The present document can't read!
Please download to view
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
...

hilangnya perawan nenek

by fauzan-rafif

on

Report

Category:

Documents

Download: 0

Comment: 0

9

views

Comments

Description

tadaaa
Download hilangnya perawan nenek

Transcript

Kami dari kelas X-2 akan menampilkan sebuah drama dengan mengangkat thema “6 Bujang Menemukan Perawan Nenek”. Tetapi sebelumnya, izin kami memperkenalkan diri dan peranan yang akan kami bawa. · Sriayu : Narator / peran pembantu · Elvide: Narator / peran pembantu · Mony: Perawanita · Lysandra: Nenek · Rahmawan: Pangeran Perawanita · Kresnabayu: Kakek · Mega, Anggi: saudara perempuan Perawanita · Arvan: saudara laki-laki Perawanita · Satrio, Fauzan, Fajar, Andri, Donny, dan Amin: 6 bujang · Javents, Leo, dan Keen: 3 jenius · Hizkia dan Hot piere: bodyguard Nenek · Nindi: Anita · Fahima: Bonita · Nursyaidah: Yunita Saya rasa cukup perkenalan kami,.. Langsung saja kita menuju drama ini !! *Selamat Menikmati :P 6 BUJANG MENEMUKAN PERAWAN NENEK Di sebuah pinggir kota, terdapat seorang nenek kaya yang hidup bersama dengan keempat cucunya yaitu Perawanita, Arvan, Mega dan Anggi, beserta kedua Bodyguard yang sangat setia kepada Nenek. Di suatu hari, nenek mengumpulkan cucu-cucunya itu untuk minum teh bersama di teras depan halaman rumahnya. Nenek :”Mana ini cucu-cucuku,.. cu, sini kita minum teh bersama” (melambaikan tangan memanggil cucu-cucunya) (Anggi dan Mega membawa teh untuk mereka nikmati bersama ke arah Nenek) Nenek:”Mana cucuku satu lagi? Yang birong itu, mana?” (Arvan pun datang kearah Nenek dengan membawa sebuah Bir) Arvan:”Apa ini, nek?” Nenek:”Teh, cu...,” Arvan:” Teh, nek? Zaman gini masih zaman teh ya, nek? Ini minum nek, Bir!” (menyodorkan bir ke nenek) (Nenek pun meminumnya karena penasaran akan rasanya) Anggi, Mega dan Moni:”Nenek....jangan diminum!” (Tetapi nenek duluan meminumnya.) Anggi, Mega, dan Moni:” ” Nenek:”hmm ... enak” (Nenek joget gak menentu) *Backsound Cinta satu malam* (Anggi dan Mega berusaha mendudukkan nenek.) Nenek: “bagaimana sekolah kalian, cucu-cucuku?” Arvan: “Lumayan nek, lumayan hancur” Anggi, Mega, Perawanita: “Banyak yang Herr, nek” Nenek: “mcmcmc.. kalian harus lebih rajin belajar lagi. Yasudah, sekarang pergilah sekolah!” (mereka berpamitan kepada nenek) Ketika perjalan menuju sekolah, Perawanita mendapat telefon dari teman akrabnya yang mengajaknya untuk bolos masuk sekolah. Mcmcmc.. anak jaman sekarang suka bolos . Elvide: “Nit, bolos yuk .. malas nih masuk sekolah. Ketemu di tempat biasa aja ia.” Perawanita: “Ok, buruan, ya.” Saat Perawanita tiba di tempat biasa mereka untuk cabut yaitu di ........... Tak sengaja, ia melihat seorang Kakek yang kesusahan membawa setumpuk kayu dan cangkul. Perawanita hendak membantunya tetapi apa yang terjadi?? Chek it dot !! Elvide: “Eh, itu Perawanita kan?? Ngapain sama kakek-kakek?” Sriayu: “Mau diculik kali...” ELvide: “Ayok, lapor nenek!!” (Sriayu dan Elvide berlari terburu-buru untuk melapor kepada Nenek) Elvide dan Sriayu: “ neneeeekkk ... ada berita penting. Penting bangeeet” Nenek: “Aduhh .. kalian tidak