The present document can't read!
Please download to view
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
...

Drama Persahabatan

by rifa-triana-ii

on

Report

Category:

Documents

Download: 0

Comment: 0

18,015

views

Comments

Description

Download Drama Persahabatan

Transcript

Drama Persahabatan : Kamulah Yang Dicari Tuesday, 11 May 2010 07:23 Sulis kesal bukan main. Namanya tidak terdaftar sebagai calon pemeran drama di perpisahan nanti. Padahal dia sangat mendambakan untuk bisa tampil dalam drama itu. Kekesalan itu dilampaskan pada Tiara dan menuding ketua panitia itu sebagai biangnya. Namun akhirnya dia menyesal, karena tudingan itu salah sasaran. Ingin minta maaf, tapi Tiara mengacuhkannya. Inilah inti cerita dari Drama Kamu Memang Berbakat. Drama ini berdurasi singkat, hanya 10 menit dan dimainkan oleh tiga orang cewek dan dua orang cowok. Berikut ringkasan ceritanya. Menyesal itu memang tidak enak. Itu dirasakan Sulis, cewek bertubuh subur yang gemar main drama ini. Apalagi yang dituding itu Tiara, teman akrab sekaligus ketua panitia perpisahan. Makanya dia tidak bisa diam. Sambil memegang sekantong Chiki dan sebotol air minum, dia minta bantuan Sarah. Karena teman akrabnya itu terus menyalahkannya, secara tak sadar Sulis memasukan semua Chiki hingga mulutnya menggembung dan menyedot air minum. Kemudian melemparkan bungkus Chiki dan botol minuman itu sembarangan. Celaka botol minuman itu mengenai Ardi, cowok yang terkenal garang. Tak urung Sulis kena cemoohan. Beruntung tangan Ardi tidak melayang ke muka. Karena kasihan, akhirnya Sarah memenuhi permintaan itu dan memintanya untuk menunggu. Berbarengan itu Johan lewat dan mencibirnya. Awas kalau kamu ganggu aku lagi, ancam Johan. Sedih sekali Sulis mendengar kata-kata itu. Namun kesedihan itu segera pulih, karena Sarah muncul, diikuti Tiara. Sulis langsung memburu Tiara dan minta maaf. Namun Tiara tidak begitu saja memberinya. Bahkan ketua panitia itu mengancam akan mengeluarkan dari anggota drama. Sulis tak keberatan dengan ancaman itu, asalkan dia masih diakui sebagai teman akrab. Akhirnya Tiara mau memaafkan, asalkan Sulis mau merayu Johan hingga terbuka hatinya. Sungguh berat syarat itu. Bulan lalu, Sulis juga pernah menyatakan cintanya, tapi Johan menolak mentah-mentah. Dia baru sadar kalau dirinya dikerjain teman-temannya. Kini dia harus merayu Johan. Sudah pasti cowok yang tergolong playboy letoy ini akan menolaknya. Ketir juga Sulis membayangkannya. Namun apa daya, itu permintaan Tiara dan dia tidak mau didepak dari persahabatan yang selama ini terjalin, Sulis harus melakukannya. Dengan meminjam kata bunga dan kumbang, bulan dan bintang serta ombak laut yang tak pernah henti menerpa pantai, rayuanpun meluncur bagai angin kencang, tak ada koma, tak ada titik. Yang penting rayuan. Jadikan aku yang kelima, kata akhirnya. Johan yang lagi duduk dengan ceweknya berang bukan main. Sumpah tujuh turunan, sumpah disambar gledek, aku enggak cinta kamu, hardik Johan. Mandi dulu di tujuh sumur dengan kembang tujuh rupa, dan puasa setahun hingga kamu kurus baru aku cinta kamu, sambung Johan. Tak hanya Johan, cewek itu juga turuk memaki Sulis berikut ancamannya. Sakit hati bukan main mendengarnya. Air matapun menetes. Namun rasa sakit segera hilang. Tiara yang tak henti memperhatikan segera memeluk Sulis dengan erat sambil tak henti menghibur, Sarah juga. Kamu memang berbakat, kata Tiara. Pemeran seperti kamulah yang dicari. (Usni Arie) Sukabumi, 11 Mei 2010 Naskah Drama Remaja : Surat Cinta Terakhir Monday, 18 May 2009 05:38 Ringkasan Cerita : Kasih boleh selalu mengalah pada Cinta, adik kesayangannya. Namun tidak dengan yang satu ini. Doni, cowok Kasih tidak mungkin diserahkannya. Dia sangat mencintai cowok yang dikenal sejak SMA dulu, demikian juga sebaliknya. Karena itu, cewek yang kini kuliah di Bandung tetap pada pendiriannya, apapun yang terjadi. Perasaan itu tidak bisa dibohongi, bisik hatinya. Cinta tak menyerah begitu saja. Dia terus berusaha mendekati Doni dengan mencuri setiap kesempatan, terutama saat Doni datang ke rumah. Kasih yang tidak setiap hari ada di rumah marah besar. Pertengkaran tak bisa dihindarkan, hingga Cinta pingsan. Pak Adam dan istrinya bingung. Entah apa yang dilakukannya. Mereka sangat menyayangi kedua anaknya. Meski Kasih marah besar, Cinta tetap pada pendiriannya. Dia harus mendapatkan setiap keinginanya. Entah apa yang ada dalam diri anak yang kini duduk di kelas 3 SMU ini. Kejadian serupa terjadi berulang-ulang dan berakibat Cinta pingsan. Pak Adam dan istrinya semakin bingung. Cinta akhirnya masuk rumah sakit. Sedangkan Kasih harus pergi ke Bandung. Tanpa diketahui Kasih, ternyata Cinta menderita kangker otak. Umurnya hanya tersisa tiga bulan. Pak Adam dan istrinya sangat sedih, tidak rela rasanya ditinggal oleh anak yang sangat dikasihinya. Namun mereka juga tidak mau terus terang pada Kasih. Mereka tidak mau mengganggu perkuliahan Kasih. Terlebih lagi mereka harus tetap bersikap adil pada kedua anaknya. Hingga tibalah pada saatnya. Cinta masuk rumah sakit. Betapa sedihnya saat anak keduanya itu mengerang kesakitan. Mereka berusaha menghibur dan mengatakan semua akan baik-baik saja. Namun Cinta sudah mengetahui penyakitnya dan hari itu menrupakan hari terakhirnya. Betul saja, hari itu memang hari terakhir bagi Cinta, meski dua orang dokter telah berusaha. Kasih tak sempat melihat saat-saat terakhir hidup Cinta. Namun dia tak percaya kalau adiknya memang