manusia yang terus membesar. b. Fase pembelahan (segmentasi) 12 pembelahan awal yang terjadi pada embrio katak bersifat sinkron atau bersamaan waktunya, namun membentuk struktur yang asimetris. Perbedaan pembelahan ini dipengaruhi oleh kutub yang terjadi pada sel embrio hewan, yaitu kutub animal dan kutub vegetal. Pada katak, bagian kutub vegetal yang berisi kuning telur terdapat dalam jumlah yang lebih sedikit atau membelah lebih sedikit. Inti zigot mengalami serangkaian mitosis, dengan inti sel anak yang dihasilkan menjadi dipartisi off, oleh sitokinesis , dan terbagi menjadi sel- sel yang lebih kecil. Pembelahan pertama terjadi tak lama setelah inti zigot terbentuk. Suatu alur akan muncul yang berjalan secara longitudinal melalui kutub telur, melewati titik di mana sperma masuk dan membagi grey crescent menjadi 2 bagian. Hal ini membagi telur menjaddi 2 bagian dan membentuk tahap 2 sel. Pembelahan yang kedua membentuk tahap 4 sel. Terbentuk kembali suatu alur pembelahan lagi yang melalui kutub tetapi dari sudut kanan ke alur pertama.Pada alur pembelahan ketiga berjalan secara horizontal tetapi lebih mendekati kutub animal daripada kutub vegetal. Ini menghasilkan tingkatan 8 sel.Pada pembelahan selanjutnya juga dilanjutkan selaras, menghasilkan 16-sel dan 14 kemudian embrio 32-sel. Namun, selama pembelahan berlanjut, sel-sel di kutub animal mulai membagi lebih cepat daripada yang di kutub vegetal dan dengan demikian menjadi lebih kecil dan lebih banyak. Sel embriogenik ini akan terus membelah dan membentuk struktur blastomer, yaitu struktur kumpulan sel yang membentuk bola padat. c. Fase blastulasi. Blastula terbentuk ketika sel embrio katak (struktur blastomer) terus membelah, bergerak, dan membentuk rongga pada bagian dalam (membentuk struktur bola berongga). Pada katak, rongga ini disebut blastocoel dan terisi cairan internal yang dibatasi oleh sel epitel. Selama seluruh proses ini tidak ada pertumbuhan embrio. In fact, because the cells of the blastula are so small, the blastula looks just like the original egg to the unaided eye. Bahkan, karena sel-sel blastula sangat kecil, blastula dengan mata telanjang tampak seperti telur asli. Selain itu blastula tidak sampai mengaandung 4000 sel meskipun ada transkripsi dari gen zigot. Semua kegiatan sampai dengan saat ini telah dijalankan oleh produk gen (mRNA dan protein) disimpan oleh induk bertina ketika ia membentuk telur. d. Fase gastrulasi. Saat blastula terus mengalami pembelahan dan pertambahan jumlah sel, kutub animal akan berusaha membungkus kutub vegetal dengan bergerak dan melakukan invaginasi, yang sering disebut sebagai proses gastrulasi. Gastrulasi ini berlangsung dengan urutan kronologis sebagai berikut: 1. Pembentukan blastopore (saluran invaginasi) 2. Pembentukan lapisan ektoderm, mesoderm, dan endoderm. 3. Selanjutnya sel bermigrasi dan berkohesi dengan bantuan senyawa cadherin dan integrin. 15 e. Pembentukkan ectoderm, endoderm, dan mesoderm. Blastomer akan melanjutkan pembelahan dan menambah jumlah sel. Saat jumlah sel mencukupi, sel-sel dari kutub animal akan berusaha membungkus sel dari kutub vegetal, yang disebut sebagai proses Gastrulasi, untuk menjadi prekursor awal pembentukan organ dan jaringan tubuh dewasa. Prekursor jaringan ini mulai dapat diamati dari sejak fase blastomer, saat pembentukan kutub animal dan vegetal mulai terlihat. Prekursor jaringan ini memiliki struktur awal berupa lapisan yang akan terbentuk selama proses Gastrulasi. Lapisan tersebut dapat dibagi menjadi 3, yaitu: 1. Ektoderm : lapisan yang akan memberi bentuk luar hewan keseluruhan dan merupakan prekursor epidermis dan sistem saraf, dibentuk dari sebagian besar kutub animal. 