sopan, hormat dulu baru laporan.” Elvide dan Sriayu: “Tapi, nek ... ini penting.” Nenek: “Gak boleh.. gak boleh .. hormat dulu.” Sriayu: “Sanalah, vid !! malas akunya hormat.” (Elvide kembali ke belakang dan mengambil posisi untuk laporan.) Sriayu: “Kakak” mohon menyesuaikan, siap gerak! Langkah tegap maju, jalan!” *backsound Indonesia Tanah Airku* (Elvide hormat kepada nenek, tetapi nenek membalasnya dengan menggerakkan tangannya sangat lama.) Elvide: “Lapor... Cucu nenek Perawanita Senin, 26 Mei 2014 hilang.” Nenek: “Oh, hilang.., laporan di terima. Kembali ketempat!” (Elvide kembali hormat tetapi karena balasan hormat nenek terlalu lama Sriayu menepis tangan Nenek) Sriayu: “Astaga, lama kali, nek ... Nampak kali tuanya.” (Akhirnya Elvide dan Sriayu kembali pulang ke tempatnya.) (nenek berpikir kembali tentang laporan Elvide dan Sriayu barusan,.. dan Nenek baru sadar maksud laporan tersebut.) Nenek:”haa?? Cucuku hilang?? Perawanita dimana?? Bodyguard.. bodyguard kemarilah! Cepat!” (Kedua bodyguard Nenek datang.) Bodyguard 1: “Ada apa, nek?” *Backsound Hancur Hatiku* Bodyguard 1:”Nenek dari tadi ngapain sih , gak jelas gitu?” Nenek: “Astaga, kamu tidak mengerti? Peka dong! Peka! Cucuku Perawanita hilang.” Bodyguard 1: “Jadi, nek... apa yang kami lakukan?” Nenek: “Buat sebuah sayembara untuk mencari Perawanita! Sayembara seperti sayembara Dayang Sumbi. Cepat sekarang! Hancur hati nenek ini.” Bodyguard 2:”Sabar ia, Nek.” (mendorong nenek hingga terjatuh.) Nenek: “Eh, nenek jatuh ini.. tolong bantu nenek, Bodyguard!” (tetapi kedua bodyguard nenek pergi mengacuhkan nenek. Seiring dengan itu, Anggi, Mega dan Arvan sampai di rumah sepulang dari sekolah. Melihat nenek terjatuh duduk, Anggi dan Mega berlari membantu nenek bangun.) Anggi: “Nenek gapapa? Ayo duduk dulu, nek!” (Anggi dan Mega membantu mereka duduk di kursi. Tetapi Arvan berulah lagi.) Arvan: “Eh, nek.. ini tempat dudukku.” (Menarik kursi yang hendak di duduin oleh nenek. Akhirnya nenek memilih tempat duduk yang lain.) Mega: “Nah, udah tenang kan nek? Jadi apa sebenarnya yang terjadi kepada nenek?” Anggi: “eh, tunggu dulu. Dimana Perawanita?” (Melihat kesekelilingnya.) Nenek: “ itu dia, cu. Perawanita hilang, cu.” Anggi, Mega dan Arvan: “ haaa.. hilang? Bisa jadi status nih ..” Anggi: “Perawan Nenek hilang nich.” Mega: “Mega sayang Nenek ... Perawanita cepat pulang, ya?” Arvan: “Perawan nenek hilang, yang nyuri baliin dong!” Nenek: “Astaga, cu ... hancur hati nenek ini.” Arvan: “Gak usa galau, nek. Daripada nenek galau mending kita ......” Anggi, Mega dan Arvan: “Morenaaaaaaaaa ..” Nenek: “Nenek jadi Leadernya, ya.” *Backsound Morena* (saat nari monera, pinggang nenek encok.) Nenek: aduuuhh .. pinggang nenek encok cu .. Di tempat lain, bodyguard-bodyguard yang di utus nenek untuk mengumumkan sayembara penemuan Hilangnya Perawan Nenek sedang berlangsung. Bodyguard 1:”Pengumuman ... Atention for Rakyak Jelata.” Leo : Apaan tuh? Bodyguard1 : Diadakan sayembara untuk mencari perawan nenek yang hilang. Sayembara seperti sayembara dayang sumbi. Kamu tahu kan sayembara seperti dayang sumbi?” Satrio : Gimana itu? Aku gak tahu pula. Bodyguard 