sudah pergi untuk selama-lamanya. Hanya sesal dalam hati. Andai saja dia tahu kalau Cinta mengidap penyakit itu, mungkin dia akan merelakan Doni. Kini hanya ada satu yang dipegangnya, sebuah surat dari Cinta. Surat terakhir, ya... surat terakhir dari Cinta. Buat Kak Kasih Saat kakak membaca surat ini, mungkin Cinta sudah tiada. Namun kakak tidak perlu sedih, karena masih ada mama dan papa. Cinta juga telah menginggalkan kenangan indah. Kenangan yang tidak mungkin dilupakan sepanjang hidup kakak. Canda, tawa, suka dan semua yang ada dalam diri Cinta akan menjadi obat disaat kakak merindukan Cinta. Sebenarnya Cinta juga tidak mau perpisahan ini. Namun Tuhan berkehendak lain. Bukan karena Dia benci sama kakak, tapi karena Dia menyayangi Cinta. Dia tidak menghendaki Cinta menderita dengan menahan rasa sakit yang berkepanjangan. Cinta yakin, itulah jalan yang terbaik bagi Cinta. Karena Dia selalu memberikan yang terbaik bagi umatnya. Kakak tidak perlu menyesal dengan semua yang telah dilakukan selama ini. Karena Cinta yakin kalau semua itu akan menjadi keinginan Cinta yang terakhir. Cinta ngerti kalau perasaan itu tidak bisa dibohongi. Cinta tahu kalau kakak sangat mencintai Kak Doni, demikian juga sebaliknya. Tak mungkin kakak akan menyerahkan Kak Doni sama Cinta. Kakak juga tidak perlu minta maaf. Sebelum napas ini berakhir, Cinta sudah memaafkan kakak. Justru Cinta-lah yang harus minta maaf. Karena selama ini telah membuat kakak resah dengan meminta sesuatu yang tidak mungkin kakak berikan. Yang pasti kehadiran Cinta telah mengganggu hubungan kalian. Itulah kesalahan Cinta selama ini. Kini Cinta telah pergi. Tentu tak akan ada lagi yang mengganggu hubungan kakak dengan Kak Doni. Tak akan ada lagi yang meminta Kak Doni sama kaka. Kak Doni akan menjadi milik kaka selamanya. Satu permintaan Cinta. Sayangilah Kak Doni. Karena Cinta yakin kalau Kak Doni itu orang baik. Cinta berdoa semoga cinta kakak abadi. Selamat tinggal, Kak. Salam buat mama dan papa Cinta Naskah drama ini sedang dilombakan Naskah Drama Komedi : Demi Cinta, Apapun Aku Lakukan Tuesday, 28 April 2009 02:11 Hai kamu-kamu yang suka dengan drama. Sejak aku bikin website ini, banyak pengunjung yang minta dibuatkan naskah drama. Termasuk Kinanti dari SMA Sindangkasih Tasikmalaya. Sebenarnya aku belum berpengalaman dalam membuat naskah drama. Tapi setelah kupelajari, ternyata membuat naskah drama tidak sulit. Mungkin karena aku sudah terbiasa menulis naskah novel. Karena itulah aku mencobanya. Dan Kinanti itulah yang memotivasiku. Kini aku sudah membuatnya. Naskah drama yang aku buat tidak yang berat-berat, tetapi yang ringanringan saja, yaitu tentang kehidupan sehari-hari. Namun topiknya dihubungkan dengan kejadian masa kini. Kali ini aku membuat drama komedi. dengan judu DEMI CINTA, APAPUN AKU LAKUKAN. Aku yakin drama yang berdurasi sekitar 20 menit ini akan mengundang tawa dari awal hingga akhir. Sangat cocok untuk ditampilkan di sekolah kamu, saat perpisahan, atau di tempat lainnya. Namun mohon maaf yang aku muat di sini hanya ringkasan saja. Karena dimuat seluruhnya terlalu panjang, meliputi 10 halaman dengan empat adegan, mulai dari ringkasan, penuturan hingga dialognya. Bagi yang ingin tahu, silahkan hubungi aku. Dalam waktu singkat akan aku krim via email. Selain itu aku hanya ingin tahu siapa saja yang berminat dengan naskah ini. Aku yakin kamu-kamu mengerti maksudku. Bukan aku ingin dibayar. Itu terserah kalian. Ingin tahu lebih jauh. Baiklah aku jelaskan sedikit. Drama ini dimainkan oleh tujuh orang. Yaitu Doni, Lisa, Dona, Mirna, Siti, Adam dan Zeki. Doni itu laki-laki, berwajah ganteng, agak feminim, tapi penakut (takut hantu), bertindak sebagai pemeran utama. Lusi itu adiknya Doni, dia berwajah cantik, tapi manja, sebagai pemeran pembantu 1. Dona itu gadis berwajah lumayan, cuek dan pemberani, sebagai pemeran pembantu 2. Sedangkan Marni, Siti, Adam dan Zeki sebagai pemeran lain. Inilah ringkasan ceritanya : Doni memang penakut. Apalagi setelah Bi Halimah yang sedang hamil tua meninggal, rasa takutnya semakin menjadi-jadi. Ditambah lagi dengan Kang Badrun, calon legislatip (caleg) yang nggak kesampaian akhirnya gantung diri. Saking takutnya, dia tidak berani tinggal sendiri di rumah. Padahal siang hari. Terlebih lagi di malam hari. Yang jengkel bukan orang tuanya, tapi Lusi, adiknya. Ibunya pergi ke Saudi jadi TKW. Sedangkan bapaknya kawin lagi, akibat kesepian dan tinggal dengan istri mudanya. Ulah Doni memang menjengkelkan Lisa. Mau pipis saja, kalau malam harus diantar, ditongkrongin lagi. Lebih jengkel lagi sekarang, karena Doni mau sama Dona. Padahal Dona tinggal samping kuburan. Lisa membayangkan, pasti kalau mau apel harus diantar. Cape dech« Meski banyak jengkel, Lisa selalu memenuhi keinginan Doni. Karena Doni-lah satu-satunya yang dimiliki. Selain itu, Doni juga juga nekad kalau keinginannya tidak dipenuhi. Dulu, waktu dia nggak dibelikan pisang jimluk kesukaannya, dia mogok makan. Seminggu ngurung dalam kamar, hingga akhirnya dia harus masuk rumah sakit. Kini Doni pengen sama Dona. Kalau Dona tidak mau, tiang gantungan dan talinya sudah siap. Ngeri sekali Lusi bila itu terjadi. Karena itulah, Lisa berniat mencari Dona hingga ketemu dan mau minta tolong agar Dona mau sama Doni. Dari hasil nego, Dona sebenarnya mencintai Doni. Karena selain ganteng, Doni juga baik hati. Satu yang dia tidak suka, Doni itu penakut. Karena itu, Dona benar-benar mau menerima Doni asalkan Doni menjadi