2. Endoderm : lapisan yang dibuat dari kutub vegetal dan merupakan prekursor usus dan organ internal, dibentuk dari sebagian besar kutub vegetal. 3. Mesoderm : merupakan lapisan prekursor otot, jaringan penghubung, dan komponen lainnya yang akan menghubungkan antara ektoderm dan endoderm, dibentuk dari sebagian kutub animal dan kutub vegetal Ektoderm kulit otak saraf tulang belakang Mesoderm Endoderm notochord Lapisan bagian dalam usus, hati, pankreas otot darah Lapisan bagian dalam paru-paru lapisan dalam kandung kemih Kelenjar tiroid dan paratiroid semua neuron lainnya tulang Organ reseptor organ seks timus f. Fase neurulasi dan pembentukkan janin. Fase gastrula ini dilanjutkan dengan fase neurulasi. Spemmen organizer (sebagian besar mesoderm ), akan : o Berkembang menjadi notochord , yang merupakan cikal bakal tulang punggung; 16 o Menginduksi ektoderm berbaring di atasnya untuk mulai membentuk jaringan saraf bukan kulit. o Ektoderm ini tumbuh menjadi dua lipatan longitudinal, membentuk tahap lipatan saraf. o Dalam waktu bibir sekering lipatan untuk membentuk tabung neural. o Tabung neural akhirnya berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang. g. Diferensiasi Meskipun berbagai lapisan sel di gastrula katak memiliki nasib yang pasti dan berbeda dalam persediaannya, ini tidak nampak dalam strukturnya. Hanya dengan memeriksa pola-pola ekspresi gen yang berbeda (misalnya, mencari protein jaringan-spesifik) dapat mendeteksi perbedaan. Pada waktunya, sel-sel embrio mengambil struktur khusus dan fungsi yang mereka miliki dalam kecebong, membentuk neuron, sel darah, sel-sel otot, sel epitel, dll, dll h. Pertumbuhan Pada awalnya, katak betina dewasa akan bertelur, kemudian telur tersebut akan menetas setelah 10 hari. Setelah menetas, telur katak tersebut menetas menjadi Berudu. Setelah berumur 2 hari, Berudu mempunyai insang luar yang berbulu untuk bernapas. Setelah berumur 3 minggu insang berudu akan tertutup oleh kulit. Menjelang umur 8 minggu, kaki belakang berudu akan terbentuk kemudian membesar ketika kaki depan mulai muncul. Umur 12 minggu, kaki depannya mulai berbentuk, ekornya menjadi pendek serta bernapas dengan paru-paru. Setelah pertumbuhan anggota badannya sempurna, katak tersebut akan berubah menjadi katak dewasa. ( Anonim: 2004 ) Pada pertumbuhan ini, yang merupakan fase pasca embrionik, katak akan bermetamorfosis. Tahapan metamorfosisnya secara garis besar akan dijelaskan sebagai berikut : 17  Larva dengan insang luar belum sempurna ( baru menetas). Keturunan yang akan dihasilkan dari telur-telur katak yang terbuahi akan berjumlah cukup banyak.  Berudu Selepas 21 hari tempo perkembangan, embrio akan meninggalkan cengkerang agar ± agar, dan melekatkan dirinya pada rumpai air di dalam air. Kemudian ia menjadi berudu. Berudu akan membesar sehingga ia mampu berenang di dalam air. Ini mengambil masa 3 hari hingga 3 minggu. Berudu makan tumbuhan air yang kecil yang melekat pada tumbuhan air yang lebih besar. Tumbuhan kecil ini disebut alga.Berudu mempunyai ekor yang panjang, dan tinggal di dalam air. Ia mudah mati, dan bergantung kepada keupayaan menyamar untuk melindunginya. Berudu juga terancam dan ia boleh dimakan oleh biota air yang lain. Kadangkala berudu mati apabila kolam atau kawasan berair menjadi kering.  