...

Contoh Proposal

by rany-milan

on

Report

Category:

Documents

Download: 0

Comment: 0

182

views

Comments

Description

Download Contoh Proposal

Transcript

A. JUDUL PENELITIAN Penggunaan Polytomous Logistic Regression Untuk Melihat Hubungan Antara Resistensi Perubahan dan Kecerdasan Emosi Dosen Dengan Sikap Dosen Terhadap Perubahan (Studi Kasus: Perubahan ITS dari PTN menjadi PTBHMN). B. BIDANG ILMU Statistik dan Psikologi C. PENDAHULUAN Penelitian tentang hubungan antara resistensi perubahan dan kecerdasan emosi dosen dengan sikap dosen terhadap perubahan pernah dilakukan oleh Nurrahaju (2004), dimana pada penelitian tersebut ditemukan hasil bahwa penurunan resistensi perubahan dan peningkatan kecerdasan emosi akan meningkatkan sikap positif/mendukung terhadap perubahan ITS menjadi PTBHMN. Penelitian tersebut menggunakan metode Analisis Regresi Linier Berganda, dengan nilai goodness of fit sebesar 38,9%. Nilai goodness of fit yang tidak terlalu besar ini diduga disebabkan adanya ketidak sesuaian model dan terdapat variabel lain yang tidak termasuk dalam model. Variabel yang terlibat dalam model pada penelitian yang dilakukan oleh Nurrahaju (2004) adalah Resistensi perubahan (X1) dengan indikator-indikator yang mempengaruhinya adalah masalah pribadi, perubahan itu sendiri, prosedur perubahan, sistem manajemen dan iklim organisasi, Kecerdasan emosi (X2) dengan indikatorindikator self awareness, self management, social awareness, social skill dan Sikap dosen terhadap perubahan (Y) dengan indikator-indikator Kontrol negatif, Fokus terhadap manusia, Logika rasional dan Positif kreatif. Melihat bentuk variabel yang berjenis katagorikal diduga modelnya adalah model Regressi Logistik (Logistic Regression Model). D. PERUMUSAN MASALAH Pembuatan model yang tepat harus didasari tipe variabel yang terlibat, pemilihan metode yang tidak tepat akan menyebabkan kesalahan dalam penafsiran parameter model dan interprestasinya. Model Regresi Linier Berganda yang dipilih dalam penelitian tersebut memang dapat menunjukkan hubungan secara negatif dan positif (berdasarkan taksiran nilai parameternya) antara variabel respon dan explanatorynya namun tidak dapat mengungkapkan pada level yang mana dari variabel eksplanatory yang mempengaruhi variabel respon dengan level tertentu pula, sehingga sulit ditarik kesimpulan dosen dengan tipe apakah yang cenderung bersikap menolak perubahan status ITS menjadi BHMN. Penelitian akan ini berusaha mengungkapkan hal tersebut Penelitian ini akan memberikan suatu cara yang dapat menunjukkan hubungan antara variabel X1, X2, dan Y dengan memperhatikan tipe variabel respon dan variabel eksplanatorynya yang berbentuk katagorikal dengan skala ordinal, dan karena variabel responnya mempunyai lebih dari dua katagori maka diduga model yang sesuai untuk variabel-variabel tersebut diatas adalah Polytomous Logistic Regression, disamping itu penelitian ini juga menduga ada variabel lain yang mungkin memberikan pengaruh pada variabel respon (Y) yaitu faktor karakteristik kepribadian (umur, jenis kelamin, masa kerja, status jabatan, dan fakultas), sehingga perlu dimasukkan kedalam model. Sehingga yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa sajakah yang paling mempengaruhi resistensi perubahan, kecerdasan emosi dan sikap dosen terhadap perubahan, serta mencari model statistik yang sesuai untuk mengetahui hubungan antara resistensi perubahan, kecerdasan emosi dan sikap dosen terhadap perubahan. E. TINJAUAN PUSTAKA 1. Hasil Penelitian Sebelumnya Penelitian Nurahaju (2004) tentang pengaruh resistensi perubahan dan kecerdasan emosi dosen terhadap sikap dosen terhadap perubahan ITS dari PTN menjadi BHMN menemukan hasil resistensi perubahan dan kecerdasan emosi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap dosen dengan konstribusi secara bersama-sama sebesar 38,9% (koefisien determinasi = R2) . Model regresi Linier Sederhana yang terbentuk adalah: Y = 62,2 – 0,494 X1 + 0,250X2 Model tersebut mengungkapkan bahwa apabila resistensi perubahan (X1) menurun akan menaikkan sikap dosen dengan nilai koefisien parameter sebesar 0.494, dalam artian semakin resissten seorang dosen menghadapi suatu perubahan akan mendorong sikap dosen yang menolak perubahan ITS menjadi PTBHMN, sementara untuk variabel kecerdasan emosi berlaku hubungan positif dengan koefisien parameter 0,25 artinya semakin tinggi nilai kecerdasan emosi dosen semakin tinggi sikap dosen menerima perubahan ITS menjadi PTBHMN. Berdasarkan analisis deskriptif dihasilkan 55,5% sikap dominan dosen adalah Logika Rasional artinya pada umumnya sikap /reaksi dosen pada umumnya cenderung didasari oleh aspek logika rasional dalam menghadapi perubahan. Berikutnya 7,48% bersikap positif kreatif yang merupakan sikap yang paling ideal dalam menghadapi perubahan, 2,76% memberikan sikap kontrol negatif, yang memberikan penolakan secara serius terhadap perubahan. Penelitian ini tidak memasukkan faktor aspek budaya dan karakteristik kepribadian padahal dalam tabulasi silang dihasilkan ada perbedaan prosentase dosen yang mempunyai sikap tertentu berdasarkan usia, jenis kelamin, fakultas dan lama bekerja, dimana dosen yang bersikap Logika rasional sebagian besar berasal dari Fakultas Teknologi Industri (21,65%), dengan tingkat pendidikan S2 (30,29%), berjenis kelamin pria (41,18%), berusia 25-35 tahun ( 24,29%), dengan lama bekerja 0-10 tahun (25,91%). 2. Sikap Individu dalam Menghadapi Perubahan a. Definisi Sikap Sikap merupakan konstelasi komponen-komponen kognitif, afektif dan konatif yang saling berinteraksi dalam memahami, merasakan dan berperilaku terhadap suatu obyek. Komponen kognitif berisi kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku, komponen afektif menyangkut masalah emosional subyek terhadap suatu obyek dan komponen konatif menunjukkan perilaku yang berkaitan dengan obyek (Breckler, 1984;Katz&Stotland 1959). Pada penelitian ini pengertian sikap hanya dibatasi pada komponen afektif saja. Menurut White (1994)sikap individu dalam menghadapi perubahan dibagi menjadi 4 katagori yaitu (1) Logika Rasional atau analisis evaluasi (2) Kontrol Negatif atau menolak dan bertahan (3) Fokus terhadap manusia atau menerima dan membantu orang lain (4) Positif dan kreatif atau eksplorasi dan penemuan (PK). b. Pengertian resistensi pada perubahan Kreitner dan Kinicki (2001) mendefinisikan resistensi pada perubahan sebagai suatu reaksi emosional/laku yang muncul sebagai respon terhadap munculnya ancaman, baik nyata atau imajiner bila terjadi perubahan pada pekerjaan rutin (lasmahadi, 2002). Sedangkan menurut Greenberg dan Baron (1997) resistensi pada perubahan didefinisikan sebagai kecenderungna bagi karyawan untuk menolak sepakat pada perubahan organisasi, baik oleh karena ketakutan individu menyangkut hal-hal yang tak dikenal maupun karena halangan organisasi seperti kelesuan struktural (inertia structure). Penolakan/resistensi terhadap suatu perubahan bukan tanpa alasan. Menurut Galpin (1996) dan Plant (1987) beberapa sumber penolakan terhadap perubahan adalah sebagai berikut: (1) Masalah pribadi , (2) Perubahan itu sendiri, (3) Prosedur Perubahan (4) Sistem Manajemen dan Iklim Organisai c. Kecerdasan Emosi Kecerdasan emosi didefinisikan sebagai suatu kesadaran diri, rasa percaya diri, penguasaan diri, komitmen dan integritas dari seseorang, dan kemampuan seseorang dalam mengkomunikasikan, mempengaruhi, melakukan inisiatif perubahan dan menerimanya atau dengan kata lain kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi secara baik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain. Ada beberapa aspek penting yang pelu diperhatikan sebagai langkah awal guna meningkatkan kecerdasan emosi di tempat kerja. Daniel Goleman menyebut EQ menjadi lima aspek yaitu; (1) Penyadaran diri (self awareness) (2) Mengelola Emosi (self management), (3) Motivasi diri (4) Empati (social awareness) dan (5) Ketrampilan sosial (social skill). 