pemberani. Maka disusunlah sebuah rencana, dimana Doni disuruh menunggu di satu tempat yang dirahasiakan, yaitu kuburan. Di sana Doni akan ditakut-takuti dengan berbagai adegan. Demi cinta pada Dona, Doni pasti mau. Adegan tersebut adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pohon pisang bergoyang Suara anjing menggonggong atau suara hatu seperti dalam film-film. Asap keluar dari kuburan Muncul hantu suster ngesot Muncul hantu korban Sumanto Muncul Bi Halimah sedang menggendong bayinya. Muncul Kang Badrun sedang kampanye partainya. Pada saat saat rencana itu dijalankan. Doni sangat ketakutan. Tidak hanya terkencing-kencing juga keberosotan dan akhirnya pingsan, setelah melihat hantu Mang Barun yang sedang kampanye, namun kecewa dengan Doni yang tidak memilihnya, lalu mengancam akan membubuh Doni. Lisa kaget bukan main dan menyalakna Dona. Terjadi pertengkaran. Akhirnya, Dona, Lisa dan kawankawannya membuka baju hantunya. Lisa berusaha membangunkan Doni. Namun bau pesing merasuki hindungnya, akibat air kencing dan bukur yang keluar dari lubang belakang. Doni siuman, melirik ke sekelilingnya. Baru saja sadar dia menjerit sambil gelagapan. Segera Lisa berusaha menyadarkan Doni. Setelah sadar, Lusi dan Dona menerangkan kejadian yang sebenarnya. Akhirnya Doni menyadari keleliruannya selama ini. Dia nggak perlu takut hantu, karena hantu itu tidak ada. Ketakutan itu muncul dari dirinya sendiri. Jadi hantu itu bisa dibilang dirinya sendiri. Yang harus dilakukan bagaimana dirinya menghilangkan perasaan taku atau bayangan terhadap hantu. Doni akhirnya bangun, kemudia berjalan keluar panggung dengan kaki ngegang. SELESAI (Naskah drama ini sedang dilombakan) Naskah Cerita Komedi Anak SMU - Tas Warisan Friday, 06 February 2009 08:22 Cerita ini terinspirasi oleh masa sekolah. Sebagai seorang siswa, saya juga punya kenangan manis. Karena sekolah merupakan masa sangat indah, penuh canda dan tawa. Saya ingat betul, masa itu ada teman baru, pindahan dari sebuah kota besar. Dia selalu bertingkah aneh. Salah satunya adalah tas kulit yang selalu dibawanya. Celaka baginya, ternyata benda itu menjadi bahan ejekan teman-teman sekelas. Nah, inilah ringkasn ceritanya. Bu Sri berjalan kearah meja guru. Seseorang mengikutinya. Setelah menyimpan tas di meja guru, dia memperkenalkan orang itu. Rupanya, dia adalah Rey, siswa baru pindahan dari sebuah kota besar. Namun Bu Sri kaget, karena seisi kelas tertawa. Dia baru tahu setelah siswanya ngoceh. Selain, berseragam kumal, siswa baru itu memakai tas tua yang terbuat dari kulit, seperti tas tukang suntik. Baru saja duduk, guru matematika itu meminta muridnya untuk mengeluarkan selembar kertas ulangan. Celaka bagi Rey, resleting tasnya macet, hingga tak bisa mengambil buku. Dia meminta kertas kepada Hety, teman sebangkunya. Namun cewek yang bertubuh gembrot dan berhidung pesek itu tak memberinya. Hety memang terkenal cewek judes yang selalu bikin heboh di kelas. Akhirnya cewek judes itu kena damprat gurunya. Hety balas dendam. Saat istirahat, dia mempermaikan murid baru itu. Beberapa teman seprofesi diajaknya. Selain tas kulit warisan jaman penjajahan, juga seragam yang kumal menjadi sasarannya. Hampir seisi kelas turut menyaksikan ejekan itu dan turut tertawa. Tak bisa dielakan lagi, kelas menjadi riuh. Selain Hety, Edo, anak pemilik yayasan juga mengejeknya habis-habisan. Sebagai murid baru, Rey bisa berbuat apa-apa. Hanya jengkel dan dendam. Dia berjanji akan membalas ulah tersebut. Seekor kodok membuat Rey puyeng dihari kedua. Binatang itu tiba-tiba saja muncul dari tasnya, meloncat ke beberapa bangku, bertengger pada dua gunung kecil cewek, bertengger lagi pada bagian terlarang cewek. Kesempatan itu tak disia-siakan oleh murid cowok untuk menangkapnya, meski ada tujuan lain. Akhirnya sang kodok meloncat ke meja Bu Jesika, guru yang sangat takut dengan kodok. Sebagai hukuman, Rey diharuskan untuk mencari kodokdan membawanya esok hari. Itulah sebagian ringkasan cerita Tas Warisan. Siapa sebenarnya Rey, lalu, bagaimana dia mendapatkan hewan tersebut, dia dibantu oleh Bejo, seorang tukang ojek yang penakut. Pokoknya dari awal hingga akhir ceritanya sangat lucu. Tas Warisan merupakan seri pertama dari Cerita Bersambung Akasia (Andai Kamu Tahu Siapa Aku). Seri lainnya, adalah Janggo, Lambreta, Fiat dan Gerhana. Jika diperlukan saya bisa membuat judul-judul lain yang lebih lucu. Naskah Drama Remaja : Misteri Meja Guru Friday, 13 November 2009 01:18 Prestasi kelas III C sudah tidak diragukan lagi. Peringkat murid-muridnya selalu teratas. Bahkan setiap tahun tiga orang muridnya bisa masuk ke peguruan tinggi tanpa testing. Namun satu keanehan selalu muncul. Meja guru. Tempat itu menyimpan misteri. Mistery apa tersimpan di dalamnya. Inilah yang akan diungkap dalam drama ini. Drama ini berdurasi kira-kira 30 menit dan dimainkan oleh lima orang cewek dan dua orang cowok. Naskah drama ini sedang dilombakan. Berikut ringkasan ceritanya. Bu Anita sangat piawai dalam mengajar. Namun setiap dia mengajar selalu meminta muridnya, terutama Siska, ketua kelas III C untuk menyediakan kursi lain sebagai tempat duduknya. Padahal kursinya sudah tersedia, yaitu di belakang meja guru. Tasnya juga tidak disimpan di sana, tapi di meja murid paling depan. Ulah guru matematika itu mengundang pertanyaan besar bagi Siska. Karena guru lainnya tidak berulah seperti itu. Waktu istirahat Siska mencoba menduduki kursi itu. Namun tiba-tiba keanehan muncul. Taplak