Berudu mulai berubah Selepas 5 minggu, berudu mula berubah. Kaki belakang mula terbentuk, diikuti dengan kaki depan. Kaki depan terbentuk di bahagian belakang kepalanya yang bonjol. Ekor berudu mengecil. Paru ± paru mulai berkembang, untuk membolehkan katak hidup di darat.Pada peringkat ini, berudu akan berenang ke permukaan air untuk bernafas. Ekornya juga membantu ia berenang untuk mendapatkan makanan. Berudu mulai makan tumbuh ± tumbuhan dan hewan yang reput.  Hampir menjadi katak Lama ± kelamaan, berudu akan mulai kelihatan seperti katak. Ia menanggalkan kulit. Mulutnya mula melebar, dan rahangnya mulai hilang. Ekor mengecil, dan kaki membesar. Paru ± paru semakin menjalankan fungsinya.  Katak Selepas 11 minggu, ia telah berkembang dengan lengkap, katak yang mempunyai paru ± paru, kaki dan tanpa ekor. Ia mula keluar dari air. Katak lebih banyak menghabiskan hidupnya di darat, berbanding di dalam air. Katak yang kecil ini mula memakan serangga dan cacing. Ia akan menjadi katak dewasa dan akan mencari pasangan. Katak betina akan bertelur dan proses ini berulang kembali. 18 2. Embryogenesis Pada Ayam. Pada embrio aves terdapat suatu keping sel-sel yang disebut dengan blastoderm dan terletak diatas yolk. Bagian tengah dari blastoderm terpisah dari yolk oleh suatu rongga yang disebut rongga subgerminal, sehingga tampak terang dan disebut area pelusida. Sedangkan dibagian tepi area pelusida tampak gelap dan disebut area opaka karena berlekatan dengan yolk. Sebagian besar sel-sel bastoderm yang berada di permukaan atas membentuk epiblas, sebagian sel melepaskan diri dari epiblas (ingresi) kedalam rongga subgerminal dan membentuk hipoblas primer. Kemudian sel-sel dari tepi posterior blastoderm juga ingresi dna bergabung dengan hipoblas primer membentuk hipoblas sekunder. Blastoderm sudah terdiri dari dua lapis hipoblas dan epiblas, diantaranya terdapat rongga blastula. Ciri utama gastrulasi aves diawali dengan pembentukan daerah unsur primitif . daerah ini mulai tampak sebagai suatu penebalan berbentuk segitiga bibagian medioposterior area pelusida. Penebalan ini disebabkan karena migrasi sel-sel dari arah posterolateral ke bagian tengah area pelusida. Selanjutnya penebalan menyempit, bergerak ke posterior dan mengerut, menjadi suatu penebalan berbentuk memanjang kea rah kaudad-anterior yang disebut daerah unsur primitif yang terdiri dari bagian tengah berupa celah yang disebut alur primitif, yang pada sisi kedusa dibatasi oleh bukit primitive. Ada penebalan di ujung anterior daerah unsur primitif yang disebut nodus Hansen dan dibagian tengahnya terdapat struktur seperti sumur disebut lubang primitif. Gastrulasi adalah suatu proses pembentukkan daun kecambah (germ layer), yaitu ectoderm, mesoderm, dan endoderm. Dalam proses ini blastula berkembang menjadi gastrula. Semua bakal daun kecambah tersebut ada dipermukaan blastula. Dalam proses pembentukkan gastrula terjadi perpindahan 19 bakal daun kecambah yang semula ada dipermukaan menuju tempat definitive di bagian dalam, yaitu bakal entoderm, bakal ectoderm daun neural, dan bakal mesoderm yang menyelip diantara ectoderm umum dan endoderm. Cara perpindahan bakal daun kecambah ini ada dua macam yaitu epiboli danemboli. Epiboli adalah pergerakkan disepanjang sumbu antero-posterior dan meluas ke