3. Polytomous Regressi Logistic Regresi Logistik merupakan suatu metode statistik yang bertujuan menganalisis variabel respon untuk meperoleh hubungan antara variabel eksplanatory (prediktor) dengan probabilitas dari suatu kejadian yang diakibatkan oleh variabel prediktor. Variabel respon biasanya berskala ordinal atau nominal, oleh karena itu nilai fungsi logistiknya pada rentang 0 dan 1. Fungsi logistik secara umum dituliskan sebagai berikut: 1 P(X) = ………………………. (1) 1 + e −g ( x ) Dimana g(x) = β 0 + β 1X Variabel respon dalam regresi logistik bersifat katagorikal dengan skala pengukuran nominal atau ordinal. Variabel respon yang memiliki dua katagori disebut variabel respon dikotomous (biner), sedangkan variabel respon yang memiliki dua katagori disebut variabel respon polikotomous (multikatagori). Menurut Agresti (1996) variabel respon untuk model Polytomous Logistic Resgression dikelompokkan menjadi dua yaitu kelompok pertama merupakan gabungan dari katagori 1 sampai dengan j dan kelompok kedua merupakan gabungan dari katagori j+1 sampai dengan r. Sehingga model ini akan diperoleh suatu nilai perbandingan antara kelompok pertama dan kedua. Sebaran peluang untuk respon dengan r katagori adalah sebagai berikut: P (Y1 = y1,….,Yr=yr) = Dimana ∑πk = 1 dan k =1 r n! y1 yr π ... πr …………(2) 1 y1!... y r ! ∑y k =1 r k = n dengan n adalah banyak pengamatan. Jika π k(xc) merupakan peluang suatu respon k pada suatu variabel prediktor, maka peluang dari suatu kejadian pada model logistik multikatagori adalah: exp[ η k ( x c ) ] π k(xc) = ………………………..(3) ∑ exp[ η ( x ) ] h =1 h c r dimana k = 1, 2, …, j, …, r; c = 0, 1, 2, …, p π 1(xc) + π 2(xc) + …. π r(xc) = 1 karena nilai π γ (xc) = 0 maka persamaan (2) dapat diltulis sebagai berikut: exp[ η k ( xc ) ] r −1 h =1 π k(xc) = 1 + ∑ exp[ η h ( xc ) ] ……………………(4) dimana k = 1, 2, …, j,….,r-1; c = 0,1,2,….,p Sedangkan nilai dari η k(xc) yang lain adalah: η k(xc) = β 0k + β 1kxik + … +β pkxpk …………………(5) dimana k =1,2,…, j, ……..,r-1; c = 0,1,2,…….,p Berdasarkan persamaan (4) dan (5) maka persamaan (4) dapat ditulis sebagai berikut: π k(xc)= exp (βok + β1k x1k + ... + β pk x pk ) (6) 1 + exp (β01 + β11 x11 + .. + β p1 x p1 ) + ... + exp (β0 r −1 + β1r −1 x1r −1 + ... + β pr −1 x pr −1 ) F. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi resistensi perubahan, kecerdasan emosi dosen, serta mendapatkan model statistik terbaik untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dosen terhadap perubahan ITS menjadi PTBHMN. G. KONSTRIBUSI PENELITIAN Penelitian ini selain dapat dijadikan lanjutan hasil penelitian sebelumnya, diharapkan pula dapat dijadikan bahan masukan dalam pengembangan kelembagaan ITS dalam proses perubahannya dari PTN menjadi PTBHMN, karena dengan mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang membuat seorang dosen bersikap menerima atau menolak perubahan dapat diambil kebijakan yang tepat dalam melakukan proses perubahan tersebut. 