meja guru tersebut terbuka dengan sendirinya. Siska terkejut. Namun belum sempat dia tersadar, keanehan lain muncul. Permukaan meja itu penuh dengan darah. Kejadian itu disampaikan pada Melly dan Mona. Kedua teman dekat Siska itu penasaran dan mencoba menduduki kursi itu. Kejadian yang sama muncul, membua keduanya yakin. Malam harinya, Siska bermimpi kedatangan seorang wanita, seusia Bu Anita dengan seragam guru. Wanita itu mengucapkan terima kasih, karena Siska telah mencoba duduk di kursi guru. Berikutnya, wanita itu meminta agar Siska mau membantunya. Pagi harinya Siska menceritakan mimpinya. Ternyata mimpi itu dialami juga oleh Melly dan Mona. Mimpi itu mengundang pertanyaan besar bagi Siska, Melly dan Mona. Ketiganya yakin bahwa meja guru itu menyimpan misteri. Rasa penasaran muncul. Ketiganya sepakat untuk mencari jawabannya. Namun mereka tidak tahu apa yang dilakukan. Hasil diskusi, mereka merencanakan untuk mencoba duduk di kursi itu lagi. Saat melaksanakan rencana itu, keanehan lain muncul. Tak hanya darah, tetapi juga dalam tersebut duduk seorang wanita dengan tubuh lunglai dengan kepala di meja yang dipenuhi darah. Ketiganya semakin yakin bahwa meja itu memang menyimpan misteri. Malam harinya, Siska bermimpi kedatangan wanita yang sama. Dalam mimpi itu, selain meminta bantuan kepada Siska juga memberikan sebuah jalan untuk mengungkap misteri itu. Sebuah file yang tersimpan di komputer ruang guru. Paginya Siska menceritakan mimpi itu pada Melly dan Mona. Keduanya juga bermimpi yang sama. Hasil diskusi mereka sepakat untuk membuka file tersebut. Sebuah rencana telah disusunnya. Sore hari, setelah Mang Diman menyimpan kunci di ruang administrasi, Siska mengambilnya. Malam harinya, Siska, Melly dan Mona beraksi. Ketiganya masuk ke sekolah melalui sebuah jalan. Tanpa diketahui Mang Diman yang kebetulan sedang ngontrol, mereka masuk ke ruang guru, kemudian menghidupkan komputer. Namun mereka bingung, karena file itu tidak ditemukan. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh kemunculan seorang wanita yang datang dalam mimpinya. Wanita itu muncul untuk menunjukan filenya. Sampai di rumah mereka membuka file itu yang disimpan dalam flashdisk. Misteri meja guru terungkap. Darah pada meja adalah darah Bu Astri yang dibunuh Mang Diman. Penjaga sekolah itu sengaja disuruh Bu Anita untuk membubuhkan racun ke dalam gelas minum Bu Astri. Bu Anita tahu kalau wanita yang konon telah merebut pacarnya itu selalu meminum usai pelajaran berakhir. Sampai kini semua guru tidak mengetahui keberadaan Bu Astri. File ini ditulis karena Bu Astri mengetahui rencana pembunuhan itu. Siska, Melly dan Mona menyerahkan hard copy kepada kepala sekolah. Kepala sekolah baru mengetahui kalau perebutan pacar antara Bu Anita dan Bu Astri dulu berbuntut dengan pembunuhan. Kini Bu Anita dan Mang Diman harus menanggung seluruh perbuatannya. Kepala sekolah akan mengambil tindakan tegas setelah keduanya terbukti bersalah dalam pengadilan nanti. Bahkan seluruh muridpun berdemo untuk tidak menerima Bu Anita lagi, berikut Mang Diman. (Aldigita) === SELESAI === Naskah Drama Komedi : Cinta Langkah Seribu Saturday, 14 November 2009 05:34 Rasa percaya diri tak hanya milik cowok ganteng, tapi juga milik Danu. Setelah bosan dengan cewekcewek di sekolahnya, kini dia mencari cewek di sekolah lain. Dengan berbekal tebal muka, Danu berusaha menggaet cewek di sekolah barunya. Tak urung usahanya mendapatkan hasil. Namun apa yang akan terjadi selanjutnya. Inilah yang menjadi inti cerita Drama Komedi Cinta Langkah Seribu. Drama yang berdurasi antara 20 ± 30 menit ini dimainkan oleh tiga orang cowok dan delapan cewek. Naskah drama ini sedang dilombakan. Inilah ringkasan ceritanya. Bu Sofi masuk ruang kelas. Seorang cowok mengikutinya. Setelah bicara sebentar, guru sejarah itu meminta cowok yang berwajah menggelikan dan bertubuh pendekar, alias pendek dan kekar itu untuk memperkenalkan diri. Rupanya murid baru itu bernama Danu Wijaya. Berasal dari sebuah sekolah nun jauh di sana. Hetty, seorang siswa yang suka usil dan berlaga preman senang bukan main. Berarti dia punya kerjaan baru yang mengasyikan. Rupanya tak hanya Hetty, cewek lainnya juga tersenyum. Danu yang berbekal tebal muka bermaksud menyalami seluruh murid, terutama cewek yang dianggapnya paling cakep, dengan menyebut nama dan status orang tuanya sebagai pengusaha. Kerlingan mata dan kissby tak lepas dari ulahnya. Ulah Danu mengundang tawa. Baru belasan murid saja, Bu Sofi menghentikannya. Kalau menyalami semua murid, maka habislah jam pelajarannya, begitu alasannya. Setelah duduk, Danu tak henti memperhatikan seisi kelas, tak peduli dengan yang lainnya. Siska, cewek tercantik menjadi yang pertama. Sambil melambaian tangan, dia tersenyum. Namun Siska segera mencibir. Jesika juga tak lepas dari pandangannya, dengan lambaian tangan dan senyuman. Demikian juga dengan cewek lainnya. Saat memandang Hetty, Danu tersenyum. Namun dia terkejut, saat melambaikan tangan, ternyata Hetty mengacungkan kepalan tangan. Dengan nekad, Danu ke rumah Siska. Bukan malam Minggu tapi malam Jum¶at. Pisang, singkong dan kelapa, bekal dari kampung dibawanya. Sebenarnya Siska malas menemui Danu, tapi karena ingat dengan rencana Hetty, akhirnya dia tak punya jalan lain. Selain itu Danu gigih menunggunya. Dengan meminjam sang rembulan, rayuan mautpun meluncur cepat seperti meteor jatuh ke bumi. Saat Danu merayu, Siska nelpon teman. Danu kecewa, ternyata jawaban Siska bukan untuknya, tapi untuk temannya. Jesika jadi sasaran berikutnya. Danu tahu kalau cewek tercantik kedua itu suka menunggu adiknya di taman kota. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Dia duduk samping Jesika dan memulai obrolannya. Seperti Siska, Jesika juga malas melayani cowok tah tahu diri itu, namun karena ingat dengan rencana besarnya, dia tak beranjak dari tempatnya. Dengan meminjam keindahan bunga-bunga, rayuan mautpun mengalir seperti air sungai. Tanpa diketahui Danu, Jesika meninggalkan Danu. Danu baru tersadar saat ada seseorang yang mengatakannya gila. Tak hanya itu belasan orangpun mengeruminya. Kini giliran Mona yang jadi sasarannya. Air laut yang membiru dan anginnya yang kencang menjadi saksinya. Di hamparan pasir putih, Danu berdiri di belakang Mona. Laut yang membiru dan angin yang kencang serta perahu yang mendayu menjadi sarana bagi Danu untuk mengeluarkan rayuannya. Mona tak beranjak dari tempatnya hingga Danu nampak semakin gencar merayu, dengan segala kemampuannya. Namun Danu kecewa, ternyata yang dirayu itu bukan Mona. Tetapi seorang bencong yang kebetulan bentuk tubuh dan bajunya sama dengan Mona. Sedangkan Mona, Siska, Jesika dan Hety tak tahan menahan tawa. Sebuah SMS Siska cukup menjadi modal kepercayaan diri bahwa Siska sudah naksir pada Danu. Makanya dia senang sekali ternyata Mona mau diajak makan di sebuah restoran besar. Segera dia meluncur ke sana. Sebuah meja besar telah tersedia. Danu menyilahkan Siska untuk memesan makanan sesukanya. Namun Danu terkejut, karena Jesika muncul dan memesan makanan juga. Lebih terkejut lagi ketika melihat Mona dan beberapa orang temannya. Tak ada yang lain dalam benak Danu saat duduk dikelilingi cewek-cewek cantik itu kecuali hitungan harga makanan yang telah tersaji dan jumlah uang di kantongnya. Danu tak bsa diam dan makanpun tak berselera lagi. Ingin rasanya dia lari, namun tangan kokoh Hetty menekan pundaknya. Tiba-tiba dia bersin. Semua menjadi kaget dan tangan Hetty terjatuh. Kesempatan itu tidak disia-siakannya. Danu meminta ijin ke belakang. Siska, Jesika dan yang lainnya, terutama Hetty heran. Danu belum muncul lagi. Mereka menduga, Danu kabur. Benar saja setelah hampir setengah jam, cowok kampung itu tidak kelihatan batang hidungnya. Hetty meminta teman-temannya untuk mengumpulkan uang. Namun permintaan itu ditolak. Karena sesuai perjanjian bila terjadi sesuatu, Hetty yang akan menanggung akibatnya. Hetty menghitung uangnya, namun dia meringis. Akhirnya dia harus rela Black Berry kesayangannya ditinggal sebagai jaminan (Niar) Naskah drama ini sedang dilombakan. Naskah drama ini sedang dilombakan === SELESAI == Naskah Cerita Remaja Islami Biarkan Aku di Sini Thursday, 05 February 2009 05:21 Cerita remaja ini dibuat tahun 2004. Ide cerita muncul tiba-tiba, ketika kepala baru nempel di bantal, setelah menyelesaikan dua buah artikel. Sebagai penulis, tentu saja aku tidak akan membiarkan ide cerita yang cukup bagus itu lenyap dikegelapan malam. Hal itu sangat merugikan. Esok hari belum tentu ide muncul lagi. Karena kehidupan sudah berubah, mungkin aku bisa mendapat ide cerita lainnya. Power komputer kutekan lagi dan hidup hingga subuh tiba, dan lahirlah ringkasan ceritanya. Karena cerita itu menarik, kuputuskan untuk cuti selama 12 hari. Kebetulan tahun ini belum cuti. Alhamdulillah hingga cuti selesai, aku dapat menyelesaikan hingga 75 persen dari 100 halaman naskah atau diperkirakan bisa untuk 200 hal novel. Dua minggu kemudian naskah itu rampung. Inilah ringkasan ceritanya. Andi lahir dari keluarga kaya. Namun karena cacat, pipi kanannya hitam, berbulu dan nampak seperti monyet, menyebabkan anak bungsu ini selalu diperlakukan tidak manusiawi oleh mama dan kedua kakaknya. Semua perlakuan itu sangat menyiksa batinnya dan membuat hidupnya tidak tenang. Hingga pada suatu hari, sebuah perlakuan yang sangat menyakitkan terjadi. Kejadian itu tepat di hari perpisahan SMP-nya. Setelah menghadiri perpisahan, Andi pergi menemui Mang Diman, pria yang dulu pernah bekerja pada keluarganya. Di tempat itulah, dia menemukan ketenangan. Bahkan akhirnya, dia memutuskan untuk mendalami agama di sebuah pesantren, sambil meneruskan SMU-nya. Belum sebulan, sang mama datang, dan meminta agar Andi kembali ke rumahnya. Sang mama berjanji akan memperlakukan dengan adil, sama dengan kedua kakaknya. Akan menganggap anak sendiri, kamar istimewa, dengan televisi dan komputer di dalamnya. Tapi santri kesayangan Ajengan Abdulah ini menolak, seraya berkata Ma, Biarkan Aku Di Sini. Cerita ini sangat mengharukan. Setiap pembaca pasti akan meneteskan air mata, tak tahan melihat perlakukan orang yang mestinya menyayangi dan juga kedua orang yang mestinya menjadi panutan. Selain itu, cerita ini juga menggambarkan bagaimana Hidayah Sang Pencipta merasuk ke dalam kalbu hambanya, hingga tergambar hanya di jalan-Nya-lah, hidup manusia bisa tenang. Nah, perlakuan apa saja dari sang mama dan kedua kakaknya. Dan bagaimana Andi bisa menemukan ketenangan, lengkapnya ada pada naskah ini. Naskah Drama Remaja : Jeolous (Kenakalan Remaja) Friday, 11 December 2009 01:00 Sejak menulis tentang drama, aku kebanjiran permintaan. Ada yang minta drama tentang persahabatan, kenakalan remaja, legenda, musik (melodrama) dan drama lainnya, dengan jumlah lakon beragam, misalnya 2 cowok dan 4 cewek, pokoknya macam-macamlah. Tentu saja aku tak mungkin bisa memenuhi semua permintaan itu. Selain jumlahnya yang buuanyak banget