dalam, invaginasi melekuk dan melipat ke dalam, evaginasi adalah kebalikan dari invaginasi, diverginsi atau memancar, konvergensi atau mempokus, polinvaginasi, delaminasi yaitu gerakkan memisahkan dari sekelompok sel dari kelompok asalnya. Emboli mencakup pemanjangan dan perluasan serta penyempitan blastofel, yaitu lubang arkhentoton yang disebut mulut primitif. Epiboli mencakup pergerakkan bakal epidermis dan bakal daun neural Perkembangan embrio ayam tidak dapat seluruhnya dilihat, dengan mata telanjang, melainkan perlu bantuan alat khusus seperti mikroskop atau kaca pembesar Berikut ini adalah gambaran secara garis besar perkembangan embrio ayam. Untuk lebih memahami proses perkembangan embrio ayam, kita harus mengetahui perkembangan embrio dari hari ke hari beserta ciri-cirinya. Berikut ini adalah tahap-tahap perkembangan embrio ayam dari hari ke hari beserta ciri-ciri perkembangan yang menyertainya. 20 1. Hari Pertama Asal mula lempengan embrio pada tahap blastodermal. Nampak ada rongga segmentasi yang berada di bawah area pelucida,terdapat pada cincin yang berwarna lebih gelap dari sekitarnya. 2. Hari kedua Nampak jalur pertama pada pusat blastoderm. Diantara extraembrionic annexis nampak membran vitelin yang memiliki peranan utama dalam nutrisi embrio. Bentuk awal embrio hari kedua mulai terlihat jelas. Pada umur ini sudah terlihat primitive streake ± suatu bentuk memanjang dari pusat blastoderm ± yang kelak akan berkembang menjadi embrio. Pada blastoderm terdapat garisgaris warna merah yang merupakan petunjuk mulainya sistem sirkulasi darah. 3. Hari ketiga Embrio berada di sisi kiri, dikelilingi oleh sistem peredaran darah, membram viteline menyebar di atas permukaan kuning telur. Kepala dan badan dapat dibedakan, demikian juga otak.Nampak juga struktur jantung yang mulai berdenyut. 21 4. Hari keempat Perkembangan rongga amniotik, yang akan mengelilingi embrio,yang berisi cairan amniotik, berfungsi untuk melindungi embrio dan membolehkan embrio bergerak. Nampak gelembung alantois yang berperan utama dalam penyerapan kalsium,pernapasan dan tempat penyimpanan sisa-sisa. 5. Hari kelima Peningkatan ukuran embrio, embrio membentuk huruf C, kepala bergerak mendekati ekor. Terjadi perkembangan sayap. 6. Hari keenam Membram vetiline terus berkembang dan mengelilingi lebih dari separuh kuning telur. Fissura ada diantara jari kesatu, kedua dan ketiga dari anggota badan bagian atas dan antara jari kedua dan ketiga anggota badan bagian bawah. Jari kedua lebih panjang dari jari lain. 22 7. Hari ketujuh Cairan yang makin mengencer di bagian leher. Nampak jelas memisahkan kepala dengan badannya. Terjadi pembentukan paruh. Otak nampak ada di daerah kepala, yang lebih kecil ukurannya dibanding dengan embrio. 8. Hari kedelapan Membram vetillin menyelimuti (menutupi) hampir seluruh kuning telur. Pigmentasi pada mata mulai nampak. Bagian paruh atas dan bawah mulai terpisah, demikian juga dengan sayap dan kaki. Leher merenggang dan otak telah berada di dalam rongga kepala. Terjadi pembukaan indra pendengar bagian luar. 9. Hari kesembilan Kuku mulai nampak, mulai tumbuh folikel bulu pertama.Alantois mulai berkembang dan meningkatnya pembuluh darah pada vitellus. 23 10. Hari kesepuluh Lubang hidung masih sempit. Terjadi pertumbuhan kelopak mata, perluasan bagian distal anggota badan. Membran viteline mengelilingi kuning telur dengan sempurna. Folikel bulu mulai menutup bagian bawah anggota badan. Patuk paruh mulai nampak. 