1: Ada yang tahu? Semua : Gak!!! Bodyguard2 : Sama aku juga gak tau. Yang pasti hadiahnya besar. Setelah mendengar pengumuman yang disampaikan oleh Bodyguard nenek, Satrio dan Fajar yang merupakan salah satu personil dari kelompok 6 bujang merasa tertarik dan mengajak ke 5 kawannya untuk menemukan Perawan nenek yang hilang. Dengan harapan akan mendapat uang yang banyak. Satrio : Ada kabar baik, ada kabar baik. (Berlari menuju teman-temannya) Amin : Ada apa yo? Baik untukmu atau baik untuk kita semua? Fajar : Uang, kalian mau uang kan? (Tertawa) Donny : Pas kali lah. Utangku juga udah numpuk. Berapa? Berapa? Fajar : Banyaklah pokoknya. Tapi kita harus cari perawan nenek yang hilang dulu. Semua : (Tertawa) Fauzan : Ah serius lah. Kayak mana pula kita cari perawan nenek? Emang masih ada nenek-nenek yang perawan? Satrio : Bukan-bukan, maksudnya kita harus cari cucu nenek yang namanya Perawanita. Semua : Ooo . . . Ditengah pembicaraan kelompok 6 BuJang, ternyata 3 jenius mengintip dan mendengar semua pembicaraan mereka. Dan 3 Jenius memiliki keinginan untuk merusak rencana ke 6 bujang tersebut dan ingin mengambil hadiahnya. Javents : 6 bujang mau ikut sayembara. Kita ganggu yok, kan hadiahnya besar. Leo : Betul, lagian 6 bujang bodoh itu mana bisa mencari perawan nenek. (Tapi ternyata keenam bujang menyadari keberadaan 3 jenius) Andri : Woiii mau apa kalian? Keen : Gak ada. Mau ikut sayembara. Kenapa? Masalah? Satrio : Gak juga, ikut pun kelen tetapnya kalian kalah dari kami. Mana mungkin kelen ber3 bisa mengalahkan kami ber6. Leo : Kenapa gak? Bertiga pun kami kalo jenius. Kalian sia-sia berenam tapi idiot semua. Donny : Udahlah pergi lah kalian. Gak usah ganggu kami. Javents : Kami kok duluan disini. Kalian lah pergi sana. Amin : Kami duluan. Keen : Kami!!! (Meraka akhirnya bertengkar.) Backsound “Metal vs Dugem” (Setelah capek bertengkar.) Fajar : Okelah kalau kalian mau ikut sayembara. Tapi kita harus bersaing sehat ya. Leo : Kalau kami pantang bersaing sehat. Harus bersaing jenius. Kaliannya bersaing idiot. 3 Jenius : (Tertawa dan perlahan meninggalkan 6 bujang.) Backsound 6 bujang : (Bermusyawarah untuk mencari perawan nenek.) Setelah bermusyawarah, 6 bujang memutuskan untuk membentuk dua kelompok agar gampang melawan 3 jenius dan menemukan perawan nenek. Kelompok pertama terdiri dari Amin, Fauzan dan Fajar yang bertugas mencari di sekitar hutan sedangkan kelompok kedua yaitu Andri, Donny dan Satrio mencari di sekitar danau. Sesampainya kelompok dua di danau. Satrio : Kayaknya gak ada lah di sekitar sini. Donny : Iya, gak ada. Andri : Disini memang gak ada. Tapi di sebrang sana mungkin ada. (Menunjuk ke sebrang danau) Donny : Ah, kau lah ke sana. Malas kali aku. Satrio : Udahlah don, kalian berdua aja. Aku pun sebenarnya malas kali. Andri : Macam mana nya kawan ini. Katanya mau uang. Ayok lah !! (sedikit membentak) Satrio : Hehehe .... sebenarnya kami gak bisa berenang. Jadi kau aja lah ya. (memelas) Donny : Kami cari pun sekitar sini. Kan masih ada kemungkinan. Andri : Ahk yaudalah banyak kali pun cerita kalian. Akhirnya andri pun memilih untuk berenang sendiri. Tetapi, ketika sampai