juga karena kesibukan. Kini aku coba buat drama tentang kenakalan remaja berjudul Jealous. Soal bagus tidaknya naskah ini tentu saja relatif, tapi setidaknya aku bisa membantu sesama. Santi senang banget diajak main drama. Tapi dia tidak yakin dengan kemampuannya. Untung saja sebuah ide muncul. Yaitu minta bantuan Sony, teman SMP-nya yang kebetulan tidak satu sekolah. Namun ternyata ide tersebut berakibat fatal. Apa yang akan terjadi selanjutnya. Inilah inti cerita dari Drama Jealous. Drama yang berdurasi antara 20 ± 30 menit ini dimainkan 4 orang cewek dan empat orang cowok. Cocok untuk ditampilkan di sekolah, baik dalam acara perpisahan atau perlombaan. Olivia memang seorang motivator. Makanya dia tak henti meminta teman-temannya untuk melakukan persiapan sedini mungkin agar kelompok dramanya bisa tampil sebaik mungkin dalam acara perpisahan nanti. Namun dia kecewa ketika mendengar khabar bahwa Seva tak bisa ikut, karena sakit keras. Yulia, Linda dan Johan mengusulkan beberapa calon penggantinya, namun semuanya tidak sesuai dengan karakternya. Saat Santi lewat, ide cemerlang Olivia muncul. Mereka akhirnya sepakat menunjuk Santi sebagai pengganti Seva. Santi senang bukan main. Namun cewek tercantik di SMU Nusa Indah itu belum yakin dengan kemampuannya. Selain belum pernah main drama juga karena Robby melarangnya dekat dengan Johan dan Olivia. Memang cowoknya itu sangat pencemburu, terutama sama Johan. Berkat desakan Olivia akihirnya dia memutuskan untuk ikut bergabung dengan kelompok drama itu, dengan mengabaikan larangan Robby. Agar bisa tampil prima, Santi minta bantuan Sony, seorang pemain drama kawakan dari SMU Negeri 4. Diam-diam Robby menyetahunya. Johan kena damprat dan perang mulut berkali-kali terjadi, meski akhirnya semua bisa diselesaikan. Yang paling sial Sony. Tak hanya kena damprat, tapi Sony dikeroyok beberapa orang yang tidak dikenal. Untunglah teman Sony segera muncul. Namun kemunculan teman Sony berbuntut lain. Perkelahian hebat terjadi. Untunglah polisi segera datang. Esok harinya, perkelahian atau sebut saja tauran hebat kembali terjadi. Kembali polisi berhasil menghalaunya. Kini polisi berhasil menangkap tiga orang biang keladinya. Rupanya semua itu ulah Robby. Akhirnya Sang Pencemburu itu harus menanggung akibatnya. Selain dipecat dari sekolah juga harus mendekam di kantor polisi. Lebih celaka lagi, Santi langsung meminta agar menjauhinya. Karena ulah Robby telah membuatnya trauma. Kini Santi bisa bebas bergabung dengan kelompok drama sekolahnya, berlatih kapan saja. Bahkan Sony bisa mengarahkan Santi dengan leluasa, tanpa ancaman dan gangguan Robby. Ternyata selain cantik, Santi juga bisa punya bakat yang terpendam. Naskah Drama Komedi : Kabayan - Happy Birthday To You Tuesday, 01 December 2009 01:15 Abah kini bisa lega, karena Kabayan, mantunya sudah punya kesibukan rutin, yaitu memelihara burung. Karena itu Abah berniat untuk memberikan hadiah istimewa, yaitu seekor burung. Namun apa yang terjadi. Itulah yang menjadi inti cerita dalam Drama Komedi Kabayan, serial Happy Birthday. Drama yang berdurasi antara 30 ± 45 menit ini dimainkan oleh 4 orang cowok dan 2 orang cewek. Cocok untuk ditampilkan dalam acara perpisahan sekolah atau perlombaan. Berikut ringkasan ceritanya. Pagi yang cerah. Tak seperti biasanya, Kabayan yang selalu mendengkur dengan selimut sarungnya, tetapi mantu yang terkenal malas itu sudah punya kesibukan. Sambil bernyanyi dia memberi makan dan minum, kemudian bercsiul memanggil-manggil burung-burung kesayangannya. Dia berniat, jika sudah besar nanti, burung itu akan dijualnya. Namun niat itu tidak disetujui oleh Iteng. Istrinya mengira kalau Kabayan akan burung yang satu itu. He.. heh.. sory agak jorok dikit. Adu mulut terjadi, namun akhirnya Iteng mengerti maksud yang sebenarnya. Sementara itu dari kejauhan, Abah tersenyum. Dia berharap Kabayan bisa seperti itu selamanya agar tidak selalu membuat jengkel dirinya. Dan diapun berniat akan memberikan hadiah istimewa untuk mantunya. Ternyata niat itu disambut baik oleh Ambu, istrinya. Dan hari itu juga keduanya pergi ke kota. Setelah membeli kebutuhan sehari-hari, mereka pergi ke pasar burung. Namun setelah berkeliling, mereka puyeng karena tidak menemukan burung yang dicarinya. Untunglah saat itu seorang pemuda menghampirinya sambil menawarkan seekor burung beo dalam sebuah dus mie instant. Burung beo sudah terlatih dan bisa mengucapkan salam dan menyanyikan lagu Happy birthday, lagu Naik Kereta Api tut.. tut.. tut... dan lagu-lagu lainnya. Abah langsung tertarik dan menanyakan harganya. Pada saat Abah menawar, seorang pemuda lain menghampiri dan menawar dengan harga lebih tinggi, namun penjual burung tidak memberikannya. Akhirnya Abah membeli burung dengan harga lebih tinggi dari pemuda tadi. Setelah itu keduanya bergegas pulang. Sementara itu, Kabayan baru saja selesai mengurus burungnya. Dia meminta Iteng untuk membuatkan kopi. Namun baru saja mau minum kopi tersebut, Abah dan Ambu datang sambil memanggil-manggil Kabayan. Keduanya memperlihatkan apa yang dibawanya dan menerangkan kepadaian burung beo tersebut. Setelah meneropong, Kabayan tidak percaya dengan burung beo tersebut. Karena ingin membuktikan, berkali-kali Abah dan Ambu menirukan ulah penjual burung, namun burung itu tak bersuara. Kabayan langsung mencemooh mertuanya, namun Abah dan Ambu berbalik memarahinya. Berikutnya, Abah dan Ambu meminta agar Kabayan menyediakan sangkarnya. Namun sangkar itu