11. Hari kesebelas Lubang palpebral memiliki bentuk elips yang cenderung menjadi encer. Alantois mencapai ukuran maksimal, sedangkan vitellus makin menyusut. Embrio sudah nampak seperti anak ayam. 12. Hari kedua belas Folikel bulu mengelilingi bagian luar indera pendengar meatus dan menutupi kelopak mata bagian atas. Kelopak mata bagian bawah menutupi 2/3 atau bahkan ¼ bagian kornea. 24 13. Hari ketiga belas. Alantois menyusut menjadi membran Chorioalantois. Kuku dan kaki mulai nampak jelas. 14. Hari keempat belas. Bulu-bulu halus hampir menutupi seluruh tubuh dan berkembang dengan cepat. 15. Hari kelima belas dan enambelas. Beberapa morfologi embrio berubah : anak ayam dan bulu halus terus berkembang. Vitellus menyusut cepat, putih telur mulai menghilang. Kepala bergerak ke arah kerabang telur (posisi pipping) di bawah sayap kanan. 25 16. Hari ketujuh belas Sistem ginjal dari embrio mulai memproduksi urates (garam dari asam urat). Paruh yang berada di bagian bawah sayap kanan, menuju rongga udara (yang ada di dalam telur). Putih telur telah terserap semua. 17. Hari kedelapan belas Permulaan internalisasi vitellin. Terjadi pengurangan cairan amniotik. Pada umur ini dilakukan transfer dari mesin setter (inkubtor) ke mesin hatcher dan juga bisa dilakukan vaksin in ovo. 18. Hari kesembilan belas. Penyerapan vitellin secara cepat. Paruh mulai mematuk selaput/membran kerabang bagian dalam dan siap untuk menembusnya. Penyerapan vitelis mulai cepat. 26 19. Hari kedua puluh Vitelus terserap semua, menutup pusar (umbilicus). Anak ayam menembus selaput kerabang telur bagian dalam dan bernafas pada rongga udara. Pertukaran gas terjadi melalui kerabang telur. Anak ayam siap menetas dan mulai memecah kerabang telur. 20. Hari kedua puluh satu Anak ayam menggunakan sayap sebagai pemandu dan kakinya memutar balik, paruh memecah kerabang dengan cara sirkular. Anak ayam mulai melepaskan diri dari kerabang telur dalam waktu 12 ± 18 jam dan membiarkan bulunya menjadi kering. 27 Pengetesan fertilitas telur adalah suatu hal yang perlu dilakukan. Hal ini terutama diperlukan untuk menentukan jumlah telur yang fertile untuk terus ditetaskan sedangkan yang tidak fertile atau tidak bertunas harus disingkirkan karena tidak berguna dalam proses penetasan dan bahkan Cuma buang buang tenaga dan tempat saja. Padahal tempat yang ada dapat dimanfaatkan untuk telur telur fertile yang lain atau yang baru akan ditetaskan. Tes fertilitas semacam ini tidak akan mempengaruhi perkembangan embrio telur, malah sebaliknya kita akan tahu seberapa normal perkembangan embrio didalam telur tersebut telah berkembang atau bertunas. Tetapi tetap sebagai hal yang terpenting dalam proses ini adalah mengetahui seberapa banyak telur yang fertile dan dapat menentukan langkah langkah yang diperlukan untuk telur yang tidak fertile terutama jika telur telur tersebut diberikan coretan / tulisan mengenai asal telur dan tanggal di telurkan oleh sang ayam maupun informasi asal kandangnya. Pada saat test fertilitas, maka hanya telur yang ada bintik hitam dan jalur jalur darah yang halus yang akan terus di tetaskan. Tetapi singkirkan telur telur yang ada pita darahnya, tidak ada perubahan (tetap tidak ada perkembangan), ada blok kehitaman karena mati atau seperti contoh pada gambar berikut: 28 Pengetahuan tentang fertil dan tidaknya telur sangat diperlukan terutama di hatchery. Selain pengetahuan