di seberang danau, Andri melihat seorang gadis cantik yang sedang mencuci pakainnya. Andri menghampiri gadis itu. (yunita sedang menyuci.) *Backsound * Andri : hai gadis cantik. Perkenalkan nama saya Andri Sirait. Siapa gerangankah dirimu? Yunita : haii .. nama saya Nita. (tersipu malu) Andri : haa.. Nita? Sriuslah ! (terkejut) Yunita : iia .. nama saya Nita. Andri : selamat, kamu adalah orang yang saya cari. (menjabat tangan Nita) Ayo kita pergi sekarang (menarik tangan Yunita.) Ditengah hutan ketika kelompok satu dari 6 bujang mencari perawan nenek yang hilang, Fauzan tidak sengaja menabrak seorang gadis. *Backsound* Fauzan : eh, maaf. Bonita : ia gapapa. Fauzan : hmm.. boleh kenalan? Bonita : iia . Fauzan : aku Fauzan, nama kamu siapa? Bonita : aku Nita. Fauzan dan kedua kawannya : haaa? Nita? Bonita : ia, namaku Nita. Fajar : Horee berhasil. *Backsound* (ketiga sekawan itu berbisik menyatakan mungkin ini Nita yang mereka cari.) 3 Jenius pun tidak mau kalah. Setelah mereka bertemu dengan 99 gadis di sekitar mereka. Akhirnya mereka menemukan seorang gadis yang mereka duga adalah perawan nenek yang hilang. *Backsound* Leo : Apaan tu? Javents : Menurut penelitian kita kali ini. Itu adalah gadis ke seratus. Keen : Menurut Badan Intelijen Negara 99% itu adalah gadis yang kita cari. Leo : Oke. Mari teliti. *Backsound * Keen : Tingginya sekitar 160 cm. Leo : Beratnya sekitar 45 kg. Javents : 100% gadis yang kita cari. Leo : Nama kamu siapa? Anita : Nita... Keen : Ah serius lah .. Anita : Iya namaku Nita Javents : Bungkus. Ayo kita bawa pulang. *Backsound We Are The Champion* Keenam bujang pun akhirnya bertemu di tengah hutan. Dan mereka bingung karena mereka telah menemukan dua orang gadis. Donny : Assalaikum bujang. Fajar : Walaikumsalam bujang. Donny : Apa cerita kawan? Fauzan : Kami udah nemuin si Nita nih. Satrio : Eh kami juga udah nemuin Nita. Amin : Wihh serius lah. Fauzan : Serius, ni orangnya. Nama kamu siapa? Bonita : Nita. Fauzan : Lalu nama kamu siapa? Yunita : Nita. Fauzan : Nama lengkap kamu siapa? Yunita : Yunita. Fauzan : Terus kalo kamu? Bonita : Bonita. Fajar : Jadi kalian berdua bukan Perawanita yang dicari nenek? Bonita & Yunita : Bukan!! (6 Bujang berpelukan tanda kekalahan) Ditengah perjalanan pulang, ternyata Leo jatuh cinta kepada Anita dan dia pun melamarnya.Dan Leo memutuskan untuk melamar Anita. Seolah paham dengan keadaan, Javents dan Keen permisi untuk tidak merusak suasana. Javents : Le, kami ke kamar mayat dulu ya. Keen : Ke kamar mandi, bukan ke kamar mayat. Leo : Yaudah pergilah kalian ya. Jauh jauh lah sana. (Javents dan Keen berganti arah.) Leo : Nita, sebenarnya ada yang mau ku bilang sama kamu. Nita : Ada apa? Leo : Setelah perjalanan ini, aku ... Nita : Apanya? Jangan lah pake bahasa alien. Leo : Setelah perjalanan panjang kita. Aku merasa jatuh cinta sama kamu. Kamu mau gak ... menjadi pendamping hidupku? Nita : Hmm, aku mau. (Tapi ternyata Nita berjalan menuju Hizkia yang ternyata sudah menjadi kekasih hatinya setelah beberapa bulan.) Melihat keadaan temannya, kedua teman Leo mulai mendekat. *Backsound* Dan di tengah perjalanan pulang ke rumah, 3 