tidak ada yang kosong, sudah dipakai semua. Sambil marah, Abah meminta Kabayan untuk membelinya ke kota, namun pada saat meminta uangnya, kembali Abah marah dan meminta agar memakai uang Kabayan dulu. Kabayan tak bisa berbuat banyak, sambil tak henti menggerutu dengan memaki-maki mertuanya, diapun pergi ke kota untuk membeli sangkar yang paling bagus sesuai dengan pesanan Abah. Saat kembali ke rumah, kedua mertuanya masih menirukan penjual burung dengan mengucapkan salam, kemudian menyanyikan lagu Kereta Api, happy birthday dan lagu-lagu lainnya dengan moncong mulut ke dalam lubang dus itu. Namun burung itu tetap tak bersuara sedikitpun. Keduanya bengong. Kemudian meneropong lewat lubang ternyata burung itu masih ada, berdiri pada dasar dus sambil sekali-kali menggerakan sayapnya. Bahkan hampir mematuk mata Abah. Untung Abah langsung menarik kepalanya. Kabayan langsung menyerahkan sangkar tersebut kepada lalu pergi. Namun Abah meminta agar Kabayan yang memasukan burung itu ke dalam, dengan satu pesan agar hati-hati, jangan sampai burung itu kabur. Setelah membuka dus dan memasukan burung tersebut ke dalam sangkar, Kabayan memperjelas bahwa burung itu bukan burung beo, tapi burung cakakak. Namun Abah tetap tidak percaya. Abah lebih percaya pada penjual burung itu, karena jelas sekali kejadiannya. Karena tidak percaya penjelasan Kabayan, kembali Abah melekatkan moncong mulutnya ke dalam sangkar sambil mengucapkan salam, kemudian menyanyikan lagu Happy birthday. Ulah itu diikuti oleh Ambu, bahkan Iteng. Ketiganya sama-sama melekatkan moncong mulutnya ke dalam sangkar. Waktu Kabayan meledek dengan menjawab salam itu, Abah marah bukan main. Lebih marah lagi saat Kabayan meledeknya, sampai Abah matipun, burung itu tidak bersuara. Abah mengira Kabayan mendoakannya mati. Akhirnya Kabayan pergi sambil menggerutu, sampai kiamat tahun 2012 nanti, burung itu tak akan bersuara, Abah... Abah... mau saja ditipu orang. =SELESAI=. KISAH TUKANG RAMBUTAN Karya Dewi Suci F PARA PELAKU: 1.Pak Jamil, Tukang rambutan 2.Bu Jamil 3.Minten, putri Ibu dan Bapak Jamil 4.Ahmad, Ketua HIMA UI dan Ketua Pelaksana Demonstrasi SATU Saat itu, nampak seorang wanita berusia 30 tahunan sedang memandangi sebuah photo tua sambil menyeka air matanya. Minten namanya, dan di pinggirnya, seorang laki-laki gagah yang merupakan suami wanita tadi nampak terharu memandang photo yang tengah diperhatikan istrinya. Minten : Mas masih ingat bapakku? Ahmad : Ya, tentu, Minten. Aku pasti selalu ingat sama Bapakmu. Pertama kali bertemu, beliaulah yang memberi kami, para mahasiswa demonstran dua ikat rambutan untuk mengobati rasa haus kami. Kamu tahu, Minten? Jika tak ada bapakmu, sudah pasti saat itu kami tidak dapat bersuara lagi untuk menuntut Soeharto lengser dari kursi kepresidenannya. Minten : Ya, bapak cerita itu. Bapak cerita, mas merangkul tangan dan tubuh bapak sambil mengucapkan terima kasih banyak. Katanya, baru sekali ini bapak mendapat ucapan terima kasih yang begitu tulus dari seseorang, padahal bapak hanya orang kecil. Setiap kali bapak menceritakan itu, mata bapak nampak berbinar. Mas tahu? Dua ikat rambutan itu seharga separuh dari upah menjual rambutan bapak. Bapak membawa satu gerobak rambutan dari Haji Nana. Satu gerobak itu berisi 29 ikat rambutan, dan bapak diberi 4 ikat sebagai upah menjual 25 ikat rambutan. Karena 2 ikatnya itu, bapak berikan pada mas dan kawan-kawan mas. Upah bapak pada hari itu hanya 2 ikat. Saat ibu tahu itu, ibu tidak marah, justru memuji bapak karena jiwa besarnya itu. Tapi aku yang sedikit kesal, kenapa para mahasiswa itu mau menerima rambutan dari orang kecil macam kami. Ahmad : Apa sekarang kamu masih marah, Minten? Minten : Mas, mas«.ada-ada saja to. Ya nda to. Waktu itu, saya kesel sama mas. Karena dulu, habis berjualan bapak janji mau belikan saya buku tulis yang baru. Tapi ndak jadi, uangnya ndak cukup. (minten tersenyum) Ahmad : (mengecup kening Minten). Kalo kamu mau, sekarang saya tak belikan kamu sepabrik buku tulis buat ganti janji bapakmu (Ahmad tersenyum menggoda sekaligus tersenyum karena berbicara logat jawa seperti istrinya). Minten : emm« mas ngeyel to? Ledekin saya to. (cemberut) Ahmad : Ya enggak atu. Abdi teu wantun ka neng Minten, ngeyel. (kembali tersenyum) Mau cerita tentang bapakmu, kan ? Minten tersenyum, matanya menerawang saat ia masih berusia 16 tahun. (Lampu berubah. Latar berubah.) DUA Di suatu pojok Jakarta yang kumuh, bau, dan tempat bersarang nyamuk-nyamuk penyedot darah manusia, tampak berjejer rumah-rumah kardus kumuh yang tampaknya lebih layak disebut sebagai kandang-kandang manusia. Ya, pantas disebut kandang karena tempat tinggal itu terbuat dari kardus yang disusun menyerupai rumah dengan ukuran 3x3m. di dalam kardus itu, mereka duduk di sana, tidur di sana, makan di sana, dan kadang anak-anak mereka yang masih kecil pun atau bisa jadi orangtua anak kecil itu, buang kotoran di sana juga. Bukankah itu sama dengan fungsi kandang? Di deretan rumah kardus ke-3 dari pojok kiri adalah rumah Pak Jamil dan keluarganya. Dia adalah seorang penjual buah rambutan yang dulunya tinggal di Wonokerto, salah satu desa yang ada di kecamatan Wiradesa, kabupaten Pekalongan sebagai seorang nelayan perahu tradisional. Namun, karena masuknya para nelayan Bagan Siapi-api yang menggunakan kapal Trawl, pak Jamil dan keluarganya pindah ke Jakarta untuk mengadu nasib. TIGA Pak Jamil tengah mengenakan celana panjang yang warnanya bisa disebut karya