terhadap seleski ¿sik telur, kefertilan telur juga perlu diketahui. Seleksi ¿sik yang dapat dilakukan diantaranya kebersihan telur dari kotoran induknya, retak atau tidaknya telur serta bentuk ukuran telur (normal atau tidak). Namun terlepas dari hal tersebut tidak kalah pentingnya pengetahuan mengenai fertil/infertil telur dilihat dari dalam telurnya yang dapat dibandingkan sebagai berikut : 29 30 BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN Dari hasil pengamatan tentang embrio ayam dan katak ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :  Embryogenesis merupakan suatu proses penting pada tahap awal kehidupan suatu organisme. Embryogenesis adalah tahap awal pembentukan dan perkembangan embrio.  Embriogenesis meliputi pembelahan sel dan pengaturan di tingkat sel. Sel pada embriogenesis disebut sebagai sel embriogenik.  Tahapan pertumbuhan dan perkembangan embrio dibedakan menjadi 2 tahap yaitu fase embrionik dan fase pasca embrionik.  Tahapan perkembangan embrio (fase embrionik) pada katak meliputi beberapa fase yakni fertilisasi, segmentasi (pembelahan), fase blastulasi, gastrulasi (pembentukan endoderm,ectoderm, dan mesoderm), neurulasi (tahap awal pembentukan system saraf), organogenesis, serta diferensiasi. Selain itu terdapat pula tahapan pasca embrionik yang berupa pertumbuhan yang dikenal dengan metamorphosis yang meliputi larva, berudu, berudu berkaki, katak muda, dan akhirnya katak dewasa.  Proses pembentukaan embrio pada ayam terjadi selama 21 hari, yang dimulai dari fertilisasi yang diikuti dengan tahap awal terbentuknya stria primitive, pembentukan somit, pembentukkan jantung, pembentukan proamnion, pembelokan embrio, pembentukaan amnion, pembentukan alantois dan kuntum kaki, pembentukan calon organ, dan akhirnya pada hari ke 21 telur akan menetas dan keluarlah anak ayam yang akan tumbuh menjadi ayam dewasa.  Telur ayam yang fertile sangat berbeda dengan telur ayam yang infertile yakni telur yang fertile ada bintik hitam dan jalur jalur darah yang halus sedangkan telur yang infertil ada pita darahnya, tidak ada perubahan (tetap tidak ada perkembangan), ada blok kehitaman karena mati. B. SARAN Dalam pelaksanaan praktikum, diharapkan agar petugas laboratorium bisa menyiapkan perlengkapan praktikum secara lengkap sehingga praktikum bisa berjalan dengan baik sehingga praktikan bisa memahami praktikum tersebut. Selain itu, diharapkan agar semua praktikan dapat berperan aktif sehingga jangan cuma segelintir orang yang aktif dalam praktikum sementara yang lain hanya berpangku tangan saja. 31 DAFTAR PUSTAKA Adaningrum, Dewi. 2010. Embriologi Ayam.Tarsito: Bandung. CP-Buletin Service. 2007. Perkembangan Embrio Dari Hari ke Hari. Pokphand Indonesia: Jakarta http://bhimashraf.blogspot.com/2009/04/oleh-bhima-wibawa-santoso-nim-a1c407003_27.html. 01 Februari 2011) (Akses, http://anpastoe.blogspot.com/2010/07/peternakan-perkembangan-embrio-ayam.html. (Akses, 01 Februari 2011) http://www.biologyreference.com/Co-Dn/Development.html. (Akses, 01 Februari 2011) http://Chiaki-planet.Blogspot.com. (Akses, 01 Februari 2011) Santoso, Bhima. 2009. Laporan Praktikum: Perkembangan Lanjutan Embrio Katak. FKIP Biologi Universitas Jambi: Jambi. Wahyudi, Yudhis. 2009. Laporan Praktikum: Perkembangan Embrio Ayam. FKIP Biologi Universitas Jember: Jember. Yurnadi. 2008. Modul Neurosains: Embrio Ayam 18, 24, 38 dan 48 Jam. Fakultas Kedokteran UI: Jakarta. 32
Fly UP