9. H. METODE PENELITIAN Sumber data Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari penelitian milik Nurrahaju(2004), jumlah data sebesar 254 responden yaitu para dosen di ITS yang diambil secara proporsional random sampling. Variabel Penelitian Variabel yang dipergunakan dalam penelitian ini variabel respon (Y) dan variabel eksplanatory X1 –X7 bersifat katagorikal dengan skala ordinal untuk Y dan X2 dan X1 dan X3 - X7 berskala nominal, khusus untuk variabel Y dan X2 skala 1 adalah yang terbaik dan skala 4 yang terburuk. Variabel-variabel tersebut adalah: − Sikap dosen terhadap perubahan (Y) dengan level (1) logika rasional, (2) kontrol negatif, (3)fokus terhadap manusia, (4) positif kreatif − Resistensi pada perubahan (X1) dengan level: (1) sistem manajemen dan iklim organisasi (2) prosedur perubahan (3) perubahan itu sendiri (4) masalah pribadi − Kecerdasan emosi (X2) dengan level (1) social skill, (2) social awreness, (3) self management, (4) self awareness. − Karakteristik kepribadian yang terdiri dari Usia (X3), Jenis kelamin (X4), Fakultas (X5), Lama bekerja (X6), status jabatan (X7) Metode Analisis Data Untuk menjawab tujuan penelitian pertama yaitu untuk mengatahui faktorfaktor apa sajakah yang mempengaruhi resistensi perubahan dan kecerdasan emosi, langkah-langkah analisis yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) melakukan tabulasi silang antara variabel X1 dengan X3 – X7 dan variabel X2 dengan variabel X3-X7 2) membuat model regeressi logistik univariate untuk setiap variabel eksplanatory (X3-X7) yang menjadi variabel responnya, masing-masing adalah X1 dan X2 agar diketahui masing-masing peranannya sehingga dapat diketahui mana varibel eksplanatori yang masuk kedalam model. 3) melakukan analisis korelasi antar variabel eksplanatory untuk mengetahui ada tidaknya multikolonieritas, jika ada maka variabel tersebut akan dihilangkan. 4) Membuat model logistik berganda dimana untuk model pertama yaitu hubungan antara variabel X1 dengan X3-X7 menggunakan metode Nominal Logistic Regression karena variabel responnya (X1 berskala nominal, dan model kedua yaitu hubungan antara variabel X2 dengan X3 –X7 menggunakan metode ordinal logistic regresion karena variabel responnya (X2 ) berskala ordinal 5) Menterjemahkan kembali hasil regeresi logistik berganda kedalam variabel eksplanatory. Untuk menjawab tujuan penelitian kedua yaitu untuk mengetahui faktorfaktoryang mempengaruhi sikap dosen terhadap perubahan, langkah-langkah analisis yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) melakukan tabulasi silang antara variabel Y dengan X1 –X7 10. 11. 2) membuat regressi logistik univariate untuk setiap variabel eksplanatory yaitu X1 – X7 dimana variabel responnya adalah Y 3) melakukan analisis korelasi untuk masing-masing variabel eksplanatorynya. 4) Membuat model logistik berganda yaitu model ordinal logistik regression karena variabel respon Y berskala ordinal berdasarkan variabel eksplanatory yang signifikan 5) Menterjemahkan model tersebut diatas kedalam variabel eksplanatorynya L. JADWAL PELAKSANAAN Kegitan 1 1. Persiapan pertemuan awal penetapan jadwal pencarian literatur persiapan software 2. Pengumpulan data sekunder 3. Pengolahan data 4. Analisis data 5. Pembuatan laporan akhir 6. Penggandaan dan pengiriman laporan 7. Persiapan seminar 8. Penyelenggaraan seminar 9. menyusun naskah artikel ilmiah 10. pengiriman artikel ilmiah M. PERSONALIA PENELITIAN 4. Ketua Peneliti a. Nama Lengkap dan Gelar : Dwi Endah Kusrini, S.Si, M.Si b. Golongan Pangkat dan NIP: IIIa/Penata Muda/132161187 c. Jabatan fungsional : Asisten Ahli d. Jabatan Struktural : e. Fakultas/Program Studi : MIPA/Statistik f. Perguruan tinggi : Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya g. Bidang keahlian : Statistik h. Waktu untuk penelitian ini : 8 bulan 5. Anggota Peneliti a. Nama Lengkap dan Gelar : Dr. Irhamah, S.Si, M.Si b. Golongan Pangkat dan NIP: IIIb/Penata Muda Tk.I/132199133 c. Jabatan fungsional : Asisten Ahli d. Jabatan Struktural : e. Fakultas/Program Studi : MIPA/Statistik f. Perguruan tinggi : Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya g. Bidang keahlian : Statistik h. Waktu untuk penelitian ini : 8 bulan 2 3 Bulan 4 5 6 7 8 N. PERKIRAAN BIAYA PENELITIAN 1. Honorarium a. Ketua