abstrak. Bersama anak dan istrinya, dia mengikat buah rambutan yang akan dijualnya berkeliling Jakarta dengan menggunakan gerobak tua. Dulu, sekitar 10 tahun lalu, celana itu masih berwarna putih.namun, karena terlalu sering dipakai dan terkena getah rambutan, warna celana tersebut benar-benar tak karuan. Mungkin, jika harus diungkapakan dengan kata-kata, akan sulit sekali memilih kata yang sesuai dengan kondisi warna celana yang tengah Pak Jamil kenakan. Lucu juga, kalau dianalogikan warna celana Pak Jamil sama dengan perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta. Sama-sama sulit diungkapkan. Sambil tetap mengikat rambutan, bu Jamil bertanya pada suaminya dengan suara cemas. Bu Jamil : Ya jangan jualan dulu to, Pak! Ibu khawatir, di jalan sana masih masih banyak demonasi. E, opo to pa? Ibu lali. Pak Jamil : Bu,Bu«bukan demonasi. Itu namanya demonstrasi. Karep wae sliro, ibu ini. (tersenyum geli) Bu Jamil : Yo wis , mau demonstrasi kek, demonasi, domestos nomos kek. Ibu khawatir to Pak. Ibu ndak mau Bapak tar celaka to kena tembak peluru pulisi nyasar. Bapak ndak takut gitu? Pak Jamil : Saya takut, tapi kalo ndak jualan. Nanti tak makan karo opo? Karo domestos nomos-mu, ndo? Nda, kan ? Lagian Minten harus beli seragam baru, biaya sekolah, beli buku. Itu pan harus Bapak to yang cari uang. Wis , ndak usah takut, doain saja bapak sing laku jualane, ya ndo. Orang kecil kayak kita, kalo ndak berjuang ya susah. Bu Jamil : Para mahasiswa itu maunya opo to pa, kenapa suka demo, demo opo to pa? ibu lali lagi. (mengernyitkan dahi dan mengusap-usap kepala) Minten : Demonstrasi, bu! Para mahasiswa itu, ingin Pak Harto turun. Bu Jamil : Turun? Turun dari opo to ndo. Memang tiap hari Pak Harto naik terus, ya? Waduh, ndak enak juga jadi istri presiden, cape to ya ndo dinaikin terus. Ngerepotin seluruh rakyat. Buat turun dari istrinya harus diminta mahasiswa sampai turun ke jalan, bikin macet, bikin ndak tenang, bikin kerusuhan. Pak Jamil : Hus, ibu ini bicara apa to. Bukan turun yang itu. Tapi turun dari jabannya sebagai presiden. Itu maksud Minten. Iya, kan ten? Minten : (tampak bingung dengan ucapan ibunya) Iya, biar g jadi presiden lagi, gitu bu. Pak Jamil : Yo wis , bapak berangkat dulu. Sudah siang. Ndo, jangan sampai telat ya ke sekolahnya. Pulang bapak jualan,tak beli buku tulis baru. Kata ibumu, kamu ndak punya buku tulis kan ? Belajar yang rajin. Jangan sampai sekolah merasa rugi karena kasih beasiswa sama kamu, ndo. Bapak percaya kamu bisa jadi orang sukses nanti. Jadi orang berpendidikan, yo ndo! (pak Jamil mengelus rambut Minten dengan mata yang berkaca-kaca). Salamualaikum. Minten dan ibunya berdiri bersampingan melihat Pak Jamil mendorong gerobak yang penuh dengan buah rambutan. EMPAT Saat itu, tepat pukul 12 siang. Pak Jamil tengah melewati Monas. Ia tersenyum lega karena dagangannya tinggal bersisa 2 ikat rambutan lagi. Pak Jamil berpikir untuk melaksanakan shalat Dzuhur terlebih dahulu sebelum kembali menawarkan sisa jualannya. Namun tiba-tiba, dia mendengar teriakan para mahasiswa yang kembali bergema menyuarakan tuntutannya agar Soeharto segera lengser. Pak Jamil memperhatikan para mahasiswa itu. Ada yang naik mobilmobil truk, ada pula yang berjalan kaki. Mereka mambawa banyak spanduk yang berisi tuntutan mereka mewakili rakyat. Pak Jamil dapat menangkap bahwa para mahasiswa itu sangat kelelahan dan kehausan. Tanpa berpikir panjang lebar, Pak Jamil melemparkan dua ikat rambutannya pada para mahasisiwa itu. Satu pada mahasiswa yang ada dalam mobil truk dan satu pada para mahasiswa yang sedang berjalan di atas aspal yang begitu panas terbakar sang raja siang itu. Pak Jamil tersenyum melihat tingkah para mahasiswa itu. Seperti anak-anak yang memperoleh mainan baru, mereka saling berebutan. Kemudian mereka sambil berteriak mengatakan ucapan terima kasih. Para Mahasiswa : Hidup Pak Rambutan.. Hidup Pak Rambutan. Hidup Pak Rambutan. Pak Jamil untuk beberapa saat diarak oleh para mahasiswa itu. Pak Jamil tidak berbicara sedikitpun. Ia tidak menyangka, para mmahasiswa itu akan berterima kasih dengan cara yang begitu mengagumkan. Kemudian, salah seorang mahasiswa dari mobil truk mendekati Pak Jamil. Mahasiswa : Pak, bapak mendukung kami, kan ? Doakan kami, ya pak! (merengkuh kedua tangan Pak Jamil dan menciumnya) Pak Jamil : (hanya tersenyum dan mengangguk) Mahasiswa : Terima Kasih, pak! (sambil berlari mengejar mobil truknya) Kemudian para mahasiswa itu melanjutkan demonstrasinya ke gedug MPR. Sepeninggalan para mahasiswa itu, suasana tampak hening. Pak Jamil menangis, ternyata orang kecil macam dia bisa mendapat apresiasi dari orang lain setinggi itu. LIMA (Di rumah kediaman Minten dan Suaminya) Minten : Pemuda yang turun itu, kamu kan mas? Ahmad : Ya, itu aku,suamimu! (Ahmad kembali mencium kening istrinya) Minten : Setelah tahu hal ini, apa mas nda malu punya istri yang anak seorang tukang rambutan dan pernah tinggal di rumah kardus? Ahmad : Kenapa harus malu, Minten? Minten : Karena mas anak seorang dokter, dan saya«.. Ahmad : (memotong ucapan Minten) Tidak, Minten. Mas bangga sama kamu, juga bapak kamu. Kamu dulu mahasiswi hebat. Masuk perguruan tinggi lewat beasiswa mahasiswa berprestasi. Kamu cantik, pandai, baik dan yang terpenting kamu adalah istri dan ibu untuk anak-anakku. (memeluk Minten) Minten : Saya juga bangga sama mas. Berjuang untuk masyarakat Indonesia . Dan saya bangga karena mas adalah suami saya, Tuhan saya di dunia. TAMAT
Fly UP