genius pun bertemu dengan 6 Bujang. Tiba-tiba permusuhan di antara mereka seolah hilang. Javents : Kalian dapat perawannya? Donny : Dapat, tapi perawan palsu. Andri : Kalian dapat? Leo : Dapat, tapi perawan orang. (Tak berapa lama, mereka melihat perawan yang sebenarnya sedang membantu kakek mencari kayu bakar.) Keen : Eh itu dia Perawanita. (Kesembilan lelaki itu berlari menuju perawanita.) Amin : Kamu perawan? Leo : Kamu masih perawan? Fauzan : Kamu perawanita ya? Kakek : Ada apa ini? Javents : Udahlah Kakek minggir aja. Ini urusan orang muda. Perawanita : Iya aku Perawanita. Emang ada apa? Keen : Yaudah ayok pulang sama kami. Satrio : Kami duluan, ayok pulang sama kami. Leo : Kami duluan. Amin : Kami. Keen : Kami. Fajar : Yaudah, kita tanya aja si Nita mau pulang sama siapa. Javents : Jadi Nita mau pulang sama Three Genius atau sama mereka yang idiot? Perawanita : Gini deh, aku pulang sama siapa yang bisa pertama kali jawab pertanyaanku dengan benar. Aku cuma mau tanya ini kayu apa? Leo : Keen coba kau teliti dulu. (Mengambil kayu di tangan Perawanita dan menyerahkan ke Keen.) Keen : (Mencium aroma kayunya. Menakar ukuran kayunya.) Menurut aroma dan ukurannya, kayu ini masuk ke dalam spesies Elais guinensis. Perawanita : Katanya Jenius, tapi jawabanya kok salah? Leo : Ahk serius lah Keen. (Mengambil kayu yang ada di tangan Perawanita dan kembali menyerahkan kepada Keen.) Keen : Udah pas itu tadi. Menurut Badan Intelijen Negara yang sudah kami teliti di Harvard University, ini termasuk ke dalam spesies Elais guinensis. Perawanita : Bukan. Bukan. Amin : Ini kayaknya kayu bakar lah. Perawanita : Iya kamu betul ini kayu bakar. Jadi aku mau pulang bareng 6 bujang. Tapi kakek ini harus ikut. (Menunjuk kakek yang tadi bersamanya.) Satrio : Ngaku-ngaku jenius ternyata kayu bakar aja gak tahu. Three Idiot aja lah nama kalian. (3 Jenius pun merapat dan kembali berpelukan. Sedangkan 6 bujang pulang bersama Perawanita dan si Kakek.) Doni : Nek,kami sudah membawa perawanitaaa. ini diaa.. Fauzan : iya nek, skarang kami minta hadiah! perawanita muncul Anggi&Mega : Astagaa, apa ini benar perawanita? (memeriksa setiap jengkal tubuhnya) ternyata benar!! Satrio : iya tentu dong, huehehe. skarang kami minta uangnya nek! kami minta uangnya sekarang juga!! Amin : iya nek kami minta uang!! uang!! 6 bujang : Uang nek! Nenek : astaga, uang apa yang kalian maksud? uang apaaa? Doni : lho, bukannya hadiah dari mendapatkan perawanita itu uang ya nek? Nenek : kalian salah, kalian salah. hadiahnya adalah menikahi perawanita, nak. Satrio : oo, tidak tidak tidak. kami hanya mau uang. Fauzan&Andri : ya! kami hanya mau uangg! amin : ehh, boleh juga sih. tapi tidak tidakkkk. aku mauu uangggggg nenek! nenek : maafkan aku nak. tapi duitnya tidak ada. nikahi saja perawanita yaa. Perawanita : ah sudahlah nek, aku sebenarnya juga sudah menemukan pujaan hatiku nek. ini dia WAWAN MUNCUL BACK SONG KAKEK MUNCUL SUASANA HENING kakek : ada apa ini? KAKEK DAN NENEK BERTATAPAN. SUASANA HENING. Kakek : jika 50 tahun yang lalu aku mencintaimu, sekarangpun aku masih mencintaimu. BACKSONG KAKEK DAN NENEK BERSATU. SEMUANYA BAHAGIA
Fly UP