peneliti b. Anggota Peneliti c. Tenaga Laboran/Teknisi d. Tenaga Lapangan/Pencacah e. Tenaga Administrasi Total (1) 2. Bahan dan peralatan penelitian a. Bahan habis - kertas 2 rim @Rp.25,000.00 - tinta printer 2 @Rp.50,000.00 - pembelian data sekunder - disket 2 box@Rp.30,000.00 - Alat Tulis b.Alat (pembelian software) c. Sewa alat - Komputer +printer 1 bulan - LCD - Laptop Total (2) 3. Perjalanan a. Biaya perjalanan taransportasi umum untuk 2 orang b. Transportasi lokal tiket pesawat Jakarta-Surabaya PP 2 orang c. Lupsum (konsumsi &akomodasi 2 orang) Total(3) 4. Laporan Penelitian a. Penggandaan - fotocopy 100 lembar@Rp.100.00X10eks - penjilidan 10@Rp.10,000.00 b. Pengiriman Total (4) 5. Seminar a. Konsumsi - makan + snak 30 orang@Rp.20,000.00 b. Biaya penyelenggaraan Rp2,000,000.00 Rp1,000,000.00 Rp3,000,000.00 Rp 50,000.00 Rp 100,000.00 Rp1,500,000.00 Rp 60,000.00 Rp 40,000.00 Rp 100,000.00 Rp1,200,000.00 Rp 300,000.00 Rp 300,000.00 Rp3,650,000.00 Rp 50,000.00 Rp 600,000.00 Rp1,000,000.00 Rp1,650,000.00 Rp 100,000.00 Rp 100,000.00 Rp 100,000.00 Rp 300,000.00 Rp 600,000.00 - sewa gedung - seminar kit 30 orang@Rp.5,000.00 - penggandaan makalah Total (5) Total Biaya Penelitian Rp 600,000.00 Rp 150,000.00 Rp 50,000.00 Rp1,400,000.00 Rp 7,000,000.00 O. LAMPIRAN-LAMPIRAN Daftar Pustaka Agresti, Alan, 1984, Analysis of Ordinal Categorical Data, New York: John Wiley and Sons, USA. Azwar, Saifudin, 1997, Sikap Manusia – Teori dan Pengukurannya edisi ke-2, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, Saifudin, 2004, Dasar-dasar Psikometri, Yogyakarta: Puataka Pelajar. Greenberg, jerald, dan Baron, Robert a., 1997, Behaviour in Organizations – Understanding and Managing The Human Side of Work, sixth edition, New Jersey: Prentice Hall. Galpin Timothy J., 1996, The Human Side of Change – How you React Develop and Grow, England: Mc.Graw Hill International. Hosmer, DW and Lemenshow, 1989, Aplplied Logistic Regression, John Wiley and Sons, USA. Nurrahaju, Rini, 2004, Pengaruh Resistensi Perubahan dan Kecerdasan Emosi Dosen Terhadap Sikap Dosen Mengenai Perubahan ITS dari PTN menuju PTBHMN, Tesis Program Pasca Sarjana UNAIR, Surabaya. Ratnasari, Vita dan Kusrini, Dwi Endah, 1998, Studi Hubungan Profesi Alumni Statistika ITS ditinjau dari Pendidikannya, Penelitian Dana DIK ITS, Surabaya. Wardhani, Rossy P., 2005, Faktor-faktor yang mempengaruhi IPK Wisudawan di Jurusan Penerima Dfue-Like Btch I ITS dengan Regresi Logistik Ordinal, Skripsi Jurusan Statistika ITS, Surabaya. (3) Daftar Riwayat Hidup Peneliti 1. NAMA PENGUSUL (Lengkap dengan gelar kesarjanaan dan keahlian) Dwi Endah Kusrini, S.Si., M.Si 2. ALAMAT (Yang paling mudah lewat pos atau telepon) Jl Sukolilo Park Regency F-31 Keputih Surabaya Telp (031) 70499299 3. PENDIDIKAN PROFESIONAL (Gelar akademis, nama dan tempat diperoleh kapan)   Sarjana Statistika ITS, 1999 Master IPB, 2003 4. RIWAYAT PEKERJAAN (Lima yang terakhir, mulai yang dijabat sekarang) Dosen Tetap pada Jurusan Statistika FMIPA-ITS, 1999 -Sekarang 5. KARYA ILMIAH (Lima yang terakhir, sebut majalah, volume dan tahun) Penggunaan Metode Analisis Hubungan Untuk Mengetahui Profil Mahasiswa Baru FMIPA ITS Tahun Angkatan 1997, Laporan Penelitian Lemlit ITS, 1997. Studi Hubungan Profesi Alumni Statistika ITS ditinjau dari Pendidikannya, Laporan Penelitian Lemlit ITS, 1997. Penggunaan Metode Log-linier Sebagai Metode Lanjutan dalam Meneliti Profil Mahasiswa Baru FMIPA Angkatan 1997, Laporan Penelitian Lemlit ITS, 1999. Penggunaan Analisis Multivariate Untuk Mengetahui Indikator Kesejahteraan Rakyat Jawa Timur Tahun 1994 – 1997, Laporan Penelitian Dosen Muda, 2000. Analisis Pengembangan Wilayah Pesisir dan Laut di Kabupaten Sampang ditinjau dari Potensi Sumber Daya dan Pendapat Masyarakat, Laporan Tesis, 2003.
Fly UP